Anda di halaman 1dari 4

A.

Menulusuri Model Teks Laporan


1. Menulusuri Model Teks Laporan Penelitian
Dalam menentukan model teks laporan penilitian ada beberapa tahap yang harus
dilakukan, yaitu:
a. Bacalah laporan penelitian, lalu eksplorasilah struktur teksnya.
b. Apa perbedaan antara proposal dan laporan penelitian?
c. Jawabannya akan mengarahkan anda kepada kenyataan bahwa proposal baru
merupakan rancangan penelitian yang belum dilaksanakan, sedangkan laporan
penelitian merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan
penelitian. Dalam proposal tidak terdapat tahapan hasil penelitian dan
pembahasan serta tahapan penutup yang berisi simpulan dan saran.
2. Menulusuri Model Teks Laporan Kegiatan
Dalam menentukan model teks laporan kegiatan ada beberapa tahap yang harus
dilakukan, yaitu:
a. Bacalah laporan kegiatan, lalu eksplorasilah struktur teksnya.
b. Apa perbedaan antara proposal dan laporan kegiatan?
c. Jawabannya akan mengarahkan anda kepada kenyataan bahwa proposal baru
merupakan rancangan penelitian yang belum dilaksanakan, sedangkan laporan
kegiatan merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan
kegiatan. Baik dalam proposal kegiatan maupun laporan kegiatan terdapat
bagian penutup. Apa perbedaan dari keduanya? Pada laporan penelitian terdapat
tahapan hasil penelitian dan pembahasan, tetapi pada laporan hasil kegiatan
tidak ada.

