Anda di halaman 1dari 23

Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi


(MONEV)
Elfindri*

*Andalas University

Abstrak
Artikel ini berupaya mengupas berbagai tahapan Monitoring dan evaluasi,
yang sering dilakukan oleh berbagai peneliti. Namun banyak pula yang kurang
paham, apa perbedaan dan kegunaannya. Dilanjutkan dengan memahami
bagaimana data dimanfaatkan untuk kepentingan monev, ukuran yang ingin
dipahami. Beberapa penelitian yang pernah penulis lakukan disarikan sebelum
rangkuman hasil dari artikel ini.

Abstract
This paper is concern with the concept of monitoring and evaluation
which is often used by researchers and practitioners. However, many of them
also found some difficulties in interpreting and using it as a tools for achieving
objectives. This paper also critically propose how data and evaluation is
conducted. The final of this papaer is the previous research conducted to
understand a various aspect of health and nutrition related behaviours.
Key Word: Monitoring and evaluation, health aspects

Pendahuluan
Kemudian dilaksanakan, baik oleh
Setiap tahun, alangkah
pemerintah melalui swa-kelola,
banyak program pembangunan
maupun pihak ke-tiga. Saat
yang direncanakan oleh
bersamaan banyak pula pihak-
pemerintah, termasuk bidang
pihak yang melaksanakan
kesehatan. Baik kegiatan tersebut
program; apakah itu dari
dibiayai melalui pemerintah pusat,
masyarakat, maupun kelompok
pemerintah daerah propinsi,
Lembaga Swadaya Masyarakat
maupun kabupaten dan kota.
(LSM).
Alamat Korespondesi: Elfindri, Andalas University, Padang Sumbar, email:
elfindrifeua@yahoo.com.au

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 106


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Siapapun yang melaksanakan M@E Bagian Dari Good


kegiatan akan selalu saja Coorporate Governance
memerlukan perbaikan dari setiap Sangat sering diperhatikan
proyek dan program yang dia ketika pemerintah daerah
jalankan. Masalahnya adalah menyusun program, banyak pula
bagaimana kita dapat melakukan yang melanjutkan program yang
perbaikan, tanpa diketahui apa sama. Dasarnya apa juga masih
yang tidak baik dari program sangat sedikit informasi yang
sebelumnya. Berlaku dan sangat kami peroleh. Pada saat
diperlukan bagi mereka yang juga bersamaan banyak sekali
terlibat dalam kajian kesehatan. penugasan untuk melakukan
Untuk itu keinginan untuk monitoring dan evaluation.
mengoreksi dan memperbaiki Mereka melaksanakan tugas
suatu program selalu saja melihat bagaimana implementasi
memerlukan cara bagaimana kegiatan. Bawasda, sebagai salah
secara akademik dilakukan yang satu lembaga di daerah yang
memenuhi berbagai aspek. Mudah melakukan monitoring dan
dilakukan dan mampu tenaga evaluasi sering melakukan hal ini.
menjalankannya. Suatu perpaduan Ada yang melaksanakan secara
yang sering dituntun dalam step demi step sesuai dengan
melaksanakan suatu proyek.Salah kaedah monitoring. Dan banyak
satu kunci untuk menghasilkan juga yang dialami, mereka tidak
perbaikan program yang baik mengerti apa itu evaluasi dan apa
adalah dari sisi “jam terbang”. itu penyelidikan. Teman-teman di
Hanya waktu yang menyebabkan Badan Pengawas Daerah
kualitas dari hasil evaluasi (Bawasda) sering melacak
menjadi semakin baik. Namun pelaksana kegiatan sebagai
jam terbang tersebut dapat saja seseorang yang tersangka.
dipercepat masanya untuk Sehingga hasil proses evaluasi
menjadi evaluator yang baik dan sering tidak memperoleh sasaran
handal. Maka untuk memenuhi yang sesungguhnya. Faktor utama
aspek yang terakhir tadi, maka yang dirasakan berada pada
sebaiknya perlu memahami cakupan yang dievaluasi dengan
terminologi yang ada sehingga penguasaan yang dimiliki oleh
memudahkan kita untuk proses evaluator yang terbatas.
monitoring dan evaluasi.
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 107
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Habis melakukan evaluasi Definisi Dasar: Goals, indikator


juga sering pula dilakukan rapat dan target
hasil evaluasi. Nah pada tahapan Banyak kita temukan
ini banyak sekali dari proses rapat terminologi dalam perencanaan
yang lari dari substansi kegiatan. dimana satu dengan lainnya
Sehingga apa yang dirapatkan dan memberikan makna yang berbeda.
apa indikator yang dinilai menjadi Agar lebih mudah dipahami,
sangat tidak jelas dan fokus. maka kita coba mendefinisikan
Sehingga rapat-rapat yang masing-masing terminologi
dilakukan lebih sering membahas tersebut, sehingga tidak menjadi
masalah yang spesifik dan detail, keliru.
namun hilang kesempatan untuk Goal atau tujuan adalah
menjadikan proses monitoring sebuah tujuan akhir dari negara
untuk koreksi kegiatan. atau sebuah masyarakat untuk
Fenomena-fenomena itulah yang mencapai sebuah target tertentu.
sering kami alami sebagai praktisi Misalnya ‘membasmi
pendamping pemerintah dalam kemiskinan’, mengurangi
melaksanakan kegiatan-demi kemiskinan, bebas buta huruf dan
kegiatan yang dibuat. sebagainya. Dimana secara
Apakah itu terjadi pada implisit dapat saja dikemukakan
pemerintahan daerah, ternyata di secara kualitatif, dan
dunia kesehatan praktek diartikulasikan secara kurang
pemanfaatan monitoring dan teknis. Sementara indikator adalah
evaluasi sering tidak pada variable yang digunakan untuk
semestinya. Sebuah proses di mengukur tujuan. Misalnya
perguruan tinggi kesehatan yang kemajuan untuk mengukur
dapat dinyatakan telah pembasmian kemiskinan dapat
melaksanakan ‘good corporate dilakukan dengan melihat
governance’ seharusnya proporsi dari rumah tangga,
melaksanakan monitoring dan katakan, yang berada di bawah
evaluation secara garis kemiskinan. Sementara
berkesinambungan. Sehingga dari targets adalah tingkatan dimana
waktu ke waktu rencana kegiatan negara atau sebuah masyarakat
yang dibuat dan dibiayai semakin ingin untuk mencapainya. Dengan
baik. kata lain, target sering

