Anda di halaman 1dari 8

Sahuleka, et al, Pengaruh FamHC (Family Health Conversation) terhadap keluarga dengan ...

Pengaruh FamHC (Family Health Conversation)


terhadap keluarga dengan anggota keluarga yang
mengalami masalah kesehatan di Desa Glagahwero, Jember
(The effect of FamHC (Family Health Conversation) to the
family with member of family with health problems in
Glagahwero, Jember)
Devis Yulia Rohmana, Nilla Sahuleka, A. N. Muhaimin
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember
Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto Jember Telp./Fax. (0331) 323450
Abstrak
Keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami suatu masalah kesehatan pasti dapat
mempengaruhi sistem dalam suatu keluarga tersebut. Family Health Conversation (FamHC)
adalah salah satu intervensi berupa komunikasi terapeutik keluarga yang dibangun oleh
anggota keluarga yang lain dengan anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Family Health Conversation terhadap
keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan di Desa Glagahwero,
Jember. Desain penelitian ini adalah dengan treatment design yang menggunakan 9
responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan Wilcoxon
Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkah bahwa ada peningkatkan pengetahuan
tentang menarche sebesar 40,1% dari sebelum diberikan intervensi, sedangkan sikap positif
siswi dalam menghadapi menarche meningkat sebesar 46,6% setelah diberikan intervensi.
Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh hasil masing-masing
p=0,001 sehingga p<0,05 yang berarti H1 diterima, yang artinya ada perbedaan pengetahuan
dan sikap yang signifikan antara pre test dan post test sehingga permainan ular tangga
berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap dalam menghadapi menarche pada kelompok
perlakuan. Permainan ular tangga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam
menghadapi menarche serta metode pembelajaran permainan ular tangga dapat menjadi salah
satu media untuk menyampaikan informasi pada siswi SD.

Kata Kunci : Family Health Conversation, keperawatan keluarga


Sahuleka, et al, Pengaruh FamHC (Family Health Conversation) terhadap keluarga dengan ...

