Anda di halaman 1dari 3

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Anak merupakan anugerah Tuhan yang Maha Esa, seudah semestinya kita
dapat menjaga dengan senantiasa memperhatikan kebutuhan dan kesehatannya.
Sehat berarti suatu keadaan dimana ada seharusnya berada dalam keladaan
sejahtera fisik, mental dan sosial sepanjang kehidupan anak. Namun konsidi anak
dan lingkungan sering kali mempengaruhi kesehatan anak, kondisi anak menjadi
menurun sehingga anak menjadi sakit dan harus menjalani perawatan di rumah
sakit (Supartini, 2004)
Kejang deman adalah gangguan yang terjadi pada anak-anak yang terjadi
secara bersamaan dengan demam. Keadaan ini merupakan salah satu gangguan
yang paling sering dijumpai pada masa kanak-kanak dan menyerang sekitar 4%
anak (Wong, 2009). Kejang demam bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami
bahaya, karena biasanya yang menyebabkan kejang demam adalah hasil dari
roseola atau virus pernafasan, infesi, seperti infeksi telinga, infeksi saluran
pernafasan seperti pneumonia gejal meningitis dan masalah lain yang serius
(Marni, 2011).

Kejang demam merupakankelainan neurologis yang paling sering terjadi pada


anak, 1 dari 25 anak akan mengalami satu kali kejang demam. Hal ini dikarenakan,
anak yang masih berusia dibawah 5 tahun sangat rentan terhadap berbagai penyakit
disebabkan sistem kekebalan tubuh belum terbangun secara sempurna (Harjaningrum,
2011). Serangan kejang demam pada anak yang satu dengan yang lain tidaklah sama,
tergantung nilai ambang kejang masing-masing. Oleh karena itu, setiap serangan
kejang harus mendapat penanganan yang cepat dan tepat, apalagi kejang yang
berlangsung lama dan berulang.Sebab, keterlambatan dan kesalahan prosedur bisa
mengakibatkan gejala sisa pada anak, bahkan bisa menyebabkan kematian (Fida &
Maya, 2012).
Kejang yang berlangsung lama biasanya disertai apneu (henti nafas) yang
dapat mengakibatkan terjadinya hipoksia (berkurangnya kadar oksigen jaringan)
sehingga meninggikan permeabilitas kapiler dan timbul edema otak yang
mengakibatkan kerusakan sel neuron otak. Apabila anak sering kejang, akan semakin
banyak sel otak yang rusak dan mempunyai risiko menyebabkan keterlambatan
perkembangan, retardasi mental, kelumpuhan dan juga 2-10% dapat berkembang
menjadi epilepsi (Mohammadi, 2010).
WHO memperkirakan pada tahun 2005 terdapat lebih dari 21,65 juta
penderita kejang demam dan lebih dari 216 ribu diantaranya meninggal. Selain itu di
Kuwait dari 400 anak berusia 1 bulan-13 tahun dengan riwayat kejang, yang
mengalami kejang demam sekitar 77% (WHO, 2005). Insiden terjadinya kejang
demam diperkirakan mencapai 4-5% dari jumlah penduduk di Amerika Serikat,
Amerika Selatan, dan Eropa Barat.Namun di Asia angka kejadian kejang demam
lebih tinggi, seperti di Jepang dilaporkan antara 6-9% kejadian kejang demam, 5-10%
di India, dan 14% di Guam (Hernal, 2010).
Kejang pada anak dapat mengganggu kehidupan keluarga dan kehidupan
sosial orang tua khususnya ibu, karena ibu dibuat stress dan rasa cemas yang luar
biasa.Bahkan, ada yang mengira anaknya bisa meninggal karena kejang. Beberapa
ibu panik ketika anak mereka demam dan melakukan kesalahan dalam mengatasi
demam dan komplikasinya.Kesalahan yang dilakukan ibu salah satunya disebabkan
karena kurang pengetahuan dalam menangani. Memberikan informasi kepada ibu
tentang hubungan demam dan kejang itu sendiri merupakan hal yang penting untuk
menghilangkan stress dan cemas mereka (Hazaveh, 2011).
Dari penjelasan latar belakang diatas, kelompok berkeinginan melakukan
penyuluahan kesehatan tentang penangan kejang demam pada pasien dan keluarga di
ruang dahlia RSD Balung Jember

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Pasien dan Keluarga pasien mengetahui penanganan kejang demam.

1.3.2 Tujuan Khusus


a. Mengetahui pengertian kejang demam
b. Mengetahui penanganan kejang demam
c. Mengetahui langkah-langkah penanganan kejang demam
1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Penulis
Mendapatkan pengetahuan, informasi, dan wawasan baru terkait dengan
kejang demam pada anak

1.4.2 Bagi Praktik Keperawatan


Memberi informasi bagi praktik keperawatan khususnya keperawatan
anak untuk menggunakan penanganan kejang demam

1.4.3 Bagi Pendidikan Keperawatan


Memberi pengetahuan dan wawasan tentang pencegahan kejang demam
pada anak sehingga dapat menambah studi kepustakaan dan menjadi
masukan yang berarti dan bermanfaat bagi mahasiswa keperawatan dan
bidang kesehatan lainnya.