Anda di halaman 1dari 13

Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

RELASI HUKUM DAN POLITIK DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA

HN
(Legal and Political Relations in Law System of Indonesia)

Merdi Hajiji
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandung
Jalan Guntursari No 12 Bandung

BP
Email: hajimerdi@yahoo.co.id

Naskah diterima: 20 November 2013; revisi: 22 November 2013; disetujui: 17 Desember 2013

Abstrak
Berbicara tentang relasi antara hukum dan politik adalah bagaimana hukum bekerja dalam sebuah situasi politik tertentu

ing
dan tentang hukum sebagai perwujudan dari keadilan. Tulisan ini membahas bagaimana relasi dua hal tersebut di Indonesia
serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi lahirnya hukum dari aktivitas politik dengan menitikberatkan dalam
konteks hubungan antara politik dan hukum, termasuk di dalamnya mengkaji apa pengaruhnya politik terhadap hukum
dalam sistem hukum di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analisis melalui studi kepustakaan,
didapatkan kesimpulan bahwa hukum di Indonesia sangat dipengaruhi oleh aliran positivisme yang memandang hukum
itu terbatas pada yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan, bahkan aliran ini akan terus mengokohkan
ind
dirinya dalam perkembangan sistem hukum Indonesia ke depan. Nilai-nilai moral dan etika serta kepentingan rakyat
dalam kenyataan-kenyataan sosial di masyarakat hanya sebagai pendorong untuk terbentuknya hukum yang baru melalui
perubahan, koreksi serta pembentukan peraturan perundang-undangan yang baru.
Kata Kunci: hukum, politik, perundang-undangan
V
Abstract
Discussing about the relationship between law and politics is how the law works in a particular political situation and about
the law as the embodiment of justice. This article discuss relationship of law and politics in Indonesia and the factors that
hts

influence the laws of political activity with emphasis in the context of the relationship between politics and law, including
assessing what political influence against the law in the legal system in Indonesia. By using descriptive analysis through
the study of literature, it was concluded that the law in Indonesia is influenced by the flow of legal positivism that sees it is
limited to that contained in the legislation, it will continue to flow even establish itself in the development of the Indonesian
legal system forward. Moral values and ethics and people’s interest in social realities in society just as the driving force for
the formation of the new law through changes, corrections and drafting new legislation.
ec

Keywords: law, politic, legislation


lR
na
Jur

Relasi Hukum Dan Politik Dalam Sistem Hukum Indonesia (Merdi Hajiji) 361
Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

A. Pendahuluan Law is a command of the Lawgiver (hukum


adalah perintah dari penguasa), dalam arti

HN
Berbicara tentang relasi antara hukum dan
perintah dari mereka yang memiliki kekuasaan
politik adalah berbicara bagaimana hukum
tertinggi atau yang memegang kedaulatan.
bekerja dalam sebuah situasi politik tertentu.
Demikian John Austin, seperti dikutip oleh Prof
Dalam hal ini yang dimaksud adalah hukum
Lili Rasyidi. Perdebatan mengenai hububngan
sebagai perwujudan dari nilai-nilai yang

BP
hukum dan politik memiliki akar sejarah panjang
berkembang dan nilai-nilai yang dimaksud
dalam ilmu hukum. Bagi kalangan penganut
adalah keadilan. Dengan demikian idealnya
aliran positivisme hukum seperti John Austin,
hukum dibuat dengan mempertimbangkan
hukum adalah tidak lain dari produk politik atau
adanya kepentingan untuk mewujudkan
kekuasaan. Pada sisi lain, pandangan berbeda

ing
nilai-nilai keadilan tersebut. Dengan ciri-ciri
datang dari kalangan aliran sejarah dalam
mengandung perintah dan larangan, menuntut
ilmu hukum, yang melihat hukum tidak dari
kepatuhan dan adanya sanksi, maka hukum
dogmatika hukum dan undang-undang semata,
yang berjalan akan menciptakan ketertiban dan
akan tetapi dari kenyataan-kenyataan sosial
keadilan di masyarakat.
Hubungan antara hukum dan politik manakah
ind yang ada dalam masyarakat dan berpandangan
bahwa hukum itu tergantung pada penerimaan
yang seyogianya lebih dominan, kekuasaan
umum dalam masyarakat dan setiap kelompok
hukum atau kekuasaan politik? Jawaban atas
menciptakan hukum yang hidup.1
pertanyaan ini, tergantung pada persepsi
Keadilan akan dapat terwujud apabila
V
kita sendiri tentang apa yang kita maksudkan
aktifitas politik yang melahirkan produk-produk
sebagai hukum, dan apa yang kita maksudkan
hukum memang berpihak pada nilai-nilai
hts

dengan politik. Jika kita berpandangan non-


keadilan itu sendiri. Terlepas bahwa dalam
dogmatik, dan memandang hukum bukan
proses kerjanya lembaga-lembaga hukum
sekedar peraturan yang dibuat oleh kekuasaan
harus bekerja secara independen untuk dapat
politik, maka tentu saja persoalan lebih lanjut
memberikan kepastian dan perlindungan
tentang hubungan kekuasaan hukum dan
ec

hukum, dasar dari pembentukan hukum itu


kekuasaan politik masih bisa berkepanjangan.
sendiri yang dilakukan oleh lembaga-lembaga
Namun jika kita menganut pandangan ”positif”
politik juga harus mengandung prinsip-
yang memandang hukum semata-mata hanya
lR

prinsip membangun supremasi hukum yang


produk kekuasaan politik, maka rasa tak relevan
berkeadilan.2
lagi pertanyaan tentang hubungan antara
Dalam konteks Indonesia, cita dan fakta
kekuasaan hukum dan kekuasaan politik, karena
yang berkaitan dengan penegakan keadilan
pada akhirnya mereka mengidentikkan antara
na

masih belum dapat bertemu. Harapan akan


hukum dan politik tersebut.
adanya instrumen dan pengadilan yang fair
Jur


1
Lili Rasyidi dan Ira Rasyidi, Pengantar Filsafat dan Teori Hukum. Cet. VIII (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2001).

