Anda di halaman 1dari 147

Sunday, 18 January 2015

Contoh Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil Fisiologis


ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL 28 MINGGU
DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN
BANJARMASIN TAHUN 2013

PENGKAJIAN
Hari/Tanggal : Senin / 21 januari 2013
Jam : 10.00 Wita
No. Register : 04 1003 008 135 1

A. DATA SUBJEKTIF
1. Identitas
a. Identitas Istri
Nama : Ny. R
Umur : 24 tahun
Agama : Islam
Suku / Bangsa : Banjar / Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT
Alamat : Jl. Alalak Selatan RT. 8

b. Identitas Suami
Nama : Tn. T
Umur : 32 tahun
Agama : Islam
Suku / Bangsa : Banjar / Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Jl. Alalak Selatan RT. 8

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil kedua dengan usia kehamilan 7 bulan ingin memeriksakan kehamilannya.

3. Status Perkawinan
a. Kawin : 2 kali
b. Lamanya : 4 tahun dan 1 tahun
c. Dengan suami sekarang : ya, suami kedua

4. Riwayat Obstetri dan Ginekologi


a. Riwayat Obstetri
1) Haid
- Menarche : 13 tahun
- Siklus Haid : 30 hari
- Lamanya : 8 hari
- Banyaknya : 3 kali ganti pembalut
- Dismenorhoe : tidak
- HPHT : 04- 07-2012
- TP : 11- 04-2013

2) Riwayat Kehamilan dan Persalinan yang Lalu


G 2P1A0

Kehamilan Persalinan Anak Nifas


No Tahun

Umur
Penyulit Cara Tempat Penolong JK BB/PB Ket Lochea ASI
kehamilan
1. 2007 Aterm - SPT di bidan ♂ 2800gr/ hidup normal lancar
BK rumah 49cm
2. 2012 ini - - - - - - - -
-
3) Keadaan Kehamilan Sekarang
a) Trimester I
ANC : 2 kali di puskesmas pada umur kehamilan 6 minggu
dan 12 minggu
Keluhan : mual dan pusing
Terapi : B6 3x1, Bcomplex 3x1, Pct 3x1
Nasehat : minum obat yang teratur

b) Trimester II
ANC : 4 kali di puskesmas pada umur kehamilan 17 minggu,
21 minggu, 24 minggu dan 27 minggu
Keluhan : tidak ada keluhan
Terapi : SF 30 tablet 1x1, Vitamin B12 3x1 dan Vitamin C 3x1
Nasehat : perbanyak istirahat.

c) Trimester III
ANC : 1 kali di puskesmas (ini)
Keluhan : tidak ada keluhan
Terapi : SF 30 tablet 1x1 , Kalk 3x1 Vitamin C 3x1
Nasehat : perbanyak makan sayur dan buah

b. Riwayat Ginekologi
Ibu tidak pernah menderita penyakit mioma uteri, kista ovarium, kanker serviks atau kanker korpus
uteri.

5. Riwayat KB
Sebelum kehamilan pertama, ibu tidak menggunakan kontrasepsi apapun, setelah kelahiran anak
pertama ibu menggunakan KB suntik progesterone selama 3 tahun. Kemudian berhenti karena ibu
bercerai. Setelah menikah lagi ibu menggunakan KB suntik progesterone selama 6 bulan dan berhenti
karena ingin hamil lagi.

6. Riwayat Kesehatan Ibu dan Keluarga


a. Riwayat Kesehatan Ibu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, hipertensi, asma, diabetes mellitus maupun
penyakit menular.

b. Riwayat Penyakit Keluarga


Ibu mengatakan di pihak keluarga baik dari pihak ibu ataupun suami tidak ada yang menderita penyakit
menurun dan tidak ada riwayat kehamilan kembar.

7. Data Biologis
a. Pola Nutrisi
- Jenis makanan : bervariasi (nasi, lauk, sayur, buah)
- Porsi makanan : ± 1 piring
- Frekuensi makan : 3 x sehari
- Pantangan : tidak ada
- Masalah makan : tidak ada
-
b. Personal Hygiene
- Frekuensi Mandi : 2 x sehari, pagi dan sore
- Frekuensi Gosok Gigi : 2 x sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur
- Frekuensi Ganti Pakaian : 2 x sehari setelah mandi pagi dan sebelum tidur

c. Pola Eliminasi
1) Buang Air Besar
- Frekuensi : 1 kali sehari
- Warna : kuning kehitaman
- Konsistensi : lembek
2) Buang Air Kecil
- Frekuensi : 5-9 kali sehari
- Warna : kuning jernih
- Bau : amoniak

d. Pola Aktivitas
Ibu masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah dan
lain-lain.

e. Pola Istirahat dan Tidur


- Siang hari : ± 1-2 jam pada sore hari

- Malam hari : ± 7-8 jam yaitu tidur pada jam 9 atau 10 malam dan bangun
pada jam 5 pagi

8. Data Psikologis
Ibu merasa senang dengan kehamilannya saat ini sehingga ibu rajin memeriksakan kehamilannya.

9. Data Psikososial
Suami dan keluarga sangat bahagia dengan kehamilan ibu, sehingga hubungan ibu dan keluarga berjalan
dengan baik. Pengambilan keputusan dalam keluarga dilakukan secara musyawarah.

10. Data Spiritual


Ibu masih bisa menjalankan ibadah shalat 5 waktu. Ibu juga selalu berdoa untuk keselamatannya dan
bayinya.

B. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan umum : Baik
b. Kesadaran : Compos mentis
c. Berat badan
Sebelum hamil : 48 kg
Sesudah hamil : 57 kg
d. Tinggi badan : 148,5 cm
e. Lingkar lengan atas : 26 cm
f. Tanda Vital
- Tekanan darah : 90/70 mmHg
- Nadi : 68x/menit
- Pernapasan : 20x/menit
- Suhu : 36,7o

2. Pemeriksaan Khusus
a. Inspeksi
1) Kepala : kulit kepala tampak bersih, rambut tidak rontok dan
tidak ada ketombe
- Muka : tidak tampak pucat, dan tidak ada cloasma gravidarum
- Mata : konjungtiva tidak anemis dan sclera tidak ikteris
- Mulut : tidak tampak stomatitis, lidah tidak kotor dan tidak ada
caries dentis
- Telinga : tampak bersih, tidak terlihat pengeluaran serumen
- Leher : tidak terlihat pembesaran vena jugularis
- Payudara : bentuk simetris, putting menonjol, hiperpigmentasi
pada areola kiri dan kanan dan tidak terlihat benjolan
abnormal
- Abdomen : membesar sesuai umur kehamilan, tidak terlihat luka
bekas operasi
- Ekstermitas : tangan dan kaki baik kiri maupun kanan tidak terlihat
edema dan varises

b. Palpasi
Leopold I : meraba fundus uteri, teraba lunak, besar dan tidak
melenting. TFU = 26 cm.
Leopold II : bagian kiri perut ibu teraba bidang datar, keras dan
memanjang seperti papan, bagian kanan perut ibu teraba bagian bagian kecil janin ( pu-ki).
Leopold III :pada bagian terbawah janin teraba bundar, keras dan
melenting
Leopold IV : waktu perabaan kedua tangan saling menyatu. Bagian
terbawah janin belum masuk PAP (konvergen).

- Ekstermitas : pada kaki baik kiri maupun kanan tidak teraba edema

c. Auskultasi
Denyut jantung janin (+), terdengar 132x/ menit (11-11-11) teratur, punktum maksimum di 1/3 antara
pusat dan SIAS kiri ibu (pu-ki).

3. Pemeriksaan Penunjang
- Hb : 9,9
- Golongan darah :A

C. ASSESMENT
Ibu G2P1A0 hamil 28 minggu, janin tunggal hidup intra uterin, punggung kiri, presentasi kepala belum
masuk PAP (konvergen)

D. PLANNING
1. Memberitahu hasil pemeriksaan
- Ibu dan janin dalam kondisi baik-baik saja
- Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 90/70 mmHg
Nadi : 68x/menit
Pernapasan : 20x/menit
Suhu : 36,7o
- Denyut jantung janin terdengar 132x/ menit (11-11-11) teratur.
- Umur kehamilan 28 minggu, presentasi kepala.
2. Menganjurkan pada ibu untuk istirahat dan tidur yang cukup.
3. Menganjurkan ibu untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan yang bisa menyebabkan kelelahan.
4. Menganjurkan pada ibu segera memeriksakan kehamilannya jika merasa pergerakan janin kurang
dari 3 kali dalam 1 jam atau kurang dari 10 kali dalam 24 jam karena dikhawatirkan terjadi asfiksia dalam
rahim.
5. Menganjurkan ibu segera memeriksakan kehamilannya jika terjadi perdarahan atau nyeri perut
yang hebat.
6. Menganjurkan ibu makan yang bergizi dan makan yang berserat tinggi seperti sayur dan buah-
buahan.
7. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri
- Mengganti pakaian jika basah karena keringat
- Memakai pakaian yang nyaman, menyerap keringat dan tidak ketat.
8. Menganjurkan ibu minum obat teratur

9. Mengnjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya 2 minggu lagi atau bila ada keluhan dan jika
obat habis.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
NY A G1P0A0 UMUR 25 TAHUN , UMUR KEHAMILAN 16 MINGGU
DI BPS KHASANAH BANTUL, YOGYAKARTA

NO MR :
MASUK TGL/JAM : 10 DESEMBER 2013, JAM 09:OO WIB
I. PENGKAJIAN
TGL/JAM : 10 DESEMBER 2012, 09:00 WIB
A. Data Subjektif
1. Indentitas
Istri Suami
Nama : Ny.A Tn.T
Agama : Islam Islam
Umur : 25 tahun 30 tahun
Pendidikan : SMP SMA
Pekerjaan :Ibu Rumah Tangga Wiraswasta
Suku Bangsa : Jawa, Indonesia Jawa, Indonesia
Alamat : Bantul Bantul
Telp : 02742235 02742235
2.

2. Anamnesa
a. Keluhan
- Ibu mengatakan pinggang terasa sakit
- Ibu mengatakan sering buang air kecil ( BAK )
b. Riwayat Perkawinan
- Perkawinan ke : 1 - Menikah Sejak Umur : 23
- Lama Perkawina : 2 thn
Tahun - Status : Syah

c. Riwayat Haid
-Menache : 13 Tahun -HPMT : 28-08-2012
-Teratur/ Tidak : teratur -Lama : 7-8 hari
-Siklus : 28 hari -Sakit/tidak : tidak
d. Riwayat Obstertic
G1 P0 A0 AH0
Jenis Persalinan : Kehamilan Sekarang
e. Riwayat Kb
Menggunakan kontrasepsi kondom
f. Riwayat Kesehatan
1) Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular, menurun, menahun pada masa lampu
seperti ( TBC, Hepatitis, HIV/AIDS, DM, Asma, dan Hipertensi)
2) Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular seperti ( TBC, PMS, HIV/AIDS ), tidak
sedaang menderita penyakit menurun ( ASMA, HIPERTENSI ), tidak sedang menderita penyakit menahun
seperti ( Jagung ).

3) Riwayat kesehatan keluarga


Ibu mengatakan tidak ada penyakit menular, menurun, ataupun menahun pada keluarganya seperti :
TBC, Hepatitis, DM, HIV/AIDS, Diabetes, Hipertensi.
g. Riwayat Kehamilan Sekarang
ANC : Di BPS Sejak umur kehamilan : 16 minggu
Gerakan pertama kali dirasakan pada umur kehamilan : 16 minggu
Gerakan dalam 1hari : -+ 10 kali
Frekuensi periksa TM I : 2x
TM II : 2x
TM III: Senam Hamil
Imunisasi TT1 : Pada Umur kehamilan 4 minggu 2 hari
TT2 : Pada Umur kehamilan 8 minggu 4 hari
Pendidikan Kesehatan Yang di Peroleh
Trimester Masalah/Keluhan Tindakan/Therapy
I Mual, Muntah Makan sedikit tapi sering
II Tidak ada Fe,Kalsium, Vitamin E
III Tidak Ada Tidak Ada

h. Pola Kebutuhan Sehari-hari


1) Nutrisi
Porsi Makanan Sehari-hari : 1 piring Jenis : nasi, sayur,lauk
Makan Pantang : tidak ada Pola Minum: 7-8x sehari, 8 gelas
Keluhan : tidak ada Jenis : air putih, susu

2) Eliminasi
a. BAK
Frekuensi : 8x/hari Warna : Kuning Jernih
Keluhan : tidak ada
b. BAB
Frekuensi : 1x/hari Warna : Kecoklatan
Keluhan : Tidak ada
3) Istirahat
Siang : 1-2 jam/hari Malam : 5-6 jam/hari Keluhan : tidak ada
4) Aktivitas
Ibu mengatakan aktivitas sehari-hari mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menyapu,
mencuci.
5) Pesonal Hygiien
Mandi : 2x/hari Ganti Pakaian : 2x/hari

Gosok gigi : 2x/ hari Keraamas : 3x/hari

6) Pola Seksual : 2x dalam seminggu


i. Data Psikologi Spiritual
Tagapan ibu dan keluarga terhadap kehamilan ini :
Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya dan semua keluarganya sangat mendukung
kehamilannya.
Pengetahuan Ibu dan keluarga tentang kehamilannya :
Ibu mengatakan sudah mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan.
Ibu tahu bahwa ibu hamil harus periksa dan mengonsumsi obat yang diberikan tenaga kesehatan .
Pengambilan keputusan oleh suami meminta pendapat istri terlebih dahulu.
Ketaatan ibu beribadah : Ibu mengatakan beragama islam dan taat menjalankan sholat fardu 5 waktu
Ibu Tinggal bersama : suami
Hewan Peliharaan : Ibu mengatakan tidak mempunyai hewan peliharaan
Rencana melahirka : Di bidan
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
KU : Baik Kesadaran : Composmetis
BB Sebelum Hamil : 45kg Sekarang :50kg
TB : 154 cm
Vital Sighn : TD : 120/80 mmHg N : 80x/menit
S : 36◦ c R : 22x/menit
2. Pemeriksaan Fisik
Kepala : Mescopal., Rambut bersih, kulit kepala bersih

Muka : Tidak pucat, tidak oedema

Mata : Sklera putih, cunjungtiva, tidak anemia

Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar teroid limfe,


jugularis.

Payudara : Simetis puting menonjol areala, melebur warna


coklat tua
Abdomen : Tidak ada bekas operasi

Leopold I: Teraba bulat,lunak dan tidak melintang ,


kesimpulan bokong.
Leopold 2 : Pada bagian kiri perut ibu teraba kecil-
kecil,sedangkan pada perut kanan teraba keras,
panjang, lurus seperti papan , kesimpulan :
pinggang kanan puka
Leopold 3 : Teraba bulat, keras, dan tidak melintang
Leopold 4 : Janin belum masuk panggul
TBJ : 2790 gram
DJJ : 140x/menit
Genetalia: Bersih tidak ada pembekuan
Ekstremitas Atas dan Bawah : Tidak ada oedema ,jari kuku tidak pucat, tidak ada
varises,
Reflek palenta kanan / kiri positif
3. Pemeriksaan penunjang
a. Hb : 12 % gram Protein Urine : tidak dilakukan
b. Golongan darah : O
c. USG : tidak dilakukan

II. INTERPRESTASI DATA Taggal/jam: 10 Desember 2013, Jam 09:00


A. Diagnosa Kebidanan
Seorang ibu Ny. A G1P0A0 Umur 25 tahun, umur kehamilan 16 minggu dengan kehamilan normal.
Data Dasar :
DS :
- Ibu mengatakan umur 25 tahun
- Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama dan belum pernah keguguran.
- Ibu mengatakan HPMT 28 Agustus 2012
DO :
Kesadaran Composmetis S : 36◦ C
KU : baik R : 22/menit
TTV : TD 120/80 mmHg BB : 50 kg
TB : 154 cm

B. Diagnosa Masalah : Tidak ada


III. DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV. ANTISIPASI MASALAH
Tidak Ada
V. PERENCANAAN tgl/jam: 10 Desember 2012, 09:00 wib
1. Beritahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
2. Beri ibu dan keluarga KIE tentang ketidak nyamanan Ibu hamil Trimester II
3. Beritahu ibu tanda bahaya kehamilan
4. Anjurkan ibu untu mengonsumsi makanan seimbang ibu hamil
5. Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
6. Beritahu ibu untuk kunjungan ulang
7. Dokumentasikan
VI. PELAKSANAAN tgl/jam: 10 Desember 2012,09:00 wib
1. Memberitahu pada ibu dan keluarga hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa keadaan ibu
dan janin sehat.
2. Memberitahu ibu KIE tentang ketidak nyamanan ibu hamil Trimester II yaitu :
- Pinggang terasa sakit penyebabnya kekurangan kalsium atau karena ketegangan otot, penyebab
lainnya ibu hamil kurang bergerak atau olahraga, untuk meringankan sakit pinggang ibu hendaknya
menyempatkan waktu berolahraga atau setidaknya beraktifitas ringan.
- Sering buang air kecil (BAK) penyebabnya peningkatan hormon kehamilan adanya janin membuat
tekanan pada kandung kemih ibu hamil, yang minum lebih banyak.
3. Memberitahu ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu :
- Pendarahan yang hebat pada hamil muda.
- Bengkak pada kaki dan tangan, diwajah atau disekitar kepala kadang-kadang disertai kejang.
4. Menganjurkan ibu untuk mengonsumsi gizi seimbang ibu hamil yaitu seperti banyak mengandung
karbohidrat, protein, mineral, vitamin, zat besi, karena makan-makanan ini tidak hanya untuk ibu saja
tetapi juga untuk janin.
5. Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup dan tidak terlalu kecapekan.
6. Memberitahu ibu untuk kunjungan ulang yaitu 2 minggu setekah kunjungan sekarang atau jika ada
keluhan segera datang kepetugas kesehatan terdekat.
7. Dokumentasikan.

VII. EVALUASI tgl/jam: 10 Desember 2012, 09:00 wib


1. Ibu mengerti hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, ditandai dengan ibu mampu mengulang
kembali penjelasan yang telah diberikan.
2. Ibu mengerti dan paham penjelasan yang telah disampaikan bidan tentang ketidak nyamanan
ibuhamil Trimester II.
3. Ibu mengerti dan paham penjelasan yang telah disampaikan bidan tentang bahaya kehamilan.
4. Ibu bersedia mengonsumsi makan-makanan yang bergizi.
5. Ibu bersedia untuk ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL NORMAL TM II
PADA NY M USIA 19 TAHUN G1P0A0 UK 24 MINGGU

DI BPM RUSWATI
TAWANGREJO, JATIPURNO, WONOGIRI
Disusun Oleh :
Dwi Meitiya Fatimah
A2012023

D III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH SURAKARTA
2013/2014

LAPORAN PENDAHULUAN
KEHAMILAN NORMAL TRIMESTER II

A. Pengertian
Kehamilan adalah dimulai dari ovulasi sampai partus, yaitu kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih
dari 300 hari (43 minggu). (Prawirohardjo, Sarwono.2005)
Kehamillan adalah proses mata rantai berkesinambungan dan terdiri dari ovulasi, migrasi spermatozoa,
konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi pada uterus, pembentukan plasenta dan perkembangan hasil
konsepsi sampai aterm (Manuaba, Prof.Dr. Ida Bagus Gde. 2010)
Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester yaitu :
1. Trimester I, yaitu kehamilan dengan usia 1-12 minggu
2. Trimester II, yaitu kehamilan dengan usia 13-27 minggu
3. Trimester III, yaitu kehamilan dengan usia 28- waktu melahirkan
B. Fisiologis Kehamilan Trimester II
1. Uterus
Uterus membesar. Setelah minggu ke 4, kontraksi uterus dapat dirasakan melalui dinding abdomen
(brackston hicks). Uterus juga bertambah berat. Bentuk serta posisi dinding otot menjadi kuat dan
elastis. Fundus pada serviks mudah fleksibel yang disebut tanda mc donald
2. Vulva dan vagina
Akibat hormon estrogen dan progesteron meningkat, terjadi hipervascularisasi mengakibatkan
pembuluh darah dan alat genetalia interna membesar, yang terjadi karena oksigenasi dan nutrisi pada
alat-alat genetalia tersebut meningkat. Terjasi peningkatan sensitifitas dan bangkitnya nafsu seksual.
3. Ovarium
Fungsi ovarium, sebagai proliferasi (generatif) yaitu penghasil ovum dan berfungsi sekretarik (vegetatif)
yaitu pembentukan dan pengeluaran hormon steroid (estrogen, progesteron, androgen). Dengan
terjadinya kehamilan, ovarium akan menjalankan fungsi vegetatifnya sampai plasenta terbentuk
sempurna (usia 16 minggu)
4. Serviks Uteri
Konsistensi lunak dan kelenjar serviks berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak
(keputihan)
5. Payudara
Usia kehamilan 12 minggu keatas, kolostrum sudah keluar. Secara fungsional, kelenjar payudara sudah
lengkap pada masa pertengahan hamil. namun proses laktasi terhambat sampai kadar estrogen
menurun (pada saat janin dan plasenta lahir) (Pantikawati, Ika. 2010)
6. Sirkulasi darah
Volume darah meningkat (serum labih banyak dari sel darah), sehingga terjadi hemodilusi dan
puncaknya pada usia 32 minggu dan curah jantung meningkat. Hemodilusi darah menigkat sejak ±16
minggu
7. Sistem Respirasi
Terjadi sesak nafas sehingga meningkatkan usaha bernafas
8. Sistem Pencernaan
Konstipasi : karena hormon progesteron meningkat
Perut kembung : karena adanya tekanan uterus yang membesar yang mendesak organ-organ
dalam perut kearah atas dan lateral
Hemoroid
Perut panas (heartburn) karena aliran balik asam lambung ke dalam esofagus bagian bawah
9. Sistem Kardiovaskuler
Usia kehamilan 16 minggu, mulai terlihat proses hemodilusi. Setelah 24 minggu tekanan darah mulai
mengalami kenaikan sedikit demi sedikit
10. Sistem Traktus Urinarius
Pada TM II kandung kemih tertarik keatas dan keluar panggul sejati kearah abdomen. Uretra memanjang
sampai 7,5 cm
11. Sistem Muskuloskeletal
Selama TM II mobilitas persendian akan berkurang terutama di daerah siku dna pergelangan tangan
dengan meningkatnya retensi cairan pada jaringan konektif/jaringan yang berhubungan disekitarnya
12. Sistem Integumen
Akibat meningkatnya progesteron dan estrogen kadar MSH juga meningkat
13. Sistem Endokrin
Bertambahnya pembentukan FSH dan LH
14. Kenaikan Berat Badan
Kenaikan BB 0,4-0,5 kg per minggu selama sisa kehamilan
(Pantikawati, Ika. 2010)
C. Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester II
1. Ibu merasa sakit (karena HCL semakin tinggi)
2. Rasa tidak nyaman bekurang
3. Ibu menerima kehamilannya
4. Mulai menggunakan energi dan pikiran lebih konstruktif
5. Dapat merasakan gerakan janin
6. Libido meningkat (Kusmiyati, Yuni. 2009)
D. Kebutuhan Ibu Hamil Trimester II
1. Kebutuhan Fisik
a. Oksigen
b. Nutrisi ibu hamil (asam folat, energi, protein, zat besi, kalsium)
c. Personal Hygiene dan pakaian
d. Eliminasi
e. Seksualitas
f. Mobilisasi dan body mekanik (boleh mengerjakan pekerjaan sehari-hari selama tidak menimbulkan
gangguan)
g. Istirahat tidur
h. Imunisasi (iunisasi TT)
2. Kebutuhan Psikologis
a. Support keluarga dan tenaga kesehatan
b. Persiapan menjadi orang tua
c. Persiapan sibling, apabila orang tua sudah memiliki anak
E. Pemeriksaan Kehamilan
ANC (Antenatal Care) atau kunjungan antenatal minimal dilakukan 4 kali selama hamil yaitu 1 kali TM I, 1
kali TM II, 2 kali TM III. Tujuan kunjungan ulang di fokuskan pada pendeteksian komlpikasi
mempersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratan
Pemeriksaan berupa
a. Pemeriksaan fisik umum : tekanan darah, suhu, nadi, pernafasan
b. Pemeriksaan luar : TFU, palpasi untuk menentukan letak janin, memeriksa DJJ dan keadaan janin
lainnya
c. Pemeriksaan dalam : VT untuk menilai varises, kondiloma, edema, hemoroid atau kelainan lain.
Dengan spekulum untuk menila serviks, tanda-tanda infeks, cairan dari ostium uteri dll
d. Pemeriksaan Laboratorium : darah (hemoglobin, glukosa dalam darah), urin (protein urin, glukosa
urin)
e. Pemeriksaan USG dan pemeriksaan penunjang lainnya

DAFTAR PUSTAKA
Kusmiyati. Yuni.dkk. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta : Fitramaya
Manuaba, Ida Gde. 2010. Ilmu Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Pantikawati, Ika dan Saryono. 2010. Asuhan Kebidanan I (kehamilan). Yogyakarta : Nuha Medika

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL NORMAL TRIMESTER II


PADA NY M USIA 19 TAHUN G1 P0 A0 USIA KEHAMILAN 24 MINGGU
DI BPM RUSWATI
TAWANGREJO, JATIPURNO, WONOGIRI

I. PENGUMPULAN DATA
Tanggal : 09 Januari 2014
Pukul : 07.15 WIB
Ruang : periksa
A. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas

Nama Ibu : Ny M
Usia : 19 tahun
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Penghasilan :-
Alamat :Besi, Tawangrejo, Jatipurno, Wonogiri
Nama Suami : Tn A
Usia : 24 tahun
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Petani
Penghasilan : Rp 900.000,00
Alamat :Besi, Tawangrejo, Jatipurno, Wonogiri

2. Alasan kunjungan saat ini


Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya dan ini merupakan kunjungan ulang yang ke empat
3. Data kebidanan
a. Riwayat Menstruasi
Menarche : 12 tahun
Teratur/tidak teratur : teratur
Warna : merah
Konsistensi : cair
Siklus : 29 hari
Banyaknya : 3 x ganti pembalut per hari
Dismenorea : tidak dismenorea
b. Riwayat Perkawinan
Sudah/belum : sudah
Usia saat Kawin : 15 tahun
Lama perkawinan : 4 tahun
Istri ke : 1 dan sah
c. Riwayat Kontrasepsi
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan kontrasepsi jenis apapun
d. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
Hamil UK Tanggal/tahun Jenis persalinan Tempat Penolong
ke- persalinan
- - - - - -

Anak Nifas
UK BB PB Keadaan Keadaan Perdarahan Laktasi Komplikasi Keterangan
(gram) (cm) Lahir Sekarang Nifas
- - - - - - - - -

e. Riwayat Kehamilan
Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama, belum pernah melahirkan dan belum pernah
keguguran (G1 P0 A0)
Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir (HPHT) 17 Juli 2013
Ibu mengatakan hari perkiraan lahir (HPL) 24 April 2014
Riwayat ANC
Trimester I : 1x ditempat bidan pada UK 12 minggu
Keluhan : tidak ada
Tindakan : gestianin 1x1
Nasehat : banyak istirahat, hindari makanan berminyak, makan dengan porsi sedikit tetapi sering
apabila merasa mual
Trimester II : 2x ditempat bidan pada UK 16 dan 19 minggu
Keluhan : tidak ada
Tindakan : momilen MP 1x1
Nasehat : makan makanan bergizi dan cukup istirahat
Ibu mengatakan pergerakan anak pertama dirasakan pada UK 19 minggu
Ibu mengatakan pergerakan anak sekarang aktif menendang
Riwayat imunisasi TT
Ibu mengatakan sudah mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2 kali pada
TT1 : tahun 2010
TT2 : 09 desember 2013 UK 20 minggu
4. Riwayat kesehatan
a. Riwayat Kesehatan yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti
TBC : dengan tanda gejala batuk terus menerus lebih dari 3 minggu, berat badan menurun
Hepatitis : dengan tanda gejala nyeri perut, hilang nafsu makan, mual, sklera mata dan kulit
kekuningan
HIV/AIDS : dengan tanda gejala keringat malam hari tanpa sebab, demam, lesu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti
Asma : dengan tanda gejala sesak dada, nafas berat, batuk
Diabetes : dengan tanda gejala sering BAK, sering haus/banyak minum, luka sukar sembuh
Hipertensi : dengan tanda gejala tekanan darah tinggi, sakit kepala, migren
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menahun seperti
Jantung : dengan tanda gejala nyeri tekan didaerah dada, sering deg-deg an
Paru-paru : dengan tanda gejala nyeri dada, sesak nafas
Ginjal : dengan tanda gejala nafsu makan menurun, kaki dan tangan bengkak
Ibu mengatakan belum pernah dirawat inap maupun operasi
b. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan saat ini sedang hamil anak pertama usia kehamilan 24 minggu, dan
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular seperti
TBC : dengan tanda gejala batuk terus menerus lebih dari 3 minggu, berat badan menurun
Hepatitis : dengan tanda gejala nyeri perut, hilang nafsu makan, mual, sklera mata dan kulit
kekuningan
HIV/AIDS : dengan tanda gejala keringat malam hari tanpa sebab, demam, lesu
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menurun seperti
Asma : dengan tanda gejala sesak dada, nafas berat, batuk
Diabetes : dengan tanda gejala sering BAK, sering haus/banyak minum, luka sukar sembuh
Hipertensi : dengan tanda gejala tekanan darah tinggi, sakit kepala, migren
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menahun seperti
Jantung : dengan tanda gejala nyeri tekan didaerah dada, sering deg-deg an
Paru-paru : dengan tanda gejala nyeri dada, sesak nafas
Ginjal : dengan tanda gejala nafsu makan menurun, kaki dan tangan bengkak
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya maupun keluarga suaminya tidak memiliki riwayat penyakit menular
(TBC, Hepatitis, HIV/AIDS, dll), penyakit menurun (Asma, Diabetes, Hipertensi, dll), serta penyakit
manahun (penyakit Jantung, Paru-paru, Ginjal, dll) serta tidak pernah memiliki keturunan kembar.
5. Riwayat pola fungsional
a. Pola Nutrisi
Sebelum hamil :
Ibu mengatakan makan 3x sehari, jenis nasi+lauk pauk+sayur, porsi 1 piring, dan minum 6-7 gelas
perhari, jenis air putih dan air teh, porsi 1 gelas
Selama hamil :
Ibu mengatakan makan 4x sehari, jenis nasi+lauk pauk+sayur, porsi 1 piring, dan minum 6-8 gelas
perhari, jenis air putih dan air teh, porsi 1 gelas
Ibu mengatakan tidak memiliki pantangan terhadap makanan/minuman tertentu, tidak memiliki
kebiasaan minum jamu, alkohol, merokok, serta tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
b. Pola Aktivitas
Sebelum hamil :
Ibu mengatakan dirumah melakukan aktivitas pekerjaan rumah tangga sendirian seperti memasak,
menyapu, dan mencuci serta jarang melakukan olahraga.
Selama hamil :
Ibu mengatakan dirumah tetap melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menyapu, dan
mencuci, tetapi dibantu oleh suami, ibu mengatakan telah mengurangi aktivitas yang berat.
c. Pola Istirahat
Sebelum hamil :
Ibu mengatakan istirahat tidur siang selama ± 1 jam sehari dan istirahat tidur malam selama ± 8 jam
sehari dan tidak ada keluhan apapun
Selama hamil :
Ibu mengatakan istirahat tidur siang selama ± 2 jam sehari dan istirahat tidur malam selama ± 8 jam
sehari dan tidak ada keluhan apapun
d. Pola Eliminasi
Sebelum hamil :
Ibu mengatakan BAK 4x sehari, konsistensi cair, warna kekuningan, dan tidak ada keluhan serta BAB 1x
sehari konsistensi lembek, warna coklat keemasan, dan tidak ada keluhan
Selama hamil :
Ibu mengatakan BAK 3x sehari, konsistensi cair, warna kekuningan, dan tidak ada keluhan serta BAB 1x
sehari konsistensi lembek, warna coklat keemasan, dan tidak ada keluhan
e. Pola Kebersihan
Sebelum hamil :
Ibu mengatakan mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, ganti pakaian 2x sehari, keramas 1 minggu sekali
Selama hamil :
Ibu mengatakan mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, ganti pakaian 2x sehari, keramas 1 minggu 2 kali
f. Pola Seksual
Sebelum hamil :
Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual ± 3 kali seminggu
Selama hamil :
Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual ± 1 kali seminggu

6. Data psikologi, sosial budaya dan spiritual


a. Penerimaan ibu terhadap kehamilan ini
Ibu mengatakan kehamilan ini sudah direncanakan, suami dan keluarga juga menerima kehamilan ini
b. Ibu mengatakan siap dan tidak khawatir serta menerima keadaannya sekarang dan bayinya
c. Ibu mengatakan tidak berharap tentang jenis kelamin bayinya, apapun jenis kelamin ananknya ibu
tetap menerima anaknya
d. Ibu mengatakan pengambil semua keputusan dalam keluarga adalah suaminya yaitu Tn A (24
tahun)
e. Ibu mengatakan tinggal serumah dengan suami dan orang tua kandung
f. Ibu mengatakan hubungan dengan anggota keluarga lain baik
g. Ibu mengatakan sangat senang dengan kehamilan ini dan akan mempertahankan kehamilan ini
h. Ibu mengatakan suami, keluarga, dan tetangga sangat mendukung kehamilan ini, bentuk dukungan
suami berupa menemani ibu saat ANC, dan bentuk dukungan keluarga dan tetangga yaitu memberikan
pengalaman melahirkan
i. Ibu mengatakan taat melaksanakan ibadah
j. Ibu mengatakan hubungan dengan tatangga baik-baik saja
7. Pengetahuan ibu tentang kehamilan
Ibu mengatakan telah mengetahui informasi tentang kebutuhan zat besi untuk ibu hamil dari ibu bidan,
ibu belum mengetahui tentang pola aktivitas dan istirahat ibu hamil, pola nutrisi serta belum
mengetahui tanda-tanda bahaya ibu hamil.

