Anda di halaman 1dari 7

Review jurnal psikologi kepribadian

REVIEW JURNAL

Judul Jurnal : Residential Mobility, Well-Being, and


Mortality “Mobilitas Perumahan, Kesejahteraan dan Kematian”
Volume/Nomor :
Tahun :
Latar Belakang :
Mobilitas perumahan telah menjadi salah satu
karakteristik dalam mendefinisikan jiwa khas bangsa Amerika sejak awalnya. Banyak orang
Amerika pindah ke kota lain untuk mencari pendidikan yang lebih baik, pekerjaan, gaya
hidup, dan hak asasi mereka, serta kebahagiaan.
Dalam penelitian ini, peneliti memeriksa hubungan antara mobilitas perumahan masa
kanak-kanak dan penilaian subjektif kesejahteraan dimasa dewasa (misalnya, kepuasan
hidup,pengaruh positif) serta kematian.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak yang sering
berpindahcenderung untuk melakukan perbuatan buruk di sekolah dan melaporkan lebih
banyak masalah perilaku (Adam, 2004, Jelleyman & Spencer, 2008). Remaja yang sering
pindah memiliki pergaulan yang banyak dengan remaja yang beranekaragam yang
memungkinkan mereka lebih untuk merokok, mengkonsumsi alkohol, dan usaha bunuh diri
(Dong et al., 2005). Singkatnya, hubungan antara mobilitas perumahan masa anak-anak dan
kesejahteraan orang dewasa belumlah baik.
Selanjutnya, dalam penelitian yang lain tidak ada peneliti memeriksa apakah ciri-ciri
kepribadian akan menyangga atau menahan hubungan negatif
antara mobilitas perumahan selama masa kanak-kanak dan kesejahteraan selama
dewasa. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji :
1. Hubungan antara mobilitas perumahan masa anak-anak dan kesejahteraan selama masa
dewasa.
2. Apakah hubungan ini dimoderatori oleh kepribadian.

Dasar Teori :
Pada jurnal penelitian ini, dasar teori yang digunakan adalah :
1. Kepribadian Dan Kesejahteraan
Allport (1937) mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dari sistem
psikofisis dalam individu yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap
lingkungannya.Allport menyatakan bahwa kepribadian adalah sesuatu dan melakukan
sesuatu.
Kepribadian adalah salah satu prediktor yang paling konsisten dari kesejahteraan.
Sebuah meta-analisis dari Steele, Schmidt, dan Shultz menunjukkan bahwa neurotisme dan
extraversion berkaitan erat dengan sebagian
besar komponen kesejahteraan seperti kebahagiaan, kepuasan hidup, pengaruh
positif dan kualitas hidup.
Extravert cenderung bereaksi lebih positif terhadap induksi suasana hati yang positif
daripada introvert, sedangkan pasien neurotis cenderung bereaksi lebih negatif terhadap
induksi suasana hati yang negatif dibandingkan non-neurotisme (Gross, Sutton, & Ketelaar,
1998; Larsen & Ketelaar, 1991) .
Kepribadian dan kesejahteraan keduanya dipengaruhi oleh gen, berbagai peristiwa
kehidupan juga telah ditunjukkan untuk mempengaruhi kepribadian dan kesejahteraan.
Misalnya, peningkatan pekerjaan dan kepuasan perkawinan dikaitkan dengan peningkatan
extravert dan penurunan neurotisme dari waktu ke waktu.
2. Perpindahan Perumahan Dan Kesejahteran
Dalam penelitian ini dikatakan bahwa hubungan negatif antara
perpindahan perumahan dan kesejahteraan dapat didorong oleh kualitas
hubungan sosial. Rangkuman komprehensif Hartup dan Stevens menunjukkan bahwa
pembentukan persahabatan di masa kecil menimbulkan rasa kompetensi sosial dan sebagai
dasar yang kuat untuk pembentukan dan pemeliharaan hubungan sosial pada masa remaja dan
dewasa. Ketika individu pindah ke lingkungan yang benar-benar baru atau kota dari tempat
mereka hidup untuk jangka waktu yang luas, mereka dipaksa untuk mencabut hubungan
sosial jangka panjang mereka dan diminta untuk kembali membuat jaringan sosial.
Dengan demikian, jika seseorang extravert, mungkin perumahan cenderung memiliki
efek sedikit melemahkan. Sebaliknya, jika seseorang introvert dan memiliki kesulitan
menciptakan jaringan sosial baru di lokasi baru, mungkin perumahan memiliki efek lebih
sulit. Dengan kata lain, introvert lebih sulit menciptakan teman-teman baru di tempat yang
baru daripada melakukan extravert.

