Anda di halaman 1dari 24

TUGAS REKAYASA TAMBAK

PEMBAHASAN SOAL PRA-UAS

OLEH :

RAHMI AFIFI
1407112595

KELAS PILIHAN

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS RIAU

2017
TUGAS REKAYASA TAMBAK

1. Jelaskan manajemen kualitas air!


Jawab:
Manajemen kualitas air merupakan suatu upaya memanipulasi kondisi lingkungan
sehingga berada dalam kisaran yang sesuai untuk kehidupan dan pertumbuhan ikan.
A. Baku Mutu
Parameter kualitas air untuk budidaya ikan air tawar meliputi 3 karakteristik,
yaitu karateristik fisik (suhu, kekeruhan, padatan terlarut, debit air, kecerahan,
salinitas), karateristik kimia (pH, alkalinitas, kadar oksigen, karbondioksida,
amoniak, nitrit, fospat) dan karakteristik biologi (kerapatan plankton dan
benthos).

B. Pengukuran Kualitas Air


 Suhu
Suhu air yang ideal adalah 28-31ºC. Perubahan suhu memiliki dampak
tersendiri terhadap pola hidup udang. Jika suhu air rendah, maka nafsu
makan udang akan menurun, pertumbuhan tidak normal, dan dapat

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
mengakibatkan kematian. Untuk mengatasi suhu rendah dapat diantisipasi
dengan menaikkan kedalaman menjadi 100 cm. Untuk mengatasi suhu tinggi
dapat diantisipasi dengan menambah kedalaman air menjadi 130 cm.
 Salinitas
Salinitas adalah total nilai garam/derajat keasinan yang terkandung dalam air
dan dapat diukur menggunakan refractometer yang hasilnya dalam satuan
ppt. Salinitas yang baik adalah 15-20 ppt. Salinitas yang rendah biasanya
terjadi pada musim hujan, sangat berbahaya bagi udang karna dapat
menurunkan kadar oksigen di dalam air dan udang akan cenderung memiliki
kulit yang tipis. Alkalinitas dan pH pun cenderung akan menurun sehingga
diperlukan pemberian kapur secara rutin. Sedangkan apabila salinitas tinggi
pertumbuhan udang akan relatif lambat, nafsu makan menurun. Hal ini dapat
diantisipasi dengan menambah frekuensi penggantian air kolam dengan air
laut. Salinitas tinggi biasanya terjadi pada saat musim kemarau.
 Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen/DO)
Oksigen terlarut yg optimal adalah 4-8 ppm. Semakin tinggi salinitas oksigen
terlarut akan semakin rendah. DO yang terlalu rendah dapat disebabkan oleh
lumut, plankton yang mati, kekentalan air serta jumlah bahan organik yang
menumpuk. Antisipasinya adalah dengan melakukan penambahan jumlah
kincir air atau aerator yang memiliki gelembung-gelembung udara yang
halus sehingga dapat membantu menguapkan kadar garam, mengangkat
partikel-partikel organik yang kecil dan partikel gas beracun.
 pH
pH yang optimal adalah 7-8. pH rendah dapat mengakibatkan berkurangnya
nafsu makan udang, alkalinitas tidak stabil dan udang mudah stress. Hal ini
dapat diantisipasi dengan pemberian kapur baik itu pada masa persiapan
kolam maupun selama budidaya berlangsung.

2. Jelaskan pengertian manajemen tambak berwawasan lingkungan!


Jawab:
Manajemen tambak berwawasan lingkungan adalah manajemen tambak yang aman
bagi lingkungan tidak merusak lingkungan yang dijadikan tambak ikan. Penerapan
budidaya yang baik, tidak menggunakan bahan baku produksi yang merusak

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
lingkungan dan tidak membahayakan keselamatakan konsumen produk tambak yang
dihasilkan. Serta dilakukannya penerapan jalur hijau berupa penanaman mangrove di
daerah lingkungan pesisir.

3. Apa langkah-langkah manajemen tambak berwawasan lingkungan?


Jawab:
a) Pemulihan lingkungan melalui penanaman/pemeliharaan mangrove sehingga
meningkatkan daya dukung tambak. Serta mampu menjaga air dan menopang
kehidupan komoditas yang dibudidayakan.
b) Menggunakan rumput laut untuk membantu sebagai biofilter dan penyerap
limbah pada tambak tersebut.
c) Menjaga limbah pada tambah tidak berlebihan,tidak membuang air bekas limbah
tambak langsung ke sungai atau kelaut. Dilakukan pengeloaan air limbah terlebih
dahulu sebelum dibuang.
d) Penggunaan bakteri biokontrol atau probiotik untuk mengurangi penggunaan
antibiotik sehingga pencemaran di perairan dapat dikurangi.

4. Apa yang harus diperbaiki terhadap sistim tambak agar tergolong berwawasan
lingkungan?
Jawab:
 Melakukan penebaran kepadatan benur sesuai pola budidaya yang di pilih, jangan
terlalu berlebihan misal: untuk pola intensif dengan kepadatan 30-40 ekor/m2
 Melakukan pengujian para meter kualitas secara berkala, misal: pH, DO, nitrat-
nitrit, amoniak dll.
 Mengamati warna air dan melakukan system pergantian air secara benar dan
berkala.
 Mengamati laju pertumbuhan setiap minggu dengan cara melakukan sampling
udang dan ikan, melakukan penimbangan guna mengetahui laju pertumbuhan
harian
 Mengamati dan mengendalikan aliran air dengan mengatur tata letak kincir
 Mengangkat klekap yang mati atau plankton yang mati setiap hari dan tidak boleh
menunggu bahan-bahan organic yang mati akan tenggelam kembali ke dasar

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
tambak karena hal ini menyebabkan rusak atau tercemarnya dasar tambak oleh
bahan organic tersebut.
 Membuat desain tanggul, saluran dan bangunan yang lain dengan tidak
mempengaruhi siklus hidrologi di daerah itu.
 Sistem pembuangan yang terpisah dari saluran pemasukan guna mengurangi
polusi oleh limbah sendiri serta menciptakan biosecurity

