Anda di halaman 1dari 11

BAB .....?

1 Desain Produk
Setiap proses produksi terdapat pemrosesan bahan mentah menjadi barang
jadi untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru
sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Proses produksi
tentunya memerlukan perencanaan. Dalam konteks ini perencanaan tersebut
adalah desain produk. Desain produk mencakup baik bentuk, kegunaan dan
material produk. Dalam membuat desain produk tentu memiliki tahapan
tahapan. Berikut adalah tahapan-tahapan pembuatan desain produk.

Gambar 1.1 ; Diagram Desain Produk

1.1 Persyaratan dan Permintaan


Tahapan pertama dalam membuat desain produk adalam
menentukan persyaratan dan permintaan produk. Persyaratan dan
permintaan ini didapat dari analisa masalah yang membutuhkan suatu
produk sebagai solusi dari masalah tersebut. Mengidentifikasi masalah
akan menemukan persyaratan dan permintaan.

1.2 Batasan Produk


Batasan produk ialah batasan batasan berupa bentuk dan sifat
produk yang didapat dari hasil analisa permintaan dan persyaratan.
Batasan-batasan ini digunakan untuk menentukan jenis material dan
proses pembuatan produk itu sendiri.
1.3 Pilihan Material dan Proses
Tahap setelah menentukan batasan produk adalah memilih material
yang sesuai dengan batasan sifat material dan menentukan proses
pengerjaan sesuai dengan batasan bentuk produk.

1.4 Konsekuensi Produk


Konsekuensi produk adalah penggambaran dari harga yang harus
ditanggung dari desain produk. Harga haraga yang harus ditanggung
adalah biaya dan dampak secara luas.

1.5 Penentuan Desain


Setelah mendapatkan pilihan material, proses pembuatan produk dan
memperhitungkan setiap konsekuensinya

2 Tahapan Pemilihan Material


Pemilihan material merupakan salah satu tahapan yang sangat penting
dalam membuat duatu desain produk. Kesalahan dalam memilih material
dapat menyebabkan produk tidak tepat sasaran atau gagal bahkan dapat
membahayakan keselamatan pengguna produk itu sendiri. Oleh karena itu
pemilihan material tidak boleh dianggap remeh.

Gambar 2.1 ; Diagram pemilihan Material


Tahapan-tahapan pemilihan material dibuat agar memudahkan dalam
memilih material yang tepat. Tahapan-tahapan dalam memilih material
harus memperhatikan desain, sifat dan variabel-variabel baik variabel bebas
maupun variabel tetap material. Maka dari itu, tahap pertama dalam
pemilihan material adalah menerjemahkan batasan sifat material. Batasan
sifat material akan menentukan
a. Apa yang akan dilakukan material (function),
b. Sifat apa yang bersifat tetap (constrain)
c. Sifat apa yang dapat dimaksimalkan atau diminimalkan
(objective)
d. Variabel apa yang bersifat bebas dan dapat diubah (free
variable)

Tahap kedua adalah memilah pilihan material berdasarkan sifat yang tidak
bisa diubah (constrain) dengan cara mengeliminasi material yang bertolak
belakang dengan apa yang akan material tersebut lakukan (function).

Tahap ketiga adalah mengurutkan meterial yang sudah dipilah berdasarkan


sifat yang dapat dimaksimalkan dan diminimalkannya. Semakin maksimum
sifat yang sesuai fungsi dan semakin minimum sifat yangtidak sesuai fungsi
semakin baik material melakukan tugasnya.

Tahap keempat adalah teliti material-material di peringkat teratas


berdasarkan sejarah penggunaannya.

Pemilihan material secara umum dengan cara meneliti persyaratan-


persyaratan performa. Persyaratan performa bahan terbagi 5 kategori yaitu
persyaratan fungsional, persyaratan mampu proses (processability), biaya,
keandalan (reliabilty) dan ketahanan terhadap kondisi kerja.

2.1 Persyaratan Fungsional (Functional Requirements)


Persyaratan fungsional berhubungan langsung dengan karakteristik
komponen yang dibutuhkan. Jika komponen membawa beban tarik aksial
maka kapasitas membawa beban (load-carrying capacity) suatu produk
dapat ditentukan dengan tegangan luluh (yield strength) bahan. Tahanan
kejut thermal (thermal shock resistance) berhubungan dengan koefisien
muai, konduktivitas panas, modulus elastisitas, keuletan dan kekuatan
bahan.

