Anda di halaman 1dari 5

Sejauh Manakah Pemanfaatan Ponsel Dalam

Pembelajaran? (+7)
Bu Etna @gurutematik May 2, 2014

Selamat Pagi Guraru. Insya Allah kita selalu sehat wal afiat. Sebenarnya, sejauh

manakah pemanfaatan ponsel dalam pembelajaran? Apakah hanya untuk

telepon dan sms? Tentu saja tidak. Ponsel dapat digunakan untuk

mencari/merekam informasi tersebut, sehingga informasi penting dapat dibaca

secara offline. Apakah hanya sebatas itukah manfaatnya? Ternyata tidak. Ponsel

yang sudah banyak beredar di pasaran, bersifat multi fungsi. Sungguh luar

biasa; orang mengatakan ponsel cerdas (smart phone).

Ponsel terkini sudah hampir seperti komputer/laptop dan harganya pun tak terlalu

mahal. Buktinya bangsa kita, dari anak-anak SD hingga nenek/kakek juga banyak

yang memilikinya dan mampu mengoperasikannya. Namun, mengapa banyak guru

yang masih belum memanfaatkan ponsel untuk memperlancar pembelajaran? Ya

memang banyak terjadi kasus-kasus yang cenderung tidak mendidik, bahkan

mengarah ke hal-hal yang tak semestinya dilakukan oleh para pelajar.

Ponsel sesungguhnya amat bermanfaat untuk melayani bangsa agar mampu

mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan dan dunia kerja di abad ke 21

ini. Sekarang era cyber; oleh sebab itu pemanfaatan ponsel merupakan salah satu

alternatif yang penting untuk dipertimbangkan. Sudah waktunya masyarakat

meningkatkan pendidikan putra-putrinya untuk memberikan pengertian dan

pengawasan penggunaan ponsel. Kesadaran diri masing-masing individu akan

menentukan arah pendidikannya dan keluarganya.

Jika kita cermat, kritis, dan kreatif, Insya Allah ponsel dapat dimanfaatkan

sebagai media untuk mengefektifkan pembelajaran. Sejauh mana manfaat ponsel

sebagai media pembelajaran? Siswa memiliki beragam ponsel. Katakanlah

mungkin ada yang jadul (jaman dulu), ada yang lebih canggih, bahkan ada yang

amat canggih dengan fitur-fitur modern. Sekarang ponsel cerdas (smartphone)

atau ponsel dengan banyak fitur, telah banyak dimiliki oleh siswa. Di perkotaan,

hampir sebagian besar siswa memiliki ponsel yang tergolong smart. Ponsel

sederhana pun sekarang dapat di install dengan fitur-fitur yang diinginkan. Kita

juga dapat mengarahkan siswa untuk memilih fitur-fitur yang diperlukan dalam

pembelajaran. Manfaat ponsel sebagai media pembelajaran diantaranya dapat

digunakan sebagai:
 Alat berhitung (sebagai kalkulator).

 Penterjemah bahasa.

 Bimbingan siswa (sms, chat dll untuk informasi penting, tanya jawab,

konsultasi, dll)

 Pengambil gambar, foto, juga perekam video dalam jangka waktu tertentu.

 Permainan kosa kata dll.

 Terima/kirim email.

 Pencarian online tentang materi pembelajaran/e-book, bahkan dapat pula

untuk e-learning (pembelajaran online).

 Membuka/membuat blog, posting artikel, respon artikel dll.

 Posting tugas guru berupa gambar, foto, maupun teks.

Dari uraian di atas sudah jelaslah bahwa amat sayang jika kita tak segera

memanfaatkan ponsel dalam pembelajaran. Mari kita tingkatkan terus layanan

siswa dengan menggunakan apapun yang dimiliki, dialami, digunakan, dan

disenangi oleh siswa sehari-hari. Seperti biasanya, ketika pembelajaran

disesuaikan dengan pengalaman siswa sehari-hari dan dikaitkan dengan

kesukaan serta gaya belajarnya, proses belajar menjadi penuh kegembiraan.

Siswa menjadi antusias dan giat belajar. Menurut pengalaman, Alhamdulillah

hasilnya memuaskan. Insya Allah dengan tidak terasa, penalaran siswa dapat

berkembang hingga ke tingkat berpikir tinggi, HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Insya Allah ketika kita menggalakkan pemanfaatan ponsel untuk pembelajaran,

mereka menyambut dengan gembira. Hingga para siswa menyatakan sendiri “HP-

ku teman belajarku.”