5. Jelaskan definisi dan fungsi biofilter dalam pengelolaan tambak!


Jawab:
Biofilter adalah sistem pengeloaan air limbah dengan memanfaatkan mikroorganisme
yang tumbuh dan berkembang terletak pada permukaan media kontak sebagai media
kontak. Fungsi biofilter dalam pengeloaan tambak salah satunya dengan
menggunakan rumput laut. Rumput laut berfungsi sebagai penghasil oksigen, udang
membuang kotoran yang dapat dipakai sebagai nutrient oleh rumput laut. Rumput laut
menyerap CO2 terlarut hasil pernapasan udang. Biofilter pada kawasan tambak sangat
diperlukan terutama yang sumber airnya sangat keruh karena lumpur atau partikel
lainnya. Kegiatan budidaya yang menggunakan biofilter, kandungan bahan organik
dan amonia di dalam petak pemeliharaan relatif lebih rendah dibandingkan dengan
tambak pemeliharaan yang tidak menggunakan sistem biofilter. Hal ini disebabkan
karena rumput laut mampu menyerap ion-ion amonia, nitrat dan phospat. Selain itu
rumput laut juga mempunyai kemampuan mengabsorbsi unsur atau senyawa lainnya
seperti logam berat. Rumput laut sebagai tumbuhan air dapat menyerap degradasi
bahan organik air yang akan diperlukan untuk pertumbuhan, sehingga mengurangi
resiko meningkatnya bahan organik air yang akan dipergunakan untuk memelihara
Udang Windu.

6. Bagaimana dengan pengolahan limbah?


Jawab:
Penting bagi petambak untuk mengolah air buangan tambaknya. Seperti air input,
maka air output pun perlu dibuat tandon. Ada beberapa tahap tandon water treatment
untuk air limbah, di antaranya adalah:

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
a) Kolam Pengendapan
Kolam ini adalah kolam pertama kali limbah tambak dibuang. Sesuai namanya,
pada kolam ini diendapkan sedimen atau total suspended solid (TSS). TSS
kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Selain itu, kolam ini juga
digunakan untuk menurunkan kadar H2S yang menimbulkan bau busuk pada
limbah.
b) Kolam Oksigenasi
Kadar oksigen terlarut atau OD (oxygen dissolved) ditingkatkan di kolam ini
dengan proses aerasi menggunakan aerator. Berbeda dengan OD, disini kadar
BOD (biochemical oxygen demand) atau kebutuhan oksigen biologis dikurangi.
Kadar BOD menunjukkan banyaknya senyawa organik di dalam media perairan.
c) Kolam Biokonversi
Pada kolam ini, senyawa yang dapat menyebabkan eutrofikasi (pertumbuhan
tumbuhan air yang sangat cepat dan menganggu akibat air yang mengandung
nutrien berlebih) diubah.Proses biokonversi ini dapat berupa proses fotoautotrof
yang menghasilkan plankton bermanfaat, kemoautotrof yang melibatkan
Nitrobacter dan Nitrosomonas, dan heteroautotrof yang meningkatkan jumlah
Bacillus, bakteri yang baik untuk pakan alami. Dikutip dari artikel Trobos Aqua,
proses sintesa ini tidak hanya dilakukan pada saat air sudah menjadi limbah siap
buang, tetapi juga dapat dilakukan ketika budidaya masih berlangsung untuk
memicu pertumbuhan udang. Rekayasa perairan ini dipaparkan oleh De Recta
Geson, praktisi perudangan. Plankton yang dihasilkan dari proses autotrof dapat
meningkatkan kadar oksigen yang baik untuk pertumbuhan udang. Sama halnya
dengan peningkatan jumlah Bacillus dari proses heteroautotrof yang dapat
dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi udang.
d) Kolam Penampungan
Air yang sudah melalui perlakuan di atas kemudian ditampung di kolam ini
sebelum akhirnya dibuang.

7. Jelaskan komponen-komponen dasar perbaikan sistem kolam tambak pada


tambak berwawasan lingkungan!
Jawab:

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
1. Pemilihan Lokasi
a. Tidak menghilangkan atau menebang tumbuhan diarea sekitar 130 m untuk
membuka tambak. Hal ini sesuai dengan hukum Nasional mengenai lebar
jalur hijau, yaitu 130 kali selisih rata-rata pasang tertinggi dan surut terendah
b. Patuhi semua peraturan yang berlaku dan perencanaan pengembangan wilayah
pesisir.
c. Penanaman kembali hutan bakau dapat membantu merehabilitasi tambak-
tambak yang telah mati dan meninggalkan produksi tangkapan alam.
2. Persiapan Lahan dan Air
a. Persiapan lahan meliputi: pengeringan lahan, perbaikan prasarana seperti
pematang, pintu air, saringan, pengapuran dan pemberantasan hama.
b. Persiapan air meliputi pengisian air, pemupukan, dan jika ada pengapuran
susulan.
3. Pemilihan dan Penebaran Benur
Pemilihan dan penebaran benih merupakan proses lanjutan setelah kegiatan
persiapan lahan dan air,dimana tahapan ini bisa dilakukan jika hanya proses
sebelumnya telah berjalan secara sempurna. Pemilihan benih sangat penting
dilakukan untuk mendapatkan benih yang berkualitas agar memiliki pertumbuhan
yang baik dan tahan terhadap penyakit. Sementara itu,tahapan penebaran benih
memerlukan perlakuan khusus dalam proses manipulasi lingkungan
4. Pengelolaan Kualitas Air dan Pakan
Pengelolaan kualitas air dan pakan bertujuaan untuk mengelola lingkungan agar
media hidup di dalam tambak sesuai untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup
udang/ikan yang dipelihara. Dikarenakan sifatnya yang ekstensif maka
pengeloaan pakan lebih mengarah kepada pembentukan dan menjaga kelimpahan
pakan alami di dalam tambak.
5. Panen dan Pasca panen
Waktu panen dilaksanakan saat surut terendah dalam siklus bulanan,untuk
memudahkan dan mempercepat panen. Sangat disarankan untuk menurukan atau
membuang air tambak sedikit demi sedikit menjelang panen agar mampu
mempersingkat waktu panen. Sangat disarankan undang/bandeng yang dipanen
segera direndam dalam air es sebelum mati untuk mempertahankan kesegarannya.
6. Laporan Kegiatan Harian Tambak

