Anda di halaman 1dari 41

RANGKAIAN LPF DAN HPF MENGGUNAKAN RC

DAN RL
Mata Kuliah : Perancangan Elektronika 2

Nama : Utami Yogantari

NIM : 1316030094

TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3A

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2017/2018
DAFTAR ISI
Daftar Isi ............................................................................................................................ 2
1.Pendahuluan ...................................................................................................................3
2.Dasar Teori .....................................................................................................................3
3.Perancangan ....................................................................................................................9
3.1.Deskripsi Singkat dan Spesifikasi ...............................................................................9
3.2.Diagram Blok ..............................................................................................................9
3.3.Penentuan dan pembahasan Komponen atau Blok ....................................................10
3.4.Gambar Skematik Rangkaian ....................................................................................10
3.5.Hasil Simulasi dan Analisa ........................................................................................ 11
3.6.Tata Letak Komponen dan Layout PCB ...................................................................33
4.Pembahasan ..................................................................................................................35
5.Penutup ........................................................................................................................ 41
5.1.Kesimpulan ................................................................................................................41
5.2.Saran .......................................................................................................................... 41
Daftar Pustaka .................................................................................................................40

2
FILTER PASIF (LOW PASS FILTER & HIGH PASS FILTER)

1. PENDAHULUAN
Filter dalam bidang elektronika adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk
mengambil/melewatkan tegangan output pada frekuensi tertentu yang diinginkan dan untuk
melemahkan/membuang ke ground tegangan output pada frekuensi tertentu yang tidak
diiginkan. Filter dalam elektronika dibagi dalam dua kelompok yaitu filter pasif dan filter
aktif. Untuk membuat suatu filter pasif dapat digunakan komponen pasif (R, L,
C). Sedangkan untuk membuat filter aktif diperlukan rangkaian (R, L, C dan transistor atau
Op-Amp).
Pada dasarnya filter pasif maupun filter aktif dapat dikelompokan berdasarkan respon
frekuensi yang di saring (filter) menjadi 4 kelompok.
 Filter Lolos Bawah (Low Pass Filter, LPF)
 Filter Lolos Atas (High Pass Filter, HPF)
 Filter Lolos Rentang (Band Pass Filter, BPF)
 Filter Tolak Rentang (Band Stop Filter atau Notch Filter)
Untuk membuat filter pad kelompok diatas dapat digunakan konfigurasi R dan C, L dan C
atau RLC. Akan tetapi penggunaan induktor sering dihindari karena fisik induktor yang
besar. Sehingga pada umumnya filter yang sering dijumpai adalah filter RC saja.

Filter adalah suatu device yang memilih sinyal listrik berdasarkan pada frekuensi dari
sinyal tersebut. Filter akan melewatkan gelombang/sinyal listrik pada batasan frekuensi
tertentu sehingga apabila terdapat sinyal/gelombang listrik dengan frekuensi yang lain (tidak
sesuai dengan spesifikasi filter) tidak akan dilewatkan. RAngkaian filter dapat diaplikasikan
secara luas, baik untuk menyaring sinyal pada frekuensi rendah, frekuensi audio, frekuensi
tinggi, atau pada frekuensi-frekuensi tertentu saja.
Filter adalah suatu sistem yang dapat memisahkan sinyal berdasarkan frekuensinya; ada
frekuensi yang diterima, dalam hal ini dibiarkan lewat; dan ada pula frekuensi yang ditolak,
dalam hal ini secara praktis dilemahkan. Hubungan keluaran masukan suatu filter dinyatakan
dengan fungsi alih (transfer function).

2. DASAR TEORI

1) LOW PASS FILTER (LPF)

Pada prinsipnya sebuah low pass filter adalah sebuah rangkaian yang dapat melewatkan
sinyal-sinyal frekuensi rendah (low frequency) secara mudah (easy passage) tetapi
menyulitkan sinyal-sinyal di luar frekuensi tersebut untuk melewatinya (difficult passage).
Low pass filter tersebut memiliki 2 (dua) rangkaian dasar yang dapat memenuhi tujuannya
dan banyak sekali variasi dari kedua rangkaian tersebut.