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 108


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

dengan rumusan yang kuantitatif seterusnya). Sedangkan outcomes


sifatnya. Misalnya seluruh rumah dapat dimengerti sebagai sebuah
tangga yang mampu memenuhi effek output yang dirasakan oleh
kebutuhan konsumsi di atas rumah tangga. Misalnya dengan
kebutuhan minimum dapat membangun sekolah, outcomes-
dicapai menjelang akhir tahun nya adalah berapa persen dari
2015. anak usia sekolah yang terdaftar.
Dengan mengacu kepada
Apa itu monitoring hasil?
terminologi di atas, maka
Monitoring hasil dilakukan monitoring hasil tentunya adalah
untuk tujuan untuk (a) memonitor melihat dari waktu ke waktu
trend dari luaran dalam kurun perubahan dari suatu set luaran
waktu, baik antar kelompok dari proses pembangunan.
maupun antar tempat; (b)
Apa itu evaluasi dampak?
mengumpulkan informasi untuk
mengumpulkan penyebab dari Menurut definisi yang
sebuah hasil atau keadaan dan (c) diberikan oleh Rubio dkk. (2000)
untuk memberikan umpan balik “an impact evaluation assesses
bagi pengambil kebijakan the changes in individuals’
terhadap effectiveness dari sebuah wellbeing that can be attributed to
program dan usaha-usaha untuk a particular program and policy.
mengatasi sesuatu. In other words, it determines the
Pencapaian tujuan dalam extend to which improvements in
proses pembangunan misalnya outcomes are due to a specific
dapat dilihat dari pernyataan yang public actions”.
sudah disampaikan menjadi Evaluasi dampak berbeda
outcomes, misalnya mengurangi dengan minitoring. Pada proses
angka kematian bayi, monitoring, yang dipantau adalah
meningkatkan angka buta aksara, perubahan dan penyimpangan dari
mengurangi proporsi penduduk ukuran-ukuran hasil
yang berada pada garis pembangunan melalui intervensi
kemiskinan. dan cara tertentu, sedangkan
Dalam proses pembangunan dalam evaluasi dampak
jelas akan menghasilkan output dilaksanakan untuk
fisik (misalnya jumlah jalan yang menemukenali masalah dan
diaspal, jumlah sekolah, dan berbagai potensi faktor yang
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 109
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

menjelaskan masalah tersebut. evaluasi dampak benar


Dengan demikian proses dilaksanakan setelah selesainya
monitoring langsung progam dilaksanakan. Untuk lebih
menjadikannya sebagai bahan jelasnya dapat dilihat dalam
tindakan koreksi sampai selesai Gambar 1. yang sederhana sekali
pelaksanaan program, sementara di bawah ini.

Gambar 1. Bagan Alur Beda antara Monitoring dengan Evaluasi

Kegiatan evaluasi Kegiatan evaluasi

@ __________________@ @_______ ____________@

Awal kegiatan Akhir Awal Akhir

Beberapa pertanyaan dapat (d) Adakah efek yang tidak


diajukan sebagai bahan untuk diinginkan atau efek yang
melakukan evaluasi dampak diinginkan terjadi sebagai
antara lain: akibat tercapainya tujuan
yang ditetapkan?
(a) Apakah program telah
(e) Sampai seberapa efektif suatu
mencapai tujuan?
program dapat diterapkan
(b) Dapatkan perubahan dari
dibandingkan dengan
‘katakan’ kemiskinan dapat
alternative program lainnya?
dijelaskan dari pelaksanaan
(f) Apakah program yang dibuat
program atau dijelaskan oleh
secara biaya paling baik untuk
faktor diluar dari kebijakan,
diterapkan dibandingkan
atau peranan dan dampak dari
dengan cara lainnya?
masing-masingnya berjalan
secara serentak? Apa Beda Monitoring Hasil
(c) Apakah dampak program dengan Evaluasi Dampak?
sama atau berbeda antara satu
Perbedaan yang hakiki ada
kelompok dengan kelompok
pada kapan dilakukan kegiatan
lainnya, antara satu daerah
evaluasi. Pada monitoring
dengan daerah lainnya?

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 110


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

dilakukan selama pelaksanaan diakhir kegiatan. Untuk segmen


program, dan pada evaluasi tertentu lihatlah Tabel 1. sebagai
kegiatan biasanya dilakukan pemandu.

Tabel 1.Perbedaan Antara Monitoring Hasil dengan Evaluasi Hasil

Monitoring Hasil Evalusi Dampak


Tujuan
Untuk melihat perubahan, misalnya Menilai perubahan dari kemiskinan
perubahan proporsi rumah tangga disebabkan oleh berbagai tindakan
miskin dari waktu ke waktu melalui kebijakan, dan mengevaluasi
dampaknya terhadap antara
komunitas, dan sekaligus
perubahannya dalam rumah tangga
Data yang diperlukan
Nasional, propinsi, kabupaten, data Data rumah tangga yang dapat
level rumah tangga yang merepresentatifkan populasi
dikumpulkan antar waktu setidaknya dalam dua rentang waktu
yang berbeda, baik sebelum maupun
setelah kebijakan dan program
dijalankan. Data individu dalam rumah
tangga dapat juga dijadikan sebagai
sumber penjelasan dari penyebab
perubahan dari kemiskinan.
Metodology
Membandingkan indicator dari waktu Membandingkan indicator yang sama
ke waktu sebelum adanya kebijakan dengan
setelah adanya kebijakan; atau antara
kelompok yang pernah memperoleh
kebijakan dengan kelompok lain yang
tidak menerima program sam sekali.
Sumber: Diadobsi dari Rubio, Prennushi dan Subbarao (2000: draft)
Goals atau Tujuan: Sebuah selama proses pembangunan. PBB
Konsensus biasanya memiliki goals atau
tujuan-tujuan utama dan antara.
Goals atau tujuan perlu
Di bawah ini dapat dilihat
dinyatakan dalam setiap apa saja
bagaimana PBB mendefinsikan
masalah yang ingin dipecahkan
tujuan pembangunan.
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 111
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Untuk mencapai standar dilakukan dalam proses


