Anda di halaman 1dari 42

BAB III

PENGKAJIAN KASUS
LAPORAN KASUS PADA Tn. M (47 TH) DENGAN CA RECTI
PRE DAN POST OPERASI DI RUANG AMBUN SURI LANTAI 1
RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI
A. Pengkajian
1. Identitas Pasien:
Nama : Tn. M
Umur : 47 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Mandahiling Natal
Pekerjaan : Wiraswasta
Suku : Mandahiling
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : SD
Status Kawin : Kawin
NO MR : 484902
Tanggal Masuk RS : 28 November 2017
Tanggal Pengkajian : 28 November 2017
Diagnosa Medis : CA Recti

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama
Pasien baru masuk ke ruangan bedah ambun suri lantai 1 pasien
rujukan dari Rumah Sakit Mandahiling pada tanggal 28 November
2017 dengan keluhan nyeri di bagian perut kiri bawah dan di bagian
anus. Pasien juga mengeluh BAB berdarah dan bercampur lendir,
BAB tidak lancar dan pasien mengatakan nyeri pada saat BAB.

b. Riwayat Penyakit Sekarang


Saat pengkajian tanggal 28 November 2017, pasien mengatakan
nyeri di bagian perut kiri bawah dan anus, pasien juga mengatakan
BAB berdarah dan bercampur lendir, BAB tidak lancar dan pasien
merasakan nyeri saat BAB. Pasien mengatakan nafsu makan
menurun. Ketika dilakukan pemeriksaan Tanda-tanda Vital
didapatkan Tekanan Darah 130/90 mmHg, Nadi 80 x / menit,
Pernafasan 20 x / menit, Suhu tubuh 36,5 °C. Pengkajian tanggal 2
Desember 2017 post op, pasien mengatakan nyeri dibagian luka
bekas operasi, pasien mengatakan nyeri bertambah saat bergerak,
pasien mengatakan nyeri seperti ditusuk – tusuk. Pasien mengatakan
sulit untuk bergerak, pasien mengatakan banyak dibantu keluarga
dalam aktivitas. Terdapat luka post colostomy pada perut bagian kiri,
luka tampak basah.

c. Riwayat Penyakit dahulu


Pasien mengatakan pernah dirawat di Rumah Sakit Tentara
Bukittinggi 15 hari yang lalu (12 November 2017) dengan keluhan
yang sama, Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit lain,
seperti hipertensi (-), DM (-), Stroke (-).

d. Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita
keluhan dan penyakit serupa dengan Pasien, dan tidak ada keluarga
menderita penyakit menular ataupun penyakit keturunan.

3. Pola Dasar Kebutuhan Manusia


a. Pola persepsi dan Penanganan Kesehatan
Persepsi terhadap penyakit : Pasien mengatakan memahami
keadaannya, bahwa ia sedang sakit dan harus mendapatkan
perawatan dari tenaga kesehatan, pasien juga mengatakan mungkin
ia sakit karena pola makan yang kurang baik.
Penggunaan : Pasien mengatakan bahwa ia merokok, dan tidak
pernah mengkonsumsi alkohol dan obat- obatan lainnya.
Alergi : Pasien mengatakan tidak memiliki alergi terhadap makanan,
obat – obatan dan juga plester.
b. Pola Nutrisi dan Metabolisme
Diet / suplemen khusus : Tidak ada
Instruksi diet sebelumnya : Tidak ada
Nafsu makan : Pasien mengtakan bahwa nafsu makan menurun,
tidak ada kesulitan dalam menelan.
Riwayat masalah kulit : Tidak ada

Gambaran diet :
Diet pasien Pagi Siang Malam Porsi
Sebelum nasi, lauk, nasi, lauk, nasi, lauk, 1 porsi
sakit sayur , buah sayur , buah sayur , buah
Setelah MLTKTP MLTKTP MLTKTP ¼ porsi
satit

c. Pola Eliminasi
Kebiasaan defekasi : Mengalami Gangguan, konstipasi (+), BAB
berdarah dan tidak lancar.
Kebiasaan berkemih : Normal, frekuensi ± 4 -5 kali sehari.
Alat bantu : pasien tampak terpasang kateter setelah operasi
Eliminasi Defekasi Miksi
Sebelum sakit Normal Normal
Setelah satit Stoma Kateter

d. Pola Akivitas dan Olahraga


Kemampuan perawatan diri

Aktivitas Sebelum sakit Setelah sakit

Makan / minum Mandiri Bantuan orang lain


Mandi Mandiri Bantuan orang lain
Berpakaian Mandiri Bantuan orang lain
Toileting Mandiri Bantuan peralatan
dan orang lain
Mobilisasi Mandiri Bantuan orang lain
Berpindah Mandiri Bantuan orang lain
Berjalan Mandiri Bantuan orang lain
Menaiki tangga Mandiri Bantuan orang lain

Keluhan saat beraktivitas : Nyeri perut kiri bawah dan anus


e. Pola Istirahat Dan Tidur
Kebiasaan tidur : ± 7 jam perhari
Pola istirahat dan tidur

Sebelum sakit 6-7 jam/hari


Setelah sakit 3-4 jam/hari
Merasa segar setelah bangun tidur : Ya
Masalah : Tidak ada

f. Pola Kognitif – Persepsi


Status mental : Baik
Bicara : Normal dan jelas
Bahasa Sehari – Hari : Bahasa daerah
Kemampuan Berbahasa Indonesia : Baik
Tingkat Ansietas : Sedang
Ketepantan Interaksi : Tepat
Pendengaran : Normal

g. Pola Koping – Toleransi Stres


Pasien mendapatkan perawatan dari tim kesehatan, oleh karena itu
pasien merasa bisa mengatasi stress ataupun kecemasannya terhadap
penyakitnya.
h. Pola Keyakinan – Nilai
Pasien beagama islam, pasien dan keluarga tampak taat beribadah.
Pasien mengatakan agama sangat berpengaruh kepadanya,
bagaimanapun penyakit yang dideritanya pemberian dari Allah SWT,
dan Dia pulalah yang akan menyembuhkan penyaitnya melalui
bantuan tim kesehatan.

4. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tanda-Tanda Vital
Tekanan Darah : 130/90 mmHg
Nadi : 80 x / menit
Pernafasan : 20 x / menit
Suhu tubuh : 36,5 °C
Tinggi Badan : 158 cm
Berat Badan : 57 kg

5. Pemeriksaan Fisik Head To Toe


a. Kepala :
Inspeksi
Keadaan rambut & Hygiene kepala
Warna rambut : Hitam
Penyebaran : Merata
Mudah Rontok : Tidak
Kebersihan Rambut : Bersih
Palpasi
Benjolan : Tidak terdapat benjolan di sekitar kepala
Nyeri tekan : tidak ada nyeri tekan di sekitar kepala
Tekstur Rambut : Halus
b. Wajah
Inspeksi
Simetris : Simetris
Bentuk wajah : Bulat
Gerakan abnormal : Tidak terdapat gerak abnormal
Ekspresi wajah : Meringis
Palpasi
Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan di sekitar wajah
c. Mata
Inspeksi
Pelpebra : Tidak ada edema
Sclera : Non Ikterik
Conjuctiva : Anemis
Pupil : Isokor
Posisi mata : Simetris
Gerakan bola mata : Normal
Penglihatan : Normal
Palpasi
Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan di sekitar mata
d. Hidung & Sinus
Inspeksi
Posisi hidung : Simetris
Bentuk hidung : Mancung
Secret : Hidung tidak terdapat secret
Palpasi
Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan di sekitar hidung
e. Telinga
Inspeksi
Posisi telinga : Simetris
Ukuran telinga : Sedang
Aurikel : Bersih
Lubang telinga : Bersih
Pemakaian alat bantu : Tidak Ada
Palpasi
Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan di sekitar telinga
f. Mulut
Inspeksi
Kebersihan gigi : Bersih
Karang gigi : Tidak ada
Gigi palsu : Tidak ada
Warna gusi : Merah muda
Lidah : Bersih
Bibir : Mukosa kering dan bibir pecah-pecah
Palpasi
Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan di sekitar bibir
g. Tenggorokan
Inspeksi
Warna mukosa : Merah muda
Nyeri tekan : Tidak ada
Nyeri menelan : Tidak ada
h. Leher
Inspeksi
Kelenjar tyroid : Tidak terjadi pembesaran kelenjar tyroid
Palpasi
Kelenjar tyroid : Tidak teraba
Kaku kuduk : Tidak ada
Kelenjar limfe : Tidak terjadi pembesaran kelenjar limfe
g. Thorax dan Pernapasan
Inspeksi
Bentuk dada : Simetris
Irama pernafasan : Teratur
Pengembangan dada : Simetris antara kiri dan kanan
Tipe pernafasan : Normal
Palpasi
Vokal fremitus : Tidak ada
Nyeri : Tidak ada nyeri tekan
Perkusi
Suara paru : Sonor
Auskultasi
Suara nafas : Vesikuler
Suara tambahan : Tidak ada
i. Abdomen
Inspeksi
Warna abdomen : Sawo matang
Bentuk : Simetris
Lesi : Terdapat luka stoma post colostomy pada
perut sebelah kiri dengan keadaan luka
masih basah
Palpasi
Nyeri tekan : Nyeri tekan pada perut kiri bawah
Massa : Adanya stoma di perut bagian kiri dengan
ukuran 5 cm
Auskultasi
Bising usus : Hiperaktif
j. Genitalia dan Anus
Inspeksi : Pasien terpasang kateter
Palpasi : Nyeri tekan di daerah anus
k. Ekstremitas
Ekstremitas atas : Ekstremitas lengkap, simetris antara kiri
dan kanan, pergerakan aktif, tidak ada nyeri tekan, terpasang infus
RL 18 tetes/menit pada ekstremitas atas kiri
Ekstremitas bawah : Ekstremitas lengkap, simetris antara kiri
dan kanan, pergerakan aktif, terjadi edema pada kaki
4. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan endoskopi (8 November 2017)
Pada pemeriksaan endoskopi, pada anus tampak fisure, hemoroid
membesar dan perdarahan tidak aktif. Pada rectum ditemukan massa
tumor 3 cm dari ACL, menonjol ke lumen, mudah berdarah dan tampak
bagian yang nekrosis. 20 cm dari massa tampak polip bertangkai. Pada
sigmoid tampak massa tumor, mukosa baik. Pada colon desenden tidak
ditemukan tumor, mukosa baik, transfersum dan kolon diatasnya baik.

b. Laboratorium :
23 November 2017 ( Hematologi)
Tests Conc. Tests Conc. Nilai normal
HGB 15,1 EO# 0,24 14-18 gr/dL
RBC 5,12 BASO# 0,04
HCT 43,6 NEUT# 11,73 40-48%
MCV 85,2 LYMPH# 2,90 80,0-96,1
RDW-SD 41,6 MONO# 1,48 11,5-14,5
RDW-CV 13,7 PLT 491 +
WBC 16,39 PDW 10,3
EO% 1,5 MPV 9,7 1-4%
BASO% 0,2 P-LCR 22.0 0-1%
NEUTS% 71,6 PCT 0,47 +
LYMPH% 17,7 LED 45 20-35%
MONO% 9,0 PT 9,8 2-8%
APTT 32,1 INR 0,92

25 November 2017 (Hematologi)


Tests Conc. Nilai normal Flags
Glucose 101 mg/dL 70 - 105
Urea – Bun –UV 13,2 mg/dL 15- 39 L
Creatinin 0,6 mg/dL 0,5 – 1,2
Uric Acid 5,5 mg/dL 3,0 - 6,6
AST – GOT 12 U/L 6 - 40
ALT – GPT 13 U/L 6 -41

Terapi yang diberikan


Nama Obat Dosis Jenis
Infus RL 1 kolf / 8 Jam Infus
(Pre-Op)
Erythromycine (Pre-Op) Antibiotik

Vitamin K 1 mg/hari
(Pre-Op)
Vitamin C 100-250g/ hari Vitamin
(Pre op)
Ranitidine 2 x 1 amp Anti-histamin
(Post-Op)

Ceftriaxone (Post-Op) 2 x 1 Amp Antibiotik

Ketorolac 3 x 1 Amp Anti-inflamasi Non


( post op ) Steroid
ANALISA DATA

NO DATA FOKUS ETIOLOGI MASALAH


KEPERAWATAN
Pre op
1. DS: Penyakit Gangguan rasa
 Pasien mengatakan nyeri nyaman nyeri
pada anus
 Pasien mengatakan nyeri
saat BAB
 Pasien mengatakan nyeri
pada perut bagian bawah