3
Pada dasarnya rangkaian low pass filter tersebut disusun dengan memanfaatkan
impedansi induktor yang akan meningkat sesuai dengan peningkatan frekuensi. Impedansi
induktor yang tinggi tersebut pada hubungan seri akan menjaga sinyal-sinyal frekuensi dari
beban (load). Selain memanfaatkan impedansi induktor tersebut low pass filter juga
memanfaatkan impedansi kapasitor yang akan menurun sesuai dengan peningkatan
frekuensi. Impedansi kapasitor yang menurun tersebut pada hubungan paralel dengan beban
akan menjaga keluarnya sinyal-sinyal frekuensi tinggi (high frequency) ke beban(load).

 Low Pass Filter (LPF) RC

Low Pass Filter (LPF) atau Filter Lolos Bawah adalah filter yang hanya
melewatkan sinyal dengan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc) dan akan
melemahkan sinyal dengan frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi cut-off (fc). Pada filter
LPF yang ideal sinyal dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off (fc) tidak akan
dilewatkan sama sekali (tegangan output = 0 volt). Rangkaian low pass filter RC
merupakan jenis filter pasif, dengan respon frekuensi yang ditentukan oleh konfigurasi R
dan C yang digunakan. Rangkaian dasar LPF dan grafik respon frekuensi LPF sebagai
berikut.

Rangkaian Dasar Dan Grafik Respon Frekuensi Low Pass Filter RC

Frekuensi cut-off (fc) dari filter pasif lolos bawah (Low Pass Filter,LPF) dengan RC dapat
dituliskan dalam persamaan matematik sebagai berikut.

Rangkaian filter pasif LPF RC diatas terlihat seperti pembagi tegangan menggunakan
R. Dimana pada filter LPF RC ini tegangan output diambil pada titik pertemuan RC.
Tegangan output (Vout) filter pasif LPF seperti terlihat pada rangkaian diatas dapat
diekspresikan dalam persamaan matematis sebagai berikut.

Besarnya penguatan tegangan (G) pada filter pasif yang ideal maksimum
adalah 1 = 0dB yang hanya terjadi pada frekuensi sinyal input dibawah frekuensi cut-
off (fc). Penguatabn tegangan (G) filter LPF RC pasif dapat dituliskan dalam
persamaan matematis sebagai berikut.

4
Dan penguatan tegangan (G) LPF RC dapat dituliskan dalam satuan dB sebagai berikut.

Pada filtrer lolos bawah (low pass filter ,LPF) terdapat beberapa karakteristik mendasar
sebagai berikut.
 Pada saat frekuensi sinyal input lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc) (fin << fc) maka
penguatan tegangan / Gain (G) = 1 atau G=0dB.
 Pada saat frekuensi sinyal input sama dengan frekuensi cut-off (fc) (fin = fc) maka ω =
1/RC sehingga penguatan tegangan / Gain (G) menjadi -3 dB atau terjadi pelemahan
tegangan sebesar 3 dB.
 Pada saat frekuensi sinyal input lebih tinggi dari frekuensi cut-off (fc) (fin >> fc) maka
besarnya penguatan tegangan (G) = 1/ωRC atau G = -20 log ωRC
 Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Filter Lolos Rendah (Low Pass Filter,
LPF) hanya meloloskan sinyal dengan frekuensi yang lebih rendah dari
frekuensi cut-off (fc) saja.

 Low Pass Filter (LPF) RL

Perhatikan sebuah rangkaian dasar low pass filter yang ditunjukan pada gambar di
samping ini. Pada gambar tersebut terlihat bahwa tegangan keluaran (output voltage) dari
RL low pass filter merupakan tegangan yang melewati resistor.