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
Laporan yang ditulis digunakan untuk sebagai kontrol kualitas tambak. Informasi
tersebut terdiri dari:
 Rincian persiapan tambak, lama pengeringan, jumlah kapur dasar
 Informasi mengenai benih, kualitas, hasil test, tanggal penebaran benih
 Pengolahan kualitas air, pemberiaan pupuk/kapur, data kualitas air (salinitas,
pH, dll)
 Penggantian air waduk, jumlah, warna air
 Jumlah dan pengamatan terhadap penyakit
 Pengeloaam pakan: waktu dan jumlah, fluktuasi nafsu makan, dll
 Panen: umur, jumlah, ukuran, dll

8. Jelaskan hubungan parameter hidrologi, topografi, intensitas hujan, data


klimatologi terhadap perencanaan irigasi tambak!
Jawab:
 Hidrologi: data hidrologi digunakan untuk mendapatkan besarnya debit banjir
rancangan dan debit andalan. Terdiri dari presipitasi, evaporasi, infiltrasi.
 Topografi: parameter ini digunakan untuk memberikan gambaran akan lokasi
secara detail, elevasi terhadap muka air laut (msl), posisi rencana lokasi terhadap
sumber air seperti laut dan sungai. Dari data ini dikembangkan arah tambak
terhadap arah angin dan pergerakan arus air laut. Data ini digunakan juga sebagai
peta dasar lokasi rencana untuk membuat layout penempatan tambak dan
infrastruktur pendudung.
 Intensitas Hujan: Intensitas hujan merupakan besarnya tinggi hujan yang terjadi
pada lokasi rencana rambak. Data ini dapat didapat dari penukuran langsung
maupun dari data stasiun hujan terdekat. Selanjutnya data ini dianalisa untuk
mengetahui besarnya hujan rerata yang terjadi pada rencana lokasi sehingga dapat
dilakukan penyediaan dan pengendalian kulaitas air agar sesuai dengan
kebutuhan ikan atau udang. Untuk mengetahui keandalan hujan dalam
memberikan air, maka harus dilakukan analisa standar hidrologi.
 Klimatologi: parameter ini digunakan untuk menentukan besarnya penguapan
yang terjadi pada tambak sehingga didapat pola pengaturan kualitas air pada
tambak. Data ini berupa data suhu, kelembaban, lama penyinaran matahari, arah
dan kecepatan angin.

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
9. Jelaskan pembagiaan wilayah dampak pasang surut dan hubungannya terhadap
kualitas lahan serta estuari!
Jawab:

Kombinasi pengaruh antara air laut dengan air tawar menghasilkan komunitas yang
khas dengan lingkungan yang bervariasi antara lain:
1. Tempat bertemunya arus sungai dengan arus pasang surut, yang berlawanan
menyebabkan suatu pengaruh yang kuat pada sedimentasi, pencampuran air, dan
ciri-ciri fisika lainnya, serta membawa pengaruh besar pada biotanya.
2. Pencampuran kedua macam air tersebut menghasilkan suatu sifat fisika
lingkungan khusus yang tidak sama dengan sifat air sungai maupun sifat air laut.
3. Perubahan yang terjadi akibat adanya pasang surut mengharuskan komunitas
mengadakan penyesuaian secara fisiologis dengan lingkungan sekelilingnya.
4. Tingkat kadar garam di daerah estuaria tergantung pada pasangsurut air laut,
banyaknya aliran air tawar dan arus-arus lain, serta topografi daerah estuaria
tersebut.
Kondisi lingkungan fisik yang bervariasi dan merupakan daerah peralihan antara
darat dan laut, estuari mempunyai pola pencampuran air laut dan air tawar yang
tersendiri. Menurut (Kasim, 2005), pola pencampuran sangat dipengaruhi oleh
sirkulasi air, topografi, kedalaman dan pola pasang surut karena dorongan dan volume
air akan sangat berbeda khususnya yang bersumber dari air sungai.Pembagian tipe-
tipe estuari dapat dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu, kekuatan gelombang, pasang
surut dan keberadaan sungai. Kuat lemahnya ketiga faktor ini tergantung dari bentuk
geomorfologinya.
Secara umum tipe-tipe estuari dapat dibagi menjadi tujuh tipe:
1. Embayments and drown river valleys (Teluk dengan sungai dari lembah bukit)
2. Wave-dominated estuaries (Estuari dengan dominasi gelombang)
3. Wave-dominated deltas (Delta dengan dominasi gelombang).
4. Coastal lagoons and strandplains (Lagun dengan hamparan tanah datar).
5. Tide-dominated estuaries (Estuari dengan dominasi pasang surut).
6. Tide-dominated deltas (Delta dengan dominasi pasang surut).
7. Tidal creeks (Daerah pasang surut dengan banyak anak sungai).

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
Pembagian zone tambak berdasarkan harga-harga standar untuk variasi muka air laut
selama 1 tahun dibagi menjadi 3 zone terdiri dari:
 Zone I : Pemberian air tambak pada zone ini dapat setiap saat dilakukan secara
gravitasi, karena muka air ditambak lebih rendah dari muka air tinggi rata-rata pada
saat neap pengeringannya memakai pompa.
 Zone II : Pemberian dan pengeringan air tambak pada zone ini dilakukan secara
gravitasi, hanya kadang-kadang harus memakai pompa yaitu pada saat pasang
perbani/neap tide, pengeringan dengan gravitasi.
 Zone III : Pemberian air tambak pada zone ini selalu pakai pompa karena muka air
tambak (MAT) diatas pasang tinggi (pasang purnama /spring tide), pengeringan
selalu dengan gravitasi karena dasar tambak berada diatas muka air rendah rata-rata
(Mean Low WaterLevel).

10. Jelaskan kategori hidrotopografi rawa pasang surut dan hubungannya terhadap
desain irigasi tambak!
Jawab:
Berdasarkan hidro-topografi nya, rawa pasang surut dibagi menjadi 4 kategori :
 Kategori A : Merupakan areal lahan rawa yang dapat terluapi air pasang, baik di
musim hujan maupun di musim kemarau. Lahan dapat diluapi oleh air pasang paling
sedikit 4 atau 5 kali selama 14 hari siklus pasang purnama, baik musim hujan
maupun musim kemarau. Permukaan lahan umumnya masih lebih rendah jika
dibandingkan elevasi air pasang tinggi rata-rata. Umumnya areal ini terletak di lahan
cekungan atau dekat dengan muara sungai. Lahan ini potensial untuk ditanami dua
kali padi sawah setahun, karena ada jaminan suplai air pada setiap musim.
 Kategori B : Merupakan areal lahan rawa yang hanya dapat terluapi air pasang di
musim hujan. Permukaan lahan umumnya masih lebih tinggi dari elevasi air pasang
tinggi rata-rata di musim kemarau, namun masih lebih rendah jika dibandingkan
elevasi air pasang tinggi rata-rata di musim hujan. Lahan dapat diluapi oleh air
pasang paling sedikit 4 atau 5 kali selama 14 hari siklus pasang purnama hanya pada
musim hujan saja. Lahan ini potensial ditanami padi sawah di musim hujan,
sedangkan di musim kemarau ditanami palawija.
 Kategori C : Merupakan lahan rawa yang tidak dapat terluapi oleh air pasang
sepanjang waktu (atau hanya kadang-kadang saja). Permukaan lahan umumnya