B. DATA OBYEKTIF
1. Keadaan umum
Keadaan Umum : baik
Kesadaran : composmentis
2. Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36,7 ºC
LILA : 24 cm
BB sekarang : 48 kg
BB sebelum hamil : 42 kg
Kenaikan BB : 6 kg
TB : 150 cm
3. Pemeriksaan fisik
a. Kepala
Bentuk kepala : mesochepal
Rambut : bersih, warna hitam, distribusi rambut merata
Muka : bersih, tidak ada kloasma, tidak pucat, tidak oedema
Mata : bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva merah muda (an anemis), ada gambaran tipis
pembuluh darah, tidak ada kelainan
Hidung : bersih, simetris, tidak ada sekret abnormal, tidak ada polip, tidak ada kelainan
Mulut : bersih, bibir lembab, warna merah kehitaman, tidak ada kelainan, gigi tidak caries,
tidak epulis, tidak hipersalivasi, dan tidak bau mulut
Telinga : bersih, simetris, tidak ada serumen abnormal, pendengaran baik, tidak ada kelainan
Leher : bersih, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan vena jugularis
b. Dada : bersih, simetris, pernafasan teratur, tidak ada retraksi dinding dada
Payudara : bersih, simetris, ada pembesaran, puting susu menonjol, tidak ada benjolan
abnormal, belum ada pengeluaran,
c. Ketiak : tidak ada pembesaran getah bening
d. Abdomen : bersih, ad linea nigra, tidak ada striae gravidarum dan bekas operasi
Leopold I : TFU setinggi pusat
Bagian fundus teraba bulat, lunak, dan tidak melenting (bokong)
Leopold II : sebelah kanan perut ibu teraba tahanan keras memanjang seperti papan (punggung),
dan sebelah kiri ibu teraba bagian kecil-kecil janin (ekstremitas). PUKA
Leopold III : bagian bawah teraba bulat, keras dan melenting, tangan pemeriksa konvergen,
kepala belum masuk PAP
Leopold IV :-
Panjang uterus : 21 cm
TBJ : (21-12) x 155 = 1395 gram
Auskultasi : punctum maximum : perut ibu bagian kanan bawah
Frekuensi : 136x/menit
e. Punggung pinggang:
Posisi tulang punggung normal, tidak ada nyeri pinggang
f. Genetalia :
Vulva dan Vagina : bersih, tidak oedema, tidak varises, tidak ada PPV, tidak ada pembesaran kelenjar
bartholini dan skene, tidak ada luka
Anus : tidak haemmoroid
g. Ekstremitas atas : bersih, simetris, tidak oedema, pergerakan sendi tidak kaku, tidak ada
kelainan
h. Ekstremitas bawah : bersih, simetris, tidak varises, tidak oedema, pergerakan sendi tidak kaku,
tidak ada kelainan, refleks patella ka/ki +/+
i. Pemeriksaan panggul : tidak dilakukan
4. Peeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya
Tidak dilakukan

II. INTERPRETASI DATA


A. Diagnosa Nomenklatur
Ny M usia 19 tahun G1 P0 A0 usia kehamilan 24 minggu
Janin tunggal, hidup, puka, presentasi kepala, belum masuk PAP
B. Data Dasar
1. Data Subyektif
a. Ibu mengatakan saat ini berusia 19 tahun
b. Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan yang pertama, belum pernah melahirkan dan belum
pernah keguguran (G1 P0 A0)
c. Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir (HPHT) 17 juli 2013
d. Ibu mengatakan hari perkiraan lahir (HPL) 24 April 2014
e. Ibu mengatakan tidak mempunyai keluhan apapun
2. Data Obyektif
a. Keadaan umum
Keadaan Umum : baik
Kesadaran : composmentis
b. Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36,7 ºC
LILA : 24 cm
BB sekarang : 48 kg
BB sebelum hamil : 42 kg
Kenaikan BB : 6 kg
TB : 150 cm
c. Pemeriksaan fisik
Muka : bersih, tidak ada kloasma, tidak pucat, tidak oedema
Mata : bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva merah muda (an anemis), ada gambaran
tipis pembuluh darah, tidak ada kelainan
Dada : bersih, simetris, pernafasan teratur, tidak ada retraksi dinding dada
Payudara : bersih, simetris, ada pembesaran, puting susu menonjol, tidak ada benjolan
abnormal, belum ada pengeluaran,
Abdomen : bersih, ad linea nigra, tidak ada striae gravidarum dan bekas operasi
Leopold I : TFU setinggi pusat
Bagian fundus teraba bulat, lunak, dan tidak melenting (bokong)
Leopold II : sebelah kanan perut ibu teraba tahanan keras memanjang seperti papan (punggung),
dan sebelah kiri ibu teraba bagian kecil-kecil janin (ekstremitas). PUKA
Leopold III : bagian bawah teraba bulat, keras dan melenting, tangan pemeriksa konvergen,
kepala belum masuk PAP
Leopold IV :-
Panjang uterus : 21 cm
TBJ : (21-12) x 155 = 1395 gram
Auskultasi : punctum maximum : perut ibu bagian kanan bawah
Frekuensi : 136x/menit
Genetalia :
Vulva dan Vagina : bersih, tidak oedema, tidak varises, tidak ada PPV, tidak ada pembesaran kelenjar
bartholini dan skene, tidak ada luka
Anus : tidak haemmoroid
Ekstremitas atas : bersih, simetris, tidak oedema, pergerakan sendi tidak kaku, tidak ada kelainan
Ekstremitas bawah : bersih, simetris, tidak varises, tidak oedema, pergerakan sendi tidak kaku, tidak ada
kelainan, refleks patella ka/ki +/+
III. DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV. ANTISIPASI
Tidak ada
V. PERENCANAAN
Tanggal : 09 Januari 2014
Pukul : 07.21 WIB
1. Beritahu ibu kondisinya dan janinnya serta hasil pemeriksaan
R/ : agar ibu mengetahui kondisinya dan janinnya, sehingga kecemasan ibu dapat berkurang
2. Berikan KIE tentang pola nutrisi ibu hamil trimester II
R/ : agar kebutuhan nutrisi ibu hamil terpenuhi
3. Berikan KIE tentang pola aktivitas dan istirahat ibu hamil
R/ : agar kebutuhan istirahat ibu terpenuhi dan ibu mampu mengerti aktivitas apa yang baik/tidak
boleh dilakukan oleh ibu hamil
4. Berikan KIE tentang tanda bahaya ibu hamil
R/ : agar ibu mengerti dan apabila menemui salah satu tanda bahaya tersebut dapat segera datang ke
pelayanan kesehatan
5. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang
R/ : untuk memantau keadaan ibu dan janin, sehingga apabila ada kelainan / keluhan dapat segera
mendapatkan penanganan

VI. PELAKSANAAN
Tanggal : 09 Januari 2014
Pukul : 07.22 WIB
1. Pukul : 07.22 WIB
Memberitahu ibu kondisinya dan janinnya serta hasil pemeriksaan yaitu dalam keadaan normal dan
baik. Dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil : bagian atas perut ibu teraba bokong janin, sebelah kana
perut ibu teraba punggung janin, sebelah kiri teraba kaki dan tangan janin, sedangkan bagian bawah
perut ibu teraba kepala janin, dan kepala janin belum masuk jalan lahir.
2. Pukul : 07.23 WIB
Memberikan KIE tentang pola nutrisi ibu hamil trimester II, meliputi
a. Kalori (energi)
Manfaat : sebagai sumber energi
Sumber : nasi, gandum, sereal, kentang, ketela, dll
Kebutuhan : 300 kkal perhari
b. Protein
Manfaat : untuk pertumbuhan jaringan
Sumber : daging, ikan, telur, tempe, tahu
Kebutuhan : 75 gram/ hari atau 25 gram lebih banyak dari biasanya
c. Zat besi
Manfaat : mencegah anemia
Sumber : sayuran hijau tua (bayam, kangkung), daging, ikan, ayam, hati
Kebutuhan : 1 tablet Fe perhari (60mg/hari), minimal ibu selama hamil mengkonsumsi 90 tablet
d. Kalsium
Manfaat : untuk menguatkan gigi dan tulang
Sumber : produk susu dan ikan teri
Kebutuhan : 1000 mg perhari
e. Vitamin C
Manfaat : untuk membantu penyerapan zat besi
Sumber : jeruk, tomat, dan buah/sayur berwarna kuning
Kebutuhan : 85 mg
f. Vitamin A
Manfaat : untuk pertumbuhan janin
Sumber : wortel, susu, hati
g. Cairan
Manfaat : untuk mencegah dehidrasi
Sumber : air
Kebutuhan : 8-12 gelas/hari (1,5-2,5 L)
h. Ibu hamil sebaiknya menghindari kafein (kopi, teh) jarena dapat menghambat perkembangan SSP
janin. Membatasi konsumsi garam karena dapat menyebabkan hipertensi dan bengkak

3. Pukul : 07.24 WIB


Memberikan KIE tentang pola aktivitas dan istirahat ibu hamil, meliputi
a. Pola aktivitas
Menganjurkan ibu untuk tidak bekerja terlalu berat
Menghindari kelelahan
Pekerjaan rumah tangga dapat dibantu oleh suami
Ibu dapat berolahraga ringan, seperti jalan-jalan dipagi hari jika mampu
Ibu dapat melakukan hubungan seksual dengan suami asalkan frekuensi dikurangi dari frekuensi
biasanya serta melakukannnya dengan sangat hati-hati
b. Pola istirahat
Menganjurkan ibu untuk tidur/istirahat dengan cukup, yaitu tidur malam ± 8 jam sehari, tidur siang
selama ± 2 jam sehari, serta ibu hamil sebaiknya istirahat sekitar 30 menit setiap 3-4 jam sekali.
Menganjurkan ibu untuk menjauhi emosi
4. Pukul : 07.25 WIB
Memberikan KIE tentang tanda bahaya ibu hamil, meliputi
a. Perdarahan yang banyak melalui jalan lahir disertai nyeri perut, kepala pusing, dan pandangan
mata kabur serta tidak hilang setelah istirahat
b. Bengka pada wajah, tangan dan kaki yang tidak hilang setelah istirahat
c. Gerkan bayi berkurang atau bahkan tidak ada
Gerakan bayi normal yaitu minimal 10 kali/ 12 jam. Ibu dapat menghitung jumlah gerakan menggunakan
alat berupa mangkok dan permen. Apabila ibu merasakan gerakan janin, maka pindahkan permen ke
dalam mangkok. Setelah 12 jam hitung jumlah permen dalam mangkok, mka itulah jumlah gerakan janin
dalam 12 jam.
Apabila ibu menemui salah satu tanda bahaya tersebut segera datang ke pelayanan kesehatan terdekat
seperti Bidan, Puskesmas, Dokter, RS, dll
5. Pukul : 07.26 WIB
Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 bulan lagi yaitu pada tanggal 09 Februari 2014
atau jika ada keluhan

VII. EVALUASI
Tanggal : 09 Januari 2014
Pukul : 07.28 WIB
1. Ibu telah mengetahui dan mengerti tentang keadaannya, janinnya dan hasil pemeriksaan. Ibu
terlihat tidak cemas
2. Ibu telah mengerti pola nutrisi ibu hamil dan bersedia memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai dengan
anjuran yang diberikan
3. Ibu mengerti tentang pola aktivitas dan istirahat ibu hamil serta bersedia melakukan anjuran yang
diberikan
4. Ibu mengerti tentang tanda bahaya ibu hamil dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan
5. Ibu mengerti dan bersedia melakuakn kunjungan ulang 1 bulan lagi pada tanggal 09 februari 2014
atau jika ada keluhan
istirahat cukup.
6. Ibu bersedia untuk kunjungan ulang.
7. Hasil dokumentasi.
Diposting oleh Unknown di 19.02
ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN NORMAL TERHADAP NY. A DI BPS ROHANA KARANG AGUNG
KEC. WAY TENONG LAMPUNG BARAT
TAHUN 2015

Tanggal : 31 Oktober 2015 Pukul : 16.00 WIB

Data Subjektif (S)


Identitas pasien

Nama Pasien : Ny. A Nama Suami : Tn. A


Umur : 25 Tahun Umur : 30 Tahun
Suku : Sumatra Suku : Jawa
Pendidikan : DIII Pendidikan : S1
Pekerjaan : Wiraswasta Pekerjaan : PNS
Alamat : Fajar Bulan Alamat : Fajar Bulanan

1. Alasan kunjungan saat ini ( Kunjungan rutin)


Ibu mengatakan hamil anak pertama, usia kehamilan 8 bulan, datang untuk memeriksakan kehamilan

2. Riwayat Kehamilan saat ini


Riwayat Menstruasi :
19 maret 2015, Ibu mengatakan hari sebelumnya teratur lamanya 6-7 hari, siklus 28 hari teratur dan 2-3
kali ganti pembalut, sifat darah encer
Tanda-tanda kehamilan :
Hasil PP test : Positif (tgl : 20 Mei 2015), TP : 26 - Desember - 2015
Pergerakan fetus dirasakan / 24 jam terakhir:
ibu mengatakan sekitar 16 kali gerakan
Keluhan yang dirasakan :
Ibu mengatakan Sering buang air kecil dan susah tidur
Pola makan :
ibu mengatakan makan 3x sehari porsi sedang, dan tidak ada perubahan makan yang dialami, minum 6-
8 liter sehari.
Pola Eliminasi :
ibu mengatakan BAB : 1x sehari BAK : 6-7 x sehari.
Kontrasepsi yang di gunakan sebelumnya :
belum pernah KB

3. Riwayat kehamilan,persalinan dan nifas yang lalu :


Tidak ada
4. Riwayat Kesehatan :
Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit menahun, menular dan menurun
5. Riwayat sosial :
ibu mengatakan kehamilan ini direncanakan setatus pernikahan sah, dan respon keluarga senang.
Data Objektif (O)
1. Pemeriksaan umum
BB : 50 kg TB : 152 cm TD : 110/80 mmhg Lila : 26 cm
Temperatur : 36,7 'c Nadi : 80 x/ menit RR : 23 x/menit KU : Baik
Kesadaran : Compos mentis

2. Pemeriksaan Head to toe

Kepala :

bentuk kepala : simetris


kebersihan : bersih
warna rambut : hitam
Mata :
kelopak mata : tidak odema
konjungtiva : An amenis
sklera : An ikterik
Telingga :
bentuk telingga : Simetris kanan dan kiri
kebersihan : tidak ada sekret
Mulut :

gigi : tidak ada karies

Leher :

tidak terdapat pembesaran kelendar tiroid dan kelenjar limfa


reflek menelan baik

Dada :

bentuk dada : simetris, tidak ada kelainan


payudara : tidak ada rasa nyeri dan benjolan,

simetris kanan dan kiri


pembesaran normal
nippel : menonjol
jantung : bunyi jantung normal (lub-dup) tidak terdengar mur-mur
paru-paru : bunyi paru-paru normal, tidak ada wheezing dan rochi

Punggung dan Pinggang : Londorsis dan tidak terdapat nyeri pinggang


Abdomen : pembesaran sesuai dengan usia kehamilan, tidak ada benjolan tanda kelainan dan kontraksi
belum ada

leopoid 1 : TFU pertengahan pusat PX (30 cm)


blm ada kontraksi, pada bagian atas fundus teraba bagian bulat, lunak dan tdak melenting ( bokong).
leopoid II :

bagian kiri perut ibu : teraba tahanan keras memanjang (punggung)


bagian kanan perut ibu : teraba bagian terkecil janin (ektremnitas janin)

leopoid III : bagian bawah perut ibu teraba bagian bulat, keras dan melenting (kepala)
leopoid IV : Konvergen
DJJ : 144x/menit
TBJ : (30-12)x155 = 2790 gram
Ekstermitas :

odema : tidak ada


ketegangan : tidak ada
kemerahan : tidak ada
varises : tidak ada
refleks patella : positif
Genetalia : Normal
3. Pemeriksaan laboratorium

HB : 11,2 %
protein urine : negatif
glukosa urine : negatif
Assensmant (A)

Diagnosa : G1P0A0, Usia kehamilan 32 minggu, janin tunngal hidup intrauterin letak memanjang
presentasi kepala.
Masalah : tidak ada
Kebutuhan

Penyuluhan tentang nutrisi ibu hamil


Penyuluhan tentang pola istirahat dan aktifitas
Planning (P)

jelaskan kondisi ibu dan janin saat ini


-TD : 110/80 mmhg, Nadi : 80x/menit, RR : 23x/menit. Suhu :36,7'c, DJJ : 144x/menit
ibu mengerti kondisinya dan janin saat ini dalam keadaan baik
Anjurkan ibu banyak istirahat dan mengurangi aktifitas berat
-menganjurkan ibu agar ibu meristirahat dan mengurangi aktifitas yang berat
ibu bersedia mengatur pola istirahat dan aktifitasnya
Berikan informasi mengenai kebutuhan nutrisi yang adekuat
-memberikan informasi mengenai pemenuhan nutrisi yang adekuat seperti konsumsi sayur2an, buah-
buahan dan lauk pauk.
ibu mengerti tentang kebutuhan nutrisi yang adekuat
Jelaskan pada ibu pentingnya senam hamil
-menjelaskan pada ibu pentingnya senam hamil yaitu untuk melemaskan otot-otot dan berguna saat
proses persalinan
ibu mengerti akan pentingnya senam hamil
Jelaskan pada ibu tentang bahaya kehamilan
-menjelaskan pada ibu tentang bahaya kehamilan seperti mata rabun, nyeri kepala hebat, pendarahan,
nyeri perut nganggat hebat,kaki dan tangan bengkak, gerakan janin berkurang.
ibu mengerti tanda bahaya kehamilan
Jelaskan pada ibu tanda tanda persalinan
-menjelaskan pada ibu tanda-tanda persalinan
ibu mengerti tanda-tanda persalinan
Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang
-menganjurkan ibu melakukan kunjungan ulang jika ada keluhan atau satu bulan mendatang
ibu bersedia melakukan kunjungan ulang

CONTOH FORMAT ASKEB YANG BENAR


ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL
PADA NY. N UMUR 27 TAHUN G1P1A0AH0 UMUR KEHAMILAN 31+1 MINGGU DIBPM AMANAH
JL.ANYELIR NO 243 PERUMNAS CONDONG CATUR
DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA

No.register : 278
masuk RS/PKM/BPM/tanggal/pukul : 24-05-2014 / 19.30 WIB
Dirawat : -
1. PENGKAJIAN DATA,tanggal/pukul : 24-05-2014 oleh : bidan

A. BIODATA ibu suami


nama : Ny.N Tn.P
umur :27 tahun 28 tahun
agama :islam islam
suku/bangsa :jawa/indonesia jawa/indonesia
pendidkan :sarjana sarjana
pekerjaan :perawa wiraswasta
alamat :jl.kaliurang km 7 batatan baru
gang cendono no.2 jl.kaliurang km
7 batatan baru gang cendono no.2
B. Data subjektif
alasan datang /dirawat ibu
mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
keluhan utama ibu mulai
merasakan kenceng - kenceng 2 jam yang lalu
riwayat menstruasi menarche : 14
tahun lama : 7
hari sifat darah :
cair siklus : 28
hari teratur :
ya keluhan : tidak ada
riwayat perkawinan status
perkawinan:syah
lama: 3 tahun menikah ke :
1 usia ibu menikah pertama kali
: 24 tahun usia menikah suami pertama kali :25 tahun
riwayat obstetri : G1p0A0Ah0
riwayat kontrasepsi yang digunakan jenis
kontrasepsi : suntik tanggal pasang: 2012 oleh: bidan tempat
:BPS keluhan : tidak ada tanggal lepas: 2013 oleh :
bidan tempat : RS alasan : ingin punya anak
riwayat kehamilan sekarang a.HPM : 17 - 10 -
2013 HPL : 24-07-2014 UK : 31+1 minggu b.ANC pertama umur kehamilan: 5
minggu c. kunjungan
ANC Trimester
I frekuensi : 2
kali keluhan: tidak ada
keluhan komplikasi : tidak
ada terapi : Fe dan Vit
B6 Trimester
II frekuensi : 3
kali keluhan:
keputihan komplikasi :tidak
ada terapi: Fe dan Vit
B6 Trimester
III ferkuensi: 3
kali keluhan: kenceng-
kenceng komplikasi : tidak
ada terapi: Fe dan
kalk d.imunisasi TT :IV
kali TT 1:tanggal lupa ( waktu
SD) TT 2: tanggal lupa ( waktu
SD) TT 3: tanggal 15 mei
2011 TT4 : tanggal 14 april
2014 TT
5:- e. pergerakan janin
selama 24 jam (dalam sehari) ibu menyatakan sudah merasakan
gerakkan janin 10 kali /harinya 8. riwayat keesehatan
: a. penyakit yang pernah/sedang
diderita ( menular, menurun, dan menahun) ibu mengatakan tidak pernah /tidak sedang
menderita penyakit menular( TBC,HEPATITIS dan PMS) menurun( DM, ASMA, dan HIPRRTENSI )
menahun ( JANTUNG,KANKER,PARU DAN
GINJAL) b. penyakit yang pernah
/sedang diderita keluarga ( menular,menurun dan menahun) ibu menyatakan baik dari keluarga
ibu maupun suami tidak pernah/sedang menderita penyakit menular seperti( TBC,HEPATITIS,dan PMS)
menurun: (DM, ASMA, dan HIPERTENSI) menahun( JANTUNG, KANKER,PARU dan
GINJAL) c. riwayat keturunan
kembar ibu menyatakan tidak
mempunyai riwayat keturunan kembar d. riwayat
operasi ibu menyatakan tidak
mempunyai riwayat operasi e. riwayat alergi
obat ibu menyatakan tidak mempunyai
riwayat alergi obat apapun 9. pola pemenuhan
kebutuhan sebelum
hamil saat
hamil
a.nutrisi
Makan frekuensi :
3x/hari frekuensi : 3x/hari jenis : nasi, sayur, dan
lauk jenis: nasi,sayur dan
lauk porsi : 1
piring porsi: 1 piring pantangan : tidak
ada pantangan: tidak ada keluhan :tidak
ada keluhan: tidak
ada minum
frekuensi:8x/hari ferkuensi:8x/hari jenis:air
putih jenis:1
gelas porsi:1gelas posi:1gelas
pantangan:tidak ada pantangan:tidak
ada keluhan: tidak ada keluhan:tidak
ada b.
Eliminasi BAB
ferkuensi:2x/hari
frekuensi:2x/hari warna:kuning
warna:coklat
konsistensi:
lembek konsistensi:keras keluhan:tidak
ada keluhan:tidak
ada BAK ferkue
nsi:3x/hari frekuensi:> 6x/hari warna:kuning
jernih warna:kuning jernih keluhan:tidak
ada keluhan:tidak
ada c.Istirahat Tidur
siang lama:2
jam 2 jam keluhan:tidak
ada tidak ada Tidur
malam lama: 6
jam 8
jam keluahan:
tidak ada tidak ada d.personal
hygiene mandi:2x/hari
3x/hari ganti
pakaian:2x/hari 3x/hari gosok
gigi:2x/hari 2x/hari keramas:3x/hari
3x/hari e. pola
seksualitas frekuensi:
2x/hari 1x/hari keluhan: tidak
ada tidak ada f. pola aktivitas ( terkait
kegiatan fisik,olah raga) ibu meenyatakan tetap melakukan
aktivitas seperti biasa misalnya memasak,mencuci,membersihkan rumah dan tetap bekerja di
puskesmas. 10. kebiasaan yang menganggu kesehatan (merokok,minum jamu,
minuman beralkohol) ibu menyatakan tidak mempunyai kebiasaan yang merugikan maupun
yang menganggu kesehatannya seperti merokok,minum jamu, dan minum yang
beralkohol 11. Data psikologi,spiritual,dan ekonomi ( penerimaan
ibu/suami/keluarga terhadap kehamilan,dukungan keluarga,hubungan dengan
suami/keluarga,/tetangga,perawatan bayi,kegiatan ibadah,kegiatan sosial,keadaan ekonomi
keluarga. a. Data
psikologi - ibu,suami dan
keluarga senang dengan kehamilan ibu - ibu,suami dan keluarga
menerima kehamilan ibu - ibu,suami dan keluarga mempunyai
hubungan baik dengan tetangga b. Data
spiritual - ibu, taat melakukan
ibadah sholat 5 waktu - ibu,sering mengikuti kegiatan
sosial dan agama c. Data
ekonomi keadaan ekonomi
keluarga mencukupi kebutuhan sehari-hari 12. pengetahuan ibu(tentang
kehamilan,persalinan,nifas) ibu menyatakan sudah mengetahui
tentang kehamilan,persalinan, dan nifas 13.lingkungan yang berpengaruh ( sekitar
rumah dan hewan peliharaan) ibu mengatakan lingkungan di sekitar rumahnya
bersih dan ibu juga tidak mempunyai hewan peliharaan di rumah seperti
anjing,kucing,burung,ayam,dan sapi. C. Data
objektif 1. pemeriksaan
umum Keadaan umum :
baik kesadaran :
composmentis status emosional:
stabil Tanda
vital tekanan darah : 110/60
mmhg nadi : 80x/menit pernafasan :
20x/menit suhu : 36,5 c BB : 70
kg TB : 160 cm 2. pemeriksaan
fisik kepala :
simetris,bersih,tidak nyeri,tidak berketombe,rambut tidak rontok wajah :bulat,tidak
ada bekas luka,tidak berjerawat,dan tidak ada odema dan kloasma
gravidarum mata : simetris,konjugtiva merah
muda,sklera putih,dan penglihatan baik hidung : mancung,tidak ada sekret, dan tidak
ada polib mulut :tidak ada radang, bibir lembab,tidak ada infeksi
gusi,dan gigi kareis telinga : simetris, tidak ada sekret, dan pendengaran
normal leher : tidak ada pembesaran tiroid,limfe,vena jugularis dan
parotis. dada : tidak ada ronchi dan
wheezing payudara : simetris,puting sus
normal abdomen : ada pembesaran perut,tidak ada
bekas operasi, dan
ada stirae gravidarum.
palpasi leopod
I : bagian teratas perut ibu teraba bulat,lunak,tidak melenting(bokong) TFU = 27 cm pertengahan
pusat denagn px. leopod II : bagian kanan
perut ibu teraba panjang,kers dan datar(puka) dan bagian kiri ibu teraba kecil-kecil ( ekstermitas) yaitu
alat kerak. leopod III : bagian terendah peerut ibu teraba bulat,
keras dan melenting (
kepala) leopod
IV : bagian terendah janin belum masuk pintu atas panggul. Osborn test :
tidak dilakukan pemeriksaan
Mc.Donald TFU : 27
cm TBJ : (27-12)x 155 = 2.355
gram Auskultasi
DJJ :
120x/menit Ekstermitas atas : simetris,
gerakkan aktif, jumlah jari lengkap, kuku tidak pucat dan tidak ada
odema. Ekstermitas bawah :
simetris,gerakkan aktif,jumlah jari lengkap, kuku tidak pucat dan tidak ada
odema. Genitalia
luar : tidak ada radang/luka,perdarahan dan pembesaran kelenjar
bartolini. pemeriksaan
panggul luar : tidak dilakukan 3. Pemeriksaan
penunjang tanggal:..................pukul:..............WIB tidak
dilakukan 4. Data penunjang tidak
dilakukan
II. INTERPRESTASI
DATA A. Diagnosa kebidanan Ny.N umur 27
tahun G1 P0 A0 AH0 umur kehamilan 31+1 minggu dengan keadaan baik dan kehamilan
normal. Data Dasar
: DS: - ibu menyatakan umunya
27 tahun - ibu menyatakan ini kehamilan yang
pertama - ibu menyatakan belum pernah
keguguran - ibu menyatakan HPHT nya 17 - 10 -
2013 - ibu merasakan kenceng-kenceng 2 jam yang
lalu DO: -KU : baik TTV : TD 110/60 mmhg N : 80x/menit R:
20x/menit S: 36,5 c Leopod I teraba bokong,leopod II teraba bagian kanan (puka) bagian kiri
( alat gerak), leopod III teraba kepala, leopod IV teraba bagian terendah janin belum masuk pintu atas
panggul, DJJ 120x/menit, TFU 27 cm, TBJ : 2,355
gram B.masalah Tidak ada Data Dasar: tidak
ada III. IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA
POTENSIAL tidak
ada IV. Tindakan
segera A. mandiri ( tidak
ada) B. kolaborasi ( tidak
ada) C. rujukan ( tidak ada
) V. PERENCANAAN tanggal: 24-05-
2014 1.beritahu ibu tentang hasil
pemeriksaan 2.beritahu ibu tentang cara mengatasi
keluhan yang dirasakan 3.beritahu ibu tanda-tanda
persalinan 4. beritahu ibu tentang tanda
bahaya pada kehamilan TM II 5. beritahu ibu tentang perencanaan
persalinan 6. beritahu ibu tentang terapi
obat 7. beritahu ibu tentang jadwal kunjungan
ulang VI.PELAKSANAAN
1.memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan seperti: TTV:TD 110/60
mmhg,N 80x/menit R 20x/menit ,S 36,5 c, leopod I teraba bokong, leopod II bagian kanan teraba
puka bagian kiri teraba alat gerak,leopod III teraba kepala leopod IV bagian terendah
janin belum masuk PAP,DJJ 120x/menit,TFU 27 cm,TBJ
2,355gram. 2. memberitahu ibu cara mengatasi keluhan kenceng-kenceng
seperti jika perut ibu kontraksi sebaiknya ibu tarik nafas dalam,rileks,dan istirahat nanti
kontraksinya
akan hilang. 3.me
mberitahu ibu tanda-tanda persalinan seperti : kenceng-kenceng teratur minimal 2x dalam 10
menit, keluarnya lendir bercampur darah,perut dan pinggang terasa sakit dan menjalar ke perut
bawah,keluarnya cairan darah dan disertai pembukaan. 4.memberitahu ibu tentang
tanda bahaya kehamilan TM III seperti : ketuban pecah sebelum waktunya dan keluarnya darah
yang bukan lendir darah.dan menyuruh ibu untuk datang kepelayanan kesehatan ketika
mengalami tanda bahaya tersebut. 5. memberitahu ibu tentang rencana
persalinan seperti : memilih tempat bersalin,penolong, cara menghubungi tenaga
kesehatan,Transportasi,biaya persalinan, dan pendonor darah. 6. memberikan ibu terapi obat
seperti : Tablet Fe: minum 1x1 ( malam hari
sebelum tidur) cara minum dengan air putih Vitamin kalk : 3x1 ( pagi,siang,dan malam)
diminum setelah makan 7. menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi
tanggal 07-06-2014 VII. EVALUASI tanggal : 24-05- 2014 pukul : 19.30
WIB 1. ibu sudah mengetahui hasil
pemeriksaan 2. ibu sudah mengetahui cara mengatasi
keluhan yang dirasakan 3.ibu sudah mengetahui tanda- tanda
persalinan 4.ibu sudah mengetahui tanda bahaya kehamilan
TM III dan ibu bersedia datang ke tenaga kesehatan bila mengalami gejala
tersebut. 5.ibu sudah mengetahui rencana
persalinan 6.ibu sudah menerima terapi obat dan sudah
mengetahui cara meminumnya 7.hasil tindakan dan kunjungan ulang sudah
dicatat.
ASKEB (ASUHAN KEBIDANAN)
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny ”W” GIIP10001 USIA KEHAMILAN 35-36 MINGGU
DENGAN KEHAMILAN FISIOLOGIS
DI PUSKESMAS GANDING
SUMENEP