kehidupan ekonomi, maka goals monitoring adalah antara
adalah: Mengurangi penduduk guidelines dengan kenyataan, atau
miskin menjadi separo dari Dana Alokasi Satuan Kerja
kondisi tahun dasar. Dan ini (DASK) dengan kenyataannya
tercapai tahun 2015. dan kalau dalam kontrak kerja
Dalam bidang DASK tidak dijelasakan secara
pembangunan social, goals terukur, maka proses monitoring
dinyatakan seperti pencapaian bisa menjadi mengambang.
universal education menjelang Dalam prakteknya, perlu
tahun 2015. Menghapuskan dimonitor berbagai aspek yang
perbedaan gender pada seluruh terkait dengan berbagai indikator,
jenjang pendidikan sampai tahun baik indikator antara maupun
2015. Dan mengurangi 2/3 lebih indikator final dari suatu kegiatan.
rendah angka kematian bayi. Sehingga seharusnya sebelum
Di bidang lingkungan dilakukan monitoring, perlu
dinyatakan melaksanakan digambarkan bagaimana
pembangunan berwawasan indikator-indikator dapat diukur
lingkungan sebelum tahun 2010, dari suatu goals yang telah
untuk mengembalikan kembali ditetapkan oleh suatu pemerintah.
kehilangan lingkungan. Katakan contoh terkait dengan
penanganan kemiskinan.
Indikator Apa Yang Akan
Misalnya ketika pemberdayaan
dimonitor?
antara pria dan wanita adalah
Agar lebih mudah maka menjadi focus kebijakan, maka
peneliti, atau pelaksana program pengeluaran terhadap pendidikan
sebaiknya mampu menemukan dasar diangap sebagai faktor
dan merumuskan apa indicator intermediate yang perlu
antara dan indicator akhir yang dianalisisracy. Sementara literacy
akan dimonitor nantinya dalam rate adalah menjadi outcomes
pelaksanaan kegiatan. Sering yang yang perlu dinilai.

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 112


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Goals Indikator antara Indikator akhir

Mengurangi Pengeluaran program Maternal Mortality Rate


Angka kematian ibu kesehatan ibu

Penurunan HIV % Jangkauan Program HIV Penurunan Angka HIV

Contoh sederhana di atas dapat Data Untuk Memonitor Luaran


mempermudah kita dalam Program?
melakukan monitoring ataupun
Pekerjaan dalam menilai luaran
evaluasi. Dalam kaitan ini ketika
program lebih luas ketimbang
kita mencoba memonitoring
pekerjaan yang terkait dengan
pelaksanaan program, maka kita
monitoring. Ketika monitoring
perlu menggali informasi antara
dilakukan, besar kemungkinan
dana untuk penanggulangan
data-data yang dimaksud belum
kematian ibu melalui program
tersedia oleh badan-badan yang
perluasan kesehatan ibu dengan
menyediakannya. Sementara pada
realisasi, kemudian
saat bersamaan data untuk menilai
membandingkannya dengan
hasil pembangunan juga tidak
keharusan. Saat bersamaan data-
mudah. Kata kuncinya adalah
data yang terkait dengan hasil dari
seberapa terintegrasinya
program masih perlu pula
pelaksanaan program dengan
dipastikan tersedia.
inisiatif menyediakan informasi.
Jika data dan fakta lebih cepat
tersedia, maka melacak luaran
program lebih mudah dilakukan
dan begitu sebaliknya.

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 113


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Tabel 2. Data, Sumber, Badan Penyedia, dan Frekuensi

Data Sumber Badan Frekuensi


Data nasional Data Sitem perhitungan BPS Pertiga empat
GDP Konsumsi, statistic tahunan
Ekspor,
Keuangan Negara Penerimaan, Mentri Keuangan Bulanan
pengeluaran
Indikator Sosial Administratif Tahunan
sistem
Lokal Level Data Data sekunder di Penyedia Tahunan
Ketersediaan instansi pelayanan pelayanan
pelayanan kesehatan dasar
Pemanfaatan
pelayanan Survey Peneliti Tahunan
Data Individual
dan rumah tangga Sekali
tahunan atau
Kehidupan social
Survey rumah Spesial survey tiga tahunan
ekonomi
tangga oleh peneliti
Kepemilikan
rumah tangga
Tahunan atau
Indikator tiga tahunan
kesehatan
Akses terhadap
sanitasi dll.

Kesulitan sering terjadi oleh manajemen proyek, maka


dalam konteks ini. Biasanya tinggal mengadakan datanya
semasa penilaian antara dan secara lebih konsisten dan
monitoring unsur penyediaan akurat.
data awal dan rencana data Jika masalah tersebut
tengah waktu menjadi focus tidak dapat dipecahkan dengan
pembicaraan. Termasuk sulitnya mengakomodasi
rumusan-rumusan indikator berbagai data yang dicari, maka
yang disepakati untuk dinilai. kita perlu melacak manfaat atau
Ketika hal itu segera dijalankan kesulitan program melalui
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 114
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

sample survey. Ini dapat yang lebih komprehensif. Untuk


dilakukan dengan melakukan lebih mudahnya, maka skala
case-control design, atau dengan waktu evaluasi juga sangat
metode lainnya seperti follow- tergantung kepada seberapa
up, atau retrospektif survey. intens program dibuat, dan
Upaya upaya seperti ini nantinya seberapa cepat evaluasi harus
akan memperoleh gambaran dilakukan.