2
Otje Salman, Teori Hukum, Mengingat Mengumpulkan dan Membuka Kembali (Bandung: PT Refika Aditama,
2004).

362 Jurnal RechtsVinding, Vol. 2 No. 3, Desember 2013, hlm. 361-373


Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

dan berkadilan sangat bertentangan dengan B. Permasalahan


maraknya mafia-mafia peradilan dan praktek-

HN
1. Bagaimana relasi antara hukum dan politik
praktek hukum yang menyimpang. Pada
di Indonesia?
tingkatan tertentu Indonesia bahkan dapat
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
dikatakan berada pada situasi lawlessness,
bahwa hukum dilahirkan dari aktivitas
misalnya, sekelompok orang bersenjata
politik?

BP
dapat bergerak bebas dan melakukan tindak
kekerasan tanpa mendapat tindakan apa pun
C. Metode Penelitian
dari aparat kepolisian, massa dapat mengadili
pencuri kelas teri dan membakarnya, sementara Metode penelitian yang digunakan dalam
pengadilan membebaskan koruptor kelas kakap. penulisan ini adalah metode penelitian deskriftif

ing
Dunia hukum Indonesia berada dalam kuasa analitis, metode deskriftif analitis pada dasarnya
”demoralisasi, disorientasi, dehumanisasi dan meneliti kaidah-kaidah dari sumber data,
dekadensi”.3 menelaah permasalahan dengan berpedoman
Pandangan Mac Iver yang membedakan ind pada data sekunder yaitu: bahan hukum primer,
dua jenis hukum. Pertama, hukum yang berada sekunder dan tersier. Bahan hukum primer
di bawah pengaruh politik; dan Kedua hukum yang dimaksud adalah Undang-Undang Dasar
yang berada di atas politik. Yang berada di atas 1945, undang-undang, peraturan pemerintah,
politik, hanya konstitusi, sedang sisanya semua dan peraturan perundang-undangan lain yang
berada di bawah politik. Inilah pandangan yang berkaitan dengan judul penelitian.4
V
realistis tentang hubungan hukum dan politik. Bahan hukum sekunder yang dimaksud
Salah satu contoh yang membuktikan kebenaran adalah doktrin, ajaran para ahli, hasil karya ilmiah
hts

pandangan Mac Iver ini adalah bahwa lahirnya para ahli, berita-berita dan hasil wawancara
undang-undang jelas karya para politisi. pihak terkait yang diperoleh dari surat kabar
Bahwa tidak dapat disangkal terdapat serta situs-situs internet yang relevan dengan
hubungan yang sangat erat antara hukum dan judul penelitian.
ec

politik, antara asas-asas hukum dan pranata- Data di atas dikumpulkan melalui studi
pranata hukum, serta antara ideologi-ideologi kepustakaan (library research), penelurusan
politik dan lembaga-lembaga pemerintah. melalui media internet (online research), dalam
hal ini penulis menitikberatkan dalam konteks
lR

Sangat sering mendengar pernyataan para


yuris dengan slogan mereka bahwa: Hukum hubungan antara politik dan hukum, termasuk
berdiri diatas dan melewati politik. Yang mereka di dalamnya mengkaji apa pengaruhnya politik
maksudkan adalah keinginan mereka untuk terhadap hukum dalam sistem hukum di
na

mewujudkan suatu masyarakat di mana para Indonesia, lalu apakah peranan politikus dalam
hakim tidak dikekang oleh pengaruh dogma melahirkan produk-produk hukum. Kemudian
politik. penulis akan mencoba menggambarkan tentang
Jur

3
Makalah Relasi Politik dan Hukum di Indonesia Mouvty Makaarim al-Akhlaq.
4
Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat (Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2001).

Relasi Hukum Dan Politik Dalam Sistem Hukum Indonesia (Merdi Hajiji) 363
Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

relasi hukum dan politik dalam sistem Hukum mekanisme penjaga keseimbangan dalam
Indonesia. lingkungan adat tertentu. Ketiga, kanalisasi

HN
semua pertarungan dan konflik yang terjadi di
D. Pembahasan masyarakat pada peradilan yang disediakan
1. Hukum dalam Subordinasi Politik negara sehingga negara dapat mengontrol
konteks, peristiwa dan putusan yang akan
Runtuhnya Orde Baru dan keinginan untuk

BP
ditetapkan. Keempat, membentuk instrumen-
membangun kembali suatu tatanan masyarakat
instrumen quasi untuk menyelesaikan masalah
yang demokratis yang memunculkan upaya-
masyarakat. Pengadilan, DPR dan lembaga tinggi
upaya peninjauan ulang, revisi dan amandemen
negara lainnya dibentuk seakan-akan bekerja
terhadap segala bentuk sistem dan perangkat
untuk keadilan, namun ternyata hanya pura-

ing
hukum yang ada. Namun sejarah mencatat
pura, tidak beres dan tidak jelas. Dan kelima,
bahwa proses lahirnya hukum memang tidak
persoalannya bukan hanya imparsialitas dan
lepas dari sejarah kekuasaan atau politik itu
independensi, namun juga masuknya praktek-
sendiri. Sejak masa Imperium Roma sampai
praktek kolusi, korupsi dan nepotisme.5
dengan Hitler, Sejak masa Sriwijaya hingga
ind Dengan kata lain, hukum yang berada dalam
Megawati Sokarnoputri.
kuasa negara menjadi semakin tak berdaya
Dalam sejarah Indonesia, Orde Baru
ketika praktek-praktek politisasi lebih dominan
sebenarnya sekadar menyempurnakan apa
ketimbang praktek hukum yang sebenarnya.
yang dikenal dengan ”The Ducth Law of The
Law enforcement menjadi kehilangan ruang,
V
Sea”, suatu upaya kolonial Belanda untuk
sehingga Ronald Katz kemudian menyebutkan
mengintervensi hukum adat yang berlaku
bahwa apa yang terjadi di Indonesia adalah law
hts

di nusantara. Prinsipnya hukum tersebut


without law, ada hukum tapi tidak berguna.
dugunakan sebagai instrumen kepentingan
penjajah di wilayah jajahannya dimana VOC 2. Pandangan Aliran Positivis Tentang
misalnya mendiskriminasikan pribumi sebagai Hukum
warga kelas dua.
ec

