Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam era modern sekarang ini tentu kita tidak asing lagi dengan kecanggihan
teknologi terbarukan yang tiada henti – hentinya terus bermunculan. Ini dikarenakan
perkembangan pesat dalam dunia teknologi dan informasi manusia. Terlepas dari
kata teknologi, dasar dari sebuah teknologi adalah adanya suatu bidang ilmu yang
berkaitan erat dengan dunia elektronika dan informatika. Elektronika adalah ilmu
yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol
aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer,
peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang
mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara
bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro,
teknik komputer, dan ilmu atau teknik elektronika dan instrumentasi.
Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronika ini biasanya disebut
sebagai peralatan elektronik (electronic devices). Dalam sebuah peralatan
elektronika tersebut pastilah terdapat suatu perangkat komponen inti dalam
mengendalikan keseluruhan cara kerja dari alat tersebut. Tanpa suatu perangkat inti
ini, maka alat tersebut tidak dapat bekerja atau berfungsi sebagaimana mestinya
sesuai dengan prinsip kerja alat tersebut. Dalam dunia elektronika, perangkat inti
tersebut dinamakan “Integrated Circuit” atau yang lebih dikenal dengan IC.
Integrated Circuit ini memiliki banyak jenis dari ukuran terkecil sampai
ukuran terbesar dan fungsi yang berbeda – beda. Dari IC inilah menghasilkan
beragam jenis rangkaian – rangkaian dasar sederhana dalam suatu alat – alat yang
sering digunakan manusia dalam kehidupan sehari – hari. Maka dari itu dalam
makalah ini saya akan membahas lebih lanjut mengenai Integrated Circuit atau IC
beserta contoh aplikasi sederhana dalam rangkaian yang menggunakan IC.

1.2. Rumusan Masalah


Pada makalah ini penulis akan membahas mengenai Integrated Circuit (IC)
beserta contoh aplikasi rangkaian dari Integrated Circuit (IC).

1
1.3. Tujuan dan Manfaat
a. Tujuan
 Mampu memahami berbagai macam jenis Integrated Circuit (IC) dan
fungsinya.
 Mampu membuat rangkaian aplikasi sederhana menggunakan Integrated
Circuit.
b. Manfaat
 Mengetahui berbagai macam jenis Integrated Circuit (IC) dan fungsinya.
 Mengetahui cara membuat rangkaian aplikasi sederhana menggunakan
Integrated Circuit.

1.4. Metode Penulisan


a. Studi Pustaka
Mempelajari sistemnya di perpustakaan dan mengolah data yang di dapat dari
internet yang berupa file-file yang ada sebagai pendukung.

1.5. Sistematika Penulisan


Agar lebih sistematis dan mudah di mengerti dalam penulisan, maka penulis
membagi dalam beberapa bagian bab sebagai berikut ;
BAB I PENDAHULUAN, dalam bab ini akan diuraikan tentang latar
belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, metode penulisan, dan
sistematika penulisan.
BAB II DASAR TEORI, dalam bab ini berisikan teori dasar mengenai
Integrated Circuit atau IC.
BAB III PEMBAHASAN, yang berisikan penjelasan mengenai contoh
aplikasi rangkaian dari Integrated Circuit (IC).
BAB IV PENUTUP, dalam bab ini berisikan kesimpulan dan saran.

2
BAB II

DASAR TEORI

2.1. Rangkaian Terintegrasi


Kita dapat mendifinisikan rangkaian terintegrasi (integrated circuit - IC)
sebagai “komponen atau elemen mandiri di atas permukaan yang kontinu
membentuk rangkaian yang terpadu”. Komponen atau elemen tersebut dapat berupa
diode, transistor, resistor, 170 kapasitor dan lain-lainya terdifinisi di atas wafer
silikon atau bahan semikonduktor yang lain. Setelah melalui proses pabrikasi yang
kompleks akhirnya IC digunakan dalam rangkaian dalam bentuk yang terbungkus
rapi dan mudah untuk digunakan.
Rangkaian terintegrasi termasuk kelompok “monolitik” jika semua komponen
atau elemen (diode, transistor, resistor, kapasitor dan seterusnya) terbuat dan
terdifinisi dalam satu permukaan keping semikonduktor yang disebut sebagai “chip”.
Pada IC monolitik semua komponen tersebut dibuat dalam waktu yang bersamaan
termasuk interkoneksi antar komponen. IC monolitic berisi sebuah rangkaian
tunggal didalamnya, sedangkan IC hybrid menggandung beberapa blok rangkaian
didalamnya yang saling terhubung satu dengan lainnya. Jadi, didalam sebuah IC
hybrid terdapat gabungan beberapa IC lainnya. Kegunaan atau fungsi IC bergantung
kepada jenis rangkaian yang terkemas didalamnya. Jadi, fungsinya bisa bermacam-
macam bergantung kepada rangkaian didalamnya.

