Anda di halaman 1dari 13

LBM 3 MODUL KGD

Dadaku nyeri dan berdebar-debar

STEP 1

- Sinkop :

Pasien mengalami kehiilangan kesadaran. Karena terjadinya hipoperfusi serebral.


Onset cepat dengan jangka waktu pendek (6-8 detik)

- Kardioversi :

Tindakan emergensi untuk menangani takiaritmia dengan cara pemberian aliran listrik
rendah pada puncak gelombang R.

- Ventrikel takikardi

Disritmia ventrikel yang terjadi ketika kecepatan denyut ventrikel mencapai 160-250x
/ menit

- ROSC

Return of spontaneus circulation. Kembalinya sirkulasi spontan setelah melakukan


RJP

STEP 2

1. Mengapa pasien mengalami nyeri dada dan berdebar-debar?

2. Apa hubungan riwayat sinkope dengan keluhan yang diderita pasien ?

3. Mengapa pasien menjadi tidak responsif dan denyut nadi tidak teraba setelah
kardioversi ?

4. Bagaimana interpretasi dari vital sign ?

5. Bagaimana interpretasi EKG setelah kardioversi dan sebelum kardioversi ?

6. Apa indikasi dan kontraindikasi, serta cara melakukan kardioversi ?

7. Bagaimana tindakan resusitasi jantung paru sesuai AHA 2015 ?

8. Apa saja kriteria ROSC ?


9. Mengapa pasien dirujuk ke ICU ?

10. Jelaskan algoritma tatalaksana takikardi ! (obat-obat)

11. Apa saja komplikasi pada unstable SVT ?

STEP 3

1. Mengapa pasien mengalami nyeri dada dan berdebar-debar?

Nyeri dada

Penyempitan vaskuler  suplai oksigen ke jaringan berkurang  otot jantung akan


mengalami iskemia  sel-sel miokardium ( mengalami glikolisis anaerob )  asam
laktat 

Sel ondotel jantung  melepaskan EDRF ( endotelial derivat relaxaing factor ) dan
EDCF ( endotelial derivat contractiliting factor ) , EDRF diatur oleh asetilkolin , saat
ada penyumbatan menyebabkan hipoksia  nyeri

Berdebar-debar

Respon fisiologin jika masih irama sinus , jika ada sumbatan di miokardium dabat
menyebabkan berdebar- debar yang patologis

2. Apa hubungan riwayat sinkope dengan keluhan yang diderita pasien ?

Hipeperfusi di serebral , diawali tekanan sistemik yang menurun  aliran darah yang
harusnya dialirkan ke otak juga menurun (6-8 detik)  kesadarabn menurun

- Sinkop reflek :

a. Vasovagal

b. Situasional

c. Sinkop sinus karotis

- Sinkop akibat hipotensi ortostatik :

a. Gagal otonimik primer

b. Gagal otonomik sekunder


c. Depresi volemik

- Sinkop kardia

Diakibatkan aritmia, takikardi

Sesak nafas akibat hipoperfusi , curah jantung menurun. Ada mekanisme kompensasi,
. jika tidak cepat ditangani akan mengakibatkan beban pada ventrikel kiri dapat
diketahui dari EKG

3. Mengapa pasien menjadi tidak responsif dan denyut nadi tidak teraba setelah
kardioversi ?

Saat pengisian langsung kontraksi aliran nya menjadi berkurang. Denyut arteri tidak
rteraba kemungkinan adanya henti jantung

4. Bagaimana interpretasi dari vital sign ?

TD : 80/50

Takikardi

Takipneu

Hemodinamik tidak stabil , sehingga untuk memperbaiki dilakukan kardioversi

5. Bagaimana interpretasi EKG setelah kardioversi dan sebelum kardioversi ?

QRS < 0,12 detik ( sempit )

Irama : menunjukan takikardi , gelombang p ( dimulai dari sinus SA ) yang terdesak


oleh gelombang QRS adanya pace maker lain selain SA

- Denyut jantung cepat ( > 100X / menit ) ( SVT : 150 – 250/ menit )

- Denyut jantung regular

- Kompleks QRS yang sempit ( < 0,12 detik / < 3 kotak kecil )

Penyebab adanya gangguan konduksi , ada blok di SA node atau adanya pace maker
lain.