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
relatif lebih tinggi jika dibandingkan kategori A dan B, sehingga air pasang hanya
berpengaruh pada muka air tanah dengan kedalaman kurang dari 50 cm dari
permukaan lahan. Karena lahan tidak dapat terluapi air pasang secara reguler, akan
tetapi air pasang masih mempengaruhi muka air tanah. Elevasi lahan yang relatip
tinggi dapat mengakibatkan banyaknya kehilangan air lewat rembesan. Lahan ini
cocok untuk sawah tadah hujan/tegalan, dan ditanami padi tadah hujan atau
palawija.
 Kategori D : Merupakan lahan rawa yang cukup tinggi sehingga sama sekali tidak
dapat terjangkau oleh luapan air pasang (lebih menyerupai lahan kering). Permukaan
air tanah umumnya lebih dalam dari 50 cm dari permukaan lahan. Variasi kapasitas
drainase tergantung perbedaan antara muka tanah di lahan dan muka air di sungai
terdekat dengan lahan. Lahan cocok diusahakan untuk lahan kering/tegalan,
ditanami padi gogo/palawija dan tanaman keras.

11. Jelaskan tahapan perbaikan lahan sebagai akibat rendahnya mutu lahan untuk
kepentingan tambak!
Jawab:
Pemanfaatan tanah sulfat masam (TSM) untuk kegiatan budidaya perikanan menjadi
salah satu alternatif penggunaan lahan yang dapat dikembangkan. Akan tetapi potensi
lahan TSM yang cukup luas terkendala beberapa permasalahan seperti kemasaman
tanah yang disebabkan kandungan pirit, besi, aluminium dan sulfat serta bahan
organik yang tinggi. Pengelolaan tambak TSM untuk budidaya perikanan harus
didahului dengan pengetahuan mengenai karakteristik tanahnya serta teknik
pengelolaannya atau yang dikenal dengan istilah remediasi tambak.
Tahapan remediasi tambak dengan perbaikan tanah sulfat masam antara lain:
a. Perbaikan konstruksi pematang
b. Pembalikan atau pengolahan tanah dasar
c. Pengeringan tanah dengan mengksidasi unsur toksik selama 10-20 hari
(tergantung kondisi cuaca).
d. Perendaman dengan melarutkan unsur toksik selama 3-5 hari.
e. Pembilasan dengan pembuangan air rendaman.
f. Pemberantasan hama

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
g. Pengapuran dengan menaikkan pH tanah, mengikat Fe, Al, dan beberapa logam
berat tanah tergantung kondisi kemasaman tanah.
h. Pemupukan dengan menumbuhkan jasad pakan alami tergantung tingkat
kesuburan tanah.
i. Probiotik dengan memberikan bakteri probiotik untuk memperbaiki air dari
pembusukan dan kerusakan dasar tambak udang.

12. Jelaskan komponen dasar perbaikan sistem kolam tambak!


Jawab:
1. Kolam pembesaran
Umumnya, luas kolam pembesaran sekitar 50 % - 75 % dari luas total fasilitas
tambak budidaya udang intensif. Bentuknya mungkin berbeda-beda, tapi yang
paling umum adalah kubus atau persegi panjang, masing-masing seluas 0,5 - 1,0
ha. Pematang kolam pembesaran bisa dari tanah, konkrit (dari semen) 2 atau
dilapisi plastik. Udang dipelihara mulai ukuran benih dengan padat tebar 20-60
ekor/m sampai mencapai ukuran konsumsi. Pematang, pintu air dan sistem saluran
dirancang dan dibangun guna mampu menampung kedalaman air 100 cm; yang
ideal adalah kedalaman 150 cm.
2. Kolam penampungan air dengan biomanipulator dan green water
Luas kolam penampungan ini paling sedikit 25% dari kolam pembesaran. Air
yang masuk seluruhnya ditampung sementara di kolam penampungan untuk
paling tidak satu minggu, sebelum dialirkan ke kolam pembesaran. Bila kolam
penampungan ini hanya tersedia satu saja, sebaiknya dibagi menjadi dua bagian
yang bisa dipakai bergantian. Pada kolam penampungan inilah salinitas air dapat
dikontrol dan disesuaikan.
3. Kolam pengendapan dengan sekat biofilter
Kolam pengendapan (juga disebut kolam sedimentasi, kolam penampungan
buangan atau kolam ) treatment berfungsi untuk menampung air buangan dari
kolam pembesaran, agar zat hara terlarut dan butiran zat padat melayang dapat
berkurang seminimal mungkin sebelum dialirkan kembali ke kolam
penampungan.
4. Penampung lumpur
a. Penampung lumpur di tengah kolam