Manfaat Penelitian :
Pada penelitian tentang mobilitas perumahan, kesejahteraan dan kematian, manfaat
yang akan diperoleh adalah :
1. Memberikan kontribusi informasi tentang mobilitas perumahan, kesejahteraan dan kematian.
2. Memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang hubungan negatif antara
perpindahan perumahan dan kesejahteraan dapat didorong oleh hubungan sosial.
3. Memberikan wawasan kepada para pembaca bahwa perpindahan perumahan yang sering
akan memilki dampak negatif bagi anak-anak dan orang dewasa.
4. Menambah khasanah keilmuan psikologi tentang kepribadian anak-anak dan orang dewasa
tentang mobilitas perumahan, kesejahteraan dan kematian.

Hipotesis :
Berdasarkan teori yang dipaparkan di muka, maka hipotesis yang diajukan dalam
penelitian ini adalah :
1. Perpindahan perumahan yang sering akan menimbulkan hubungan negatif dengan berbagai
macam indikator kesejahteraan, yaitu lebih rendah tingkat kepuasan hidup, kesejahteraan
psikologis, dan pengaruh positif dan negatif lebih mempengaruhi.
2. Adanya hubungan negatif antara perpindahan perumahan dan kesejahteraan akan lebih besar
di antara introvert dibandingkan antara extravert dan lebih besar di antara pasien neurotis dari
kalangan non-neurotis.
3. Perpindahan perumahan akan menimbulkan efek negatif terkait dengan
kualitas hubungan sosial di antara introvert dibandingkan antara extravert dan bahwa kualitas
hubungan sosial akan menjelaskan extravert yang asli.

Prosedur Penelitian :
Peserta terdiri 7.108 orang dewasa (3.395 laki-laki, 3.632 perempuan dan 81 peserta
tidak menentukan jenis kelamin mereka) berusia antara 20 dan 75 tahun pada awal studi
(penelitian 1).
Peserta terdiri dari individu-individu dari empat sub sampel, yaitu :
1. Subsampel terbesar, yang terdiri dari 3.487 individu, direkrut dengan menggunakan metode
panggilan dengan perwakilan secara acak
2. Subsampel yang terdiri dari saudara kandung individu dari sampel panggilan acak utama.
3. Subsampel yang terdiri dari sampel panggilan perwakilan secara acak dari pasangan kembar.
4. Subsampel adalah individu-individu dari daerah metropolitan
dari Boston, Atlanta, Chicago, Phoenix dan San Francisco.

Sekitar 10 tahun kemudian (penelitian 2), peserta dihubungi lagi, dan 4.963 peserta
asli(70%) menyelesaikan survei tambahan. 421 dari peserta asli (5,9%) meninggal pada
penelitian 2. Dari 421 kematian, 396 dikonfirmasi dengan mengirimkan nama peserta
dan jaminan sosial nomor indeks kematian nasional hingga 2004.

Laporan kesejahteraan diri diukur pada empat skala, yaitu :


1. Kepuasan hidup, Kepuasan dinilai dengan tiga item, yaitu : seberapa puaskah andadengan
hidup Anda?, saya senang dengan kehidupan saya dan tarap hidup saya sekarang.
2. Kesejahteraan psikologis, dinilai dengan 18 item, seperti : saya suka sebagian besar
kepribadian saya, saya senang dengan hal-hal telah berubah sejauh ini, saya memiliki percaya
diri pada pendapat saya sendiri, bahkan jika mereka berbeda dari cara yang dipikirkan orang
lain, bagi saya kehidupan terus menerus diperoleh dari proses pembelajaran, perubahan, dan
pertumbuhan, dll.
3. pengaruh positif, dinilai dengan enam item, yaitu : ceria, semangat yang baik, sangatsenang,
tenang dan damai, puas, penuh kehidupan.
4. Pengaruh negatif, dinilai dengan enam item, yaitu : sedih tidak ada yang bisa
menghibur anda, gugup, gelisah atau resah, putus asa, segala sesuatu adalah upaya dan tidak
berharga.

Selain itu, di dalam penelitian ini juga menggunakan pengukuran pada extravert.
Ekstravert dinilai dengan item : ramah tamah, bersemangat, aktif, dan banyak
bicara. Neurotismedinilai dengan item : murung, mengkhawatirkan, gugup, dan tenang.
Keterbukaan terhadappengalaman dinilai dengan item : kreatif, imajinatif, cerdas, ingin tahu,
canggih dan petualang.Keramahan diukur dengan hangat, hati yang lembut, membantu dan
simpatik. Kesadaran dinilaidengan terorganisir, bertanggung jawab, pekerja keras, dan
ceroboh.

