Anda di halaman 1dari 7

Vol: 4, No.

2, September 2015 ISSN: 2302 - 2949

ANALISA PERBAIKAN PROFIL TEGANGAN SISTEM TENAGA


LISTRIK SUMBAR MENGGUNAKAN KAPASITOR BANK DAN TAP
TRANSFORMATOR

Akbar Abadi 1 dan Syafii 2


1
Mahasiswa Program Studi S2 Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Andalas
2
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Andalas
e-mail: akbar_abadi@yahoo.co.id

Abstrak— Evaluasi stabilitas tegangan perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi performasi sistem
penyaluran tenaga listrik. Perhitungan analisa aliran daya digunakan untuk menentukan parameter-
parameter penting sistem tenaga listrik dalam keadaan tunak. Suatu sistem tenaga listrik yang baik harus
memiliki nilai tegangan yang tidak melebihi batas toleransi serta rugi-rugi daya yang kecil. Perbaikan profil
tegangan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan pengatur tegangan, yaitu kapasitor bank dan tap
transformator. Melalui simulasi menggunakan PowerWorld simulator akan diperoleh nilai dan lokasi
kapasitor bank dan tap transformator yang tepat untuk memperbaiki performasi sistem. Sistem kelistrikan
Sumbar digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil simulasi, untuk kondisi awal sistem, terdapat beberapa
bus yang mengalami drop tegangan dengan total rugi-rugi sistem sebesar 14,4 MW. Setelah penambahan
kapasitor, tegangan sistem mengalami peningkatan yang signifikan sehingga tidak ada yang melewati nilai
toleransi dan rugi-rugi sistem turun menjadi 14,1 MW. Sedangkan untuk pengaturan rasio tap
transformator, tegangan sistem tidak mengalami perubahan yang begitu besar, kecuali pada sisi sekunder
transformator bus yang diatur dengan rugi-rugi sistem hampir sama yaitu sebesar 14,4 MW. Untuk kasus
penambahan kapasitor dan pengaturan rasio tap transformator sekaligus, tidak ada lagi drop tegangan yang
melebihi dari 5 % dan total rugi-rugi sistem turun menjadi 13,9 MW.

Kata Kunci : Stabilitas tegangan, Kapasitor bank, Tap transformator, Drop tegangan, dan Rugi-rugi sistem.

Abstract—Voltage stability evaluation is needed to get the information of electrical power distribution
system performance. Power flow calculation is used to determine the important parameters of power system
in a steady state. An electric power system must have voltage value that does not exceed the limits of
tolerance and the power loss as well as small. The improvement of voltage profile can be done by using
voltage-control equipments, such as capacitor banks and transformer tap. Through simulation using the
PowerWorld simulator, the value and location of capacitor banks and transformers tap will obtained in
order to improve system performace. Sumbar electrical system was used in this study. From the simulation
results, for the initial condition of the system, there are several buses that have voltage drop with total
system losses 14.4 MW. After capacitor added, the system voltage has increased significantly so that no
one passed the value of tolerance and the losses in the system down to 14.1 MW. As for setting the ratio of
tap transformer, voltage system did not change so much, except on the secondary side of the transformer
bus arranged with system losses almost the same that equal to 14.4 MW. For the case of the addition of the
capacitor and transformer tap settings in the same time, the voltage drop no longer exceeds 5% and the total
system losses decreased to 13.9 MW.

Keywords :Voltage stability, Capacitor bank, Tap transformator, Voltage drop, and System losses.