MEKANISME TERJADINYA SVT


Normal SA  AV , jika adanya gangguan mengalir hanya pada salah satu sisi 
akan menyebabkan impulnya akan berputar ( circus movement )  P nya dapat
terbalik atau dapat hilang

a. Automatisasi : adanya fokus ektopik diatrium, bisa diatrium, AV junction,


purkinje

b. Re-entry : 2 konsuksi yang menyatu diujung , aliran lambat konduksi yang


memungkinkan terjadinya konduksi lain

Komplikasi dari kardioversi, yang seharusnya tekanan khusus SVT mungkin salah
muatan  ventrikel fibrilasi  ditambah dengan adanya SVT sebeelumnya 
henti jantung

Setelah kardioversi ( ventrikel takikardi )

Penyebab henti jantung

a. Ventrikel takikardi

b. Ventrikel fibrilasi

c. Asistole

d. Pulseless electrical activity ( PEA )

6. Apa indikasi dan kontraindikasi, serta cara melakukan kardioversi ?

Indikasi :

- Takikardia supra ventrikel

- Floater atrial

- Fibrasi atrial dengan hipoperfusi

- Takikardia ventrikel dengan nadi palpasi gagal berubah ke arah irama sinus

Kontraindikasi

- Intoksiskasi digitalis

- Penyakit gangguan konduksi

- Pasien tidak mampu bertahan dengan irama sinus


- Pasien operasi katup jantung ( ditunda 10-14 hari )

- Kardioversi dengan fibrasi atrial cepat berulang

Cara melakukan

- Energi awal untuk SVT ( dimulai 50, 100, 200, 250 , maksimal 360)

- Berikan obat sedasi

- Disambungkan alat

- Dipasangkan paddle dada kanan kiri sternum ( kanan sela iga 3 dan kiri apex cordis ),
atau punggung

- Dikejutkan saat gelombang QRS

Pasien dengan cardiac arrest maksimal dilakukan kardioversi 3x

7. Bagaimana tindakan resusitasi jantung paru sesuai AHA 2015 ?

1. Amankan lokasi kejadian

- Kerban tidak menunjukan reaksi

- Aktifkan sistem tanggapan darurat

- Ambil AED peralatan gawat darurat

2. Perhatikan apakah napas terhenti atau tersengal dan periksa denyut ( scr
bersamaan) apakah denyut benar-benar terasa selama 10 detik ?

a. Bernafas normal ada denyut 

b. Dernafas tidak normal ada denyut

8. Apa saja kriteria ROSC ?

- Adanya denyut a. Carotis

- Detak jantung

- PET CO2 naik >40mmHg

9. Mengapa pasien dirujuk ke ICU ?


Tanda – tanda ROSC dapat menjadi komplikasi , jadi harus dipantau lebih lanjut
karena dapat terjadinya hipoperfusi berulang.

Sindrom pasca henti jantung :

a. Iskemia sistemik

b. Cedera otak

c. Disfungsi miokard

Reperfusi akan mengaktivkan sistem imun  akibat gagal fungsi organ 


penurunan volume intravaskular dan vasodilatasi

Dicari penyebab dan dilakukan penatalaksanaan

10. Jelaskan algoritma tatalaksana takikardi ! (obat-obat emergensi dan mekanisme


kerja)

TAKIKARDI

1. Cek ABCD ( B  O2, C  EKG )

2. Apakah ada gangguan kesadaran? Nyeri dada? Hipotensi )

a. JIKA STABIL : lakukan kardioversi  tatalaksana komprehensif

b. JIKA TIDAK STABIL : lihat komplek QRS  sempit

- Regular  vagal manuver  deberikan adenosin IV 6mg  adenosis 12 mg

a. Berubah : dx. SVT  observasi  adenosin  node blocker

- tidak

3. Cek ABCD

11. Apa saja komplikasi pada unstable SVT ?


12. Bagaimana tahap pengelolaan SVT

13. Penyebab henti jantung selain SVT

14. Perbedaan irama shockable dan non shockable

15. Indikasi defibrilator

STEP 4
NYERI DADA DAN BERDEBAR -
DEBAR

STEP 7

1. Mengapa pasien mengalami nyeri dada dan berdebar-debar?

Sakit dada pada angina pectoris disebabkan karena timbulnya iskemia miokard, karena
suplai darah dan oksigen ke miokard berkurang. Aliran darah berkurang karena
penyempitan pembuluh darah koroner (arteri koronaria). Penyempitan terjadi karena
proses aterosklerosis atau spasme pembuluh koroner atau kombinasi proses
aterosklerosis dan spasme. Pada mulanya suplay darah tersebut walaupun berkurang
masih cukup untuk memenuhi kebutuhan miokard pada waktu istirahat, tetapi tidak
cukup bila kebutuhan oksigen miokard meningkat seperti pada waktupasien
melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Oleh karena itu sakit pada angina timbul
pada waktu pasien melakukan aktifitas fisis seperti berjalan cepat, atau mendaki.
(Buku Ajar IPD, Jilid 1, FK UI.)