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
Perlengkapan ini berupa kurungan seluas 5% dari areal kolam, yang
berdinding jaring ganda ukuran 10m x 10m x 1,5m dan dipasang di tengah
kolam pembesaran. Dengan bantuan kincir berangkai, aliran sirkulasi air
bergerak sambil membawa sisa pakan, kotoran udang dan endapan lainnya ke
tengah kolam. Udang tertahan jaring hingga tidak ikut masuk bersama air.
b. Penampung lumpur di sudut
Penampung lumpur jenis ini terdiri dari bahan yang sama, namun dipasang di
seluruh sudut kolam. Sudut-sudut tersebut dianggap titik mati dimana sisa
buangan terkumpul. Biomanipulator ditebar di tempat ini untuk memanfaatkan
buangan yang terakumulasi sebagai makanannya.
5. Suplai tenaga listrik
Sumber tenaga listrik untuk suatu kolam budidaya udang intensif harus memiliki
kapasitas yang mampu mensuplai listrik yang cukup untuk mengoperasikan
penerangan, kincir, pompa listrik, dan peralatan lainnya yang diperlukan blower
setiap saat. Umumnya, sistem bertenaga 3-fase dipilih guna meminimalkan
pemakaian listrik. Sebuah generator pembangkit listrik harus selalu siap pakai
guna menjalankan kincir dan pompa saat terjadi gangguan listrik.
6. Sistem aerasi
Pengaerasian air kolam dilakukan secara mekanis, dengan menggunakan bahan
bakar bensin atau listrik. Aerasi meningkatkan efisensi produksi udang, karena
mempertahankan kandungan oksigen pada tingkat optimum. Sirkulasi air kolam
secara efisien mencegah stratifikasi dan mengurangi akumulasi senyawa-senyawa
nitrogen pada tempat-tempat dimana lumpur terkumpul.
7. Pompa air
Bila arus air dari sumber terdekat tidak cukup untuk mengisi kolam penampungan,
perlu digunakan pompa air listrik atau bertenaga bahan bakar manapun yang
tersedia dan berharga pantas. Pompa air terdiri dari bermacam-macam jenis dan
merupakan komponen yang mutlak harus ada pada budidaya tambak udang
intensif.
8. Bak saringan
Pemasangan bak saringan di kolam penampungan air merupakan perbaikan dari
penggunaan jaring atau kantong saringan yang umumnya digunakan. Dibuat dari
bahan lokal yang ada, bak saringan ini mudah dibuat dan dioperasikan. Bak dibuat

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
dari kayu lapis, dilubangi pada sisi-sisi dan dasarnya, dan diisi lapisan-lapisan
pasir, kerikil halus atau tumbukan cangkang kerang.
9. Peralatan monitoring
Adalah penting untuk melengkapi fasilitas tambak dengan peralatan dasar seperti
(pengukur salinitas), termometer (pengukur suhu), refractometer secchi disk
(pengukur kecerahan air), pH meter dan pengukur oksigen terlarut. Peralatan
tersebut harus ada agar kualitas air di kolam dapat tetap dipertahankan pada
tingkat optimum.

13. Jelaskan fungsi pasang surut dalam pengelolaan tambak!


Jawab:
Pasang surut berfungsi pada proses pemasukan sumber air tambak dari air sungai. Air
sungai yang masih bersifat payau dan dimasukkan ke dalam tambak secara langsung
dengan bantuan pasang surut ataupun melalui alat bantu yang berupa pompa air. Cara
ini biasa digunakan pada tambak yang letaknya relatif agak jauh dari laut atau dekat
dengan laut dan sungai dengan pertimbangan pemasangan instalasi pompa air relatif
lebih sederhana dibandingkan dengan pengambilan air langsung dari laut. Cara ini
rentan terhadap sedimentasi dan pencemaran limbah sungai yang berasal dari rumah
tangga maupun industri yang berada di sekitar area sungai. Kondisi pasang surut yang
mendukung kelancaran pergantian air tambak dan pembuangan kotoran dan lumpur
hitam ke saluran pembuangan.

14. Jelaskan komponen-komponen kualitas air yang harus diperhatikan dalam


pengelolaan tambak!
Jawab:
Parameter fisik pada air di tambak antara lain:
a. Suhu
Pola temperatur ekosistem air dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti intensitas
cahaya matahari, pertukaran panas antara air dengan udara sekelilingnya,
ketinggihan geografis dan juga oleh faktor kanopi (penutupan oleh vegetasi) dari
pepohonan yang tumbuh di tepi.
Suhu tinggi tidak selalu berakibat mematikan tetapi dapat menyebabkan gangguan
kesehatan untuk jangka panjang, misalnya stres yang ditandai dengan tubuh

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
lemah, kurus, dan tingkah laku abnormal. Pada suhu rendah, akibat yang
ditimbulkan antara lain ikan menjadi lebih rentan terhadap infeksi fungi dan
bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun. Pada dasarnya suhu rendah
memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi, tetapi suhu rendah
menyebabkan menurunnya laju pernafasan dan denyut jantung sehingga dapat
berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen (Irianto, 2005).
b. Kecerahan
Kecerahan merupakan ciri penentu untuk pencerahan, penglihatan yang mana
suatu sumber dilihat memancarkan sejumlah kandungan cahaya. Dalam kata lain
kecerahan adalah pencerahan yang terhasil dari pada kekilauan sasaran
penglihatan, kecerahan merupakan suatu ukuran dimana cahaya didalam air yang
disebabkan oleh adanya partikel-partikel kaloid dan suspensi dari suatu bahan
pencemaran, antara lain bahan organik dari buangan-buangan industri, rumah
tangga, pertanian yang terkandung di perairan (Chakroff dalam Syukur, 2002).
c. Kedalaman
Kedalaman disuatu perairan sangat penting untuk diperahatikan, hal ini
diakrenakan kedalaman suatu perairan dapat mempengaruhi jumlah cahaya yang
akan masuk ke perairan dan ketersediaan oksigen diperairan tersebut, jika disuatu
perairan kekurangan cahaya masuk kedalamnya maka ikan tersebut akan stress.
Begitu juga halnya dengan kandungan oksigen, biasanya diperairan dalam
ketersediaan oksigen lebih sedikit dibandingkan dengan perairan dangkal.
d. Salinitas
Salinitas adalah total konsentrasi ion yang terlarut dalam air (Boyd, 1990). Ion -
ion penyusun utama yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya salinitas adalah
Chlor, Natrium, Sulfat, Magnesium, Kalsium, Kalium dan Bikarbonat. Salinitas
merupakan parameter penting karena berhubungan dengan tekanan osmotik dan
ionik air baik sebagai media internal maupun eksternal (Budiardi, 1999). Jika
salinitas diluar kisaran optimum, pertumbuhan udang menjadi lambat karena
terganggunya proses metabolisme akibat energi lebih banyak dipergunakan untuk
proses osmoregulasi. Untuk memantau salinitas air tambak harus selalu dilakukan
pengukuran. Alat yang digunakan untuk mengukur salinitas disebut dengan
salinometer.

