Anda di halaman 1dari 5

FAKTUR PAJAK KELUARAN

Faktur pajak keluaran adalah faktur atas data penyerahan yang dibuat oleh pihak yang menyerahkan BKP/JKP (penjual). Di sisi lain,
faktur tersebut akan diterima oleh pihak yang memperoleh BKP/JKP (pembeli) sebagai faktur pajak masukan

Membaca dan Memahami Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak

000.000-00.00000000

00 = Kode transaksi

0 = Kode status (normal / pengganti)

000-00.00000000 = Nomor seri faktur pajak yang di minta ke kpp

Kode Transaksi diisi dengan ketentuan sebagai berikut :

- 01 – Kepada Pihak Yang Bukan Pemungut PPN

digunakan untuk penyerahan BKP (Barang Kena Pajak) dan/atau JKP (Jasa Kena Pajak) yang terutang PPN dan PPN-nya dipungut oleh
PKP (Pengusaha Kena Pajak) Penjual yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP..

Kode ini digunakan dalam hal bukan merupakan jenis penyerahan sebagaimana dimaksud pada kode 04 sampai dengan kode 09.

- 02

digunakan untuk penyerahan BKP (Barang Kena Pajak) dan/atau JKP (Jasa Kena Pajak) kepada Pemungut PPN Bendahara Pemerintah
yang PPN-nya dipungut oleh Pemungut PPN Bendahara Pemerintah.

Contoh yang termasuk dalam bendahara pemerintah : Kementerian/Lembaga/Instansi Pemerintah (PENG - 05/PJ.09/2010)

- 03

digunakan untuk penyerahan BKP dan/atau JKP kepada Pemungut PPN Lainnya (selain Bendahara Pemerintah) yang PPN-nya
dipungut oleh Pemungut PPN lainnya (selain Bendahara Pemerintah)

Pemungut PPN lainnya selain bendahara pemerintah adalah Kontraktor Kontrak Kerja Sama Perusahaan Minyak dan Gas, Kontraktor
atau Pemegang Kuasa/Pemegang Izin Perusahaan Sumber Daya Panas Bumi, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) atau Wajib Pajak
Lainnya yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN, termasuk perusahaan yang tunduk terhadap Kontrak Karya Pertambangan yang di
dalam kontrak tersebut secara lex specialist ditunjuk sebagai Pemungut PPN.

Contoh : BUMN

- 04

digunakan untuk penyerahan BKP dan atau JKP yang menggunakan DPP (Dasar Pengenaan Pajak) Nilai Lain yang PPN-nya dipungut
oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak) Penjual yang melakukan penyerahan BKP dan atau JKP.
Nilai Lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 (NOMOR 38/PMK.011/2013) ditetapkan sebagai berikut:

- untuk pemakaian sendiri Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak adalah Harga Jual atau Penggantian setelah
dikurangi laba kotor;
- untuk penyerahan jasa biro perjalanan atau jasa biro pariwisata adalah 10% (sepuluh persen) dari jumlah tagihan atau
jumlah yang seharusnya ditagih;
- untuk penyerahan jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) yang didalam tagihan jasa pengurusan
transportasi tersebut terdapat biaya transportasi (freight charges) adalah 10% (sepuluh persen) dari jumlah yang
ditagih atau seharusnya ditagih.
- untuk pemberian cuma-cuma Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak adalah Harga Jual atau Penggantian setelah
dikurangi laba kotor;
- untuk penyerahan media rekaman suara atau gambar adalah perkiraan harga jual rata-rata;
- untuk penyerahan film cerita adalah perkiraan hasil rata-rata per judul film;
- untuk penyerahan produk hasil tembakau adalah sebesar harga jual eceran;
- untuk Barang Kena Pajak berupa persediaan dan/atau aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan,
yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan, adalah harga pasar wajar;
- untuk penyerahan Barang Kena Pajak dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan/atau penyerahan Barang Kena Pajak
antar cabang adalah harga pokok penjualan atau harga perolehan;
- untuk penyerahan Barang Kena Pajak melalui pedagang perantara adalah harga yang disepakati antara pedagang
perantara dengan pembeli;
- untuk penyerahan Barang Kena Pajak melalui juru lelang adalah harga lelang;
- untuk penyerahan jasa pengiriman paket adalah 10% (sepuluh persen) dari jumlah yang ditagih atau jumlah yang
seharusnya ditagih;
- untuk penyerahan emas perhiasan termasuk penyerahan jasa perbaikan dan modifikasi emas perhiasan serta jasa-jasa
lain yang berkaitan dengan emas perhiasan, yang dilakukan oleh pabrikan emas perhiasan adalah 20% (dua puluh
persen) dari harga jual emas perhiasan atau nilai penggantian;

- 05

Kode ini tidak dapat digunakan lagi.

