Anda di halaman 1dari 23

ANALISIS PERENCANAAN STRATEGIS

DINAS PENDIDIKAN PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR


PERIODE 2013-2018

Untuk Memenuhi Ujian Tengah Semeter


Mata Kuliah Dasar-Dasar Perencanaan Strategis

Disusun oleh:
Hapsari Kusumaningtyas (7616168403)

PASCASARJANA MANAJEMEN PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2017

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Analisis SWOT sangat penting perannya dalam

meningkatkan mutu pendidikan karena menganalisis kondisi internal

dan eksternal suatu institusi pendidikan yang selanjutnya berperan

dalam merancang strategi dan program yang akan datang. Analisis

internal terdiri dari analisis kekuatan dan kelemahan serta analisis

eksternal mencakup analisis peluang dan tantangan.

Analisis SWOT merupakan penilaian kualitatif secara

langsung yag cukup banyak dipakai untuk merencanaan suatu

institusi secara strategis. Setelah institusi pendidikan mengetahui

kelemahan dan kelebihannya, maka pimpinan institusi dapat

merancang utuk memperbaiki dan meningkatkan mutu layanan dan

produk yang dihasilkan. Analisis SWOT pada perencanaan strategis

memiliki lima langkah yaittu, mengidentifikasi faktor eksternal dan

internal, membuat matriks SWOT, membuat strategi yang

direkomendasikan, membuat visi misi dan tujuan, serta strategi dan

arah kebijakan.

2
B. Sub Fokus

Berdasakan latar belakang di atas, maka penulis memfokuskan


penulisan ini pada “analisis perencanaan strategik Dinas Pendidikan
Kabupaten Bogor 2013-2018”. Adapun sub fokus pada penulisan ini, yaitu:
1. Identifikasi faktor internal dan eksternal
2. Matrik SWOT
3. Strategi yang direkomendasikan
4. Visi, Misi dan Tujuan
5. Strategi dan Arah Kebijakan

C. Tujuan

Berdasarkan penjabaran fokus dan sub fokus yang ada di atas, maka
tujuan penulisan ini, yaitu:
1. Mengetahui faktor internal dan eksternal pada perencanaan strategik Dinas
Pendidikan Kabupaten Bogor 2013-2018
2. Mengetahui matrik SWOT yang dibuat oleh Kemdikbud pada perencanaan
strategik Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor 2013-2018
3. Mengetahui strategi yang direkomendasikan
4. Mengetahui Visi, Misi dan Tujuan
5. Mengetahui Strategi dan Arah Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten
Bogor 2013-2018

3
BAB II

PEMBAHASAN

Kajian terhadap kondisi real perkembangan pembangunan

sektor pendidikan pada Kabupaten Bogor dapat dianalisa dengan

menggunakan pendekatan analisa SWOT (strengths, weaknesses,

opportunities, threats), yang meliputi bidang pendidikan anak usia

dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan

nonformal, dan peningkatan mutu pendidik dan tenaga

kependidikan. Kajian tersebut diarahkan pada lingkungan strategis

dinas pendidikan, baik internal maupun eksternal yang meliputi

kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses). Lingkungan

eksternal meliputi peluang (opportunities) dan ancaman (threats). Di

bawah ini adalah rumusan terhadap kajian internal dan eksternal

dengan menggunakan analisis SWOT.

A. Analisis faktor eksternal dan internal

1. Lingkungan Internal

KEKUATAN/STRENGTHS (S)

a. Animo masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD)

semakin meningkat;

b. Banyak bermunculannya lembaga-lembaga PAUD yang didirikan

oleh masyarakat;

4
c. Capaian APK/APM pada jenjang SD/sederajat dan

SMP/sederajat yang berdasarkan hasil evaluasi internal dinas

pendidikan sudah diatas rata-rata capaian nasional dan provinsi;

d. Adanya peningkatan yang cukup signifikan terhadap capaian

APK/APM pada jenjang pendidikan menengah (SMA/sederajat),

terutama dalam dua tahun terakhir;

e. Lulusan SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/sederajat dari tahun-

ketahun semakin meningkat;

f. Proporsi SMK terhadap SMA mendekati proporsi ideal, yaitu 60:50;

g. Penduduk melek aksara sudah mencapai angka 97,10%;

h. Adanya peningkatan kualifikasi akademik PTK, baik pada jenjang

PAUD, Dikdas, maupun Dikmen.