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
Parameter kimia pada air di tambak antara lain:
a. Pengukuran pH
Kesadahan adalah gambaran konsentrasi garam kalsium dan magnesium yang
larut dalam air. Kesadahan berfungsi sebagai penjaga kesetabilan pH air. pH air
yang stabil akan meningkatkan ketahanan tubuh ikan dan mempercepat
penyembuhan ikan yang terkena penyakit.
b. Oksigen Terlarut (Disolved Oxygen-DO)
Sebagai makhluk hidup ikan dan hewan air lainnya memerlukan oksigen terlarut
demi kelangsungan hidup dan pertumbuhannya. Di dalam kolam atau tambak,
sumbernya berasal dari fotosintesis fitoplankton dan diffuse udara.Namun, pada
konsentrasi yang berlebihan dapat mengakibatkan kematian dengan terjadinya
emboli dalam pembuluh darah akibat terlalu banyak gelembung udara (gas buble
disease), keadaan seperti ini sering terjadi pada kolam atau tambak yang kelewat
subur.
c. Amoniak
Amoniak sebagai metabolisme ikan atau hewan air lainnya dan penguraian zat
organic merupakan racun bagi ikan. Amoniak di dalam air berwujud NH3 dan ion
NH4, khusus NH3 sangat beracun bagi ikan, sedangkan NH4 asal tidak melebihi
3 ppm relative tidak berbahaya. Bila pH tinggi dan temperatur tinggi maka
sebagian besar amoniak berubah menjadi NH3. Metode yang paling aman untuk
menghindari pembentukan amoniak yang terlalu tinggi di kolam atau tambak
adalah dengan melakukan persiapan kolam atau tambak dengan baik.

Adapun parameter biologi pada air di tambak antara lain:


a. Plankton
Plankton mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai pakan alami, penyangga
(buffer) terhadap intensitas cahaya matahari dan bioindikator kestabilan
lingkungan air media pemeliharaan, bahan organik yang menumpuk dalam
jumlah banyak juga merupakan sarang bakteri dan vibrio yang merugikan
budidaya udang vannamei.
b. Total Bakteri dan Total Vibrio
Salah satu indikator penting terhadap keberhasilan budidaya udang di tambak
adalah populasi dan kelimpahan vibrio dan bakteri pada air media pemeliharaan.

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
Menurut Prastowo (2007), keberadaan kemelimpahan bakteri dan vibrio pada air
media pemeliharaan dapat untuk mendeteksi dini serangan penyakit, tetapi juga
sekaligus dapat menunjukkan adanya penurunan kualitas lingkungan tambak.

15. Jelaskan komponen dasar perencanaan tambak!


Jawab:
a. Petakan tambak
Terdiri dari beberapa unit kolam seperti kolam pembesaran, kolam penampungan
dan pembagian air, kolam pengendapan dengan filter, kolam pendederan dan
kolam buyaran (golondongan).
 Tiap petakan terdiri dari pelataran dan caren
 Biasanya berbentuk persegi panjang, memanjang dan searah arah angin
dominan
 Luas setiap petak tambak 1 ha dengan ukuran panjang 125 m, lebar 80 m dan
kedalaman tambak 1,5 m

b. Pematang/tanggul
 Terdapat pematang utama dan pematang antara.
 Pematang utama melindungi unit dari pengaruh luar, tingginya 0,5 m diatas
permukaan air saat pasang tertinggi, lebar bagian atas 3-5 m kemiringan sisi
luar 1 : 1,5 kemiringan sisi dalam 1 : 1
 Pematang antara membatasi petakan satu dengan yang lain dalam satu unit,
lebar bagian atas 2-3 m
 Berm berfungsi sebagai penahan/penguat pematang agar tidak mudah longsor,
pada pematang utama lebar berm 0,5-1 m, sedangkan pada pematang antara
0,5 m.
 Penguatan pematang juga dapat dilakukan dengan pemasangan rangkaian
bambu yang berbentuk anyaman atau susunan btang bambu, atau dengan
semen/beton

c. Saluran air
 Terdapat dua saluran, saluran masuk (inlet) dan saluran keluar (out let),
sebaiknya jaraknya berjauhan.

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
 Saluran masuk (inlet) terbagi menjadi 2 yaitu saluran utama (memasukkan air
dari sumber perairan ke areal pertambakan) dan saluran pembagi
(memasukkan air dari saluran utama ke petak tambak)
 Pembuatan saluran tambak sebaiknya memperhatikan sistem grafitasi atau
elevasi lahan yang berpengaruh terhadap aliran air.
 Ketinggian dasar saluran utama dan saluran pembagi ±15 cm lebih rendah
sehingga aliran air tidak terlalu deras.
 Saluran keluar (out let) langsung berhubungan dengan sungai atau laut
sebaiknya ketinggian saluran keluar dijaga agar tidak tertimbun lumpur
 Saluran masuk harus dapat mensuplay air bersih minimum 5% dari kebutuhan
tambak harian, sedangkan saluran keluar harus dapat mengeluarkan air
minimum 10% dari volume tambak per jam

d. Pintu air
 Berfungsi sebagai pengontrol keluar-masuknya air ke dalam petak tambak
 Berdasarkan fungsinya pintu air dibagi menjadi pintu utama (sumber ke
saluran utama) dan pintu pembagi (saluran utama ke saluran pembagi)
 Berdasarkan sistem kerjanya pintu air dibagi menjadi pintu beton, pinto
monik, dan pintu kayu.
a. Pintu beton, konstruksi lebih kuat sehingga biaya pengadaan mahal
dilakukan pada budidaya semi intensif, digunakan sebagai pintu utama
karena langsung menghadap sumber air.
b. Pintu monik, tipe pintu tertutup, menggunakan gorong-gorong untuk
mengalirkan air, diameter penutup disesuaikan dengan diameter gorong-
gorong, efektif untuk kebutuhan air yang relatif kecil, banyak digunakan
pada tambak intensif.
c. Pintu kayu, termasuk tipa terbuka, pintu kayu terdiri dari bilah papan yang
disusun berjajar, pintu kayu digunakan untuk mengalirkan ke petak
tambak.
d. Pintu PVC, dikenal dengan sistem pipa goyang atau sistem sifon,
menggunakan prinsip permukaan air yang selalu rata, pengaturan
dilakukan dengan melepas dan memasang kembali pipa paralon.