DO:
 Pasien tampak meringis
 Skala nyeri 5
 Pasien tampak gelisah
 Pasien tampak lemas
 TD : 130/90 mmHg
 Nadi : 90 x/ menit
 Suhu : 36,5 C
 Pernafasan : 23 x / menit

2. DS: Penurunan Ketidakseimbangan


 Pasien mengatakan nafsu intake nutrisi nutrisi kurang dari
makan menurun kebutuhan tubuh
 Pasien mengatakan hanya
menghabiskan porsi diit
seperempat porsi
 Pasien mengatakan pberat
badan menurun 3 kg dalam
1 bulan terakhir
DO:
 Pasien tampak lemas
 Porsi diit dihabiskan
seperempat porsi
 Turgor kulit kering
 Mukosa bibir tampak kering
 Bibir pecah-pecah
 Konjunctiva anemis
 Hb : 12,3 gr/dL
 TD : 130/90 mmHg
 Nadi : 80 x/ menit
 Suhu : 36,5 C
 Pernafasan : 20 x / menit

3. DS: Pre operasi Anxietas


 Pasien mengatakan cemas
akan operasi
 Pasien mengatakan takut
dengan penyakit yang
dialaminya

DO:
 Pasien tampak cemas
 Pasien banyak bertanya
mengenai penyakitnya
 Pasien tampak gelisah
 Pasien tampang bingung
 TD : 130/90 mmHg
 Nadi : 110 x/ menit
 Suhu : 36,8 C
 Pernafasan : 25 x / menit

Post Op
1 DS: Insisi Bedah Kerusakan integritas
 Pasien mengatakan luka kulit
bekas operasi masih nyeri
 Pasien mengatakan luka
bekas operasi belum kering
 Pasien mengatakn nyeri saat
bergerak pada area bekas
operasi
DO:
 Terdapat luka stoma post
colostomy pada abdomen
kiri
 Ukuran diameter luka lebih
kurang 5 cm
 Luka post operasi tampak
basah

2. DS: Agen injury Gangguan rasa


 Pasien mengatakan nyeri di biologis nyaman nyeri
bagian bekas operasi
 Pasien mengatakan nyeri
seperti ditusuk-tusuk
 Pasien mengatakan nyeri
bertambah saat bergerak

DO:
 Pasien tampak meringis
 Pasien tampak gelisah
 Pasien tampak memegang
di daerah post operasai
 Skala nyeri 4

3. DS: Pembedahan Resiko infeksi


 Pasien mengatakan luka
bekas operasi terasa nyeri
 Pasien mengatakan luka
bekas operasi masih basah
 Pasien mengatakan pada
luka bekas operasi cairan
sering merembes
DO:
 Luka post op tampak basah
 Luka post op berwarna
merah muda
 Terdapat cairan bercampur
feses pada stoma
4. DS: Bedrest Post Gangguan mobilitas
 Pasien mengatakan sulit operasi fisik
untuk bergerak
 Pasien mengatakan anggota
tubuh terasa berat
 Pasien mengatakan semua
aktivitas dibantu oleh
keluarga
DO:
 Pasien tampak bedrest
 Pasien tampak lemas
 Semua aktivitas dibantu
keluarga
 Pasien tampak kaku

DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Pre OP
1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan penyakit
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intake tidak adekuat
3. Anxietas berhubungan dengan pre opersai
b. Post OP
1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan agent injury post op
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pembedahan
3. Resiko infeksi berhubungan dengan insisi bedah
4. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri
INTERVENSI KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN TUJUAN DAN INTERVENSI
KRITERIA HASIL KEPERAWATAN
1. Gangguan Rasa NOC : NIC :
Nyaman Nyeri  Pain Level Pain Management
 Pain control  Lakukan
 Comfort level pengkajian nyeri
Kriteria Hasil : secara
 Mampu mengontrol komprehensif
nyeri (tahu termasuk lokasi,
penyebab nyeri, karakteristik,
mampu durasi, frekuensi,
menggunakan nyeri
tehnik  Observasi reaksi
nonfarmakologi nonverbal dari
untuk mengurangi ketidaknyamanan
nyeri, mencari  Gunakan teknik
bantuan) komunikasi
 Melaporkan bahwa terapeutik untuk
nyeri berkurang mengetahui
dengan pengalaman nyeri
menggunakan pasien
manajemen nyeri  Evaluasi
 Mampu mengenali pengalaman nyeri
nyeri (skala, masa lampau
intensitas, frekuensi  Kontrol lingkungan
dan tanda nyeri) yang dapat
 Menyatakan rasa mempengaruhi
nyaman setelah nyeri seperti suhu
nyeri berkurang ruangan,
 Tanda vital dalam pencahayaan dan
rentang normal kebisingan
 Pilih dan lakukan
penanganan nyeri
(farmakologi, non
farmakologi dan
inter personal)
 Kaji tipe dan
sumber nyeri untuk
menentukan
intervensi
 Ajarkan tentang
teknik non
farmakologi
 Berikan analgetik
untuk mengurangi
nyeri
 Evaluasi
keefektifan kontrol
nyeri
 Tingkatkan
istirahat
 Kolaborasikan
dengan dokter jika
ada keluhan dan
tindakan nyeri
tidak berhasil
 Monitor
penerimaan pasien
tentang manajemen
nyeri

Analgesic
Administration
 Tentukan lokasi,
karakteristik,
kualitas, dan
derajat nyeri
sebelum pemberian
obat
 Cek instruksi
dokter tentang jenis
obat, dosis, dan
frekuensi
 Cek riwayat alergi
 Pilih analgesik
yang diperlukan
atau kombinasi dari
analgesik ketika
pemberian lebih
dari satu
 Tentukan pilihan
analgesik
tergantung tipe dan
beratnya nyeri
 Tentukan analgesik
pilihan, rute
pemberian, dan
dosis optimal
 Pilih rute
pemberian secara
IV, IM untuk
pengobatan nyeri
secara teratur
 Monitor vital sign
sebelum dan
sesudah pemberian
analgesik pertama
kali
 Berikan analgesik
tepat waktu
terutama saat nyeri
hebat
 Evaluasi efektivitas
analgesik, tanda
dan gejala (efek
samping)