Aliran positivisme hukum berasal dari ajaran


Ada lima langkah yang dilakukan Orde Baru
sosiologis yang dikembangkan oleh filosof
untuk ”menyempurnakan” hukum sebagai
Perancis; August Comte (1798-1857), yang
alat untuk menjinakkan masyarakat: Pertama,
lR

berpendapat bahwa terdapat kepastian adanya


melakukan kooptasi terhadap lembaga-lembaga
hukum-hukum perkembangan mengatur roh
tinggi negara, termasuk Mahkamah Agung (MA)
manusia dan segala gejala hidup bersama dan
sehingga menyebabkan MA kehilangan fungsi
itulah secara mutlak. August Comte hanya
na

pro justitia-nya. Kedua, memusnahkan pranata


mengakui hukum yang dibuat oleh negara.6
sosial, misalnya peradilan adat atau kearifan
Untuk memahami positivisme hukum tidak
lokal yang selama bertahun-tahun menjadi
Jur


5
Makalah Relasi Politik dan Hukum di Indonesia Mouvty Makaarim al-Akhlaq.

6
Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum, Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis, Cet. II (Jakarta: Penerbit Gunung Agung,
2002), hlm.265.

364 Jurnal RechtsVinding, Vol. 2 No. 3, Desember 2013, hlm. 361-373


Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

dapat diabaikan metodologi positivis dalam pendapat dan pandangan dari para penganut
sains yang mengharuskan dilakukannya validasi terpenting dari mazhab ini antara lain John

HN
dengan metode yang terbuka atas setiap Austin, seorang ahli hukum yang berkebangsaan
kalin atau proposisi yang diajukan. Karena itu Inggeris yang mewakili pandangan positivis dari
bukti empirik adalah syarat universal untuk kelompok penganut sistem hukum Common
diterimanya kebenaran dan tidak berdasarkan Law dan Hans Kelsen, seorang ahli hukum

BP
otoritas tradisi atau suatu kitab suci. Positivisme yang berkebangsaan Jerman yang mewakili
hukum mempunyai pandangan yang sama pandangan positivis dari kelompok penganut
tentang diterimanya validasi. Seperti halnya sistem hukum Eropa Kontinental.
positivisme sains yang tidak dapat menerima Menurut John Austin, hukum adalah
pemikiran dari suatu proposisi yang tidak dapat perintah kaum yang berdaulat. Ilmu hukum

ing
diverifikasi atau yang tidak dapat difalsifikasi, berkaitan dengan hukum positif atau dengan
tetapi karena hukum itu ada karena termuat ketentuan-ketentuan lain yang secara tegas
dalam perundang-undangan apakah dipercaya disebut demikian.8 Pendapat Austin sangat
atau tidak. Hukum harus dicantumkan dalam ind dipengaruhi oleh pandangannya mengenai
undang-undang oleh lembaga legislatif kedaulatan negara yang memiliki dua sisi yaitu
dengan memberlakukan, memperbaiki dan sisi eksternal dalam bentuk hukum internasional
merubahnya. dan sisi internal dalam bentuk hukum positif.
Positivisme hukum berpandangan bahwa Kedaulatan negara menuntut ketaatan dari
hukum itu harus dapat dilihat dalam ketentuan penduduk warga negara. Lebih lanjut menurut
V
undang-undang, karena hanya dengan itulah Austin, ketaatan ini berbeda dengan ketaatan
ketentuan hukum itu dapat diverifikasi. Adapan seseorang karena ancaman senjata. Ketaatan
hts

yang di luar undang-undang tidak dapat warga negara terhadap kedaulatan negara
dimasukkan sebagai hukum karena hal itu didasarkan pada legitimasi. Menurut pandangan
berada di luar hukum. Hukum harus dipisahkan Austin, hukum sebagai suatu sistem yang logis,
dengan moral, walaupun kalangan positivis tetap dan bersifat tertutup (closed logical
ec

mengakui bahwa focus mengenai norma hukum system).9 Hukum dipisahkan secara tegas dari
sangat berkaitan dengan disiplin moral, teologi, keadilan dan tidak didasarkan pada nilai-nilai
sosiologi dan politik yang mempengaruhi yang baik atau buruk. Ada empat unsur hukum
lR

perkembangan sistem hukum. Moral hanya yaitu adanya perintah, sanksi, kewajiban dan
dapat diterima dalam sistem hukum apabila kedaulatan. Ketentuan yang tidak memenuhi ke
diakui dan disahkan oleh otoritas yang berkuasa empat unsur ini tidak dapat dikatakan sebagai
dengan memberlakukannya sebagai hukum.7 positive law.
na

Lebih jauh, pandangan dan pendapat dari


mazhab positivisme ini dapat ditelusuri dari
Jur

7
Hamdan Zoelva, ”Hukum dan Politik Dalam Sistem Hukum Indonesia”, Official Blog Hamdan Zoelva, http://
hamdanzoelva.wordpress.com/ (diakses 18 Oktober 2013).
8
Achmad Ali, Op.Cit., hlm. 267.
9
Lili Rasyidi & Ira Rasyidi, Op.Cit., hlm.59