2.2 Persyaratan Mampu Proses


Processability adalah kemampuan suatu bahan untuk dikerjakan
dan dibentuk menjadi komponen jadi. Processability dalam hal metode
manufaktur dapat berarti castability (sifat mampu cor), weldability (sifat
mampu las), machinibiliy (sifat mampu mesin), dll

2.3 Biaya
Biaya merupakan faktor pengontrol dalam evaluasi bahan karena
dalam aplikasinya ada batas biaya (cost limit) untuk bahan yang
memenuhi persyaratan. Biaya proses dapat melebihi biaya penyimpanan
(stock)

2.4 Persyaratan Reliability


Reliability adalah probabilitas suatu bahan saat melakukan fungsi
yang diinginkan untuk umur yang diharapkan tanpa terjadi kegagalan.
Reliability sukar ditentukan karena tidak hanya tergantung pada sifat
bahan akan tetapi juga produksi dan sejarah proses yang dipakai.
Biasanya bahan baru dan non-standard mempunyai reliability rendah
dibanding dengan bahan yang sudah standard dan telah ada (establish).
Failure analysis digunakan untuk memprediksi bagaimana produk dapat
mengalami kegagalan dan failure analysis ini dapat digunakan sebagai
pendekatan sistematis untuk evaluasi reliability. Penyebab kegagalan
suatu bahan dapat dilacak melalui cacat bahan dan proses, kesalahan
desain atau kondisi yang tidak diharapkan.

2.5 Ketahanan terhadap Kondisi Kerja (Service)


Lingkungan dimana produk atau komponen beroperasi sangat
menentukan dalam menentukan persyaratan performa bahan. Aspek
lingkungan meliputi lingkungan korosi, kondisi suhu sangat rendah atau
tinggi.

3 Proses Pengerjaan Bahan Teknik


Perubahan bahan mentah menjadi barang jadi memerlukan langkah-
langkah khusus untuk menjadikan barang jadi yang tepat guna sesuai
dengan tujuan produksi baik secara bentuk, sifat dan ketahanannya. Hal ini
disebut proses bahan teknik. Proses ini umumnya dibagi menjadi empat
tahap yaitu pembentukan primer, proses sekunder, perlakuan permukaan dan
fabrikasi.

Gambar 3.1 ; Diagram Proses Pengerjaan Bahan teknik

3.1 Pembentukan Primer


Pementukan primer adalah tahap pertama dalam proses pengerjaan
bahan teknik. Proses ini terjadi perubahan material mentah yang
umumnya masih berbentuk bijih, inggot atau fluida menjadi bentuk
produk setengah jadi. Proses ini biasanya menggunakan cetakan khusus
karena pada tahap inilah produk mendapatkan bentuknya pertama kali.
Pembentukan primer dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung
karakteristik material yang akan dibentuk dan tingkat kerumitan
desainnya.

3.11 Pengecoran
Pengecoran atau Casting adalah proses pembentukan bahan
mentah yang sudah dicairkan dengan cara menuangkan kedalam
sejenis cetakan yang memiliki rongga didalamnya kemudian
dibiarkan hingga mengeras. Proses pengecoran umumnya
digunakan untuk mencetak logam yang memiliki bentuk rumit dan
cenderung besar seperti rangka dan komponen mesin kendaraan.
Cetakan dalam proses pengecoran umumnya hanya bisa dipakai
sekali seperti Investment Casting (lost wax), Sand Casting dan
Plaster Casting kecuali Die Casting.

3.12 Pencetakan
Pencetakan Atau Moulding hampir serupa dengan Casting.
Perbedaannya ialah Moulding digunakan untuk mencetak produk
yang memiliki bentuk lebih sederhana dan dalam jumlah banyak.
Oleh karena itu cetakan proses moulding dibuat tahan lama
sehingga dapat dipakai berulang-ulang. Moulding biasanya
digunakan untuk mencetak produk berbahan dasar polimer seperti
plastik, foam atau karet. Contoh proses moulding adalah Injection
Moulding, Blow Moulding, Vacuum Moulding dan sebagainya.