Berdasarkan Aplikasi dan Fungsinya, IC (Integrated Circuit) dapat dibedakan


menjadi IC Linear, IC Digital dan juga gabungan dari keduanya

a. IC Linear
IC Linear atau disebut juga dengan IC Analog adalah IC yang pada
umumnya berfungsi sebagai :
 Penguat Daya (Power Amplifier)

 Penguat Sinyal (Signal Amplifier)

 Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)

 Penguat Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)

3
 Penguat RF dan IF (RF and IF Amplifier)

 Voltage Comparator

 Multiplier

 Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)

 Regulator Tegangan (Voltage Regulator)

b. IC Digital
IC Digital pada dasarnya adalah rangkaian switching yang tegangan input
dan output hanya memiliki 2 level yaitu “tinggi” danh “renda” atau dalam
kode binary dilambang “1” dan “0”.
IC Digital pada umumnya berfungsi sebagai:
 Flip-flop
 Gerbang logika (Logic Gates)
 Timer
 Counter
 Multiplexer
 Calculator
 Memory
 Clock
 Vibrator
 Microprocessor
 microcontroller
Hal yang perlu diingat bahwa IC (Integrated Circuit) merupakan komponen
elektronika aktif yang sensitive terhadap pengaruh Elctrostatic Discharge
(ESD). Jadi, diperlakukan penanganan khusus untuk mencegah kerusakan
pada IC tersebut.

4
BAB III

PEMBAHASAN

3.1. R1.MULTIVIBRATOR RANGKAP ASTABEL (IC 556)


I. Tujuan
- Mengetahui pengertian dari IC 556
- Memahami prinsip kerja dari rangkaian astabel
- Memahami teori dari rangkaian astabel

II. Dasar Teori


Multivibrator adalah suatu rangkaian elektronika yang pada waktu tertentu
hanya mempunyai satu dari dua tingkat tegangan keluaran, kecuali selama masa
transisi. Multivibrator astabil merupakan rangkaian penghasil gelombang kotak
yang tidak memiliki keadaan yang mantap dan selalu berguling dari satu kondisi
kekondisi yang lain (free running).
Multivibrator jenis ini mempunyai output dengan dua keadaaan;
keadaan“tinggi” (bila tegangan output sama dengan batere, 9 volt), dan keadaaan
“rendah” (bila tegangan output sama dengan 0 volt). Multivibrator astabel atau
“free running” tidak stabil dalam kedua keadaaan (karena itu disebut astabel,
yang berarti “tidak stabil”)melainkan berubah-ubah dari keadaan yang satu ke
keadaan yang lan secara bergantian dan memberikan output gelombang siku. Jadi
alat ini merupakan osilator gelombangsiku. Disebut juga clock (jam), dan banyak
digunakan pada bagian-bagian komputer.
Rangkaian Astabel mempuyai dua hambatan luar R1 dan R2serta kapasitor
C1diperlukan untuk memperoleh getaran(frekuensi) yang diinginkan dengan
perhitungan
1,4
f =(𝑅1+2 𝑥 𝑅2)𝐶1 𝐻𝑧

R1 dan R2dalam satuan ohm dan C1 dalam satuan Farad. Bila R2 jauh lebih
besar dari R1seperti pada contoh ini maka :
1,4 0,7
f =2 𝑥 𝑅2 𝑥 𝐶1 = 𝑅2 𝑥 𝐶1

5
III. Alat dan Bahan
NO ALAT DAN BAHAN JUMLAH
1 IC 556 1
2 Protoboard 1
3 Resistor 680 Ω 1
4 Resitor 1 MΩ 1
5 Resistor 10 KΩ 1
6 LED 1
7 Capasitor 1 µF 1
8 Capacitor 0,01 µF 1
9 Baterai 9 Volt 1
10 Klip penghubung baterai 1
11 Pinset 1
12 Cuter/gunting 1
13 Jumper Secukupnya

IV. Langkah Kerja

1. Temukan kaki 1 dari IC, dengan tanda bulatan atau taktik pada salah satu
ujung wadahnya. Tempatkan IC dengan teliti pada papan rangkaian dengan
posisis eperti pada gambar lalu tekan dengan hati-hati, jangan sampai ada kaki
yang bengkok.
2. Sisipkan kawat penghubung dari IC ke jalur positif dan jalur negative, serta
antara socket-socket lain pada protoboard, sesuai dengan gambar rangkaian.

6
3. Sisipkan Resistor bernilai 10 KΩ, 1 MΩ, 680 Ω, lalu capacitor bernilai 0,01µF
dan 1µF. Selain itu, sisipkan juga LED.
4. Setelah itu hubungkan komponen tersebut ke kaki ic sesuai gambar rangkaian
dengan menggunakan jumper.
5. Setelah semua komponen dan ic terhubung. Lakukan percobaan dengan
menggunakan baterai 9 volt.
6. Amati keadaan led yang terjadi dan buatlah analisanya.