1. PENDAHULUAN Kebutuhan di berbagai daerah dari waktu ke


waktu selalu berbeda tergantung pada
Listrik merupakan salah satu bentuk energi pemakaian listrik di daerah tersebut, sehingga
yang mempengaruhi hidup dan kehidupan penyediaan tenaga listrik dan alokasi
manusia saat ini. Semakin berkembangnya ilmu pembangkit yang digunakan juga berbeda di
pengetahuan menghasilkan penemuan- daerah satu dan daerah lainnya [1]
penemuan baru yang pada dasarnya Suatu sistem tenaga listrik terdiri dari banyak
membutuhkan listrik sebagai sumber energi. generator, transformator, elemen aktif dan pasif
Dengan kata lain, semakin bertambah pula serta peralatan lainnya yang terinterkoneksi
kebutuhan akan adanya listrik dalam kehidupan. dalam jaringan transmisi antara beberapa buah

158 Jurnal Nasional Teknik Elektro


Vol: 4, No. 2, September 2015 ISSN: 2302 - 2949

atau bahkan beratus-ratus buah bus. Evaluasi diinginkan serta dapat mengurangi kerugian
kestabilan tegangan juga dilakukan untuk finansial selama proses transmisi dan distribusi.
mendapatkan informasi mengenai kestabilan Proses perbaikan tegangan pada jaringan
tegangan sistem dalam kondisi operasi tunak. dapat dilakukan dengan menggunakan metode
Informasi ini sangat dibutuhkan guna pengaturan tegangan yaitu dengan menggunakan
mengevaluasi unjuk kerja sistem tenaga listrik kapasitor bank dan tap transformator. Untuk
dan menganalisis kondisi pembangkitan maupun mendapatkan tegangan yang ideal, kita perlu
pembebanan baik kondisi normal maupun kapasitor bank dan tap transformator. Sedangkan
darurat. Alasan lain diperlukan evaluasi untuk mendapatkan nilai kapasitor bank dan tap
kestabilan tegangan adalah untuk melihat transformator yang tepat, kita perlu
performansi sistem tenaga listrik ketika sistem menggunakan PowerWorld simulator.
tenaga listrik tersebut diperluas dengan Pemasangan kapasitor diharapkan mampu
penambahan jaringan transmisi dan beban untuk menekan rugi-rugi atau susut energi pada sistem
memenuhi perkembangan kebutuhan tenaga distribusi tegangan menengah serta
listrik suatu daerah. Dengan evaluasi ini akan memperbaiki kualitas daya listrik yang meliputi
dijamin bahwa sistem tenaga yang baru dapat profil tegangan dan faktor daya yang
memenuhi kebutuhan listrik secara ekonomis, diinginkan[3]. Aliran daya reaktif akan diatur
efisien dan aman. sedemikian rupa sehingga rugi-rugi daya (losses)
Analisa aliran daya dalam sistem tenaga sistem akan menjadi seminimal mungkin.
listrik untuk menentukan parameter-parameter Dengan minimisasi rugi-rugi pada jaringan,
sistem tenaga listrik [2]. Suatu sistem tenaga profil tegangan bus akan dapat dijaga pada nilai-
listrik yang baik harus memiliki nilai tegangan nilai yang diijinkan sehingga kontinuitas serta
yang tidak melebihi batas toleransi serta rugi- kualitas operasi sistem tenaga elektrik dapat
rugi daya yang kecil. Nilai tegangan yang senantiasa dipertahankan [4].
konstan akan memaksimalkan kinerja dari
peralatan-peralatan listrik yang digunakan oleh 2. TINJAUAN PUSTAKA
konsumen. Sedangkan dengan rugi-rugi daya
yang kecil akan menjaga pasokan daya listrik 2.1 Sistem Tenaga Listrik
kepada konsumen sesuai dengan yang