Tabel 3. Program Intervensi dan Durasi Reviewnya

Interfensi Outcomes Timeframe


Program perluasan Konsumsi, jam kerja segera
lapangan kerja
Intervensi Gizi Meningkatkan status gizi 4-6 tahun
balita
Pengembangan masa Peningkatan kesehatan, Menengah dan jangka
anak anak gizi dan pengembangan panjang
kognitif
Sumber: Dalam Ravallion (2001)

Teknik-teknik Evaluasi Proyek lakukan si pemberi kegiatan,


katakan dalam konteks ini Badan
Bagian yang sangat penting
Perencanaan Daerah perlu terlebih
adalah ketika kita ingin
dahulu menyusun TOR kegiatan.
melakukan proses evaluasi dari
Dalam TOR berisi antara lain
suatu proyek yang terkait dengan
latar belakang kegiatan, tujuan
pembangunan. Yang sering
kegiatan, methodology, dan
dipertanyakan adalah bagaimana
seterusnya. Ketika menyusun
caranya kita melakukan evaluasi
methodology, si pemberi kegiatan
itu? Kemudian tentunya cara
perlu menyusun bagaimana cara
evaluasi yang paling mudah
mengevaluasi. Atas dasar
dilaksanakan oleh pelaksana.
tersebut, kemudian kegiatan dapat
Dalam kaitan ini ada dua
ditawarkan kepada si penerima
proses yang lazimnya perlu
pekerjaan. Tentunya dengan
dilakukan oleh penyandang dana.
usulan-usulan yang paling logis
Sebelum kegiatan evaluasi di
untuk dilaksanakan.
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 115
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Penerima kegiatan sering sample yang karakternya adalah


juga mengalami kesulitan dalam relatif sama.
menyusun bagaimana teknik Kekuatan dari metode ini
evaluasi yang paling feasible. adalah kita dapat membandingkan
Mengingat kegiatan yang sifatnya antara kelompok pengamatan
kecil-kecilan sarat dengan yang menerima program
ketersediaan tenaga dan uang dibandingkan dengan mereka
untuk melaksanakannya. Namun yang tidak menerima.
langkah-langkah akademis harus Kesulitannya adalah kalau sebuah
tetap dipertahankan. program cakupannya luas, maka
Untuk itu beberapa metode mereka yang tidak menerima
dalam mengumpulkan informasi program adalah sulit dilakukan.
dapat dilakukan dengan cara Dalam kaitan ini kesulitan dalam
seperti berikut: memperoleh pasangan sample
yang benar benar sama tidaklah
a. Metode Case-Control mudah dilakukan, karena banyak
pertimbangan yang perlu
Metode Case-control sering
dilakukan. Diantaranya adalah
dinyatakan dalam literature
kesamaan karakter daerah,
sebagai metode control-designed. kesamaan relative latar belakang
Prinsip dasar dari metode ini
social-ekonomi. Ini dimaksudkan
adalah dengan mengumpulkan
agar perbandingan nantinya
berbagai set indikator dari sample
memperoleh hasil isolasi faktor
yang memperoleh treatment atau
kebijakan semakin pasti dideteksi
memperoleh beneficiary atau
pengaruhnya. Tabel 4.
manfaat. Kemudian dengan
memberikan contoh sederhana
pemilihan pengamatan, sample ini bagaimana metode case-kontrol
kemudian dibandingkan
dilakukan1.
indikatornya dengan pasangan

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 116


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Tabel 4. Metode Case dan Kontrol pada Berbagai Survey

Contoh Survey Case Kontrol

Survey dampak Rumah tangga yang Kontrol adalah rumah


pelaksanaan program menerima program tangga yang tidak
Cuci Tangan Dengan kampanye cuci tangan menerima program
Sabun dengan sabun. dengan karakter yang
sama dengan kelompok
case.
Survey Evaluasi Rumah tangga yang Rumah tangga yang
Manfaat Program pernah memperoleh tidak pernah
Posyandu aktivitas program memperoleh kegiatan
posyandu Posyandu
Dampak Penyediaan Indikator kesehatan Indikator kesehatan
tenaga Kesehatan di daerah yang ditempatkan dimana daerah yang
dusun terpencil tenaga kesehatan tidak pernah
memperoleh tenaga
kesehatan
Survey Manfaat Rumah tangga yang Rumah tangga yang
Bantuan Garam Oralit pernah menerima garam tidak menerima bantuan
Oralit garam oralit

b. Metode Follow-Up memperoleh manfaat dari suatu


program. Cara seperti ini sering
Metode ke dua lazim juga
dilakukan untuk menemukan
digunakan oleh mereka yang
berbagai persoalan yang terkait
sering menilai dampak dari suatu
dengan managemen kegiatan,
proyek. Metode follow-up lebih
coverage kegiatan, pemanfaatan
kepada metode yang melihat
kegiatan, biaya kegiatan.
bagaimana perubahan yang terjadi
Termasuk kajian kajian yang
dari mulai dilakukan proyek dan
menilai seberapa tepat dan efektif
dibandingkan dengan waktu-
dari suatu proyek dilaksanakan.
waktu sesudah proyek
Metode follow-up lebih
dilaksanakan.
mudah dilakukan mengingat kita
Metode follow-up nantinya
dapat mengenal calon sampel
dapat mengungkapkan bagaimana
survei lebih mendalam mengingat
perubahan antar waktu objek yang
informasinya dapat saja sekali,
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 117
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

