Anda di halaman 1dari 2

183 Kades Se-Kabupaten Demak Dilantik

Demak – Rabu (2/11) bertempat di alun-alun, Pemerintah Kabupaten


menghelat agenda besar yaitu Pelantikan Kepala Desa se-Kabupaten
Demak Masa Jabatan 2016-2022. Sebanyak 183 Kepala Desa dilantik oleh
Bupati Demak HM. Natsir. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di

Jawa Tengah. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Demak Joko
Sutanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Dr.Singgih Setyono MKes,
Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo, Wakil Ketua DPRD Fahrudin Bisri
Slamet, Muntohar, dan Budi Ahmadi, para kepala SKPD, Camat dan
Muspika.

Bupati mengingatkan kepada kepala desa terlantik untuk tidak


menyia-nyiakan jabatan yang sudah diamanatkan masyarakat kepada
mereka. “Jadikan momentum pelantikan ini untuk memulai lembaran baru
dalam mengabdikan diri di dunia pemerintahan dan untuk masyarakat demi
terciptanya kesejahteraan di desa. Kepala desa dituntut untuk mampu
menyerap aspirasi masyarakat. Satu hal yang perlu diingat, bahwa dalam
melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, Kepala Desa tidak bisa terlepas
dari dukungan Badan Permusyawaratan Desa sebagai unsur pemerintahan
desa. Untuk itu saya menghimbau, agar Kepala Desa dan Badan
Permusyawaratan Desa dapat saling bersinergi, membangun komunikasi
yang harmonis dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dan
pembinaan kemasyarakatan desa,” tegas Bupati.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan strategis. Di samping


sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan
kemasyarakatan, jabatan kepala desa juga sebagai pemimpin yang
bertanggung jawab dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat
terutama dalam rangka program pengentasan kemiskinan.

Selain itu, kepala desa juga memiliki tugas pokok untuk


meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memelihara ketentraman dan
ketertiban masyarakat, melaksanakan kehidupan berdemokrasi, dan
menyelenggarakan administrasi pemerintahan desa dengan baik. Tak
kalah penting adalah tugas untuk memberdayakan masyarakat dan
lembaga desa, mendamaikan perselisihan masyarakat di desa, membina,
mengayomi dan melestarikan nilai-nilai sosial budaya dan adat istiadat.
Termasuk menggerakkan partisipasi masyarakat dan swadaya gotong
royong masyarakat sebagai sendi utama.

Oleh karenanya kepala desa selaku kepanjangan tangan dari


Pemerintah Kabupaten harus benar-benar bisa menjalankan fungsi
pemerintahan dengan baik, serta dapat memberikan pelayanan terbaik

kepada masyarakat. Seorang kepala desa harus peka dan peduli terhadap
segala persoalan yang terjadi di desa yang menjadi wilayahnya. Karena
kepala desa adalah orang yang pertama mengetahui kejadian-kejadian di
wilayah desanya.

Dalam acara tersebut, para kades juga didaulat untuk membaca


pakta integritas yang berisi bekerja adalah amanah, transparan dalam
mengelola keuangan desa, tidak menerima suap dan menaati segala
peraturan perundang-undangan. Jika melanggar ketentuan yang berlaku,
maka harus siap menerima konsekuensi, termasuk dibatalkan sebagai
kades.

Kabag Pemerintahan Setda Demak, Edy Suntoro menambahkan,


pelantikan dilaksanakan di alun-alun dengan harapan masyarakat luas
dapat mengetahui secara langsung kegiatan tersebut. *(Humas Demak)