Relasi Hukum Dan Politik Dalam Sistem Hukum Indonesia (Merdi Hajiji) 365
Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

Selanjutnya Lili Rasyidi menyimpulkan adalah bahwa hukum itu harus dipisahkan
pokok-pokok ajaran Analytical Jurisprudence dari anasir-anasir yang tidak yuridis seperti

HN
dari Austin, yaitu: 10 etis, sosiologis, politis dan sebagainya. Dengan
a. Ajarannya tidak berkaitan dengan soal atau demikian Kelsen tidak memberikan tempat bagi
penilain baik dan buruk, sebab penilaian betrlakunya hukum alam. Hukum merupakan
tersebut berada di luar hukum; sollen yuridis semata-mata yang terlepas dari

BP
b. Walau diakui adanya hukum moral yang das sein / kenyataan sosial.11
berpengaruh terhadap masyarakat, namun Sedangkan ajaran stufentheorie
secara yuridis tidak penting bagi hukum. berpendapat bahwa suatu sistem hukum
c. Pandangannya bertolak belakang dengan adalah suatu hierarkis dari hukum dimana suatu
baik penganut hukum alam maupun mazhab ketentuan hukum tertentu bersumber pada

ing
sejarah; ketentuan hukum lainnya yang lebih tinggi.
d. Hakekat dari hukum adalah perintah. Semua Sebagai ketentuan yang paling tinggi adalah
hukum positif adalah perintah dari yang Grundnorm atau norma dasar yang bersifat
berdaulat/penguasa. hipotetis. Ketentuan yang lebih rendah adalah
e. Kedaulatan adalah hal di luar hukum, yaitu
ind lebih konkrit daripada ketentuan yang lebih
berada pada dunia politik atau sosiologi tinggi. Ajaran murni tentang hukum adalah
karenanya tidak perlu dipersoalkan sebab suatu teori tentang hukum yang senyatanya dan
dianggap sebagai sesuatu yang telah ada tidak mempersoalkan hukum yang senyatanya
dalam kenyataan; itu, yaitu apakah hukum yang senyatanya itu
V
f. Ajaran Austin kurang/tidak memberikan adil atau tidak adil.12
tempat bagi hukum yang hidup dalam Selanjutnya H.L.A. Hart (seperti dikutip
hts

masyarakat. oleh Lili Rasyidi, menguraikan tentang ciri-


Dari kalangan penganut sistem hukum Eropa ciri positivisme pada ilmu hukum dewasa ini
Kontinental, Hans Kelsen yang dikenal dengan sebagai berikut:13
ajaran hukum murninya selalu digolongkan a. Pengertian bahwa hukum adalah perintah
ec

sebagai penganut aliran positivisme ini. Ada dari manusia (command of human being);
dua teori yang dikemukakan oleh Hans Kelsen b. Pengertian bahwa tidak ada hubungan
yang perlu diketengahkan. Pertama, ajarannya mutlak/penting antara hukum (law) dan
lR

tentang hukum yang bersifat murni dan kedua, moral atau hukum sebagaimana yang
berasal dari muridnya Adolf Merkl, yaitu berlaku/ada dan hukum yang sebenarnya;
stufenbau des recht yang mengutamakan c. Pengertian bahwa analisis konsepsi hukum
tentang adanya hierarkis daripada perundang- adalah :
na

undangan. Inti ajaran hukum murni Hans Kelsen


Jur

10
Ibid.
11
Ibid.
12
Ibid.
13
Lili Rasyidi & Ira Rasyidi, Op.Cit., hlm. 57.

366 Jurnal RechtsVinding, Vol. 2 No. 3, Desember 2013, hlm. 361-373


Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

1) Mempunyai Arti Penting, merupakan obyek proses pengambilan


2) Harus Dibedakan Dari Penyelidikan : keputusan politik, yang dituangkan kedalam

HN
- Historis Mengenai Sebab-Musabab Dan aturan-aturan, yang secara formal diundangkan.
Sumber-Sumber Hukum, Jadi dengan demikian hukum adalah hasil resmi
- Sosiologis Mengenai Hubungan Hukum pembentukan keputusan politik.14
Dengan Gejala Sosial Lainnya, Dan

BP
- Penyelidikan Hukum Secara Kritis Atau 3. Pengaruh Politik Dalam Pembentukan
Penilain, Baik Yang Berdasarkan Moral, Hukum di Indonesia
Tujuan Sosial, Fungsi Hukum Dan Lain- Menurut Daniel S. Lev, yang paling
Lainnya. menentukan dalam proses hukum adalah
d. Pengertian bahwa sistem hukum adalah konsepsi dan struktur kekuasaan politik, yaitu

ing
sistem yang logis, tetap dan bersifat tertutup bahwa hukum sedikit banyak selalu merupakan
dalam mana keputusan-keputusan hukum alat politik, dan bahwa tempat hukum dalam
yang benar/tepat biasanya dapat diperoleh negara, tergangtung pada keseimbangan politik,
dengan alat-alat logika dari peraturan- ind defenisi kekuasaan, evolusi idiologi politik,
peraturan hukum yang telah ditentukan ekonomi, sosial, dan seterusnya.15
sebelumnya tanpa memperhatikan tujuan- Walaupun kemudian proses hukum yang
tujuan sosial, politik dan ukuran-ukuran dimaksud tersebut di atas tidak diidentikan
moral; dengan maksud pembentukan hukum, namun
e. Pengertian bahwa pertimbangan-
V
dalam prateknya seringkali proses dan dinamika
pertimbangan moral tidak dapat dibuat pembentukan hukum mengalami hal yang sama,
atau dipertahankan sebagai pernyataan yakni konsepsi dan struktur kekuasaan politiklah
hts

kenyataan yang harus dibuktikan dengan yang berlaku di tengah masyarakat yang sangat
argumentasi-argumentasi rasional, menentukan terbentuknya suatu produk hukum.
pembuktian atau percobaan. Maka untuk memahami hubungan antara politik
Dengan demikian kita dapat pula dan hukum di negara mana pun, perlu dipelajari
ec

mengatakan, karena negara adalah ekspresi atau latar belakang kebudayaan, ekonomi, kekuatan
merupakan forum kekuatan-kekuatan politik politik di dalam masyarakat, keadaan lembaga
yang ada di dalam masyarakat, maka hukum negara, dan struktur sosialnya, selain institusi
lR

adalah hasil sebagian pembentukan keputusan hukumnya sendiri.