Pendahuluan dan bermain peran. Peningkatkan pengetahuan


pada anak dengan karakteristik senang bermain
Pengetahuan adalah hasil dari tahu atau berkelompok dengan teman sebaya, sehingga
mengetahui dan terjadi setelah orang melakukan diperlukan metode pendidikan kesehatan yang
penginderaan terhadap suatu objek tertentu. inovatif berupa permainan. Metode promosi
Pengetahuan adalah hasil ‘tahu’ dan terjadi kesehatan pada tahap usia sekolah antara lain
setelah orang melakukan pengindraan terhadap berupa permainan interaktif, teka-teki,
suatu objek tertentu [1]. Menarche merupakan mencocokkan dan role play [8].
menstruasi pertama kali pada masa pubertas usia Permainan ular tangga adalah salah satu
11 sampai 14 tahun yaitu proses keluarnya darah, jenis permainan edukatif untuk anak usia sekolah
lendir, dan jaringan endometrium melalui serviks yang menyenangkan sehingga anak tertarik untuk
sehingga keluar tubuh melalui vagina karena belajar sambil bermain, diapat dilakukan baik di
ovum tidak dibuahi [2]. Proses ini dapat dalam kelas maupun di luar kelas, serta
menyebabkan beberapa risiko baik secara merangsang anak untuk beraktivitas secara
psikologis maupun fisiologis. berkelompok atau individual sehingga membuat
Risiko psikologis seperti perasaan malu, siswi tertarik dan suasana yang menyenangkan
cemas, dan takut ketika mendapatkan dapat membuat responden lebih mudah
menstruasi. Selain itu kurang perhatian orang tua menerima informasi yang diberikan [9].
sehingga transfer informasi mengalami kendala Berdasarkan studi pendahuluan yang
yang dapat berpengaruh terhadap kesiapan dilaksanakan tanggal 15 Oktober 2016 di SDN
remaja putri dalam menghadapi kematangan Pringgowirawan 01 Kecamatan Sumberbaru
dirinya [3]. Reaksi fisiologis seperti adanya Kabupaten Jember pada 10 siswi dengan rentang
keluhan fisik (sakit kepala, nyeri pinggang, mual- usia 10-13 tahun dan belum mengalami
mual dan muntah) [4]. Serta apabila anak yang menstruasi pada saat ditanya tentang menarche
telah mengalami menstruasi, tetapi tidak memiliki didapatkan bahwa hanya 1 siswi yang mempunyai
pengetahuan dan informasi yang benar akan pengetahuan baik. Siswi belum pernah diberikan
kesulitan dalam menjaga atau merawat pendidikan kesehatan oleh tenaga kesehatan
kebersihan alat kelaminnya [5]. Hal tersebut yang tentang kesehatan reproduksi khususnya
akan berpengaruh buruk pada kesehatan menarche. Data juga diperkuat dari Dinas
reproduksi remaja sehingga diperlukan Kesehatan Jember dan Puskesmas Sumberbaru
peningkatan pengetahuan untuk yang mengatakan bahwa selama ini tidak ada
mengantisipasinya. penyuluhan yang ditujukan pada siswi SD tentang
Diantara negara-negara di Asia Tenggara, pendidikan kesehatan reproduksi.
wanita Indonesia lebih rentan mengalami infeksi
saluran reproduksi yang dipicu iklim Indonesia
yang panas dan lembab. Jumlah kasus ISR di Metode Penelitian
Jawa Timur yang terjadi pada remaja putri Penelitian ini menggunakan desain diskriptif
sebanyak 86,5% disebabkan jamur yang analitik. Subyek penelitian ini adalah keluarga
berkembang biak dengan kelembapan tinggi klien kelolaan di Desa Glagahwero Kecamatan
seperti pada saat menstruasi [6]. Data yang Panti, Jember. Teknik sampel yang digunakan
didapatkan dari Dinas Kesehatan Jember tercatat adalah total sampling yang terdiri dari 9
sebanyak 39% dari seluruh kasus gangguan responden. Pengambilan data dalam penelitian ini
organ reproduksi wanita yang meliputi nyeri pada dilaksanakan di Desa Glagahwero Kecamatan
saat menstruasi, nyeri organ kelamin, infeksi Panti pada bulan November tahun 2017 dengan
saluran reproduksi serta menometroragi terjadi di cara perawat mendatangi rumah responden
Kecamatan Sumberbaru atau peringkat pertama sebagai perawat keluarga dan menggunakan
di Kabupaten Jember. wawancara semi-terstruktur dilakukan secara
Berdasarkan data di atas maka pengenalan individu dengan masing-masing dari tujuh
tentang pendidikan kesehatan perlu dilakukan anggota keluarga, semua peserta baik pasien
khususnya tentang kesehatan reproduksi supaya maupun keluarga diminta informed consent
anak dapat mempersiapkan diri dalam secara tertulis maupun verbal, kemudian
menghadapi menarche yang dialami pada usia dilakukan pengukuran terkait tentang pengalaman
sekolah [7]. Terdapat berbagai penelitian untuk positif maupun pengalaman negatif merawat
meningkatkan pengetahuan melalui metode anggota keluarga yang sakit. Seluruh responden
pendidikan kesehatan seperti permainan edukatif, mendapatkan intervensi yang samayaitu berupa
brainstorming, peer group Family Health Conversation yang dilakukan oleh
anggota keluarga yang sehat selama satu jam
setiap kegiatan dan dilakukan sebanyak 3 sesi
Sahuleka, et al, Pengaruh FamHC (Family Health Conversation) terhadap keluarga dengan ...