KELEMAHAN/WEAKNESSES (W)

a. Tingkat capaian APK PAUD, berdasarkan hasil evaluasi internal,

masih dibawah capaian rata-rata nasional dan provinsi;

b. Kepastian dalam memperoleh pendidikan dasar yang berkualitas

belum dapat diwujudkan sepenuhnya;

c. Ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan layanan pendidikan

menengah masih belum memadai;

d. Layanan pendidikan keaksaraan fungsional bagi orang dewasa

belum sepenuhnya dapat menjangkau penduduk yang belum melek

aksara;

5
e. Peningkatan kualifikasi akademik PTK, baik pada jenjang

PAUD, Dikdas, maupun Dikmen belum sesuai dengan kebutuhan

yang ada.

2. Lingkungan Eksternal

PELUANG/OPPORTUNITIES (O)

a. Komitemen pemimpin daerah dalam menjamin ketersediaan

layanan pembangunan pada sektor pendidikan untuk semua jenjang

dan jenis pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan

pendidikan menegah universal (pendidikan menengah);

b. Adanya komitmen pemerintah daerah yang menetapkan

pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas dalam

pembangunan lima tahun mendatang;

c. Semakin meningkatnya daya dukung anggaran dari pemerintah

pusat (APBN), provinsi (APBD Provinsi), maupun kabupaten (APBD

Kabupaten) dalam memenuhi perluasan daya tampung dan

peningkatan mutu pendidikan;

d. Semakin besarnya perhatian pemerintah pusat dan provinsi dalam

meningkatkan kualifikasi akademik pendidik agar sesuai dengan

standar nasional pendidikan (SNP);

e Kepedulian masyarakat dalam DUDI terhadap pembangunan sektor

pendidikan melalui program CSR (corporate social responsibility)-nya

6
dari tahun ke tahun semakin meningkat, baik secara kualitatif

maupun kuantitatif;

f. Kepedulian serta partisipasi masyarakat semakin meningkat

terhadap dunia pendidikan;

g. Adanya kebijakan pemerintah pusat terhadap bantuan operasional

sekolah (BOS), baik untuk tingkat pendidikan dasar maupun

menengah;

h. Adanya peningkatan koordinasi dan sinergitas antarfungsi baik di

internal maupun internal dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.

ANCAMAN/THREATS (T)

a. Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat;

b. Pada jenjang dikmen khususnya SMK, antara kompetensi lulusan

dengan dunia kerja (pelung kerja) masih kurang relevan;

c. Aksesisibilitas penyelenggraan pendidikan pada jenjang menengah

masih belum merata;

d. Angka kemiskinan relatif tinggi;

e. Masih terdapat perusahan yang merekrut karyawan/karyawatinya

pada penduduk yang masih usia sekolah;

7
f. Dalam hal kebijakan pengupahan, DUDI masih

memperlakukan sama antara karyawan yang lulusan pendidikan

menengah dengan lulusan yang ada di bawahnya;

B. Matriks SWOT

Berdasarkan analisis lingkungan eksternal dan internal yang

telah dijajarkan di atas, maka daftar SWOT mengenai kekuatan,

kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada Dinas Pendidikan

Kabupaten Bogor yaitu sebagai berikut:

Kekuatan
a. Animo masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD)
semakin meningkat;
b. Banyak bermunculannya lembaga-lembaga PAUD yang didirikan
oleh masyarakat;
c. Capaian APK/APM pada jenjang SD/sederajat dan SMP/sederajat
yang berdasarkan hasil evaluasi internal dinas pendidikan sudah
diatas rata-rata capaian nasional dan provinsi;
d. Adanya peningkatan yang cukup signifikan terhadap capaian
APK/APM pada jenjang pendidikan menengah (SMA/sederajat),
terutama dalam dua tahun terakhir;
e. Lulusan SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/sederajat dari tahun-
ketahun semakin meningkat;
f. Proporsi SMK terhadap SMA mendekati proporsi ideal, yaitu
60:50;
g. Penduduk melek aksara sudah mencapai angka 97,10%;
h. Adanya peningkatan kualifikasi akademik PTK, baik pada jenjang
PAUD, Dikdas, maupun Dikmen.
Kelemahan
a. Tingkat capaian APK PAUD, berdasarkan hasil evaluasi internal,
masih dibawah capaian rata-rata nasional dan provinsi;
b. Kepastian dalam memperoleh pendidikan dasar yang berkualitas
belum dapat diwujudkan sepenuhnya;
c. Ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan layanan pendidikan
menengah masih belum memadai;
d. Layanan pendidikan keaksaraan fungsional bagi orang dewasa
belum sepenuhnya dapat menjangkau penduduk yang belum melek
aksara;

8
e. Peningkatan kualifikasi akademik PTK, baik pada jenjang PAUD,
Dikdas, maupun Dikmen belum sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Peluang
a. Komitemen pemimpin daerah dalam menjamin ketersediaan
layanan pembangunan pada sektor pendidikan untuk semua jenjang
dan jenis pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan
pendidikan menegah universal (pendidikan menengah);
b. Adanya komitmen pemerintah daerah yang menetapkan
pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas dalam
pembangunan lima tahun mendatang;
c. Semakin meningkatnya daya dukung anggaran dari pemerintah
pusat (APBN), provinsi (APBD Provinsi), maupun kabupaten (APBD
Kabupaten) dalam memenuhi perluasan daya tampung dan
peningkatan mutu pendidikan;
d. Semakin besarnya perhatian pemerintah pusat dan provinsi
dalam meningkatkan kualifikasi akademik pendidik agar sesuai
dengan standar nasional pendidikan (SNP);
e Kepedulian masyarakat dalam DUDI terhadap pembangunan
sektor pendidikan melalui program CSR (corporate social
responsibility)-nya dari tahun ke tahun semakin meningkat, baik
secara kualitatif maupun kuantitatif;
f. Kepedulian serta partisipasi masyarakat semakin meningkat
terhadap dunia pendidikan;
g. Adanya kebijakan pemerintah pusat terhadap bantuan
operasional sekolah (BOS), baik untuk tingkat pendidikan dasar
maupun menengah;
h. Adanya peningkatan koordinasi dan sinergitas antarfungsi baik di
internal maupun internal dalam penyelenggaraan pemerintah
daerah.
Ancaman
a. Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat;
b. Pada jenjang dikmen khususnya SMK, antara kompetensi lulusan
dengan dunia kerja (pelung kerja) masih kurang relevan;
c. Aksesisibilitas penyelenggraan pendidikan pada jenjang
menengah masih belum merata;
d. Angka kemiskinan relatif tinggi;
e. Masih terdapat perusahan yang merekrut karyawan/karyawatinya
pada penduduk yang masih usia sekolah;
f. Dalam hal kebijakan pengupahan, DUDI masih memperlakukan
sama antara karyawan yang lulusan pendidikan menengah dengan
lulusan yang ada di bawahnya;

9
C. Strategi yang Direkomendasikan

Dengan berpijak pada analisis lingkungan internal dan

eksternal sebagaimana tergambarkan di atas, maka strategi yang

diperlukan dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan adalah

sebagai berikut:

a). STRATEGI S-O

1) Meningkatkan daya tampung dengan cara mendirikan unit

satuan/program pendidikan pada ssemua jenjang dan jenis

pendidikan;

2) Meningkatkan pembangunan ruang kelas baru dalam rangka

menambah daya tampung pada semua jenjang pendidikan;

3) Memenuhi ketercukupan sarana penunjang satuan/program

pendidikan, baik secara kualitas maupun kuantitas;

4) Meningkatkan kualitas profesionalisme dan kempetensi pendidik

dan tenaga kependidikan pada semua jenis dan jenjang

pendidikan;

5) Lebih meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia

industri;

6) Meningkatkan koordinasi dan sinergitas antarfungsi yang ada di

internal maupun eksternal;

7) Meningkatkan kerjasama pembangunan pada sektor pendidikan

dengan wilayah-wilayah yang ada di sekitar wilayah perbatasan.

