Anda di halaman 1dari 2

1.

LATAR BELAKANG
Penangkapan Kapal Pengangkut Sabu 1 Ton berkat Sinergi Bea Cukai, Polisi, dan Lantamal

Batam – Pada Hari Senin (17/07) Pihak Bea Cukai Bersama Kepolisian dan Lantamal
mengadakan press conference terkait dengan penangkapan kapal Wanderlust berbendera Sierra
Leone bertempat di pelabuhan milik Bea Cukai, Tanjung Uncang. Kapal yang diduga membawa
satu ton sabu lebih itu berhasil ditangkap oleh Tim Patroli Bea dan Cukai Batam beserta
Lantamal IV Tanjungpinang dan di perairan Tanjung Berakit, Bintan Sabtu (15/7/2017) lalu saat
hendak melarikan diri.

Informasi didapatkan Bea Cukai dari Polda Metro Jaya, yang kemudia Bea Cukai membuat nota
informasi yang ditindak lanjuti dengan mengirimkan anggota ke lokasi, setelah bekerja sama
dengan Polda Kepri.
Setelah tertangkap, kapal bernama Yacht Wanderlust itu digiring oleh dua kapal patroli Bea
Cukai yakni BC 7005 dan BC 8006 serta Tim Sea Rider II Lanal Batam. Saat ini kapal tersebut
ditambatkan di Pelabuhan Bea Cukai Tanjunguncang setelah ketiga mesinnya dicopot.
Selain kapal, petugas juga mengamankan lima orang WNA yang berada di dalam kapal saat
penangkapan. Saat ini kelima orang asing tersebut masih dilakukan pendalaman dan pemeriksaan
oleh tim gabungan yang terdiri dari Bea Cukai, Mabes Polri dan BNN.

Selain itu, pada hari Selasa (20/06) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam
mengadakan Press Releasehasil Operasi Patuh Ampadan I. Operasi Patuh Ampadan I bertujuan
untuk meningkatkan kepatuhan pengusaha Barang Kena Cukai (BKC) hasil tembakau dan
membersihkan atau menekan peredaran BKC hasil tembakau illegal. Dengan operasi ini
diharapkan peredaran BKC hasil tembakau menjadi kondusif Karena telah memenuhi ketentuan
di bidang cukai. Operasi ini juga secara serentak dan terpadu di seluruh wilayah Indonesia dan
telah diresmikan pada Rabu 17/05/2017.

Operasi Patuh Ampadan I dilaksanakan untuk mengoptimalkan penerimaan cukai hasil


tembakau. Selain itu, untuk menurunkan tingkat peredaran rokok illegal. Dengan adanya Operasi
Patuh Ampadan I, para pengusaha BKC diharapkan semakin patuh dan ikut menghindari
peredaran BKC hasil tembakau illegal.
Operasi ini berlangsung tanggal 15 Mei 2017 sampai dengan 10 Juni 2017. Diharapkan target
penerimaan cukai yang dibebankan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan tercapai dan
masyarakat pun bisa terbebas dari peredaran barang ilegal.

Hasil penindakan Operasi Patuh Ampadan I sebagai berikut:

- Operasi Pertama, Selasa 23 Mei 2017 di daerah Tiban (jumlah 4 toko)


-Hasil Tembakau: 1.371.120 batang
Nilai Rp.851.667.750,-
-MMEA gol B dan C: 920.400 liter (105 botol)
Nilai Rp.2.252.250,-

- Operasi Kedua, Selasa 30 Mei 2017 di daerah Bengkong (jumlah 3 toko)

-Hasil Tembakau: 192.224 batang


-MMEA gol B dan C: 58.245 liter
Nilai Rp.86.358.000,-

- Operasi Ketiga, Kamis 8 Juni 2017 di daerah Batam Center (jumlah 4 toko)

-Hasil Tembakau: 26.284 batang


Nilai Rp.18.768.00,-

Total hasil penindakan Operasi Patuh Ampadan I selama 3 (tiga) kali sebagai berikut.
589.628 batang Hasil Tembakau (HT)
645 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA)
Total nilai barang hasil penindakan Operasi Patuh Ampadan I tersebut sebesar Rp.959.046.000,-