Gambar 1. Single Line Diagram Sistem Sumbar

Jurnal Nasional Teknik Elektro 159


Vol: 4, No. 2, September 2015 ISSN: 2302 - 2949

Sistem tenaga listrik terdiri dari 3 Kemudian impedansi jaringan dikonversi ke


komponen utama yaitu pembangkit tenaga admitansi jaringan
listrik, transmisi dan distribusi. Pada pusat listrik
dilakukan pembangkitan tenaga dengan cara Yij  R ij  jYx ji (2)
memanfaat generator sinkron [5]. Saluran-
saluran transmisi merupakan rantai penghubung
Selanjutnya maktriks admitansi bus [Y]
antara pusat-pusat pembangkit listrik dan sistem-
dibentuk dengan komponen-komponen yang
sistem distribusi, dan melalui hubungan-
terdiri atas admitansi jaringan, kapasitansi
hubungan antar sistem dapat pula menuju ke
saluran, dan perubahan tapping transformator.
sistem tenaga yang lain. Suatu sistem distribusi
Kemudian matriks admitansi bus [Y] yang
menghubungkan semua beban-beban yang
terbentuk dalam bentuk rectangular dirubah ke
terpisah antara satu dengan yang lainnya
dalam bentuk polar. Dimana sebelumnya
menggunakan saluran transmisi.
matriks admitansi bus [Y] tersebut dipisahkan
Kemampuan transmisi dari suatu saluran
menjadi komponen matriks [G] dan matriks [B].
dengan tegangan tertentu tidak dapat ditetapkan
Daya terjadwal pada setiap bus dihitung
dengan pasti, karena kemampuan ini masih
dengan rumus :
tergantung lagi pada batasan-batasan (limit)
thermal dari penghantar, jatuh tegangan (voltage
drop) yang diperbolehkan, keterandalan, dan Pi jd  PGi  PLi (3)
persyaratan-persyaratan kestabilan sistem
(system stability), yaitu penjagaan bahwa mesin- Qi jd  QGi  QLi (4)
mesin pada sistem tersebut tetap berjalan
serempak satu terhadap yang lain. Kebanyakan Iterasi dimulai dengan memasang pencacah
faktor- faktor ini masih tergantung pula pada iterasi terlebih dahulu. Dalam proses iterasi
panjangnya saluran [6] dicari daya terhitung dengan rumus :
Pada sistem multi-bus, penyelesaian
N
aliran daya dengan metode persamaan aliran
daya. Metode yang digunakan adalah Pi   Yin Vi Vn cos  in  n  i  (5)
n 1
Metode Newton-Raphson. Secara luas N
digunakan untuk permasalahan persamaan Qi   Yin Vi Vn sin  in  n  i  (6)
non-linear. Penyelesaian Persamaan ini n 1

menggunakan permasalahan yang linear


Mismatch power dihitung dengan persamaan :
dengan solusi pendekatan. Metode ini dapat
diaplikasikan untuk satu persamaan atau
Pi jd  Pi hit
beberapa Persamaan dengan beberapa Pi  (7)
variabel yang tidak diketahui. Vi
Pada tahap awal dilakukan penomoran Qi jd  Qi hit
bus terhadap sistem yang akan dianalisis. Qi  (8)
Vi
Bus-bus yang terhubung dengan generator
diberi nomor terlebih dahulu setelah itu
Setelah mismatch daya dihitung maka
penomoran bus dilanjutkan pada bus-bus selanjutnya membentuk matriks jacobian :
beban, bus yang memiliki kapasitas
pembangkit terbesar di pilih sebagai slack 𝜕𝑃2

𝜕𝑃2
𝑉2
𝜕𝑃2
… 𝑉𝑛
𝜕𝑃2
𝜕𝛿 2 𝜕𝛿 𝑛 𝜕 𝑉2 𝜕 𝑉𝑛
bus dan di beri nomor 1, untuk bus lain yang ⋮ 𝐻 = 𝐽11 ⋮ ⋮ 𝑁 = 𝐽12 ⋮
terhubung ke generator diberi nomor 3 𝜕𝑃𝑛