2. Ketidakseimbangan NOC : NIC :


nutrisi kurang dari  Nutritional Status : Nutrition
kebutuhan tubuh food and Fluid Management
Intake  Kaji adanya alergi
makanan
Kriteria Hasil :  Anjurkan pasien
 Adanya untuk
peningkatan berat meningkatkan
badan sesuai dengan intake nutrisi
tujuan  Yakinkan diet yang
 Berat badan ideal dimakan
sesuai dengan tinggi mengandung tinggi
badan serat untuk
 Mampu mencegah
mengidentifikasi konstipasi
kebutuhan nutrisi  Berikan makanan
 Tidak ada tanda yang terpilih (
tanda malnutrisi sudah
 Tidak terjadi dikonsultasikan
penurunan berat dengan ahli gizi)
badan yang berarti  Monitor jumlah
nutrisi dan
kandungan kalori
 Berikan informasi
tentang kebutuhan
nutrisi
 Kaji kemampuan
pasien untuk
mendapatkan
nutrisi yang
dibutuhkan
 Kolaborasi dengan
ahli gizi untuk
menentukan jumlah
kalori dan nutrisi
yang dibutuhkan
pasien

Nutrition Monitoring
 BB pasien dalam
batas normal
 Monitor adanya
penurunan berat
badan
 Monitor tipe dan
jumlah aktivitas
yang biasa
dilakukan
 Monitor lingkungan
selama makan
 Monitor kulit
kering dan
perubahan
pigmentasi
 Monitor turgor
kulit
 Monitor
kekeringan, rambut
kusam, dan mudah
patah
 Monitor mual dan
muntah
 Monitor kadar
albumin, total
protein, Hb, dan
kadar Ht
 Monitor makanan
kesukaan
 Monitor pucat,
kemerahan, dan
kekeringan jaringan
konjungtiva
 Monitor kalori dan
intake nuntrisi
 Catat adanya
edema, hiperemik,
hipertonik papila
lidah dan cavitas
oral.
 Catat jika lidah
berwarna magenta,
scarlet

3. Anxietas NOC : NIC :


 Anxiety control Anxiety Reduction
 Coping (penurunan
Kriteria Hasil : kecemasan)
Pasien mampu  Gunakan
mengidentifikasi dan pendekatan yang
mengungkapkan menenangkan
gejala cemas  Nyatakan dengan
Mengidentifikasi, jelas harapan
mengungkapkan dan terhadap pelaku
menunjukkan tehnik pasien
untuk mengontol  Jelaskan semua
cemas prosedur dan apa
Vital sign dalam yang dirasakan
batas normal selama prosedur
Postur tubuh,  Temani pasien
ekspresi wajah, untuk memberikan
bahasa tubuh dan keamanan dan
tingkat aktivitas mengurangi takut
menunjukkan  Berikan informasi
berkurangnya faktual mengenai
kecemasan diagnosis, tindakan
prognosis
 Dorong keluarga
untuk menemani
pasien
 Lakukan back/
neck rub
 Dengarkan dengan
penuh perhatian
 Identifikasi tingkat
kecemasan
 Bantu pasien
mengenal situasi
yang menimbulkan
kecemasan
 Dorong pasien
untuk
mengungkapkan
perasaan,
ketakutan, persepsi
 Instruksikan pasien
menggunakan
teknik relaksasi
 Barikan obat untuk
mengurangi
kecemasan

4. Gangguan mobilitas NOC : NIC :


fisik  Joint Movement : Exercise therapy :
Active ambulation
 Mobility Level  Monitoring vital
 Self care : ADLs sign sebelm/sesudah
 Transfer latihan dan lihat
performance respon pasien saat
latihan
Kriteria Hasil :  Konsultasikan
 Pasien meningkat dengan terapi fisik
dalam aktivitas tentang rencana
fisik ambulasi sesuai
 Mengerti tujuan dengan kebutuhan
dari peningkatan  Bantu pasien untuk
mobilitas menggunakan
 Memverbalisasikan tongkat saat berjalan
perasaan dalam dan cegah terhadap
meningkatkan cedera
kekuatan dan  Ajarkan pasien atau
kemampuan tenaga kesehatan
berpindah lain tentang teknik
 Memperagakan ambulasi
penggunaan alat  Kaji kemampuan
Bantu untuk pasien dalam
mobilisasi (walker) mobilisasi
 Latih pasien dalam
pemenuhan
kebutuhan ADLs
secara mandiri
sesuai kemampuan
 Dampingi dan
Bantu pasien saat
mobilisasi dan bantu
penuhi kebutuhan
ADLs ps.
 Berikan alat Bantu
jika pasien
memerlukan.
 Ajarkan pasien
bagaimana merubah
posisi dan berikan
bantuan jika
diperlukan

5. Kerusakan integritas NOC : NIC :


kulit Tissue Integrity : Skin Pressure
and Mucous Management
Membranes  Anjurkan pasien
Kriteria Hasil : untuk menggunakan
 Integritas kulit yang pakaian yang
baik bisa longgar
dipertahankan  Hindari kerutan
(sensasi, elastisitas, padaa tempat tidur
temperatur, hidrasi,  Jaga kebersihan
pigmentasi) kulit agar tetap
 Tidak ada luka/lesi bersih dan kering
pada kulit  Mobilisasi pasien
 Perfusi jaringan (ubah posisi pasien)
baik setiap dua jam sekali
 Menunjukkan  Monitor kulit akan
pemahaman dalam adanya kemerahan
proses perbaikan  Oleskan lotion atau
kulit dan mencegah minyak/baby oil
terjadinya sedera pada derah yang
berulang tertekan
 Mampu melindungi  Monitor aktivitas
kulit dan dan mobilisasi
mempertahankan pasien
kelembaban kulit  Monitor status
dan perawatan nutrisi pasien
alami
6. Resiko infeski NOC : NIC :
Immune Status Infection Control
Knowledge : Infection (Kontrol infeksi)
control  Bersihkan
Risk control lingkungan setelah
dipakai pasien lain
Kriteria Hasil :  Pertahankan teknik
 Klien bebas dari isolasi
tanda dan gejala  Batasi pengunjung
infeksi bila perlu
 Mendeskripsikan  Instruksikan pada
proses penularan pengunjung untuk
penyakit, factor mencuci tangan saat
yang berkunjung dan
mempengaruhi setelah berkunjung
penularan serta meninggalkan
penatalaksanaannya pasien
,  Gunakan sabun
 Menunjukkan antimikrobia untuk
kemampuan untuk cuci tangan
mencegah  Cuci tangan setiap
timbulnya infeksi sebelum dan
 Jumlah leukosit sesudah tindakan
dalam batas normal kperawtan
 Menunjukkan  Gunakan baju,
perilaku hidup sarung tangan
sehat sebagai alat
pelindung
 Pertahankan
lingkungan aseptik
selama pemasangan
alat
 Ganti letak IV
perifer dan line
central dan dressing
sesuai dengan
petunjuk umum
 Gunakan kateter
intermiten untuk
menurunkan infeksi
kandung kencing
 Tingktkan intake
nutrisi
 Berikan terapi
antibiotik bila perlu