yang diambil dengan cara yang tidak langsung Pengertian hukum yang memadai
oleh penguasa. Penguasa mempunyai tugas seharusnya tidak hanya memandang hukum
untuk mengatur dengan cara-cara umum untuk itu sebagai suatu perangkat kaidah dan azas-
na

mengatasi problema-problema kemasyarakatan azas yang mengatur kehidupan manusia dalam


yang serba luas dan rumit, pengaturan ini masyarakat, tetapi harus pula mencakup
Jur

Ibid., hlm. 93.


14

Daniel S. Lev, Hukum Dan Politik di Indonesia, Kesinambungan dan Perubahan, Cet I (Jakarta: LP3S, 1990), hlm.
15

Xi.i

Relasi Hukum Dan Politik Dalam Sistem Hukum Indonesia (Merdi Hajiji) 367
Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

lembaga (institutions) dan proses (process) yang (institusi politik) dalam hal ini yang tercermin
diperlukan untuk mewujudkan hukum dalam dalam struktur kekuasaan lembaga negara,

HN
kenyataan.16 seperti Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat
Dari kenyataan ini disadari, adanya suatu dan lembaga-lembaga negara lainnya dan sisi
ruang yang absah bagi masuknya suatu proses kekuatan politik dari infrastruktur politik adalah
politik melalui wadah institusi politik untuk seperti: partai politik, tokoh-tokoh masyarakat,

BP
terbentuknya suatu produk hukum. Sehubungan organisasi kemasyarakatan, Lembaga Swadaya
dengan itu, ada dua kata kunci yang akan diteliti Masyarakat, organisasi profesi dan lain-lain.
lebih jauh tentang pengaruh kekuasaan dalam Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa
hukum yakni mencakup kata ”process” dan pembentukan produk hukum adalah lahir dari
kata ”institutions,” dalam mewujudkan suatu pengaruh kekuatan politik melalui proses politik

ing
peraturan perundang-undangan sebagai produk dalam institusi negara yang diberikan otoritas
politik. Pengaruh itu akan semakin nampak pada untuk itu.
produk peraturan perundang-undang oleh suatu Seperti telah diuraikan dalam bagian
institusi politik yang sangat dipengaruhi oleh terdahulu bahwa teori-teori hukum yang
kekuatan-kekuatan politik yang besar dalam
ind berpengaruh kuat terhadap konsep-konsep dan
institusi politik. Sehubungan dengan masalah implementasi kehidupan hukum di Indonesia
ini, Miriam Budiarjo berpendapat bahwa adalah teori hukum positivisme. Pengaruh
kekuasaan politik diartikan sebagai kemampuan teori ini dapat dilihat dari dominannya konsep
untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum kodifikasi hukum dalam berbagai jenis hukum
V
(pemerintah) baik terbentuknya maupun yang berlaku di Indonesia bahkan telah
akibat-akibatnya, sesuai dengan pemegang merambat ke sistem hukum internasional dan
hts

kekuasaan.17 Dalam proses pembentukan tradisional.18 Demikian pula dalam praktek


peraturan hukum oleh institusi politik peranan hukum pun di tengah masyarakat, pengaruh
kekuatan politik yang duduk dalam institusi aliran poisitvis adalah sangat dominan. Apa
politik itu adalah sangat menentukan. Institusi yang disebut hukum selalu dikaitkan dengan
ec

politik secara resmi diberikan otoritas untuk peraturan perundang-undangan, di luar


membentuk hukum hanyalah sebuah institusi itu, dianggap bukan hukum dan tidak dapat
yang vacum tanpa diisi oleh mereka diberikan dipergunakan sebagai dasar hukum. Nilai-nilai
lR

kewenangan untuk itu. Karena itu institusi politik dan norma di luar undang-undang hanya dapat
hanya alat belaka dari kelompok pemegang diakui apabila dimungkinkan oleh undang-
kekuasaan politik. Kekuatan-kekuatan politik undang dan hanya untuk mengisi kekosongan
dapat dilihat dari dua sisi yakni sisi kekuasaan peraturan perundang-undang yang tidak atau
na

yang dimiliki oleh kekuatan politik formal belum mengatur masalah tersebut.
Jur

16
Mieke Komar, et.al., Mochtar Kusumaatmadja: Pendidik dan Negarawan, Kumpulan Karya Tulis Menghormati 70
Tahun Prof. DR. Mochtar Kusumaatmadja, SH, LLM (Bandung: Alumni, 1999), hlm. 91.
17
Kisno Hadi, ”Satu Dasawarsa Relasi Politik Lokal Dan Nasional Dalam Konteks Otonomi Daerah” Jurnal Politika
Vol. 1 No. 2 (2010): 5.
18
Lili Rasyidi & Ira Rasyidi, Op.Cit., hlm. 181.