Tegangan keluaran (output voltage) tersebut akan bernilai sama dengan tegangan
masukan (input voltage) bila tegangan masukannya berupa tegangan dc (direct current)
sehingga menyebabkan XL terhubung singkat. Nilai XL tersebut akan meningkat sesuai
dengan peningkatan frekuensi pada tegangan masukan. Nilai XL yang naik tersebut akan
menyebabkan Vout menurun secara berangsur-angsurhingga frekuensi kritis (critical
frequency) dicapai. Pada saat Vout berada pada frekuensi kritis tersebut maka nilai XL = R
dan dinyatakan secara matematis sebagai berikut:
2𝜋𝑓𝑐 𝐿 = 𝑅
𝑅
𝑓𝑐 =
2𝜋𝐿
1
𝑓𝑐 =
2𝜋(𝐿⁄𝑅 )
Sebagaimana pada low pass filter RC.Vout = 0.707 Vin dan tegangan keluaran adalah -
3dB di bawah tegangan masukan (input voltage) pada frekuensi krisis (critical frequency).

5
Grafik Karakteristik Low Pass Filter (LPF) dengan RL

2) HIGH PASS FILTER (HPF)

Pada prinsipnya sebuah high pass filter akan melewatkan sinyal-sinya ldengan frekuensi-
frekuensi yang lebih tinggi (higher frequencies) untuk lewat dari masukan (input) menuju
keluaran, namun menolak frekuensi-frekuensi yang lebih rendah (lower frequencies).
Pada gambar tersebut terlihat sebuah diagram blok dan sebuah karakteristik frekuensi
umum (general response curve) untuk sebuah high pass filter. Frekuensi pada kurva
karakteristik tersebut yang dilihat memiliki akhir yang lebih rendah dari jalur yang dapat
dilewati (passband) disebut sebagai frekuensi kritis (critical frequencies), sama dengan low
pass filter, jalur frekuensi yang dapat dilewati (passband) merupakan frekuensi yang
keluarannya 7,70% dari nilai maksimum.

 High Pass Filter (HPF) RC

Filter high-pass atau sering juga disebut dengan filter lolos atas adalah suatu rangkaian
yang akan melewatkan suatu isyarat yang berada diatas frekuensi cut-off (ωc) sampai
frekuensi cut-off (ωc) rangkaian tersebut dan akan menahan isyarat yang berfrekuensi
dibawah frekuensi cut-off (ωc) rangkaian tersebut. Filter high-passs dasar disusun
dengan rangkaian RC seperti berikut.

6
Rangkaian High Pass Filter (HPF) RC

Prinsip kerja dari filter high pass atau filter lolos atas adalah dengan memanfaatkan
karakteristik dasar komponen C dan R, dimana C akan mudah melewatkan sinyal AC sesuai
dengan nilai reaktansi kapasitifnya dan komponen R yang lebih mudah melewatkan sinyal
dengan frekuensi yang rendah. Prinsip kerja rangkaian filter lolos atas atau high pass
filter (HPF) dengan RC dapat diuraikan sebagai berikut, apabila rangkaian filter high pass
ini diberikan sinyal input dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off (ωc) maka sinyal tersebut
akan di lewatkan ke output rangkaian melalui komponen C. Kemudian pada saat sinyal input
yang diberikan ke rangkaian filter lolos atas atau high pass filter memiliki frekuensi di
bawah frekuensi cut-off (ωc) maka sinyal input tersebut akan dilemahkan dengan cara
dibuang ke ground melalui komponen R.
Frekuensi resonansi dari filter high-pass mengikuti nilai time constant (τ) dari rangkaian RC
tersebut.

Sehingga frekuensi cut-off dari filter tersebut adalah :

Sinyal output rangkaian filter high-pass mendahului inputnya yaitu sebesar :

Grafik karakteristik dari high pass filter (HPF) atau filter lolos atas dengan
komponen RC dapat digambarkan dengan perbandingan antara tegangan output filter
terhadap frekuensi yang diberikan kepada rangkaian filter high pass (HPF) tersebut. Untuk
lebih jelasnya grafik karakteristik filter high pass (HPF) ditunjukan pada gambar berikut:

7
Grafik Karakteristik High Pass Filter (HPF) dengan RC

 High Pass Filter (HPF) RL


Pada gambar tersebut terlihat sebuah rangkaian dasar RL high pass filter. Tegangan
keluaran (output voltage) pada rangkaian RLhigh pass filter tersebut merupakan tegangan
yang melintasi induktor.