Infection Protection
(proteksi terhadap
infeksi)
 Monitor tanda dan
gejala infeksi
sistemik dan lokal
 Monitor hitung
granulosit, WBC
 Monitor
kerentanan
terhadap infeksi
 Batasi pengunjung
 Partahankan teknik
aspesis pada pasien
yang beresiko
 Inspeksi kulit dan
membran mukosa
terhadap
kemerahan, panas,
drainase
 Inspeksi kondisi
luka / insisi bedah
 Dorong masukkan
nutrisi yang cukup
 Instruksikan pasien
untuk minum
antibiotik sesuai
resep
 Ajarkan pasien dan
keluarga tanda dan
gejala infeksi
 Ajarkan cara
menghindari
infeksi
 Laporkan
kecurigaan infeksi
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Selasa/28 November 2017

No Diagnosa Implementasi Evaluasi


keperawatan
1. Gangguan rasa 1.Mengkaji lokasi, durasi, S:
nyaman nyeri frekuensi intensitas nyeri Pasien mengatakan
2.Mengontrol lingkungan nyeri di pada perut kiri
yang dapat bawah
mempengaruhi nyeri Pasien mengatakan
seperti suhu ruangan, nyeri pada anus
pencahayaan dan Pasien mengatakan
kebisingan nyeri pada saat BAB
3.Memonitor TTV pasien O:
4.Mengajarkan terapi non Pasien tampak
farmakologi teknik meringis
relaksasi dengan tarik Pasien tampak lemas
nafas dalam Skala nyeri 3
5.Menganjurkan pasien A: Gangguan rasa
untuk beristirahat nyaman nyeri
6.Mengkolaborasikan P: intervensi
pemberian terapi dilanjutkan
analgetik dengan dokter 1. Kaji lokasi, durasi,
frekuensi
intensitas nyeri
2. Kontrol
lingkungan yang
dapat
mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan,
pencahayaan dan
kebisingan
3. Monitor TTV
pasien
4. Ajarkan terapi non
farmakologi teknik
relaksasi dengan
tarik nafas dalam
5. Anjurkan pasien
untuk beristirahat
6. Kolaborasikan
pemberian terapi
analgetik dengan
dokter

2 Ketidakseimban 1. Mengkaji adanya S:


gan nutrisi alergi makanan Pasien mengatakan
kurang dari 2. Mengkaji turgor kulit tidak nafsu makan
kebutuhan tubuh 3. Memonitor jumlah Pasien mengatakan
nutrisi dan kandungan porsi diit dihabiskan
kalori seperempat porsi
4. Memonitor intake dan O:
output nutrisi Porsi diit pasien
5. Memberikan dihabiskan seperempat
informasi tentang porsi
kebutuhan nutrisi Mukosa bibir kering
6. Menganjurkan pasien Turgor kulit kering
makan dalam porsi Pasien tampak lemas
sedikit tapi sering A: Ketidakseimbangan
7. Mengkolaborasi nutrisi kurang dari
dengan ahli gizi untuk kebutuhan tubuh
menentukan jumlah P: intervensi
kalori dan nutrisi yang dilanjutkan
dibutuhkan pasien 1. Mengkaji adanya
alergi makanan
2. Mengkaji turgor
kulit
3. Memonitor intake
dan output nutrisi
4. Menganjurkan
pasien makan dalam
porsi sedikit tapi
sering
5. Mengkolaborasi
dengan ahli gizi
untuk menentukan
jumlah kalori dan
nutrisi yang
dibutuhkan pasien
3 Anxietas 1. Mengidentifikasi 1. Mengidentifikasi
tingkat kecemasan tingkat kecemasan
2. Menjelaskan semua 2. Menjelaskan semua
prosedur dan apa yang prosedur dan apa
dirasakan selama yang dirasakan
prosedur selama prosedur
3. Menemani pasien untuk 3. Menemani pasien
memberikan keamanan untuk memberikan
dan mengurangi takut keamanan dan
4. Memberikan informasi mengurangi takut
faktual mengenai 4. Berikan informasi
diagnosis, tindakan faktual mengenai
prognosis diagnosis, tindakan
5. Mendorong keluarga prognosis
untuk menemani pasien 5. Dorong keluarga
6. Mendengarkan dengan untuk menemani
penuh perhatian pasien
6. Dengarkan dengan
penuh perhatian

Rabu/29 November 2017

No Diagnosa Implementasi Evaluasi


keperawatan
1. Gangguan rasa 1. Mengkaji lokasi, durasi, S:
nyaman nyeri frekuensi intensitas Pasien mengatakan
nyeri nyeri di pada perut kiri
2. Mengontrol lingkungan bawah
yang dapat Pasien mengatakan
mempengaruhi nyeri nyeri pada anus
seperti suhu ruangan, Pasien mengatakan
pencahayaan dan nyeri pada saat BAB
kebisingan O:
3. Memonitor TTV pasien Pasien tampak
4. Mengajarkan terapi non meringis
farmakologi teknik Pasien tampak lemas
relaksasi dengan tarik Skala nyeri 3
nafas dalam A: Gangguan rasa
5. Menganjurkan pasien nyaman nyeri
untuk beristirahat P: intervensi
6. Mengkolaborasikan dilanjutkan
pemberian terapi 1. Kaji lokasi, durasi,
analgetik dengan dokter frekuensi intensitas
nyeri
2. Kontrol lingkungan
yang dapat
mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan,
pencahayaan dan
kebisingan
3. Monitor TTV
pasien
4. Ajarkan terapi non
farmakologi teknik
relaksasi dengan
tarik nafas dalam
5. Anjurkan pasien
untuk beristirahat
6. Kolaborasikan
pemberian terapi
analgetik dengan
dokter