368 Jurnal RechtsVinding, Vol. 2 No. 3, Desember 2013, hlm. 361-373


Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

Pengaruh kekuatan-kekuatan politik dalam hukum sebagai negara yang menganut sistem
membentuk hukum dibatasi ruang geraknya demokrasi, seperti kalangan pengusaha, tokoh

HN
dengan berlakunya sistem konstitusional ilmuan, kelompok organisasi kemasyarakatan,
berdasarkan checks and balances, seperti organisasi profesi, tokoh agama, lembaga
yang dianut Undang-Undang dasar 1945 swadaya masyarakat dan lain-lain. Bahkan
(UUD 1945) setelah perubahan. Jika diteliti Undang-Undang tentang Pembentukan

BP
lebih dalam materi perubahan UUD 1945 Peraturan Perundang-undangan dan Undang-
mengenai penyelenggaraan kekuasaan Undang tentang Pemerintahan Daerah
negara adalah mempertegas kekuasaan dan menyatakan ”Masyarakat berhak memberikan
wewenang masing-masing lembaga-lembaga masukan secara lisan atau tertulis dalam
negara, mempertegas batas-batas kekuasaan rangka penyiapan atau pembahasan Rancangan

ing
setiap lembaga negara dan menempatkannya Undang Undang dan Rancangan Peraturan
berdasarkan fungsi-fungsi penyelenggaraan Daerah.”
negara bagi setiap lembaga negara. Sistem yang Kenyataan di atas menunjukan bahwa
demikian disebut sistem ”checks and balances”,
ind pengaruh masyarakat dalam mempengaruhi
yaitu pembatasan kekuasaan setiap lembaga pembentukan hukum, mendapat tempat dan
negara oleh undang-undang dasar, tidak ada apresiasi yang begitu luas. Apalagi sejak tuntutan
yang tertinggi dan tidak ada yang rendah, masyarakat dalam mendesakkan reformasi
semuanya sama di atur berdasarkan fungsi- disegala bidang berhasil dimenangkan. Era
fungsi masing-masing. reformasi telah membawa perubahan besar di
V
Dengan sistem yang demikian, memberikan segala bidang ditandai dengan lahirnya sejumlah
kesempatan kepada setiap warga negara yang undang-undang yang memberi apresiasi
hts

merasa dirugikan hak konstitusionalnya oleh yang begitu besar dan luas. Dalam kasus ini,
produk politik dari institusi politik pembentuk mengingatkan kita kepada apa yang diutarakan
hukum untuk mengajukan gugatan terhadap oleh pakar filsafat publik Walter Lippmann,
institusi negara tersebut. Dalam hal pelanggaran bahwa opini massa telah memperlihatkan diri
ec

tersebut dilakukan melalui pembentukan sebagai seorang master pembuat keputusan


undang-undang maka dapat diajukan keberatan yang berbahaya ketika apa yang dipertaruhkan
kepada Mahkmah Konstitusi dan dalam hal adalah soal hidup mati.
lR

segala produk hukum dari institusi politik Kenyataan yang perlu disadari, bahwa
lainnya dibawah undang-undang diajukan intensnya pengaruh tuntutan masyarakat
kepada Mahkamah Agung. terhadap pembentukan hukum dan lahirnya
Di luar kekuatan-kekuatan politik keputusan-keputusan hukum dapat terjadi
na

yang duduk dalam institusi-instusi politik, jika tuntutan rasa keadilan dan ketertiban
terdapat kekuatan-kekuatan lainnya yang masyarakat tidak terpenuhi atau terganggu.
memberikan kontribusi dan mempengaruhi Rasa ketidakadilan dan terganggunya ketertiban
Jur

produk hukum yang dilahirkan oleh institusi- umum akan memicu efek opini yang bergulir
institusi politik. Kekuatan tersebut berbagai seperti bola salju yang semakin besar dan
kelompok kepentingan yang dijamin dan diakui membahayakan jika tidak mendapat salurannya
keberadaan dan perannya menurut ketentuan melalui suatu kebijakan produk hukum atau

Relasi Hukum Dan Politik Dalam Sistem Hukum Indonesia (Merdi Hajiji) 369
Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

keputusan yang memadai untuk memenuhi pada pembacaan yang sungguh-sungguh


tuntutan masyarakat tersebut. atas kebutuhan masyarakat akan undang-

HN
Satu catatan penting yang perlu undang dan peraturan serta tidak dirumuskan
dikemukakan disini untuk menjadi perhatian secara partisipatoris (kasus upaya pemaksaan
para lawmaker adalah apa yang menjadi pengesahan undang-undang Penanggulangan
keprihatinan Walter Lippmann, yaitu: ”Jika opini Keadaan Bahaya misalnya). The structure of

BP
umum sampai mendominasi pemerintah, maka the law-nya masih dihuni oleh pejabat-pejabat
disanalah terdapat suatu penyelewengan yang yang bermasalah dan berperan aktif dalam
mematikan, penyelewengan ini menimbulkan rangkaian keputusan atau praktek hukum yang
kelemahan, yang hampir menyerupai menyimpang. Apalagi the culture of the law-
kelumpuhan, dan bukan kemampuan untuk nya, budaya sogok dan suap jauh lebih menonjol

ing
memerintah.19 Karena itu perlu menjadi ketimbang profesionalisme sebagai aparatur
catatan bagi para pembentuk hukum adalah penegak hukum.
penting memperhatikan suara dari kelompok Kondisi hukum yang lumpuh ini semakin
masyarakat yang mayoritas yang tidak punya diperparah dengan ketiadaan keseriusan
akses untuk mempengaruhi opini publik, tidak
ind pemerintah untuk mengedepankan agenda law
punya akses untuk mempengaruhi kebijakan erforcement dan hambatan-hambatan politis
politik. Disinilah peranan para wakil rakyat yang lainnya. Desakan untuk melakukan pembersihan
terpilih melalui mekanisme demokrasi yang ada secara radikal terhadap institusi hukum
dalam struktur maupun infrastruktur politik (Kejaksaan Agung, Kepolisian, Mahkamah
V
untuk menjaga kepentingan mayoritas rakyat, Agung) serta pencabutan keputusan-keputusan
dan memahami betul norma-norma, kaidah- yang melanggar prinsip-prinsip keadilan (TAP
hts