1. Penyebab nyeri dada dan ciri khasnya


a. Kardial
i. Penyakit Jantung koroner
ii. Stenosis Aorta
iii. Kardiomiopati hipertrofi
iv. Perikarditis
b. Non Kardial
i. Vaskuler
 Diseksi Aorta
 Emboli Paru
 Hipertensi pulmoner
 Ketegangan ventrikel kanan
ii. Pulmoner
 Pleuritis atau pneumonia
 Trakeobronkitis
 Pneumothoraks
 Tumor
 Emfisema mediastinum atau mediastin
iii. Gastrointestinal
 Refluks esophagus
 Kekakuan esophagus
 Robekan Mallory-Weiss
 Penyakit ulkus peptikum
 Penyakit kandung empedu
 Pankreatitis
iv. Muskuloskeletal
 Penyakit discus servikalis
 Artitis bahu atau punggung
 Kostokondritis
 Kekakuan otot interkotalis
 Sindroma interskalenus atau hiperabduksi
 Bursitis subakromial
v. Lainnya
 Kelainan payudara
 Tumor dinding dada
 Herpes zoster
Ciri:

Nyeri dada akibat perikarditis. Nyeri yang berkaitan dengan perikarditis


dipercayai adalah akibat inflamasi dari pleura yang berdekatan. Pengamatan ini
menjelaskanmengapa perikarditis non-infeksiosa (misalnay yang berhubungan
dengan uremia dan dengan infark miokard serta tamponade jantung dengan
inflamasi yang relatif ringan sedangkan perikarditis infeksiosa, yang hampir selalu
lebih hebat dan menjalar ke prlura yang berdekatan, biasanya berkaitan dengan
nyeri

Penyebab vaskuler nyeri dada. Diseksi aortik berkembang sebagai


sutu akibat dari hematoma subintimal yang mungkin bermula karena suatu ruptur/
robekan pada intima aorta ataupun karena perdarahan kedalam vasavasorum.
Gerakan kearah muka (antegrade) hematoma ini dapat membahayakan cabang-
cabang utama yang keluar dari aorta, sedangkan penjalaran kearah belakang
(retrograde)dapat menyumvat suatu arteri koroner, merobek anulus (cincin) katup
aorta atau memecah kedalam ruang perikardial.
Penyebab Amboli Paru. Hal ini biasanya berasal dari trombi dalam sirkulasi
vena khususnya pada anggota-anggota gerak bagian bawah. Trombosis vena
biasanya berhubungan dengan stasis atau melambatnya aliran darah, dengan
kerusakan pada dinding pembuluh darah, atau dengan perubahan dalam sistem
koagulasi. Bila trombin dari sembarang sumber beremboli ke sirkulasi arterial
pulmoner, mereka dapat menyebabkan bukan hanya obstruksi mekanis tetapi juga
faso kontriksi dan resistensi vaskuler pulmoner yang meningkat berkaitan dengan
pelepasan faktor-faktor humoral, histamin, serotonin, tagladin. Akibtnya
hipoksemia dan kadang-kadang ggal jantung sebelah kanan dapat terjadi dan
turunnya curah jantung secra akut dapat menyebabkan kematian mendadak.

Penyebab pulmoner lain dari nyeri dada. Beranekamacam penyakit paru


dapat menyebabkan nyeri dada. Plural yang biasanya mrupkan nyeri yang singkat
dan tajam yang dicetuskan oleh inspirasi adalah sangat biasa dan umumnya
disebabkan oleh terengganya pleura parietal yang meradang.

Penyebab Gastrointestinal nyeri dada. Nyeri dada, nyeri esofagus


mencangkup refluks esofagus dan sepasma esofagus. Nyeri esofagus biasanya
diakibatkan oleh rangsangan kima (asam).Mukosa esofagus karena refluks asam
atau sepasma otot esofagus. Cedara esofagus seperti pada suatu robekan atau
ruptur Mallory – Weiss yang disebabkan muntah-muntah yang hebat,
menyebabkan nyeri dada akut yang hebat. Adakalanya penyakit gastrointestinal
lainnya, termasuk ulkus peptikum, penyakit bilier dan pankreatitis tampil sebagai
nyeri dada dan juga nyeri abdomen.

Penyebab neuromuskuloskeletal nyeri dada. Nyeri dada neuro-


muskuloskeletal dapat disebabkan oleh penyakit diskus servikal karena kompresi
radiks-radiks saraf, oleh artritis bahu atau tulang belakang atau osteokondritis,
yang merupakan suatu inflamasi dari osteochondral junctions (taut osteokondral)

Penyebab Nyeri dada Lain. Berbagai gangguan dad, termasuk penyakit


radang dada, tumor jinak dan ganas, dan mastodinia, dapat menyebabkan nyeri
dada, biasanta berkaitan dengan kelainan-kelainan lokal dada.