Pada prinsipnya ketika frekuensi masukan rangkaian RL high pass filter berada pada
nilai kritisnya (critical frequency), XL = R, maka nilai tegangan keluarannya (output voltage)
adalah 0.707 Vin. Peningkatan yang terjadi pada frekuensi masukan (input frequency) di
atas frekuensi kritis (fc) akan menyebabkan nilai XL meningkat hingga menghasilkan
peningkatan nilai tegangan keluaran dan akan menyamai nilai Vin. Secara matematis
frekuensi kritis (critical frequency) pada high pass filter tersebut dapat dinyatakan dengan :
1
𝑓𝑐 =
2𝜋 (𝐿⁄𝑅 )

Grafik Karakteristik High Pass Filter (HPF) dengan RL

8
3. PERANCANGAN

3.1. Deskripsi Singkat dan Spesifikasi


Low Pass Filter
Pada low pass filter titik kerja/Frekuensi cut off (Fc) ditentukan dari besaran komponen yang
digunakan, dimana :

untuk LPF tipe RC dan untuk LPF tipe RL.


Pada LPF tipe RC didapatkan Fc = 720 Hz
Pada LPF tipe RL didapatkan Fc = 159 KHz
High Pass Filter
Pada high pass filter titik kerja/Frekuensi cut off (Fc) ditentukan dari besaran komponen
yang digunakan, dimana :

untuk HPF tipe RC dan untuk tipe RL.


Pada HPF tipe RC didapatkan Fc = 72 Hz
Pada HPF tipe RL didapatkan Fc = 1,591 MHz
Frekuensi cut off (Fc) atau titik 3 dB atau 0,707 V menentukan jangkauan respon rangkaian
filter. Jadi penentuan besar nilai sangat berpengaruh akan kinerja dari rangkaian filter yang
dibuat.
3.2. Diagram Blok
Dibawah ini merupakan gambar diagram blok dari rangkaian filter pasif low pass filter
(LPF).

9
Dibawah ini merupakan gambar diagram blok dari rangkaian filter pasif high pass filter
(HPF).

3.3. Penentuan dan Pembahasan Komponen atau Blok


Untuk mendapatkan hasil low pass filter (LPF) & high pass filter (HPF), komponen-
kompomen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

1. Function Generator : 4 buah


2. R1 sebesar 47 kΩ dan 10 kΩ : masing-masing 2 buah dan 2 buah
3. Ground : 4 buah
4. C1 sebesar 4,7 nF dan 47 nF : masing-masing 1 buah dan 1 buah
5. L1 sebesar 1 mH dan 10 mH : masing-masing 1 buah dan 1 buah
6. Multimeter : 4 buah
3.4. Gambar Skematik dan Rangkaian
Gambar rangkaian RC
XFG1 XMM1

R1

47kΩ

C1
4.7nF

Gambar rangkaian CR

10
XFG1 XMM1

C1

47nF
R1
47kΩ

Gambar rangkaian LR
XFG1 XMM1

L1
10mH
R1
10kΩ

Gambar rangkaian RL
XFG1 XMM1

R2

10kΩ
L1
1mH

3.5. Hasil Simulasi


RANGKAIAN RC dengan Vin 10Vpp
1. Pada saat frekuensi 10Hz

11
2. Pada saat frekuensi 100Hz

3. Pada saat frekuensi 200Hz

12
4. Pada saat frekuensi 500Hz

5. Pada saat frekuensi cut-off 720Hz

13
6. Pada saat frekuensi 1KHz

7. Pada saat frekuensi 5 KHz

14
8. Pada saat frekuensi 10 KHz

9. Pada saat frekuensi 20KHz

15
TABEL HASIL DATA RC

Frekuensi Vo Vo/ Vi Av (dB)