I. DATA SUBJEKTIF
A. PENGKAJIAN
Hari/Tanggal : Sabtu, 15 Desember 2012.
Jam : 19.30. WIB.

Biodata/Identitas
Ibu Suami
Nama : Ny ”W” Nama : Tn ”A”
Umur : 31 tahun Umur : 37 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/Bangsa : Indonesia Suku/Bangsa : Indonesia
Pedidikan : Perguruan Tinggi Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT/Guru Pekerjaan : Swasta
Alamat : Larangan Alamat : Larangan
1. Keluhan Utama.
Ibu datang ke Puskesmas Ganding mengatakan hanya ingin memeriksakan kehamilannya yang tanpa ada
keluhan dengan usia kehamilan 9 bulan.
2. Riwayat Penyakit.
Riwayat Penyakit Ibu.
Ibu tidak pernah dan tidak sedang menderita penyakit :
– Penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, TBC
– Penyakit menurun seperti DM, Asma, hipertensi.
– Penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, HIV / AIDS
Riwayat Penyakit Keluarga.
– Dalam keluarga ibu dan suami tidak memiliki riwayat penyakit kronis, menular dan keturunan serta
tidak ada riwayat kehamilan kembar.
3. Riwayat Obstetri.
Riwayat Menstruasi.
Menarche : 13 tahun.
Siklus/lama : Teratur (28 hari)/7 hari.
Jumlah/warna : Merah segar pada hari 1– 3 ganti pembalut sehari 3 kali, 1 pembalut penuh, kecoklatan
pada hari 5 – 7 ganti pembalut 1x /hari tidak penuh.
Dysmenorhoe : pernah.
Flour Albus : sebelum menstruasi
HPHT : 13-04-2012.
HPL : 20-01-2013
Riwayat Kehamilan Sekarang.
GIIP10001
Usia kehamilan : 9 bulan.
ANC : Tempat : Puskesmas Ganding
Berapa kali: 4x.
Terapi : FE 1×1
Imunisasi TT : TT1
Keluhan selama hamil
Trimester I : Mual dan muntah
Trimester II : Mual dan muntah berkurang
Trimester III : tidak ada keluhan
Kebiasaan hidup selama hamil.
Minum jamu : Tidak pernah.
Merokok : Tidak pernah.
Alkohol : Tidak pernah.
Riwayat Perkawinan.
Status : Kawin.
Lama : 7 bulan.
Umur saat kawin : 22 tahun
Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu.
KEHAMILAN PERSALINAN ANAK NIFAS
KB
Ke UK Jenis Penolong Tmpt Penyt BBL JK Hidup Mati Penyt ASI

2500 Suntik 3
1 aterm Sptn dukun rumah – L H – – 1th
g bulan

2 Hamil ini

Riwayat KB
– Jenis : suntik KB
– Lama : 1 tahun
– Keluhan : tidak ada
4. Riwayat Psikososial Spiritual.
Hubungan dengan suami baik.
Ibu merencanakan lahir di bidan.
Pengambil keputusan dalam keluarga adalah suami.
Ibu tidak pernah melalaikan dalam ibadahnya.
Respon keluarga dalam kehamilan ini sangat mendukung.
5. Pola Aktivitas Sehari – Hari.
No Kebiasaan Sebelum hamil Selama hamil

1 Gizi dan Nutrisi – Makan 3x/hari, porsi cukup dengan – Makan 1 – 2 /hari, porsi sedikit
2 Eliminasi menu seimbang meliputi nasi, lauk- dengan menu seimbang (nasi,lauk-
3 Aktivitas pauk, sayuran. pauk,buah dan sayuran).
4 Pola istirahat – Minum 7 – 8 gelas /hari (air putih, – Minum 6 – 7 gelas /hari ( air
5 Personal hygiene teh, kopi ). putih, teh ).
6 Pola seksual – BAB 1x /hari, konsistensi lunak. – BAB 1x /hari, konsistensi lunak.
– BAK 1x /hari. – BAK 6 – 7x /hari.
– Ibu dapat mengerjakan semua – Ibu dapat mengerjakan aktivitas
aktivitas sebagaimana mestinya. sebagai IRT, dibantu oleh orang tua dan
– Jarang tidur. ibu juga mengajar.
– Tidur malam 7 – 8 jam. – Banyak tidur siang.
– Mandi 3x /hari, keramas – Banyak tidur malam.
2x/minggu, ganti pakaian 2x/hari, ganti – Mandi 2x /hari, keramas
CD 2x /hari. 2x/minggu, ganti pakaian 2x/hari, ganti
– 2 – 3x/minggu tidak ada gangguan. CD bila terasa basah minimal 2x /hari.
– 1x/minggu, merasa takut
berhubungan seksual.
B. Data Obyektif.
Pemeriksaan Fisik.
Pemeriksaan Umum.
Keadaan umum : Baik.
Kesadaran : Compos mentis.
Emosional : Stabil.
TTV :
TD : 100/70 mmHg
Nadi : 80x /menit.
Suhu : 36,5 0C.
RR : 20x /menit.
Antropometri
BB : 49 kg (sebelum hamil )
: 53 kg (selama hamil )
TB : 151cm.
Lila : 24 cm.
Ukuran panggul luar
Distansia spinarum : Tidak dilakukan.
Distansia cristarum : Tidak dilakukan.
Conjungtiva externa : Tidak dilakukan.
Ukuran lingkar panggul : Tidak dilakukan.
Pemeriksaan Khusus.
Inspeksi.
– Kepala : Tidak ada ketombe, tidak ada benjolan, distribusi rambut merata.
– Muka : Tidak odema, tidak pucat, tidak ada cloasma grvidarum.
– Mata : Konjungtiva tidak anemis, skelera tidak ikterus, palpebra tidak odema.
– Hidung : Bersih, tidak polip, tidak ada sekret.
– Telinga : Simetris, bersih, tidak ada serumen, tidak OMP.
– Mulut : Bersih, tidak ada stomatitis, tidak kering / lembab, tidak cyanosis, gusi tidak epulis.
– Payudara : Simetris, bersih, hyperpigmentasi areola, papilla menonjol.
– Perut : Tidak ada luka bekas operasi, membesar sesuai umur kehamilan, ada linea alba dan
strie albican.
– Ekstermitas : Tidak odema, tidak ada varices.
– Genetalia eksterna : Bersih, tidak ada varices.
Palpasi.
– Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, maupun kelenjar lymfe dan tidak ada
bendungan vena jugularis.
– Axilla : Tidak teraba adanya pembesaran kelenjar lymfe.
– Mammae : Tidak teraba adanya benjolan abnormal, terdapat colostrum.
– Abdomen.
Leopold I : TFU 3 jari dibawah px (33 cm), fundus teraba lunak, tidak melenting (kesan bokong)
Leopold II : bagian kiri teraba datar seperti papan (kesan punggung janin)/PUKI, pada bagian kanan
teraba bagian terkecil dari janin (kesan ekstremitas ).
Leopold III :bagian bawah teraba keras, bulat, melenting dan bisa di goyangkan (kepala belum
masuk PAP )
Leopold IV : Tidak dilakukan.
Auskultasi.
DJJ : (12+13+12)x4=148x/menit (Funandoskop)
d.TBJ :{TFU-13} x 155
:(33-13) x155 = 3100 gram
e. Perkusi
Reflek patella Ka/Ki :+/+.
f. Pemeriksaan panggul luar
Distansia spinarum :
Distansia cristarum :
Conjugata externa :
Lingkar panggul luar : 80 cm
Pemeriksaan Penunjang.
Darah.
– HB : Tidak dilakukan.
– Gol darah : Tidak dilakukan.
Urine.
– Albumine : Tidak dilakukan.
– Reduksi : Tidak dilakukan.
– Planotest : Tidak dilakukan.
II. INTERPRETASI DATA DASAR
Ø Diagnosa :Ny”W” 31th, UK 35-36 minggu, tunggal, hidup, intera uterin, puki, letak kepala, kepala
belum masuk PAP, keadaan ibu dan janin baik.
Ø Data Subyektif.
– Ibu mengatakan hamil yang kedua dengan usia kehamilan 9 bulan.
– Ibu mengatakan menstruasi terakhir tanggal 13-04-2012.
– Ibu datang ke Puskesmas Ganding hanya ingin memeriksakan kehamilannya dan tidak ada
keluhan.
Ø Data Obyektif.
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis.
TTV : TD : 100/70 mmHg.
Nadi : 80x /menit.
Suhu : 36,5 0C.
RR : 20x /menit.
Antropometri
BB : 53 kg. TB : 151 cm. Lila : 24 cm.
HPL : 20-01-2013
Palpasi :
Leopold I : TFU 3 jari dibawah px (33 cm), fundus teraba lunak, tidak melenting (kesan bokong)
Leopold II : bagian kiri teraba datar seperti papan (kesan punggung janin)/PUKI, pada bagian kanan
teraba bagian terkecil dari janin (kesan ekstremitas ).
Leopold III :bagian bawah teraba keras, bulat, melenting dan bisa di goyangkan (kepala belum masuk
PAP )
Leopold IV : Tidak dilakukan.
.
Auskultasi.
DJJ: (12+13+12)x4=148x/menit (Funandoskop)
Perkusi
Reflek patella Ka/Ki :+/+.
Ø Masalah
pusing
Ø Kebutuhan
HE -> Nutrisi
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL.
– Tidak ada.
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
– Tidak ada.
V. PENGEMBANGAN RENCANA
Jelaskan pada ibu hasil pemeriksaan agar ibu dapat mengetahui keadaan dirinya dan bayinya baik.
Jelaskan pada ibu bahwa yang dirasakan oleh ibu adalah kehamilan yang fisiologis.
Anjurkan ibu untuk minum obat secara teratur
Anjurkan ibu untuk pemeriksaan kontrol ulang 1 minggu lagi atau jika ada keluhan.
VI. IMPLEMENTASI
No Hari/Tanggal Pukul Kegiatan

1 Sabtu,15-12-2012 19.10 melakukan pendekatan terpeutik pada ibu dan keluarga dengan cara
2 Sabtu,15-12-2012 19.15 senyum,sapa,salam
3 Sabtu,15-12-2012 19.20 Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan yang dilakukan bahwa
4 Sabtu,15-12-2012 19.25 dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan umum diperoleh hasil yang normal.
5 Sabtu,15-12-2012 19.26 memberikan HE tentang :
Nutrisi : makan makanan yang bergizi dengan menu seimbang.
Pesonal hygiene: Ibu mandi 2x sehari, memakai pakaian yang longgar,
ganti celana dalam.
Menjelaskan tanda bahya kehamilan pada trimester III, yakni :
Perdarahan pervaginam
Bengkak pada seluruh ekstremitas
Deman tinggi
Nyeri perut yang hebat
Gerakan Janin berkurang
Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur ).
Menganjurkan pada ibu untuk melaksanakan kunjunagn ulang 1 minggu
lagi atau jika ada keluhan.

VII. EVALUASI
Hari/Tanggal : Sabtu,15-12-2012.
Pukul : 19.45. WIB.
Ibu mengatakan sudah mengerti dengan semua penjelasan serta anjuran yang telah diberikan oleh
bidan. Terbukti apabila diberi pertanyaan ibu bisa menjawab dengan sederhana dan benar. Serta ibu
bersedia melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi atau bila terdapat keluhan lain agar dapat diketahui
perkembangan hasil tindakan yang telah dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA:
Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung. 1983. Obstetri
Fisiologi. Bandung : Eleman.
Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung. 1984. Obstetri
patologi. Bandung : Elstar Offset.
Departemen Kesehatan RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil dalam Konteks Keluarga. Jakarta :
Departemen Kesehatan RI.
Ibrahim, S. Christina. 1993. Perawatan Kebidanan Jilid I. Jakarta : Bharatara.
Mochtar, Rustam. 1992. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC.

* Note: ini adalah hasil dari tugas ASKEB-KU …terima kasih…


Iklan
SHARE THIS:
Twitter
Facebook2

Tinggalkan Balasan

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL


Ny “A” G1 P0 A0 UMUR 25 TAHUN, UK 16 MINGGU
DI BPS WAHYU KHASANAH WINONG, PURWOREJO

No Register : 052765
Masuk Rs Tanggal/Jam : 28-12-2011/ Jam 08.10 WIB
Di Riwat di Ruang : Pemeriksaan
I. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS
IBU SUAMI
Nama : “A” “ L”
Umur : 25 tahun 28 tahun
Agama : Islam Islam
Suku /Bangsa : Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA STM
Pekerjaan : IRT Pegawai swasta
Alamat : jln.Cemara indah RT 12/RW 06 Purworwjo
No Telpon :- -

B. DATA SUBYEKTIF
1. Alasan kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya (pemeriksaan rutin)

2. Keluhan utama
- Ibu mengatakan pinggang terasa nyeri
- Ibu mengatakan sering buang air kecil (BAK)

3. Riwayat menstruasi
Menarche : 13 tahu Siklus : 28 hari
Lama : 5-7 hari Teratur : Teratur
Sifat darah : cair Keluhan : Tidak ada

4. Riwayat Perkawinan
Status pernikahan : syah Menikah ke :1
Lama : 2 tahun Usia menikah pertama kali : 23 tahun

5. Riwayat obstetrik : G1 P0 A0 AH0


Persalinan Anak Nifas
Hamil
no Umur
ke Tahun Tempat Jenis penolong JK BB B Keadaan
kehamilan
1 Hamil
ini

6. Riwayat kontrasepsi yang digunaka


Jenis Pasang Lepas
no
kontrasepsi Tgl Oleh Tempat Keluhan Tgl Oleh Tempat Alasan
1 Belum pernah
menggunakan
alat - - - - - - - -
kontrasepsi
apapun

7. Riwayat Kehamilan sekarang


a. HPM : 16 minggu yang lalu tanggal 28-08-2011
HPL : 09-05-2012
b. ANC pertama kali umur kehamilan : 4+2 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi : 3 x, Tempat : BPS Oleh : Bidan
Keluhan : Mual muntah
Terapi : Asam folat , kalsium

Trimester II
Frekuensi : 1 x, Tempat : BPS Oleh : Bidan
Keluhan : tidak ada keluhan
Terapi : Fe , kalsium , vit C
d. Imunisasi TT
TT 1 : Pada umur kehamilan 4+2 Minggu
TT 2 : Pada umur kehamilan 8+4 Minggu
e. Pergerakan janin selama 24 jam (dalam sehari)
Ibu mengatakan gerakan janin > 20X selam 24 jam

8. Riwayat kesehatan
a. Penyakit yang pernah / sedang diderita (menular, menurun, menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah / tidak sedang menderita penyakit menular seperti
(PMS,TBC,Hepatitis,HIV/AIDS), penyakit menurun seperti (DM,ASMA,Hipertensi),Penyakit menahun
seperti ( Jantung).
b. Penyakit yang pernah / sedang diderita keluarga (menahun, menurun, menahun)
Ibu mengatakan dari pihak keluarga ibu maupun keluarga suami tidak sedang menderita penyakit
menular seperti (PMS, TBS, HIV/AIDS, Hepatitis), Penyakit menurun ( DM, ASMA, Hipertensi), penyakit
menahun seperti (Jantung).
c. Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan dari pihak keluarga ibu maupun keluarga suami tidak mempunyai riwayat keturunan
kembar.
d. Riwayat Operasi
Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat operasi apapun.
e. Riwayat alergi
obat. Ib
u mengatakan tidak mempunyai alergi obat.

9. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari


a. Pola Nutrisi
Makan sebelum hamil Makan selama hamil
Frekuensi : + 3x /hari Frekuensi : + 3x /hari
Porsi : 1 piring penuh Porsi : 1 piring
Jenis : nasi, sayur, lauk Jenis : nasi, sayur, lauk
Keluhan : tidak ada Keluhan : tidak ada
Pantangan : tidak ada Pantangan : tidak ada

b. Minum sebelum hamil Minum selama hamil


Frekuensi : + 5x/hari Frekuensi :+ 8x/hari
Porsi : 1 gelas Porsi : 1 gelas
Jenis : Air putih, teh Jenis : Air putih, susu
Keluhan : tidak ada Keluhan : tidak ada
Pantangan : tidak ada. Pantangan : tidak ada

c. Pola eliminasi
BAB sebelum hamil BAB selama hamil
Frekuensi : 1-2x/hari Frekuensi :
1x/hari Konsistensi : lembek Konsistensi : lembek
Warna : kecoklatan Warna : kecoklatan
Keluhan : tidak ada Keluhan : tidak ada

BAK sebelum hamil BAK selama hamil


Frekuensi : + 5x/hari Frekuensi : + 8
Konsistensi : cair Konsistensi : cair
Warna : kuning jernih Warna : kuning jernih
Keluhan : tidak ada Keluhan : tidak ada

d. Pola istirahat
Tidur siang sebelum hamil Tidur siang selama hamil
Lama : tidak ada Lama : 1-2jam/hari
Keluhan : tidak ada Keluhan : tidak ada

Tidur malam sebelum hamil Tidur malam selama hamil


Lama : + 7 jam/hari Lama : +5-6jam/hari
Keluhan : tidak ada Keluhan : tidak ada

e. Personal hygien
Mandi : 2x/hari Ganti pakaian : 2x/hari
Gosok gigi : 2x/hari Keramas : 3x/hari
f. Pola seksualitas
Frekuensi : 2x/minggu Keluhan : tidak ada

g. Pola aktivitas
Ibu mengatakan aktivitas ibu sehari-sehari hari mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti: mencuci,
menyapu dan memasak.

10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan ( merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan yang menggangu kesehatan yaitu seperti ( merokok,
minum jamu, minuman beralkohol).

11. Psikososiospiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga,perencanaan persalinan,


pemberian ASI, perawatan bayi, kegiatan ibadah, Kegiatan social, dan persiapan keuangan ibu dan
keluarga)
- Ibu mengatakan ibu,suami maupun keluarga sangat senang atas kehamilan ini.
- Ibu mengatakan sudah mempersiapkan persalinan seperti : pendamping ibu pada saat persalinan,
Donor darah, kendaraan, tempat persalinan, penolong persalinan.
- Ibu mengatakan ingin memberikan ASI secara Esklusif pada bayinya.
- Ibu mengatakan ingin merawat bayinya sendiri.
- Ibu mengatakan taat dalam beribadah.
- Ibu mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan social dikampungnya.
- Ibu mengatakan penopang perekonomian keluarga adalah suami dan ibu mertua.

12.Pengetahuan ibu ( tentang kehamilan, persalinan dan laktasi)


- Ibu mengatakan sudah mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan.
- Ibu mengatakan sudah mengetahui tanda-tanda persalinan.
- Ibu mengatakan sudah mengetahui menganai laktasi.
- Ibu mengatakan sudah mengetahui cara perawatan bayi.

13.Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)


- Ibu mengatakan daerah sekitar rumah bersih jauh dari polusi udara, limbah pabrik dan jauh dari
kandang hewan)
- Ibu menagatakan tidak mempunyai hewan peliharaan yaitu seperti: kucing, anjing, ayam, dan
burung.

C. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmetis
Status emosional : Stabil
Tanda vital sign
Tekanan darah : 110/80 Nadi : 84x/menit
Pernafasan : 21x/menit Suhu :36,3oC
Berat badan : 54 kg Tinggi badan : 156 cm

2. Pemeriksaan fisik
Kepala : Mesocepal, tidak ada nyeri tekan
Rambut : panjang, lurus, hitam , tidak ada massa
Muka : oval, tidak ada strei gravidarum, tidak ada bekas luka, tidak oedem
Mata : simetris, tidak ada tanda –tanda infeksi, konjung tiva merah muda, sclera tidak
ikterik dan penglihatan baik.
Telinga : simetris, bersih
Hidung : simetris, tidak ada polip, tidak secret.
Mulut : tidak ada karies pada gigi, tidak ada gusi berdarah,lidah bersih.
Leher : tidak ada pembengkakan kelenjar parotis, tyroid, limfe dan tidak ada pembesaran
kelenjar vena jugu laris.
Dada : tidak ada bunyi wezzing, tidak ada bunyi retraksi dinding dada.
Payudara : simetris, putting susu menonjol, hiperpigmentasi pada areola
mamae, dan Colostrums belum keluar.
Abdomen : tidak ada bekas luka operasi.

Palpasi Loepold
Leopold I : belum dilakukan
Leopold II : belum dilakukan
Leopold III : belum dilakukan
Leopold IV : belum dilakukan
Palpasi supra pubic : tidak dilakukan
Osborn test : tidak dilakukan
TFU menurut Mc. Donal : tidak dilakukan, TBJ : tidak dilakukan
His : belum dilakukan pemeriksaan
Auskultasi Djj : 145 / Menit
Estremitas Atas : Tidak ada oedem, jari kuku tidak pucat
Ekstermitas Bawah : Tidak ada oedem, tidak ada varises, reflek patellakaki kanan dan kiri positif
Genetalia : Tidak ada pembesaran kelenjar batolini, tidak ada varises.
Anus : Tidak ada hemoroid, dan tidak ada tanda-tanda infeksi

Tanggal,28-12-2011,jam 08.10 WIB

3. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Hb
4. Data Penunjang
Hb : 12%gram

II. INTERPRETASI DATA


A. Diangnosa kebidanan
Seorang ibu Ny ”A” G1 P 0 A 0 umur 25 tahun, umur kehamilan 16 minggudengan kehamilan normal
Data dasar
Data subyektif :
- Ibu mengatakan umur 25 tahun
- Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan pertama dan belum pernah keguguran
- Ibu mengatakan ini HPHT 28-08-2011
Data Obyektif :
KU : baik, Kesadaran : Composmetis
TTV : TD: 110/80 R : 23/menit
N :84/menit S : 36,3oC
Djj : 145/menit
Palpasi Leopold : belum dilakukan

B. Masalah
Tidak ada
C. Kebutuhan
- KIE ketidaknyamanan ibu hamil TM II

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL


Tidak ada

IV. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA


Tidak ada

Tanggal 28-12-2011, jam 08.12 WIB


V. PERENCANAAN
1. Beri tahu pada ibu dan keluarga hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
2. Berikan KIE tentang ketidak nyamanan ibu hamil TM II
3. Beritahu pada ibu tanda bahaya kehamilan
4. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan seimbang ibu hamil
5. Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
6. Beritahu pada ibu kunjungan ulang

Tanggal 28-12-2011, jam 08.15 WIB


VI. PELAKSANAAN
1. Memberitahu pada ibu dan keluarga hasil pemerikasaan yang telah dilakukan bahwa keadaan ibu
dan janin dalam keadaan sehat.
2. Memberikan KIE tentang ketidak nyamanan ibu hamil TM II yaitu
Cepet lelah
Mual muntah
3. Memberitahu pada ibu tanda bahaya kehamilan yaitu:
- Pendarahan yang hebat pada hamil muda
- Bengkak pada kaki dan tangan, diwajah atau disekitar kepala. Kadang-kadang disertai kejang
- Ibu muntah terus menerus lebih dari 10 x dan ibu tidak mau makan
4. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi gizi seimbang ibu hamil yaitu seperti banyak mengandung
karbohidrat, protein, mineral, vitamin, zat besi. Karena makan-makanan ini bukan hanya untuk ibu saja
tetapi untuk janin
5. Menganjurkan ibu untuk istirahan yang cukup dan tidak terlalu kecapean
6. Memberitahu pada ibu kunjungan ulang yaitu 2 minggu setelah kunjungan sekarang atau jika
terdapat keluhan segera datang kepetugas kesehatan terdekat

Tanggal,28- 12-2011,jam 08.20WIB


VII. EVALUASI
1. Ibu mengerti hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, ditandai dengan ibu mampu mengulang
kembali penjelasan yang telah diberikan.
2. Ibu mengerti dan paham penjelasan yang telah disampaikan bidan tentang ketidak nyamanan ibu
hamil TM II, ditandai dengan ibu mampu mengulang kembali penjelasan yang telah diberikan.
3. Ibu mengerti dan paham penjelasan yang telah disampaikan bidan tentang bahaya kehamilan,
ditandai dengan ibu mampu mengulang kembali penjelasan yang telah diberikan.
4. Ibu bersedia untuk mengonsumsi makanan yang cukup
5. Ibu bersedia untuk istirahat yang cukup
6. Ibu bersedia untuk kunjungan ulang

Diposting oleh Midwifery blog di 20.49


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Artikel, askeb
2 komentar:

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL NORMAL TM 1

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL NORMAL PADA NY.FARISSA UMUR 20TAHUN G2 P0


A1 UK 12+6 MINGGU
DI BPM NY. FARAH

I. PENGKAJIAN Tanggal: 04 Juni 2012 Jam: 10.15


A. Data subjektif
1. Identitas
Ibu Suami
Nama : Ny.Farissa Tn. Kurniawan
Umur : 20 tahun 25 tahun
Agama : Islam Islam
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Jawa/ Indonesia
Pendidikan : SMA SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga Wirausaha
Alamat : Jl.kantil no.10 ypgyakarta Jl. Kantil no 10. Yogyakarta

2. Alasan dating
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilan.
3. Keluhan Utama
Ibu mengatakan sesak nafas terutama saat tidur

4. Riwayat Menstruasi
Menarce : 12 tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 6 hari
Sifat darah : cair
Teratur :teratur
Keluhan :tidak ada
5. Riwayat Perkawinan
Status pernikahan : sah
Menikah : ke 1
Usia menikah : 18 tahun
Lama pernikahan : 2 tahun

6. Riwayat Obstetri
Hamil Umur Persalinan BBL Nifas
ke- kehamilan Tgl Pnlng Tmpt Komp. BB JK H/M laktasi Kom.
1 4+3minggu bidan BPM abortus

7. Riwayat KB
Jenis kontrasepsi Pasang Lepas
Tahun Oleh Tmpt Kel. Tahun Oleh Tempat alasan
- -

8. Riwayat Kehamilan Sekarang


HPHT : 01 April 2012
HPL : 08 Januari 2013
UK : 12+6
a. Kunjungan ANC
1. Trimester I
Frekuensi : 1X
Tempat : BPM Bidan Farah
Keluhan : sesak nafas terutama saat tidur
Terapi :-
2. Trimester II
Frekuensi :-
Tempat :-
Keluhan :-
Terapi :-
3. Trimester III
Frekuensi :-
Tempat :-
Keluhan :-
Terapi :-
b. Imunisasi TT
1. TT1 :
2. TT2 :
3. TT3 :-
4. TT4 :-
5. TT5 :-

9. Riwayat Kesehatan
- Riwayat Kesehatan/ Penyakit ibu sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang/pernah menderita penyakit menurun seperti ( DM ), Menahun ( hipertensi
), dan menular ( TBC ).

- Riwayat kesehatan/ penyakit keluarga


Ibu mengatakan keuarga tidak pernah menderita penyakit mnurun ( DM ), menahun ( hipertensi), dan
menular ( TBC ), baik dari pihak suami mauun istri
- Riwayat Keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat kembar baik dari pihak suami maupun istri

- Riwayat operasi
Ibu mengatakan tidak pernah melakukan operasi
- Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak pernah mengalami alergi obat.