3.13 Deformasi Bentuk


Deformasi adalah proses pembentukan material tanpa perlu
merubah fasa material. Proses ini mengandalkan keuletan bahan
yang tinggi sehingga bahan dapat berubah bentuk dan tidak
kembali ke bentuk awal saat diberi gaya. Deformasi bentuk sering
digunakan untuk memproses logam-logam tertentu seperti besi,
tembaga dan paduan-paduannya. Berdasarkan cara kerjanya proses
deformasi dibagi menjadi beberapa macam diantaranga Forging
(dipukul), Drawing (ditarik), Ekstrusi (didorong) atau Rolling
(digilas).

3.14 Metode serbuk


Powder method adalah pembentukan material berupa
serbuk yang dimampatkan kemudian dipanaskan sehingga
menghasilkan material padat didalam cetakan. Metode ini biasanya
digunakakn untuk mencetak logam, plastik atau kaca yang masih
berupa partikel halus atau bijih. Metode serbuk ini sering dikenal
dengan sintering, HIP (Hot Isostatic Pressing) dan Slip Casting.

3.15 Metode komposit


Metode Komposit atau Composite Method Adalah Metode
pembentukan material dengan cara mencampurkan resin kepada
material berbentuk lembaran, benang atau serutan dengan bentuk
tertentu dengan maksud untuk memperkuat. Material yang sering
digunakan dalam metode ini adalah fiberglass. Macam-macam
metode komposit diantaranya Hand Lay-up/Wet Lay-up, Vacuum
Baging, Filament Winding dan Resin Transfer Moulding.

3.2 Proses sekunder


Proses sekunder adalah proses penyempurnaan bentuk dan struktur
barang setengah jadi. Dengan menmperbaiki ketidaksempurnaan bentuk
yang dihasilkan dari pembentukan primer.

3.2.1 Machining
Machining adalah proses penyempurnaan bentuk produk
setengah jadi dengan menggunakan mesin-mesin besar. proses ini
bertujuan untuk
a) Menghilangkan sisa material yang tidak diinginkan (Excess
Material) seperti sirip-sirip yang menempel pasca
pencetakan dengan grinding tool, cutting tool
b) Meratakan permukaan kasar dengan grinding tool, Lathe
atau Milling Machine atau Planishing jika berupa plat.
c) Membuat detail desain yang tidak bisa dilakukan oleh
proses primer seperti lubang baut dengan drilling.
d) Memperbaiki dimensi produk menjadi dimensi sesuai
desain.

3.2.2 Perlakuan Panas


Heat treatment adalah proses fisika yang dilakukan kepada
bahan dengan menggunakan panas untuk merubah sifat fisika
terkadang sifat kimia material secara umum. proses heat treatment
digunakan untuk mengeraskan atau melunakkan bahan. Proses heat
treatment yang bertujuan untuk mengeraskan bahan dikenal seperti
quenching, tempering, dan age hardening sedangkan untuk
melunakkan seperti normalizing dan annealing.

3.3 Perakitan
Perakitan atau Joining adalah tahap penyatuan dua atau lebih
material menjadi satu. Cara-cara perakitan dapat berbeda-beda sesuai
dengan material yang akan disambung, misalkan bahan-bahan yang
terbuat dari logam lebih cocok menggunakan metode las karena
sambungan las biasa digunakan untuk sambungan produk yang diberikan
beban mekasik besar, sedangkan bahan bahan polimer yang lunak
cenderung meggunakan baut atau adhesive agar tidak merusak bahan.

3.2.1 Pengikatan
Pengikatan biasa dikenal dengan medode fastening. Metode
fastening adalah metode penyambungan dengan menggunakan alat
bantu yang menjepit kedua material. Metode ini dapat
menggunakan baut dan mur, paku rivet, staples atau clamp.

3.2.2 Sambungan Jepit


Sambungan jepit adalah tipe sambungan yang tidak
memerlukan alat bantu diluar bentuk material yang akan
disambung itu sendiri. Metode ini menggunakan bentuk geometri
khusus kedua benda dimana saat terpasang bentuk sambungan
kedua benda saling mengunci satu sama lain. metode ini sering
disebut snap fit method.

3.2.3 Perekatan
Metode penyambungan dengan perekatan adalah
penyambungan dengan mengunakan lem atau semen yang
doleskan pada permukaan salah satu atau kedua material yang akan
disambung untuk mencegah kedua material terpisah kembali.