10 Hz 9,995 V 0,9995 V -0,004
100 Hz 9,905 V 0,9905 V -0,082
200 Hz 9,636 V 0,9636 V -0,322
500 Hz 8,213 V 0,8213 V -1,709
fc = 720 Hz 7,073 V 0,7073 V -3,007
1 KHz 5,843 V 0,5843 V -4,667
5 KHz 1,425 V 0,1425 V -16,923
10 KHz 0,718 V 0,0718 V -22,877
20 Khz 0,35 V 0,035 V -29,118

RANGKAIAN CR dengan Vin 10Vpp


1. Pada saat frekuensi 10Hz

16
2. Pada saat frekuensi cut-off 72Hz

3. Pada saat frekuensi 100Hz

17
4. Pada saat frekuensi 200Hz

5. Pada saat frekuensi 500Hz

18
6. Pada frekuensi 1KHz

7. Pada saat frekuensi 5KHz

19
8. Pada saat frekuensi 10KHz

9. Pada frekuensi 20KHz

20
TABEL HASIL DATA CR

Frekuensi Vo Vo/ Vi Av (dB)


10 Hz 1,374 V 0,1374 V -17,240
fc = 72 Hz 7,068 V 0,7068 V -3,014
100 Hz 8,114 V 0,8114 V -1,815
200 Hz 9,407 V 0,9407 V -0,530
500 Hz 9,896 V 0,9896 V -0,090
1 KHz 9,973 V 0,9973 V -0,023
5 KHz 9,998 V 0,9998 V -0,001
10 KHz 9,998 V 0,9998 V -0,001
20 KHz 10,001 V 1V 0

RANGKAIAN RL dengan Vin 10Vpp


1. Pada saat frekuensi 100KHz

21
2. Pada saat frekuensi 300KHz

3. Pada frekuensi 500KHz

22
4. Pada frekuensi 1MHz

5. Pada frekuensi cut-off 1,59MHz

23
6. Pada frekuensi 2MHz

7. Pada saat frekuensi 5MHz

24
8. Pada saat frekuensi 10MHz

9. Pada saat frekuensi 50MHz

25
TABEL HASIL DATA RL
Frekuensi Vo Vo/ Vi Av (dB)
100 KHz 0,627 V 0,0627 V -24,054
300 KHz 1,852 V 0,1852 V -14,647
500 KHz 2,998 V 0,2998 V -10,463
1 MHz 5,32 V 0,532 V -5,481
fc = 1,591 MHz 7,068 V 0,7068 V -3,014
2 MHz 7,826 V 0,7826 V -2,129
5 MHz 9,528 V 0,9528 V -0,419
10 MHz 9,876 V 0,9876 V -0,108
50 MHz 9,995 V 0,9995 V -0,004

RANGKAIAN LR dengan Vin 10Vpp


1. Pada saat frekuensi 1KHz

26
2. Pada saat frekuensi 5KHz

3. Pada saat frekuensi 10KHz

27
4. Pada saat frekuensi 100KHz

5. Pada saat frekuensi cut-off 159,15KHz

28
6. Pada saat frekuensi 300KHz

7. Pada saat frekuensi 500KHz

29
8. Pada saat frekuensi 1MHz

9. Pada saat frekuensi 1,5MHz

30
TABEL HASIL DATA LR
Frekuensi Vo Vo/ Vi Av (dB)
1 KHz 9,998 V 0,9998 V -0,001
5 KHz 9,995 V 0,9995 V -0,004
10 KHz 9,981 V 0,9981 V -0,016
100 KHz 8,465 V 0,8465 V -1,447
fc = 159,15 KHz 7,071 V 0,7071 V -3,01
300 KHz 4,683 V 0,4683 V -6,589
500 KHz 3,032 V 0,3032 V -10,365
1 MHz 1,571 V 0,1571 V -16,076
1,5 MHz 1,054 V 0,1054 V -19,543