selama 2 minggu yang dipimpin oleh 2 perawat pengetahuan yang cukup tentang menarche
keluarga yang akan datang ke masing-masing sebelum diberikan permainan ular tangga yaitu
rumah keluarga, selanjutnya dilakukanevaluasi sebanyak 8 responden (53,4%), dan sebagian
pada satu bulan setelah dilakukan intervensi besar responden memiliki pengetahuan yang baik
Family Health Conversation. Etika penelitian tentang menarche setelah diberikan permainan
pada penelitian ini meliputi informed consent, ular tangga yaitu sebanyak 13 responden
keadilan, kemanfaatan, keanoniman, dan (86,7%).
kerahasiaan.
Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Siswi
Hasil Penelitian pada pre-test dan post-test Kelompok
Karakteristik Responden Kontrol (Desember, 2016)
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Kontrol
Responden pada Kelompok Perlakuan No Tingkat Pre Post
dan Kelompok Kontrol, Desember pengetahuan ∑ % ∑ %
2016 (n=30) 1 Kurang 0 0 0 0
No Karakteristik Kelompok Kelompok 2 Cukup 5 33,3 10 66,7
responden perlakuan kontrol 3 Baik 10 66,7 5 33,3
∑ % ∑ % Total 15 100 15 100
1 Usia
10 tahun 7 46,7 6 40 Tabel 3 Pada kelompok kontrol lebih
11 tahun 7 46,7 8 53,3 dari setengah responden memiliki pengetahuan
12 tahun 1 6,6 1 6,7 baik tentang menarche yaitu sebanyak 10
responden (66,7%) pada saat pre-test sedangkan
Total 15 100 15 100
lebih dari setengah responden memiliki
2 Pendidikan ayah
pengetahuan cukup tentang menarche yaitu
SD 1 6,7 6 40
SMP 9 60 3 20
sebanyak 10 responden (66,7%) pada saat post-
SMA 5 33,3 4 26,7 test.
PT 0 0 2 13,3
Tidak sekolah 0 0 0 0 Tabel 4 Distribusi Frekuensi Sikap Siswi pada
Total 15 100 15 100 pre-test dan post-test Kelompok
3 Riwayat menerima informasi menarche Perlakuan (Desember, 2016)
Tidak pernah 15 100 15 100 Perlakuan
Pernah 0 0 0 0
Total 15 100 15 100
No Kategori Pre Post
Tabel 1 menunjukkan karakteristik Sikap ∑ % ∑ %
responden berdasarkan usia. Sesuai dengan 1 Positif 8 53,4 15 100
kriteria inklusi pada penetapan sampel, hampir 2 Negatif 7 46,6 0 0
setengah dari jumlah responden pada kelompok Total 15 100 15 100
perlakuan berusia 10 dan 11 tahun masing-
masing sebanyak 7 responden (46,7%), dan Tabel 4 menunjukkan bahwa hampir
pada kelompok kontrol lebih dari setengah setengah dari responden pada kelompok
responden berusia 11 tahun yaitu 8 responden perlakuan memiliki sikap negatif sebesar 7
(53,3%). responden (46,6%) sebelum diberi perlakuan,
dan seluruh responden memiliki sikap positif
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan setelah diberi perlakuan yaitu sebanyak 15
Siswi pada pre-test dan post-test responden (100%).
Kelompok Perlakuan (Desember,
2016) Tabel 5 Distribusi Frekuensi Sikap Siswi pada
Perlakuan pre-test dan post-test Kelompok Kontrol
No Tingkat Pre Post (Desember, 2016)
pengetahuan ∑ % ∑ % Kontrol
1 Kurang 0 0 0 0 No Kategori Pre Post
2 Cukup 8 3,4 2 13,3 dari setengah pada kelompok perlakuan memiliki
3 Baik 7 46,6 13 86,7
Total 15 100 15 100

Tabel 2 didapatkan hasil bahwa lebih


Sahuleka, et al, Pengaruh FamHC (Family Health Conversation) terhadap keluarga dengan ...

Sikap
∑ % ∑ %
1 Positif 7 46,6 5 33,3
2 Negatif 8 53,4 10 66,7
Total 15 100 15 100
Sahuleka, et al, Pengaruh FamHC (Family Health Conversation) terhadap keluarga dengan ...

Tabel 5 Pada kelompok kontrol lebih statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank
dari setengah responden memiliki sikap negatif Test menunjukkan nilai signifikan p= 0,426
masing-masing sebanyak 8 responden (53,4%) sehingga p>0,05 yang artinya tidak ada
pada saat pre-test dan sebanyak 10 responden perbedaan sikap yang signifikan saat pre test
(66,7%) pada saat post-test. dan post test.