V. Analisa
Pada percobaan pertama yaitu rangkaian mengenai multivibrator astable
dimana multivibrator adalah suatu rangkaian yang mengeluarkan tegangan
bentuk blok atau pulsa sedangkan astable berarti tidak stabil yaitu berubah-
ubah dari keadaan yang satu ke keadaan yang lain secara bergantian dan
memberikan output gelombang siku. Hal ini terjadi karena output dari IC 556
ini merupakan oscillator yang secara bergantian berubah dari keadaan 1 ke 0
ataupun dari 0 ke 1. Berdasarkan hasil percobaan, LED pada kaki 5 (output) IC
556 mengalami flip flop saat dihubungkan dengan baterai. Waktu kedipan
LED adalah berkisar 1,4 detik. Berdasarkan perhitungan, frekuensi yang
didapat adala sebesar 0,7 Hz dapat kita lihat pada perhitungan sebagai berikut:

1,4 0.7 0.7


f = 2𝑥𝑅 =𝑅 = 106 10−6 = 0,7𝐻𝑧
2 𝑥 𝐶2 2 𝑥𝐶2

1 1
T 𝑓 = 0,7 = 1,42 sekon

Waktu 1,42 detik inilah yang merupakan waktu kedipan saat LED kondisi
flip flop dalam satu gelombang fase. Untuk mempercepat kedipan LED waktu
flip – flop cukup dengan mengurangi resistor dengan yang resistansi yang lebih
kecil. Atau juga bisa memperkecil kapasitansi pada kapasitor. Sebaliknya jika
ingin memperlambat waktu kedipan LED saat flip flop, cukup dengan
menambah resistansi atau kapasitansi – nya.

7
VI. Kesimpulan
Dari hasil analisa dan hasil percobaan didapat kesimpulan bahwa,
- Aplikasi LED berkedip merupakan contoh dari multivibrator astabel yang
dimana keadaan nya tidak dapat stabil pada dua keadaan yaitu saat
keadaan “tinggi” dan “rendah”.
- Resistor pada Threshold dan kapasitor pada Trigger berpengaruh terhadap
frekuensi gelombang.

8
3.2. R2.MULTIVIBRATOR RANGKAP MONOSTABEL (IC 556)
I. Tujuan

- Mengetahui teori dari IC 556


- Menegetahui teori dari rangkaian monostabil
- Mengetahui prinsip kerja dari rangkaian monostabil

II. Dasar Teori


Multivibrator monostabel atau “one-shot”, merupakan suatu multivibrator
yang stabil pada salah satu dari dua keadaan output. Ketika dinyalakan
(triggered) oleh sinyal masuk, tegangan output bergerak dari keadaan “rendah”
yang stabil, ke keadaan“tinggi”, yaitu dari tegangan 0 volt ke tegangan 9 volt.
Kemudian setelah waktu tertentuakan kembalike keadaan “rendah” sampai
dipicu (“triggered”) kembali. Perubahan tegangan output ini menghasilkan satu
pulsa gelombang siku. IC 556 terdiri dari dua multivibrator yang terpisah (tetapi
mempunyai sambungan tegangan yang sama), danmasing-masing dapat
digunakan sebagai multivibrator astable atau monostabel. Dengan arus output
maksimum 200 mA, multivibrator ini dapat menggerakan loudspeaker atau
menyalakan beberapa LED.
Diperlukan sebuah resistor luar R1 dan kapasitor C1. Waktu T untuk satu
pulsa dapat dihitung dari :
T = 1,1 x R1x C1
Dimana T dalam satuan detik, R1dalam satuan ohm, dan C1dalam satuan
farad. Sebagai contoh: bila R1 = 2,2 MΩ = 2,2 x 106 Ω dan C1 = 10-6 Farad,
maka T = 1,1 x 2,2x 106 x 10-6 = 2,4 detik.

III. Alat dan Bahan


NO ALAT DAN BAHAN JUMLAH
1 Protoboard 1
2 IC 556 1
3 LED 1
4 Capasitor 1 µF 1
5 Capacitor 0,01 µF 1
6 Resistor 680 Ω 1

9
7 Resitor 2,2 MΩ 1
8 Baterai 9 Volt 1
9 Klip penghubung baterai 1
10 Pinset 1
11 Cuter/gunting 1
12 Jumper secukupnya

IV. Langkah Kerja

1. Persiapkan semua komponen yang akan dipasang pada papan percobaan.


2. Pasang terlebih dahulu IC 556 dengan melihat kaki pin 1. Jangan sampai
salah pasang.
3. Sisipkan resistor yang bernilai 2,2 M Ω, 680 Ω. Lalu sisipkan juga capacitor
0,01µF, 1µF, dan LED.
4. Setelah semua komponen dan ic terpasang di protoboard, tambahkan jumper
untuk menghubungkan kaki ic ke komponen yang lain sesuai dengan gambar
rangkaian.
5. Hubungkan kaki 6 (trigger) dengan jalur positif menggunakan jumper.
Monostabel akan menyala (triggered) oleh sisi“negative” AB pada pulsa.
6. Lakukan percobaan dengan menggunakan baterai 9 volt pada jalur positive
dan negative.
7. Lalu, amati hasil dari kondisi LED dan buatlah analisa nya.