dua atau lebih. Sementara unsur yang paling penting untuk


kesulitannya adalah pada aspek digali adalah aspek kualitatif dari
kegiatan itu sendiri. Jika penerapan proyek dan perkiraan-
kegiatannya dilakukan sudah jauh perkiraan yang akan diberikan
sebelum survei dilakukan, maka oleh calon responden.
sering responden tidak ingat.
Evaluasi Kualitatif dan
c. Metode Retrospektif
Kuantitatif
(Before-After)
Kadangkala evaluasi yang
Metode retrospektif lebih
memuaskan dihasilkan dari cara
kepada mencoba membandingkan
dan metoda evaluasi yang
aspek-aspek yang digali,
digunakan. Dalam
kemudian dibandingkan dengan
perkembangannya, sebenarnya
keadaan sebelum dilaksanakannya
evaluasi dihasilkan dari dua
kegiatan. Misalnya melihat
teknik. Teknik pertama adalah
dampak dari suatu pelaksanaan
cara evaluasi dengan kuantitatif.
proyek sebelum dan sesudah
Kedua adalah cara evaluasi
proyek dilaksanakan. Unsur-unsur
dengan kualitatif. Cara ketiga
yang perlu diperhatikan dalam
boleh dikatakan termasuk ke
mendesain dengan metoda ini
dalam kombinasi keduanya,
adalah upayakan referensi waktu
kualitatif dan kuantitif.
yang akan digunakan tidak jauh
Esensinya adalah pada cara
dari survey dilaksanakan. Jika
evaluasi kualitatif sering
semakin jauh, maka disanksikan
digunakan untuk menemukan
responden akan mengingatnya.
proses dan fenomena yang kita
d. Metode Prospektif pelajari. Hasil evaluasi lebih
banyak digunakan untuk
Metode prospektif berbeda
mendalami seluk beluk proses,
dengan metode retrospektif. Pada
sebab dan konsekwensi yang
metode prospektif unsur-unsur
dihasilkan. Melalui untaian kata
yang dikaji adalah bagaimana
dan deskripsi yang memberikan
harapan ke depan dari aspek
makna.
aspek yang ingin kita gali. Dapat
Sementara teknik kuantitatif
saja kita ingin menggali opini
mencoba menemukan besaran
masyarakat jika pemerintah ingin
kuantitatif dari hubungan-
melakukan suatu kegiatan. Jadi
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 118
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

hubungan relasional dari mampu memberikan gambaran


fenomena yang dipelajari. apakah pertanyaan penelitian
Dimulai dengan membangun telah mampu diungkap dengan
model, kemudian model tersebut metoda yang digunakan.

Tabel 5. Perbedaan antar Metode kualitatif dengan kuantitatif


dalam proses Evaluasi
Kuantitatif Kualitatif
Tujuan Untuk mengukur Untuk menemukan proses,
hubungan yang terjadi tingkah laku, kondisi dan
antara satu variabel persepsi dari individu dan
dengan variabel lain kelompok
Pengumpulan Terstruktur, format, Mendalam, dengan in-debth,
data dan didesain lebih dulu dan open-ended questionnaire
instrumen dipastikan Langsung mengobservasinya
Dokumen tertulis, diary, dsb.
Sampling Probability sampling Purposive sampling
Metodology Lebih dominant alat Triangulasi (mengecek
analisis statistic, mulai dari yang contenaran dan cross-
paling sederhana sampai checking)
advance Systematic content analysis
Mengenarilasi fenomena dari
hasil mendalam beberapa
pengamatan
Sumber: Dalam Elfindri dkk (2011)
Sejauh manakah validitas kepada sistem random yang
evaluasi tergantung dari data yang diadopsi, yang dilengkapi dengan
dikumpulkan. Sehingga hasil instrumen yang memadai
analisis sangat ditentukan kepada Dari uraian tersebut, dapat
sejauh mana kombinasi kualitatif dimengerti bahwa teknik
dan kuantitatif data yang kuantitatif dapat dikombinasikan
diperoleh. Secara umum, dengan teknik kualitatif bilamana
kualitatif data dikumpulkan untuk memerlukan pemahaman yang
hal-hal yang spesifik, seperti lebih komprehensif sewaktu
sikap masyarakat, pilihan dan evaluasi dilakukan. Tabel 5 di
preferensi. Sebaliknya metode atas merupakan kutipan kami
kuantitatif sangat bersandar terhadap dokumen yang
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 119
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

dihasilkan oleh Baker (1999) Gambaran singkat yang dapat kita


dimana dapat memberikan temukan bahwa ternyata
pemahaman yang lebih maju kebanyakan penelitian terdahulu
terhadap pentingnya diketahui banyak yang lebih pesimis
beda antara kualitatif dan menemukan, dalam arti lebih
kuantitatif. banyak kegagalan ketimbang
keberhasilan dari program yang
Kajian Evaluasi Antar Negara dipilih. Dalam konteks biaya,
Berikut ini disarikan kajian telah memakan berkisar
bagaimana penelitian terdahulu US$ 300.000-500.000. per jenis
telah dilakukan di berbagai evaluasi dampak. Rangkuman
negara, termasuk dengan teknik dapat dilihat pada Tabel 6.
evaluasi yang juga bervariasi.

Tabel 6. Beberapa Contoh Kajian evaluasi Antar Negara dengan


Teknik yang bervariasi

Penelitian/Sektor Metode Hasil Kebijakan


Peningkatan 170 area dipilih Penelitian ini Memperkuat
kualitas dan secara random, menemukan dampak hardware
kuantitas ekonometrika, dari kebijakan dibandingkan
pendidikan dasar enrolment dan pendidikan dasar software di bidang
di Ghana learning secara signifikan, pendidikan dasar
Evaluasi outcomes walaupun juga
Kebijakan tahun sebagai ditemukan gap
1986 dibidang independen pencapaian kualitas
pendidikan dasar variable
Pencapaian Data set DHS Kemajuan ekonomi Kebijakan
MDG di survei, dengan telah berkontribusi peningkatan
Bangladesh, menggunakan terhadap penurunan kapasitas lokal
periode 1980- multivariat 32,9% kematian TBA telah
1990 kesehatan dan bayi, namun hanya berhasil
gizi sebagai 16% penurunan mengurangi angka
dependent. kelahiran kematian bayi,
yang disebabkan
oleh tetanus.