2. Ketidakseimba 1. Mengkaji adanya alergi S:


ngan nutrisi makanan Pasien mengatakan
kurang dari 2. Mengkaji turgor kulit tidak nafsu makan
kebutuhan 3. Memonitor jumlah Pasien mengatakan
tubuh nutrisi dan kandungan porsi diit dihabiskan
kalori seperempat porsi
4. Memonitor intake dan O:
output nutrisi Porsi diit pasien
5. Memberikan informasi dihabiskan seperempat
tentang kebutuhan porsi
nutrisi Mukosa bibir kering
7. Menganjurkan pasien Turgor kulit kering
makan dalam porsi Pasien tampak lemas
sedikit tapi sering A: Ketidakseimbangan
8. Mengkolaborasi dengan nutrisi kurang dari
ahli gizi untuk kebutuhan tubuh
menentukan jumlah P: intervensi
kalori dan nutrisi yang dilanjutkan
dibutuhkan pasien 1. Mengkaji adanya
alergi makanan
2. Mengkaji turgor
kulit
3. Memonitor intake
dan output nutrisi
4. Menganjurkan
pasien makan dalam
porsi sedikit tapi
sering
5. Mengkolaborasi
dengan ahli gizi
untuk menentukan
jumlah kalori dan
nutrisi yang
dibutuhkan pasien

3. Anxietas 1. Mengidentifikasi S:
tingkat kecemasan Pasien mengatakan
2. Menjelaskan semua cemas akan operasi
prosedur dan apa yang Pasien mengatakan
dirasakan selama takut
prosedur O:
3. Menemani pasien untuk Pasien tampak cemas
memberikan keamanan Pasien sering bertanya
dan mengurangi takut mengenai operasinya
4. Memberikan informasi Pasien tampak gelisah
faktual mengenai A: anxietas
diagnosis, tindakan P: intervensi
prognosis dilanjutkan
5. Mendorong keluarga 1. Mengidentifikasi
untuk menemani pasien tingkat kecemasan
6. Mendengarkan dengan 2. Menjelaskan semua
penuh perhatian prosedur dan apa
yang dirasakan
selama prosedur
3. Menemani pasien
untuk memberikan
keamanan dan
mengurangi takut
4. Berikan informasi
faktual mengenai
diagnosis, tindakan
prognosis
5. Dorong keluarga
untuk menemani
pasien
6. Dengarkan dengan
penuh perhatian

Kamis/ 30 November 2017

No Diagnosa Implementasi Evaluasi


keperawatan
1. Gangguan rasa 1. Mengkaji lokasi, durasi, S:
nyaman nyeri frekuensi intensitas Pasien mengatakan
(Post Op) nyeri nyeri di pada perut kiri
2. Mengontrol lingkungan bawah
yang dapat Pasien mengatakan
mempengaruhi nyeri nyeri pada anus
seperti suhu ruangan, Pasien mengatakan
pencahayaan dan nyeri di bagian post
kebisingan luka post op
3. Memonitor TTV pasien O:
4. Mengajarkan terapi non Pasien tampak
farmakologi teknik meringis
relaksasi dengan tarik Pasien tampak lemas
nafas dalam Skala nyeri 3
5. Menganjurkan pasien Terdapat luka
untuk beristirahat colostomy di kuadran 4
6. Mengkolaborasikan A: Gangguan rasa
pemberian terapi nyaman nyeri
analgetik dengan dokter P: intervensi
dilanjutkan
1. Kaji lokasi, durasi,
frekuensi intensitas
nyeri
2. Kontrol lingkungan
yang dapat
mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan,
pencahayaan dan
kebisingan

3. Monitor TTV
pasien
4. Ajarkan terapi non
farmakologi teknik
relaksasi dengan
tarik nafas dalam
5. Anjurkan pasien
untuk beristirahat
6. Kolaborasikan
pemberian terapi
analgetik dengan
dokter

2. Kerusakan 1. Menganjurkan S: Pasien mengatakan


integritas kulit pasien luka post operasi masih
menggunakan basah
pakaian yang O: Tampak luka stoma
longgar post colostomy dengan
2. Menjaga kebersihan diameter 5 cm
kulit agar tetap A: Gangguan integritas
bersih dan kering kulit
3. Monitor adanya P: Intervensi
kemerahan pada dilanjutkan
kulit 1. Menganjurkan
4. Monitor aktivitas pasien
dan mobilisasi menggunakan
pasien pakaian yang
5. Monitor status longgar
nutrisi pasien 2. Menjaga
kebersihan kulit
agar tetap bersih
dan kering
3. Monitor adanya
kemerahan pada
kulit
4. Monitor aktivitas
dan mobilisasi
pasien
5. Monitor status
nutrisi pasien
3. Resiko Infeksi 1. Membersihkan S:
lingkungan setelah Pasien mengatakan
dipakai pasien lain luka masih basah
2. Menggunakan Pasien mengatakan
sabun antimikrobia terdapat rembesan
untuk cuci tangan cairan pada luka post
3. Mencuci tangan op
setiap sebelum dan O:
sesudah tindakan Luka colostomy
keperawatan tampak basah
4. Mengguunakan Luka colostomy
baju, sarung tangan berwarna kemerahan
sebagai alat Terdapat campuran
pelindung feses dan cairan pada
5. Mempertahankan luka post colostomy
lingkungan aseptik A: resiko Infeksi
6. Memonitor tanda P: intervensi
dan gejala infeksi dilanjutkan
7. Mengajarkan 1. Bersihkan
pasien dan lingkungan setelah
keluaarga dipakai pasien lain
mengatasi infeksi 2. Gunakan sabun
antimikrobia untuk
cuci tangan
3. Cuci tangan setiap
sebelum dan
sesudah tindakan
keperawatan
4. Gunakan baju,
sarung tangan
sebagai alat
pelindung
5. Pertahankan
lingkungan aseptik
6. Monitor tanda dan
gejala infeksi
7. Ajarkan pasien dan
keluaarga mengatasi
infeksi
4. Gangguan 1. Monitoring vital sign S:
mobilitas fisik sebelm/sesudah latihan Pasien mengatakan
(Post Op) dan lihat respon pasien sulit untuk bergerak
saat latihan Pasien mengatakan
2. Konsultasikan dengan anggota tubuh terasa
terapi fisik tentang berat
rencana ambulasi sesuai Pasien mengatakan
dengan kebutuhan tidak bisa beraktivitas
3. Bantu pasien untuk mandiri
menggunakan tongkat O:
saat berjalan dan cegah Pasien tampak bedrest
terhadap cedera Pasien tampak lemas
4. Ajarkan pasien atau Pasien tampak
tenaga kesehatan lain diabantu oleh keluarga
tentang teknik ambulasi di semua aktivitas
5. Kaji kemampuan pasien A: Gangguan mobilitas
dalam mobilisasi fisik
6. Latih pasien dalam P: Intervensi
pemenuhan kebutuhan dilanjutkan
ADLs secara mandiri 1. Monitoring vital
sesuai kemampuan sign sebelm/sesudah
latihan dan lihat
respon pasien saat
latihan
2. Konsultasikan
dengan terapi fisik
tentang rencana
ambulasi sesuai
dengan kebutuhan
3. Bantu pasien untuk
menggunakan
tongkat saat
berjalan dan cegah
terhadap cedera
4. Ajarkan pasien atau
tenaga kesehatan
lain tentang teknik
ambulasi
5. Kaji kemampuan
pasien dalam
mobilisasi
6. Latih pasien dalam
pemenuhan
kebutuhan ADLs
secara mandiri
sesuai kemampuan