kaidah, kepentingan dan kebutuhan rakyat agar MPRS No XXV dan UU Subversif) yang pernah
nilai-nilai itu menjadi hukum positif. dirintis Abdurahman Wahid, tidak lagi berlanjut
seiring dengan jatuhnya Wahid. Upaya Gus
4. Hukum yang Lumpuh dan Dilum­puh­ Dur justru dihambat dengan berbagai cara,
ec

kan? termasuk dengan penggulingan dirinya, artinya,


Dalam pandangan Lord Acton, upaya dalam kondisi dimana proses pemulihan hukum
perbaikan hukum secara menyeluruh dari kelumpuhan tengah berlangsung, upaya-
lR

menyangkut perubahan pada the content upaya untuk mempertahankan kelumpuhannya


of the law, the structure of the law, dan the juga gencar dilakukan berbagai pihak. Dalam
culture of the law. Persoalannya, di Indonesia konteks transisional, semua upaya tersebut
perubahan yang dilakukan semata-mata baru dilakukan tidak lain untuk mempertahankan
na

pada the content of the law, seperti dengan ketidakpastian hukum demi membebaskan
membuat sebanyak mungkin undang-undang pihak-pihak yang bermasalah sekaligus tetap
dan peraturan untuk mengatasi persoalan di mempertahankan previledge yang hanya dapat
Jur

masyarakat, itu pun seringkali tidak didasarkan

Ibid., hlm.15
19

370 Jurnal RechtsVinding, Vol. 2 No. 3, Desember 2013, hlm. 361-373


Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

dipetik dalam situasi ketidakpastian (pengadilan diambil oleh berbagai struktur politik itu. Karena
mantan presiden Soeharto misalnya). itu demokrasi juga membutuhkan transparansi

HN
(keterbukaan informasi), jaminan kebebasan
5. Sistem Politik Indonesia dan hak-hak sipil, saling menghormati dan
Untuk memahami lebih jauh tentang menghargai serta ketaatan atas aturan dan
mekanisme pembentukan hukum di Indonesia, mekanisme yang disepakati bersama.

BP
perlu dipahami sistem politik yang dianut. Dengan sistem politik yang demikianlah
Sistem politik mencerminkan bagaimana berbagai produk politik yang berupa kebijakan
kekuasaan negara dijalankan oleh lembaga- politik dan peraturan perundang-undangan
lembaga negara dan bagaimana meknaisme dilahirkan. Dalam kerangka paradigmatik yang
demikianlah produk politik sebagai sumber

ing
pengisian jabatan dalam lembaga-lembaga
negara itu dilakukan. Inilah dua hal penting hukum sekaligus sebagai sumber kekuatan
dalam mengenai sistem politik yang terkait mengikatnya hukum diharapkan – sebagaimana
dengan pembentukan hukum. yang dianut aliran positivis – mengakomodir
Beberapa prinsip penting dalam sistem ind segala kepentingan dari berbagai lapirsan
politik Indonesia yang terkait dengan uraian ini masyarakat, nilai-nilai moral dan etik yang
adalah sistem yang berdasarkan prinsip negara diterima umum oleh masyarakat. Sehingga
hukum, prinsip konstitusional serta prinsip apa yang dimaksud dengan hukum adalah
demokrasi. Ketiga prinsip ini saling terkait apa yang ada dalam perundang-undangan
yang telah disahkan oleh institusi negara
V
dan saling mendukung, kehilangan salah satu
prinsip saja akan mengakibatkan pincangnya yang memiliki otoritas untuk itu. Nilai-nilai
moral dan etik dianggap telah termuat dalam
hts

sistem politik ideal yang dianut. Prinsip negara


hukum mengandung tiga unsur utama, yaitu perundang-undangan itu karena telah melalui
pemisahan kekuasaan  - check and balances - proses partisipasi rakyat dan pemahaman atas
prinsip due process of law, jaminan kekuasaan suara rakyat. Dalam hal produk itu dianggap
kehakiman yang merdeka dan jaminan serta melanggar norma-norma dan nilai-nilai yang
ec

perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. mendasar yang dihirmati oleh masyarakat
Prinsip konstitusional mengharuskan setiap dan merugikan hak-hak rakyat yang dijamin
lembaga-lembaga negara pelaksana kekuasaan konstitusi, maka rakyat dapat menggugat negara
lR

negara bergerak hanya dalam koridor yang (institusi) tersebut untuk mebatalkan peraturan
diatur konstitusi dan berdasarkan amanat yang yang telah dikeluarkannya dan dinyatakan tidak
diberikan konstitusi.20 berlaku. Dengan demikian nilai moral dan etik,
Dengan prinsip demokrasi partisipasi publik/ kepentingan-kentingan rakyat yang ada dalam
na

rakyat berjalan dengan baik dalam segala kenyataan-kenyataan sosial tetap menjadi
bidang, baik pada proses pengisian jabatan- hukum yang dicita-citakan yang akan selalui
jabatan dalam struktur politik, maupun dalam mengontrol dan melahirkan hukum positif yang
Jur

proses penentuan kebijakan-kebijakan yang baru melalui proses perubahan, koreksi dan

Jimly Asshidiqie, Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia (Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2007).
20

Relasi Hukum Dan Politik Dalam Sistem Hukum Indonesia (Merdi Hajiji) 371
Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

pembentukan perundangan-undangan yang penyalahgunaan wewenang pada sistem hukum


baru.21 kita.