10
b) STRATEGI W-O

1) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik dan

tenaga pendidik pada semua jenjang dan jenis pendidikan;

2) Meningkatkan aksebilitas pendidikan pada semua jenjang dan

jenis pendidikan;

3) Meningkatkan sarana prasarana pendidikan pada semua jenjang

dan jenis pendidikan;

4) Meningkatkan rekrutmen guru honor daerah;

5) Mempermudah pengurusan izin operasional satuan/program

pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan;

6) Meningkatkan pengembangan program keahlian sesuai dengan

tuntutan DUDI baik secara kualitas maupun kuantitas.

c) STRATEGI S-T

1) Meningkatnya daya tampung dengan cara menambah

pembangunan ruang kelas;

2) Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana prasarana penunjang

satuan/program pendidikan pada semua jenjang dan jenis

pendidikan;

3) Menambah jumlah satuan/program pendidikan pada semua

jenjang dan jenis pendidikan;

4) Menjalin berbagai kerjasama dengan stakeholder pendidikan;

11
5) Meningkatkan program beasiswa bagi siswa yang kurang

mampu yang ada pada semua jenjang dan jenis pendidikan;

6) Meningkatkan partisipasi komite sekolah dalam penyelenggaran

pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan;

7) Mengembangkan program kegiatan yang ada pada jalur

pendidikan nonformal.

d) STRATEGI W-T

1) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik dan

tenaga pendidik pada semua jenjang dan jenis pendidikan;

2) Meningkatkan kuantitas dan kualitas serta kompetensi penilik PNF

dan Tutor pada jalur pendidikan nonformal;

3) Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana satuan/program

pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan;

4) Meningkatkan daya tampung sekolah;

5) Meningkatkan kuantitas dan kualitas pengawas satuan/program

pendidikan pada jalur pendidikan formal;

6) Meningkatkan peran pengusaha dan stakeholder pendidikan

dalam pembangunan pendidikan.

B. Visi, Misi dan Tujuan

Berdasarkan rumusan tugas pokok dan fungsi Dinas

Pendidikan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten

12
Bogor nomor 11 tahun 2005 tentang pembentukan Satuan

Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bogor, juga visi dan misi Bupati

terpilih periode 2013-2018 yang ditetapkan melalui Peraturan

Daerah Kabupaten Bogor Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2013-2018, serta

hasil telaahan terhadap isu-isu aktual yang berkembang, maka

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menetapkan visi sebagai

berikut: “TERSELENGGARANYA LAYANAN PENDIDIKAN YANG

PRIMA UNTUK MEMBENTUK MANUSIA YANG BERKUALITAS

DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KABUPATEN TERMAJU DI

INDONESIA”. Dengan penetapan rumusan visi tersebut, maka

diharapkan penyelenggaraan layanan pendidikan dapat membentuk

dan mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu

bersaing yang mampu mewujudkan perannya sebagai mahluk sosial

yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya

sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam sekitarnya

untuk dapat mewujudkan visi pemerintah daerah yaitu kabupaten

termaju di Indonesia.