Hasil Penelitian :
Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa tiga alat ukur kesejahteraan (kepuasan hidup,
kesejahteraan psikologis, dan pengaruh keseimbangan) sangat berhubungan satu sama lain.
Lima besar karakter kepribadian juga menunjukkan pola dan ukuran yang berkorelasi dengan
kesejahteraan yang diharapkan meta-analisis terbaru dari Steele et al 's (2008).
Akhirnya, variabel demografi (misalnya, umur, jenis kelamin, pendidikan,
dan jumlah perpindahan perumahan) menunjukkan harapan korelasi kecil yang dengan
kesejahteraan dan ciri-ciri kepribadian.
1. Analisis eksplorasi
Dalam penelitian ini dilakukan serangkaian analisis regresi, memprediksi masing
konstruksi kesejahteraan (yaitu : kepuasan hidup, kesejahteraan psikologis,
dan pengaruhkeseimbangan) dari usia, jenis kelamin pendidikan, jumlah perpindahan anak,
masing-masing dari lima sifat besar, dan interaksi istilah yang melibatkan masing-masing
dari lima besar ciri danjumlah perpindahan anak.
Mobilitas perumahan dan kesejahteraan dimoderatori oleh
extravert dan neurotisme tetapi tidak oleh keramahan, hati nurani, dan keterbukaan terhadap
pengalaman.
Dalam penelitian ini dilakukan serangkaian analisis lereng sederhana untuk
menyelidikiinteraksi antara extravert dan mobilitas perumahan. Diantara introvert,
peserta yang pindahpernah mengalami sebagai anak-anak, laporan yang lebih rendah
kesejahteraan subjektifnyaadalah sebagai dewasa. Sebaliknya, diantara extravert frekuensi
perpindahan perumahan pada anak tidak terkait dengan salah satu dari tiga indikator
kesejahteraan: hidup kepuasan, kesejahteraan psikologis,
pengaruh keseimbangan dan kesejahteraan tidak hadir.
2. Analisis Utama
Pada analisis eksplorasi yang disajikan di atas, mengungkapkan bahwa extravertdan
neurotisme memoderasi hubungan antara perpindahan perumahan masa anak-anakdan
kesejahteraan, untuk sisa utama analisis kami fokuskan pada dua moderator,
yaituextravert dan neurotisme.
3. Neurotisme, pengaruh interaksi perpindahan pada kesejahteraan
Terdapat interaksi yang signifikan antara perpindahan perumahan pada
anak dan extravertdalam memprediksi kualitas hubungan
sosial. Artinya, perpindahan perumahan lebih negatif terkait dengan kesejahteraan introvert
dibandingkan dengan extravert, karena pengalamanperpindahan perumahan
introvert mencegah dari pembentukan kualitas hubungan sosial yangtinggi sebagai orang
dewasa. Selain itu, analisis ini menunjukkan bahwa hubungan langsung antara extravert dan
laten dimediasi oleh kualitas hubungan sosial. Hubungan langsung antara
extravert dan kesejahteraan tetap signifikan.
Dengan demikian, extravert lebih tinggi pada kesejahteraan daripada sebagian
introvert karena mereka memiliki hubungan sosial yang lebih baik kualitasnya daripada
introvert.Akhirnya, hubungan negatif antara perpindahan perumahan masa anak-anak dan
kesejahteraan dimediasi oleh kualitas hubungan sosial.
4. Analisis kematian
Pada penelitian ini, dari 7.108 peserta asli, 421 (5,9%) peserta yang
dikonfirmasi matiselama 10 tahun mengikuti. Karena hanya 2,4% dari peserta usia 50 atau
lebih muda padapenelitian 1 (atau 94 dari 3.938 peserta dengan
informasi kematian) meninggal sebelumpengumpulan data kedua, kami menganalisis hanya
peserta yang berusia 51 tahun atau lebih pada penelitian 1 (2.323 peserta dengan informasi
kematian). Di antara kelompok ini, 14. 00% dari peserta (atau 325 dari 2.323 peserta tersebut)
telah meninggal pada penelitian 2. Kami menemukan efek yang signifikan dari interaksi
antara jumlah perpindahan perumahan dan extravert pada kematian.