10
V. Analisa
Rangkaian kedua yaitu rangkaian monostable diman cara kerja
rangkaian ini yaitu ketika dinyalakan (triggered) oleh sinyal masuk,
tegangan output bergerak dari keadaan rendah yang stabil ke keadaan tinggi
yaitu cari tegangan 0 V ke tegangan 9 V. LED pada kaki 5 (output) IC 556
akan menyala jika kawat penghubung pada trigger dihubungkan ke dalam
posisi ON atau jalur positif terlebih dahulu, kemudian lepas dan pindahkan
ke jalur negatif atau Ground sebentar dan selanjutnya kembalikan lagi ke
jalur positif. LED akan menyala dalm hitungan waktu sekitar 2,4 – 2,5
detik. Ini sesuai berdasarkan perhitungan periode yang didapat sebesar 2,42
detik dengan frekuensi 0,4 Hz untuk setiap satu gelombangnya, hal ini
didapat dari rumus sebagai berikut:

T = 1,1 𝑅1 𝑥 𝐶1

T = 1,1 x 2,2x106 x 10−6

T = 2,42 sekon

1 1
f = 𝑇 = 2,42 = 0,4 𝐻𝑧

. Monostable ini akan bekerja selama waktu untuk LED menyala pada
trigger lebih kecil daripada pulsa output monostabel (T). Berbeda dari yang
multivibrator astabel sebelumnya, pada monostabel satu atau dua keadaan
output akan lebih stabil tergantung perubahan trigger dari keadaan “rendah”
ataupun “tinggi”. Lamanya waktu keluaran tergantung besarnya nilai
kapasitor yang nantinya akan melakukan pengisian dan pelepasan dan juga
resistor yang berfungsi sebagai penghambat arus dan tegangan.

VI. Kesimpulan
Dari analisa dan hasil percobaan didapat kesimpulan bahwa,
- Aplikasi LED menyala dalam waktu tertentu merupakan contoh dari
multivibrator monostabel yang dimana keadaan nya dapat stabil pada
dua keadaan yaitu saat keadaan “tinggi” dan “rendah”.

11
- Kapasitor elektrolit pada kaki 1 dan 2 berpengaruh terhadap perubahan
lamanya pulsa output monostabelnya.

12
3.3. R3.MULTIVIBRATOR ASTABEL DAN MONOSTABEL IC CMOS (4047B)
I. Tujuan
- Mengetahui teori dari ic 4047
- Memahami prinsip kerja dari astabel dan monostabel
- Mampu merangkai rangkaian dengan IC CMOS

II. Dasar Teori


Kekuatan multivibrator jenis ini lebih kecil dari IC 556, tetapi hanya
menggunakan satu resistor dan satu kapasitor (jangan gunakan kapasitor
elektrolit), dan mempunyai tiga output astabel. Setiap output dapat menyalakan
LED,akan tetapi untuk menggerakkan loudspeaker harus memakai penguat
transistor. Pada pengoperasian monostabel, multivibrator ini dapat dinyalakan
(triggered) oleh sisi positif atau sisi negative.
Ketiga output astabel disebut Q, Ǭn, dan osilator, diperlihatkan pada
gambar dibawah ini Q dan Ǭ merupakan dua output yang saling mengisi. bila
yang satu dalam keadaan “tinggi” maka yang lain “rendah”.

Kedua frekuensinya sama,didapat dari rumus :


0,23
F1 =𝑅 𝑥 𝐶

Bila R = 2,2 MΩ = 2,2 x 106 Ω dan C = 0,1 µF = 10-7 Farad, maka F1 =


0,23
= 1 Hz. Frekuensi output osilator f2 adalah 2 f1 atau 2 Hz.
2,2 x 106 𝑥 10−7

III. Alat dan Bahan

NO ALAT DAN BAHAN JUMLAH


1 IC 4047 1
2 LED 3
3 Protoboard 1

13
4 Resistor 680 Ω 3
5 Resistor 2.2 MΩ 1
6 Resistor 10 MΩ 1
7 Kapasitorkeramik 0.1 µF 1
8 Baterai 1
9 Klippenghubungbaterai 1
10 Pinset 1
11 Cuter/gunting 1
12 Jumper Secukupnya