Adapun yang dimaksud dengan terselenggranya layanan

pendidikan yang prima antara lain adalah: (1) terselenggaranya

layanan pendidikan yang tersedia secara merata di seluruh pelosok

Kabupaten Bogor; (2) terselenggaranya layanan pendidikan yang

mampu dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten

13
Bogor; (3) terselenggaranya layanan pendidikan yang

berkualitas dan relevan dengan kebutuhan kehidupan

bermasyarakat, baik dunia usaha maupun dunia industri; (4)

terselenggaranya layanan pendidikan yang setara bagi seluruh

warga negara yang ada wilayah Kabupaten Bogor dalam

memperoleh pendidikan yang berkualitas dengan memperhatikan

keberagaman latar belakang sosial-budaya, ekonomi, geografi, dan

gender; (5) terselenggaranya layanan pendidikan yang menjamin

kepastian bagi seluruh warga di Kabupaten Bogor untuk dapat

memperoleh layanan pendidikan dan menyesuaikan diri dengan

tuntutan masyarakat, dunia usaha dan dunia insustri.

Analisis visi: visi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor telah

memenuhi kreteria penyusunan visi, ditetapkan secara rasional

mudah dipahami, memberikan panduan/arahan dan motivasi, selain

itu visi telah ditumuskan secara singkat, padat, dan mudah diingat

Untuk dapat mewujudkan visi sebagaimana rumusan di atas,

maka Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menetapkan misi sebagai

berikut:

Misi Pertama : Menyediakan Layanan Pendidikan yang Merata

dan Terjangkau Dalam misi ini terkandung makna bahwa pelayanan

pendidikan dapat diarahkan pada upaya yang dapat menjamin

ketersediaan akses pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor

14
bagi semua kelompok masyarakat usia sekolah yang dapat

dijangkau baik secara ekonomis maupun geografis.

Misi Kedua : Meningkatkan Profesionalitas dan Akuntabilitas

Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan. Dalam misi

kedua ini terkandung bahwa makna Dinas Pendidikan mempunyai

tanggung jawab dalam meningkatkan profsionalitas, kapasitas dan

kapabilitas sumber daya manusia dan kelembagaan pendidikan

yang mampu menyelenggarakan manajemen serta tata kelola

pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara internal

maupun internal yang sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Analisis misi: Misi yang ingin dicapai cukup baik dan telah

memenuhi syarat rumusan suatu misi karena rumusannya sejalan

dengan visi satuan organisasi/satuan kerja dengan rumusannya

jelas dengan bahasa yang lugas; menggambarkan pekerjaan atau

fungsi yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang

diinginkan serta memungkinkan untuk perubahan/penyesuaian

dengan perubahan visi.

Tujuan yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan oleh

Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor pada sektor pendidikan yang

tertuang dalam renstra Dinas Pendidikan adalah berpijak pada

rumusan visi dan misi yang sudah ditetapkan untuk lima tahun

mendatang, juga berdasarkan pada hasil pengkajian pada isu-isu

dan analisis lingkungan strategis. Dengan kata lain, tujuan dinas

15
pendidikan mengarahkan pada perumusan strategi, program,

dan kegiatan dalam rangka merumuskan tujuan makro yang

dikemas dalam rumusan visi dan misi di atas. Berdasarkan tujuan

yang sudah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas

Pendidikan akan mengetahui hal-hal yang harus dicapai dalam

kurun waktu lima tahun ke depan dengan salah satu

pertimbangannya antara lain adalah sumber daya yang di miliki serta

faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan

tersebut. Rumusan tujuan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

periode tahun 2013-2018 yang sesuai dengan rumusan visi dan misi

di atas adalah: Misi Pertama : Menyediakan Layanan Pendidikan

yang Merata dan terjangkau, yang tujuannya adalah sebagai berikut:

1. Tersedia dan terjangkaunya layanan Pendidikan Anak Usia Dini

(PAUD);

2. Terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar

yang merata dan berkualitas dalam rangka penuntasan wajib belajar

pendidikan dasar sembilan tahun;

3. Tersedian dan terjangkaunya pendidikan menengah yang merata

dan bermutu dalam rangka percepatan wajib belajar pendidikan dua

belas tahun;

4. Tersedianya layanan pendidikan non-formal melalui pendidikan

kesetaraan dan keaksaraan fungsional bagi warga yang tidak

terjaring pendidikan formal.

