Anda di halaman 1dari 7

Yehia Ayasha Rafidhah

113.14.003

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA MALANG


I. Kajian
I.1 Struktur Ruang

Struktur Ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem


jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial
ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional.
Berdasarkan pola perkembangan dan pertumbuhan kota, maka dapat
diperoleh gambaran, bahwa Kota Malang memiliki berbagai fungsi
pengembangan primer maupun sekunder. Untuk menciptakan struktur ruang
yang efisien, maka diperlukan penataan dan pengalokasian berbagai kegiatan
perkotaan. Struktur pelayanan yang akan digunakan dalam mengembangkan
Kota Malang adalah dengan membagi Kota Malang menjadi lima Bagian Wilayah
Kota (BWK) dimana setiap BWK merupakan juga satu wilayah kecamatan.
Efisiensi pelayanan ini dengan membagi setiap BWK menjadi beberapa unit
lingkungan dimana setiap BWK dan setiap unit lingkungan memiliki suatu pusat
pelayanan tersendiri sesuai dengan lingkup pelayanan dan fungsinya.
Sesuai dengan kondisi Kota Malang, maka arahan pengembangannya
diarahkan sebagai berikut :

A. Perdagangan Dan Jasa


Sesuai dengan fungsi kota yang ada yakni sebagai koleksi dan distribusi
barang dan jasa, maka keberadaan pusat perdagangan dan jasa (komersial)
berada di kawasan Dinoyo, Sukarno Hatta, Pasar Besar, Klojen dan Blimbing.
Beberapa mall yang exis di kota malang;
 Malang Town Square (MATOS)
 Malang Olimpic Garden (MOG)
 Ramayana
 Gajahmada Plaza
 Dieng Plaza
 Malang Plaza
 Matahari
 Mitra
 MX

B. Industri
Sesuai dengan fungsi kota yang ada yakni sebagai koleksi dan distribusi
barang dan jasa, maka keberadaan pusat perdagangan dan jasa (komersial)
diharapkan dapat melayani seluruh kawasan permukiman kota dan kawasan yang
baru/akan berkembang.
Sesuai dengan perkembangan kota, maka penambahan fasilitas
perdagangan akan tetap diperlukan dengan berbagai skala pelayanannya.
Pengembangan kawasan perdagangan baru direncanakan untuk melayani
penduduk Kota Malang secara merata terutama di wilayah timur dan barat Kota
Malang yaitu di kawasan Gunung Buring dan kawasan Mulyorejo. Selain itu juga
untuk wilayah baru lainnya, pengembangan fasilitas perdagangan dialokasikan
menyatu dengan fasilitas-fasilitas kota lainnya.
Seiring dengan tingginya tingkat perkembangan sektor indsutri di Kota
Malang, maka pengembangan kegiatan industri di masa yang akan datang
diarahkan pada :
1) Industri dan pergudangan yang ada di sekitar Jalan Tenaga (Kelurahan
Blimbing)
2) Untuk jangka pendek, industri di Kelurahan Ciptomulyo.
3) Untuk industri yang memiliki skala besar - menengah berada di sekitar
Kecamatan Singosari dan Karangploso.
4) Pariwisata yang di pusatkan di area Kabupaten Batu dan Sekitarnya.

C. Pendidikan
Kegiatan pendidikan di Kota Malang berkembang cukup pesat, bahkan
untuk pendidikan tinggi sudah mempunyai jangkauan skala nasional. lokasi
kegiatan pendidikan di Kota Malang adalah sebagai berikut :
1. Pada bagian Utara Kota diarahkan di sekitar Kelurahan Tasikmadu dan
Tunjungsekar.
2. Pada bagian Timur Kota di wilayah Kelurahan Sawojajar (dengan adanya
STIBA dan Wisnuwardhana) dan Gunung Buring yaitu Kelurahan Lesanpuro
dan Kedungkandang.
3. Pada bagian Barat Kota berpusat di kawasan Jl. Veteran, Dieng, Jl. Bendungan
Sigura-gura, Sumbersari, dan Jl. Sukarno Hatta.
Untuk pengembangan fasilitas pendidikan menengah seperti SLTP dan
SLTA, lokasi yang direncanakan adalah lokasi yang relatif sentral terhadap wilayah
pelayanan dan menyatu dengan fasilitas sosial-ekonomi lainnya, sehingga secara
keseluruhan akan menjadi pusat pelayanan lingkungan.

