Anda di halaman 1dari 8

PRATIKUM 2

DIGITAL FILTER

1. Tujuan Pratikum
- Memahami tentang Digital Filter
- Memahami tentang Adding and Extracting Signals, and Modelling a
piano note
- Memahami tentang pratikum Digital Filter
- Memahami tentang Output dari program
2. Dasar Teori
Filter atau tapis adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyaring
sinyal, sebagian sinyal akan dibiarkan lewat, sebagian yang lain akan akan
ditahan. Filter yang sering digunakan adalah filter untuk menyaring sinyal
berdasarkan frekuensi sinyal, artinya sinyal dengan frekuensi tertentu akan
dibiarkan lewat, sinyal frekuensi yang lain akan ditahan. Berdasarkan sinyal
yang diproses, filter dibagi menjadi dua, yaitu filter analog dan filter digital.
Secara umum, filter digital adalah sama dengan filter analog, hanya saja
sinyal input dan sinyal outputnya adalah sinyal digital. Oleh karena itu,
komponen-komponen filter digital tidak terdiri dari R, L, C atau gabungannya,
tetapi terdiri dari penjumlah (adder), pengali (multiplier), dan elemen tunda
(delay element) atau gabungannya.

Gambar Digital Filter


Secara garis besar, ada dua macam filter digital, yaitu filter IIR (Infinite
Impulse Response) dan filter FIR (Finite Impulse Response). Filter FIR adalah
sistem yang murni umpan maju (feedforward), stabil, strukturnya sederhana
dan fasenya linier. Sedangkan filter IIR dapat berupa sistem umpan maju atau
umpan balik (feedback). Tidak seperti FIR, filter IIR mempunyai fase yang
tidak linier dan mempunyai potensi untuk tidak stabil. Kelebihan IIR adalah
pelemahan (attenuation) yang tinggi untuk orde yang lebih rendah, bila
dibanding dengan FIR.

3. Alat dan Bahan


- 1 buah PC/ Laptop
- Aplikasi Matlab
- Modul Digital Sinyal Processing with Matlab examples Volume 1
4. Prosedur Percobaan
- Adding and Extracting Signals
Program :
Keterangan Program :
 fs=4000;  frekuensi sampling dalam Hz
 tiv=1/fs;  selang waktu antar percobaan
 t=0:tiv:(0.1-tiv);  selang waktu yang ditetapkan
(0,1 detik)
 fu0=100;  frekuensi sinyal sinusoidal yaitu 100 Hz
 u0= sin (fu0 * 2 * pi * t);  sinyal low-pass
 u3= sin (3 * fu0 * 2 * pi * t);  sinyal band-pass
 u5= sin (5 * fu0 * 2 * pi * t);  sinyak high-pass
 u= u0 + (0,5 * u3) + (0,3 * u5);  masukan sinyal
 fh=120/(fs/2);frekuensi di potong rendah dalam
satuan Hz
 N=5;  urutan filter
 [numd, dend] = butter (N, fh);  mengatur penyaringan
Butterworth digital
 y0=filtfilt (numd, dend, u);  tanggapan dari
penyaringan rendah
 fl=220/(fs/2);frekuensi di potong rendah dalam
satuan Hz
 fh=380/(fs/2);  frekuensi di potong tinggi dalam
satuan Hz
 fb=[fl fh];  rumus untuk mendapatkan nilai band-pass
filter
 N=10;  urutan filter (5 + 5)
 [numd, dend] = butter (N, fb);  filter untuk nilai
butterworth digital
 y3=filtfilt (numd, dend, u);  tanggapan dari
penyaringan band-pass
 fh=420 / (fs / 2);  frekuensi di potong tinggi dalam
satuan Hz
 N=5;  urutan filter
 [numd, dend] = butter (N, fh, 'high');  mengatur
penyaringan Butterworth digital
 y5=filtfilt (numd, dend, u);  tanggapan dari
penyaringan tinggi
 subplot (4,1,1);  mengatur 4 gambar dalam 1 figure
dan menjadi keluaran system ini menjadi gambar 1
 plot (t, u, 'k'); menampilkan keluaran sinyal
 ylabel ('sinyal majemuk');  mengatur nama label
untuk sumbu y
 title ('menambahkan dan memulihkan percobaan'); 
 subplot (4,1,2);  mengatur 4 gambar dalam 1 figure
dan menjadi keluaran system ini menjadi gambar 2
 plot (t, y0, 'k');  menampilkan keluaran sinyal
 ylabel ('y0'); mengatur nama label untuk sumbu y
 subplot (4,1,3);  mengatur 4 gambar dalam 1 figure
dan menjadi keluaran system ini menjadi gambar 3
 plot (t, y3, 'k');  menampilkan keluaran sinyal
 ylabel ('y3');  mengatur nama label untuk sumbu y
 subplot (4,1,4);  mengatur 4 gambar dalam 1 figure
dan menjadi keluaran system ini menjadi gambar 4
 plot (t, y5, 'k');  menampilkan keluaran sinyal
 ylabel ('y5');  mengatur nama label untuk sumbu y
 xlabel ('detik');  mengatur nama label untuk sumbu x
 ysum = y0 + y3 + y5;  menambahkan harmonisa pulih
 subplot (2,1,1);  mengatur 2 gambar dalam 1 figure
dan menjadi keluaran system ini menjadi gambar 1
 plot (t, u, 'k');  menampilkan keluaran sinyal
 ylabel ('sinyal majemuk'); mengatur nama label untuk
sumbu y
 title ('menambahkan dan memulihkan percobaan'); 
 subplot (2,1,2);  mengatur 2 gambar dalam 1 figure
dan menjadi keluaran system ini menjadi gambar 2
 plot (t, ysum, 'k');  menampilkan keluaran sinyal
 ylabel ('ysum'); mengatur nama label untuk sumbu y
 xlabel ('detik'); mengatur nama label untuk sumbu x