Tabel 6 Distribusi Frekuensi Perbedaan Pembahasan


Pengetahuan Siswi pada Kelompok Karakteristik Responden
Perlakuan dan Kelompok Kontrol Berdasarkan tabel 1 karakteristik usia
(Desember, 2016) responden menyatakan bahwa pada kelompok
Perlakuan Kontrol perlakuan hampir setengah dari responden
No Tingkat Pre Post Pre Post berusia 10 dan 11 tahun, pada kelompok
pengeta ∑ % ∑ % ∑ % ∑
huan kontrol lebih dari setengah responden berusia
1 Kurang 0 0 0 0 0 0 15 11 tahun. Usia 10 - 14 tahun merupakan remaja
2 Cukup 8 53,4 2 13,3 5 33,3 10 66,7 tahap awal, pada masa ini remaja mulai berpikir
3 Baik 7 46,6 13 86,7 10 66,7 5 33,3 konkret [10]. Pada masa remaja terjadi
Total 15 100 15 100 15 100 15 100 perubahan fisik dan perkembangan psikologis
Wilcoxon p=0,001 p=0,905 pada remaja yang meliputi perkembangan
Signed psikososial, emosi, dan perkembangan
Rank Test kecerdasan [11]. Tahapan perkembangan
kognitif menurut Piaget pada usia 11 tahun
Tabel 6 Hasil uji statistik menggunakan hingga dewasa merupakan operasi mental
Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh hasil tingkat tinggi dan remaja sudah dapat
p=0,001 sehingga p<0,05 yang berarti H1 berhubungan dengan peristiwa hipotesis atau
diterima dan ada perbedaan pengetahuan yang abstrak [12]. Usia merupakan salah satu faktor
signifikan saat pre-test dan post-test yang yang bisa mempengaruhi pengetahuan dan
artinya permainan ular tangga berpengaruh siswi memiliki peran penting untuk berpartisipasi
terhadap pengetahuan menarche pada dalam kesehatan khususnya dalam menghadapi
kelompok perlakuan sebelum dan setelah menarche.
diberikan intervensi. Pada kelompok kontrol Karakteristik pendidikan ayah didapatkan
didapatkan hasil uji statistik menggunakan hampir setengah responden pendidikan SD
Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai pada kelompok kontrol dan hampir setengah
p=0,905 sehingga p>0,05 yang artinya tidak ada responden pendidikan ayah sampai SMP pada
perbedaan pengetahuan saat pre-test dan post- kelompok perlakuan. Pendidikan ayah juga
test. mempengaruhi tingkat pengetahuan responden
yakni faktor lingkungan, lingkungan disebut juga
Tabel 7 Distribusi Frekuensi Perbedaan Sikap sebagai sumber-sumber belajar karena dengan
Siswi pada Kelompok Perlakuan dan lingkungan tersebut memungkinkan kita berubah
Kelompok Kontrol (Desember, 2016) dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti
Perlakuan Kontrol
menjadi mengerti [13]. Salah satu faktor yang
N Kategori Pre Post Pre Post
o Sikap ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % mempengaruhi pengetahuan dan sikap dalam
1 Positif 8 53,4 15 100 7 46,6 5 33,3 menghadapi menarche yaitu sumber informasi,
2 Negatif 7 46,6 0 0 8 53,4 10 66,7 sumber informasi yang dapat memberikan
Total 15 100 15 100 15 100 15 100 pengaruh terhadap pengetahuan dan sikap
Wilcoxon p=0,001 p=0,426 dalam menghadapi menarche masing-masing
Signed
Rank Test
individu.

Tabel 7 Hasil uji statistik menggunakan Pengetahuan responden sebelum pemberian


Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok permainan ular tangga
perlakuan didapatkan nilai signifikan p=0,001 Berdasarkan tabel 2 dan tabel 3
sehingga p<0,05 yang berarti ada perbedaan didapatkan hasil bahwa lebih dari setengah
sikap yang signifikan saat pre test dan post test responden memiliki pengetahuan cukup pada
yang artinya ada pengaruh permainan ular kelompok perlakuan, dan lebih dari setengah
tangga terhadap sikap siswi dalam menghadapi responden memiliki pengetahuan baik pada
menarche. Pada kelompok kontrol, hasil uji kelompok kontrol. Pengetahuan cukup
responden dikarenakan selama ini responden
Sahuleka, et al, Pengaruh FamHC (Family Health Conversation) terhadap keluarga dengan ...