B. Menganalisis Hubungan Genre pada Setiap Tahapan Teks Laporan Penelitian


1. Abstrak
Abstrak merupakan bagian yang sangat penting dalam laporan penelitian.
Kenyataan itu tampak jelas pada definisi yang dikemukakan oleh de american
national standard institute (dalam clark, 2007) bahwa “an abstrak is an abbreviated
accurate representation of content of document, preferably prepared by its
author(s) for publication with it”. Pada laporan penelitian, abstrak adalah genre
mikro yang berisi ringkasan seluruh penelitian yang dilaporkan. Pada konteks ini
abstrak juga disebut ringkasan atau intisari. Abstrak menjadi bagian yang tidak
tepisahkan dari laporan itu sendiri secara keseluruhan. Oleh sebab itu, sebagai
ringkasan, abstrak berfungsi secara sosial untuk menjelaskan keseluruhan isi
penelitian, yang meliputi : (1) masalah yang diteliti (dan atau tujuan penelitian), (2)
metodologi penelitian, (3) temuan yang dihasilkan dan pembahasan, serta (4)
simpulan,implikasi, dan atau saran. Melalui poin-poin tersebut, abstrak dapat
memotivasi pembaca untuk membaca lebih lanjut laporan penelitian yang lengkap.
Dari abstrak pembaca dapat mengetahui gambaran umum tentang penelitian itu.
2. Pendahuluan
Pada laporan penelitian, pendahuluan merupakan tahapan yang berfungsi untuk
menyatakan latar belakang penelitian yang telah dilaksanakan, permasalahan yang
diteliti, tujuan penelitian, manfaat penelitian, pentingnya masalah itu diteliti, dan
pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Tiga hal yang
disebutkan pertama sering dinyataka ke dalam subbab tersendiri atau dinyatakan
dalam satu kesatuan dan disisipkan ke dalam paragraf-paragraf pendahuluan.
Adapun dua hal yang disebutkan kemudian cukup disisipkan ke dalam paragraf-
paragraf yang relevan pada pendahuluan itu. Permasalahan biasanya dirumuskan ke
dalam kalimat-kalimat tanya, tujuan penelitian adalah arah yang dituju oleh
penelitian dan manfaat penelitian adalah kegunaan yang diperoleh baik secara
teoritis maupun praktis. Di pihak lain, pentingnya masalah itu diteliti adalah alasan
yang mendasari dilakukannya penelitian tersebut. Sementara metode hanya
diuraikan secara sigkat dalam hal teori yang disintesiskanuntuk memecahkan
masalah, metode penelitian yang diterapkan, serta teknik pengumpulan data.
Isi tahapan pendahuluan pada laporan penelitian dan pada proposal penelitian
pada dasrnya sama. Oleh sebab itu, genre mikro yang digunakan untuk
megungkapkan tahapan pendahuluan dan tahapan penutup pun relatif sama, yaitu
eksposisi dan atau meliputi deskripsi. Perbedaan diantaranya terletak pada orientasi
waktu.
3. Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
Tahapan landasan teori dan tinjauan pustaka berisi dua hal.yang pertama adalah
landasan teori yang berfungsi untuk menyampaikan ulasan teori yang digunakan
untuk memecahkan masalah yang diteliti, dan yang kedua adalah tinjauan pustaka
yang berfungsi untuk menyatakan perbandingan antara penelitian yang dilaporkan
itu dan penelitian-penelitian sebeumnnya. Ada kalaaya tahapan ini dilengkapi
dengan kerangka pikir penelitian. Pada prinsipnya kerangka pikir itu berisi alur
pelaksanaan penelitian dan logika berpikir yang diikuti dalam melaksanakan
penelitian itu secara keseluruhan. Genre makro yang digunakan adalah ulasan atau
review. Pada dasarnya tahapan landasan teori dan tinjauan pustaka dalam laporan
penelitian dan dalam proposal penelitian itu sama, terutama untuk subtahapan
tinjauan pustaka. Formulasi bahasa pada tahapan landasan teori dan tinjauan
pustaka sama dengan formulasi bahasa pada teks ulasan buku terutama pada tafsiran
isi dan tahapan evaluasi.
4. Metodologi Penelitian
Tahapan metodologi penelitian berisi sajian tentang pendekatan, metode, dan
teknik penelitian yang diterapkan pada penelitian yang dilaporkan, termasuk
langkah-langkah yang ditempuh. Untuk megungkapkan kenyataan pada tahapan
metodelogi penelitian, genre mikro yang digunakan adalah deskripsi dan atau
meliputi laporan, rekon, dan prosedur. Deskripsi digunakan untuk memaparkan
lokasi penelitian dan sifat-sifat kekhususan data, laporan digunakan untuk
mengklasifikasikan data, rekon digunakan untuk menyatakan rangkaian kegiatan
yang dilakukan pada saat penelitian berlangsung,dan prosedur digunakan untuk
menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan penelitian.
Formulasi bahasa pada tahapan metodelogi penelitian menunjukkan penelitian
itu sudah dikerjakan diwaktu lampau, sehingga nuansa keakanan yang ditandai oleh
penggunaan akan (seperti yang digunakan dalam proposal) diubah menjadi nuansa
kelampauaan yang ditandai oleh penggunaan sudah atau telah. Pada konteks inilah
genre rekon digunakan. Namun demikian, formulasi bahasa yang menunjukkan
masa lampau itu tidak hanya terdapat pada tahapan metodelogi penelitian.
5. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Tahapan hasil penelitian dan pembahasan terdiri atas dua hal yang berbeda:
hasil penelitian dan pembahasan. Pada laporan penelitian, kedua hal itu dapat
dijadikan satu bab dengan “Hasil Penelitian dan Pembahasan”, atau dijadikan dua
bab masing-masing dengan nama “Hasil Penelitian” dan “Pembahasan”. Biasanya
uraian tentang hasil penelitian dan pembahasan pada laporan penelitian dinyatakan
pada bab IV (apabila hasil penelitian dan pembahasan digabung) atau pada bab IV
dan V (apabila bab pembahasan dan hasil penelitian dipisah). Genre mikro yang
digunakan untuk mengungkapkan tahapan hasil penelitian dan pembahasan adalah
deskripsi dan diskusi.
Penyajian menjadi satu bab atau dua bab adalah persoalan gaya selingkung.
Yang lebih penting adalah bahwa laporan penelitian harus mengangandung esensi
hasil penelitian dan pembahasan. Secara sensial, keberadaan kedua hal itu
mengisyaratkan perealisasian dua fungsi retoris yang berbeda tetapi sekaligus tidak
dapat dipisahkan. Fungsi tahapan hasil penelitian dan pembahasan yang pertama
direalisasikan dengan genre deskripsi dan laporan untuk menggambarkan hasil atau
temuan penelitian (yang dipaparkan berdasarkan tema, pertanyaan penelitian, atau
klasifikasi data/metode pengambilan data). Selanjutnya, fungsi yang kedua
direalisasikan dengan genre diskusi (meliputi ekspalanasi) untuk membahas dan
menjelaskan hasil atau temuan yang diperoleh. Kemudian hasil itu atau temuan itu
dikaitkan dengan teori yang dirujuk dan penelitian-penelitian sejenis sebelumnya.
Dari pembahasan, dapat diketahui apakah teori yang dirujuk itu dapat memecahkan
persoalan penelitian sebagaimana yang tergambar pada data, dan apakah hasil atau
temuan itu dapat menjembatani persoalan-persoalan yang belum terpecahkan pada
penelitian-penelitian sebelumnya.
Perlu dicatat bahwa terdapat banyak laporan penelitian yang tidak mengandung
pembahasan, meskipun bab hasil penelitian dan pembahasan secara ekplisit
dinyatakan. Pada laporan penelitian yang demikian itu, bab yang dimaksud hanya
berisi deskripsi data biasa tanpa disertai analisis dengan cara membanding-
bandingkan berbagai temuan yang ada serta tanpa dikonfrontasikan dengan
penelitian-penelitian sebelumnya.
Formulsi bahasa pada tahapan hasil penelitian dapat dikenali kekhususan
pilihan kata dan konstruksi kalimat. Pilihan kata pada tahapan tersebut
menunjukkan ciri-ciri tertentu. Bahkan kata-kata yang dipilih pada subtahapan hasil
penelitian cenderung berbeda dengan kata-kata yang dipilih pada subtahapan
pembahasan. Pada tahapan hasil penelitian menunjukkan ciri-ciri genre diskripsi
dan laporan, sedangkan pilihan kata pada subtahapan pembahasan menunjukan ciri-
ciri genre dikusi dan eksplanasi.
Ciri-ciri tersebut bukanlah satu-satunya ciri dari genre deskripsi dan laporan,
serta diskusi dan eksplanasi. Deskripsi, laporan, diskusi, dan eksplanasi yang ada
ditahapan hasil penelitian dan pembahasan tidak berdiri sendiri sebagai genre mikro
tetapi berada dalam campuran.
Seperti didaftar secara berturut-turut pada tabel 4.1 dan tabel 4.2 pilihan kata
pada subtahapan hasil penelitian menunjukan ciri-ciri genre deskripsi dan laporan,
sedangkan pilihan kata pada subtahapan pembahasan menunjukkan ciri-ciri genre
diskusi dan eksplanasi.
Kosakata
Nomina Verba
deskripsi, pendeskripsian Mendeskripsikan, dideskripsikan
paparan, pemaparan Memaparkan, dipaparkan
pajanan, pemajanan Memanjakan, dipanjakan
sajian, penyajian Manyajikan, disajikan
kelompok, pengelompokan Mengelompokkan, dikelompokkan
klasifikasi, pengklasifikasian Klasifikasi
golongan, penggolongan Menggolongkan, digolongkan
Tabel 4.1 pilihan kata pada subtahapan hasil penelitian