Analisa
 Analisa Tabel 1 (Rangkaian LPF Pasif dengan RC)
Dari perhitungan yang telah dilakukan maka fc di dapat :
1
fc =
2𝜋 . 47𝑘 . 4.7𝑛𝐹
fc = 720 Hz
Dari simulasi yang telah di lakukan maka di dapat hasil jika frekuensi input 10 Hz
maka output yang di dapat yaitu 10 V, dengan penguatan sebesar 1 kali. Jika
frekuensi input 100 Hz maka output yang di dapat yaitu 9.9 V, dengan penguatan
0.99 kali. Dan jika frekuensi input 100 kHz maka output yang didapat yaitu 0.071,
dengan penguatan sebesar 0.0071 kali. Maka dari hasil tersebut didapatkan semakin
besar frekuensi inputnya maka semakin kecil outputnya dan semakin kecil pula
penguatannya. Semakin besar frekuensinya maka gambar gelombang semakin rapat
dan semakin pendek pula ukurannya karena T yang semakin kecil. Karena rangkaian
LPF maka hanya frekuensi yang bernilai kecil saja yang penguatannya baik

31
 Analisa pada tabel 2
Dari perhitungan yang telah dilakukan maka fc di dapat :
1
fc =
2𝜋 . 47𝑘 . 47𝑛𝐹

fc = 72.04 Hz
Dari simulasi yang telah di lakukan maka di dapat hasil jika frekuensi input 10 Hz
maka output yang di dapat yaitu 1.37, dengan pengutan sebesar 0.137 kali. Jika
frekuensi input 500 Hz maka output yang di dapat yaitu 9.89 V dengan penguatan
0.989 kali. Dan jika frekuensi input 100 kHz maka output yang di dapat yaitu 10 V,
dengan penguatan 1 kali. Maka dari hasil tersebut didapatkan semakin besar frekuensi
inputnya maka semakin besar outputnya dan semakin besar pula penguatannya.
Semakin besar frekuensinya maka gambar gelombang semakin rapat. Karena
rangkaian HPF maka hanya frekuensi yang bernilai besar saja yang penguatannya
baik.
 Analisa pada tabel 3
Table 3 merupakan table dari rangkaian RL yang merupakan rangkaian HPF.
Pada table ini dapat dilihat bahwa, apabila frekuensi input melebihi frekuensi cut off
maka nilai Voutnya mendekati nilai Vin. Hal ini dapat dilihat pada table 3 yang nilai
frekuensi inputnya diberikan nilai sebesar 50 MHz maka Vout yang dihasilkan
adalah sebesaar 9.995 V. Vout yang diperoleh mendekati nilai Vin yaitu sebesar 10
Volt. Besarnya Vout berdampak pula pada penguatan (Av) dimana semakin besar
Vout yang dihasilkan maka semakin kecil pula penguatan yang diperoleh. Hal ini
dapat dibandingkan pada saat frekuensi input diberikan nilai sebesar 50MHz dan 100
KHz. Pada saat frekuensi input sebesar 50MHz maka diperoleh Vout sebesar 9.995
V dengan penguatan sebesar -0.004 dB, sedangkan pada saat frekuensi input
diberikan nilai sebesar 100KHz maka diperoleh Vout sebesar 0.0627 V dengan
penguatan sebesar -24.054 dB.

 Analisa pada tabel 4


Table 4 merupakan table dari rangkaian LR yang merupakan rangkaian LPF.
Pada table ini dapa dilihat bahwa, apabila frekuensi inputnya lebih dari frekuensi cut
off maka nilai XL akan meningkat. Meningkatnya nilai XL akan berdampak pada
penurunan Vout. Hal ini dapat dibuktikan pada table yaitu saat frekuensi input
diberikan nilai sebesar 1 KHz dan 1.5 MHz maka menghasilkan keluaran sebesar
9.998V untuk frekuensi input 1 KHz dan 1.054 V untuk frekuensi input sebesar 1.5
MHz. Vout yang besar akan menghasilkan penguatan yang kecil. Sedangkan Vout
yang kecil akan menghasilkan penguatan yang besar. Hal ini dapat di lihat pada table
saat frekuensi input diberikan nilai sebesar 1 KHz maka menghasilkan Vout sebesar
9.998 dengan penguatan sebesar -0.001 dB. Sedangkan pada saat frekuensi input
diberikan nilai sebesar 1.5 MHz menghasilkan keluaran sebesar 1.054 V dengan
penguatan sebesar 19.541 dB.

