Anda di halaman 1dari 6

1.

Ruang
 Gejala dan proses kehidupannya dan melibatkan kehidupan tumbuh-tumbuhan,
binatang dan manusia sebagai penghuni bumi tersebut. (Sumaatmadja)
 Wadah kehidupan manusia beserta sumber daya alam yang terkandung didalamnya
meliputi, bumi, air dan ruang angkasa sebagai satu kesatuan. (Budiharsono (2001))
 Daerah 3 dimensi dimana obyek dan peristiwa berada. Ruang memiliki posisi serta
arah yang relatif, terutama bila suatu bagian dari daerah tersebut dirancang
sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. Ruang merupakan wadah dari aktivitas-
aktivitas manusia, baik aktivitas untuk kebutuhan fisik mau- pun emosi manusia.
Ruang digunakan untuk mewa- dahi satu aktivitas manusia atau lebih. (Digilib Petra)

2. Tata Ruang
 Wujud struktur ruang dan pola ruang. (Pasal 1 ayat 30 UU No. 17 tahun 2008 tentang
Pelayaran)
 Wujud struktur ruang dan pola ruang disusun secara nasional, regional dan lokal. Secara
nasional disebut Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, yang dijabarkan ke dalam Rencana
Tata Ruang Wilayah Provinsi, dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tersebut perlu
dijabarkan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK). (Wikipedia)

3. Wilayah
 Keseluruhan dari lahan, air, udara, dan manusia dalam hubungan yang saling
menguntungkan. Setiap region merupakan satu keutuhan yang batasnya jarang
ditentukan secara tepat. (Cressey)
 Daerah tertentu yang terdapat sekelompok kondisi fisik yang telah memungkinkan
terciptanya tipe-tpe ekonomi tertentu. (R. E. Dickinson)
 Ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya,
yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan aspek
fungsional. (Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 tentang Rencana: Tata
Ruang Wilayah Nasional)
 Area yang mempunyai karakteristik kenampakanpermukaan yang sama dan kenampakan ini
sangat berbeda denganknampakan-kenampakan lain di daerah sekitarnya. (Fanneman)

4. Kota
 Pemukiman yang berpenduduk relatif besar, luas areal terbatas, pada umumnya
bersifat nonagraris, kepadatan penduduk relatif tinggi, tempat sekelompok orang
dalam jumlah tertentu dan bertempat tinggal dalam suatu wilayah geografis
tertentu, cenderung berpola hubungan rasional, ekonomis, dan individualistis.
(Ditjen Cipta Karya: 1997)
 Suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan
penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen
dan coraknya materialistis. (Prof. Bintarto (1983))

Pemukiman yag relatif besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang
heterogen kedudukan sosialnya. (Louis Wirth)
 Leburan dari bangunan dan penduduk, sedangkan bentuk kota pada awalnya
adalah netral tetapi tetapi kemudian berubah sampai hal ini dipengaruhi dengan
budaya tertentu. (Spiro Kostof (1991))
 Suatu wadah yang memiliki batasan administrasi wilayah seperti kotamadya dan
kota administratif. Kota juga berarati suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang
mempunyai ciri non agraris , misalnya ibukota kabupaten, ibukota kecamatan
yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan. (Peraturan Mendagri RI No. 4/ 1980)

5. Kawasan
 Sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan. Pada
masa lampau, seringkali sebuah wilayah dikelilingi oleh batas-batas kondisi fisik
alam, misalnya sungai, gunung, atau laut. Sedangkan setelah masa kolonialisme,
batas-batas tersebut dibuat oleh negara yang menduduki daerah tersebut, dan
berikutnya dengan adanya negara bangsa, istilah yang lebih umum digunakan adalah
batas nasional. (Wikipedia)

6. Sistem Kota
 Sistem kota-kota adalah suatu sistem yang menggambarkan sebaran kota, fungsi
kota-kota dan hierarki fungsional kota-kota yang terkait dengan pola transportasi dan
prasarana wilayah lainnya dalam ruang wilayah daerah (Pasal 15 ayat 1, RTRW
Provinsi Jawa Tengah 2003-2018).

7. Sistem Wilayah
 Struktur ruang dan pola ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat
wilayah. (UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang)
 Sistem penyimpanan dokumen, berkas atau arsip yang dijadikan pedoman dalam
menemukan kembali arsip secara cepat yang diselenggarakan berdasarkan daerah
atau letak wilayah dari pengirim surat atau wilayah yang dikirimi surat.

8. Penataan Ruang
 Suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian
pemanfaatan ruang. (UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang)
9. Struktur Ruang
 Susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang
berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara
hirarkis memiliki hubungan fungsional. (UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan
Ruang)
 Unsur pembentuk struktur tata ruang kota terdiri dari pusat kegiatan kawasan
fungsional dan jaringan jalan. (Nia K Pontoh dan Iwan kustiwan (2008)

10. Pola Ruang


 Distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang
untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya.
(UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang)
 Area memanjang / jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat
terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang
sengaja ditanam.

