Anda di halaman 1dari 2

II. 3.

5 Komposisi sediaan
Komposisi sediaan krim :
a. Zat berkhasiat
b. Bahan Pembawa
Fase minyak : Parafin cair, vaselin, cera, minyak nabati, adeps lanae,
asam stearat, asam oleat, stearil alkohol dll.
Fase air : aquadestilata
c. Emulgator
Umumnya berupa surfaktan anionik, kationik, nonionik dan amfoterik
anionik : Natrium lauril sulfat, karbomer, TEA
kationik : Benzalkonium klorida, Dialkil simetil amonium klorida
non ionik : Ester glikol dan gliserol, polisorbat, polivinil alkohol, dll
Amfoterik : Asam aminio, asam lemak.
d. Pelembab dan Humektan
Contoh : Gliserol, propilenglikol, sorbitol, cetil alkohol
e. Pengawet
Fase minyak : Nipasol, asam benzoat, asam borat, asam sorbat, dll
Fase air : Nipagin, na benzoat, na borat, na sorbat, kalium sorbat dll
f. Penstabil
Penghelat : Na EDTA, Asam EDTA
Anti oksidan : Alpha tocopherol, Asam sitrat dll
g. Enhancer/penambah penetrasi
Contoh ; Iso propil miristat
h. Pengaroma
Contoh : Oleum citri, Oleum rosae, eucaliptus oil, dll
(Fatmawaty dkk, 2012)
II. 3. 6 Metode pembuatan
Krim dibuat dengan alat homogenizer cream mixer dengan
mencampurkan fase minyak yang telah dilebur dengan water bath pada
suhu 70 °C dengan fase air (air dimineralisasi dengan pH antara 5 – 7) pada
suhu 70 °C kedua fase (yang sudah ada emulgator) dicampurkan dengan
alat homogenizer cream mixer sampai terbentuk krim, kemudian dinginkan
pada suhu 25 °C sampai mencapai konsistensi yang sesuai (Fatmawaty
dkk, 2012)
Pembuatan krim juga dapat dilakukan dengan melebur bagian lemak
dan minyak di atas tangas air kemudian di tambahkan bagian airnya dengan
zat pengemulsi. Aduk cepat dan konstan sampai terbentuk masa krim
(Syamsuni, 2006)