32
3.6. Tata Letak Komponen dan Layout PCB
 Low Pass Filter (LPF) RC

 Low Pass Filter (LPF) RL

33
 High Pass Filter (HPF) RC

 High Pass Filter (HPF) RL

34
4. PEMBAHASAN
Filter adalah suatu sistem yang dapat memisahkan sinyal berdasarkan frekuensinya; ada
frekuensi yang diterima, dalam hal ini dibiarkan lewat; dan ada pula frekuensi yang ditolak,
dalam hal ini secara praktis dilemahkan. Filter dalam elektronika dibagi dalam dua kelompok
yaitu filter pasif dan filter aktif. Untuk membuat suatu filter pasif dapat digunakan komponen
pasif (R, L, C) dan dapat digunakan konfigurasi R dan C, L dan C atau RLC.
Pada filter kita menggunakan Induktor dan Kapasitor, kedua komponen ini hambatannya
tergantung dari frekuensi, sifat ini lah yang dimanfaatkan untuk membuat filter. Filter
menggunakan prinsip pembagi tegangan. Dari pembagian tegangan inilah jika kita
gambarkan responnya akan terbentuk filter. Hamabatan Kapasitor dapat dicari dengan rumus
dibawah ini :
1
𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝐶
Dari rumus diatas terlihat bahwa hambatan kapasitor berbanding terbalik dengan frekuensi,
semakin kecil frekuensi, semakin besar hambatan kapasitor, demikian pula sebaliknya
semakin besar frekuensi semakin kecil nilai dari hambatan kapasitor.

Hambatan Induktor dapat dicari dengan rumus dibawah ini:

𝑋𝑙 = 2𝜋𝑓𝐿

Dari rumus diatas terlihat bahwa hambatan induktor berbanding lurus dengan frekuensi,
semakin kecil frekuensi, semakin kecil hambatan induktor, demikian pula sebaliknya
semakin besar frekuensi semakin besar nilai dari hambatan induktor. Reaktansi yang
semakin besar menyebabkan frekuensi tinggi tidak dapat melewati induktor untuk dapat
mengalir ke beban.

 LPF (Low Pass Filter)


Low Pass Filter adalah filter yang hanya melewatkan frekuensi rendah, aplikasi dari
rangkaian ini adalah pada speaker untuk digunakan sebagai output frekuensi rendah
atau woofer.
- LPF dengan RC

35
Jika pada frekunsi 0 maka hambatan kapasitor adalah :

Jika pada frekunsi ∞ maka hambatan kapasitor adalah :

Dari hasil perhitungan diatas terlihat bahwa pada saat frekuensi rendah maka seluruh
tegangan akan jatuh di kapasitor dan pada saat frekuensi tinggi maka tegangan kapasitor
akan sama dengan nol(0). Frekuensi cut off pada rangkaian diatas terjadi pada saat Xc =
R, dari sini kita dapat menghitung persamaan untuk mencari frekuensi cut off, sehingga
didapatkan frekuensi cut off adalah :

Pada saat frekuensi cut off untuk filter aktif maka akan dihasilkan penguatan sebesar
0.707 dari sinyal input yang dalam desibell penguatannya -3 dB.

36
- LPF dengan LR

Untuk rangkaian diatas frekuensi cut off adalah :

Jika kita gambarkan respon rangkaian diatas berdasarkan frekuesi maka akan didapat gambar
seperti dibawah ini

37
 HPF (High Pass Filter)
High Pass Filter adalah filter yang hanya melewatkan frekuensi tinggi. Aplikasi dari
filter ini adalah pada speaker untuk digunakan sebagai output dari frekuensi tinggi
atau tweeter.