Marilah kita manfaatkan dahulu fitur-fitur ponsel secara optimal. Kita terapkan

dahulu pembelajaran melalui ponsel di rumah dan keluarga terdekat, Insya Allah

menyenangkan. Ketika siap, kita segera meminta siswa untuk memakai

ponsel dalam pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah dan di mana

saja. Ponsel dapat di bawa ke mana-mana, sehingga ponsel merupakan salah satu

mLearning (Mobile Learning). Belajar dapat berlangsung di mana saja, kapan saja,

oleh siapa saja. Sebab “Education is our life” dan pendidikan memang terjadi

seumur hidup, sejak janin hingga seseorang akan masuk ke liang lahat. (Long Life

Education}

Setelah anak/siswa terbiasa memanfaatkan ponsel secara sehat, Insya Allah

kedisiplinan akan terus terbina. Apakah ada diantara sahabat yang masih
bimbang dan ragu? Mengapa? Apakah kita tak ingin menyesuaikan diri dengan

pendidikan abad ke 21 ini? Benarkah hal itu terpikir oleh kita? Tidak mungkinlah.

Berikut gambar dan video tentang pemanfaatan HP sebagai media pembelajaran

yang berjudul “Sosialisasi HPku teman belajarku di MGMP Bahasa

Indonesia.” Sekian dahulu sepenggal opini dari saya, Insya Allah bermanfaat.

Gambar 1: HP bagaikan buku berjalan. Apapun yang ada di buku dapat

dipindahkan ke HP dan sebaliknya apapun yang terdapat di HP tak perlu harus

selalu ditulis kembali ke buku.

Gambar 2: Cucu saya Faris umur 3 tahun, sudah menggunakan HP kakaknya untuk

belajar menyanyi. Dia selalu meminjam HP tersebut setiap pagi ketika semua

orang sudah berangkat ke sekolah dan ke kantor. Setiap sore hari dia selalu

bertanya ke kakaknya tentang cara mengoperasikan HP. Sekarang dia sudah

mampu mencari sendiri lagu yang diinginkannya. Kita tak ingin melarangnya.

Namun kita mengarahkannya, termasuk ke dua kakaknya untuk selalu

menggunakan HP secara sehat. Kakaknya Balqis sudah sekolah di TK sedang

Aisyah sudah kelas 3 SD. Alhamdulillah, pemanfaatan HP untuk pembelajaran

dapat lancar dan sudah mulai menjadi salah satu teman belajar. Tentulah kami

masih melarang mereka untuk membawa HP di sekolahnya, kecuali suatu saat

apabila guru SD-nya meminta mereka untuk membawa HP dengan tujuan untuk

pembelajaran.
Gambar 3: Siswa home schooling ketika belajar, dia lebih banyak memanfaatkan

HP sebagai teman belajarnya. Saya hanya membimbing dengan pertanyaan. Itu

pun ketika dia bertanya, baru saya terlibat. Saya lebih banyak mengamati dan

mencatat karakter unggulnya serta hal-hal yang perlu ditingkatkan, sebagai bahan

evaluasi dan konsultasi dengan dia dan orang tuanya.

Gambar 4: Dalam pembelajaran kimia, banyak tersedia eLearning sebagai

mLearning, sehingga kapan pun, siapa pun, di mana pun siswa dapat belajar kimia

tanpa harus berada di kelas atau di suatu ruangan. Mereka dapat berada di

rumah, di kmarnya, di halaman rumah, taman dll. Di era cyber pembelajaran makin

asyik dan mudah dilakukan dalam segala sikon. Subhanallah. Penjelasan teori

abstrakpun dalam mLearning sudah dipermudah dengan contoh, gambar, foto,

tabel, mind mapping, dan sejenisnya.


Gambar 5: Pelajar, mahasiswa, karyawati, dan siapa saja dapat menunggu sesuatu

dengan tetap belajar melalui HP atau sejenisnya. Mereka terbukti dapat

focus/konsentrasi walau bagaimana pun situasi dan kondisi ruang tunggu

tersebut. HP telah menjadi teman belajar dan teman bekerja. Sungguh luar biasa.

Allahu Akbar.