10. Pola nutrisi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari


a. Nutrisi sebelum hamil setelah hamil
1. Makan
Frekuensi : 3x sehari 4x sehari
Jenis : Nasi, sayur, lauk Nasi,sayur,lauk
Porsi : 1 piring 1 piring
Pantangan : tidak ada tidak ada
Keluhan : tidak ada tidak ada
2. Minum
Frekuensi : 5-6 x sehari 7-8x sehari
Jenis : air putih, teh, kopi air putih, teh, kopi
Porsi : 6 gelas 8 gelas
Pantangan : tidak ada tidak ada

b. Eliminasi
1. BAK : warna kuning, jernih, warna kuning, jernih,
cair, bau khas urine cair, bau khas urine
2. BAB : warna feces , padat warna feces , padat

c. Istirahat
1. Tidur siang
Lama : tidak pernah 1 jam
Keluhan : tidak ada tidak ada
2. Tidur malam
Lama : 7-8 jam 8-9 jam
Keluhan : tidak ada tidak ada

d. Aktifitas
1. Dirumah : IRT IRT
Keluhan : tidak ada aktifitas terganggu
2. Di luar rumah : guru SD guru SD
Keluhan : tidak ada aktifitas terganggu

e. Personal Hygiene
1. Mandi : 2 x sehari 2 x sehari
2. Gosok gigi : 2 x sehari 2 x sehari
3. Keramas : 2 x sehari 2 x sehari
4. Ganti pakaian
- Dalam : 2 x sehari 2 x sehari
- Luar : 2 x sehari 2 x sehari
5. Keluhan : tidak ada tidak ada

f. Seksualitas
1.frekuensi : 3x seminggu 3x seminggu
2. Keluhan : tidak ada tidak ada

11. Kebiasaan – kebiasaan yang merugikan


a. Ibu mengatakan tidak pernah minum jamu
b. Ibu mengatakan tidak pernah minum minuman ber alkohol
c. Ibu mengatakan tidak pernah merokok

12. Data Psikososial, spritual, ekonomi


a. Ibu mengatakan sangat senang dan bahagia dengan kehamilan sekarang ini.
b. ibu mengatakan Suami dan keluarga bahagia dengan kehamilan ibu.
c. ibu mengatakan Hubungan ibu, suami, dan keluarga baik.
d. ibu mengatakn Hubungan ibu dengan tetangga dan masyarakat sekitar baik.
e. Ibu taat menjalankan ibadahnya sesuai agama islam.
f. Budaya yang berpengaruh terhadap kehamilan seperti pantangan makan
tidak ada.
g. ibu mengatakan ekonominya cukup untuk memenuhi kebutuhan seahari-hari.

13. Data pengetahuan ibu tentang kehamilan


a. Ibu sudah mengetahui tentang nutrisi pada ibu hamil, ketidaknyamanan fisiologispada
kehamilan dan cara mengatasinya, cara minum tablet Fe.
b. Yang belum ibu ketahui tanda bahaya pada kehamilan dan persiapan persalinan.

14. Lingkungan yang berpengaruh


a. Hewan peliharaan :Ibu mengatakan tidak ada ataupun tidak memelihara hewan peliharaan di
sekitar rumah.

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum :Baik
b. Kesadaran : Composmentis
c. Tanda-tanda vital
TD : 110/90 mmHg S : 36, 7 °C
N : 80 x/menit R : 22 x/menit
d. Tinggi badan : 165,5 Cm
e. BB sebelum hamil : 49 kg, BB sekarang = 51 kg
f. Lila : 24 cm

2. Pemeriksaan fisik
a) Kepala :Bentuk mesochepal, tidak ada benjolan.
b) Rambut : Bersih, tidak berketombe, tidak rontok.
c) Muka : Bentuk oval, tidak ada luka bekas operasi, tidak
ada kloasma gravidarum, tidak ada odema pada muka.
d) Telinga : Bentuk simetris, terdapat lubang, bersih, tidak ada gangguan
pada pendengaran.
e) Mata : Tidak ada strabismus, konjungtiva merah muda, sklera
tidak ikterik, bersih dan tidak ada sekret.
f) Hidung : berlubang, bersih, tidak ada polip.
g) Mulut : Tidak ada labiopalatoskisis, tidak ada bibir sumbing, tidak
ada eyanosis, gusi tidak berdarah, lidah agak kotor, bibir pecah pecah.
h) Leher : Tidak ada pembesaran kalenjar tiroid, parotis, limpe, dan
vena jugularis.
i) Dada : Tidak ada retraksi di dinding dada dan nyeri tekan ,
pernafasan teratur.
j) Payudara : Payudara simetris, hiperpigmentasi pada areola mamae
,puting susu menonjol, kolostrum sudah keluar, vaskularisasi
meningkat, tidak ada massa dan benjolan.
k) Abdomen :
Terjadi pembesaran vertikal sesuai dengan usia kehamilan, terdapat linea nigra dan striae
gravidarum, tidak ada luka bekas operasi .
Palapsi leopold : Teraba Ballotement
Leopold I :-
Leopold II :-
Leopold III : -
Leopold IV : -
Osborn test :-
TFU :-, TBJ: -
Auskultasi DJJ ( + ) : -
l) Ano-genetal :Tidak ada odem dan varises, tidak ada
pembesaran kalenjar bartolini dan skene, tidak ada
cairan abnormal yang keluar dari vagina, tidak
ada hemoroid pada anus.
m) Ekstremitas atas : Pucat, tidak ada oedema, jari-jari lengkap
n) Ekstremitas bawah : Pucat, tidak ada odema, , jari- jari lengkap, refleks patella ( +/+ ).
o) Pemeriksaan panggul : - ( bila perlu)

II. INTERPRETASI DATA


a. Diagonsa Kebidanan
Seorang Ibu Ny.”S” umur 21 tahun G2P1A0 umur kehamilan 9 minggu, dengan kehamilan normal
Data dasar:
a. Data Subyektif:
Ibu mengatakan ini kehamilan keduanya
Ibu mengatakan umur ibu 20 tahun
Ibu mengatakan HPHT 01 April 2012
Ibu mengatakan pernah abortus
Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit berat
b. Data Obyektif:
KU : baik
Kesadaran : composmentis
Vital Sign :
* TD : 110/90 mmHg * S : 36,7°C
* N : 80 x/menit * R : 22 x/menit
TFU Mc. Donald :-
Palpasi Leopold : teraba ballotement
Leopold I :-
Leopold II :-
Leopold III : -
Leopold IV : -
DJJ (+) :-
c. Pemeriksaan Penunjang :
- Laboratorium : Tidak dilakukan
- Rontgen : Tidak dilakukan
- USG : Tidak dilakukan

III. DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL


Tidak ada

IV. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA


Tidak ada

V. PERENCANAAN Tanggal :4 juni 2012 Jam: 10.30 WIB


1. Beri informasi mengenai keadaan ibu dan janinnya.
2. Beri konseling tentang sesak nafas yang terjadi pada ibu dab cara menguranginya
3. Beri KIE tentang tanda bahaya kehamilan.
4. Beri Konseling gizi seimbang kepada ibu.
5. Beri tablet Fe dan beri penjelasan cara mengkonsumsi.
6. Beri dukungan psikologis kepada ibu dalam menghadapi kehamilan.
7. Beri tahu ibu tentang kunjungan ulang.

VI. PELAKSANAAN Tanggal: 4 juni 2012 Jam: 10.35 WIB


1. Memberikan informasi mengenai hasil pemeriksaan, meliputi: kondisi umum ibu dan janin baik,
tekanan darah ibu110/90 mmHg, nadi ibu 80 x/menit, suhu tubuh ibu 36,7°C,.
2. Beri konseling tentang sesak nafas dan cara untuk meringankannya yaitu bahwa sesak nafas yang i
alami ibu adalah fisiologis/ normal yang dikarenakan adanya pembesaran rahim pada ibu, dan cara
menguranginya adalah dengan memposisikan bagian kepala ibu lebih tinggi dari pada saat akan tidur.
3. Memberikan informasi mengenai tanda bahaya kehamilan yang meliputi: perdarahan pervaginam,
sakit/nyeri kepala hebat, masalah visual/penglihatan, bengkak pada muka dan tangan, nyeri abdomen
yang hebat, serta gerakan janin yang berkurang/hilang.
4. Memberikan informasi mengenai asupan nutrisi yang harus dipenuhi ibu selama kehamilan
meliputi: jenis makanan yang bergizi bagi ibu dan janinnya, seperti mengkonsumsi sayuran hijau dan
buah-buah segar. proses memasak yang benar, yaitu dengan masak sayur tidak terlalu lama, dan
memasak daging hingga matang,.
5. Memberikan ibu tablet Fe sebanyak 20 biji diminum 1x sehari menggunakan air putih atau air
jeruk, tidak boleh menggunakan kopi, teh, susu.
6. Memberikan informasi tentang persiapan ibu dalam menghadapi persalinan, meliputi rencana
persalinan (tempat, penolong, transportasi, cara menghubungi tenaga kesehatan, dan biaya), persiapan
perlengkapan yang akan dibawa, yang akan menemani ibu dalam persalinan, dan yang akan mengambil
keputusan.
Memberikan dukungan psikologis kepada ibu dengan melibatkan ibu dalam pengambilan keputusan,
menghargai setiap pendapat ibu dan melibatkan keluarga terutama suami untuk mendampingi ibu
dalam melakukan pemeriksaan.
7. Memberitahu ibu tentang kunjungan ulang yaitu 2 minggu lagi dan kembali jika ada keluhan.

VII . Evaluasi Tanggal :4 juni 2012 Jam: 10.50 WIB


1. Ibu senang setelah mengetahui hasil pemeriksaanya, keadaan ibu dan janinnya baik dan sehat.
2. Ibu mengatakan sudah mengetahui dan mengerti tentang tanda-tanda bahaya kehamilan yang
ditandai dengan ibu dapat mengulang kembali apa yang talah disampaikan kepada ibu oleh bidan.
3. Ibu sudah mengetahui tentang apa saja yang dipersiapkan untuk persalinan dan ibu akan mulai
mempersiapkannya dari sekarang.
4. Ibu sudah diberikan tablet Fe dan bersedia untuk meminum tablet Fe tepat waktu dan teratur.
5. Ibu mengerti dan bisa mengulang kembali tentang KIE perencanaan persalinan
6. Ibu mengatakan akan melakukan kunjungan ulang 2 minggu lagi atau jika ada keluhan.
7. Hasil tindakan telah di dokumentasikan.

Diposting oleh Nining Warningsih di 18.18


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
1 komentar:

YVC I GC-0128 Maret 2016 21.55


terimakasih infonya
http://yvc-i-gc012.blogspot.co.id/
Fatimah Bt Tony2 Juli 2015 08.46
wow.. perkongsian yg sangat menarik..
tips ibu hamil
Balas

YVC I GC-0128 Maret 2016 21.59


terimakasih infonya
http://yvc-i-gc012.blogspot.co.id/
Balas

uhan kebidanan pada ibu hamil TM II

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Asuhan antenatal (Antenatal Care) meliputi pengawasan terhadap kehamilan untuk mendapatkan
informasi mengenai kesehatan umum ibu, menegakan secara dini penyakit yang menyertai kehamilan,
menegakkan secara dini komplikasi kehamilan dan menetapkan resiko kehamilan (resiko tinggi, resiko
meragukan, atau resiko rendah).Asuhan antenatal juga untuk menyiapkan persalinan menuju kelahiran
bayi yang baik (well born baby) dan kesehatan ibu yang baik (well health mother) mempersiapkan
pemeliharaan bayi dan laktasi, memfasilitasi pulihnya kesehatan ibu yang optimal pada saat akhir kala
nifas.
Dalam praktek kedua istilah well born body dan well health mother dipakai tanpa beda, dalam arti lebih
luas pengawasan antenatal berarti mempersiapkan pasangan baru meningkat menjadi orang tua yang
efektif, meningkatkan pengertian bahwa keluarga adalah bagian dari masyarakat, mencari faktor sosial
budaya yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan umum ibu hamil, dan
meningkatkan pengertian tentang merencanakan keluarga dan keluarga berencana, untuk
meningkatkan kesejahteraan umum keluarga. Selain makna tersebut pengawasan antenatal
menanamkan hubungan seksual yang sehat untuk meningkatkan keharmonisan keluarga dan
menghindari penyakit inflamasi panggul dan infertilitas.
Diera globalisasi saat ini yang terus menerus menghadapi siatuasi yang mengandalkan IPTEK, yang
membuat bidan serta klien (ibu hamil dan melahirkan) semakin kritis terhadap mutu pelayanan
kesehatan/kebidanan.Dengan demikian pelayanan kebidanan yang hanya mengandalkan pengalaman
maupun kepercayaan tidak dianjurkan karena tidak dapat dipertanggung jawabkan. Apalagi jika kita
mengevaluasi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tinggi (th 1997 yaitu
334/100.000 kelahiran hidup) maka pelayanan kebidanan selayaknya dilaksanakan berdasarkan teori
yang dapat dipertanggung jawabkan dan berdasarkan realita.

1.2 Tujuan
a. Tujuan Umum
Dalam melakukan praktek klinik kebidanan, mahasiswa mampu melaksanakan asuhankebidanan pada
kasus ibu hamil normal dengan lebih banyak menimba ilmu baik secara teori maupun lapangan.

b. Tujuan Khusus
Setelah melakukan asuhan kebidanan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Mengerti serta memahami teori kehamilan fisiologis
2. Melakukan pengkajian pada kasus yang ada
3. Mengidentifikasi diagnosa/masalah kebidanan berdasarkan data subyektif dan obyektif
4. Menentukan masalah potensial yang mungkin terjadi
5. Menentukan kebutuhan segera
6. Merencanakan tindakan yang akan dilakkan untuk menangani kasus yang ada
7. Melaksanakan perencanaan yang telah ditentukan
8. Mendokumentasikan secara benar

1.3 Batasan Masalah


Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama kehamilan, persalinan dan nifas,
sehingga didapatkan ibu dan anak sehat.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Definisi

Pada umumnya kehamilan berkembang secara normal dan mengshasilkan kelahiran


bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir, namun ini tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sulit sekali
diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah, oleh karena itu asuhan antenatal
merupakan cara penting untuk memperhatikan ibu dan kehamilannya.
Kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah (normal) dan bukan patologis. Tetapi kondisi
normal dapat menjadi patologis/abnormal. Masa hamil berlangsung 280 hari atau 40 minggu. Setiap
perempuan berkepribadian unik dan kehamilan unik pula, dimana terdiri atas Bio, Psikologis, Social,
yang berbeda pula, sehingga dalam memperlakukan pasien satu dengan yang lainnya juga berbeda dan
tidak boleh disamakan.
Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. Kehamilan triwulan pertama (antara 0 sampai 12 minggu).
2. Kehamilan triwulan kedua (antara 12 sampai 28 minggu).
3. Kehamilan triwulan ketiga/terakhir (antara 28 sampai 40 minggu).
Dimana setiap trimester memiliki ciri khas tertentu. Dikatakan masa kehamilan dimulai dari masa
konsepsi, pertemuan sel sperma dan sel telur, pembuahan, nidasi, sampai membentuk janin dan
terbentuknya seluruh tubuh janin sehingga saatnya melahirkan.
Pada masa hamil lah terjadinya banyak perubahan pada tubuh ibu misalnya, rahim membesar karna
pertumbuhan janin yang semakin berkembang. Dinding perut semakin melebah mengikuti pertumbuhan
janin, payudara membesar dan tenggang karena produksi ASI.
Kehamilan yang sehat akan menghasilkan bayi yang sehat, dan ibu melahirkan selamat.
2.2. Diagnosa Kehamilan
Kehamilan ditegakkan berdasarkan : gejala dan tanda tertentu yang diperoleh melalui
riwayat dan ditemukan pada pemeriksaan serta hasil laboratorium.

2.2.1. Tanda Dugaan Hamil


a) Amenorea (tidak datang haid).
b) Payudara tegang
c) Mengidam (ingin makanan khusus)
d) Mual muntah pagi hari (morning sickness)
e) Hipersalivasi
f) Konstipasi
g) Pigmentasi kulit

2.2.2. Tanda Kemungkinan Hamil


a) Pembesaran rahim dan perut
b) Pada pemeriksaan dijumpai
− Tanda hegar
− Tanda chadwik
− Tanda discasek
− Teraba ballotement
c) Reaksi pemeriksaan kehamilan positif

2.2.3. Tanda Pasti Hamil


a) Gerakan janin dalam rahim terasa, dan teraba bagian janin.
b) Pemeriksaan USG
c) Terdenagr denyut jantung janin.

2.3.Tahap Perubahan dan Perkembangan Janin, Serta Perubahan Terhadap Maternal


2.3.1. Perubahan dan Perkembangan Janin
0-4 Minggu
Pada minggu-minggu awal ini, janin memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga
ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sum sum tulanh belakang yang masih sederhana, dan
tanda- tanda wajah yang akan terbentuk.

4-8 Minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 4 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ
tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang belakang wajah, mata, kaki dan tangan.

8-12 Minggu
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah
terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang
terus berkembang dengan pesat. Dan memilliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam
rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapt melakukan aktifitas seperti menendang dengan
lembut. Organ-organ utama janin kini telah terbentuk.

12-16 Minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya apat didengarkan
melalui ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat menunjukan ekspresi tertentu dan mulai tumbuh
alis dan bulu mata. Kemudia janin sudah mulai dapat memutar kepalanya dan membuka mulut.
Rambutnay muali tumbuh kasar dan berwarna.

16-20 Minggu
Janin mulai bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul
dibelakang gigi susu. Tubuhnya ditumbuhi rambut halus yang disebut lanugo. Janin bisa menghisap
jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indra pengecap mulai berkembang dan bisa
membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jari mulai tampak.

20-24 Minggu
Pada sat ini ternyata besar tubuh janin mulai sebanding dengan badanya. Alat
kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya muli terbuka, dan mulai melakukan gerakan
pernafassan. Pusat-pusat tulangntya pun mulai mengeras. Selain itu, Kini ia mulai memiliki waktu-waktu
tertentu untuk tidur.

24-28 Minggu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan dikulit kepalanya
rambut mulai bertumbuhan, kelompok matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Janin dapat
mendengar, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Janin dapat menegnali suara ibunya
dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan pada masa ini
merupakan masa-mas bagi sang janin mempersiapkan dirinya menghadapi hari kelahirannya.

28-36 Minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karna beratnya yang semakin bertambah, namun
matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya, kepalanya sudah
mulai mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna.

38 Minggu
Kepalanya sudah berada pada rongga panggul, seolah-olah mempersiapkan diri
bagi kelahirannya kedunia. Ia kerap berlatih bernapas, menghisap dan menelan. Rambut-rambut halus
di sekujur tubuhnya mulai menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang
biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah lahir. Sat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjaid
kapan saja.

2.3.2.Perubahan Terhadap Maternal


Suatu kehamilan normal biasanya berlangsung 280 hari, selama ini terjadi perubahan
yang menakjubkan baik pada ibu maupun janin. Janin berkembang dari 2 sel ke satu bentuk yang akan
mampu hidup di luar uterus.

Adapun perubahan yang terjaid ada 3 bagian, yaitu :


a. Trimester pertama minggu ke 1-14/ bulan 1-3
Ibu terlambat menstruasi, payudara menbjadi nyeri dan membesar, kelelahan, dan ibu akan mengalami
dua gejala terakhir selama 3 bulan berikutnya yaitu morning sickness atau mual muntah yang biasanya
dimulai sekitar 8 minggu dan mungkin berkhir sampai 12 minggu.
b. Trimester kedua minggu 16-24/ bulan 4-6
Fundus berada ditengah antara simpisis dan pusat, sekris vagina meningkat tetapi tetap normal juka
tidak gatal, iritasi dan berbau, bulan ke 5 TFU 3 jari dibawah pusat, payudara melai sekresi kolostrum,
kantungketuban menampung 400 ml cairan. Bulan ke 6 fundus sudah diatas pusat, sakit punggung dan
kram pada kaki mungkin melai terjadi, mengalami gatal-gatal pada abdomen karrena uterus dan kulit
merenggang.
c. Trimester keiga minngu ke 28-36/ bulan 7-9
Fundus berada di pertengahan antara pusat dan PX, hemoroid mungkin terjadi, pernapasan dada
berganti menjadi npenapasan perut, mungkin ibu lelah menjalani kehamilannya dan ingin sekali menjadi
ibu, ibu juga sulit tidur. Bulan kesembilan, penurunan kepala ke panggul ibu/kepala masuk PAP, sakit
punggung dan sering kencing, barxton Hik meningkat karna serviks dan segmen bawah rahim disiapkan.
2.4.Perubahan Psikologis Pada ibu hamil

1. Trimester Pertama
Segera setelah, konsepsi kadar hormon progesteron dan ertrogrn dalam tubuh akan meningkat dan ini
menyebabkan timbulkan mual muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan besarnya payudara, bu merasa
tiak sehat dan sering kali membenci kehamilannya, pada trimester pertama seorang ibu akan selau
mencari tanda-tanda untuk lebh meyakinkan bahwa dirinya memang hamil.

2. Trimester Kedua
Pada trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat, ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon
yang lebih tinng dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang, perut ibu belum teralu besar
sehingga belum dirasakan sebagai beban, ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat
merasakan gerakan bayinya, dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya, banyak ibu terlepas dari rasa
kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester pertama.
3. Trimester ketiga
Trimester ketiga sering kali disebut periode menggu atau waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak
sabar menunggu kelahiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan 2 hal yang
mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang-kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-
waktu, ini menyebabkan ibu meninggkatkankewaspadaan akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadi
persalinan, ibu sering kali mersa khawatir atau kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal.

2.5.Nasihat-nasihat Untuk Ibu Hamil


Diet dan Pengawasab Berat Badan
Wanita hamil dan menyusui harus betul-betul mendapat perhatian susunan dietnya, terutama
mengenai jumlah kalori, ptotein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Kekurangan
nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, perdarahan pasca persalinan dan sebagainya. Sedangkan
makanan berlebihan karna dianggap untuk 2 orang (ibu dan janin), dapat mengakibatkan komplikasi-
komplikasi seperti gemuk, pre-eklamsi, janin besar dan sebagainya. Anjurkan wanita tersebut makan
seccukupnya saja. Bahan makanan tak perlu mahal, akan tetapi cupup mengandung protein baik hewani
maupun nabati. Seperti diketahui, kebutuhan akan gizi selama kehaminan meningkat.
Adapun kebutuhan ini dipergunakan untuk pertumbuhan plasenta, perumbuhan voluma darah, mamae
membesar dan metabolisme basal yang meningkat. Sebagi pengawasan akan keculupan gizi ini dapat
dipai kenaikan berat badan wanita himil tersebut. Kenaiksn berat badan wanita hamil rata-rata 6.5 kg
sampai b16 kg.

Merokok
Merokok adalah kebiasaan yang dilarang keras, baik pada saat hamil maupun tidak hamil dan baik
merokok secara katif maupun pasif. Adalah kenyataan bahwa wanita-wanita yang terlalu banyak
merokok melahirkan anak yang lebih kecil, atau mudah mengalami abortus dan partus prematurus.
Maka dari itu, sbeiknya wanita hamil dilarang merokok.

Obat-obatan
Jangan memberikan obat yang tidak perku benar, terutama pada trimesdter pertama dan kedua
kehamilan. Ada obat yang teratogenik sehingga dapat meenimbulkan kelainan teratogenig pada janin,
misalnya thalidomid, yang sekarang telah dicabut dalam peredaran.

Kebersihan dan Pakaian


Kebersihan harus selalu dijaga pada masa kehamilan. Mandi diperlukan untuk kebersihan atau hygiene
terutama perawwatan kulit, karena fungsi ekskresi dan keringat bertambah. Dianjurkan menggunakan
sabun yang lembut/ringan. Mandi berendam tidak dianjurkan. Baju hendaknya yang longgar dan mudah
dipakai. Sepatu atau alas kaki lain dengan tumit tinggi hendaknya jangan dipakai, oleh karena itu tempat
titik berat wanita hamil berubah, sehingga mudah tergelincir dan terjatuh.

Koitus
Bila dalam anamnesa ada abortus sebelum kehamilan yang sekarang, sebaiknya koitus ditunda sampai
kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu plasenta sudah terbentuk, serta kemungkinan abortus menjadi
lebih kecil. Pada umumnya koitus memang diperbolehkan pada kehamilan jika dilakukan dengan hati-
hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk PAP, koitus sebaiknya dihentikan karena dapat
menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan.

Perawatan Gigi
Pada trimester pertama wanita hamil mengalami enek dan muntah (morning sickness). Keadaan ini
menyebabkan perawwatan gigi tidak diperhatikan dengan baik, sehingga tumbuh karies, ginggivitis, dan
sebagainya. Bila kerusakan gigi ini tidak diperhatikan dengan baik, hal itu dapat mengakibatkan
komplikasi, seperti nefritis oleh karena rongga mulut. Misalnya, pulpitis, yang telah menahun, dapat
menjadi sarang infeksi yang dapat menyebar kemana-mana. Maka dari itu bila keadaan memungkinkan,
tiap hamil harus memeriksakan gignya secara teratur sewaktu hamil.

Imunisasi
Tiap wanita hamil yang akan berpergian keluar negri dan di dalam negri dibolehkan mengambil
bvaksinasi ulangan terhadap cacar, colera dan tifus. Dahulu di indonesia pencacaran merupakan suatu
keharusan, maka untuk wanita hamil opencacaran merupakan pencacaran ulang yang tidak
membahayakan. Tapi bila ada wabah, maka pencacaran walaupun untuk pertama kali tetap dilkukan
untuk melindungi ibu dan janin. Virus vaksin dapat melewati plasenta dan dapat menyebabkan
kerusakan-kerusakan pada macam-macam alat dan plasenta. Biasanya infeksi transplasenta hanya
terjadi pada wanita hamil yang baru pertama kali dicacar. Maka dari itu dianjurkan untuk pencacaran
pertama sebaiknya dilakukan sebelum tua kehamilan melewati 20 minggu. Untuk melindungi janin yang
akan dilahirkan terhadap tetanus neonatorium dewas ini dianjurkan untuk diberikan toxoid tetanus
pada ibu hamil.

Perawatan Payudara
Perawatan payudara merupakan sumber air susu yang akan menjadi makanan utama bagi bayi, karena
itu, jauh sebelumnya harus sudah dirawat. Kutang yang dipakai harus sesuai dengan besarnya payudara,
yang sifatnya harus menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan. Dua bulan sekali
dilakukan massage, kolostrum dikeluarkan untuk mencegah putingg susu kering dan mudah pecah,
maka putting susu dab aerola payudara dirawat baik-baik dengan cara dibersihkan menggunakan air
sabun atau biocream bila putingg sus masuk kedalam perbaiki dengan cara menarik-narik keluar.

Posisi Meneran
Seorang bidan hendaknya membiarkan ibu bersalin atau melahitkan memilih posisi melahirkan yang
diinginkan dan bukan berdasarkan keinginkan bidanya sendiri. Dengan kebebasan untuk menentukan
posisi yang dipilihnya, ibu akan merasa aman.

Berdasarkan penelitian pilihan posisi berdasarkan keinginan ibu :


 Memberi banyak manfaat
 Sedikit rasa sakit dan ketidaknyamanan
 Kala II persalinan dapat menjadi lebih sedikit
 Lebih membantu dalam meneran
 Nilai APGAR lebih baik.

Posisi untuk meneran :


 Posisi berjongkok, berlutut, merangkak
 Posisi jongkok/ setengah jongkok
 Posisi merangkak
 Posisi mereng ke samping
 Posisi berdiri

Cara Mengedan
Mengedan baru boleh dilakukan setelah pembukaan lengkap, yaitu mulut rahim sudah membuka kira-
kira 10 cm. Jika para calon ibu mengedan sebelum pembukaan lengkap, bisa-bisa mulut rahim
pembengkakan dan bisa menghambat proses pembukaan dan berujung pada lamanya proses
persalinan. Juga agar ibu tidak tidak kehabisan tenaga karena tidak kelelahan pada waktu tiba
sebenarnya untuk waktu para ibu harus menarik nafas panjang untuk menghindari rasa ingin mengedan
dan mengurangi rasa nyeri kontraksi.

2.6.Pemeriksaan Kehamilan (ANC)


ANC adalah pemeriksaan / pengawasan antenatal adalah periksaan kehamilan
untuk mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga, mampu menghadapi
persalinan, nifas, persiapkan pemberian ASI, dan kehamilan kesehatan reproduksi secara wajar.
Tujuan utama ANC adalah menurunkan/ mencegahan kesakitan dan kematian maternal dan
perinatal.
Sedang tujuan Khusus ANC adalah:
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tubuh kembang bayi
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu
3. Mengenal secara dini adanya, ketidak normalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil
termasuk riwayat penyakit secara, umum, kebidanan, dan pembedahan.
4. Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya dengan
trauma semenimal mungkin
5. Mempersiapkan ibu agar semasa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima, kelahiran bayi agar dapat tumbuh
kembang secara optimal.
Kunjungan ANC sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu :
Satu kali pada trimester 1
Satu kali pada trimester II
Dua kali pada trimester III
Pemeriksaan pertama, dilakukan segera setelah ketahui terlambat haid, Kunjungan ANC yang saint
adalah:
- setiap bulan sampai kehamilan 28 munggu
- setiap 2 minggu sampai umur kehamilan 32 minggu
- setiap 1 minggu sejak kehamiilan 32 minggu sampai terjadi kehamilan.
- pemeriksaan khusus jika ada keluhan tertentu

Pelayanan Asuhan Standar Minimal “7T”


1.Timbang berat badan
1.Tekanan darah
2. Tinggu fundus uteri (TFU)
3. TT lengkap imunisasi
4. Tablet Fe minimal 90 paper selama kehamilan
5.Tengok / periksa ibu hamil dari ujung rambut sampai ujung kaki
6.Tanya (temu wicara) dalam rangka persiapan rujukan

2.6.1 Standar Pelayanan Ante Natal Care (ANC)


Standar 1 : Metode Asuahan,
Asuahan kebidanan dilakukan dengan metode manajamen, kebidanan dengan langkah :
Pengumpulan data dan analisis data, penentuan diagnosa perencananevaluasi dan dokumentasi.
Standar 2: Pengkajian
Pengumpulan data tentang status kesehatan klien di lakukan sacara sistematis berkisinambungan. Data
yang dioeroleh dicatat dan dianalisis.
Standar 3 : Identifikasi ibu hamil
Bidan memlakukan kunjungan rumah dan berintraksi dengan masyarakat secara berkala untuk
memberikan penyuluhan dan memotipasi ibu , suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu
untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan teratur.
Standar 4 : Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal
Bidan memeberi sedikitnya 4x pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan
ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah pembengkakan berlangsung normal. Bidan juga
harus mengenal kehamilan risti/ kelainan, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS, (Penyakit
Menular Seksual) / infeksi HIV (Human Imumuno Deficiency Virus) ; memberikan pelayanan imunisasi ,
nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas, mereka
harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu
megambil tindakan yang diperlikan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
Standar 5 : Palpasi Abdomenal
Bidan melakukan pemeriksaan abdomenal secara seksama dan melakukan abdominal secara
seksama dan melakukan palpasi untuk pemeriksaan usia kehamilan; serta bila umur kehamilan
bertambah memeriksa posisi, bagian terendah janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan,
serta melakukan rujukan tetap waktu.
Standar 6 : Pengelolaan Anemia pada Kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan / atau rujukan semua khasus
anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan
Bidana menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda
serta gejala preeklamsi lainnya, serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.
Standar 8 : Pemeriksaan Persalinan
Bidan memberipat kepadakan saran yang tepat pada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester
ke tiga, untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman suasana yang
menyengkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya untuk
merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat, Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah
untuk hal ini.
2.6.2 Penatalaksanaa Ante Natal Care (ANC)
Timbang berat badan
Ukuran berat badan kg tanpa sepatu dan memakai yang seringan-ringannya. Berat badan kurang
dari 45 kg pada trimester III dinyatakan ibu kurus kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan
lahir rendah. Ukur tekanan darah.
Ukur (Tinggi) Fundus Uteri
Pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia
kehamilan; serta bila umur kehamilan bertambah, memeriksa posisi, bagian terendah janin dan
masuknya kepala janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat
waktu.
Pemberian imunisasi TT lengkap, untuk mencegah tetanus neonatorum.