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 120


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Lanjutan table 6.
Penelitian/Sektor Metode Hasil Kebijakan
Program Gizi Base line, mid, Program Pesan kampanye
Terintegrasi di and final project, pemberian gizi perlu
Bangladesh, 1980- follow-up. Dan makanan tidak diperbaiki pada
1990 an membandingkan memperlihatkan daerah target
antara area dampak yang group.
kebijakan berarti terhadap
dengan tanpa perbaikan gizi
kebijakan anak
Ekstensifikasi Training dan Program Dampak
Pertanian di Kenya, Visit (T&V) peningkatan program tidak
1980 an dikenalkan kapasitas petani, terlalu kelihatan
dengan alias sangat kecil
melakukan terhadap praktek
survey terhadap pertanian.
285 rumahtangga
Proyek Irigasi di 391 Treatment Pelaksanaan
Pakistan, 1994 dibandingkan program irigasi
100 petani non ternyata telah
interventian berdampak pada
partisipasi fihak
swasta
Program Kredit 738 borrowers, Produksi dan
Pedesaan di 20% produktifitas
Pillippines beneficiaries. petani
Before and after meningkat.
model dalam Namun tidak
menemukan berkembang dari
dampak sisi jenis
tanaman.
Diringkaskan dari Ravallion, 2001.

Beberapa catatan dapat bervariasi antara satu tempat


dilihat bahwa dalam mereview dengan lainnya. Kemudian juga
keberhasilan program dari kajian yang menggunakan
memerlukan baseline data yang estimasi, laporan menujukkan
baik. Model review juga terbatas narasi temuan, sebaliknya

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 121


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

dengan pendekatan pendalaman mengungkap rahasia yang ada di


kecenderungan hasil lebih balik hipotesa yang kita ajukan.
mendalam, namun pembuktian
dari hasil tidak selalu memuaskan. Kenali Dulu Data Sekunder
Sekalipun kita ingin
Penelitian Lapangan Yang akhirnya menggunakan penelitian
Powerfull lapangan, namun peneliti ekonom
Sekalipun dalam kurun misalnya memerlukan upaya
waktu 20 tahun terakhir sudah untuk menemukan data sekunder
banyak kemajuan metoda yang tersedia. Data sekunder yang
kuantitatif, para ekonom telah tersedia sebenarnya sangat kaya,
dijebak dengan penelitian baik yang sudah dipublikasi oleh
kausalitas. Penelitian kausalitas BPS atau lembaga resmi lainnya,
memang akan memperoleh maupun data yang tersedia dalam
besaran magnitude terhadap bentuk raw, atau data-data yang
fenomena yang dipelajari. Namun belum terolah. Jika data sekunder
dalam realitasnya banyak diantara tersedia, maka manfaatkan
keunikan- kunikan yang terjadi seoptimal mungkin data tersebut
belum mampu kita untuk menjawab pertanyaan
mengungkapkan jawabannya. penelitian yang kita ajukan.
Lebih khusus, jika kita ingin Aspek apa yang harus kita
memperoleh pendalaman terhadap kenali?. Diantaranya adalah
pertanyaan penelitian kita. instrumen apa yang digunakan
Dengan arti kata, agar sebuah oleh instansi yang memiliki dan
penelitian ’berbunyi’ dan mampu menghasilkan data. Dan apakah
menjawab pertanyaan ”Why”, data yang dihasilkan memiliki
penelitian lapangan adalah salah reabilitas dan representatifness.
satu ruang gerak untuk kita Hal ini untuk menjaga agar upaya
mampu mempelajari rahasia kita memahami jawaban akan
dibalik pertanyaan yang diajukan. persoalan menjadi lebih
Bagian yang singkat mengakhiri bermakna. Dengan tahap ini, kita
bab ini akan menuangkan perlu berdiskusi lebih intent
berbagai pemahaman yang dengan kawan kawan yang
penulis peroleh dari proses merancang pengadaan data
penelitian lapangan, dan manfaat tersebut. Akan tapi jika data
dari penelitian lapangan dalam sekunder tersedia dalam kualitas
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 122
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

yang dipertanyakan, maka Apa Keuntungan Data


menggunakan data sekunder akan Lapangan?
berbahaya dalam upaya mencari Keuntungan data lapangan
jawaban. adalah si peneliti, jika melalui
Diantara data data sekunder prosesnya, akan mengenal secara
yang sangat baik dan tersedia langsung gambaran daerah dan
adalah seperti data publikasi BPS, objek penelitian. Karena hasil
yang dioleh melalui data Susenas observasi yang dilakukan sangat
1976-2005, Sensus Pertanian berguna sebagai dasar untuk
(1983,1993 dan 2003), Sensus melakukan ”narasi dan interpresi”
Penduduk, 1980, 1990, 2000; terhadap suatu fenomena. Jika
Supas 1985, 1995 dan 2005; peneliti tidak ikut dalam proses
Sensus Ekonomi, 1996 dan 2006. pengumpulan data lapangan,
Termasuk data yang dipulbilkasi maka akan terjadi pendangkalan
oleh BI, dan berguna untuk kajian dari pemaknaan proses menjawab
kajian yang terkait dengan pertanyaan penelitian. Saya
ekonomi moneter. Data data dasar menganggap kenapa para ilmuan
mudah dipesan, dan sediakan yang sering menggunakan data
biaya transfers sesuai dengan lapangan relatif lebih mudah
variable yang kita perlukan. mengungkap dan menarasikan
Dengan singkat saya persoalan persoalan yang dia
ingin menyatakan bahwa sebuah lihat. Dan ini salah satu jawaban
penelitian yang objektif adalah kenapa peneliti lapangan lebih
jika data yang ada dioptimalkan. produktif dalam menghasilkan
Dan ketika kita tidak lengkap karya karyanya ketimbang
dilengkapi dengan data lapangan. peneliti di ”belakang meja”.
Alias, jika data yang ada kita Yang lebih menjanjikan
benar benar tidak mampu adalah bahwa penelitian lapangan
menjawab pertanyaan penelitian, mampu memberikan bekal kepada
maka berikutnya perlu upaya kita untuk menelusuri un-known
melengkapi dari data yang ada relationships, sementara known
melalui penelitian lapangan. relationship sepertinya tidak
terlalu menarik lagi untuk
ditelusuri.