Jum’at/ 31 November 2017

No Diagnosa Implementasi Evaluasi


keperawatan
1. Gangguan rasa 1. Mengkaji lokasi, durasi, S:
nyaman nyeri frekuensi intensitas Pasien mengatakan
(post op) nyeri nyeri di lokasi
2. Mengontrol lingkungan pembedahan
yang dapat Pasien mengatakan
mempengaruhi nyeri nyeri pada anus
seperti suhu ruangan, O:
pencahayaan dan Pasien tampak
kebisingan meringis
3. Memonitor TTV pasien Pasien tampak lemas
4. Mengajarkan terapi non Skala nyeri 3
farmakologi teknik A: Gangguan rasa
relaksasi dengan tarik nyaman nyeri
nafas dalam P: intervensi
5. Menganjurkan pasien dilanjutkan
untuk beristirahat 1. Kaji lokasi, durasi,
6. Mengkolaborasikan frekuensi intensitas
pemberian terapi nyeri
analgetik dengan dokter 2. Kontrol lingkungan
yang dapat
mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan,
pencahayaan dan
kebisingan
3. Monitor TTV
pasien
4. Ajarkan terapi non
farmakologi teknik
relaksasi dengan
tarik nafas dalam
5. Anjurkan pasien
untuk beristirahat
6. Kolaborasikan
pemberian terapi
analgetik dengan
dokter

2. Kerusakan 1. Menganjurkan pasien S: Pasien mengatakan


integritas kulit menggunakan pakaian luka post operasi masih
yang longgar basah
2. Menjaga kebersihan O: Tampak luka stoma
kulit agar tetap bersih post colostomy dengan
dan kering diameter 5 cm
3. Monitor adanya A: Gangguan integritas
kemerahan pada kulit kulit
4. Monitor aktivitas dan P: Intervensi
mobilisasi pasien dilanjutkan
5. Monitor status nutrisi 1. Menganjurkan
pasien pasien
menggunakan
pakaian yang
longgar
2. Menjaga
kebersihan kulit
agar tetap bersih
dan kering
3. Monitor adanya
kemerahan pada
kulit
4. Monitor aktivitas
dan mobilisasi
pasien
5. Monitor status
nutrisi pasien
3. Resiko Infeksi 1. Membersihkan S:
lingkungan setelah Pasien mengatakan
dipakai pasien lain luka masih basah
2. Menggunakan sabun Pasien mengatakan
antimikrobia untuk cuci terdapat rembesan
tangan cairan pada luka post
3. Mencuci tangan setiap op
sebelum dan sesudah Cairan rembesan muali
tindakan keperawatan berkurang
4. Mengguunakan baju, O:
sarung tangan sebagai Luka colostomy
alat pelindung tampak basah
5. Mempertahankan Luka colostomy
lingkungan aseptik berwarna kemerahan
6. Memonitor tanda dan Terdapat campuran
gejala infeksi feses dan cairan pada
7. Mengajarkan pasien luka post colostomy
dan keluaarga A: resiko Infeksi
mengatasi infeksi P: intervensi
dilanjutkan
1. Bersihkan
lingkungan setelah
dipakai pasien lain
2. Gunakan sabun
antimikrobia untuk
cuci tangan
3. Cuci tangan setiap
sebelum dan
sesudah tindakan
keperawatan
4. Gunakan baju,
sarung tangan
sebagai alat
pelindung
5. Pertahankan
lingkungan aseptik
6. Monitor tanda dan
gejala infeksi
7. Ajarkan pasien dan
keluaarga mengatasi
infeksi

4 Gangguan 1. Monitoring vital sign S:


mobilitas fisik sebelm/sesudah latihan Pasien mengatakan
(Post Op) dan lihat respon pasien sulit untuk bergerak
saat latihan Pasien mengatakan
2. Konsultasikan dengan anggota tubuh terasa
terapi fisik tentang berat
rencana ambulasi sesuai Pasien mengatakan
dengan kebutuhan tidak bisa beraktivitas
3. Bantu pasien untuk mandiri
menggunakan tongkat O:
saat berjalan dan cegah Pasien tampak bedrest
terhadap cedera Pasien tampak lemas
4. Ajarkan pasien atau Pasien tampak
tenaga kesehatan lain diabantu oleh keluarga
tentang teknik ambulasi di semua aktivitas
5. Kaji kemampuan pasien A: Gangguan mobilitas
dalam mobilisasi fisik
6. Latih pasien dalam P: Intervensi
pemenuhan kebutuhan dilanjutkan
ADLs secara mandiri 1. Monitoring vital
sesuai kemampuan sign sebelm/sesudah
latihan dan lihat
respon pasien saat
latihan
2. Konsultasikan
dengan terapi fisik
tentang rencana
ambulasi sesuai
dengan kebutuhan
3. Bantu pasien untuk
menggunakan
tongkat saat
berjalan dan cegah
terhadap cedera
4. Ajarkan pasien atau
tenaga kesehatan
lain tentang teknik
ambulasi
5. Kaji kemampuan
pasien dalam
mobilisasi
6. Latih pasien dalam
pemenuhan
kebutuhan ADLs
secara mandiri
sesuai kemampuan
5 Kerusakan 1. Menganjurkan pasien S: Pasien mengatakan
. integritas kulit menggunakan pakaian luka post operasi masih
yang longgar basah
2. Menjaga kebersihan O: Tampak luka stoma
kulit agar tetap bersih post colostomy dengan
dan kering diameter 5 cm
3. Monitor adanya A: Gangguan integritas
kemerahan pada kulit kulit
4. Monitor aktivitas dan P: Intervensi
mobilisasi pasien dilanjutkan
5. Monitor status nutrisi 1. Menganjurkan
pasien pasien
menggunakan
pakaian yang
longgar
2. Menjaga kebersihan
kulit agar tetap
bersih dan kering
3. Monitor adanya
kemerahan pada
kulit
4. Monitor aktivitas
dan mobilisasi
pasien
5. Monitor status
nutrisi pasien