IV. Langkah Kerja

1. Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan


2. Pertama, pasangkan IC CMOS di protoboard yang dimulai dari kaki 1.
Jangan sampai ada kaki yang bengkok atau bersentuhan.
3. Lalu, pasangkan Resistor 680Ω sebanyak 3 buah, Resistor 2.2MΩ, Resistor
10MΩ, Kapasitor keramik 0.1µF dan LED
4. Setelah itu hubungkan resistor, capacitor dan LED ke IC 4047
menggunakan jumper sesuai dengan gambar rangkaian.
5. Periksa dengan teliti rangkaian yang telah dipasang supaya tidak terjadi
kesalahan.
6. Lakukan pengujian rangkaian tersebut dengan menghubungkan beterai 9
volt ke jalur negatif dan positif.
7. Amati hasil yang terjadi sesuai dengan prinsip kerja rangkaian.
8. Buatlah analisa dan kesimpulan nya.

14
V. Analisa
Pada rangkaian ini merupakan multivibrator astable dengan
mengggunakan IC CMOS 4047B dimana mempunyai tiga output astable
disebut Q, Qn, dan isolator. Dua output Q dan Qn merupakan output yang
saling mengisi dimana bila yang satu dalam keadaan tinggi maka yang lain
rendah. Sedangkan output isolator merupakan output yang keadaan
frekuensinya adalah 2x dari frekuensi Q dan Qn. Sedangkan untuk waktu
berkedip output isolator setengah dari waktu berkedip output Q dan Qn.
Berdasarkan hasil percobaan, ketiga LED pada pin output Osilator, Q dan
Qn akan menyala secara bersamaan dan kemudian akan diikuti dengan
kedipan pada ketiga LED sesuai dengan frekuensinya masing – masing.
LED pada pin output Qn dan Q akan berkedip secara bergantian dengan
frekuensi sebesar 1 Hz, sedangkan pada LED output oscilator akan
berkedip dua kali lebih cepat dari output Qn dan Q yaitu 2 Hz dalam satu
kali gelombang. Dapat juga dibuktikan dari rumus sebagai erikut:

0,23 0.23
f = 𝑅 𝑥 𝐶 = 2,2𝑥106 𝑥 10−7 =1Hz

Apabila kedipan pada LED output oscilator terlalu cepat sehingga


susah untuk dilihat, resistansi pada resistor di pin 2 dan 3 perlu diperbesar
sehingga akan memperkecil frekuensi ketiga output. Dikarenakan kedua
trigger pada IC 4047 dihubungkan langsung ke Ground dan Vcc maka
fungsi dari multivibrator akan langsung diaktifkan untuk menyalakan LED
tanpa perlu mengatur ulang trigger ke Ground atau Vcc.

VI. Kesimpulan
Dari analisa dan hasil percobaan didapat kesimpulan bahwa,
- LED pada output oscilator IC 4047 merupakan LED indikator pada
multivibrator astabel.
- Kapasitor yang digunakan dalam IC CMOS 4047 merupakan kapasitor
jenis kapasitor non – elektrolit (tanpa kutub).
- Frekuensi output oscilator dalam satu gelombang lebih cepat
dibandingkan frekuensi output Q dan Qn.

15
3.4. R4 R5.MULTIVIBRATOR RANGKAP BISTABEL (CMOS 4013 B)
I. Tujuan
- Dapat mengetahui pengertian dari IC 4013
- Mampu merangkai rangkaian sesuai dengan gambar
- Mampu memahami cara kerja dari setiap rangkaian

II. Dasar Teori


Multivibrator bistabel, atau multivibrator yang dapat berubah-ubah (flip-
flop) mempunyai dua keadaan output yang stabil. Tegangan outputnya dapat
tetap “tinggi”atau “rendah” dalam jangka waktu lama. Untuk mengubah
keadaannya diperlukan input yang disebut “pemicu” (trigger). Bistabel dapat
dihubungkan menjadi alat penghitung elektronik yang menghitung jumlah
“pemicu” input. IC CMOS 4013 B merupakan bistabel rangkap dengan kaki-
kaki tegangan yang digunakan bersama.

Pada diagram diatas, baris pertama menunjukkan “trigger” yang diperoleh


dengan memindahkan saklar S2 antara kutub negative (-) dan kutub positif (+)
batere (yaitu antara 0 V dan 9 V). Tegangan ini
dimasukkan kedalam input“trigger” bistabel pertama (kaki 3) dan mengubah
keadaan outputnya (dari “rendah” ke “tinggi” atau sebaliknya) pada sisi-sisi
positif seperti AB, CD, danselanjutnya. Baris kedua memperlihatkan output Q
yang dihasilkan (pada kaki1) bistabel pertama. Output ini (yang dimasukkan ke
input trigger bistabelkedua outputnya (dari “rendah” ke “tinggi” atau
sebaliknya) pada sisi positifseperti PQ, RS, dan selanjutnya. Baris ketiga
memperlihatkan output bistabel kedua (kaki 13) yang dimasukkan ke LED serta
menyalakannya pada keadaan“tinggi”.