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 123


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Titik Kritis Penelitian operasional standar yang


Lapangan digunakan oleh peneliti.
Jika benar para peneliti
c. Coatching dan ujicoba.
memerlukan data lapangan, titik
Coatching adalah dimaksudkan
kritis yang perlu dilalui secara
agar seluruh anggota Tim
seksama adalah:
memahami secara komprehensif
a. Kenali Framework Penelitian. maksud pengumpulan data. Dan
Kerangka penelitian kita akan segala data yang kit perlukan
memudahkan kita dalam dikumpulkan dengan teknik dan
merangkum aspek aspek apa saja cara yang sudah diteapkan dalam
yang akan kita gali dari objek desain penelitian. Para pengumpul
penelitian, termasuk informasi data memerlukan sifat
dan data yang diperoleh melalui “keingintahuan” yang lebih tinggi.
responden, key informan, Mengingat jawaban dari
observasi fisik dan non fisik pertanyaan yang “sebenarnya”
terhadap objek penelitian.Jika dari objek peneliti tidak selalu
peneliti paham yang akan dicari, mudah diperoleh. Disamping itu
maka akan memudahkan dalam ujicoba perlu mengingat desain
menyusun instrumen. penelitian menjadi mudah dan
konsistensi waktu, pertanyaan,
b. Mempersiapkan instrumen.
dan cakupan dapat diperoleh
Instrumen adalah alat pengumpul
secara optimal.
data, dan bisanya melalui
kuesioner. Ruang lingkup d. Pengaturan sampling.
kuesioner perlu sedemikian rupa Sampling yang digunakan
disusun, sehingga informasi yang disesuaikan dengan tujuan kita.
kita perlukan lengkap diperoleh. Kita dapat saja menggunakan
Cara yang paling mudah untuk sampling acak, bertahap,
membuat instrumen adalah campuran, maupun non sampling.
dengan mempedomani instrumen Namun sampling apapun yang
sebelumnya yang pernah disusun digunakan harus menjaga agar
oleh lembaga seperti BPS. data yang diperoleh
Instrumen kemudian dilengkapi probabilitasnya sama bagi seluruh
dengan pedoman wawancara. unit populasi yang kita susun. Jika
Dimana pedoman wawancara sampling yang kita susun menurut
berguna dan sebagai alat definsi semau peneliti alias non scientific
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 124
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

approach, maka hal ini akan Elfindri (1995) mengajukan


mempengaruhi generalisasi dari hipotesis bahwa nilai a3 <0,
temuan kita. berarti program kesehatan sudah
tepat. Namun apakah tanda a3<0
e. Berupaya Menggali Informasi:
signifikan atau tidak memerlukan
Mempertajam Jawaban Siapa,
penelitian pendalaman, kenapa
Bagaimana, Kenapa, dan
bisa signifikan, kenapa dia bisa
seterusnya. Lakukan pencatatan
saja tidak signifikan. Jika kita
harian terhadap fenomena yang
memainkan ekonometri, maka
anda temukan di lapangan.
yang mampu kita temukan adalah
Catatan harian bahkan sangat
magnitude besaran dari koefisien
berguna untuk menambah narasi
dari a3. Kekuatan kita menggali
dan interpretasi kita.
kenapa dia signifikan dan tidak
Apa Manfaat Penelitian signifikan dilakukan melalu
Lapangan Untuk Hipotesis observasi dan penelitian
Saya? pendalaman.
Salah satu upaya saya Dengan penelitian
membuktikan bahwa sekalipun pendalaman, maka hasil study
rumah tangga memiliki constraint saya mengungkap bahwa peranan
resources, berupa pendidikan, pendidikan sekalipun rendah akan
namun antar tempat peranannya dapat meningkatkan kualitas
bisa berbeda. Dan perbedaan itu manusia dini di daerah penelitian
berasal dari faktor tingkah laku. sampling saya. Saya menemukan
Dan tingkah laku dapat diperbaiki adanya perbedaan interaksi antara
dari semakin intensifnya ibu di satu daerah dengan ibu di
implementasi program daerah lain.
pemerintah.
Model 2. kenapa daerah
Model 1 di atas saya dimana akses pipe water tinggi
buktikan melalui formulasi mengalami diarhoea balita yang
persamaan sebagai berikut: juga tinggi? Paradox tentunya.
Ln Supp Feeding = ao+ a1EDUC Ln Diarrhoea = a0 + a1 Pipe+ a2
+ a2 PROG + a3 EDUCXPROG Educ + a3 Bahvior + a.4
+Et. PipeBehavior+ et.

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 125


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Hipotesis Schultz (dalam sebaiknya dilengkapi dengan


Elfindri, 2002) untuk koefisien a4 teknik teknik lapangan lain, sesuai
adalah negatif, dan saya temukan dengan urgensi penelitian.
justru rumah tangga yang punya Beberapa diantaranya adalah
pipe water kemungkinan melalui indebt interview, focus
diarrhoea anak tinggi. Dan group discussion, participant
penelitian participant observation observation, penelusuran
mampu menjelaskan kenapa dokumen, dan sebagainya.
rumah tangga pipe water
Penelitian dengan gaya
probabilitas anak menderita
murni social science seperti ini
diarhoeal diseses tinggi
menjadi sangat kaya manfaatnya
dibandingkan dengan anak yang
bagi mereka yang memiliki basic
tinggal pada rumah tangga lain,
ekonomi. Mengingat selama ini,
dan tidak memperoleh piped
kebanyakan dari anak anak
water. Pada rumah tangga yang
mahasiswa ekonomi
terakhir diperoleh gambaran
menghasilkan proses riset
mereka memiliki tingkah laku
akhirnya secara “by pass”, dengan
yang kondusif terhadap
pengalaman yang sangat
kebersihan yang terkait dengan
minimum. Saya merasakan anak
proses pemberian makanan.
anak yang saya bimbing yang
Sementara pada rumah tangga
menggunakan penelitian lapangan
pipe water, terdapat proses yang
relatif lebih matang dan memiliki
menyebabkan air yang digunakan
pengetahuan yang semakin luas
terkontaminasi dengan tempat
dibidangnya ketimbang yang
penyimpanan di rumah. Proses
menggunakan alat test dengan
kontaminasi, berikutnya
data yang sering diragukan.
menyebabkan peralatan yang
digunakan juga memiliki resiko Kata kunci dalam penelitian
dihinggapi germ, dan seterusnya lapangan pelengkap adalah,
dapat menjelaskan terjadinya bahwa kita berupaya untuk
proses diarhoea. mampu menjelasakan kenapa
magnitude dari hubungan
Penelitian Lapangan Pelengkap
hubungan yang kita lihat?
Survey yang dilaksanakan Sementara pada desk research
dengan cara yang sudah penjelasan kenapa masih belum
dipersiapkan secara objektif mampu kita jawab. Selain dari itu
Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 126
Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