16
Misi Kedua : Meningkatkan Profesionalitas dan

Akuntabilitas Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan,

yang tujuannya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya kapabilitas dan profesionalitas sumber daya

manusia (SDM) kependidikan;

2. Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan akuntabilitas

pelaksanaan fungsi administrasi dan manajemen organisasi

kependidikan.

Sasaran Dinas Pendidikan dirumuskan berdasarkan tujuan

dari masing-masing misi yang sudah dirumuskan. Adapun definisi

sasaran itu sendiri adalah hal yang ingin dicapai oleh individu,

kelompok, atau seluruh organisasi. Sasaran memandu manajemen

membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu

pekerjaan. Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan

lembaga untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama disebut

pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, pimpinan tertinggi

memberikan sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan

oleh bawahannya menjadi sub-tujuan (subgoals) yang lebih

terperinci. Bawahannya itu kemudian menurunkannya lagi kepada

anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat paling bawah.

Pendekatan kedua disebut dengan management by objective atau

MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak

ditentukan oleh pimpinan puncak saja, tetapi juga oleh bawahan.

17
Pimpinan dan bawahan bersama-sama membuat sasaran-

sasaran yang ingin mereka capai. Dengan begini, seluruh karyawan

akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan

meningkat. Terkait dengan hal tersebut, kalau kita tarik benang

merah dari dua pola pendekatan dalam penentuan sasaran di atas,

yang dilakukan di Dinas Pendidikan untuk menentukan

sasaransasaran yang ada dalam mencapai visi misi yang sudah

dirumuskan, Dinas Pendidikan cenderung lebih menggunakan pola

yang kedua, yaitu dalam penentuan sasaran-sasaran pendidikan,

tidak hanya dilakukan oleh pucuk pimpinan, tapi juga ada peran aktif

pejabat di bawahnya. Dan rumusan sasaransasaran yang ingin

dicapai atau dihasilkan oleh lembaga dalam jangka waktu tahunan,

semesteran, triwulanan atau bulanan dengan tetap berpijak pada

RPJMD periode 2013-2018 adalah: (a) Meningkatnya perluasan

akses dan pemerataan PAUD yang berkualitas; (b) Meningkatnya

perluasan akses dan pemerataan pendidikan dasar yang

berkualitas; (c) Meningkatnya perluasan akses dan pemerataan

pendidikan menengah yang berkualitas; (d) Meningkatnya literasi

angka penduduk usia 15 tahun ke atas; (e) Terpenuhinya jumlah,

kualifikasi, dan kompetensi guru sesuai SPM dalam rangka

memenuhi standar nasional pendidikan pada semua jenjang

pendidikan; (f) Tata kelola kelembagaan yang efektif dan akuntabel

dalam rangka optimalisasi fungsi layanan publik dinas pendidikan.

18
Anaisis tujuan: Tujuan merupkan penjabaran dan

aplikasi yang akan dicapai dari visi dan misi pada suatu lembaga

atau instansi. Tujuan yang ingin dicapai sudah baik sesuai dengan

visi dan misi yang ingin capai.

C. Strategi dan Arah Kebijakan

Pencapaian tujuan dan sasaran dalam mewujudkan visi dan

misi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor di atas, upaya yang

dilakukan menggunakan strategi dan arah kebijakan sebagai berikut:

Sasaran pertama, yaitu: “Meningkatkan akses PAUD yang

bermutu dan terjangkau”, dicapai melalui strategi “Fasilitasi

penyelenggaraan PAUD dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik

PAUD, baik formal maupun nonformal. Arah kebijakan strategi

tersebut adalah (1) penyediaan dan peningkatan sarana dan

prasarana PAUD, (2) penyediaan subsidi beasiswa peningkatan

kualifikasi akademik pendidik PAUD.