16
III. Alat dan Bahan

NO ALAT DAN BAHAN JUMLAH


1 IC 4013B 1
2 LED Merah 2
3 Resistor 680 Ω 2
4 Baterai 9 Volt 1
5 Protoboat 1
6 Klip penghubung baterai 1
7 Pinset 1
8 Cuter/gunting 1
9 Jumper Secukupnya

IV. Langkah Kerja

Gambar Multivibrator Rangkap (R4)

Gambar Multivibrator Rangkap (R5)

1. Temukan kaki 1 dari IC dengan tanda bulatan atau lekukan pada salah satu
ujung wadahnya. Tusukkan IC dengan hati-hati pada papan rangkaian
ddengan posisi seperti pada gambar; hati-hati jangan sampai ada kaki yang
bengkok atau tersentuh.

17
2. Sisipkan kabel-kabel penghubung dari IC kejalur positif(+) dan jalur
negative(-) pada protoboat sesuai dengan gambar.
3. Berikan led dan resistor di protoboat. Lalu hubungkan dengan jumper.
4. Pada gambar pertama, untuk led (kaki anoda) nya dihubungkan pada IC
kaki 1.
5. Lalu lakukan percobaan dengan menggunakan batre 9 volt.
6. Pada gambar kedua dengan rangkaian yang sama hanya mengubah led, pada
IC kaki 1 dipindahkan ke IC kaki 13.
7. Setelah itu lakukan percobaan lagi.

V. Analisa
Berdasarkan hasil percobaan, pada bistabel yang pertama yaitu menggunakan
input trigger pada kaki 3 artinya untuk mengubah tegangan output tinggi atau rendah
dalam waktu lama. Saat pin 1 output Q, LED akan menyala jika saklar S2
dipindahkan ke kiri kemudian ke kanan sebanyak 2 kali, LED tersebut akan berkedip
selama 2 kali yang artinya output bistabel yang pertama menjadi keadaan “tinggi”
selama 2 kali. Bistabel ini akan menghitung setiap input trigger positif yang kedua.
Ini dikarenakan saat saklar S2 dipindahkan, tegangan pada input trigger pada pin 3
akan mengalami perubahan keadaan pada bistabel. Bila output dalam keadaan
“tinggi” (LED menyala) maka akan berubah ke keadaan “rendah” (LED padam).
Begitu pula sebaliknya. Frekuensi dalam satu gelombangnya pun 2 kali dari trigger
pada saklar S2.
Pada bistabel yang kedua yang membedakan dengan dengan rangkaian
bistabel pertama yaitu input triggernya terdapat 2kaki pada kaki IC 3 dan kaki 11.
Saat pin 13 output Q yang merupakan rangkaian pembagi 4, LED akan menyala
setiap trigger positif yang keempat, dengan kata lain merupakan 2 kali kelipatan
daripada bistabel yang pertama. Trigger ini dapat berlaku untuk kelipatan 6, 8 dan
seterusnya. Begitu pula dengan frekuensi dalam satu gelombangnya menjadi 4 kali
dari trigger pada saklar S2. Pada rangkaian output Qn tidak digunakan yang berarti
termasuk ke dalam input data.

18
VI. Kesimpulan
Dari analisa dan hasil percobaan, didapat kesimpulan bahwa,
- Pada IC CMOS 4013B, multivibrator akan berfungsi rangkap bistable
tergantung dari input trigger terakhir dari keadaan output.
- Keadaan output pada multivibrator dapat lebih stabil dalam jangka waktu yang
lama dibandingkan dengan multivibrator astabel/monostabel pada IC 556.

19
3.5. R6 R7 R8. IC DENGAN 4 GERBANG (QUAD) NAND, 2 INPUT (CMOS
4011B)
I. Tujuan
- Mengetahui teori dari IC 4 gerbang dengan menggunakan IC CMOS 4011
- Memahami prinsip kerja dari setiap gerbang (NAND, AND, OR, NOR)
- Mampu merangkai rangkaian dari setiap gerbang dengan IC 4011

II. Dasar Teori


Dalam computer terdapat sakelar-sakelar yang disebut gerbang logika
(logicgates) yang “terbuka” dan memberikan tegangan output “tinggi” hanya
apabila padainputnya (biasanya ada lebih dari satu) di penuhi beberapa
persyaratan tertentu. Adaempat macam bentuk gate yang penting, yaitu AND,
NAND, NOR, OR. Pada tablekebenaran (‘truth table’) di bawah ini untuk dua
input – A dan B output atau input“tinggi” (yaitu 9V) dinyatakan dengan angka
“1”, sedang output atau input “rendah”(yaitu 0V) dinyatakan dengan angka “0”.