penelitian lapangan, jika si akan kuantitatif melengkapi hasil


peneliti ikut melaksanakan, akan evaluasinya dengan penelitian
mengurangi penjelasan pendalaman, sesuai dengan yang
kemungkinan, melainkan secara didiskusikan pada bagian
lebih persis menemukan jawaban sebelumnya. Metoda kombinasi
terhadap persoalan yang dihadapi. ini dalam me-review akan
memberikan kekuatan dan
Kesimpulan dan Rangkuman
kedalaman analisis.
Dari gambaran singkat di
atas, dapatlah dimengerti bahwa Daftar Pustaka
kegiatan monitoring dan evaluasi
Carvalho, Soniya and Howard
dapat dilakukan oleh siapa saja
White (1997) “Combining the
dan untuk program pembangunan
quantitative and qualitative
apa saja. Tinggal bagaimana
approach to poverty
menggunakan metoda yang
measurement and analysis:
praktis dan mudah, namun tidak
the practice and potential:
meninggalkan kaedah-kaedah dari
The World Bank Technical
objektivitas kegiatan evlausi dan
Paper, No. 366. The World
monitoring.
Bank Washington.
Kata kunci dari metode
yang digunakan adalah kesiapan Elfindri (1995) The differentials
dari metode, instrument, dan in child nutritional outcomes
kemampuan dalam menggali in rural West Sumatra,
persoalan, kemudian unpublished Ph.D. thesis,
mengkaitkannya dengan Flinders University, Australia.
menemukan akar masalah. Elfindri (2002) “Ekonomi
Kemudian akar masalah adalah Layanan Kesehatan”,
solusi yang dapat dikemukakan Andalas University Press.
sebagai dasar untuk menghasilkan
monitoring, sekaligus dapat Elfindri dkk (2007) “Strategi
dijadikan sebagai dasar untuk Sukses Membangun Daerah”,
merumuskan perbaikan program Gorga Media.
ke depan. Elfindri dkk (2011) “Metode
Bagian ini juga mengajak Penelitian Kesehatan”,
agar kiranya mereka yang kuat Baduose Media

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 127


Elfindri, Beberapa Teknik Monitoring dan Evaluasi (MONEV) 2011

Ravalion, Martin (2001) The Bank Economic Review, Vol


mystery of the vanishing 15, No.1. 115-140.
benefits: an introduction to
impact evaluation”, The world

1
. Tabel ini didasarkan pada praktek-praktek survey evaluasi yang pernah
penulis lakukan, melalui survey pilot proyek kegiatan-kegiatan intervensi yang
pernah dilakukan di Sumatra Barat.
2
Kegiatan evaluasi skala besar sering dilakukan oleh badan-badan yang sering
melaksanakan kegiatan serupa. Seperti proyek-proyek yang dibiayai oleh Bank
Dunia, Uniceff, dan Dana Kependudukan, maka kegiatan survey sering
dilakukan dengan melibatkan sample survey yang cukup luas cakupannya
dengan jumlah pengamatan yang juga besar. Ini dapat dimengerti untuk
menjadikan hasil evaluasi jauh lebih komprehensif. Cara seperti ini biasanya
memenuhi kaedah-kaedah kajian yang lengkap. Namun pada proyek-proyek
yang relative mini, dengan kata lain dilaksanakan pada wilayah dan cakupannya
terbatas, maka dapat saja sample survey dilakukan, dengan disertai dengan
metode Rapid Rural Apprisal (RRA). Kalau sekiranya data dan informasi yang
diperoleh lebih mengarah ke pada jawaban kualitatif, maka metode in-debt
interview, Focus Group Discussion, dan participant observation adalah sering
digunakan.
3
. Tabel ini didasarkan pada praktek-praktek survey evaluasi yang pernah penulis
lakukan, melalui survey pilot proyek kegiatan-kegiatan intervensi yang pernah
dilakukan di Sumatra Barat.
4
. Studi kami pada tahun 1992 mencoba mengevaluasi dampak pembangunan
fasilitas jamban keluarga di pedesaan Sumatra Barat, tepatnya di kecamatan
Bonjol, Pasaman. Data yang dipeoleh adalah dari kuaesioner tentang
pemanfaatan dari fasilitas yang dibangun. Namun, karena daerah Bonjol adalah
salah satu kecamatan di mana angka kekurangan gizi relative tinggi, maka data
kualitatif sangat diperlukan. Diantara data kualitatif yang penulis kumpulkan
adalah bagaimana penggunaan dari fasilitas jamban keluarga, bagaimana proses
air minum di bawa dari public pipe water dibawa ke rumah yang mudah saja
proses kontaminasi terjadi. Hasil analisis dengan menggabungkan data kualitatif
dengan data kuantitatif sangat besar peranannya dalam mengambil kesimpulan.
Lihat Elfindri (2005) “The Differentials in child nutritional outcomes in rural
West Sumatra Indonesia, Unpublished Ph.D. Thesis, Flinders University
Australia.

Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 1, No. 3, November 2011 Page 128