Kosakata
Nomina Verba
Bahasan, pembahasan Membahas, dibahas
Penjelasan Menjelaskan, dijelaskan
Cerminan, pencerminan Mencerminkan
Gambaran, penggammbaran Menggambarkan, digambarkan
Indikasi Mengindikasikan, diindikasikan
Perbedaan Berbeda, dibedakan
Penjelasan Menjelaskan
Sebab Menyebabkan
akibat Mengakibatkan, berakibat

Tabel 4.2 pilihan kata pada subtahapan pembahasan


Hal lain yang perlu diperhatikan pada tahapan hasil penelitian dan pembahasan
adalah penggunaan tabel, grafik, histogram, gambar, bagan dan sejenisnya. Tidak
hanya ungkapan verbal yang dapat berfungsi untuk mendeskripsikan, menjelaskan,
mengklasifikasikan, dan menggabungkan fakta-fakta penelitian. Ungkapan non
verbal yang berupa tabel, grafik, histogram, gambar, atau bagan pun juga dapat
mengemban fungsi yang sama. Meskipun tabel, grafik, histogram, gambar, atau
bagan sudah dapat mendeskripsikan dirinya masing-masing, penjelasan tambahan
masih diperlukan namun demikian, tidak semua aspek pada ungkapan non verbal
itu harus dijelaskkan. Aspek-aspek yang dijelaskan adalah aspek-aspek yang
menonjol.

6. Penutup
Bab penutup merupakan tahapan terakhir pada struktur teks laporan penelitian.
Tahapan ini biasanya mengandung dua unsur, yaitu simpulan dan saran. Selain dua
unsur itu, implikasi penelitian juga sering dimasukkan kedalam tahapan tersebut.
Untuk menyampaikan simpulan dan saran, genre mikro yang digunakan adalah
deskripsi dan atau meliputi eksposisi