2.6.3 Kunjungan Antenatal Care


Kunjungan antenatal sebauknya di lakukan 4 kali selama kehamilan (Saifuddin,2006) yaitu:
1. Satu kali trimester pertama
2. Satu kali trimester kedua
3. Dua kali trimester ke tiga
2.6.4 Kriteria Keteraturan ANC
a. Pemeriksaan kehamilan dilakukan berulang-ulang dengan ketentuan sebagai berikut:
1.Pemeriksaan pertama kali yng ideal sedini mungkin ketika haid nya terlambat satu bulan
2.Periksa ulang 1 x sebelum sampai kehamilan 7 bulan
3. Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan
4.Pemeriksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan
5.Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan
b. Berdasarkan keterangan di atas dapat di simpulkan bahwa, ibu hamil secara ideal melaksanakan
perawatan kehamilan maksimal 13-15 kali. Dan minimal 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester 1, 1 kali pada
trimester II dan dua kali pada trimester III, Namun jika terdapatt kelainana dalam kehamilannya, maka
frekuensi pemeriksaan di sesuaikan menurut kebutuhan masing-masing sehingga dapat di simpulkan
bahwa dikatakan teratur juka ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan >4 kali kunjungan, kurang
teratur : pemeriksaan kehamilan 2-3 kali kunjungan dan tidak teratur jika ibu hamil hanya melakukan
pemeriksaan kehamilan < 2 kali kinjungan.

2.6.5 Dampak Ibu Hamil Tidak ANC


1. Tidak terdeteksinya kelainan-kelainan kehamilan
2. Meningkatkan angka mortalitas dan mortabilitas ibu
3. kelaianan fisik yang terjadi pada saat persalaman tidak dapat dideteksi secara
dini.

BAB III
KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN

3.1. Definisi
Asuhan kebidanan adalah aktifitas atau interaksi yang dilakukan oleh bidan kepada klien yang
membutuhkan atau mempunyai permasalahan dalam bidang pengetahuan
Dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien, bidan menggunakan metode pendekatan dan
pemecahan masalah dengan difokuskan pada suatu proses sistematis dan analisis dalam memberikan
asuhan kebidanan. Kita menggunakan 7 langkah management kebidanan menurut Varney, yaitu :
I. Pengkajian
II. Identifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan
III. Identifikasi diagnosa, dan masalah potensial
IV. Identifikasi kebutuhan segera
V. Intervensi/pengembangan rencana
VI. Implementasi
VII. Evaluasi
3.2. Management Kebidanan Varney
I.Pengkajian Data
A.Data Subyektif
1. Biodata
a. Nama ibu dan suami
Ditanyakan nama dengan tujuan agar dapat mengenal / memanggil penderita atau ibu dan tidak keliru
dengan penderita-penderita yang lain.
b. Usia ibu dan Suami
Hal ini terutama untuk mengetahui keadaan ibu, terutama pada kehamilan pertma kali atau primipara.
Apakah ibu itu termasuk primipara biasa atau primipara tua, atau
untuk mengetahui apakah ibu mempunyai resiko tinggi atau tidak (umur < 16 tahun atau 35 tahun).
c. Agama
Hal ini ditanyakan berhubungan dengan perawatan penderita atau kepercayaan klien dalam beragama.
Dalam keadaan yang gawat ketika memberikan pertolongan dan perawatan dapat diketahui dengan
siapa harus berhubungan, misalnya pada Islam memanggil kyai, agama kristen memanggil
pendeta/pastur.
d. Pendidikan
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dan suami sebagai dasar dalam memberikan KIE.
e. Pekerjaan
Yang ditanyakan pekerjaan suami dan ibu sendiri.Menanyakan pekerjaan ini untuk mengetahui
bagaimana taraf hidup dan sosial ekonomi penderita itu agar nasehat kita nanti sesuai.
f. Suku bangsa
Untuk mengetahui statistik tentang kehamilan.Mungkin juga untuk menentukan prognosa kehamilan
dengan melihat keadaan panggul.Misal wanita Asia dan Afrika biasanya mempunyai panggul bundar dan
normal bagi persalinan dan biasanya wanita dan berat panggulnya ukuran melintang lebih panjang
tetapi ukuran muka belakang lebih kecil.
g. Alamat
Untuk mengetahui ibu itu tinggal dimana, menjaga kemungkinan bila ada ibu yang namanya
bersamaan.Ditanyakan alamatnya agar dapat dipastikan ibu yang mana yang hendak ditolong.
2. Status perkawinan
Ditanyakan kepada ibu itu berapa lama dan berapa kali kawin.Ini untuk membantu menentukan
bagaimana keadaan alat kelamin dalam ibu tersebut.
3. Keluhan utama
Keluhan yang dirasakan oleh klien saat ini atau yang menyebabkan klien datang ke RS.
4. Riwayat kebidanan
Ditanyakan tentang keadaan menstruasi yang lalu kapankah menarche terjadi pada
ibu, waktu umur berapa? Untuk mengetahui keadaan kelamin dalam, normal atau tidak.Apakah kalau
datang menstruasi terasa amat sakit?Berapa lama menstruasi?Bagaimana keluarnya?Kapan menstruasi
yang akhir? Keterangan ini digunakan untuk membantu diagnosa lamanya kehamilan dan untuk
menduga kapankah kira-kira anak akan dilahirkan.
5. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
a. Kehamilan : Untuk mengetahui apakah ibu sebelumnya pernah hamil berapa, saat hamil ada resiko
atau penyakit kehamilan atau tidak.
b. Persalinan : Meliputi jenis persalinan ditolong siapa dimana dan bagaimana keadan bayi persalinan
(BB/PB) waktu persalinan ada penyakit atau tidak.
c. Nifas : Meliputi ada tidaknya penyakit/gangguan selama masa nifas dan laktasi.
Bagaimana penyakit waktu kehamilan, persalian dan nifas yang kita dapat diantisipasi dengan segera
oleh petugas kesehatan sehingga komplikasi tidak terjadi.
6. Riwayat kehamilan sekarang
Untuk mengetahui apakah ibu pernah memeriksakan kehamilannya, dimana, sudah berapa kali, keluhan
saat hamil muda dan tua, mendapatkan suntik TT berapa kali, penyuluhan apa saja yang pernah didapat.
7. Riwayat kesehatan yang lalu
Untuk mengetahui apakah ibu pernah menderita penyakit salah satu faktor predisposisi misal : myoma
uteri.
8. Riwayat kesehatan keluarga
Untuk mengetahui apakah dikeluarga mempunyai penyakit menurun dan menahun maupun menular.
9. Pola kebiasaan sehari-hari
Untuk mengetahui kebiasaan ibu yang dilakukan ibu selama hamil dan saat hamil
a. Pola nutrisi
Hal-hal yang ditanyakan bagaimana nafsu makannya, berapa kali makannya dalam sehari, jumlah
minumnya, ditanyakan pola-pola makan selama hamil karena makanan dan minuman merupakan salah
satu faktor penting didalam pertumbuhan dan perkembangan janin serta mempertahankan kondisi
klien.
b. Pola eliminasi
Apakah ibu selama hamil dan sebelum hamil BAB/BAK ada keluhan atau tidak
lancar atau tidak, berapa kali frekuensi dalam 1 hari.
c. Pola aktivitas
Data yang perlu ditanyakan adalah bagaimana kegiatan sebelum hamil dan saat hamil.
d. Pola personal hygiene
Yang ditanyakan adalah bagaimana menjaga kebersihan tubuhnya seperti : berapakali mandi dalam
sehari, ganti baju dalam sehari, gosok gigi dalam sehari, keramas dalam seminggu.
e. Pola istirahat
Ditanyakan berapa jam tidur siang dan malam sebelum hamil dan saat hamil.

10. Riwayat psikososial


Yang ditanyakan adalah bagaimana keadaan psikis saat ini, bagaimana hubungan klien dengan keluarga
dan tetangga, bagaimana tentang kehamilannya saat ini.
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan fisik umum
a. Keadaan umum
Untuk mengetahui keadaan secara keseluruhan yaitu meliputi kesadaran, postur tubuh, ara berjalan,
raut wajah.
b. Tanda-tanda vital
Untuk mengetahui/mendeteksi dini adanya penyulit atau komplikasi
2. Pemeriksaan fisik umum
a. Inspeksi
Untuk mengetahui kesimetrisan, kebersihan, serta keabnormalan dan kenormalan pada tubuh yang
meliputi : kepala, muka, mata, hidung, mulut/gigi, telinga, leher, dada/payudara, ketiak, perut, anus,
ekstrimitas.
b. Palpasi
Untuk mengetahui ada tidaknya nyeri tekan, pembesaran kelenjar dan kekonsistensian. Pemeriksaannya
meliputi : leher, dada/payudara, perut.
c. Auskultasi
Untuk mengetahui ada tidaknya bunyi yang normal/abnormal.
d. Perkusi
Untuk mengetahui reflek patella positif/tidak
3. Pemeriksaan penunjang
Untuk membantu dalam penentuan diagnosa dan pemberian pengobatan
II. Interpretasi Data (Identifikasi Diagnosa dan Masalah)
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa dari data subyektif dan data
obyektif kemudian masalah dan kebutuhan saat itu.
2. Masalah : muncul dari psiko, sosio, spiritual, culture dan lain-lain
3. Kebutuhan :
- Istirahat yang cukup
- Tanda-tanda bahaya kehamilan TM III
- Gizi Ibu hamil

III. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial


Untuk mengetahui/menentukan diagnosa/masalah potensial berdasarkan interpretasi data yang benar
atas data-data yang telah dikumpulkan.
IV. Identifikasi Kebutuhan Segera
Untuk mengetahui tindakan segera yang dibutuhkan untuk menangani adanya komplikasi atau penyulit.
V. Intervensi
Untuk menentukan tujuan, kriteria dari diagnosa yang ditentukan kemudian menentukan rencana yang
akan dilakukan.
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan Ibu mengerti dan
menerima penjelasan yang diberikan petugas.
Kriteria :Ibu dapat mengulang penjelasan yang diberikan.
Intervensi
1. Lakukan pendekatan terapeutik pada pasien dengan komunikasi terapeutik
Dengan komunikasi dapat terjalin kerjasama dan kepercayaan pasien terhadap tenaga kesehatan.
2. Beri penjelasan tentang keadaan kehamilannya
Penjelasan informasi tentang keadaan kehamilannya.
3. Jelaskan pada pasien tentang bahaya kehamilan TM III
Menambah pengetahuan dan untuk mengantisipasi Ibu kapan harus segera ke RS.
4. Beri penjelasan tentang mengkonsumsi menu seimbang dan manfaatnya
Konsumsi menu seimbanga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu perkembangan janin.
5. Anjurkan untuk istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup bisa membuat sirkulasi darah menjadi lancar dan membuat relaksasi.
6. Anjurkan Ibu untuk kontrol 1 minggu sekali
Memantau kehamilan baik kondisi kesehatan Ibu dan janin.

VI. Implementasi
Pelaksanaannya sesuai dengan intervensi
VII. Evaluasi
Mengacu pada kriteria hasil
a) Ibu memahami dan mengerti penjelasan yang diberikan petugas.
b) Pemeriksaan kehamilan tidak ada kelainan
3.3.CONTOH KASUS

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL


PADA Ny.K UMUR 25 TAHUN G1 P0 A0 Ah0 UK 16+5 MINGGU
DI BPM WAYAN WITRI , SLEMAN

No. Register : 203867


Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul : Wayan Witri 25– 05 – 2014 / 18.30
Dirawat di ruang : RUANG PERIKSA
I. PENGKAJIAN DATA, Tanggal/Pukul : 25 – 05 – 2014 / 18.32 Oleh : Bidan

A. Biodata Ibu Suami


1. Nama : Ny.Komunah Tn. Amirudin
2. Umur : 25 Tahun 25 Tahun
3. Agama : Islam Islam
4. Suku/bangsa : Jawa / Indonesia Jawa / Indonesia
5. Pendidikan : SMP SMA
6. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Swasta
7. Alamat : Kalangan 15/4, Maguwoharjo Kalangan 15/4, Magwoharjo
Sleman. Sleman.

B. Data Subjektif
1. Alasan datang/dirawat
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
2. Keluhan utama
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
3. Riwayat menstruasi
Menarche :12 tahun Siklus : 30 hari
Lama : 6 hari Teratur : Teratur
Sifat darah : Cair Keluhan : Tidak ada

4. Riwayat perkawinan
Status perkawinan : Sah Menikah ke :1
Lama : 1 Tahun Usia menikah pertama kali : 24 tahun

5. Riwayat obstetrik : G1P0 A 0Ah0


Ham Persalinan Nifas
il ke Tanggal Umur Jenis Penolon Komplika J BB Lakta Komplika
kehamila persalina g si K lahi si si
n n r
1 HAMIL
SEKARAN
G

6. Riwayat kontrasepsi yang digunakan


No Jenis Pasang Lepas
kontrasepsi Tanggal Oleh tempat keluhan Tanggal Oleh Tempat Alasan
Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun

7. Riwayat Kehamilan Sekarang


a. HPHT : 28-01-2014 HPL : 05-10-2014 UK : 16+5 Minggu
b. ANC pertama umur kehamilan :4 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi : 1 kali
Keluhan : Mual Muntah
Komplikasi : Tidak ada
Terapi : Folaxin 1x1 , B6 2x1
Trimester II
Frekuensi : 1 kali
Keluhan : Tidak ada
Komplikasi :Tidak ada
Terapi : Tidak ada
Trimester III
Frekuensi :Tidak ada
Keluhan : Tidak ada
Komplikasi : Tidak ada
Terapi : Tidak ada
d. Imunisasi TT : 3 kali
TT 1 : Tanggal SD
TT 2 : Tanggal CATEN
TT 3 : Tanggal 2014
TT 4 : Tanggal Tidak ada
TT 5 : Tanggal Tidak ada

e. Pergerakan janin selama 24 jam(dalam sehari)


Ibu mengatakan belum merasakan gerakan janin .

8. Riwayat kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun)
- Ibu mengatakan tidak pernah / sedang menderita penyakit menular (PMS,TBC), menurun (Asma, DM),
dan menahun (Jantung).

b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun).


- Ibu mengatakan dari keluarga Ibu ataupun Suami tidak pernah / sedang menderita penyakit menular
(PMS,TBC), menurun (Asma, DM), dan menahun (Jantung).

c. Riwayat keturunan kembar


-Ibu mengatakan dari keluarga Ibu ataupun Suami tidak ada riwayat keturunan kembar.

d. Riwayat operasi
-Ibu mengatakan tidak pernah operasi apapun

e. Riwayat alergi obat


-Ibu mengatakan tidak ada alergi obat apapun

9. Pola pemenuhan kebutuhan


Sebelum hamil Saat hamil
a. Nutrisi
Makan
Frekuensi : 3 x/hari 4 x/hari
Jenis : Nasi sayur sop tahu Nasi sayur bayam ikan
Porsi :1 Piring 1 Piring
Pantangan : Tidak ada Tidak ada
Keluhan : Tidak ada Tidak ada

Minum
Frekuensi : 6 x/hari 8x/hari
Jenis : Air Mineral,kopi,teh. Air Mineral , Susu,teh, manis
Porsi : 1 Gelas 1 Gelas
Pantangan : Tidak Ada Tidak Ada
Keluhan : Tidak Ada Tidak Ada
b. Eliminasi
BAB
Frekuensi : 2 x/hari 1 x/hari
Warna : Kuning , kecoklatan Kuning , kecoklatan
Konsistensi : Lembek Lembek
Keluhan : Tidak Ada Tidak Ada
BAK
Frekuensi : 4x/hari 6x/hari
Warna : Kuning Jernih Kuning Jernih
Konsistensi : Cair Cair
Keluhan : Tidak Ada Tidak Ada
c. Istirahat
Tidur siang
Lama : 2 Jam 1 Jam
Keluhan : Tidak Ada Tidak Ada
Tidur malam
Lama : 8 Jam 7 Jam
Keluhan : Tidak Ada Tidak Ada
d. Personal Hygiene
Mandi : 2 x/hari 2 x/hari
Ganti pakaian : 2 x/hari 2 x/hari
Gosok gigi : 2 x/hari 2 x/hari
Keramas : 4 x/minggu 3x/minggu
e. Pola seksualitas
Frekuensi : 3 x/minggu 2x/minggu
Keluhan : Tidak Ada Tidak Ada
f. Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik, olah raga)
- Ibu Mengatakan melakukan Aktivitaspekerjaan rumah tangga sendiri dan kadang dibantu suaminya,
ibu mengatakan cepat lelah
10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
-Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan yang mengganggu kesehatan seperti Merokok, Minum
Jamu dan Minum Minuman Beralkohol.
11. Data psikososial, spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran,
dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah,
kegiatan sosial, keadaan ekonomi keluarga
- Ibu mengatakan suami dan keluarga senang dan menerima kehamilannya
- Ibu mengatakan hubungannya dengan keluarga, Suami, dan Tetangga baik
- Ibu mengatakan berencana melahirkan di BPM
- Ibu mengatakan berencana memberikan Asi-eksklusif
- Ibu mengatakan merawat bayinya sendiri
- Ibu mengatakan rajin beribadah dan aktif dalam kegiatan sosial ditempat tinggalnya
- Ibu mengatakan ekonomi dalam keluarga mencukupi

12. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas)


-Ibu mengatakan telah mendapatkan informasi tentang kehamilan, persalinan, dan nifas dari buku KIA
dan di jelaskan oleh ibu bidan.

13. Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)


- Ibu mengatakan tidak mempunyai hewan peliharaan
- Ibu mengatakan disekitar lingkungan tempat tinggal bersih
C. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Status emosional : Stabil
Tanda vital :
Tekanan darah : 110 /70 mmHg Nadi : 80x/menit
Pernafasan : 20x/menit Suhu : 36,50 C x/menit
BB : 54 kg TB : 152 cm
2. Pemeriksaan Fisik
Kepala : Simetris, tidak ada benjolan , tidak ada nyeri tekan , kulit kepala bersih, rambut hitam dan
bersih, tidak ada ketombe
Wajah : Simetris, Oval , tidak ada oedema,tidak ada cloasma gravidarum, tidak pucat
Mata : Simetris, sklera putih, konjungtiva merah muda, tidak ada sekret
Hidung : Tidak ada sekret, tidak ada polip, lubang hidung bersih
Mulut : Mukosa bibir lembab, tidak pucat, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, gusi
tidak bengkak
Telinga : Simetris, tidak ada serumen, Pendengaran normal
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, vena juguaris, dan pembengkakan kelenjar parotis
dan limfe
Dada : Tidak Wheezing, tidak ada retraksi dinding dada
Payudara : Simetris, areola hiperpigmentasi, puting susu menonjol, colostrum belum keluar, tidak
ada benjolan
Abdomen : Tidak ada bekas luka operasi, ada linea gravidarum, tidak ada striae gravidarum
Palpasi
Leopold I : TFU : ½ simpisis-pusat
Leopold II : -
Leopold III : -
Leopold IV : -
Osborn test : -

Pemeriksaan Mc. Donald


TFU :- TBJ :-

Auskultasi
Djj : 136 x/menit
EkstremitasAtas : Simetris, tidak ada odema, tidak ada gangguan pergerakan, kuku bersih dan ujung
jari tidak pucat
Ekstremitas Bawah : Simetris, tidak ada odema, tidak ada gangguan pergerakan, kuku bersih dan ujung
jari tidak pucat, reflek patella positif
Genetalia luar : Vulva bersih, tidak ada pembesaran kelenjar bartolini,tidak ada bekas luka dan
tidak ada tanda – tanda infeksi
Pemeriksaan panggul : Tidak dilakukan
3. Pemeriksaan penunjang Tgl : Pukul : WIB
Tidak Ada

4. Data penunjang

Tidak ada
II. INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa kebidanan
Seorang Ibu Ny.K umur 25 tahun G1 P0 A0 Ah0 UK 16+5 Minggu dengan keadaan janin hidup.

Data Dasar:
DS : - Ibu mengatakan berumur 25 tahun
- Ibu mengatakan haid terakhir tanggal 28-01-2014
- Ibu mengatakan belum pernah keguguran
- Ibu mengatakan ini kehamilannya pertama
DO : KU : Baik Kesadaran : Composmentis BB: 54 Kg
R : 20 x/menit N : 80 x/menit Lila : 25 cm
S : 36,50 C TD : 110/70 mmHg TFU : ½ syim-pst
TB : 152 cm HPL : 05 -10-2014 DJJ :136 x/menit
Ballotemen +
Mata : Simetris, sklera putih, konjungtiva merah muda, tidak ada sekret.
Payudara : Simetris, areola hiperpigmentasi, puting susu menonjol, colostrum belum keluar, tidak
ada benjolan

B. Masalah
Tidak Ada

Data Dasar:
Tidak Ada
III. IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak Ada
IV. TINDAKAN SEGERA
A. Mandiri
Tidak Ada
B. Kolaborasi
Tidak Ada
C. Merujuk
Tidak Ada.
V. PERENCANAAN Tanggal : 25 – 05 - 2014 Pukul : 18.42WIB
1. Beritahu Ibu tentang hasil pemeriksaan
2. Beritahu ibu tentang nutrisi yang harus dipenuhi ibu selama kehamilan
3. Beritahu ibu untuk istirahat yang cukup dan tidak aktivitas yang berat
4. Beritahu ibu tentang tanda bahaya kehamilan TM II
5. Berikan ibu terapi peroral
6. Anjurkan Ibu untuk kunjungan ulang
7. Lakukan dokumentasi
VI. PELAKSANAAN Tanggal:25 - 05 - 2014 Pukul : 18.47WIB
1. Memberitahu ibu tentang keadaan atau kondisi kehamilannya
TD : 110/70 mmHg S : 36,50C
N : 80 x/menit BB : 54 Kg TFU : ½ syim-pst
R : 20 x/menit TB : 152 Cm Lila : 25 cm
2. Memberitahu ibu tentang Gizi seimbang yaitu makan makanan yang mengandung 4 sehat 5
sempurna seperti nasi , sayur hijau , lauk pauk , telur, tahu tempe, buah-buahan dan bisa di tambah
dengan minum susu dan dengan di perbanyak minum air putih.
3. Memberitahu ibu untuk istirahat yang cukup dan tidak aktivitas yang berat
4. Memberitahu ibu tentang tanda – tanda bahaya kehamilan TM II seperti pendarahan pervaginam,
demam tinggi, gerakan janin lemah atau berkurang, ketuban pecah sebelum waktunya, pandangan
kabur.
5. Memberikan terapi peroral berupa Suprabion 1 x 1 diminum malam, novakal 1 x 1 di minum pagi
6. Memberitahu ibu untuk datang kembali 1 bulan lagi atau saat ada keluhan
7. Mendokumentasikan hasil tindakan
VII. EVALUASI Tanggal :25 – 05 - 2014 Pukul : 18.54WIB
1. Ibu sudah mengerti tentang kondisinya dan janinnya baik dan sehat.
2. Ibu sudah mengerti tentang Nutrisi yang harus di konsumsi
3. Ibu sudah mengerti tentang pola istirahat yang cukup dan bersedia tidak melakukan aktivitas berat.
4. Ibu sudah mengerti tentang tanda – tanda bahaya kehamilan
5. Ibu bersedia minum obat sesuai dosis yang diberikan
6. Ibu bersedia datang untuk kunjungan ulang atau jika ada keluhan
7. Dokumentasi telah dilakukan

Pembimbing Institusi

ZAHRAH ZAKIYAH S.SiT


.............................................

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan pengkajian data dengan sangat teliti dan
selengkap mungkin. Data yang diperoleh ini adalah diperlukan untuk melakukan tindakan atau langkah
selanjutnya. Dan dari danalisa data hasil pegnkajian maka akan ditmukan suatu diagnosa atau masalah
dari klien. Kemudian kita lakukan rencana tindakan untuk mengatasi masalah klien dan lakukan diskusi
bersama klien agar klien benar-benar mampu memahami dan melaksanakan rencana tindakan. Tetapi
disini pelaksanaan tindakan haruslah disesuaikan dengan prioritas masalah dan berdasarkan
perencanaan yang telah disusun. Kemudian setelah itu kita lakukan evaluasi dari tindakan yang telah
dilakukan untuk melihat dan memberikan penilaian terhadap kelancaran atau berhasil tidaknya asuhan
kebidanan yang telah dilakukan.
B. Saran
1. Bidan
Bidan dalam melakukan asuhan kebidanan harus sesuai dengan standar asuhan kebidanan sehingga
masalah yang dihadapi klien dapat cepat teratasi.
2. Klien
Klien harusnya dapat bekerjasama dengan lebih baik dengan petugas kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

· Ranakusuma, boedisantosa.1999.Kapita Selekta Kedokteran Jilid I : Jakarta.


· Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal : Jakarta.
· Sastrawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran :
Bandung.
· Manuaba, Ida Bagus Gde. 1992. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan danKeluarga Berencana
Untuk Pendidikan Bidan, ECG : Jakarta.

Diposting oleh uum khayatin trinata di 08.13


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
FISIOLOGIS TRIMESTER III
SITI FATIMATUZAROH SUNDAY, 31 MAY 2015 ASKEB PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS TRIMESTER III
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS TRIMESTER III
PADA NY. N. UMUR 20TAHUN G1P0A0 UMUR KEHAMILAN 32MINGGU
DI DESA WATUAGUNG TAMBAK BANYUMAS

Tugas ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan 1 pada Semester 2

Dosen Mata Kuliah : Siti Mutoharoh, S.SiT

Disusun oleh :
Siti Fatimatuzaroh
B1000584

PRODI DIII KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
TAHUN 2011

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT Penulis ucapkan karena oleh-Nya Penulis diberi rahmat serta inayahnya
sehingga Penulis bisa menyelesaikan Asuhan Kebidanan ini dengan tidak ada halangan suatu apapun.
Tidak lupa Penulis ucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak kepada
:
1. H. Muh. Basirun Al-Ummah, M.Kes, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah
Gombong.
2. Hastin Ika I, S. SiT, selaku ketua Prodi DIII Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Muhammadiyah Gombong.
3. Siti Mutoharoh, S. SiT selaku Dosen Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Muhammadiyah Gombong.
4. Keluarga yang telah mendukung dari segi materi dan lain sebagainya.
5. Teman-teman yang telah membantu dan memberikan dukungan sehingga laporan ini bisa selesai
tepat waktu.
Semua dorongan yang telah diberikan kepada penulis sangat berarti, semoga dapat balasan yang lebih
dari Allah SWT, Amin.
Penulis menyadari dalam menyusun Asuhan Kebidanan ini jauh dari sempurna, maka dari itu penulis
sangat mengharapkan keritik serta saran yang sifatnya membangun demi perbaikan Asuhan
Kebidanan ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Gombong, Juni 2011


Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 1
A. Latar Belakang.......................................................................... 1
B. Tujuan....................................................................................... 2
C. Manfaat .................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN KASUS................................................................... 4
A. Pengkajian................................................................................. 4
B. Interpretasi Data....................................................................... 12
C. Diagnosa Potensial.................................................................... 13
D. Tindakan Segera........................................................................ 13
E. Perencanaan Tindakan.............................................................. 13
F. Pelaksanaan............................................................................... 13
G. Evaluasi..................................................................................... 15
BAB III PEMBAHASAN.......................................................................... 17
A. Kunjungan Ulang..................................................................... 17
B. Pendidikan dan Persiapan Kelahiran........................................ 18
C. Keadaan Ibu.............................................................................. 19
BAB IV PENUTUP.................................................................................... 20
A. Kesimpulan............................................................................... 20
B. Saran......................................................................................... 21

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kehamilan merupakan proses yang fisiologis dan alamiah. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai
lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari
pertama haid terakhir (Sarwono P, 2003).
Menurut Sarwono, 2002 kehamila119n melibatkan berbagai perubahan fisiologi antara lain perubahan
fisik, perubahan sistem pencernaan, respirasi, sirkulasi, darah, metabolisme, taktus urinarus serta
perubahan psikologis. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal namun kadang tidak
sesuai yang diharapkan. Sulit diprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh
karena itu asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu
hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal.
Dengan pengawasan antenatal secara dini dapat diketahui kelainan yang menyertai kehamilan sehingga
dapat dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinannya. Kunjungan antenatal sebaiknya
dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan, yaitu satu kali pada trimester pertama, satu kali pada
trimester II, dan dua kali pada trimester III.
Dalam pelayanan antenatal terdapat standar minimal termasuk “T7” (Timbang) berat badan, ukur
(tekanan darah), ukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi (tetanus Toxoid), TT lengkap, pemberian
tablet zat besi, minimal 90 tablet selama kehamilannya, tes terhadap penyakit menular seksual, temu
wicara dalam rangka persiapan rujukan.
Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester I (0-12 minggu), trimester II (12-28 minggu) dan
trimester III (28-40 minggu). Komplikasi yang mungkin terjadi pada trimeser I adalah mual, muntah, yang
berlebihan.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mengetahui tingkat pengetetahuan ibu hamil Trimester III tentang Kenceng-kenceng dan Sering buang
air kecil di Desa.Gedang Rt 04/01, Tambak. Kabupaten Banyumas.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil Trimester III tentang Sering buang air kecil berdasarkan
umur.
b. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu Trimester III tentang Sering buang air kecil tingkat pendidikan.
c. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu Trimester III tentang Sering buang air kecil berdasarkan
pekerjaan.
C. MANFAAT
1. Bagi Ibu
Memberikan informasi mengenai bagaimana cara mengatasi masalah sering buang air kecil yang benar
sehingga dapat diaplikasikan secara langsung.
2. Bagi Mahasiswa
Sebagai penerapan tentang teori yang telah di dapat di bangku kuliah dan menambah wawasan serta
informasi ilmiah tentang Sering buang air kecil.