- Modelling a Piano Note


Program :
Keterangan Program :
 Clc  untuk membersihkan layar
 [y1, fs1]=wavread('piano-G6.wav');  membaca file wav
 y1r=decimate(y1, R); mematikan sinyal audio
 [y2,fs2]=wavread ('piano-C6.wav');  membaca file wav
 y2r = decimate (y2, R);  mematikan sinyal audio
 disp ('komputasi model G6');
 na = 40;  Tingkat denominator IIR
 nb = 40;  IIR tingkat pembilang
 [mnumd, mdend] = stmcb (y1r, nb, na);  penyaringan
untuk nilai IIR
 [h1, th1]=impz(mnumd, mdend, length(y1r),fs1/R); 
tanggapan impuls dari model IIR
 subplot (2,1,1);  mengatur 2 gambar dalam 1 figure
dan menjadi keluaran system ini menjadi gambar 1
 plot (th1, h1);  menampilkan keluaran sinyal
 title ('model G6');  membuat judul untuk figure
 soundsc (h1); mendengar respons impuls
 disp ('menghitung model C6');
 na = 40; Tingkat denominator IIR
 nb = 40; IIR tingkat pembilang
 [mnumd, mdend] = stmcb (y2r, nb, na);  penyaringan
untuk nilai IIR
 [h2,th2]=impz(mnumd, mdend, length(y2r),fs2/R); 
tanggapan impuls dari model IIR
 subplot (2,1,2);  mengatur 2 gambar dalam 1 figure
dan menjadi keluaran system ini menjadi gambar 2
 plot (th2, h2);  menampilkan keluaran sinyal
 title ('model C6');  membuat judul untuk figure
 soundsc (h2);  mendengar respons impuls
 pause (1);  berhenti sejenak
 for n = 1: 5,  perulangan
 soundsc (h1); mendengar respons impuls
 pause (0.4);  berhenti sejenak
 soundsc (h2); mendengar respons impuls
 pause (0.4);  berhenti sejenak
 end  program berakhir

5. Hasil Percobaan
- Output Adding and Extracting Signals

Gambar 1.a
Analisa :
Sinyal diatas adalah sinyal dasar yang masih berisi dengan 3 filter
yaitu low-pass, band-pass dan high-pass.

Gambar 1.b
Analisa :
Sinyal diatas adalah respon dari sinyal filter low-pass, yaitu
meloloskan frekuensi di bawah frekuensinya.

Gambar 1.c
Analisa :
Sinyal diatas adalah respon dari sinyal filter band-pass, yaitu
meloloskan antara batas atas dan bawah yang ditentukan.

Gambar 1.d
Analisa :
Sinyal diatas adalah respon dari sinyal filter high-pass, yaitu
meloloskan frekuensi di atas frekuensinya.

Gambar 1.e
Analisa :
Sinyal diatas adalah sinyal yang menampilkan fungsi t sebagai selang
waktu dan fungsi u sebagai masukan sinyal.

Gambar 1.f
Analisa :
Sinyal diatas adalah sinyal keluaran yang menggabungkan 3 filter
yaitu low-pass, band-pass, dan high-pass.
- Output Modelling a Piano Note

Gambar 2.a
Analisa :
Sinyal diatas adalah hasil dari sinyal audio dengan nama file piano-G6.

Gambar 2.b
Analisa :
Sinyal diatas adalah hasil dari sinyal audio dengan namafile piano-C6.

6. Kesimpulan
Filter digital adalah sama dengan filter analog, hanya saja sinyal input
dan sinyal outputnya adalah sinyal digital. Oleh karena itu, komponen-
komponen filter digital tidak terdiri dari R, L, C atau gabungannya, tetapi
terdiri dari penjumlah (adder), pengali (multiplier), dan elemen tunda
(delay element) atau gabungannya. Dengan menggunakan digital filter kita
juga bisa menguji sinyal audio yang telah diredam noisenya, sehingga
menghasilkan suara yang lebih jernih.