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
16. Jelaskan konsep hidrolika dalam perencanaan tambak!
Jawab:
Perencanaan saluran air pada tambak menggunakan konsep hidrolika. Aliran yang
melalui saluran harus direncanakan untuk tidak mengakibatkan erosi maupun endapan
sedimen. Untuk itu perlu dihitung ukuran-ukuran saluran dengan analisis hidrolika
sehingga nantinya dapat diperoleh ukuran akhir bedasarkan efisiensi hidrolika dan
mendapatkan ukuran penampang terbaik, praktis, dan ekonomis. Debit yang melalui
suatu saluran dapat dihitung sebagai berikut:

Kecepatan diperoleh dengan formula Manning – Strickler:

dengan:
Q = debit (m3/dt)
V = kecepatan rata-rata (m/dt)
R = jari-jari hidrolik (m)
S = kemiringan dasar saluran
n = koefisien kekasaran

17. Jelaskan sistem jaringan irigasi pada tambak!


Jawab:
Sistem jaringan irigasi di tambak hampir sama dengan sistem jaringan irigasi yang
ada di pertanian. Yang membedakan didalam irigasi tambak ada pasokan air laut
sedangkan di pertanian (sawah) tidak ada. Berdasarkan cara pengaturan, pengukuran
aliran air dan lengkapnya fasilitas, jaringan irigasi tambak dapat dibedakan kedalam
tiga tingkatan yang diterapkan untuk budidaya udang. Ketiga tingkatan jaringan
irigasi tambak tersebut terdiri dari:
a. Irigasi Tambak Tradisional
Sistem irigasi tambak tradisional hampir setingkat dengan irigasi pedesaan dalam
pertanian padi dengan jaringan irigasi masih sederhana dan mudah diorganisasi.
Saluran pembawa air payau dan pembuang pada irigasi tambak tradisional tidak
terpisah, pencampuran air tawar dan air laut secara alami, tidak teratur, serta
jumlah dan mutu air tidak terkendali.

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
b. Irigasi Tambak Semi Teknis
Perbedaan satu-satunya antara jaringan irigasi tradisional dan jaringan irigasi
semiteknis adalah pada jaringan irigasi semiteknis telah mempunyai saluran
pencampur air asin dan air tawar. Jaringan irigasi semiteknis diterapkan untuk
usaha budidaya udang dengan menggunakan teknologi sederhana.
c. Irigasi Tambak Teknis
Jaringan irigasi teknis ini diterapkan untuk usaha budidaya tambak madya dan
budidaya tambak maju. Adapun ciri-ciri jaringan irigasi teknis yaitu:
1) Saluran pembuang dan saluran pembawa terpisah
2) Saluran pengambil air asin dan saluran pengambil air tawar terpisah
3) Pencampuran antara air asin dan air tawar dilakukan di bak pencampur
4) Petak tersier menerima air payau dalam jumlah yang sudah terukur

18. Jelaskan konsep perencanaan tambak terkait dengan komponen wilayah, jenis
pasang surut, kualitas air dan lahan, keberadaan sumber air segar dan sistem
jaringan irigasi!
Jawab:
Konsep yang dibutuhkan dalam perencanaan tambak terkait komponen wilayah
antara lain:
a. Data topografi lahan
Data ini digunakan untuk memberikan gambaran akan lokasi secara detail, elevasi
terhadap muka air laut (msl), posisi rencana lokasi terhadap sumber air seperti
laut dan sungai. Dari data ini dikembangkan arah tambak terhadap arah angin dan
pergerakan arus air laut. Data ini digunakan juga sebagai peta dasar lokasi
rencana untuk membuat layout penempatan tambak dan infrastruktur pendukung.
b. Data klimatologi
Data klimatologi berupa : Data suhu, data kelembaban, data lama penyinaran
matahari, data arah dan kecepatan angin. Data ini digunakan untuk menentukan
besarnya penguapan yang terjadi pada tambak sehingga didapat pola pengaturan
kualitas air pada tambak.
c. Data curah hujan
Data curah hujan merupakan besarnya tinggi hujan yang terjadi pada lokasi
rencana rambak. Data ini dapat didapat dari penukuran langsung maupun dari

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
data stasiun hujan terdekat. Selanjutnya data ini dianalisa untuk mengetahui
besarnya hujan rerata yang terjadi pada rencana lokasi sehingga dapat dilakukan
penyediaan dan pengendalian kulaitas air agar sesuai dengan kebutuhan ikan atau
udang. Untuk mengetahui keandalan hujan dalam memberikan air, maka harus
dilakukan analisa standar hidrologi.
d. Data infrastruktur
Data ini memberikan informasi akan kondisi dan keberadaan infrastruktur di
lapangan sehingga dapat direncanakan secara detail langkah langkah penanganan
dan pemenuhan kebutuhan. Data ini menjadi sangat penting karena infrastruktur
ini akan mempermudah aksesibilitas kegitan pada tambak dan meringankan
beban menejemen pengelolaan tambak Data ini juga memberikan gambaran akan
perluang untuk memperkecil biaya pembangunan tambak secara menyeluruh.
Misalkan : keberadaan dan Kondisi jalan, Jaringan listrik, jaringan komunikasi,
keterbukaan lokasi.

Konsep yang dibutuhkan dalam perencanaan tambak terkait pasang surut antara lain:
a. Data pasang surut
Pasang surut yang terjadi pada lokasi rencana memberikan konstribusi terhadap
tinggi beberapa komponen tambak yaitu : Tinggi tanggul, tinggi dasar tambak,
tinggi saluran dan kedalaman saluran baik input maupun output, tinggi pintu air
rencana, tinggi bendung (jika ada).

Konsep yang dibutuhkan dalam perencanaan tambak terkait kualitas air dan lahan
antara lain:
a. Data kondisi dan kualitas lahan
Data ini merupakan gambaran menyeluruh akan kondisi lahan dan kulaitasnya.
Gambaran yang diberikan berupa zona zona kualitas lahan Dari zona ini akan
direncanakan bentuk layout tambak yang sesuai dan treatment lahan lebih lanjut.
Zona zona ini memperlihatkan kualitas lahan mulai dari yang paling sesuai
sampai ke yang paling tidak sesuai.

Konsep yang dibutuhkan dalam perencanaan tambak terkait sumber air segar dan
sistem jaringan irigasi antara lain:

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
a. Data sumber air
Sumber air utama dari pembanguna tambak adalah air hujan dan air laut. Akan
tetapi kondisi tertentu tidak ada jaminan air hujan dapat memenuhi kebutuhan air
bersih Alternatif sungai dan kualitas airnya harus menjadi solusi terdekat. Jika
tidak memungkinkan juga maka dilakukan penyediaan dengan pembuatan sumur.
Sehingga diperlukan data data seperti data geolistrik lokasi.