BAB II
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS TRIMESTER III
NY. N. UMUR 20 TAHUN G1 P0 A0 UMUR KEHAMILAN 32 MINGGU
DI DESA WATUAGUNG TAMBAK BANYUMAS
A. PENGKAJIAN
Hari / tanggal : Minggu, 5 Juni 2011
Jam : 14.04 WIB
1. IDENTITAS
KLIEN SUAMI
Nama : Ny. N Tn. A
Umur : 20 tahun 22 Tahun
Suku : Jawa Indonesia Jawa Indonesia
Agama : Islam Islam
Pendidikan : SMP SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Wiraswasta
Alamat : Watuagung Rt 04 Rw 01, Tambak, Banyumas.
2. DATA SUBJEKTIF
a. Alasan datang
Ibu mengatakan akan kunjungan ulang guna memeriksakan kehamilanya.
b. Keluhan utama
Ibu mengatakan mengeluh masih sering kencing.
c. Pola pemenuhan sehari-hari.
1) Nutrisi selama setelah kunjungan awal
Makan
Ibu mengatakan makan 3 sehari, dengan porsi nasi sedang, lauk pauk (tahu,
tempe, ayam), sayur(kangkung, kacang panjang, bayam, katuk)dan buah(jeruk, apel).
Minum
Ibu mengatakan minuman air putih sebanyak 8-9 gelas/ hari. Di tambah minum susu ibu hamil setiap
pagi hari.
Keluhan : Ibu mengatakan tidak ada keluhan.
Pantangan : Ibu mengatakan tidak ada pantangan makanan.
2) Pola Eliminasi selama setelah kunjungan awal
BAB : Ibu mengatakan BAB 2 kali/hari, dengan konsistensi tidak keras (lembek terbentuk) warna
kuning, bau khas.
BAK : Ibu mengatakan BAK 10-15 kali/hari dengan volume sedang berwarna kuning, bau khas.
Keluhan : Ibu mengatakan selama kehamilan trimester ketiga ini sering kencing.
d. Aktifitas sehari-hari selama setelah kunjungan awal
1) Pola Istirahat dan Tidur selama setelah kunjungan awal
Ibu mengatakan cukup istirahat, tidur siang jarang cuma tidur-tiduran selama + 1jam dari 14-
15WIB, malam tidur 8 jam dari jam 21.00 s.d 05.00 WIB.
Keluhan : Sering terbangun tengah malam karenaingin Buang Air Kecil.
2) Seksualitas selama setelah kunjungan awal
Ibu mengatakan hubungan seksual selama setelah kunjungan kemarin belum pernah, karena suami
berkerja di luar kota.
Keluhan : Tidak ada keluhan.
3) Pekerjaan selama setelah kunjungan awal
Ibu tetap tidak bekerja, tetapi hanya seorang ibu rumah tangga mengerjakan pekerjaan rumah tangga
dibantu orangtua.
Keluhan : Tidak ada keluhan.
4) Persoalan Hygiene selama setelah kunjungan awal
Mandi 2 kali sehari, sikat gigi 2 sehari, ganti baju dan pakaian dalam 2 kali sehari, keramas 2
kaliseminggu.
3. OBJEKTIF
a. Pemeriksaan Umum (Status Present)
1) Keadaan Umum : Baik.
Kesadaran : Composmentis.
Status Emosional : Stabil.
2) BB Sekarang : 58 kg.
Sebelum hamil : 50 kg.
Kenaikan berat badan : 8 kg.
TB : 155 cm.
Lila : 26 cm.
3) Tanda-tanda Vital
Tekanan darah : 110/80 mmHg.
Denyut darah : 82 kali/menit.
Pernafasan : 20 kali/menit.
Suhu : 37 oC.
b. Pemeriksan Fisik
1) Kepala dan Leher
Kepala : Bentuk mesochepal tidak ada benjolan abnormal, tidak ada bekas jahitan, kulit
kepala bersih, tidak berketombe, tidak berbau, rambut berwarna hitam, tidak mudah rontok.
Muka : Tidak ada oedema.
Alis Mata : Rambut alis tidak mudah dicabut.
Mata : Bentuk simetris, dilatasi pupil normal.
Kunjungtiva : Tidak anemis warna merah muda.
Sklera : Sklera tidak ikterik, warna putih.
Telinga : Bentuk simetris, tidak ada serumen, bersih, tidak ada peradangan maupun
perdarahan.
Hidung : Bentuk simetris, septum dan kartilago normal, tidak ada perdarahan, bersih, tidak
acara secret, tidak keluar cairan dari hidung.
2) Mulut dan Gigi
Mulut : Bersih tidak ada stomatitis, tidak berbau, lidah bersih, tidak ada pembesaran tonsil.
Bibir : Bibir tidak cyanosis, tidak pucat, warna merah muda, tidak kering, tidak pecah-
pecah.
Gusi : Tidak mudah berdarah (tidak epulis).
Gigi : Tidak ada caries gigi, tidak ada gigi berlubang.
Leher
Kelenjar : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
Kelenjar tyroid : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.
Vena Jugularis : Tidak ada pembendungan vena jugularis.
3) Dada
Bentuk : Simetris, tidak ada retraksi dinding dada pathologis (diampling), tidak ada nyeri
tekan.
Jantung : Ibu tidak terengah-engah, tidak sianosis.
Paru-paru : Ibu tidak batuk-batuk, ibu tidak sesak napas.
4) Payudara
Putting susu : Menonjol (verted) bersih.
Bentuk : Simetris.
Benjolan : Tidak ada benjolan abnormal.
Rasa nyeri : Tidak ada rasa nyeri tekan.
Luka bekas operasi : Tidak ada bekas luka operasi.
5) Ketiak
Kelenjar limfe : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
6) Punggung dan Pinggang
Posisi tulang belakang : Lordosis fisiologis.
Pinggang : Tidak ada nyeri tekan daerah ginjal.
7) Abdoman
Bekas luka operasi : Tidak ada luka bekas operasi.
Hepatomegali : Tidak ada nyeri, tidak ada pembesaran hepar.
Splenomegali : Tidak ada nyeri, tidak ada pembesaran limpa.
8) Genitalia Luar
Varises : Tidak ada varises di alat genital.
Luka perut : Tidak ada luka perut di alat genital.
Oedema : Tidak ada oedema.
Flour Albus : Tidak keluar cairan flour albus.
9) Anus : Ada hemoroid ringan daerah jam 3-6.
10) Ekstremitas
Ekstremitas atas
Telapak tangan : Tidak pucat, tidak basah karena keringat, tidak merah (eriterima palmar).
Kuku : Kuku bersih tidak panjang, tidak cyanosis, warna merah mudah.
Kapiler Refil : Ketika ditekan, kembali dalam waktu + 2 detik.
Oedema : Tida ada oedema.
Esktremitas bawah
Telapak kaki : Tidak pucat, tidak basah keringat kering, tidak merah (eritema palmar).
Kuku : Kuku bersih tidak panjang, tidak cyanosis, warna merah muda.
Kapiler Refil : Ketika ditekan, kembali dalam waktu + 2 detik.
Oedema : Tida ada oedema.
Refleks patella : Kanan (+) , Kiri (+).
c. Pemeriksaan Obstetrik
1) Inspeksi
Payudara : Bentuknya simetris, tidak ada rasa nyeri tekan, tidak ada benjolan, areola
mamaetidak hiperpigmentasi.
Adomen : Perut membuncit, ada linea nigra, dan ada striae gravidarum.
Ganitalia : Tidak dilakukan karena ibu merasa malu.
2) Palpasi
Payudara : Kolostrum sudah keluar.
Abdomen : Palpasi Leopold.
Leopold I : TFU teraba 3 jari di bawah px, teraba bulat, besar, lunak, tidak melenting, dan susah
digerakan.
Leopold II : Di bagian sebelah kanan teraba panjang rata seperti papan dan terasa ada tahanan
keras. Di bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian yang kecil dan menonjol dari janin.
Leopold III : Di bagian bawah perut ibu teraba satu bagian yang bulat, keras, melenting dan mudah
digerakan. Kepala masih bisa digoyangkan.
Leopold IV :-
Palpasi :-
Panjang uterus menurut Mc. Donald : 31 cm.
TBJ : (31-11) x 155 = 3100 gram.
3) Auskultasi
DJJ: 150/menit teratur, punctum maximum 1, di bawah pusat sebelah kanan.
4) Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan pada hari Minggu, tanggal 05 Juni 2011 dengan hasil sebagai berikut :
Laboratorium : Tidak dilakukan pemeriksaan.
USG : Tidak dilakukan pemeriksaan.
HB : 11.5 gram%.
Urin : Glukosa (-), Protein (-).
B. INTERPRETASI DATA
1. Diagnosa
NY. N. Umur 20 tahun G1P0A0 hamil 32 minggu, janin tunggal, hidup intra uterin, letak memanjang, pu-
ki, presentasi kepala, kepala belummasuk punggul.
Data Dasar
Subjektif
Ibu mengatakan bernama Ny.N, berumur 20tahun hamil yang pertama, belum pernah melahirkan, dan
belum pernah keguguran.
Ibu mengatakan HPHT 23 September 2010
Ibu mengatakan masih merasakan gerakan janin + 18 kali/hari.
Obyektif
Leopold I : TFU teraba 3 jari di bawah px, teraba bulat, besar, lunak, tidak melenting, dan susah
digerakan.
Leopold II : Di bagian sebelah kanan teraba panjang rata seperti papan dan terasa ada tahanan keras.
Di bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian yang kecil dan menonjol dari janin.
Leopold III : Di bagian bawah perut ibu teraba satu bagian yang bulat, keras, melenting dan mudah
digerakan. Kepala masih bisa digoyangkan.
Leopold IV : -
Palpasi :-
Panjang uterus menurut Mc. Donald : 31 cm.
TBJ : (31-11) x 155 = 3100 gram.
DJJ : 150 kali/menit teratur, punctum minimum1, di bawah sebelah kiri.
Masalah : Tidak ada masalah.
Data Dasar : Tidak ada data dasar karena tidak ada masalah.
C. DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada data yang mengarah pada munculnya diagnosa potensial.
D. TINDAKAN SEGERA
Tidak ada tindakan segera karena tidak ada data yang mengarah pada munculnya diagnosa potensial.
E. PERENCANAAN TINDAKAN
1. Beri penjelasan tentang hasil pemeriksaan.
2. Berikan penkes pada ibu tentang nutrisidan tambahan zat besi.
3. Tanyakan kembali pada ibu mengenai ketidaknyamanan pada kehamilan trimester III.
4. Ingatkan ibu untuk melakukan persiapan persalinan.
5. Ingatkan ibu tentang tanda-tanda persalinan.
6. Jadwalkan ibu untuk kunjungan ulang
F. PELAKSANAAN
Hari / tanggal : Minggu, 05 Juni 2011
Pukul : 15.07 WIB
1. Memberikan penjelasan kepada ibu mengenai hasil pemeriksaan bahwa janin yang ada di dalam
kandungan ibu baik, janin hidup tunggal, begitu pula dengan keadaan ibu yang baik.
2. Memberikan penkes kepada ibu tentang nutrisi. Ibu harus banyak mengkonsumsi makanan yang
bergizi yang mengandung karbohidrat, protein untuk menambah berat badan ibu dengan segera
seperti es cream, coklat dll Perbanyak minum yang manis-manis.
3. Menanyakan pada ibu mengenai tanda-tanda ketidaknyamanan kehamilan trimester ketiga seperti
diare, sering kencing, garis-garis diperut, gatal-gatal, keputihan, keringat bertambah, sembelit, mati rasa
pada jari tangan dan kaki, nyeri ligamentum, nafas sesak, panas dalam, perut kembung, sakit kepala,
sakit punggung, dan varises pada kaki.
4. Menanyakan pada ibu mengenai persiapan persalinan meliputi biaya persalinan, rencana tempat
bersalin (di bidan / rumah sakit) siapa yang akan menolong (bidan, dokter spesialis kandungan) sarana
transportasi, Dipersiapkan juga 1 buah tas yang berisi perlengkapan bayi seperti popok, baju bayi,
minyak telon, kayu putih, talk, selimut, selendang dan perlengkapan untuk ibu seperi baju ganti,
pakaian dalam, pembalut, kain panjang dll.
5. Mengingatkan kembali, pada ibu mengenai tanda-tanda persalinan seperti pecahnya ketuban,
perut mules, kenceng-kenceng yang sering dan teratur, keluar lender dan darah dari jalan lahir.
6. Menjadwalkan ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu kemudian tanggal 30 Juli 2008 atau apabila
ada tanda-tanda bahaya pada kehamilannya.
G. EVALUASI
Hari / tanggal : Minggu, 05 Juni 2011
Jam : 15.20 WIB
1. Ibu mengerti hasil pemeriksaannya bahwa janin yang ada di dalam kandungan ibu baik, janin hidup
tunggal, begitu pula dengan keadaan ibu yang baik.
2. Ibu setelah kunjungan awal sudah banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi yang mengandung
karbohidrat, protein untuk menambah berat badan ibu dengan segera seperti es cream, coklat dll, serta
memprbanyak minum yang manis-manis.
3. Ibu ingat mengenai tanda-tanda ketidaknyamanan kehamilan trimester ketiga seperti diare, sering
kencing, garis-garis diperut, gatal-gatal, keputihan, keringat bertambah, sembelit, mati rasa pada jari
tangan dan kaki, nyeri ligamentum, nafas sesak, panas dalam, perut kembung, sakit kepala, sakit
punggung, dan varises pada kaki.
4. Ibu mempersiapan persalinannya meliputi biaya persalinan, rencana tempat bersalin (di bidan /
rumah sakit) siapa yang akan menolong (bidan, dokter spesialis kandungan) sarana transportasi,
Dipersiapkan juga 1 buah tas yang berisi perlengkapan bayi seperti popok, baju bayi, minyak telon, kayu
putih, talk, selimut, selendang dan perlengkapan untuk ibu seperi baju ganti, pakaian dalam, pembalut,
kain panjang dll.
5. Ibu ingat mengenai tanda-tanda persalinan seperti pecahnya ketuban, perut mules, kenceng-
kenceng yang sering dan teratur, keluar lender dan darah dari jalan lahir.
6. Ibu bersedia untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian tanggal 12 Juni 2011 atau apabila ada
tanda-tanda bahaya pada kehamilannya.

BAB III
PEMBAHASAN
A. KUNJUNGAN ULANG
Kunjungan ulang yaitu setiap kali kunjungan antenatal yang dilakukan setelah kunjungan antenatal
pertama. Kunjungan ulang dilakukan/ dijadwalkan setiap 4 minggu sekali sampai umur 28 minggu.
Selanjutnya tiap 2 minggu sekali sampai umur kehamilan 36 minggu dan setiap minggu sampai bersalin.
Kunjungan antenatal ulang : pendektesian komplikasi-komplikasi ibu dan janin, mempersiapkan
kelahiran dan kegawatan, pemeriksaan fisik yang terfokus dan pengajaran.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan Kunjungan ulang:
1. Pihak Ibu
Riwayat kehamilan sekarang
a. Setiap masalah atau tanda-tanda bahaya : perdarahan vagina, sakit kepala yang hebat, perubahan
visual secara tiba-tiba, nyeri abdomen yang hebat, bengkak pada muka/ tangan, gerak janin berkurang.
b. Keluhan-keluhan lazim kehamilan : pegel-pegel, kram pada kaki, sering kencing, pigmentasi kulit,
sembelit.
c. Kekhawatiran-kekhawatiran lain : apakah bayi yang dikandungnya sehat, melahirkan itu sakit.
d. Perasaan ibu pada kunjungan sekarang.
Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan tekanan darah; berat badan; tinggi fundus uteri (tafsiran berat
janin); auskultasi (mengetahui denyut jantung janin); palpasi abdominal untuk mendeteksi kehamilan
ganda (setelah UK 28 minggu); manuver Leopold untuk mendeteksi kedudukan abnormal (setelah 36
minggu).
Pemeriksaan keadaan umum meliputi penampilan ; sikap tubuh dan emosi psikososial ibu.
2. Pihak Bayi
Pada bayi yang perlu dikaji adalah gerakan janin; denyut jantung janin (DJJ), dilakukan setelah UK 12
minggu; tafsiran berat janin (TBJ); letak dan presentasi, engagement (masuknya kepala ke panggul);
kehamilan kembar/ tunggal.
3. Laboratorium
Pemeriksaan penunjang laboratorium yang dapat dilakukan pada Kunjungan ulang antenatal adalah :
Hemoglobin (Hb), hematokrit (Hmt); STS (Serologic test for syphilis) pada trimester III diulang; Kultur
untuk gonokokus; Protein urin; Gula dalam darah; VDRL.
B. PENDIDIKAN DAN PERSIAPAN KELAHIRAN
Pendidikan Kesehatan dan Persiapan Kelahiran serta Kegawatdaruratan yang perlu diperhatikan adalah :
1. Memberitahu ibu mengenai ketidaknyamanan normal yang dialami.
2. Menanyakan pada ibu mengenai kondisi nutrisi, tambahan zat besi dan anti tetanus.
3. Ajarkan ibu mengenai (sesuai umur kehamilan), yaitu pemberian ASI, KB, latihan/ olahraga ringan,
istirahat, nutrisi.
4. Diskusikan mengenai rencana persalinan kelahiran/ kegawatdaruratan.
5. Ajari ibu tanda bahaya, pastikan ibu memahami apa yang akan dilaksanakan jika menemukan tanda
bahaya.
6. Jadwalkan kunjungan berikutnya.
C. KEADAAN IBU
Keadaan ibu yang tidak mengalami perubahan pada saat kunjungan awal dan ulang adalah karena
ketidaknyamanan yang di alami ibu merupakan sesuatu yang fisologis terjadi pada ibu hamil, semakin
bertambahnya usia kandungan ibu maka uterus kan semakin tertekan oleh rahim, sehingga keluhan
sering kencing tersebut akan semakin sering terjadi.

BAB IV
PENUTUP
D. KESIMPULAN
Ny. N. Umur 20 tahun hamil 32 minggu 5 hari, pada ibu hamil trimester tiga ibu ini tidak mempunyai
masalah yang berat hanya mengeluh sering kencing akibat ketidaknyamanan saat hamil, dia beraktifitas
seperti biasa dengan dibantu oleh orangtuanya. Dia tidak mempunyai riwayat penyakit yang
menghambat kehamilannya, serta tidak mempunyai riwayat penyakit kembar. Selama hamil dia tidak
merasa terganggu aktifitasnya. Dari hasil pemeriksaan keseluruhan ibu dalam keadaan baik.
Janin Ny. N dalam keadaan normal, hidup, janin tunggal. HPL Ny. N adalah tangga 30 Julli 2011. Ibu
sudah melakukan persiapan dan melakukan apa yang sudah kita anjurkan kepadanya. Keadaan ibu yang
tidak mengalami perubahan pada saat kunjungan awal dan ulang adalah karena ketidaknyamanan yang
di alami ibu merupakan sesuatu yang fisologis terjadi pada ibu hamil, semakin bertambahnya usia
kandungan ibu maka uterus kan semakin tertekan oleh rahim, sehingga keluhan sering kencing tersebut
akan semakin sering terjadi.
E. SARAN
Untuk Ny. N. Diharafkan agar bisa menjaga kandungannya yang semakin lama semakin besar. Serta
meyakinkan persiapannya untuk persalinan.Memberi saran ibu untuk melakukan pemeriksaan lebih
intensif.
Saya mengharap kritik dan sarannya. Untuk mahasiswa, setiap pengkajian yang anda lakukan usahakan
bisa meyakinkan pasien untuk melaksanakan asuhan yang telah kalian berikan.

0
inShare
RELATED POSTS :

ASKEB PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS TRIMESTER IIIASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
FISIOLOGIS TRIMESTER IIIPADA NY. N. UMUR 20TAHUN G1P0A0 UMUR KEHAMILAN 32MINGGUDI DESA
WATUAGUNG TAMBAK BANY…Read More...
0 RESPONSE TO "ASKEB PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS TRIMESTER III"
Contoh Askeb ANC Pada Trimester II
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
Ny. A Umur 21 Tahun G1P0A0Ah0 UK 22+6 Minggu
Dengan Kehamilan Normal Di BPS Juni Astuti, S. SiT
No. Register : 3304
Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul : 20 Mei 2015/ 17.30
Dirawat di ruang : tidak di rawat

I. PENGKAJIAN DATA, Tanggal/Pukul : 20.05/2015 Oleh :


A. Biodata Ibu Suami
1. Nama : Ny. A Bp. P
2. Umur : 21 th 25 th
3. Agama : Islam Islam
4. Suku/bangsa : Jawa Jawa
5. Pendidikan : D3 D3
6. Pekerjaan : Bidan Wiraswasta
7. Alamat : Sangkal, Rt 02/Rw 20, Bantul Sangkal, Rt 02/Rw 20, Bantul

B. Data Subjektif
1. Alasan datang/dirawat
Ibu mengatakan ingin periksa kehamilannya
.........................................................................................................................................
2. Keluhan utama
Ibu mengatakan tidak memiliki keluhan apapun
.........................................................................................................................................
3. Riwayat menstruasi
Menarche : 14 tahun Siklus : 28 hari
Lama : 6-7 hari Teratur : teratur
Sifat darah : encer Keluhan : tidak ada
4. Riwayat perkawinan
Status perkawinan : sah Menikah ke : pertama
Lama : 1 th Usia menikah pertama kali : 20 th
5. Riwayat obstetrik : G1P0A0Ah0
Ibu mengatakan sebelumnya tidak pernah hamil dan melahirkan
6. Riwayat kontrasepsi yang digunakan
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi karena ini merupakan kehamilan yang
pertama.
7. Riwayat Kehamilan Sekarang
a. HPMT : 20/12/14 HPL : 27/09/15
b. ANC pertama umur kehamilan : 22+6 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi : 3 kali
Keluhan : Tidak ada
Komplikasi: tidak ada
Terapi : tablet Fe, kalk.
Trimester II
Frekuensi : 3 kali
Keluhan : tidak ada
Komplikasi: tidak ada
Terapi : tablet Fe, kalk
Trimester III
Frekuensi : ..........kali
Keluhan : .................................................................................................................
Komplikasi:................................................................................................................
Terapi : .................................................................................................................
d. Imunisasi TT : 3 kali
TT 1 : tanggal...............................
TT 2 : tanggal...............................
TT 3 : tanggal: desember 2014
TT 4 : tanggal...............................
TT 5 : tanggal...............................
e. Pergerakan janin selama 24 jam(dalam sehari)
Ibu mengataka janin bergerak aktif
....................................................................................................................................
8. Riwayat kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan tidak sedang dan tidak pernah menderita penyakit menular, menurun, dan menahun.
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan keluarga tidak sedang dan tidak pernah menderita penyakit menular, menurun, dan
menahun.
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
c. Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan keluarga memiliki keturunan kembar.
....................................................................................................................................
d. Riwayat operasi
Ibu mengatakan tidak pernah melakukan operasi apapun.
....................................................................................................................................
e. Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat.
...................................................................................................................................
9. Pola pemenuhan kebutuhan
Sebelum hamil Saat hamil
a. Nutrisi
Makan
Frekuensi : 3x/hari 4x/hari
Jenis : nasi, syur, ikan nasi, sayur, ikan
Porsi : 1 piring 1 piring
Pantangan : tidak ada tidak ada
Keluhan : tidak ada tidak ada
Minum
Frekuensi : 5-7x/hari 8-9x/hari
Jenis : air mineral air mineral
Porsi : 1 gelas 1 gelas
Pantangan : tidak ada tidak ada
Keluhan : tidak ada tidak ada
b. Eliminasi
BAK
Frekuensi : 3-5 x/hari 6-7 x/hari
Warna : kuning jernih kuning jernih
Konsistensi : cair cair
Keluhan : tidak ada tidak ada
BAB
Frekuensi : 1 x/hari 1 x/hari
Warna : kuning kuning
Konsistensi : lembek lembek
Keluhan : tidak ada tidak ada
c. Istirahat
Tidur siang
Lama : 25 menit/hari 35 menit/hari
Keluhan : tidak ada tidak ada
Tidur malam
Lama : 5-6 jam/hari 6-7 jam/hari
Keluhan : tidak ada tidak ada
d. Personal Hygiene
Mandi : 2 x/hari 2 x/hari
Ganti pakaian : 2 x/hari 2 x/hari
Gosok gigi : 2 x/hari 2 x/hari
Keramas : 3 x/minggu 3 x/minggu
e. Pola seksualitas
Frekuensi : 4 x/minggu 2 x/minggu
Keluhan : tidak ada tidak ada
f. Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik, olah raga)
Ibu mengatakan masih beraktifitas diluar rumah yaitu bekerja di salah satu BPM di wilayah Yogyakarta.
....................................................................................................................................
10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak memiliki kebisaan yang dapat mengganggu kesehatan, seperti minum jamu,
merokok, dan minuman beralkohol.
.........................................................................................................................................

11. Data psikososial, spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran,
dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah,
kegiatan sosial, keadaan ekonomi keluarga
Ibu mengatakan suami dan keluarga sangat senang dengan kehamilannya, ibu berhubungan baik dengan
suami, keluarga dan lingkungan sekitar, ibu berencana merawat bayinya sendiri dan dibantu oleh
keluarga, ibu masih mengikuti kegiatan sosiala dilingkungannya, ibu beragama islam, ibu mengatakan
keadaan ekonomi cukup.
12. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas)
Ibu mengataka sudah mengetahui tentang kehamilan, persalinan dan nifas, karena ibu seorang bidan.
.........................................................................................................................................
13. Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan lingkungan sekitar rumah bersih dan tidak ada hewan peliharaan.
.........................................................................................................................................
C. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmentis
Status emosional : stabil
Tanda vital
Tekanan darah : 110/70 mmHg Nadi : 88 x/menit
Pernafasan : 18 x/menit Suhu : 36,70 x/menit
BB : 54 kg TB : 159,5 cm
2. Pemeriksaan Fisik
Kepala : bentuk simetris, rambut bersih, warna hitam, dan tidah berbau.
Wajah : bentuk simetris, tidak pucst, tidak ada cloasma gravidarum.
Mata : bentuk simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih.
Hidung : tidak ada polip, tidak ada serumen.
Mulut : bibir lembab, gigi bersih, tidak ada caries, keadaan lidah bersih.
Telinga : tidak ada penyumbatan serumen, pendengaran aktif.
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, kelenjar parotis.
Dada : bentuk simetris, tidak ada retaksi dinding dada.
Payudara : bentuk simetris, ada hiperpigmentasi, puting menonjol.
Abdomen : tidak ada bekas operasi, tidak ada striae, ada linea gravidarum.
Palpasi
Leopold I : TFU 1 jari di bawah pusat, bagian belum teraba.
Leopold II : tidak ada
Leopold III : tidak ada
Leopold IV : tidak ada
Osborn test : tidak dilakukan
Pemeriksaan Mc. Donald
TFU : 24 cm TBJ : (24-12)* 155= 1,860 gr
Auskultasi
Djj : 148 x/menit
Ekstremitas Atas : tidak dilakukan
Ekstremitas Bawah : tidak dilakukan
Genetalia luar : tidak dilakukan
Pemeriksaan panggul: tidak dilakukan
(bila perlu)

3. Pemeriksaan penunjang Tgl : 20/05/15 Pukul : 17.30 WIB


PP test : (+)
HB : 11,6 gr%
Protein urine : (-)
.........................................................................................................................................
4. Data penunjang
Gilongan darah :A
.........................................................................................................................................
II. INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa kebidanan
Ny. A Umur 21 Tahun G1P0A0Ah0 UK 22+6 Minggu
Dengan Kehamilan Normal.
Data Dasar:
Data Subjektif
Ibu mengatakan berusia 21 tahun
Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang pertama
Ibu mengatakan HPHTnya tanggal 20-12-2014
Ibu mengatakan tidak mempuyai keluhan apapun
Data objektif
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmentis
Status emosional : stabil
Tanda vital
Tekanan darah : 110/70 mmHg Nadi : 88 x/menit
Pernafasan : 18 x/menit Suhu : 36,70 x/menit
BB : 54 kg TB : 159,5 cm
B. Masalah
Tidak ada
.....................................................................................................................................
Data Dasar:
Tidak ada
.....................................................................................................................................

III. IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL


Tidak dilakukan
..............................................................................................................................................
IV. TINDAKAN SEGERA
A. Mandiri
tidak dilakukan
......................................................................................................................................
B. Kolaborasi
tidak dilakukan
......................................................................................................................................
C. Merujuk
tidak dilakukan
......................................................................................................................................\
V. PERENCANAAN Tanggal : 20/05/15 Pukul : 17.30 WIB
Beritahu ibu keadaan umumnya
Beritahu ibu tentang ketidaknyamanan pada kehamilan TM II
Beritahu dan ingatkan lagi ibu mengenai gizi ibu hamil pada TM II
Berikan ibu tablet Fe dan kalsium
Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu lagi atau jika ada keluhan
Dokumentasikan hasil tindakan yang dilakukan
VI. PELAKSANAAN Tanggal: 20/05/15 Pukul : 17.30 WIB
Memberitahu ibu keadaan umumnya
Memberitahu ibu tentang ketidaknyamanan pada kehamilan TM II
Memberitahu dan ingatkan lagi ibu mengenai gizi ibu hamil pada TM II
Memberikan ibu tablet Fe dan kalsium
Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu lagi atau jika ada keluhan
Mendokumentasikan hasil tindakan yang dilakukan
VII. EVALUASI Tanggal : 20/05/15 Pukul : 17.30 WIB
Ibu sudah tahu keadaan umumnya
Ibu sudah tahu tentang ketidaknyamanan pada kehamilan TM II
Ibu sudah tahu ingat lagi mengenai gizi ibu hamil pada TM II
Ibu sudah diberikan tablet Fe dan kalsium
Ibu sudah tahu untuk kunjungan ulang 2 minggu lagi atau jika ada keluhan
Hasil sudah didokumentasikan.
SUHAN KEBIDANAN HAMIL NORMAL PADA NY. N UMUR 20 TAHUN UK 35 MINGGU 5 HARI DI RUMAH
PASIEN

Ini dia ASKEB VARNEY untuk study Kasus yang udah ACC^^

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL


NY. N G1P0A0 UMUR KEHAMILAN 34 MINGGU 1 HARI
DI RUMAH PASIEN

NAMA MAHASISWA : INDRIANA PUTRI BARLIN


NIM : 09.03.017
TANGGAL PENGKAJIAN : 13 NOVEMBER 2011
JAM : 15.30 WIB
TEMPAT : RUMAH PASIEN

I. PENGKAJIAN
A. DATA SUBJEKTIF
1. BIODATA KLIEN
Nama : Ny. N
Umur : 20 tahun
Agama : islam
Suku bangsa : melayu
Pendidikan : sma
Pekerjaan : IRT
Alamat : kampung keramat
BIODATA PENANGGUNG JAWAB
Nama : Tn. A
Umur : 19 tahun
Agama : Islam
Suku Bangsa : Melayu
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Kampung Keramat

2. Alasan Datang
Ingin memeriksa kehamilan ibu
3. Keluhan Utama
Ibu mengatakan bahwa punggungnya sering sakit , mual dan merasa lebih sering BAK
4. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Dahulu
Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah mengidap penyakit jantung, asma, TBC, ginjal, Malaria, DM,
HIV/AIDS, hipertensi/ gondok
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu mengatakan bahwa saat ini ia sedang tidak mengidap penyakit jantung , asma, TBC, ginjal, Malaria,
HIV/AIDS, Hipertensi/Gondok.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang mengidap penyakit jantung, asma, TBC, ginjal,
Malaria, HIV/AIDS, Hipertensi/gondok

5. Riwayat Perkawinan
Status Perkawinan : Syah
Nikah : 1 kali
Lama Menikah : 1 tahun
Umur Waktu Menikah : 19 tahun
Dengan Suami umur : 18 tahun

6. Riwayat Obstetri
a. Riwayat menstruasi
Menarche : 13 tahun
Siklus : 28 hari
Teratur/tidak : teratur
Lama Haid : 5 – 7 hari
Jumlah : 2 – 3 pembalut/hari
Sifat Darah : cair
Bau : khas darah
Disminorhea : tidak ada
Flour albus : tidak ada
Contact Bleeding : 1 kali seminggu
HPHT : 18 Maret 2011
b. Riwayat Kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
No. Hml UK Komp Jns pnlg tpt Komp Umr J BBL Kead Komp Kead
ke Khmln persal persal anak K bayi nifas anak
kini
1. Hamil ini

c. Riwayat Kehamilan Sekarang


Ibu mengetahui bahwa ini adalah kehamilan yang pertama, tidak pernah melahirkan dan tidak pernah
keguguran
HPHT : 18 maret 2011
UK : 34 minggu 1 hari
BB sebelum hamil : 45 kg
BB sekarang : 59 kg
ANC
TM I : Tidak pernah ANC
TM II : Tidak pernah ANC
TM III : 1. 10 oktober 2011 (Puskesmas)
2. 13 November 2011 (kunjungan rumah)
Keluhan : pada pemeriksaan tanggal 13 november ibu mengeluh mual, sakit pada punggung dan sering
BAK.
Imunisasi TT : ibu tidak pernah imunisasi TT
Obat yang dikonsumsi : B12, kalk
Gerakan janin pertama kali : usia kehamilan 4 bulan
Gerakan sekarang : Kuat
Kebiasaan ibu dan keluarga yang berpengaruh negatif : tidak ada
d. Riwayat Kb
Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah memakai alat kontrasepsi apapun
7. Pola Kebutuhan Sehari – hari
a. Pola Nutrisi
TM II : ibu mengatakan pada saat trimester kedua pola nutrisi ibu normal dan tidak ada keluhan. Ibu
mengatakan bahwa ia makan 3 kali sehari dengan porsi sedang, menu makan ibu yaitu nasi, sayur, lauk –
pauk, air putih, buah dan segelas susu.
TM III: Ibu mengatakan saat trimester ketiga pola makan ibu terganggu. Ibu mengatakan bahwa ia
makan 3 kali sehari namun dengan porsi yang kecil, menu makan ibu yaitu nasi, sayur, lauk – pauk, air
putih, buah dan segelas susu.
b. Pola Eliminasi
TM II : Ibu mengatakan pada trimester ke dua Pola eliminasi Ibu normal. Ibu mengatakan BAK 2 -3 kali
sehari , konsistensi cair, warna kuning jernih, bau khas. Ibu mengatakan BAB sekali sehari, konsistensi
BAB lunak , warna dan bau khas.
TM III: Ibu mengatakan pada Trimester ke tiga pola eliminasi ibu terganggu. Ibu mengatakan bahwa ia
merasa sering BAK. Ibu mengatakan BAK 5-6 kali sehari, konsistensi BAK cair, warna kuning jernih, bau
khas. Ibu mengatakan BAB 1 kali sehari, konsistensi BAB lunak, warna dan bau khas.
c. Pola Istirahat
TM II: Ibu mengatakan pada trimester kedua pola istirahat ibu normal dan tidak ada keluhan pada pola
istirahat ibu. Ibu mengatakan bahwa ia biasanya tidur siang ±2 jam dan tidur malam ±6 jam.
TM III: Ibu mengatakan pada trimester ketiga pola istirahat ibu terganggu karena ibu sering ingin merasa
BAK di malam hari.
d. Pola Aktifitas
TM II: Ibu mengatakan pada trimester kedua pola istirahat ibu normal dan tidak ada keluhan padapola
aktifitas ibu. Ibu mengerjakan pekerjaan rumahnya seperti mencuci, menyapu, dan memasak seperti
biasa dan mengurangi pekerjaan berat
TM III: Ibu mengatakan pada trimester ketiga pola aktifitas ibu terganggu karena ibu merasa sakit pada
punggungnya serta ibu merasa cepat lelah saat beraktifitas.
e. Pola Hubungan seksual
TM II: Ibu mengatakan pada trimester kedua pola hubungan seksual ibu normal dan tidak ada keluhan.
Ibu melakukan hubungan seksual 2 kali dalam seminggu.
TM III: Ibu mengatakan pada trimester ketiga pola hubungan seksual ibu normal dan tidak ada keluhan.
Ibu melakukan hubungan seksual sekali dalam seminggu.
f. Pola Personal Hygiene
TM II: Ibu mengatakan pada trimester kedua pola personal hygiene ibu normal dan tidak ada keluhan
pada pola ini. Ibu mandi 2 kali sehari, keramas 2 kali sehari, sikat gigi 3 kali sehari dan pakaian 2 kali
sehari.
TM III: Ibu mengatakan pada trimester ketiga pola personal hygiene ibu normal dan tidak ada keluhan
pada pola ini. Ibu mandi 2 kali sehari, sikat gigi 3 kali sehari dan mengganti pakaian 2 kali sehari.

8. Riwayat Psikososial Spiritual Ekonomi


a. Respon Ibu terhadap kehamilannya : Ibu senang dan menerima kehamilannya
b. Respon keluarga : keluarga sangat mendukung kehamilan ibu
c. Pengambil keputusan dalam keluarga : suami
d. Ketaatan dalam beribadah : ibu dan keluarga taat dalam beribadah.
e. Lingkungan yang berpengaruh negatif : Tidak ada lingkungan yang berpengaruh negatif terhadap
ibu dan janinnya.
9. Pengetahuan Ibu
Ibu mengatakan bahwa ia banyak mendapatkan informasi tentang kehamilannya dari bidan dan
keluarganya.

B. DATA OBJEKTIF
1. Status emosional : Stabil
2. Keadaan umum : Baik
a. Kesadaran : Compos mentis
b. TTV : TD : 110/80 mmHg RR: 18 x/I
P : 80x/i T : 36,8ºc
c. Bb sebelum hamil : 45 Kg

Bb sekarang : 59 Kg
d. TB : 160 cm
e. LILA : 26 cm
3. Pemeriksaan umum status present
a. Inspeksi
1. Kepala : Simetris, kulit kepala bersih, distribusi rambut merata, tidak ada rambut rontok
2. Muka : Simetris, tidak oedem
3. Mata : Simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih.
4. Hidung : Letak ceptum nasi tepat, bersih, tidak ada polip.
5. Mulut : Bersih, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi
6. Telinga : simetris, tidak ada OMA/OMP
7. Leher : Tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid
dan kelenjar limfe
8. Dada : pergerakan nafas teratur, tidak ada benjolan abnormal
9. Payudara : simetris, papilla everted, aerola hyperpigmentasi
10. Ketiak : bersih, tidak ada kelainan
11. Abdomen : membesar, tidak ada bekas operasi, terdapat linea alba dan striae gravidarum
12. Punggung : Lordosis karena kehamilan
13. Ekstremitas atas : simetris, pergerakan aktif, tidak ada kelainan
Ekstremitas bawah: simetris, pergerakan aktif, tidak ada kelainan
4. Pemeriksaan Obstetrik
a. Inspeksi
Muka : terdapat cloasma gravidarum
Mata : konjungtiva merah muda, sklera putih
Payudara : simetris, papilla everted,aerola hiperpigmentasi
Abdomen : terdapat striae livide dan linea alba
b. Palpasi
Muka : tidak ada oedem
Payudara : tidak ada nyeri tekan, kolostrum ada
Abdomen :
Leopold I : di bagian fundus teraba bagian bulat tidak melenting , tinggi fundus 3 jari di bawah Px.
Leopold II : di bagian kanan teraba tahanan keras yang memanjang seperti papan. Di bagian kiri teraba
bagian kecil janin
Leopold III: di bagian bawah teraba bagian bulat, keras, melenting dan masih dapat di goyangkan.
Leopold IV: Convergent
TBJ : (30-13) x 155 = 2635 gr
c. Auskultasi
Djj : 152 x/menit, irama teratur,punctum maximum terdengar jelas di bagian kanan di dekat bawah
pusat ibu.
5. Pemeriksaan panggul Luar
Distansia cristarum : 26 cm
Distansia spinarum : 28 cm
Conjugata eksterna : 18 cm
Lingkar panggul : 88 cm
6. Pemeriksaan penunjang
Hb : 11gr%
Reduksi urin : (-)
Protein urin : (-)

II. INTERPRETASI DATA


1. Diagnosa Kebidanan
Ny. N umur 20 tahun G1P0A0 umur kehamilan 34 minggu 1 hari, janin tunggal hidup intra uterine, letak
memanjang,PUKA, belum masuk panggul
Dasar :
Data Subjektif :
Ny. N mengatakan umur 20 tahun, ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama, tidak pernah
melahirkan dan tidak pernah keguguran.
Ibu mengatakan hari pertama haid terakhirnya adalah tanggal 18 maret 2011
Ibu mengatakan bahwa ia merasa sakit punggung, cepat lelah saat beraktifitas dan mual serta
sering BAK.
Data Objektif :
Leopold I : di bagian fundus teraba bagian bulat tidak melenting , tinggi fundus 3 jari di bawah Px.
Leopold II : di bagian kanan teraba tahanan keras yang memanjang seperti papan. Di bagian kiri
teraba bagian kecil janin
Leopold III: di bagian bawah teraba bagian bulat, keras, melenting dan masih dapat di goyangkan.
Leopold IV: Convergent
TBJ : (30-13) x 155 = 2635 gr
Terdapat nyeri tekan d sekitar punggung ibu
Auskultasi
Djj : 152 x/menit, irama teratur,punctum maximum terdengar jelas di bagian kanan di dekat
bawah pusat ibu.
2. Masalah
Ibu mengalami ketidaknyamanan pada kehamilan Trimester ketiga
3. Kebutuhan
KIE pada ibu tentang ketidaknyamanan pada kehamilan trimester ketiga

III. DIAGNOSA POTENSIAL


Tidak ada

IV. ANTISIPASI PENANGANAN SEGERA


Tidak ada

V. INTERVENSI
1. Beritahu ibu hasil pemeriksaan
2. Berikan KIE tentang ketidaknyamanan pada kehamilan trimester ketiga yang ibu alami.
3. Jelaskan tanda bahaya pada kehamilan trimester ketiga
4. Jelaskan tanda – tanda persalinan
5. Jelaskan tentang persiapan persalinan
6. Berikan teraphy
7. Anjurkan Ibu untuk kunjungan ulang

VI. IMPLEMENTASI
1. MEMBERITAHUKAN KEADAAN IBU SEKARANG YAITU:
TD : 110/80 mmHg, RR : 18x/i, N: 88x/i, T: 36,8ºc, LILA : 26 cm, Hb: 11gr%
2. Memberikan KIE tentang ketidaknyamanan pada kehamilan trimester 3 yang ibu alami, yaitu :
a. Sakit punggung dan cepat lelah
Sakit punggung dan cepat lelah merupakan hal yang biasa terjadi dalam kehamilan trimester 3 karena
selama kehamilan tubuh mengeluarkan hormon relaksin melembutkan ligamen sehingga saat persalinan
panggul menjadi fleksibel dan bayi dapat keluar. Namun sebaliknya karena sifatnya yang melembutkan
di tambah banyaknya tekanan pada sendi maka akan menimbulkan nyeri dan perasaan cepat lelah.
Untuk mengatasinya ibu dapat melakukan :
Memakai sepatu yang bertumit rendah, berjalan dengan punggung dan bahu yang tegak, hindari
mengangkat / mendorong sesuatu yang berat serta istirahat yang cukup dengan tempat tidur yang
nyaman.
b. Mual pada kehamilan trimester ketiga
Mual adalah hal yang biasa terjadi pada kehamilan trimester ketiga. Hal ini dikarenakan bayi yang
tumbuh besar dalam rahim sehingga menyebabkan tekanan pada lambung, hal ini mengacaukan kinerja
lambung sehingga asam lambung kembali kekerongkongan terlebih ditambah dengan maag yang di
derita ibu sebelum hamil.
Untuk mengatasinya ibu dapat melakukan :
Menjaga porsi makan, makan sedikitnya 6 kali sehari namun dalam porsi kecil, pisahkan makanan padat
dan cair, bersandar pada bantal saat makan makanan kecil waktu tidur, hindari makanan pedas
berbumbu, soda, saus tomat, coklat, jeruk dan makanan berminyak serta makan setidaknya 2 jam
sebelum tidur agar tubuh mempunyai waktu untuk mencerna makanan dengan baik.
c. Miksi ( sering BAK )
Miksi / sering BAK adalah hal yang biasa terjadi dalam kehamilan trimester ketiga. Hal ini disebabkan
karena abdomen dan janin yang membesar sehingga menambah tekanan pada kandung kemih ibu yang
menyebabkan volume urin yang dapat di tampung kandung kemih menjadi berkurang sehingga ibu
menjadi lebih sering BAK dan mengganggu istirahat malam ibu.
Untuk mengatasinya ibu dapat melakukan:
Kurangi minum di malam hari sehingga istirahat malam ibu tidak terganggu.
3. Menjelaskan tanda bahaya kehamilan pada trimester ketiga.
Menjelaskan pada ibu bahwa ibu harus waspada jika terjadi tanda – tanda seperti dibawah ini pada ibu.
Tanda – tanda bahaya tersebut seperti :
Pusing hebat dan atau demam tinggi
Pendarahan banyak
Kejang perut yang teramat sangat
Bengkak pada wajah, kaki dan tangan
4. Menjelaskan tanda – tanda persalinan kepada ibu seperti :
Sakit perut yang menjalar kepinggang yang semakin lama semakin sering
Keluarnya lendir bercampur darah dari vagina
Keluar air – air dari vagina yang berbau amis dan atau ibu merasakan pecahnya ketuban
5. Menjelaskan kepada ibu tentang persiapan – persiapan yang harus dilakukan untuk persalinan
seperti :
Ibu sudah memutuskan untuk bersalin dimana
Ibu menanyakan kepada bidan kapan perkiraan persalinan
Mempersiapkan tabungan untuk biaya persalinan
Mempersiapkan kendaraan jika sewaktu – waktu diperlukan
Mempersiapkan pendonor jika sewaktu – waktu ibu membutuhkan darah
6. Memberikan therapy pada ibu
Kalk
Komposisinya : calcium laktat 500mg
Efek samping : hiperkalesemiadapat menimbulkan gejala – gejala berupa anoreksia, nyeri otot dan
sendi, haus dan polyuria.
Kegunaan : membantu memenuhi kebutuhan kalsium
Cara pemakaian : 3 x 1 sehari sesudah makan
Cara kerja : licokalk mengandung calcium laktat yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada
janin dan ibu
7. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang i minggu lagi atau segera jika ada
keluhan

VII. EVALUASI
1. Ibu mengetahui tentang keadaannya sekarang
2. Ibu telah mendapatkan KIE tentang ketidaknyamanan kehamilan pada trimester ketiga dan
mengerti serta akan melaksanakan anjuran yang diberikan
3. Ibu telah mengetahui tentang tanda bahaya pada trimester ketiga kehamilan
4. Ibu mengetahui tentang tanda – tanda persalinan
5. Ibu mengetahui tentang persiapan persalinan dan akan mempersiapkannya segera
6. Ibu tahu obat yang diberikan dan akan meminumnya
7. Ibu akan melakukan kunjungan ulang satu minggu lagi atau segera jika ada keluhan

Pangkalpinang, 13 November 2011


Mahasiswa,

Indriana Putri Barlin


Nim 09.03.017
Mengetahui,
Pembimbing Study Kasus,

Marlina Handayani, S.ST

Diposting oleh PoetRy BarLynn di 05.42


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ILMU KEBIDANAN
6 komentar:

Anonim27 Januari 2012 19.42


waaaahhhhhh.....askeb org niiy<<< ckckckk
Balas
Balasan

milla8 Maret 2016 22.00


terimakasih infonya
http://yvc-i-gc012.blogspot.co.id/
Balas
aulia sastra12 Agustus 2013 08.21
waduhhhh panjangnya,,, keterangannya
Balas

Bahaya Penyakit Gondok Bagi Ibu Hamil11 September 2015 21.10


thanks atas infonya, ditunggu artikel yang lainnya
Balas

Linda Novita12 Januari 2016 01.46


makasih infonya sgt bermanfaat :)
Balas

mila8 Maret 2016 22.00


terimakasih infonya
http://yvc-i-gc012.blogspot.co.id/
Balas
Asuhan Kebidanan pada ibu hamil normal

1
Asuhan Kebinan Ibu Hamil Normal G1P0A0 UK 33 minggu

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masa kehamilan dimulai dari mulainya konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal 280 hari
(40 minggu atau 9 bulan 7 hari) di hitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3
triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan ke 4 sampai bulan ke
6, triwulan ke tiga dari bulan ke 7 sampai bulan ke 9. (Sarwono, 2007 : 89).
Kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kunjungan ibu hamil ke dokter (petugas kesehatan) sedini
mungkin semenjak dia merasa hamil untuk mendapatkan pelayanan / asuhan antenatal. Pada setiap
kunjungan ANC petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesa
dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan diagnose kehamilan intra uteri serta ada tidaknya masalah
atau komplikasi (Saifudin, 2002 : 1)
Berdasarkan data WHO pada tahun 2008 setiap tahun sekitar 160 juta perempuan di seluruh dunia
hamil. Sebagian besar kehamilan ini berlangsung dengan aman. Komplikasi ini mengakibatkan kematian
lebih dari setengah juta ibu setiap tahun dari jumlah ini diperkirakan 90% terjadi di Asia dan Afrika 10%
di Negara berkembang lainnya dan kurang dari 1% di Negara-negara maju. Di beberapa Negara resiko
kematian ibu lebih tinggi dari 1 dalam 10 kehamilan (Sarwono, 2006 : 3).
Kondisi kesehatan ibu dan anak di Indonesia saat ini masih sangat penting ditingkatkan serta perlu
mendapat perhatian khusus. Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007
diperkirakan 1 orang meninggal setiap jam akibat kehamilan, persalinan dan nifas (Anonim, 2010 : 3).
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap wanita yang memiliki organ
reproduksi sehat yang telah mengalami menstruasi dan melakukan hubungan seksual dengan seorang
pria yang reproduksinya sehat sangat besar kemungkinannya akan mengalami kehamilan. Selama
pertumbuhan dan perkembangan kehamilan dari bulan ke bulan diperlukan kemampuan seorang ibu
hamil untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada fisik dan mentalnya. Perubahan ini terjadi
akibat adanya ketidakseimbangan hormone progesterone dan estrogen. Adanya ketidakseimbangan ini
akan merangsang lambung sehingga asam lambung menjadi meningkat dan menimbulkan rasa mual
muntah. Bahkan ada yang sampai tidak kuat menjalankan aktifitas sehari-hari sampai ada yang dirawat
di rumah sakit. Pada ibu hamil yang mampu beradaptasi terhadap perubahan ini, perasaan mual tidak
begitu dirasakan, mereka bias melakukan aktivitas sehari-hari seperti tidak hamil (Mandriwati, 2012 : 3).
Kehamilan menyebabkan perubahan fisik, maupun emosional dari ibu serta perubahan social dalam
keluarga. Pada umumnya kehamilan berkembang secara normal dan menghasilkan kelahiran bayi yang
sehat, cukup bulan, namun kadang tidak sesuai dengan harapan, maka hal itu dibutuhkan penyuluhan
dari tenahga kesehatan khususnya seorang bidan sebagai sahabat ibu hamil dan ibu sebaiknya juga
harus sesering mungkin memeriksakan kehamilannya untuk mengetahui keadaan dirinya dan tumbuh
kembang janinnya serta dibutuhkan keterbukaan dari seorang wanita hamil agar tenaga kesehatan tidak
salah dalam memberikan penyuluhan. Oleh karena itu pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara
yang penting untuk memonitor dan mendukung kasehatan ibu hamil dan mendeteksi ibu dnegan
kehamilan (Mandriwati, 2008 : 3)
Kehamilan merupakan proses yang alami akan tetapi bukannya tanpa resiko dan merupakan beban
tersendiri bagi seorang wanita ibu dapat mengalami beberapa keluhan fisik maupun mental (Rochjati,
2003 :3).
Anemia dalam kehamilan merupakan masalah nasional, karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial
– ekonomi masyarakat dan berpengaruh sangat besar terhadap kualitas sumber daya
masyarakat (Sarwono, 2010 : 281)..
Frekuensi ibu hamil dengan anemia di Indonesia relative tinggi yaitu 63,5%. Kekuarangan gizi dan
perhatian yang kurang terhadap ibu hamil merupakan presdisposisi anemia defisiensi ibu hamil di
Indonesia (Sarwono, 2010 : 281)..
Menurut WHO 40 % kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan.
Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh definisi besi dan perdarahan akut bahkan tidak
jarang kebudayaan saling berkaitan (Sarwono, 2010 : 281).
Dengan adanya latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk membuat asuhan kebidanan
dengan judul “Asuhan Kebidanan Ibu Hamil pada Ny. “A” GiP0A0 Usia Kehamilan 33 minggu dengan
Anemia Ringan

1.2 Tujuan Penulisan


1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menerapkan asuhan kebidanan secara alamiah kedalam bentuk asuhan kebidanan
pada Ibu Hamil.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil.
b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnosa dan masalah
c. Mahasiswa mampu menyusun penatalaksanaan untuk menangani ibu hamil dengan anemia
1.3 Manfaat Penulisan
1. Bagi Institusi
Sebagai bahan kepustakaan bagi yang membutuhkan untuk menunjang pembuatan asuhan kebidanan
pada ibu hamil.
2. Bagi Penulis
Mendapatkan pengalaman serta dapat menerapkan asuhan kebidanan pada ibu hamil.
3. Bagi Lahan Praktek
Dengan adanya kesempatan praktek bagi mahasiswa, lahan praktek dapat meningkatkan
penatalaksanaan suatu pengkajian dan dapat memberikan berbagai pengalaman bagi mahasiswa.
4. Bagi pasien
Agar pasien mengetahui manfaat pentingnya asuhan kebidanan dan digunakan sebagai bahan masukan
agar dapat memahami keadaannya saat ini sehingga dapat mengambil suatu keputusan serta pasien
dapat keoperatif terhadap tindakan yang diberikan oleh petugas.

1.4 Sistematika Penulisan


Secara garis besar, penulisan asuhan kebidanan adalah sebagai berikut :
BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Manfaat
1.4 Sistematika Penulisan
BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Kehamilan
2.2 Konsep Dasar Anemia
2.3 Konsep Dasar ANC (Asuhan Manajemen Kebidanan Pada Ibu Hamil)
BAB 3 : TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian Data
3.2 Data Subyektif
3.3 Data Obyektif
3.4 Analisis
3.5 Penatalaksanaan
BAB 4 : PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Kehamilan


2.1.1 Pengertian
Kehamilan adalah masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya 280 hari
dihitung dari hari pertama haid terahir. (Sinopsis Obstetri, 1998 : 43).
Masa kehamilan dimulai dari mulainya konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal 280 hari
(40 minggu atau 9 bulan 7 hari) di hitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3
triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan ke 4 sampai bulan ke
6, triwulan ke tiga dari bulan ke 7 sampai bulan ke 9. (Sarwono, 2007 : 89).

2.1.2 Proses Kehamilan


1. Ovulasi
2. Terjadinya Migrasi Spermatozoa dan Ovum
3. Terjadinya Konsepsi dan Pertumbuhan Zigot
4. Terjadinya Nidasi (Implantasi) pada uterus
5. Pertumbuhan Plasenta
a. Desidua Basalis
b. Desidua Kapsularis
c. Desidua Perietalis
6. Pertumbuhan dan Perkembangan Janin
(Sarwono, 2008 : 100-101)

2.1.3 Perubahan Fisiologi pada Wanita Hamil


1. Perubahan pada Sistem Reproduksi
a. Rahim dan uterus
b. Vagina dan Vulva
c. Ovarium
2. Perubahan pada organ dan saluran lainnya
a. Sistem Sirkulasi Darah Ibu
b. Sistem Respirasi
c. Sistem Pencernaan
d. Alat-alat kencing
e. Perubahan pada kulit
f. Perubahan pada tungkai
g. Perubahan Sikap
h. Perubahan Tulang dan Gigi
i. Sistem Metabolisme
j. Payudara
(Pantika, 2010 : 75)

2.1.4 Perubahan Psikologis


Trimester I
1) Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya
2) Perasaan kecewa, penolakan dan kesedihan
3) Membutuhkan kasih saying
4) Takut dan khawatir
a. Trimester II
1) Ibu merasa Sehat
2) Ibu sudah menerima kehamilannya
3) Merasakan gerakan janin
4) Merasa nyaman
b. Trimester III
1) Periode menunggu dan waspada
2) Meningkatnya kewaspadaan akan adanya tanda-tanda dan gejala terjadinya persalinan
3) Melindungi bayinya agar terlindung dari bahaya
4) Merasa aneh dan jelek
5) Merasa bersedih akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima
selama hamil
6) Butuh dukungan dari suami, keluarga dan bidan untuk perispan aktif untuk kelahiran bayi dan
menjadi orang tua.
(Pantika, 2010 : 75)

2.1.5 Pembagian Usia Kehamilan


1. Trimester I : 0 – 12 Minggu
2. Trimester II : 13 – 27 Minggu
3. Trimester III : 28 – 40 Minggu
(Pantika, 2010 : 76)

2.1.6 Tanda dan Gejala Kehamilan


1. Tanda Tidak Pasti
a. Amenorhea
b. Mual dan muntah
c. Mengidam
d. Pingsan
e. Tidak Tahan Suatu Bau-bauan
f. Tidak ada Selera Makan
g. Lelah
h. Payudara Membesar, menegang dan sedikit nyeri
(Pantika, 2010 : 76)
2. Tanda Mungkin Hamil
a. Perut Membesar
b. Uterus Membesar
c. Tanda Hegar
d. Tanda Piscaseck
e. Tanda Chadwick
f. Kontraksi Kecil Uterus apabila dirangsang
g. Reaksi Kehamilan Positif
(Pantika, 2010 : 76)
3. Tanda Pasti Hamil
a. Gerakan janin yang dapat di raba atau dirasa, juga bagian-bagian janin(melali USG)
b. Terdengar DJJ
c. Terlihat tulang-tulang janin melalui foto rontgen.
(Patinka, 2010 : 77)

2.1.7 Usia Kehamilan


a. Menentukan usia kehamilan sangat penting untuk memperkirakan persalinan. Umru kehamilan
dapat ditentukan dengan rumus Neggle :
1) Dapat dihitung dari hari pertama haid terakhir, tanggal dijumlah tujuh, bulan dikurangi tiga, tahun
ditambah satu.
2) Dapat juga tanggal ditambah tujuh, tanggal ditambah sembilan
b. Gerakan Pertama Janin (Quickening)
c. Perkiraan Tinggi Fundus Uteri
Rumus Mac Donald
Usia Kehamilan : TFU di bagi 3,5
d. Menurut Spiegeberg
e. Rumus Johnson : Tausak : BB = (MD – 12) x 155
f. Menggunakan Ultrasonografi
g. Cara Menghitung DJJ
Dihitung 3 x Detik berurutan dengan cara ini diketahui teratur tidanknya DJJ

2.1.8 Menentukan Leopold


Pemeriksaan Palpasi menurut Leopold
1. Leopold I
a. Pemeriksa menghadap ibu hamil
b. Menentukan TFU dan bagian Janin dalam Fundus (lutut di luruskan)
c. Menentukan Konsistensi Uterus
d. Menentukan TBJ
Variasi Menurut Knebel : Menentukan letak kepala bokong. Satu tangan meraba fundus, tangan satunya
berada di atas simpisis
2. Leopold II
a. Pemeriksa menghadap ibu hamil
b. Menentukan apa yang ada di bagian kanan dan kiri perut ibu
c. Menentukan bagian punggung dan bagian terkecil janin (ekstremitas) janin kiri atau kanan
d. Pada letak lintang ketentuan dimana kepala janin
Variasi menurut Buddin : Menentukan bagian di kanan dan kiri ibu dengan tangan satu menekan fundus,
tangan satunya meraba kanan dan kiri perut ibu.
Variasi menurut Ahlfed : Menentukan bagian di kanan dan kiri ibu dengan tangan satu menekan tengah
perut ibu, tangan satunya meraba kanan dan kiri perut ibu.
3. Leopold III
a. Pemeriksa menghadap ibu hamil
b. Menentukan bagian terbawah janin
c. Apakah bagian terbawah janin tersebut sudah masuk PAP atau masih goyang
4. Leopold IV
a. Pemeriksa menghadap kearah kaki ibu hamil
b. Menentukan bagian terbawah janin berapa jauh sudah masuk PAP
c. Biasanya sambil melakukan palpasi sekaligus ditentukan tentang konsistensi uterus, gerakan janin,
kontraksi uterus dan apabila ada lingkaran van bandle.