11. Sistem Internal Kota/Perkotaan


 Struktur ruang dan pola yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat internal
perkotaan. (UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang)

12. Kawasan Lindung :


 Wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan
hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. (UU No.24 tahun
1994 maupun UU No.26 tahun 2007)
 Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan
hidup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta
budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. (UU No. 32 tahun
1990 tentang pengelolaan kawasan lindung, pasal 1)
13. Kawasan Budidaya :
 Wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi
dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan. (UU
No.24 tahun 1994 maupun UU No.26 tahun 2007)
 Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar
kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya buatan
(Nugraha, dkk 2006 )

14. Kawasan Metropolitan :


 Kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri
atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan disekitarnya yang saling
memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana
wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-
kurangnya 1.000.000 jiwa. (UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang)
 Kota besar yang dikelilingi oleh kota-kota satelit yang terpisah cukup jauh dengan
urban fringe dari kota tersebut tetapi semuanya membentuk satu kesatuan sistem
dalam pelayanan penduduk wilayah metropolitan. (Sinulingga, 2005 hal 103-105)

15. Kawasan Perkotaan :


 Kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi
kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan social dan kegiatan
ekonomi. (UU No. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah)
 Wilayah yang mempunyai kegiatann utama bukan pertanian dengan susunan fungsi
kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan
jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. (UU No.26 tahun 2007
tentang Penataan Ruang)

16. Kawasan Perdesaan :


 Wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber
daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan,
pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. (UU No.26
tahun 2007 tentang Penataan Ruang)
 Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungikelestarian lingkungan hidup yang
mencakup sumber daya alam, sumber daya buatan dannilai sejarah serta budyaa bangsa
guna kepentingan pembangunan berlanjutan. (Wikipedia)
 Wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber
daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman pedesaan,
pelayanan jasa, pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. (Eko
Sujatmiko, Kamus IPS , Surakarta: Aksara Sinergi Media Cetakan I, 2014 halaman
134)
17. Kawasan Megapolitan :
 Kawasan yang terbentuk dari dua atau lebih kawasan metropolitan yang memiliki
hubungan fungsional dan membentuk seuah sistem. (UU No.26 tahun 2007 tentang
Penataan Ruang)
 Kawasan yang terbentuk dari 2 (dua) atau lebih kawasan metropolitan yang memiliki
hubungan fungsional dan membentuk sebuah sistem. (Pasal 1 Angka 27 UU Nomor
26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang).

18. Kawasan Strategis :


 Kawasan yang mempunyai peranan penting untuk pengembangan ekonomi, sosial
budaya, lingkungan maupun pertahanan keamanan dilihat secara nasional dan
provinsi. (UU No. 24 Tahun 1992 tentang penataan Ruang)

19. Kawasan Agropolitan :


 Kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan
sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yag
ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hirarki keruangan suatu sistem
pemukiman dan sistem agrobisnis. (UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang)
 Kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha
agribisnis serta mampu melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan
pembangunan pertanian (sektor usaha pertanian dalam artian luas) di wilayah
sekitarnya. Beberapa daerah menerapkan konsep agropolitan untuk kemajuan daerah.
Hal ini didasarkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia merupakan
agraris/pertanian. Konsep Agropolitan merupakan upaya yang dilakukan pemerintah
untuk mengembangkan daerah melalui optimalisasi sumber daya tumbuhan dan
hewan, yaitu pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Jika sebuah kawasan
hanya memiliki potensi perikanan, maka dapat pula disebut sebagai minapolitan.
(Wikipedia)
 Kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistensi dan usaha
agribisnis serta melayani mendorong menarik mengela kegiatan pembangunan
pertanian diwilayah sekitarnya. (Suwandi (2005))

20. Ruang Terbuka Hijau :


 Area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaan nya lebih bersifat
terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang
sengaja ditanam. (UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang)
 Sebuah kawasan yang difungsikan untuk ditanami tumbuh-tumbuhan. Kawasan
terbuka hijau dapat berupa taman, hutan kota, trotoar jalan yang ditanami pohon,
areal sawah atau perkebunan. (Muchlis (2006))
 Fasilitas yang memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas
lingkungan permukiman, dan merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam
kegiatan rekreasi. (Rooden Van FC dalam Grove dan Gresswell (1983))

Daftar Pustaka :

www.scribd.com/mobile/doc/95229051/Wilayah-Kawasan-Dan-Daerah#fullscreen
musnanda.com/2011/02/17/kawasan-budidaya-dan-kawasan-lindung/#
www.sribd.com/mobile/doc/109672780/KAWASAN-LINDUNG
awaliyahhasanah.blogspot.co.id/2013/definisi-desa-kota-pedesaan-dan.html?m=1
geoenviron.blogspot.co.id/2012/10/perencanaan-wilayah-dan-kota_17.html?m=1
http://studyandlearningnow.blogspot.co.id/2013/05/beberapa-definisi-ruang-dan-
wawasan.html
http://simpangmahar.blogspot.co.id/2010/02/ruang-terbuka-hijau-rth.html
https://ahsinufadli.wordpress.com/2011/12/04/ruang-terbuka-hijau-kota/
https://www.scribd.com/doc/95229051/Wilayah-Kawasan-Dan-Daerah
http://brainly.co.id/tugas/857209
http://mira-nurlatifah.blogspot.co.id/2013/06/definisi-desa-kota-pedesaan-dan.html
https://annisamuawanah.wordpress.com/2013/08/28/jejaring-sistem-kota-kota/
http://euforia-arisam.blogspot.co.id/2010/08/tata-ruang.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Wilayah
https://id.wikipedia.org/wiki/Agropolitan
http://penelitihukum.org/tag/pengertian-kawasan-megapolitan/
http://sporttobe.blogspot.co.id/2010/06/pengertian-ruang.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Ruang
https://id.wikipedia.org/wiki/Kawasan_perdesaan
http://www.pengertianpengertian.com/2014/11/pengertian-kawasan-pedesaan.html
http://pinterdw.blogspot.co.id/2012/03/fungsi-kawasan.html
https://lusibiru.wordpress.com/2011/08/17/kearsipan-sistem-wilayah-geographical-filing-
system/

Beri Nilai