D. Kawasan Bersejarah
Di kota Malang ini ada beberapa kawasan bersejarah baik dari masa
Prasejarah maupun masa Kolonial. Adapun dua kawan tersebut antara lain.
 Kawasan Musium purbakala di Singosari yang mewakili peninggalan
kerajaan shingosari.
 Kaswasan Rumah Kolonial di Jl. Idjen yang menunjukkan bahwa area ini
dulunya adalah kawan elit kota malang pada masa penjajahan Hindia-
Belanda.

E. Bangunan Dan Struktur Kota


Pusat kota Malang terbagi menjadi 2 area yaitu bangunan Tugu Alun-
Alun Kota da Tugu Alun-Alun Balai Kota

Di kota malang terdapat 2 bentuk tata ruang terpusat dengan terdapatnya


sebuah alun-alun tugu yang menjadi struktur utama untuk menghubungkan
beberapa kawasan ke satu titik dengan mengunakan system jalan linear terpusat
sehingga titik pusat berada di tengah-tengah kota seperti halnya Malang.

Alun-Alun Kota

Dapat kita lihat pada gambar


di atas dengan menggunakan system
jalan linear alun-alun menjadi pusat
yang menghubungkan beberapa
kawasan yang berada disekitarnya.
Bukan hanya alun-alun kotanya saja
yang memiliki criteria dan ciri khas
tersendiri, disekeliling alun-alun
terdapat bangunan-bangunan
kolonial dan bangunan kontenporer dimana bangunan yang mengikuti era baru
“modern”.

Strategi pengembangan struktur tata ruang wilayah Kota Malang


ditetapkan dengan memperhatikan segala potensi dan kendala serta sumberdaya
yang ada. Untuk itu berbagai fungsi yang dominan dan memberikan prospek
perkembangan yang baik dapat ditingkatkan sehingga kegiatan produktif dan
fungsi pelayanan akan dapat lebih meningkat lagi.

F. Perumahan

Di Kota Malang pola penggunaan tanah untuk jenis perumahan


direncanakan terdistribusikan pada seluruh bagian wilayah kota, dimana arah
perkembangannya diharapkan mengikuti pola perkembangan yang sudah ada.
Untuk memacu perkembangan permukiman yang kurang berkembang di Kota
Malang, perlu direncanakan adanya penambahan pusat dan sub pusat pelayanan
serta peningkatan dan pembangunan jaringan jalan baru. Untuk wilayah Kota
Malang, pengembangan perumahan perlu diikuti juga dengan penempatan pusat
dan sub pusat pelayanan, dimana pengembangan perumahan diarahkan ke
wilayah yang relatif masih kosong, seperti wilayah Desa Tasikmadu,
Tunggulwulung, Mulyorejo, dan daerah pengembangan Gunung Buring. Selain itu
untuk rencana lokasi perumahan yang baru harus mengacu pada advis planning
yang telah ada.