19. Jelaskan konsep perencanaan dimensi saluran, elevasi bangunan dan jenis
saluran terkait dengan pasang surut!
Jawab:
a. Penentuan ukuran penampang saluran
Tata cara untuk menentukan ukuran suatu penampang saluran adalah sebagai
berikut:
 Mengumpulkan segala informasi dan data yang tersedia, kemudian menaksir
nilai n berdasarkan kriteria material dinding saluran, sedangkan nilai S
ditentukan berdasarkan kriteria kegunaan saluran dan kecepatan maksimum
dan minimum sehingga tidak mengakibatkan erosi maupun sedimentasi pada
saluran.
 Faktor penampang AR2/3 dihitung dengan persamaan:

 Bila terdapat ukuran-ukuran dari suatu penampang yang belum diketahui,


misalnya B, maka nilai-nilai tersebut ditaksir, sehingga dapat diperoleh
kombinasi ukuran penampang, sehingga nantinya ukuran akhirnya akan
ditetapkan berdasarkan efisiensi hidraulik dan segi praktisnya.
 Kecepatan minimum yang ditentukan diperiksa, terutama untuk air yang
mengandung lanau.
 Tambahkan jagaan seperlunya terhadap kedalaman dari penampang saluran.

Saluran air berfungsi untuk mengalirkan / mengeluarkan air ke /dari dalam


tambak. Saluran air yang lazim dijumpai di Indonesia dan yang sudah lama
dibangun, biasanya mempunyai fungsi ganda, yaitu untuk mengisi air pada waktu
air laut pasang dan membuang air pada waktu air surut. Dengan semakin majunya

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
teknologi budidaya, saluran pemasukan dan pengeluaran kemudian dibuat
terpisah guna menghindari kemungkinan masuknya kembali air buangan ke
dalam tambak. Hal ini sangat penting terutama pada budidaya tambak yang
dilakukan secara intensif.
Frekuensi penggantian airlah yang sering mengharuskan untuk menggunakan
saluran pemasukan dan pembuangan secara terpisah. Dalam sistem saluran
terpisah, air masuk melalui saluran pemasukan yang meliputi saluran utama,
sekunder dan tersier. Sedangkan air kotor dari dalam tambak dibuang melalui
saluran pembuangan yang terdiri dari saluran tersier, sekunder dan utama.
b. Elevasi Tambak
Elevasi merupakan ketinggian tempat/lokasi tambak terhadap permukaan laut.
Hal ini dapat diketahui dengan memantau gerakan air pasang dan air surut. Air
pasang atau air laut naik terjadi pada saat bulan berada dekat sekali dengan bumi
dan waktu bumi serta bulan berputar, bergerak mengarungi angkasa dan terjadi
daya tarik terhadap lautan. Air surut atau air laut turun terjadi pada saat bumi
menjauhi bulan. Lokasi tambak yang baik bila lokasi tersebut terletak diantara
pasang tertinggi dan pasang terendah.
c. Jenis saluran
 Jaringan saluran irigasi utama
Saluran primer membawa air dari jaringan utama ke saluran sekunder dan
ke petak-petak tersier yang diairi. Batas ujung saluran primer adalah pada
bangunan bagi yang terakhir. Saluran sekunder membawa air dari saluran
primer ke petak-petak tersier yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut.
Batas saluran sekunder adalah pada bangunan sadap terakhir.
 Jaringan saluran irigasi tersier
Saluran irigasi tersier membawa air dari bangunan sadap tersier di jaringan
utama ke dalam petak tersier lalu di saluran kuarter. Batas ujung saluran ini
adalah box bagi kuarter yang terakhir. Saluran kuarter membawa air dari box
bagi kuarter melalui bangunan sadap tersier.
 Jaringan saluran pembuang utama
Saluran pembuang primer mengalirkan air lebih dari saluran pembuang
sekunder keluar daerah irigasi. Saluran pembuang primer sering berupa
saluran pembuang alam yang mengalirkan kelebihan air ke sungai, anak

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
sungai, atau ke laut. Saluran pembuang sekunder menampung air dari jaringan
pembuang tersier dan membuang air tersebut ke pembuang primer atau
langsung ke pembuang alam dan keluar daerah irigasi.
 Jaringan saluran pembuang tersier
Saluran pembuang tersier terletak di dan antara petak-petak tersier yang
termasuk dalam unit irigasi sekunder yang sama dan menampung air, baik dari
pembuangan kuarter maupun sawah-sawah. Air tersebut dibuang ke dalam
jaringan pembuang sekunder. Saluran pembuang sekunder menerima buangan
air dari saluran pembuang kuarter yang menampung air langsung dari sawah.

20. Jelaskan konsep pola perbaikan kualitas lahan dan kaitannya dengan sumber
makanan bagi ikan!
Jawab:
Untuk menunjang perbaikan kualitas tanah dan air dilakukan pemberian Kapur Bakar
(CaO). Pengapuran berguna untuk memperbaiki keasaman (pH) dasar tambak. Dasar
tambak yang ber-pH rendah dapat menyebabkan rendahnya pH air tambak. Oleh
karena itu, perbaikan pH air tambak harus dimulai dari perbaikan pH tanah dasar
tambak. Selain untuk memperbaiki keasaman dasar tambak, kapur juga berfungsi
sebagai desinfektan dan penyedia unsur hara (fosfor) yang dibutuhkan plankton.
Kapur yang digunakan di tambak berfungsi untuk meningkatkan kesadahan dan
alkalinitas air membentuk sistem penyangga (buffer) yang kuat, meningkatkan pH,
desinfektan, mempercepat dekomposisi bahan organik, mengendapkan besi,
menambah ketersediaan unsur P, dan merangsang pertumbuhan plankton serta
benthos.
Alasan paling umum untuk melakukan proses pengapuran pada kolam tambak adalah
untuk meningkatkan proses fertilisasi hewan yang ditambak. Kolam tambak yang
dibangun di atas tanah yang mengandung asam bercampur dengan air tanah serta
kandungan mineral rendah, akan membutuhkan banyak penambahan fosfor. Fosfor
berfungsi untuk merangsang pertumbuhan anaman mikroskopis (fitoplankton) dan
zooplankton. Keduanya adalah sumber makanan yang penting bagi hewan tambak

RAHMI AFIFI (1407112595)