TABEL KEBENARAN

AND NAND
INPUT OUTPUT INPUT OUTPUT
A B C A B C
0 0 0 0 0 1
0 1 0 0 1 1
1 0 0 1 0 1
1 1 1 1 1 0

NOR OR
INPUT OUTPUT INPUT OUTPUT
A B C A B C
0 0 1 0 0 0
0 1 0 0 1 0
1 0 0 1 0 0
1 1 0 1 1 1

20
Gerbang AND memberikan output “tinggi” hanya apabila kedua inputnya
“tinggi” gerbang NOR memberikan output “tinggi” hanya apabila kedua
inputnya “rendah”.Kita akan menggunakan kedua gerbang ini pada percobaan-
percobaan di bagian akhir buku ini. Satu jenis gerbang dapat dibuat dari
gabungan satu jenis gerbang yang lainnnya. Sebagai contoh gerbang AND, OR,
dan NOR dapat dibuat dari gerbang NAND seperti terlihat pada gambar
dibawah ini :

IC CMOS 4011B merupakan gerbang NAND quad dua input ; terdiri dari
empatgerbang NAND, setiap gelombang mempunyai dua input akan memiliki
kaki-kaki catutegangan yang sama. Kita akan menggunakan IC ini untuk
membuat tiga jenis gerbangyang lain.

III. Alat dan Bahan

NO ALAT DAN BAHAN JUMLAH


1 IC 4011 1
2 LED 1
3 Resistor 680 Ω 1
4 Baterai 9 Volt 1
5 Protoboat 1
6 Klip penghubung baterai 1
7 Pinset 1
8 Cuter atau gunting 1
9 Jumper Secukupnya

IV. Langkah Kerja


1. Temukan kaki 1 dari IC dengan tanda bulatan atau lekukan pada salah satu
ujung wadahnya. Tusukan IC dengan hati-hati pada papan rangkaian,
kemudian tekan hati-hati jangan sampai ada kaki yang bengkok atau saling
bersentuh.

21
2. Sisipkan kawat penghubung dari IC ke jalur positif dan jalur negative, serta
antar soket pada papan rangkaian sesuai yang ditunjukan pada gambar
rangakaian dibawah.
3. Sisipkan R1, LED ( perlu diingat kaki katoda adalah kaki yang diberi tanda
dengan potongan rata pada wadahnya atau kaki katoda ( c) lebih pendek
dari kaki anoda ( a ) ).
4. Hubungkan batere dengan memperhatikan kutub-kutub yang benar, kawat
penghubung S1 merupakan saklar penyambung dan pemutus batere.
Pasang S1 pada kondisi on, kemudian periksa tabel untuk setiap gerbang (
NAND, OR, NOR ).

V. Analisa

Pada percobaan R6 R7 R8 ini yaitu ic dengan gerbang NAND yang dapat


membentuk gerbang AND, OR, dan NOR. Untuk membentuk sebuah
gerbang dasar dari gerbang NAND ini, diperlukan kombinasi gerbang
yang menggunakan aturan aljabar Boolean dan de Morgan. Untuk
membentuk gerbang AND yaitu dengan menggunakan gerbang AND,
maka dibutuhkan 2 gerbang NAND dengan mengkombinasi hasil dari
gerbang NOT tadi, yaitu unutk gerbang pertama input 1 (missal A) dan
input 2 (missal B), maka hasil persamaannya adalah A.B, maka untuk
menjadikannya gerbang AND, maka A.B harus di not kan, jadi output
dari gerbang pertama akan menjadi input 1 dan input 2 gerbang NAND
selanjutnya sehingga NOT pun akan hilang dan menjadi gerbang AND
yaitu A.B. Gerbang AND yaitu dimana output akan berlogika “1” jika