𝜕𝑃𝑛
𝑉2
𝜕𝑃𝑛
… 𝑉𝑛
𝜕𝑃𝑛
𝜕𝛿 2 𝜕𝛿 𝑛 𝜕 𝑉2 𝜕 𝑉𝑛
sebagai bus pembangkit. 𝜕𝑄2 𝜕𝑄2 𝜕𝑄 𝜕𝑄
(9)
… 𝑉2 𝜕 𝑉2 … 𝑉𝑛 𝜕 𝑉2
Perhitungan dimulai dengan 𝜕 𝛿2 𝜕𝛿 𝑛 2 𝑛
⋮ 𝑀 = 𝐽21 ⋮ ⋮ 𝐿 = 𝐽22 ⋮
membentuk impedansi jaringan (Zij) dengan 𝜕𝑄𝑛 𝜕𝑄𝑛 𝜕𝑄 𝜕𝑄𝑛
… 𝑉2 𝜕 𝑉𝑛 … 𝑉𝑛
rumus : 𝜕 𝛿2 𝜕𝛿 𝑛 2 𝜕 𝑉𝑛

Zij  R ij  jX ji (1)

160 Jurnal Nasional Teknik Elektro


Vol: 4, No. 2, September 2015 ISSN: 2302 - 2949

Qi P
  Vj Vi Yij sin  ij   j  i   i
Matriks jacobian ini terdiri dari 4 (17)
Vj
submatriks yaitu submatriks H, N, M dan L atau  Vj  j
dengan ekspresi yang lain J11, J12, J21, dan J22.
Untuk submatriks J11 atau H dihitung Untuk komponen diagonal
dengan rumus :
Qi P
  i  2 Vi Bii  Qi  Vi Bii (18)
2 2
Untuk komponen luar diagonal Vi
 Vi i
Pi
  Vi VjYij sin  ij   j  i  (10) Setelah diperoleh harga dari masing-masing
 j elemen pada submatriks jacobian, selanjutnya
dibentuk matriks jacobian dengan
Komponen diagonal menggabungkan keempat submatriks jacobian
tersebut. Matriks jacobian [Jacobian]
Pi N selanjutnya diinvers menjadi [Jacobian]-1 dengan
  Vi Vn Yin sin  in  n  i  (11) menggunakan dekomposisi LU.
 j n 1,n 1 Sudut fasa dan magnitude tegangan tiap bus
yang baru dicari dengan menggunakan rumus :
Untuk submatriks M atau J21 dihitung
dengan rumus :  P2 P2 P2 P2 
V2 Vn
 2   2
 n  V2  Vn   P2  (19)

   H  J11 N  J12  
Untuk komponen luar diagonal     
   Pn Pn Pn Pn   
  
 Vn   Pn 
V2 Vn
 n    2 n  V2
Pi 
  Vi VjYij cos  ij   j  i 
  V2 V2   Q2 Q2 Q2 Q2   Q2 
(12)    V2 Vn  
  2 n  V2  Vn  
 j 
   M  J21 L  J22




    
  V2 V2   Qn Qn Qn Qn   Qn 
V2 Vn
 2 n  V2  Vn 
Untuk komponen diagonal
Hasil perkalian yang diperoleh selanjutnya
Qi Qi (13)
  Vi VjYij cos  ij   j  i   
N N

i n 1,n i 
 Vi
n 1,n i n dipisah-pisah menjadi bagian i dan :
Vi
Untuk submatriks J12 = N dihitung dengan
i
k 1
 i   i
k k
rumus : (20)
 V k 
 k 1 k k k
Untuk komponen luar diagonal Vi  Vi   Vi  Vi 1  i
k
 (21)
 V 
 i 
Pi
Vj  Vj Vi Yij cos  ij   j  i  (14)
 Vj Daya pada slack bus dihitung setelah
konvergensi tercapai, dengan rumus :
atau
Pi Q N
Vj  i (15) Pi   Yin Vi Vn cos  in  n  i  (22)
 Vj  j n 1
N

Untuk komponen diagonal Qi   Yin Vi Vn sin  in  n  i  (23)


n 1

Pi Qi
  2 Vi Gii  Pi  Vi G ii
2 2
Vi (16) Selain itu daya reaktif pada bus PV
 Vi i (pembangkit) juga dihitung setelah konvergensi
tercapai. Dengan rumus :
Untuk komponen submatiks L atau J22
dihitung dengan rumus : N
Qi   Yin Vi Vn sin  in  n  i  (24)
Untuk komponen luar diagonal n 1