- 06

digunakan untuk penyerahan Lainnya yang PPN-nya dipungut oleh PKP Penjual yang melakukan penyerahan BKP dan atau JKP, dan
penyerahan kepada orang pribadi pemegang paspor luar negeri (turis asing) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 E Undang-
Undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang PPN dan PPnBM.

Kode ini digunakan atas penyerahan BKP dan/atau JKP selain jenis penyerahan pada kode 01 sampai dengan kode 04 dan
penyerahan BKP kepada orang pribadi pemegang paspor luar negeri (turis asing), antara lain :

a. Penyerahan yang menggunakan tarif selain 10%, contohnya penyerahan JKP di bidang pertambangan yang bersifat lex
specialis, yang terutang Pajak Penjualan dengan tarif 5%.

b. Penyerahan hasil tembakau yang dibuat didalam negeri oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau hasil tembakau yang
dibuat di luar negeri oleh importir hasil tembakau dengan mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Keputusan Menteri
Keuangan Nomor 62/KMK.03/2002 tentang Dasar Penghitungan, Pemungutan dan Penyetoran Pajak Pertambahan Nilai
atas Penyerahan Hasil Tembakau.

c. Penyerahan BKP kepada orang pribadi pemegang paspor luar negeri (turis asing) oleh PKP toko retail yang ditunjuk,
terkait dengan penerbitan Faktur Pajak Khusus.

- 07

digunakan untuk penyerahan BKP dan/atau JKP yang mendapat fasilitas PPN Tidak Dipungut atau Ditanggung Pemerintah (DTP).

Kode ini digunakan atas penyerahan yang mendapat fasilitas PPN Tidak Dipungut atau Ditanggung Pemerintah (DTP), berdasarkan
peraturan khusus yang berlaku, antara lain :

a.Ketentuan yang mengatur mengenai Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan
atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan Dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah Yang Dibiayai Dengan Dana
Pinjaman/Hibah Luar Negeri.
b.Ketentuan yang mengatur mengenai Perlakuan Perpajakan bagi Pengusaha Kena Pajak Berstatus Entrepot Produksi
Tujuan Ekspor (EPTE) Dan Perusahaan Pengolahan Di Kawasan Berikat (KB).

c.Ketentuan yang mengatur mengenai Tempat Penimbunan Berikat.

d.Ketentuan yang mengatur mengenai Perlakuan Perpajakan di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu.

e.Ketentuan yang mengatur mengenai Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Avtur Untuk Keperluan
Penerbangan Internasional.

f.Ketentuan yang mengatur mengenai Toko Bebas Bea.

g.Ketentuan yang mengatur mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah Atas Penyerahan Bahan
Bakar Nabati Di Dalam Negeri

h.Ketentuan yang mengatur mengenai Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai serta pengawasan atas dan
pengeluaran barang ke dan dari serta berada di kawasan yang telah ditunjuk sebagai kawasan perdagangan bebas dan
pelabuhan bebas.

i.Ketentuan yang mengatur mengenai Tata cara pengawasan,pengadministrasian,pembayaran, serta pelunasan PPN
dan/atau PPnBM atas pengeluaran dan/atau penyerahan BKP dan/atau JKP dari kawasan bebas ke tempat lain dalam
daerah pabean dan pemasukan dan/atau penyerahan BKP dan/atau JKP dari tempat lain dalam daerah pabean ke kawasan
bebas.

j.Ketentuan yang mengatur mengenai Tata Cara pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari kawasan yang telah
ditunjuk sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

- 08

digunakan untuk penyerahan BKP dan/atau JKP yang mendapat fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

Kode ini digunakan atas penyerahan yang mendapat fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN, berdasarkan peraturan khusus yang
berlaku antara lain :

a.Ketentuan yang mengatur mengenai Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu dan/atau Penyerahan Jasa Kena
Pajak Tertentu yang Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.

b.Ketentuan yang mengatur mengenai Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersifat Strategis yang
Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.

c.Ketentuan yang mengatur mengenai pemberian pembebasan Pajak Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan atas Barang
Mewah kepada Perwakilan Negara Asing dan Badan Internasional serta pejabatnya.