- HPF dengan RC

Jika pada frekunsi 0 maka hambatan kapasitor adalah :

Jika dicari dengan rumus pembagi tegangan diatas maka:

Jika pada frekunsi ∞ maka hambatan kapasitor adalah :

Jika dicari dengan rumus pembagi tegangan maka:

38
Dari hasil perhitungan diatas akan terlihat bahwa pada HPF akan sama dengan LPF yaitu
bahwa pada saat frekuensi rendah maka seluruh tegangan akan jatuh di kapasitor dan pada
saat frekuensi tinggi maka tegangan kapasitor akan sama dengan nol(0). Hanya saja pada
rangkaian ini kita mengambil output pada resistor. Frekuensi cut off pada rangkaian diatas
terjadi pada saat Xc = R, sehingga didapatkan rumus frekuensi cut off yang sama dengan
LPF yaitu :

Pada HPF pada saat frekuensi cut off juga akan menghasilkan penguatan sebesar 0.707 dari
sinyal input.

- HPF dengan LR

Untuk rangkaian diatas frekuensi cut off sama dengan LPF yaitu :

Jika kita gambarkan respon rangkaian diatas berdasarkan frekuensi maka akan didapat
gambar seperti dibawah ini

39
5. PENUTUP

5.1.Kesimpulan

 Filter berfungsi untuk mengambil/melewatkan tegangan output pada frekuensi


tertentu yang diinginkan dan untuk melemahkan/membuang ke ground tegangan
output pada frekuensi tertentu yang tidak diiginkan.
 Low Pass Filter (LPF) atau Filter Lolos Bawah adalah filter yang hanya melewatkan
sinyal dengan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc) dan akan
melemahkan sinyal dengan frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi cut-off (fc).
 Filter high-pass atau sering juga disebut dengan filter lolos atas adalah suatu
rangkaian yang akan melewatkan suatu isyarat yang berada diatas frekuensi cut-
off (ωc) sampai frekuensi cut-off (ωc) rangkaian tersebut dan akan menahan isyarat
yang berfrekuensi dibawah frekuensi cut-off (ωc)
 Berdasarkan data tabel 1 disaat frekuensi diberikan kurang dari fc dimana fc bernilai
720 Hz maka nilai Vout akan mendekati Vin, sedangkan bila frekuensi yang
diberikan lebih dari fc maka nilai Vout akan mengalami penurunan dibandingkan
dengan Vin. Maka dari data tabel 1 tersebut merupakan filter LPF.
 Berdasarkan data tabel 2 disaat frekuensi diberikan kurang dari fc dimana fc bernilai
72 Hz maka nilai Vout akan mengalami penurunan dibandingkan dengan Vin.
Sedangkan bila frekuensi yang diberikan lebih dari fc maka nilai Vout akan
mendekati Vin. Maka dari data tabel 2 tersebut merupakan filter HPF.
 Berdasarkan data tabel 3 disaat frekuensi diberikan kurang dari fc dimana fc bernilai
1,591 MHz maka nilai Vout akan mengalami penurunan dibandingkan dengan Vin.
Sedangkan bila frekuensi yang diberikan lebih dari fc maka nilai Vout akan
mendekati Vin. Maka dari data tabel 3 tersebut merupakan filter HPF.
 Berdasarkan data tabel 4 disaat frekuensi diberikan kurang dari fc dimana fc bernilai
159,15 KHz maka nilai Vout akan mendekati Vin, sedangkan bila frekuensi yang
diberikan lebih dari fc maka nilai Vout akan mengalami penurunan dibandingkan
dengan Vin. Maka dari data tabel 4 tersebut merupakan filter LPF.

5.2.Saran

Saran dari penulis dalam membuat suatu rangkaian atau laporan pahami terlebih
dahulu rangkaian yang akan dibuat, buat diagram blok lebih awal agar sudah ada
gambaran rangkaiannya, komponen-komponennya, dan besarnya nilai yang
dibutuhkan agar tidak menghasilkan hasil yang salah pada outputnya.

40
DAFTAR PUSTAKA

http://elektronika-dasar.web.id/low-pass-filter-lpf-rc/
http://elektronika-dasar.web.id/high-pass-filter-hpf-rc/
http://elektronika-dasar.web.id/filter-pasif/
https://www.academia.edu/4591781/Filter
http://www.learningaboutelectronics.com/Articles/Low-pass-filter-calculator.php#answer2
http://www.learningaboutelectronics.com/Articles/High-pass-filter-calculator.php

41

Anda mungkin juga menyukai