Jurnal Nasional Teknik Elektro 161


Vol: 4, No. 2, September 2015 ISSN: 2302 - 2949

Aliran daya antar bus dihitung dengan Tap transformator dapat digunakan di gardu
rumus : induk maupun pada gardu distribusi tergantung
dari perbaikan tegangan yang di inginkan. Proses
𝑆𝑖𝑗 = 𝑉𝑖 (𝑉∗𝑖𝑗 𝑌∗𝑖𝑗 + 𝑉∗𝑖 𝑌∗ 𝑐𝑖𝑗 ) perubahan tap transformator ada dua jenis, yaitu
atau (25) perubahan tap positif dan negatif. Biasanya nilai
𝑃𝑖𝑗 − 𝐽𝑄𝑖𝑗 = 𝑉∗𝑖 (𝑉𝑖 − 𝑉𝑗 )𝑌𝑖𝑗 + 𝑉∗𝑖 𝑉𝑖 𝑌𝑐𝑖𝑗 perubahan tap transformator menggunakan
ukuran persen (%), berkisaran dinilai 5%.
Perubahan tap positif dengan menambah jumlah
Rugi-rugi daya antar bus dihitung dengan
lilitan di sisi sekunder, sedangkan tap negatif
menggunakan rumus : sebaliknya akan mengurangi jumlah lilitan di sisi
sekunder. Tap transformator biasanya telah
Sij  losses   Sij  Sji (26) memiliki ukuran tap sendiri tergantung dari
pabrik yang memproduksinya. Sehingga
2.2 Kompensasi Kapasitor Shunt pengaturan tegangan dengan menggunakan tap
Kapasitor shunt berguna sebagai sumber transformator sifatnya terbatas dan tergantung
daya reaktif tambahan untuk mengkompensasi dari jenis tap transformator yang digunakan.
daya induktif akibat pembebanan dengan Semakin banyak level perubahan tap yang
melakukan kompensasi daya reaktif, yang dimiliki oleh suatu transformator semakin baik
bertujuan untuk transportasi daya reaktif pada pula proses pengaturan tegangan yang dapat
jaringan tenaga listrik dan menjaga agar profil dilakukan.
tegangan selalu berada pada batas-batas yang
diijinkan [7]. Pemasangan kapasitor shunt ini 3. METODOLOGI PENELITIAN
diharapkan akan dapat menurunkan rugi-rugi
yang berarti penghematan energi listrik, Kasus yang dianalisa pada penelitian ini
peningkatan kualitas tegangan dan kualitas daya adalah sistem kelistrikan Sumbar. Data yang
(power quality), serta penurunan arus listrik digunakan pada saat beban puncak (steady state)
yang mengalir pada beban sehingga dapat bulan November 2014 pada malam hari pukul
menambah beban tanpa perlu menambah atau 07.00 Wib. Pengolahan data dilakukan dengan
membangun saluran yang baru. memanfaatkan software PowerWorld dengan
Kapasitor shunt mensuplai daya reaktif atau simulasi Load Flow. Ada beberapa tahap yang
arus untuk menetralkan komponen keluaran dilalui dalam pengolahan data yaitu:
antar fasa dari arus yang diperlukan oleh beban 1. Dengan penambahan kapasitor bank.
induktif. Dimana pada tahapan ini kita akan
menggunakan kapasitor bank, melakukan
2.3 Transformator Tap (Tap Changer) perubahan nilai serta penempatan kapasitor
Perbaikan tegangan dapat dilakukan dengan bank yang digunakan dengan tepat sampai
menggunakan metode pengaturan tegangan kita mendapatkan nilai tegangan yang
berupa penggunaan tap tranformator. Dengan diinginkan. Kapasitor bank ditempatkan pada
menggunakan tap transformator kita dapat bus-bus yang memiliki selisih tegangan yang
mengatur rasio lilitan primer dan sekunder lebih dari 5 %. Kapasitor bank dapat
transformator. Dengan demikian kita dapat ditempatkan pada sisi primer dan sisi
mengatur tegangan keluaran transformator. Hal sekunder pada sistem. Dengan menggunakan
ini dapat dilihat pada persamaan berikut : PowerWorld simulasi kita dapat melihat
penempatan, nilai kapasitor serta perubahan
𝑉𝑝 𝑁𝑝
𝑉𝑠
= 𝑁𝑠 = 𝑎 (27) tegangan yang terjadi.
2. Dengan pengaturan rasio tap tranformator.
Keterangan: Pada metode ini dilakukan penggunaan
Vp = Tegangan di sisi primer tap transformator, dimana pada metode ini
Vs = Tegangan di sisi sekunder dilakukan dengan pengubahan rasio lilitan
Np = Jumlah lilitan primer primer dan sekunder tranformator. Dengan
Ns = Jumlah lilitan sekunder demikian kita dapat mengatur tegangan
a = Rasio lilitan keluaran tranformator. Perubahan ini