NOMOR 31/PMK.03/2008 = Barang Kena Pajak Tertentu yang bersifat strategis ( makanan ternak, unggas dan ikan
dan/atau bahan baku untuk pembuatan makanan
ternak, unggas dan ikan barang hasil pertanian; bibit dan/atau benih dari barang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan,
penangkaran, atau perikanan)

- 09

digunakan untuk penyerahan Aktiva Pasal 16D yang PPN-nya dipungut oleh PKP Penjual yang melakukan penyerahan BKP

FAKTUR PAJAK MASUKAN

Pajak masukan adalah PPN yang telah dipungut oleh PKP pada saat pembelian barang atau jasa kena pajak dalam masa pajak
tertentu. Pajak masukan dijadikan kredit pajak oleh PKP untuk memperhitungkan sisa pajak yang terutang.

Pengusaha Kena Pajak yang membeli Barang Kena Pajak, menerima Jasa Kena Pajak, mengimpor Barang Kena Pajak, memanfaatkan
Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean, atau memanfaatkan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean wajib
membayar Pajak Pertambahan Nilai dan berhak menerima bukti pungutan pajak.
Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar tersebut merupakan Pajak Masukan bagi Pengusaha Kena pajak. Pajak
Masukan yang wajib dibayar tersebut oleh Pengusaha Kena Pajak dapat dikreditkan (diperhitungkan) dengan Pajak Keluaran yang
dipungutnya dalam Masa Pajak yang sama namun apabila belum dikreditkan pada masa tersebut, Pajak Masukan tersebut masih
dapat dikreditkan pada masa pajak berikutnya paling lama 3 bulan setelah berakhirnya Masa Pajak yang bersangkutan.

MEKANISME PERHITUNGAN KURANG / LEBIH BAYAR PPN

CONTOH KURANG BAYAR :

PT A DI JANUARI 2017 MELAKUKAN TRANSAKSI SBG BERIKUT :

MENJUAL BARANG DENGAN NILAI DPP 100.000.000 DAN PPN 10.000.000

MEMBELI BARANG DENGAN NILAI DPP 50.000.000 DAN PPN 5.000.000

PERHITUNGAN PPN :

PAJAK KELUARAN 10.000.000

PAJAK MASUKAN (5.000.000)

PPN KURANG / (LEBIH) BAYAR 5.000.000

JIKA YANG MUNCUL PPN KURANG BAYAR, MAKA NILAI KURANG BAYAR 5.000.000 INI WAJIB DI SETORKAN KE KAS NEGARA DENGAN
CARA = (Untuk pembayaran PPN ini batas bayar & lapornya adalah Akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa
Pajak, contoh jika PPN masa Januari 2017, maka batas bayar dan lapor nya adalah akhir bulan februari
2017)

1. Login ke https://djponline.pajak.go.id/default atau bisa jg di https://sse3.pajak.go.id/


2. Klik E-Billing

3. Klik Isi SSE

4. Isi jenis pajak = 411211


5. Isi Jenis Setoran = 100
6. Isi masa & tahun pajak sesuai dengan masanya
7. Isi nilai setoran, jika sudah simpan, lalu cetak kode billing

Jika sudah print kode billing yang baru saja di buat lalu diproses pembayaran nya, jika sudah akan muncul kode NTPN, kode inilah yang akan
di masukkan kedalam efaktur

Faktur pajak yang dapat di kreditkan :


Pajak masukan yang dapat dikreditkan adalah PM yang dibayar untuk perolehan BKP/JKP yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha
melakukan penyerahan kena pajak.

Kriteria PM yang Tidak Dapat Dikreditkan

Kriteria PM yang tidak dapat dikreditkan berdasarkan Pasal 9 Ayat 8 UU PPN 1984 terdiri dari:

PM yang dibayar sebelum dikukuhkan sebagai PKP;

PM yang bertentangan dengan Pasal 9 Ayat (5), yaitu PM yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha;

PM untuk perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor tertentu, yaitu sedan, station wagon, kecuali digunakan sebagai barang
dagangan atau disewakan;

PM yang diperoleh sebelum pengusaha melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak;

PM tidak mencantumkan faktur pajak sesuai ketentuan (tidak diisi secara lengkap);