3.2.4 Pengelasan
Las atau weld merupakan salah satu metode
penyambungan. Las biayanya digunakan untuk material logam,
kaca atau material thermoplastik. Metode las pada suhu tinggi
melelehkan material yang disambung sedangkan metode suhu
rendah hanya melelehkan kawat dan mengisi celah pada
sambungan. Metode ini lebih dikenal dengan soldering dan
brazing.

3.4 Perlakuan Permukaan


Perlakuan permukaan atau Surface Treatment adalah tahap
finishing dalam pengerjaan bahan teknik. Fungsi dari perlakuan
permukaan adalah fungsi proteksi, namun terkadang perlakuan
permukaan juga diidentikkan dengan fungsi estetika. Perlakuan
permukaan dapat dilakukan sebelum atau sesudah fabrikasi tergantung
tinggat kerumitan desain dan metode fabrikasinya.

3.4.1 Pemolesan
Polishing atau pemolesan adalah proses untuk mendapatkan
permukaan yang halus dan mengkilap dengan cara digosok atau
perlakuan kimia. Pemolesan juga bertujuan untuk mengurangi
pantulan cahaya baur dari material. Jika dilihat dengan perbesaran,
material yang belom dipoles akan terdapat seperti gunung dan
lembah. Namun setelah pemolesan gunung dan lembah itu akan
terlihat rata.

3.4.2 Plating
Plating adalah pelapisan permukaan yang konduktif dengan
cara menarik endapan logam. Plating berguna untuk mendekorasi,
melindungi dari korosi, melindungi dari rediasi, menambah
konduktivitas, mempermudah penyolderan, mempermudah
pengecatan, mengeraskan dan menghaluskan. Plating dapat
dilakukan dengan cara kimia atau penggosokan.

3.4.3 Anodizing
Anodizing adalah metode plating dengan bantuan arus
listrik. Anodizing juga sering disebut dengan electroplating.
Prinsipnya dengan menggunakan proses reduksi oksidasi.

3.4.4 Pengecatan
Pengecatan adalah metode perlakuan permukaan yang
berguna untuk melindungi dan memberikan warna pada suatu
objek atau permukaan dengan melapisinya dengan lapisan
berpigmen. Cat terbagi menjadi tiga berdasarkan pelarutnya yaitu
cat air, cat minyak, dan cat sintetis.

Gambar 3.2 ; Proses-proses pengerjaan bahan teknik

4. Peranan Ilmu Material

4.1 Bidang Ekonomi


Penggunaan bahan dalam berbagai kebutuhan primer, sekunder
atau tersier sangat mempengaruhi nilai-nilai ekonomi seperti harga, jumlah
produksi dan demand. Barang-barang kebutuhan sekunder yang terbuat
dari logam,dengan memperhatikan harga dan ketahanan akan korosi
sekarang sudah digantikan oleh plastik

4.2 Bidang Politik


Kebijakan politik seperti persenjataan tentunya membutuhkan
pengetahuan bahan. Persenjataan perang seperti senjata, tank, peluru,
kapal perang, parasut, baju anti peluru dan sepatu semuanya membutuhkan
bahan yang pembuatan dan pemilihan bahannya membutuhkan
pengetahuan bahan.
4.3 Bidang Ilmu Sosial
Semua kegiatan sosial yang dilakukan manusia membutuhkan
peralatan baik dari bahan logam, plastik dan keramik yang tentunya sangat
membutuhkan pengetahuan bahan dalam pembuatan alat-alat tersebut.

4.4 Bidang Budaya


Pengetahuan bahan sangat penting untuk peralatan musik, alat
komunikasi, alat-alat entertainment, kostum, peralatan kamera.

https://id.wikipedia.org/wiki/Desain
http://www-materials.eng.cam.ac.uk/mpsite/process_encyc/non-
IE/composite_forming.html
http://www.pressuretechnology.com/about-hip.php
https://en.wikipedia.org/wiki/Sintering
https://en.wikipedia.org/wiki/Weld
https://techcenter.lanxess.com/scp/americas/en/docguard/Joining_Guide.pd
f?docId=77016
https://en.wikipedia.org/wiki/Process_(engineering)
https://en.wikipedia.org/wiki/Casting_(metalworking)
Bird,John.Carl Ross.2015.Mechanical Engineering
Principles.NewYork:Routledge