Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN

INJEKSI INTRAVENA OBAT CEFTRIAXONE DI RUANG


DAHLIA RSUD KOTA SURAKARTA

Disusun Oleh;

WAHYU DIAN HERAWATI

NIM. SN171212

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA

TAHUN 2017/ 2018


ANALISA SINTESIS TINDAKAN INJEKSI INTRAVENA OBAT
CEFTRIAXONE PADA TN. S DI RUANG BOUGENVIL
RSUD KOTA SURAKARTA

Hari : Rabu
Tanggal : 25 Mei 2017
Jam : 17.00 WIB
A. KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan ada luka post operasi,
B. DIAGNOSIS MEDIS
Post Hernioraphy Dextra
C. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Resiko infeksi dengan faktor resiko prosedur invasive: pembedahan
D. DATA YANG MENDUKUNG DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Ds : Pasien mengatakan ada luka insisi post operasi, luka terasa nyeri
Do: pasien post operasi hernioraphy dextra, ada luka operasi terbalut kassa
TTV
Td : 140/90 mmHg
N : 84 x/menit
S : 36, 40
RR: 22 x/menit
E. DASAR PEMIKIRAN
Pada pasien post operasi, biasanya rentan terhadap infeksi karena
adanya luka paska operasi. Oleh karena itu biasanya selama perawatan
biasanya diberikan antibiotic injeksi untuk mencegah infeksi dan
mempercepat penyembuhan luka.
F. PRINSIP TINDAKAN KEPERAWATAN
1. Tahap preinteraksi
a) Cek pemberian obat
b) Cuci tangan
c) Siapkan alat-alat obat sesuai prinsip
- Spuit
- Obat yang diperlukan
- Kapas alkohol
- Bengkok
- Pengalas
- Baki tempat obat
- Pena
- Alat dokumentasi
d) Menyiapkan obat yang sesuai, mencocokkan aturan pengobatan
dengan label obat
e) Menghitung dosis obat yang diberikan
f) Memilih ukuran spuit yang sesuai untuk obat yang akan diberikan
g) Membuka bungkus spuit tanpa mengontaminasi jarumnya
h) Mengambil obat sesuai dosis
2. Tahap orientasi
a) Memberi salam, identifikasi pasien dan panggil pasien sesuai
nama, cek gelang pasien
b) Jelaskan prosedur dan tujuan pemberian obat kepada pasien dan
keluarga
c) Berikan kesempatan pasien untuk bertanya
d) Tanyakan keluhan pasien dan kaji adanya alergi
3. Tahap kerja
a) Jaga privasi klien
b) Gunakan sarung tangan
c) Berikan posisi semiflower
d) Masukkan obat melalui selang infus
e) Tempatkan jarum pada baki
f) Buka sarung tangan
g) Kembalikan posisi klien
4. Tahap terminasi
a) Evaluasi hasil kegiatan
b) Berikan renforcement
c) Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
d) Akhiri kegiatan
e) Cuci tangan
5. Tahap dokumentasi
Catat tanggal, waktu, nama pasien, tindakan, nama obat, dosis,
evaluasi
G. ANALISIS TINDAKAN
Pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh darah
vena dengan menggunakan spuit. Sedangkan pembuluh darah vena adalah
pembuluh darah yang menghantarkan darah ke jantung.
Tujuan pemberian obat melalui intravena adalah :
a.) Untuk memperoleh reaksi obat yang lebih cepat diabsorbsi dari pada
dengan injeksi parentral lainnya
b.) Untuk menghindari terjadinya kerusakan jaringan
c.) Untuk memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar
H. BAHAYA DILAKUKANNYA TINDAKAN
Jika pada saat pemberian obat secara intravena tidak dilakukan
dengan sifat 7 benar maka kemungkinan yang terjaadi fatal bagi klien itu
sendiri bisa menimbulkan alergi bila obat tidak cocok, sampai penyakit
lain yang bisa mengancam nyawa klien itu sendiri.
I. TINDAKAN KEPERAAWATAN LAIN YANG DI LAKUKAN
a) Distraksi dan Relaksasi nafas dalam
b) Injeksi analgetik
J. HASIL YANG DI DAPATKAN SETELAH DILAKUKAN TINDAKAN
S:
- Klien merasa nyaman

O : TTV
TD :130/90mmHg
Nadi :80x/menit
Suhu :360C
RR :20x/menit
- Klien tampak menahan sakit
- Klien kooperatif terhadap pertanyaan perawat

A : Masalah teratasi sebagian


P : Lanjutkan intervensi
- Untuk pemberian terapi selanjutnya
K. EVALUASI DIRI
Menurut saya selama melakukan pemberian obat dengan injeksi IV
saya telah melakukan pemberian injeksi Intravena dengan prinsip 7 benar
dan sesuai SOP yang ada.
L. DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer, ( 2008 ). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Edisi
8.Jakarta: EGC
Reeves. Lockhart, 2008. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. EGC.
Jakarta.
Gloria, M.B, dkk. 2016. Nursing intervention classification (NIC).Edisi ke
5. El Savier Inc.
Morhead S, dkk. 2016. Nursing Outcomes Classification (NOC) . Edisi ke
5 .El Savier Inc.
NANDA International, 2016. Diagnosis Keperawatan: Definisi Dan
Klasifikasi. Edisi ke 10. Jakarta: EGC.
Inayah 2007. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. EGC.
Jakarta.

Mengetahui,
Mahasiswa praktikan pembimbing klinik/ CI

( Sriningsih Onry Miyati Samaduy) ( Slamet S.Kep,Ns)

Anda mungkin juga menyukai