(Harrison, Prinsip-Prinsip IPD. Edisi 13. EGC)


2. Apa hubungan riwayat sinkope dengan keluhan yang diderita pasien ?

Sinkop  Kehilangan kesadaran dan kekuatan postural tubuh yang tiba-tiba dan bersifat
sementara dengan konsekuensi terjadi pemulihan secara spontan

Kehilangan kesadaran  karena penurunan aliran darah ke sistem aktivasi reticular yang
berlokasi di batang otak dan akan membaik tanpa terapi kimia apapun

Penyebab sinkop :

-Vaskular

-Kardiak

-Neurologikserebrovaskular

-psikogenik

-metabolik

-Sinkop tidak diketahui penyebabnya

Sinkop sering diakibatkan keadaan takiaritmia(ventricular atau supraventikular) atau


bradiaritmia. Takikardi ventrikel lebih sering menyebabkan sinkop. Takikardi
supraventikular juga merupakan penyebab sinkop tersering meskipun pasien punya
keluhan yang lebih ringan seperti berdebar, sesak nafas, dan kepala terasa ringan.

Bradiaritmia juga bisa menyebabkan sinkop termasuk sick sinus syndrome dan blok
atrioventrikular contoh yang spesifik misalnya sinus arrest.

Ilmu Penyakit Dalam Edisi IV Jilid 1

3. Mengapa pasien menjadi tidak responsif dan denyut nadi tidak teraba setelah
kardioversi ?

Saat pengisian langsung kontraksi aliran nya menjadi berkurang. Denyut arteri tidak
rteraba kemungkinan adanya henti jantung

4. Bagaimana interpretasi dari vital sign ?

5. Bagaimana interpretasi EKG setelah kardioversi dan sebelum kardioversi ?

6. Apa indikasi dan kontraindikasi, serta cara melakukan kardioversi ?


KardioversiTindakan elektif atau emergency untuk mengobati takiaritmia dimana
pasien diberikan aliran listrik, biasanya dengan energi yang rendah dan disinkronkan
dengan gelombang R, dimana aliran listrik diberikan pada puncak gelombang R

Indikasi :

-Fibrilasi ventrikel

-Takikardi ventrikel apabila dengan medikamentosa tdk bisa mengatasi atau kalau pasien
berada dalam kondisi hemodinamik yang buruk

-Takikardi supraventikuler yg tidak bisa dihentikan dengan pemberian obat-obatan atau


keadaan hemodinamik yang memburuk

-Fibrilasi atrial yang tidak bisa dikonversi menjadi irama sinus dengan obat-obatan

-Fluter atrial yang tidak bisa dikonversi menjadi irama sinus dengan obat-obatan

Kontraindikasi

- Intoksiskasi digitalis

- Penyakit gangguan konduksi

- Pasien tidak mampu bertahan dengan irama sinus

- Pasien operasi katup jantung ( ditunda 10-14 hari )

- Kardioversi dengan fibrasi atrial cepat berulang

Prosedur Kardioversi Listrik

-Lakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu yg menyeluruh dan pemeriksaan EKG

-Pasien dalam keadaan puasa 6-12 jam dan tidak ada intoksikasi obat seperti digitalis

-Pasien juga perlu dipantau tekanan darah,irama jantung dan saturasi oksigen dengan
pulse oksimetri setelah diberikan sedative secara intravena

-Paddle pertama diberi jelly secukupnya diletakkan di dada bagian depan sedikit sebelah
kanan sternum di sela iga III , paddle kedua setelah diberi jelly diletakkan disebelah kiri
apeks kordis
-Alat defibrillator dinyalakan dan dipilih tingkat energi yg ditentukan, alat untuk
sinkronisasi gelombang R juga dinyalakan lalu kedua paddle diberi tekanan yang cukup
dan alat dinyalakan dengan energi yg dibutuhkan

Kontraindikasi

-Pasien harus dalam keadaan tidak ada intoksikasi obat seperti digitalis

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Jilid 1

7. Bagaimana tindakan resusitasi jantung paru sesuai AHA 2015 ?

8. Apa saja kriteria ROSC ?

9. Mengapa pasien dirujuk ke ICU ?


Tanda – tanda ROSC dapat menjadi komplikasi , jadi harus dipantau lebih lanjut karena
dapat terjadinya hipoperfusi berulang.

Sindrom pasca henti jantung :

a. Iskemia sistemik

b. Cedera otak

c. Disfungsi miokard

Reperfusi akan mengaktivkan sistem imun akibat gagal fungsi organ penurunan
volume intravaskular dan vasodilatasi

Dicari penyebab dan dilakukan penatalaksanaan

10. Jelaskan algoritma tatalaksana takikardi ! (obat-obat emergensi dan mekanisme


kerja)

11. Apa saja komplikasi pada unstable SVT ?

12. Bagaimana tahap pengelolaan SVT ?

13. Penyebab henti jantung selain SVT ?

14. Perbedaan irama shockable dan non shockable ?

15. Indikasi defibrillator ?