Anda di halaman 1dari 4

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Stroke (CVA) atau penyakit serebrovaskular mengacu kepada setiap

gangguan neurologi mendadak yang terjadi akibat pembatasan atau

terhentinya aliran darah melalui sistem suplai arteri otak sehingga terjadi

gangguan peredaran darah otak yang menyebabkan terjadinya kematian otak

sehingga mengakibatkan seseorang menderita kelumpuhan atau kematian.

Stroke trombotik yaitu stroke yang disebabkan karena adanya penyumbatan

lumen pembuluh darah otak karena trombus yang makin lama makin

menebal, sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Penurunan aliran darah

ini menyebabkan iskemi, (Fransisca, 2008; Price & Wilson, 2006).


Tanda gejala pasien stoke Kehilangan motorik, Kehilangan komunikasi.

Gangguan komunikasi verbal meliputi kata-kata yang diucapkan maupun

ditulis seseorang yang berkomunikasi akan menggunakan sederetan fungsi

seperti simbolis, respirasi, resonansi, fonasi, artikulasi, lafal, prosodi, dan

kemampuan komunikasi.

Menurut WHO, 2007 sekitar 15.000.000 orang menderita stroke

diseluruh dunia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 5 juta meninggal dan 5

mengalami cacat permanen.


Di indonesia pada salah satu provensi jawa barat, merupakan salah

satu profensi yang mempunyai prevalensi stroke diatas prevalensi nasional,

selain nangroe aceh darussalam, sumatera barat, kepulauan riau, DKI

jakarta, nusa tenggara barat, kalimantan selatan, sulawesi utara. Prevalensi

stroke di jawa barat adalah 9,3 per 1000 penduduk.


2

AAC merupakan penggunaan perangkat pendukung dan pengganti

kemampuan komunikasi verbal yang memerlukan AAC adalah cerebral palsy,

gangguan intelektual, autisme, dyspraxia, afasia, stroke batang otak,

amyotropic lateral sclerosis, penyakit parkinson, multiple sclerosis, dimensia,

traumatic brain injury.


AAC terdiri dari alat bantu komunikasi low technology, yaitu tanpa

menggunakan elektronik, seperti papan komunikasi yang berisi gambar /

simbol dan tulisan yang berisi gambar. Sedangkan AAC yang menggunakan

elektronik adalah high tecnology, seperti penggunaan komputer dengan

kemampuan multimedia, misalnya laptop yang menyatu dengan hasil bicara /

speech output.
Stoke terjadi karena adanya tekanan darah yang meningkat sehingga

pembuluh darah tidak bisa menahannya. Aktivitas berat yang dilakukan

seseorang juga bisa memicu tekanan darah meningkat, dan lama-kelamaan

akhirnya darah yang mengisi otak ini semakin banyak. Sebagai akibat

dengan adanya cairan baru di dalam kepala, maka volume cairan di dalam

darah secara langsung akan meningkat begitu pula tekanan di dalam otak

menjadikan pembuluh darah pecah dan terjadinya pembekuan darah. Pada

tahap ini, pasien bisa saja merasakan sakit kepala hebat, disertai muntah

terus menerus dan kepala serasa berputar. Pada tahap ini biasanya pasien

dan keluarga akan segera mencari pertolongan.


Gangguan komunikasi verbal merupakan gangguan interpretasi dan

formulasi simbol bahasa yang disebabkan oleh kerusakan otak yang dapat

mempengaruhi distribusi kerja struktur sub kortikal pada hemisfer (Bertheir,

2005). Beberapa bentuk gangguan yang melibatkan pada garis temporal

superior, yang ditandai oleh ketidakmampuan memehami bahasa lisan dan

bila ia menjawab. Pada afisa motorik terjadi akibat lesi pada area Broca pada
3

lobus frontal yang ditandai dengan kesulitan dalam mengkoordinasikan

pikiran, perasaan dan kemauan menjadi simbol bermakna dan dimengerti

oleh orang lain dalam bentuk ekspresi verbal dan tulisan.


Berdasarkan penjelasan di atas, pengaruh AAC terhadap komunikasi

verbal pada pasien stroke dapat menghasilkan hal positif dan mempercepat

proses penyembuhan . Ada pun salah satu intervensi yang biasa di lakukan

adalah mengetahui perbedaan sebelum dilakukan dan sesudah dilakukan

AAC terhadap komunikasi verbal pada pasien stroke. Oleh karena itu, peneliti

tertarik untuk melakukan penelitian “Pengaruh AAC terhadap komunikasi

verbal pada pasien stroke di ruang 26S Sakit Saiful Anwar Malang”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka peneliti merumuskan

masalah pada penelitian ini “Pengaruh AAC terhadap komunikasi verbal pada

pasien stroke di ruang 26S Sakit Saiful Anwar Malang”

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui Pengaruh AAC terhadap komunikasi verbal pada

pasien stroke.

Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi pengaruh AAC terhadap komunikasi

verbal pasien stroke sebelum diberikan perlakuan


2. Mengidentifikasi pengaruh AAC terhadap komunikasi

verbal pasien stroke sebelum diberikan perlakuan.


3. Menganalisis pengaruh AAC terhadap komunikasi verbal

pasien stroke sebelum dan sesudah intervensi.


4

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Bagi Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat berguna sebagai sumber data baru yang

bisa digunakan sebagai pemecahan masalah yang ada kaitannya

dengan pengaruh AAC terhadap komunikasi verbal pasien stroke.

1.4.2 Bagi Profesi Keperawatan


Memberikan informasi tentang Pengaruh pengaruh AAC terhadap

komunikasi verbal pasien stroke.


1.4.3 Bagi Lahan Penelitian
Memberikan pengetahuan pengaruh AAC terhadap komunikasi

verbal pasien stroke.


1.4.4 Bagi Responden
Memberikan pengetahuan tentang pengaruh AAC terhadap

komunikasi verbal pasien stroke.


1.4.5 Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tambahan

informasi bagi penelitian selanjutnya yang berupa data dasar

mengenai pengaruh AAC terhadap komunikasi verbal pasien stroke.