G. Peta Struktur Ruang Kota Malang


I.2 Pola Ruang
Pola Ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang
meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk
fungsi budi daya.
Pola ruang kota Malang sekarang juga sudah mulai berubah. Perubahan
ini bisa dilihat dari padatnya pemukiman warga. Bisa dilihat pada peta pola ruang
tersebut bahwa sebagian besar dipenuhi oleh daerah pemukiman sehingga untuk
daerah kawasan lindung dan ruang terbuka hijau sangat minim bahkan hampir
tertutup oleh semakin luasnya pemukiman warga. Hal ini bisa berakibat buruk
bagi keadaan kota. Kota yang dulu asri dan rindang perlahan akan menjadi kota
yang panas dan berpolusi akibat kurangnya lahan kawasan lindung dan ruang
terbuka hijau.
Contoh keadaan kota Malang yang semerawut bisa dilihat di sepanjang
jalan Sumbersari-Gajayana yang sangat semerawut, tidak ada lagi jalan untuk
pejalan kaki, bangunan yang semakin mendesak ke arah jalan lalu ribetnya kabel
listrik. Hal seperti ini, mau tidak mau harus ada proses ambil alih. Kemudian di
tata ulang, tapi karena sudah parah tentu akan memakan biaya yang semakin
besar.
Oleh sebab itu, sebelum terlanjur, jalan Joyo Agung yang saat ini menjadi
satu-satunya akses menuju perumahan Graha Dewata dan Villa Bukit Tidar,
dimana kalau tidak salah wilayah ini hampir semuanya menjadi zona
pemukiman, harus sudah ditata dan diawasi. Ruko-ruko sudah mulai menjamur.
Kalau mau dilebarkan jalannya mulailah dari sekarang jangan dibiarkan banyak
dahulu bangunan yang didirikan.

I.2.1 Peta Pola Ruang Kota Malang


I.3
II. Review
II.1 Struktur Ruang
Menurut penjelasan struktur ruang kota Malang diatas telah dijelaskan
pembagian struktur ruang ada 2 macam yaitu pembagian berdasarkan
penembangan struktur sekunder dan primer. Pembagian ini juga sudah jelas
berdasarkan pengelompokannya. Pengelompokan pengembangannya di arahkan
pada pendidikan, industry, perdagangan dan jasa, bangunan dan struktur kota,
tempat bersejarah dan perumahan. Pada masing-masing bagian mempunyai
rencana masing-msaing dalam pengembangannya. Hal ini sudah cukup baik
sehingga hanya perlu realisasi dari pemerintah agar pengembangan struktur kota
Malang dapat terlaksana dengan baik. Selain Pemerintah, masyarakat kota
Malang juga harus ikut berpatispasi dalam pembangunan kota Malang yang lebih
bagus lagi. Sebab kota tidak akan maju jika masyarakatnya tidak ikut terjun
membantu dalam pembangunan pengembangan. Kota yang maju pasti didukung
juga oleh masyarakat yang mempunyai pemikiran maju dan global.

II.2 Pola Ruang


Pola ruang kota Malang untuk saat ini kurang memadai. Sebab minimnya
ruang terbuka hijau, kawasan hutan lindung. Hal ini akan berdampak pada
kelestarian dan keindahan kota. Sebab kota yang dulu terkenal dengan ciri khas
kota yang dingin dan sejuk akan berubah menjadi kota yang panas dan gersang.
Ini semua dikarenakan oleh minimnya pepohonan untuk menyerap polusi udara
dan menahan teriknya panas matahari. Ruang terbuka hijau dan kawasan hutan
lindung berubah menjadi pemukiman warga sehingga hal ini perlu diperhatikan
khusus oleh Pemerintah. Sehingga ada penanganan khusus dari Pemerintah
terkait hal tersebut. Karena jika tidak segera di tangani akan menjadi sebuah
bencana besar bagi lingkungan dan juga masyarakat.
Kawasan untuk ruang terbuka hijau juga harus diperhatikan karena ruang
terbuka hijau merupakan jantung sebuah kota. Kota yang tidak memiliki ruang
terbuka hijau tidak akan menjadi kota yang asri dan rindang. Jika dilihat dari peta
pola ruang kota Malang, Pemerintah harus menyiapkan dana khusus untuk
pengadaan ruang terbuka hijau yang semakin minim.

III. Daftar Pustaka


1. http://herlindahpetir.lecture.ub.ac.id/files/2013/05/tata_guna_lahan_2030-malang-
petadasarfotoudara.jpg

2. http://arkotitnmalang.blogspot.co.id/2012/01/tinjauan-kota-malang-berdasarkan-
bentuk.html

3. http://one-geo.blogspot.co.id/2010/01/rtrw-kota-malang-strategi-
pengembangan.html

Beri Nilai