Sabtu/ 1 Desember 2017

No Diagnosa Implementasi Evaluasi


keperawatan
1. Gangguan rasa 1. Mengkaji lokasi, durasi, S:
nyaman nyeri frekuensi intensitas Pasien mengatakan
nyeri nyeri di bagian bekas
2. Mengontrol lingkungan operasi mulai
yang dapat berkurang
mempengaruhi nyeri Pasien mengatakan
seperti suhu ruangan, nyeri pada anus juga
pencahayaan dan berkurang
kebisingan O:
3. Memonitor TTV pasien Pasien tampak
4. Mengajarkan terapi non meringis
farmakologi teknik Pasien tampak lemas
relaksasi dengan tarik Skala nyeri 2
nafas dalam A: Gangguan rasa
5. Menganjurkan pasien nyaman nyeri
untuk beristirahat P: intervensi
6. Mengkolaborasikan dilanjutkan
pemberian terapi 1. Kaji lokasi, durasi,
analgetik dengan dokter frekuensi intensitas
nyeri
2. Kontrol lingkungan
yang dapat
mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan,
pencahayaan dan
kebisingan
3. Monitor TTV
pasien
4. Ajarkan terapi non
farmakologi teknik
relaksasi dengan
tarik nafas dalam
5. Anjurkan pasien
untuk beristirahat
6. Kolaborasikan
pemberian terapi
analgetik dengan
dokter

2 Kerusakan 1. Menganjurkan pasien S: Pasien mengatakan


integritas kulit menggunakan pakaian luka post operasi masih
yang longgar basah
2. Menjaga kebersihan O: Tampak luka stoma
kulit agar tetap bersih post colostomy dengan
dan kering diameter 5 cm
3. Monitor adanya A: Gangguan integritas
kemerahan pada kulit kulit
4. Monitor aktivitas dan P: Intervensi
mobilisasi pasien dilanjutkan
5. Monitor status nutrisi 1. Menganjurkan
pasien pasien
menggunakan
pakaian yang
longgar
2. Menjaga
kebersihan kulit
agar tetap bersih
dan kering
3. Monitor adanya
kemerahan pada
kulit
4. Monitor aktivitas
dan mobilisasi
pasien
5. Monitor status
nutrisi pasien
3 Resiko Infeksi 1. Membersihkan S:
lingkungan setelah Pasien mengatakan
dipakai pasien lain luka masih basah
2. Menggunakan sabun Pasien mengatakan
antimikrobia untuk cuci terdapat rembesan
tangan cairan pada luka post
3. Mencuci tangan setiap op
sebelum dan sesudah O:
tindakan keperawatan Luka colostomy
4. Mengguunakan baju, tampak basah
sarung tangan sebagai Luka colostomy
alat pelindung berwarna kemerahan
5. Mempertahankan Terdapat campuran
lingkungan aseptik feses dan cairan pada
6. Memonitor tanda dan luka post colostomy
gejala infeksi A: resiko Infeksi
7. Mengajarkan pasien P: intervensi
dan keluaarga dilanjutkan
mengatasi infeksi 1. Bersihkan
lingkungan setelah
dipakai pasien lain
2. Gunakan sabun
antimikrobia untuk
cuci tangan
3. Cuci tangan setiap
sebelum dan
sesudah tindakan
keperawatan
4. Gunakan baju,
sarung tangan
sebagai alat
pelindung
5. Pertahankan
lingkungan aseptik
6. Monitor tanda dan
gejala infeksi
7. Ajarkan pasien dan
keluaarga mengatasi
infeksi

4 Gangguan 1. Monitoring vital sign S:


. mobilitas fisik sebelm/sesudah Pasien mengatakan
(Post Op) latihan dan lihat sulit untuk bergerak
respon pasien saat Pasien mengatakan
latihan anggota tubuh terasa
2. Konsultasikan dengan berat
terapi fisik tentang Pasien mengatakan
rencana ambulasi tidak bisa beraktivitas
sesuai dengan mandiri
kebutuhan O:
3. Bantu pasien untuk Pasien tampak bedrest
menggunakan tongkat Pasien tampak lemas
saat berjalan dan Pasien tampak
cegah terhadap cedera diabantu oleh keluarga
4. Ajarkan pasien atau di semua aktivitas
tenaga kesehatan lain A: Gangguan mobilitas
tentang teknik fisik
ambulasi P: Intervensi
5. Kaji kemampuan dilanjutkan
pasien dalam 1. Monitoring vital
mobilisasi sign sebelm/sesudah
6. Latih pasien dalam latihan dan lihat
pemenuhan kebutuhan respon pasien saat
ADLs secara mandiri latihan
sesuai kemampuan 2. Konsultasikan
dengan terapi fisik
tentang rencana
ambulasi sesuai
dengan kebutuhan
3. Bantu pasien untuk
menggunakan
tongkat saat
berjalan dan cegah
terhadap cedera
4. Ajarkan pasien atau
tenaga kesehatan
lain tentang teknik
ambulasi
5. Kaji kemampuan
pasien dalam
mobilisasi
6. Latih pasien dalam
pemenuhan
kebutuhan ADLs
secara mandiri
sesuai kemampuan