HN
6. Demoralisasi Hukum E. Penutup
Ada proses demoralisasi yang panjang dalam Memahami hukum Indonesia harus dilihat
dunia hukum kita. Juga ada masalah sistem yang dari akar falsafah pemikiran yang dominan

BP
mendukung munculnya demoralisasi tersebut. dalam kenyataanya tentang pengertian apa
Sistem peradilan kolonial yang kita gunakan yang dipahami sebagai hukum serta apa yang
secara tambal sulam tidak direvisi total pada diyakini sebagai sumber kekuatan berlakunya
tataran prinsipil untuk memenuhi kebutuhan hukum. Dari uraian pada bagian terdahulu, tidak
masyarakat akan peradilan yang berkeadilan

ing
diragukan lagi bahwa apa yang dipahami sebagai
namun lebih merupakan alat kontrol yang hukum dan sumber kekuatan berlakunya hukum
represif. Sehingga barang siapa yang ingin sangat dipengaruhi oleh aliran positivisme
selamat dari jerat hukum, dia akan melakukan dalam ilmu hukum yang memandang hukum
upaya-upaya kolusi yang mendorong suburnya itu terbatas pada apa yang tertuang dalam
demoralisasi.
ind peraturan perundang-undangan atau yang
Dasar dari seluruh permasalahan ini adalah dimungkinkan berlakunya berdasarkan
tidak adanya visi, konsep dan strategi dalam ketentuan peraturan perundang-undangan,
masalah penegakan hukum dan keadilan. Tidak bahkan aliran ini akan terus mengokohkan
V
ada pendekatan baru dalam membangun image dirinya dalam perkembangan sistem hukum
hukum kita kecuali sekadar meneruskan apa Indonesia ke depan. Adapun nilai-nilai moral
hts

yang ditinggalkan rezim masa lalu. Masalah- dan etika serta kepentingan rakyat dalam
masalah hukum hanya menjadi isu politik diluar kenyataan-kenyataan sosial di masyarakat hanya
jangkauan kekuasaan hukum. sebagai pendorong untuk terbentuknya hukum
Dalam pandangan filsuf Yunani Aristoteles, yang baru melalui perubahan, koreksi serta
A state exists for the sake of a good life, and not pembentukan peraturan perundang-undangan
ec

for the sake of life only. Bahwa negara berdiri yang baru.
untuk sebuah kesejahteraan kehidupan, bukan Kenyataan ini menunjukkan bahwa hukum
sekadar kehidupan itu sendiri. Untuk sebuah adat dengan bentuknya yang pada umumnya
lR

kehidupan yang demokratis, maka rule of law tidak tertulis, yang sifatnya religio magis, komun,
hanya akan terwujud jika rakyat berpartisipasi kontan dan konkrit (visual), sebagai hukum asli
melakukan apa yang disebut David Bethaam Indonesia semakin tergeser digantikan oleh
sebagai kegiatan popular control over collective paham positivis. Menurut Penulis, berbagai
na

decision-making and equality of rights in the masalah kekecewaan pada penegakan hukum
exercise of that control. Disinilah berlaku serta kekecewaan pada aturan hukum sebagian
kontrol yang efektif untuk meminimalisir besarnya diakibatkan oleh situasi bergesernya
Jur

Hamdan Zoelva, ”Hukum dan Politik Dalam Sistem Hukum Indonesia”, Official Blog Hamdan Zoelva, http://
21

hamdanzoelva.wordpress.com/ (diakses 18 Oktober 2013).

372 Jurnal RechtsVinding, Vol. 2 No. 3, Desember 2013, hlm. 361-373


Volume 2 Nomor 3, Desember 2013

pemahaman terhadap hukum tersebut serta S. Lev, Daniel, Hukum Dan Politik di Indonesia,
proses pembentukan hukum dan putusan- Kesinambungan dan Perubahan, Cet I (Jakarta:

HN
LP3S, 1990).
putusan hukum yang tidak demokratis. Salman, Otje, Teori Hukum, Mengingat
Mengumpulkan dan Membuka Kembali
DAFTAR PUSTAKA (Bandung: Refika Aditama, 2004).
Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, Penelitian
Buku Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat

BP
Achmad, Ali, Menguak Tabir Hukum, Suatu Kajian (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001).
Filosofis dan Sosiologis, Cet. II (Jakarta: Penerbit
Gunung Agung, 2002). Makalah / Artikel / Prosiding / Hasil Penelitian
Asshidiqie, Jimly, Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Bagir Manan, ”Tugas Sosial Pemerintahan Daerah:,
Indonesia (Jakarta: Bhuana Ilmu Pupuler, 2007). opini, Pikiran Rakyat, 28 November 2008

ing
Bushar, Muhammad, Asas-Asas Hukum Adat, Suatu Kisno Hadi,” Satu Dasawarsa Relasi Politik Lokal
Pengantar, Cet. Ke-4 (Jakarta: Pradnya Paramita, Dan Nasional Dalam Konteks Otonomi Daerah”
1983). POLITIKA vol 1 No 2 (2010).
Komar, Mieke, at al., Mochtar Kusumaatmadja:
Pendidik dan Negarawan, Kumpulan Karya
Tulis Menghormati 70 Tahun Prof. DR. Mochtar ind Internet
Kusumaatmadja, SH, LLM. (Bandung: Alumni, Hamdan Zoelva, ”Hukum dan Politik Dalam Sistem
1999). Hukum Indonesia, Official Blog Hamdan Zoelva,
Rasyidi, Lili & Ira Rasyidi, Pengantar Filsafat dan http://hamdanzoelva.wordpress.com/
Teori Hukum, Cet. ke VIII (Bandung: Citra Adtya
Bakti, 2001).
V
hts
ec
lR
na
Jur

Relasi Hukum Dan Politik Dalam Sistem Hukum Indonesia (Merdi Hajiji) 373