Diskusi :
Pada penelitian ini, analisis regresi menunjukkan bahwa individu
yang telah pindah di masa kecil sering melaporkan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah
daripada mereka yang tidak, pengontrol untuk umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.
Di dalam penelitian juga dikatakan bahwa ada beberapa konsekuensi potensi perpindahan
perumahan yang sering terjadi di masa anak-anak, yaitu : penolakan teman sebaya adalah
pengalaman umum di kalangan siswa transfer baru di masa anak-anak.
Dalam penelitian ini mengidentifikasi bahwa
hubungan antara perpindahan perumahan masa anak-anak dan kesejahteraan dewasa lebih
negatif di antara introvert dibandingkan antara extravert karena perpindahan perumahan
dikaitkan dengan hubungan kualitas sosial yang lebih rendah antara introvert dari kalangan
extravert. Tambahan, proses yang menjelaskan peran moderat
dewasa extravert pada penelitian ini antara mobilitas perumahan anak dan hubungan sosial
kesejahteraan dewasa jangka panjang. Dinyatakan dalam penelitian bahwa perpindahan
perumahan rata-rata membuat sulit bagi penggerak untuk mempertahankan hubungan jangka
panjang yang dekat. Ini mungkin tidak menjadi masalah serius bagi extravert, yang dapat
membuat hubungan sosial baru dengan cepat. Sebaliknya, kurangnya hubungan jangka
panjang yng dekat dapat menyebabkan masalah yang lebih serius bagi introvert, seperti
mereka biasanya memiliki waktu yang sulit mencari teman baru (Asendorpf, 1998).
Akibatnya, dewasa yang introvert cenderung pindah pada masa anak-anak memiliki kualitas
persahabatan jangka panjang daripada dewasa introvert yang tidak sering pindah.
Dengan demikian, dewasa introvert yang sering pindah pada masa anak-anak harus
kurang puas dengan hidup mereka daripada orang dewasa introvert yang tidak
seringberpindah.Orang dewasa extravert yang sering pindah di masa kecil juga
cenderung memiliki kualitas teman-teman jangka panjang daripada orang dewasa extravert
yang tidak seringberpindah di masa kanak-kanak. Namun, karena extravert
dapat menumbuhkan hubungan sosial yang baru cukup mudah, kurangnya hubungan jangka
panjang yang erat tidak mungkin menyakiti kesejahteraan mereka sebanyak itu. Sedangkan
hubungan negatif antara perpindahanperumahan dan kesejahteraan dijelaskan oleh kualitas
hubungan sosial, hubungan negatif antara neurotis tidak dijelaskan oleh kualitas hubungan
sosial.

Kesimpulan :
Kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah situasi interaksi
dalam pemahaman hasil akhir kehidupan, kematian, serta
kesejahteraan, dilaporkan menggunakan sampel perwakilan warga negara. Perpindahan
perumahan rata-rata negatif terkait dengan kesejahteraan dan juga sedikit terkait dengan
risiko kematian yang lebih tinggi di usia dewasa.
Selain itu, kami menemukan bahwa anak-anak yang pindah perumahan
mengalamiintrovert dan neurotik yang semakin rendah tingkat kesejahteraan mereka di masa
dewasa. Yang paling penting, perpindahan yang sering dimasa anak-anak dikaitkan dengan
risiko kematian yang lebih tinggi seperti orang dewasa antara lain introvert.
STOMA

 BENTUK NORMAL
Warna merah segar
 Lembab
 Bentuk Oval/bulat
 Menonjol keluar kurang lebih 2cm (1 inci)
 Kulit sekitar stoma menyatu & jelas
 Tidak ada rasa
 TIPE STOMA
 Stoma
Sekitar 100.000 penduduk UK
 Ileostomi
Sekitar 45.000 penduduk UK
 Kolostomi
 Sekitar 66.000 penduduk UK
 Ulostoma

Type of stoma

 Kolostomi
Output padat/lunak
1x sehari
Letak sebelah kiri
 Ileostomi
Output semipadat/cair
2-3 jam sekali sesuaai asupan makanan
Letak sebelah kanan
 Urostomi
Outpun cair (urine)

COMPLIKASI STOMA

A. NEKROSIS
B. RETRAKSI
C. STENOSIS
D. PLAPROSIS

Peristomal

a. Dermatis
b. Trauma mekanik
c. Ulcer
d. Pyoderma gangrenosum

Stoma care

ALAT DAN BAHAN


a. Tissue basah/kering
b. Gunting
c. Kantong plastik
d. Alat ukur stoma
e. Sepidol
f. Kantong stoma
1. Siapkan tempat alat dan bahan
2. 2. Buka kantong lama dengan hati2
3. Bersihkan dengan air

KESIMPULAN

1. Ketahui stoma normal dan cara perawatannya


2. Kaji kebutuhan dan keadaan stoma sebelum memilih kantong dan asesorisnya
3. Pencegahan konflikasi akan meningkatkan kualitas hidup ostomet