162 Jurnal Nasional Teknik Elektro


Vol: 4, No. 2, September 2015 ISSN: 2302 - 2949

dilakukan dengan menggunakan Simpang Empat dan rugi-rugi daya yang terjadi
PowerWorld simulasi. sebesar 14,1 MW. Ini berarti sistem mengalami
3. Dengan penambahan kapasitor bank dan penurunan rugi-rugi daya sebesar 0,3 MW.
pengaturan rasio tap transformator Perbaikan tegangan dengan metode
Dengan metode ini, kita menggunakan pengaturan rasio tap transformator. Dimana pada
kapasitor bank dan pengaturan rasio tap metode ini, tegangan minimal pada sistem terjadi
transformator secara bersamaan. pada bus Teluk Kuantan dengan rugi-rugi daya
sistem sebesar 14,4 MW. Dengan metode ini
4. HASIL DAN PEMBAHASAN sistem tidak mengalami perubahan yang begitu
besar, ini disebabkan karena pengaturan
Pada tabel 1 merupakan kondisi sistem tegangan dengan menggunakan tap
kelistrikan Sumbar yang meliputi kondisi transformator sifatnya terbatas tergantung dari
tegangan minimum dan rugi-rugi daya (losses) jenis tap transformator yang digunakan. Nilai
sistem. perubahan rasio tap transformator menggunakan
ukuran persen (%) berkisaran 5 %.
Tabel 1. Kondisi sistem kelistrikan Sumbar Untuk perbaikan tegangan dengan
Vmin Losses penambahan kapasitor bank dan pengaturan
No Uraian Bus
(kV) (MW) rasio tap transformator, tegangan minimal sistem
1 Sistem tanpa 18,79 Teluk 14,4
terjadi pada bus Teluk Kuantan sedangkan rugi-
rugi daya sistem yang terjadi sebesar 13,9 MW.
kapasitor bank dan Kuantan
Sistem yang pada awalnya terdapat bus-bus yang
Tap Transformator 20
mengalami drop tegangan melebihi 5 %, setelah
2 Dengan 144,23 Simpang 14,1 dilakukan perbaikan tegangan dengan
penambahan 3 Empat menggunakan kapasitor bank dan pengaturan
kapasitor pada bus rasio tap transformator sistem mengalami
Teluk Kuantan, bus perbaikan tegangan sehingga tegangan sistem
Payakumbuh 20 dan lebih stabil. Tidak ada lagi drop tegangan yang
bus Teluk Kuantan melebihi dari 5 %. Sedangkan rugi-rugi daya
20 yang terjadi mengalami penurunan sebesar 0,5
3 Dengan pengaturan 140,88 Teluk 14,4
MW.
rasio tap Kuantan
5. KESIMPULAN
transformator
4 Dengan 146,26 Teluk 13,9 Berdasarkan hasil analisa, maka dapat
penambahan Kuantan disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
kapasitor bank dan 1. Perbaikan tegangan dengan penambahan
pengaturan rasio tap kapasitor bank berdampak positif terhadap
transformator kenaikan tegangan pada sistem, dan
penurunan rugi-rugi daya sistem.
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa 2. Metode pengaturan rasio tap transformator
kondisi awal sistem tanpa kapasitor bank dan tap memberikan dampak yang relatif kecil
transformator, tegangan minimal yang terjadi terhadap perbaikan tegangan sistem, kecuali
terdapat pada bus Teluk Kuantan 20 yang pada sisi sekunder transformator bus yang
mengalami jatuh tegangan sebesar 6,06 % diatur.
sedangkan rugi-rugi daya yang terjadi sebesar 3. Dengan penggunaan kapasitor bank dan
14,4 MW. Setelah dilakukan perbaikan tegangan pengaturan rasio tap transformator secara
dengan menambahkan 3 kapasitor yang bersamaan memberikan dampak yang
ditempatkan pada bus Teluk Kuantan, bus signifikan terhadap kenaikan tegangan pada
Payakumbuh dan bus Teluk Kuantan 20. sistem dan rugi-rugi daya pada sistem
Tegangan pada sistem mengalami perbaikan mengalami penurunan yang lebih besar
tegangan yang cukup signifikan, sedangkan daripada hanya menggunakan kapasitor bank
tegangan minimal yang terjadi terdapat pada bus atau pengaturan rasio tap transformator.

