Anda di halaman 1dari 2

2.

2 Fisiolog

Cahaya memasuki ata Kemudian retina


Lensa membiaskan memantulkan
melalui koraang
cahaya yang masuk kembali cahaya
transparan
tersebut

Korteks oksipitalis Impuls tersebut Retina mengubah


kemudian melewati sepanjang cahaya kedalam
diinterpretasikan saraf opticus dan impuls syaraf
sebagai gambar traktus menuju ke otak

1
BAB III
Kelaian Refraksi

3.1 Definisi
Kelainan refraksi adalah keadaan bayangan tegas tidak dibentuk pada retina.
Secara umum, terjadi ketidak seimbangan sistem penglihatan pada mata sehingga
menghasilkan bayangan yang kabur. Sinar tidak dibiaskan tepat pada retina, tetapi
dapat di depan atau di belakang retina dan tidak terletak pada satu titik fokus. Kelainan
refraksi dapat diakibatkan terjadinya kelainan kelengkungan kornea dan lensa,
perubahan indeks bias, dan kelainan panjang sumbu bola mata.
Ametropia adalah suatu keadaan mata dengan kelainan refraksi sehingga pada
mata yang dalam keadaan istirahat memberikan fokus yang tidak terletak pada retina.
Ametropia dapat ditemukan dalam bentuk kelainan miopia (rabun jauh), hipermetropia
(rabun dekat), dan astigmat. Hasil pembiasan sinar pada mata ditentukan oleh media
penglihatan yang terdiri atas kornea, cairan mata, lensa, benda kaca, dan panjangnya
bola mata.
A. Emetropia
Emetropia adalah tidak adanya kelainan refraksi.