Sasaran kedua, “meningkatnya pemerataan dan perluasan

akses pendidikan dasar yang bermutu dan berkeadilan” dicapai

melalui 4 (empat) strategi, yaitu sebagai berikut: (1) pemenuhan

kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dasar; (2) Fasilitasi

penyelenggaran KBM pendidikan dasar; (3) Peningkatan kapasitas

pendidik; (4) Penguatan strategi pembelajaran dalam rangka

19
peningkatan kompetensi lulusan. Arah kebijakan dari

masingmasing strategi tersebut adalah sebagai berikut:

Strategi 1 : Penyediaan sarana prasarana pendidikan dasar dalam

rangka memenuhi SPM;

Strategi 2 : Penyediaan biaya operasional proses KBM dan bantuan

pendidikan bagi siswa;

Strategi 3 : Peningkatan jumlah dan kualifikasi akademik pendidikan;

Strategi 4 : Penerapan metodologi pembelajaran berbasis TIK.

Sasaran ketiga, “Meningkatnya akses pendidikan menengah

yang bermutu dan berkeadilan”, akan dicapai melalui strategi

sebagai berikut: (1) fasilitasi pendidikan menengah melalui

pemenuhan kebutuhan sarana prasarana; (2) fasilitasi

penyelenggaraan KBM pendidikan menengah; (3) peningkatan

kapasitas dan kapabilitas tenaga pendidik pendidikan menengah; (4)

penguatan metode pembelajaran dalam rangka peningkatan

kompetensi lulusan. Arah kebijakan dari masing-masing strategi di

atas adalah sebagai berikut: Strategi 1 : Penyediaan sarana

prasarana dalam rangka memenuhi SPM; Strategi 2 : Penyediaan

biaya operasional proses KBM dan bantuan pendidikan bagi siswa

kurang mampu; Stretegi 3 : Peningkatan jumlah dan kualifikasi

akademik tenaga pendidik pendidikan menengah; Strategi 4 :

Penerapan metodologi pembelajaran berbasis TIK.

20
Sasaran keempat, “Meningkatnya angka literasi

penduduk usia 15 ke atas”, dicapai melalui strategi:

Penyelenggaraan pendidikan keaksaraan fungsional (KF), dengan

arah kebijakan penyediaan layanan pendidikan KF bagi penduduk

buta aksara.

Sasaran kelima, “Terpenuhinya jumlah, kualifikasi, dan

kompetensi guru sesuai SPM dalam rangka memenuhi standar

nasional pendidikan pada semua jenjang pendidikan, dicapai melalui

strategi: Rekrutmen guru, fasilitasi peningkatan kualifikasi dan

sertifikasi kompetensi PTK, dengan arah kebijakan “Pemberian

beasiswa bagi guru yang melanjutkan ke jenjang S1 dan

peningkatan kompetensi melalui sertifikasi prefesionalitas PTK.

Sasaran keenam, Terwujudnya tata kelola kelembagaan yang efektif

dan akuntabel dalam rangka optimalisasi fungsi layanan publik Dinas

Pendidikan, dicapai melalui strategi (1) fasilitasi pelayanan UPTK,

SKB dan penyediaan data statistik ; (2) Fasilitasi fungsi pelayanan

administrasi perkantoran; (3) Pemenuhan sarana prasarana

aparatur; (4) Fasilitasi penyusunan rencana program kegiatan,

evaluasi dan pelaporan perkembangan capaian kinerja program

kegiatan. Arah kebijakan (1) penyediaan biaya operasional unit-unit

pelaksana teknis; (2) penyediaan anggaran kegiatan yang

menunjang layanan administrasi perkantoran; (3) Penyediaan

21
anggaran untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana

apratur dalam rangka pelaksanaan tufoksi; (4) Penyediaan

angggaran.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan adanya analisis perencanaan stategik maka program

yang akan dilaksanakan serta tujuan yang akan dicapai akan dapat

terencana dan terlaksana secara maksimal dengan berpedoman

pada upaya pencapaian tujuan jangka panjang dan jangka pendek.

Selain itu, dengan adanya keserasian antara visi dan misi yang

saling berkaitan dan melengkapi dapat menjadi pedoman untuk

mencapai tujuan yang diharapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten

Bogor.

22
DAFTAR PUSTAKA

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Periode 2013-2018


Pemerintah Kabupaten Bogor

23