Jurnal Nasional Teknik Elektro 163


Vol: 4, No. 2, September 2015 ISSN: 2302 - 2949

DAFTAR PUSTAKA

[1] Desriza, Ferdi. 2014. Peramalan


Pemakaian Beban Transformator Daya
Dengan Metode Autoregresive Integrated
Moving Avarege (ARIMA) Di Gardu
Induk Pauh Limo. Padang: Elektro Unand
[2] Emmy Hosea, Yusak Tanoto. 2004.
Perbandingan Analisa Aliran Daya
dengan Menggunakan Metode Algoritma
Genetika dan Metode Newton-Raphson.
Yogyakarta: Elektro Universitas Kristen
Petra
[3] Dri, Adrianus. Meminimalkan Rugi-Rugi
Pada Sistem Distribusi Tegangan
Menengah Dengan Pemasangan
Kapasitor. Tanjungpura: Elektro
Universitas Tanjungpura
[4] Syarifil Anwar, Hadi Suyono dan Harry
Soekotjo D. 2012. Optimisasi Penempatan
SVC untuk Memperbaiki Profil Tegangan
dengan Menggunakan Algoritma
Genetika, Malang: Elektro Universitas
Brawijaya
[5] Dwi Cahyanto, Restu. 2008. Studi
Perbaikan Kualias Tegangan Dan Rugi-
Rugi Daya Pada Penyulang Pupur Dan
Bedak Menggunakan Bank Kapasitor,
Trafo Pengubah Tap Dan Penggantian
Kabel Penyulang. Jakarta: Elektro UI
[6] Saadat, Hadi.1999. Power System
Analysis. Michigan : Mc Graw-Hill Inc.
[7] Zuhal. 2000. Dasar Teknik Tenaga Listrik
dan Elektronika Daya. Jakarta : Gramedia.

Biodata Penulis

Akbar Abadi, dilahirkan di Padang pada tahun


1984. Menyelesaikan pendidikan sarjana di
jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi
Padang pada tahun 2009. Sekarang aktif sebagai
teknisi di jurusan Teknik Elektro Fakultas teknik
Unand. Saat ini tengah menempuh pendidikan
jenjang Magister Teknik Elektro Fakultas
Teknik Universitas Andalas Padang.

164 Jurnal Nasional Teknik Elektro