belum mendapatkan informasi secara adekuat luwes, memiliki umpan balik, bersifat kompetitif,
terutama dari sekolah dan beberapa sumber dan adanya partisipasi aktif [14].
yang didapat lainnya. Selain itu peran UKS Pada saat post-test pengetahuan pada
belum optimal dalam pemberian materi tentang kelompok kontrol didapatkan pengetahuan
reproduksi, padahal pengetahuan tersebut dapat sebagian besar responden pada kategori cukup,
menunjang siswa dalam memperoleh informasi akan tetapi ada 2 responden yang mengalami
yang lebih adekuat. Kurangnya informasi yang penurunan kategori dari baik menjadi cukup.
didapatkan menyebabkan pengetahuan yang Pengetahuan kurang responden terletak pada
dimiliki sebagian responden masih kurang dan penatalaksanaan pada saat menstruasi terjadi.
perlu untuk ditingkatkan, siswa juga memerlukan Hal ini dimungkinkan karena pada saat
penyuluhan yang bersifat inovatif dan menarik. pelaksanaan siswi tersebut tidak pernah
membaca kartu pesan pada kotak tersebut,
Sikap responden sebelum pemberian kotak pesan penatalaksanaan lebih sering
permainan ular tangga didapatkan dan diperagakan oleh teman lainnya
Berdasarkan tabel 4 dan tabel 5 sehingga 2 responden ini belum mendapatkan
didapatkan hasil bahwa lebih dari setengah informasi secara adekuat terutama tentang
responden memiliki sikap negatif pada kelompok penatalaksanaan yang belum pernah
kontrol dan hampir setengah responden memiliki diperagakan langsung olehnya, pengetahuan
sikap negatif pada kelompok perlakuan. Sikap dipengaruhi oleh faktor predisposisi yang
adalah predisposisi untuk melakukan atau tidak meliputi pendidikan, sikap, kepercayaan,
melakukan suatu perilaku tertentu, sehingga keyakinan, pendapatan dan informasi yang
sikap bukan hanya kondisi internal psikologis didapat [15]
yang murni dari individu, tetapi sikap lebih
merupakan proses kesadaran yang bersifat Sikap responden setelah pemberian
individual. Sikap responden yang negatif permainan ular tangga
dipengaruhi oleh komponen kognitif yang kurang Berdasarkan tabel 4 dan tabel 5
sehingga mempengaruhi persepsi responden didapatkan hasil bahwa seluruh responden
dalam menghadapi menarche, dengan memiliki sikap positif setelah mendapatkan
pengetahuan cukup yang dimiliki siswi tersebut permainan ular tangga pada kelompok
maka akan cenderung bersikap negatif. Kondisi perlakuan dan lebih dari setengah responden
lingkungan disekitar siswi berperan penting memiliki sikap negatif pada kelompok kontrol.
dalam pembentukan sikap siswi, dalam hal ini Hasil post test dari kelompok kontrol lebih dari
dikarenakan sikap yang dibentuk merupakan setengah responden memiliki sikap negatif.
kecenderungan yang dilakukan apabila siswi Perubahan nilai sikap dipengaruhi oleh
akan menghadapi menarche. komponen kognitif atau pengetahuan responden
yang kurang sehingga mempengaruhi persepsi
Pengetahuan responden setelah pemberian responden mengenai menarche. Persepsi yang
permainan ular tangga negatif akan mempengaruhi komponen afektif.
Hasil dari post test pada kelompok Proses pembentukan sikap sama seperti
perlakuan didapat pengetahuan responden pembetukan kebiasaan, orang mempelajari
mengalami peningkatan dalam kategori baik. informasi dan fakta tentang objek sikap yang
Pada kelompok perlakuan sebagian besar berbeda-beda dan mereka juga mempelajari
responden memiliki pengetahuan yang baik perasaan dan nilai yang disosialisasikan dengan
setelah diberikan permainan ular tangga dengan fakta itu. Lingkungan juga menjadi salah satu
konsep menarche dan sebagian kecil responden faktor pendukung dari perubahan sikap dari
dengan pengetahuan cukup yaitu tidak sikap positif menjadi sikap negatif pada
mengalami perubahan atau masih berada dalam kelompok pembanding (kontrol). Pada saat
kategori yang sama saat pre test, perubahan penelitian dilakukan peneliti mengumpulkan
sebelum dan sesudah diberikan permainan seluruh responden menjadi 1 kelas untuk
pada kelompok perlakuan sangat signifikan hal melakukan pre test dan post test sehingga besar
ini diakibatkan pada muatan permainan ular kemungkinan responden menyontek jawaban
tangga terdapat kartu pertanyaan yang bersifat dari teman didekatnya dibuktikan dengan pada
umpan balik sehingga responden mendapat penelitian berlangsung peneliti sering
informasi dari pertanyaan yang sebelumnya menemukan responden menoleh dan bertanya
belum dijawab dengan benar. Permainan ular pada teman dekatnya [16].
tangga memiliki kelebihan unsur yang bersifat
Sahuleka, et al, Pengaruh FamHC (Family Health Conversation) terhadap keluarga dengan ...

