Anda di halaman 1dari 1

Artikel: Menegakkan Persatuan Demi Cita-Cita Proklamasi

Oleh: Yosefa Astina Wulandari

Tepat pada tanggal 17 Agustus 2014 nanti bangsa ini akan memperingati kemerdekaanya yang ke-69.Usia
tersebut menandakan waktu yang telah cukup lama untuk mendirikan sebuah negara yang maju dan
sejahtera. Meskipun masih banyak yang harus dibenahi di berbagai bidang, namun Indonesia perlahan tapi
pasti telah berhasil menjadi negara yang terpandang di dunia.
Tidak terlepas Proklamasi Indonesia, terdapat konstitusi yuridis yang sampai saat ini menjadi salah satu pilar
kebangsaan yaitu Undang-Undang Dasar 1945 atau yang disingkat UUD 1945. UUD 1945 berisi Pembukaan
dan Batang Tubuh. Di bagian Pembukaan (Preambule) pada alinea kedua disebutkan sebagai berikut : “Dan
perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan
selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.
Alinea tersebut dapat diartikan, yaitu kemerdekaan mengantarakan Indonesia menjadi bangsa yang merdeka,
menjunjung persatuan, kedaulatan, keadilan, dn kemakmuran. Poin-poin tersebutlah yang diharapkan dapat
tercermin di kepribadian bangsa ini. Namun yang kita lihat sekarang adalah masih belum secara utuh
dijalankan bukandan diharapkan. Berbagai kendala masih menghambat untuk mencapai cita-cita tersebut
seperti masih adanya kesenjangan ekonomi, Perpecahan dengan menggunakan isu SARA,perang antar
suku,dan gerakan separatis dan merosotnya rasa nasionalisme akibat pengaruh budaya asing.

Pentingnya Persatuan
Indonesia merupakan negara paling majemuk di dunia. Terdapat berbagai suku, agama, bahasa, kepercayaan
dll. Persatuan adalah kunci untuk menyatukan kemajemukan tersebut. Inilah mengapa persatuan dan
kesatuan dipandang sangat penting, karena tanpa adanya dua hal tersebut, Indonesia akan sangat mudah
terpecah belah.Persatuan akan sia-sia bila hanya tertulis namun tidak terlaksana dalam
praktiknya.Perwujudan persatuan dapat berbentuk banyak hal, antara lain dengan menempatkan kesatuan,
persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Sikap rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, rasa cinta Tanah Air dan bangsa, bangga sebagai
Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia, serta memajukan pergaulan dan menmghargai perbedaan
demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika merupakan contoh lain dari perwujudan
persatuan. Masih banyak lagi contoh-contoh sederhana yang dapat diterapkan dan dampaknya akan
dirasakan setiap lapisan masyarakat Indonesia bila dilakukan dengan sungguh-sungguh.

1. Pendapat saya
- Menurut saya, Persatuan itu penting, perwujudannya tidak sulit dan cukup sederhana. Tanpa
adanya persatuan, maka perlahan bangsa ini akan hancur dan sia-sialah perjuangan para
pahlawan pendiri bangsa
2. Pendapat Penulis
- Mari kita bersama-sama mewujudkan bangsa yang mencerminkan persatuan yang jarang dimiliki
oleh negara lain, dan hanya kita yang memilikinya. Dengan begitu, Indonesia akan semakin maju
dan jaya untuk kita serta anak-cucu kita nanti
3. Kesimpulan
- Persatuan wajib diterapkan karena tanpa persatuan, Indonesia akan dihadapkan dengan
berbagai masalah sosial, antara lain adanya pertengkaran antar warga, permusuhan antar
kelompok, tawuran antar mahasiswa/siswa, perbedaan pendapat yang berujung pada kebencian,
pertikaian antar umat beragama, dan kecemburuan sosial.