22
kedua inputnya tinggi dan output akan berlogika “0” jika kedua atau
salah satu inputnya rendah.
Untuk percobaan selanjutnya yaitu membuat gerbang OR maka
dibutuhkan 2 gerbang NOT dari gerbang NAND dan 1 gerbang NAND lagi
sebagai input dari gerbang NAND yang telah dibuat menjadi NOT tersebut.
Jadi input A yang dimasukkan ke kedua input gerbang NAND yang menjadi
NOT akan keluar dan menjadi masukan bagi input gerbang NAND ketiga,
begitupun dengan input B, input B menjadi masukan gerbang NAND kedua
yang dijadikan NOT dengan cara menggabung input 1 dan 2 pada gerbang
NAND kedua ini sehingga menjadi gerbang NOT. Lalu gerbang NOT kedua
ini akan menjadi masukan dari input kedua dari gerbang NAND, sehingga
output gerbang ketiga yang dihasilakan adalah A.B, dan jika disederhanakan
dengan de morgan maka didapatkan A+B dan menjadi gerbang OR yaitu A
+ B.
Pada R7 kombinasi dari 2 gerbang logika NAND yang kedua outputnya
menjadi input pada gerbang NAND yang baru menghasilkan fungsi gerbang
logika yang sama dengan gerbang OR yaitu dimana output akan berlogika
“1” jika kedua atau salah satu inputnya tinggi dan output akan berlogika “0”
jika kedua inputnya rendah
Untuk mendapatkan gerbang NOR, kita hanya perlu
menambahkan gerbang NOT untuk membuat gerbang OR yang
sebelumnya, menjadi gerbang NOR, jadi output dari 3 gerbang
NAND yang dapat menghasilkan gerbang NOR tersebut
dijadikan sebagai input dari gerbang NOT yang dibuat dari
gerbang NAND, yaitu dengan cara output OR ini dijadikan
sebagai input gerbang selanjutnya yaitu gerbang NAND keempat
dengan cara menggabungkan input 1 dan input 2 gerbang NAND
keempat ini atau dengan kata lain memberikan output dari
gerbang OR yang telah dibuat tadi sebagai masukan dari input 1
dan input 2 dari gerbang NOT yang dibuat dari gerbang NAND
keempat ini sehingga output yang dihasilkan oleh gerbang NAND
keempat ini adalah A+B atau gerbang NOR. Brgitupun

23
sebaliknya, dengan gerbang NOR pun kita dapat membuat atau
membentuk gerbang-gerbang dasar lainnya dengan menggunakan
persamaan aljabar Boolean dan teorema de morgan
Pada R8 kombinasi terusan dari R7 yang kemudian ditambah gerbang
NAND baru lagi menghasilkan fungsi gerbang logika yang sama dengan
gerbang NOR yaitu dimana output akan berlogika “1” jika kedua inputnya
rendah dan output akan berlogika “0” jika kedua atau salah satu inputnya
tinggi

VI. Kesimpulan
Dari analisa dan hasil percobaan, didapat kesimpulan bahwa,
- Gerbang logika NAND merupakan gerbang logika universal.
- Hasil output pada gerbang logika dapat terbukti dengan adanya tabel
kebenaran.
- Dalam satu IC CMOS 4011B dapat menghasilkan 3 bentuk fungsi
gerbang AND, OR dan NOR sekaligus.

24
BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan
1. Integrated Circuit (IC) memiliki banyak jenis dan beragam fungsi tergantung
dari pengaplikasian bentuk rangkaian yang dibuat.
2. Rangkaian multivibrator merupakan rangkaian dasar dari perkembangan
rangkaian yang lebih modern menggunakan IC.
3. Frekuensi dan periode dalam suatu rangkaian multivibrator tergantung dari
resistor dan kapasitor yang digunakan.

4.2. Saran
Dalam pembuatan makalah ini diharapkan agar pembaca mampu memahami
isi yang terpapar didalamnya mengenai komponen elektronika dan integrated circuit
(IC) sebagai salah satu bagian terpenting dari realisasi perancangan elektronika.
Dan hendaknya sebelum membuat atau merancang sebuah rangkaian
elektronik kita harus memahami dan mengetahui terlebih dahulu dari karakteristik
dari komponen – komponen yang dipakai serta fungsi dan kegunaannya di dalam
suatu rangkaian agar rangkaian tersebut dapat bekerja dengan baik.
Pemilihan komponen elektronika yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil
dari kerja terhadap komponen elektronika yang lain di dalam suatu rangkaian.

25
DAFTAR PUSTAKA

Lutfi, Iskandar. Suhardi.,2010. Buku Petunjuk Praktek Realisasi Rancangan 1.


Politeknik Negeri Sriwijaya.Palembang

Purbo.,2010,Elektronika Dasar1,[pdf]
(http://kambing.ui.ac.id/onnopurbo/oraridiklat/teknik/elektronika/elektronik
a dasar-I-univ-negeri-jember/bab09-transistor.pdf/2010/ Elektronika Dasar
,diunduh 5 Okteber 2016)

26
LAMPIRAN

R1. MULTIVIBRATOR RANGKAP ASTABEL (IC 556)

R2. MULTIVIBRATOR RANGKAP MONOSTABEL (IC 556) dan


R3. MULTIVIBRATOR ASTABEL/MONOSTABEL IC CMOS (4047B)

27
R4. MULTIVIBRATOR RANGKAP BISTABEL (CMOS 4013 B)

R5. MULTIVIBRATOR RANGKAP BISTABEL (CMOS 4013 B)

28
R6. IC DENGAN 4 GERBANG ( NAND )

R7. IC DENGAN 4 GERBANG ( OR )

R8. IC DENGAN 4 GERBANG ( NOR)

OR AND
NOR

29