Perbedaan Pengetahuan antara Kelompok arga baik keluarga dengan masalah kesehatan
Perlakuan dan Kelompok Kontrol maupun keluarga tanpa masalah kesehatan
Berdasarkan tabel 6 didapatkan hasil uji dengan tujuan untuk meningkatkan status
statistik Wilcoxon Signed Rank Test sebesar kesejahteraan dalam keluarga, dan diharapkan
p=0,001 pada kelompok perlakuan, maka H1 pula perawat bisa mendapatkan pelatihan
diterima artinya terdapat perubahan yang keperawatan keluarga sehingga dapat
signifikan atau bermakna pada pengetahuan memberikan asuhan keperawatan yang sesuai
sebelum dan sesudah intervensi sehingga dapat kepada keluarga.
dikatakan bahwa ada pengaruh permainan ular
tangga terhadap pengetahuan tentang Ucapan Terima Kasih
menarche pada siswi di SDN Pringgowirawan Peneliti menyampaikan terima kasih
01 Kecamatan Sumberbaru. Sedangkan hasil uji kepada Kepala Desa Glagahwero beserta Staff
statistik Wilcoxon Signed Rank Test sebesar Desa dan seluruh keluarga yang ada di Dusun
p=0,905 pada kelompok kontrol, maka H1 Karang Asem dan Dusun Krajan yang telah
ditolak artinya tidak ada perubahan yang bersedia menjadi responden dalam pelaksanaan
signifikan atau bermakna pada pengetahuan penelitian ini.
sebelum dan sesudah intervensi sehingga dapat
dikatakan bahwa tidak ada pengaruh permainan Daftar Pustaka
ular tangga terhadap pengetahuan tentang
menarche pada siswi di SDN Pringgowirawan [1] Ostlund et al. Family SystemsNursing
01 Kecamatan Sumberbaru. Approach ForFamilies Following AStroke:
Family Health Conversations. Sweden:
Perbedaan Sikap antara Kelompok Perlakuan Center of research & development; 2016
dan Kelompok Kontrol [2] Notoatmodjo S. Promosi kesehatan teori
Berdasarkan tabel 7 didapatkan hasil uji dan aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta;
statistik Wilcoxon Signed Rank Test sebesar 2010.
p=0,001 pada kelompok perlakuan, maka H1 [3] Diyan & Asmuji. Buku ajar keperawatan
diterima artinya terdapat perubahan yang Keluarga: upaya promotif dan preventif.
signifikan atau bermakna pada sikap sebelum Yogyakarta; 2014.
dan sesudah intervensi sehingga dapat [4] Green & Kreuter. Health promotion an
dikatakan bahwa ada pengaruh permainan ular educational and environment approach,
tangga terhadap sikap dalam menghadapi second edition. London: Mayfield
menarche pada siswi di SDN Pringgowirawan Publishing Company; 2000.
01 Kecamatan Sumberbaru. Sedangkan hasil uji [5] Taylor et al. Psikologi sosial edisi kedua
statistik Wilcoxon Signed Rank Test sebesar belas, Jakarta: Kencana; 2009
p=0,426 pada kelompok kontrol, maka H1
ditolak artinya tidak ada perubahan yang
signifikan atau bermakna pada sikap responden
sebelum dan sesudah intervensi sehingga dapat
dikatakan bahwa tidak ada pengaruh permainan
ular tangga terhadap sikap dalam menghadapi
menarche pada siswi di SDN Pringgowirawan
01 Kecamatan Sumberbaru pada kelompok
kontrol.

Simpulan dan Saran


Berdasarkan hasil penelitian terdapat
kesimpulan bahwa ada pengaruh dari
pemberian terapi Family Health Conversation
(FamHC) terhadap peningkatan koping keluarga
dengan anggota keluarga yang memiliki
masalah kesehatan di Desa Glagahwero
Kecamatan Panti, Jember. Saran yang
direkomendasikan adalah diharapkan bahwa
ada perawat khusus keluarga yang menjadi
perawat Home Care yang dapat mengelola kelu
Sahuleka, et al, Pengaruh FamHC (Family Health Conversation) terhadap keluarga dengan ...