2.2 Konsep Dasar Anemia


2.2.1 Pengertian
Anemia adalah suatu keadaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Anemia dalam
kehamilan adalah seorang wanita hamil yang memiliki Hb kurang dari 10 gr % disebut anemia berat atau
bila kurang dari 6gr% disebut gravis (Sinopsis Obstetri, 1998 : 145).
Anemia dalam kehamilan ialah kondisi ibu dengan kadar Hb dibawah 11 gr % pada trimester 1 dan 3
atau kadar ,10,5 g% pada trimester 2. (Sarwono, 2010 : 281).
Anemia adalah kondisi dimana berkurangnya sel darah merah (eritrosit) dalam sirkulasi darah atau
massa hemoglobin sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruh
jaringan (Tarwoto, 2007 : 57).

2.2.2 Etiologi
Anemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :
a. Faktor genetik seperti thalasemia, hemoglobinopati, abnormal enzime glikolitik
b. Kekurangan nutrisi atau malnutrisi
c. Faktor imunologi
d. Obat-obatan dan zat kimia seperti kontrasepsi, antimetabolis, zat kimia toksik
e. Trombotik trombositopenia purpura dan syndrome uremik hemolitik
f. Kekurangan zat besi, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C dan asam folat
g. Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal
h. Perdarahan : riwayat haid
i. Penghancuran sel darah merah
j. Kehilangan darah akibat perdarahan dalam atau siklus haid wanita
k. Penyakit kronik : TBC, Paru, Cacing Usus
l. Penyakit darah yang bersifat genetik : hemofilia. Thalasemia
m. Parasit dan penyakit lain yang merusak darah : malaria
n. Terlalu sering menjadi donor darah
o. Gangguan penyerapan nutrisi (malabsorbsi)
p. Infeksi HIV
(Tarwoto,2007 : 57)

2.2.3 Patofisiologis
Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang
semakin meningkat terhadap plasenta dan pertumbuhan payudara. Volume plasma meningkat 45-65%
dimulai pada trimester II kehamilan, dan maksimum dimulai pada bulan ke-9 dan meningkatnya sekitar
1000ml, menurun sedikit menjelang aterm serta kembali normal 3bulan setelah partus. Stimulasi yang
meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasma, yang menyebabkan peningkatan sekresi
aldesteron (Yeyeh, 2010 : 101).

2.2.4 Tanda dan Gejala


Tanda gejala ibu hamil yang mengalami anemia antara lain : ibu mengeluh lemah, pucat, mudah pingsan
sementara tensi masih dalam batas normal, perlu dicurigai anemia defisiensi (Sarwono, 2010 : 282)
Anemia dapat menyebabkan tanda dan gejala yaitu:
a. Letih, sering mengantuk, malaise.
b. Pusing, lemah.
c. Nyeri kepala
d. Luka pada lidah.
e. Kulit pucat.
f. Membran mukosa pucat (misal konjungtiva).
g. Bantalan kuku pucat.
h. Tidak ada nafsu makan, mual dan muntah
(Varney, 2006 : 101)

2.2.5 Diagnosis Anemia dalam Kehamilan


Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa. Pada anamnesa
akan didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah
lebih hebat pada hamil muda.
Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat suhu. Hasil pemeriksaan
Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut :
Hb 11 g% Tidak anemia
9-10 g% Anemia ringan
7-8 g% Anemia sedang
<7 g% Anemia berat
Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan, yaitu pada trimester I dan trimester
III. Dengan pertimbangan bahwa setiap ibu hamil mengalami anemia, maka dilakukan pemberian
preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas.
(Fakultas Kedokteran, 2001 : 122)

2.2.6 Klasifikasi Anemia


Anemia defisiensi besi (kekurangan zat besi) 62,3 %
Anemia mengaloblasti (kekurangan vit. B12) 29,0 %
Anemia hipoblastik (pemecahan sel darah lebih cepat dari pembentukannya) 8,0 %
Anemia hemolitik (gangguan pembentukan sel darah) 0,7 %
(Sinopsis Obstetri, 1998 : 122)

2.2.7 Bahaya Selama Kehamilan


1. Dapat terjadi abortus
2. Persalinan premature
3. Hambat tumbuh janin didalam rahim
4. Mudah terjadi infeksi
5. Ancaman decompensasi corde (Hb < 6 gr %)
6. Molahidatidosa
7. Hiperpremesis gravidarum
8. Perdarahan anterpartum
9. Ketuban pecah dini.
(Fakultas Kedokteran, 2001 : 122)

2.2.8 Bahaya Saat Persalinan


1. Gangguan his – kekuatan mengejang
2. Kala I berlangsung lama dan terjadi partus lama
3. Kala II berlangsung lama, sehingga dapat melakukan dan sering melakukan operasi kebidanan
4. Kala III dapat diikuti retensio placenta dan perdarahan PP karena atonia uteri
5. Kala IV dapat terjadi perdarahan
(Fakultas Kedokteran, 2001 : 122)
2.2.9 Bahaya Saat Nifas
1. Terjadi sub involus uteri menimbulkan perdarahan PP
2. Memudahkan infeksi puerperium
3. Pegeluaran ASI berkurang
4. Terjadi decompensasi cordis mendadak setelah persalinan
5. Anemia kala ifas
6. Mudah terjadi infeksi
(Fakultas Kedokteran, 2001 : 123)
2.2.10 Bahaya pada Janin
1. Abortus
2. Terjadi kematian intra uteri
3. Persalinan prematurus tinggi
4. Berat badan lahir rendah
5. Kelahiran denga anemia
6. Dapat terjadi cacat bawaan
7. Bayi mudah terinfeksi
8. Intelegensia rendah
(Fakultas Kedokteran, 2001 : 123)

2.2.11 Penatalaksanaan Anemia


Penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara pemberian tablet besi serta
peningkatan kualitas makanan sehari-hari. Ibu hamil biasanya tidak hanya mendapat preparat besi
tetapi juga asam folat. Dosis pemberian asam folat sebanyak 500µg dan zat besi sebanyak 120mg.
Pemberian zat besi sebanyak 30gram per hari akan meningkatkan kadar hemoglobin sebesar 0,3
dl/gram/minggu atau dalam 10 hari. Berikut upaya pencegahan dan penanggulangan anemia:
a. Meningkatkan konsumsi makanan bergizi.
Perhatikan komposisi hidangan setiap kali makan dan makan makanan yang banyak mengandung besi
dari bahan makanan hewani (daging, ikan, ayam, hati, telur) dan bahan makanan nabati (sayuran
berwarna hijau tua, kacang-kacangan, tempe). perlu juga makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang
banyak mengandung vitamin C(daun katuk, daun singkong, bayam, jambu, tomat, jeruk dan nanas)
sangat bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam usus. Makanan yang berasal dari
nabati meskipun kaya akan zat besi, namun hanya sedikit yang bisa diserap dengan baik oleh usus.
b. Menambah pemasukan zat besi ke dalam tubuh dengan minum tablet tambah darah (tablet
besi/tablet tambah darah).
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi tablet besi yaitu :
1) Minum tablet besi dengan air putih, jangan minum dengan teh, susu dan kopi karena dapat
menurunkan penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga manfaatnya menjadi berkurang.
2) Kadang-kadang dapat terjadi gejala ringan yang tidak membahayakan seperti perut terasa tidak
enak, mual-mual, susah buang air besar dan tinja berwarna hitam.
3) Untuk mengurangi gejala sampingan, minum tablet besi setelah makan malam, menjelang tidur.
Akan lebih baik bila setelah minum tablet besi disertai makan buah-buahan seperti : pisang, pepaya,
jeruk, dll.
4) Simpanlah tablet besi di tempat yang kering, terhindar dari sinar matahari langsung, jauhkan dari
jangkauan anak, dan setelah dibuka harus ditutup kembali dengan rapat. tablet besi yang telah berubah
warna sebaiknya tidak diminum
5) Tablet besi tidak menyebabkan tekanan darah tinggi atau kebanyakan darah.
c. Mengobati penyakit yang menyebabkan atau memperberat anemia seperti : kecacingan, malaria
dan penyakit TBC.
(Sulistyoningsih, 2011 : 88)

2.3 Konsep Dasar ANC (Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil)
2.3.1 Data Subyektif
Adalah data yang diperoleh dari hasil anamnesa dri klien, keluarga, tim kesehatan lain yang mencakup
semua keluhan klien pada masalah kesehatan.
1. Biodata
Biodata berisi tentang identitas klien serta suaminya yang meliputi nama, umur, agama, suku/bangsa,
pendidikan, pekerjaan, penghasilan, alamat dna status perkawinan
2. Keluhan Utama
Yaitu Keluhan yang sedang dirasakan oleh klien pada saat pengkajian misalnya pasien mengeluh mules
3. Riwayat kesehatan yang pernah atau sedang diderita sekarang
Ditanyakan apakah pasien saat ini sedang menderita penyakit menular, menurun dan menahun.
4. Riwayat kesehatan yang pernah atau sedang diderita keluarga
Ditanyakan kepada pasien apakah dalam keluarga saat ini sedang atau pernah menderita penyakit
menular, menurun dan menahun.
5. Riwayat Keturunan Kembar
Ditanyakan apakah dalam keluarga mempunyai keturunan kembar atau tidak
6. Riwayat Alergi Obat
Ditanyakan apakah pasien mempunyai alergi obat atau tidak
7. Riwayat Obstetri
Terdiri dari riwayat menstruasi yaitu HPHT, dan HPL
8. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas dan kontrasepsi yang lalu
Ditanyakan pada pasien kehamilan yang dahulu normal atau tidak, persalinan yang dahulu normal atau
tidak, dan nifas yang dahulu ada komplikasi atau tidak, kontrasepsi yang dahulu memakai apa.
9. Riwayat psikososial kultural
Bagaimana keadaan jiwa dan lingkungan ibu, menghadapi persalinan nanti, dan sampai masa nifas
selesai.
10. Pola Kebiasaan sehari-hari
a. Pola Nutrisi
Ditanyakan tentang pola makan, komposisi, jumlah, frekuensi, ada keluhan atau tidak
b. Pola Eliminasi
Ditanyakan tentang Frekuensi berapa kali sehari,warna, bau, konsistensi, jumlah, ada keluhan atau tidak
c. Pola Aktifitas
Ditanyakan aktifitas Ibu sehari-hari dirumah apa
d. Pola Istirahat
Ditanyakan istirahat siang dan malam jam berapa, berapa jam, ada keluhan atau tidak
e. Pola Personal Hygine
Ditanyakan sehari berapa kali mandi, kebiasaan membersihkan alat kelamin, mengganti pakaian dan
pakaian dalam
f. Kebiasaan-kebiasaan
Ditanyakan apakah Ibu pernah merokok, minum jamu, minum beralkohol dan makan makanan panatang
atau tidak.
2.1.1 Data Obyektif
Data ini dimulai dari pemeriksaan fisik serta pemeriksaan diagnosik, yang meliputi :
1. Keadaan umum
Meliputi kesadaran pasien, keadaan emosional, postur tubuh, cara berjalan, BB sebelum hamil, Kenaikan
BB, Lila.
2. Tanda-tanda vital
Tekanan Darah :…..mmHg
Suhu :….. 0C
Nadi :…..x/mnt
Pernafasan :…..x/mnt
3. Pemeriksaan fisik
Adalah pemeriksaan yang dilakukan dari ujung rambut sampai ujung kaki untuk mengetahui tanda-tanda
patologis meliputi inspeksi, palpasi, aukultasi dan perkusi
a. Inspeksi
Suatu teknik pemeriksaan yang kita lakukan dengan cara melihat, seluruh bagian tubuh.
Kepala : Simetris atau tidak, kulit kepala bersih atau tidak, rambut rontok atau tidak,berketombe atau
tidak.
Muka : Pucat atau tidak, sembab atau tidak, ada Cloasmagravidarum atau tidak.
Mata : Simetris atau tidak, conjungtiva anemis atau tidak, sklera putih atau tidak.
Hidung : Simetris atau tidak, ada polip atau tidak, ada pernafasan cuping hidung atau tidak.
Mulut dan gigi : Simetris atau tidak, ada stomatitis atau tidak, ada gigi palsu atau tidak, ada caries atau
tidak, kotor atau tidak lidah bersih atau tidak, gusi berdarah atau tidak.
Telinga : Simetris atau tidak, bersih atau tidak, ada Serumen atau tidak.
Leher : Ada pembesaran kelenjar tyroid apa tidak.
Dada : Ada pernafasan intercosta atau tidak. Ada wheezing dan ronchi atau tidak.
Mamae : Payudara bersih atau tidak, ada benjolan abnormal atau tidak, Hiperpigmentasi atau tidak,
putting susu menonjol atau tidak, colostrum sudah keluar atau belum.
Axilla : Simetris atau tidak, ada luka atau tidak.
Abdomen : Membesar sesuai UK atau tidak, ada linea nigra atau tidak, ada luka bekas operasi atau tidak,
tampak pergerakan janin atau tidak.
Punggung : Simetris atau tidak, lordosis atau tidak, ada kelainan bentuk punggung atau tidak.
Genetalia : Bersih atau tidak, ada varices atau tidak, ada condiloma atau tidak, ada pembengkakan
kelenjar bartholini atau tidak.
Anus : Ada hemorroid atau tidak, ada varises atau tidak.
Ekstremitas atas : Simetris atau tidak, ada gangguan pergerakan atau tidak.
Ekstremitas bawah : Simetris atau tidak, ada gangguan Pergerakan atau tidak, ada varises atau tidak.
b. Palpasi
Satu teknik pemeriksaan yang kita lakukan dengan cara meraba daerah yang kita periksa.
Kepala : Ada benjolan atau tidak, ada nyeri tekan atau tidak.
Leher : Ada pembendungan vena jugularis atau tidak.
Axilla : Ada pembesaran kelenjar limfe atau tidak.
Mammae : Ada benjolan abnormal atau tidak,colostrum.
Abdomen
Leopold I : Untuk menentukan TFU dan bagian janin dalam fundus uteri.
Leopold II : Untuk menentukan letak punggung janin.
Leopold III : Untuk menentukan bagian terendah janin dan apakah bagian tersebut sudah masuk PAP
atau masih dapat di goyang.
Leopold IV : Untuk menentukan seberapa jauh bagianterendah masuk PAP.
c. Auskultasi
Suatu teknik pemeriksaan dimana kita menangkap dan mengenali suara yang berasal dari berbagai
organ tubuh.
Dada : Terdengar suara wheezing dan ronchi atau tidak.
Abdomen : DJJ dan frekuensi
d. Perkusi
Suatu teknik pemeriksaan yang kita lakukan dengan cara mengetuk-ngetuk daerah tubuh penderita
untuk mendengarkan suara yang ditimbulkan atau merasakan tahanan yang kita jumpai pada daerah
tubuh tersebut.
Ekstremitas bawah : Refleks patella +/-
4. Pemeriksaan penunjang
Hasil dari pemeriksaan laboratorium
5. Pemeriksaan panggul luar.
Distansia Spinarum : (Normal 24-26 cm)
Distansia Cristarum : (Normal 28-30 cm)
Baudelogue : (Normal 18-20 cm)
Lingkar panggul : (Normal 80-90 cm)

2.1.2 ANALISIS
Yaitu pengembangan rencana yang merupakan langkah lanjutan setelah diagnosa ditegakkan. Rencana
asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang telah diubah teridentifikasi dari klien (Anonim,
938).
2.1.3 PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan merupakan perwujudan dan rencana yang telah disusun pada tahap-tahap
perencanaan, pelaksanaan dapat terealisasi dengan baik apabila dapat diterapkan berdasarkan hakekat
masalah, beberapa prinsip dalam pelaksanaan tindakan:
1. Tindakan kebidanan apa yang dapat dikerjakan sendiri, dibantu atau dilimpahkan pada staf.
2. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan bidan tentang tindakan yang dilakukan.
3. Pelaksanaan realita dari rencana asuhan kebidanan yang telah disusun untuk mencapai tujuan yang
ditentukan.
(Anonim: 938)

BAB 3
TINJAUAN KASUS
Pengkajian
Tanggal Pengkajian : 8 Mei 2014
Jam Pengkajian : 08.30 WIB
Tempat Pengkajian : Puskesmas Tanjunganom
3.1 Data Subyektif
Biodata
Nama Pasien : Ny “A” Nama : Tn “S”
Umur : 29 Tahun Umur : 31 Tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/WNI Suku/Bangsa : jawa/WNI
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Penghasilan : Tidak berpenghasilan Penghasilan : Rp 1.000.000/bulan
Alamat : Ds”B” ,Kec “T”, Kab “N” Alamat : Ds.”B”,Kec “T”,Kab”N”
1. Kunjungan saat ini : Kunjungan Pertama √ Kunjungan Ulang
2. Keluhan Utama : Tidak ada keluhan
3. Riwayat Perkawinan
a. Riwayat Perkawinan : Kawin
b. Umur Pertama Kawin : 27 Tahun
c. Lama Kawin : 2 Tahun
4. Riwayat Kesehatan
a. Penyakit Sistemik yang pernah/sedang diderita
Ibu tidak pernah menderita penyakit menurun seperti : asma (tidak),diabetus militus (tidak), hipertensi
(tidak). Ibu tidak pernah menderita penyakit menular seperti : TBC (tidak), rabies (tidak), hepatitis
(tidak). Ibu tidak pernah menderita penyakit menaun seperti: TBC (tidak),anemia menaun(tidak) . Pasien
tidak pernah menderita penyakit IMS seperti : HIV/AIDS (tidak), herpes (tidak), jengger ayam (tidak),
hepatitis (tidak).
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga
Di dalam keluarga ibu tidak pernah menderita penyakit menurun seperti : asma (tidak),diabetus militus
(tidak), hipertensi (tidak). Ibu tidak pernah menderita penyakit menular seperti : TBC (tidak), rabies
(tidak), hepatitis (tidak). Ibu tidak pernah menderita penyakit menaun seperti: TBC (tidak),anemia
menaun(tidak) . Pasien tidak pernah menderita penyakit IMS seperti : HIV/AIDS (tidak), herpes (tidak),
jengger ayam (tidak), hepatitis (tidak)
c. Riwayat Keturunan Tunggal
Di dalam keluarga ibu tidak ada yang memiliki riwayat keturunan kembar
d. Riwayat Alergi Obat
Ibu tidak memiliki riwayat alergi obat
5. Riwayat Menstruasi
a. Menarche : 13 Tahun
b. Lama : 7 Hari
c. Banyaknya Perdarahan : Pada hari ke 1-2 ganti pembalut 3 kali sehari, hampir selesai menstruasi
ganti pembalut 2 kali sehari
d. Fluor Albus : Ya
e. Kapan : 2 minggu sebelum haid
f. Keluhan saat haid : ada
g. HPHT : 17-9-2013
h. TP : 24-6-2014
6. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu
G1 P0 A0 Usia Kehamilan 33 minggu
Persalinan Nifas KB
Hamil Komplikasi
Tgl UK Jenis BB/
Ke Penolong JK Laktasi Komplikasi Jenis Lama Penyulit
Lahir (Mg) Persal Ibu Bayi TB
H A M I L I N I

a. Riwayat ANC
ANC sejak umur kehamilan 10 minggu, ANC di BPM Ny “R”
1) Frekuensi : Trimester I : 2 kali
Keluhan : Mual, Pusing
Terapi : B6
Penyuluhan yang didapat : Istirahat cukup, makan sedikit tapi sering, Gizi ibu hamil
2) Trimester II : 2 kali
Keluhan : Nafsu makan menurun
Terapi : Fe, Vit C, B6
Penyuluhan yang didapat : Gizi Ibu Hamil
3) Trimester III : 2 kali
Keluhan : Sering capek, lemas
Terapi : Kalsium, Fe, Vit C, B1
Penyuluhan yang didapat : Tanda bahaya dalam kehamilan TM III
b. Pergerakan janin yang pertama pada umur kehamilan 18 minggu, pergerakan janin dalam 24 jam
terakhir 10 kali
c. Status TT : Imunisasi TT lengkap

7. Riwayat Kontrasepsi yang Digunakan


No Jenis Mulai Memakai Berhenti/Ganti Cara
Kontrasepsi Tgl Oleh Tempat keluhan Tgl Oleh Tempat Alasan

Setelah Ibu menikah ibu tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun karena ibu ingin hamil

8. Pola Kebiasaan Sehari-hari


a. Pola Nutrisi Makan Minum
Sebelum Hamil
Frekuensi Makan 2-3 kali sehari 6-7 gelas sehari
Macam Nasi,sayur,lauk Air putih
Jumlah Habis Porsi 1 liter
Keluhan Tidak ada Keluhan Tidak ada Keluhan
Selama Hamil
Frekuensi Makan 3-4 kali sehari 6-7 gelas sehari
Macam Nasi,sayur,lauk,buah,ikan,telur Air putih
Jumlah Habis Porsi 1,5 liter
Keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan

b. Pola Eleminasi
Sebelum Hamil BAB BAK
Frekuensi 1-2 kali sehari 3-4 kali sehari
Warna Kuning Kuning
Bau Khas Khas
Konsistensi Lunak Cair
Keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan
Selama Hamil BAB BAK
Frekuensi 1-2 kali sehari 3-4 kali sehari
Warna Kuning Kuning
Bau Khas Khas
Konsistensi Lunak Cair
Keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan
c. Pola Aktifitas
Sebelum Hamil
Kegiatan sehari-hari : Kegiatan yang dilakukan ibu memasak, membersihkan rumah.
Selama Hamil
Kegiatan sehari-hari : Kegiatan yang dilakukan ibu memasak dan tidak melakukan pekerjaan berat
d. Pola Istirahat
Sebelum Hamil
Tidur siang : 1-2 jam ; keluhan : Tidak ada keluhan
Tidur malam : 6-7 jam ; keluhan : Tidak ada keluhan
Selama Hamil
Tidur siang : 2-3 jam ; keluhan : Tidak ada keluhan
Tidur malam : 7-8 jam ; keluhan : Tidak ada keluhan
e. Personal Hygiene
Sebelum Hamil
Mandi : 2 kali/hari
Keramas : 3 kali/minggu
Ganti Pakaian : 1 kali/hari
Ganti Pakaian Dalam : Mengganti pakaian dalam setiap selesai mandi
Cebok dari depan ke belakang setelah BAB dan BAK
Selama Hamil
Mandi : 2 kali/hari
Keramas : 3 kali/minggu
Ganti Pakaian : 2 kali/hari
Ganti Pakaian Dalam : Mengganti pakaian dalam setiap selesai mandi
Cebok dari depan ke belakang setelah BAB dan BAK

f. Kebiasaan-kebiasaan
1) Merokok : Tidak
2) Minum jamu-jamuan : Tidak
3) Minum-minuman keras : Tidak
4) Makan/Minum Pantangan : Tidak
9. Riwayat Psikososial Kultural
a. Kelahiran ini : Diinginkan √ Tidak diinginkan
b. Pengetahuan Ibu tentang kehamilan dan keadaan sekarang
Ibu memahami apa yang dialaminya sekarang. Pengetahuan ibu tentang kehamilan dan keadaannya
sekarang sudah baik. Ibu mendapatkan pengalaman cara mengurus bayi yang akan dilahirkan dari
ibunya
c. Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan
Ibu dan suami merasa bahagia dengan kehamilannya. Karena ini merupakan kehamilan dan anak
pertama
d. Dukungan Keluarga
Keluarga selalu memberikan semangat dan motivasi kepada ibu
e. Pengambil keputusan dalam keluarga
Pengambil keputusan dalam keluarga adalah suami
f. Budaya dalam keluarga
Didalam keluarga tidak ada budaya pantang makan pada ibu, tetapi masih ada budaya selamatan pada
ibu hamil seperti tingkepan
g. Tempat penolong persalinan yang diinginkan
Ibu berharap persalinannya normal dan selamat, serta ditolong bidan
10. Riwayat Spiritual
Ibu dan keluarga menganut agama islam, beribadah shalat 5 waktu dan berdoa agar ibu dan janin sehat
dan selamat

3.2 DATA OBYEKTIF


1. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum : Baik
b. Kesadaran : Composmenthis
c. Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 88 kali/menit
Pernafasan : 24 kali/menit
Suhu : 36,50C
TB : 147 cm
BB : Sebelum hamil 45 kg, BB sekarang 54 kg
LILA : 24 cm
2. Pemeriksaan Khusus
a. Inspeksi
Kepala : Bersih, simetris, warna rambut hitam
Muka : Bersih, simetris, tidak ada chloasma gravidarum, tidak oedema wajah
Mata : Bersih, simetris, konjungtiva merah muda, sclera putih, tidak ada pembesaran
palpebra
Hidung : Bersih, simetris, tidak ada sekret, tidak omp, tidak epitaksis
Telinga : Bersih, simetris, tidak ada serumen
Mulut dan Bibir : Bersih, simetris, bibir lembab, tidak ada caries gigi, tidak ada pembesaran
kelenjar tonsil
Leher : Bersih, simetris, tidak ada hiperpigmentasi
Dada : Bersih, simetris, tidak ada tarikan dada intercosta
Mamae : Bersih, simetris, aerola hiperpigmentasi, putting susu menonjol
Axila : Bersih, simetris
Abdomen : Bersih, simetris, ada linea nigra, tidak ada strie, tidak ada bekas operasi
Punggung : Bersih, simetris, tidak ada bekas luka/lesi
Anus : Bersih, tidak ada varises
Ekstremitas atas : Bersih, simetris, tidak oedema, tidak ada kelainan gerak, tidak cyanosis
Ekstremitas bawah : Bersih, simetris, tidak oedema, tidak ada kelainan gerak, tidak cyanosis, tidak
ada varises
Genetalia : Bersih, ada flour albus warna putih dan tidak berbau, tidak ada varises, tidak ada
jaringan parut
b. Palpasi
Kepala : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan abnormal
Muka : Tidak sembab, tidak nyeri tekan
Hidung : Tidak nyeri tekan polip
Telinga : Tidak nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar mastoid
Leher : Tidak ada pembesaran vena jugularis, dan tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
Mamae : Tidak ada benjolan abnormal, kolostrum belum keluar
Axila : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Abdomen :
1. Leopold I : teraba bokong.
Variasi knebel : teraba bokong
Variasi Mc. Donald : TFU 27 cm.
2. Leopold II : a. teraba punggung dibagian kanan perut ibu,
b. teraba ekstermitas janin di bagian perut kiri ibu.
Variasi budin : teraba punggung dibagian kanan perut ibu, teraba ekstermitas janin dibagian kiri perut
ibu.
Variasi alfet : teraba punggung dibagian kanan perut ibu, teraba ekstermitas janin dibagian kiri perut ibu.
3. Leopold III : teraba kepala dibagian terendah janin, kepala
masih belum masuk PAP.
4. Leopold IV : tidak dilakukan karena kepala belum masuk PAP.
5. DJJ (+) = (11-12-12) = 140x/menit
Genetalia : Tidak ada pembesaran kelenjar bartolini dan kelenjar skene
d. Perkusi
Reflek Patela : kanan (+) kiri (+)

e. Auskultasi
Dada : Tidak ada ronchi dan wheezing

3. Pemeriksaan Panggul Luar


Distansia Spinarum : 25 cm
Distansia Kristarum : 29 cm
Boudelogue : 19 cm
Lingkar Panggul : 94 cm

4. Pemeriksaan Laboratorium
a. Kadar HB
Tanggal : 8 Mei 2014
Hasil : 9,2 gr%
b. Reduksi Urine
Tanggal : 8 Mei 2014
Hasil : Negatif (-)
c. Protein Urine
Tanggal : 8 Mei 2014
Hasil : Negativ (-)
d. GDA
Tidak dilakukan

3.3 ANALISIS
GIP0A0 Usia kehamilan 33 minggu dengan anemia ringan, hidup tunggal, letak kepala, keadaan jalan
lahir normal, keadaan ibu dan janin baik.

3.4 PENATALAKSANAAN
1. Melaksanakan komunikasi dengan teknik tarapeutik, memberikan senyuman, sentuhan, dan tatap
mata.
2. Melakukan pemeriksaan fisik dari ujung rambut sampai kaki dengan hasil :
Inspeksi : Normal
Palpasi : Normal
Perkusi : Normal
Auskultasi : Normal
3. Melakukan pemeriksaan laboratorium :
HB : 9,2 gr%
Reduksi Urine : Negatif (-)
Protein Urine : Negatif (-)
4.. Mengajari ibu melakukan senam hamil 1 kali setiap hari
5. Mengajari ibu melakukan senam payudara dan perawatan payudara 1 kali setiap hari
6. Menganjurkan ibu untuk banyak beristirahat disela-sela kegiatan
7. Memberikan penyuluhan asupan nutrisi ibu hamil pada Trimester 3 dengan banyak memakan buah-
buahan, sayuran, ikan dan telur
8. Menjelaskan pada ibu tentang tanda bahaya trimester 3 yaitu Perdarahan pervagina,sakit kepala yang
hebat, pengliatan kabur, bengkak di wajah dan jari tangan, gerakan janin tidak terasa atau tidak
bergerak, nyeri perut yang hebat, air ketuban keluar sebelum waktunya.
9. Menjelaskan pada ibu persiapan saat-saat persalinan yaitu : menyiapakan tabungan/uang, rencana
meahirkan di tolong oleh bidan, siapkan kendaraan jika terjadi rujukan, perlengkapan pakaian bayi,
siapkan orang yang menjadi donor darah jika sewaktu-waktu di perlukan.
10. Menjelaskan pada ibu tanda-tanda persalinan yaitu : mulasnya sering dan lama, keluar lendir
bercampur darah dari jalan lahir, keluar air ketuban dari jalan lahir.
11. Memberikan tablet Fe di minum dengan air putih 1X1 sehari saat malam hari
12. Memberitahu ibu jadwal kontrol ulang atau jika ada keluhan segera periksa.

BAB 4
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Pada tanggal 08 Mei 2014 jam 08.30 WIB dilakukan pemeriksaan ibu hamil,Ny. “A” G1P0A0 Usia
kehamilan 33 minggu Anemia. Setelah dilakukan pengkajian dan pemeriksaan di dapat data : keadaan
umum: baik, kesadaran: composmentis, tekanan darah: 110/70 mmHg, nadi: 88x/menit, pernafasan:
24x/menit, suhu: 36,5oC, Inspeksi abdomen : perut membesar sesuai dengan usia kehamilan, ada lina
nigra, palpasi abdomen : Leopold I: Di dapat hasil pada fundus teraba bokong dan TFU: 27 cm. Leopold
II: Di dapat hasil Punggung Kanan (PUKA) Leopold III: Di dapat hasil kepala. Pada bagian terendah janin
belum masuk PAP, TBJ : (27-12) x 155 = 1833 gram, DJJ (+) = (12-12-11) = 140x/menit.
Dengan didapatkannya data subyektif dan obyektif maka penulis dapat membuat diagnosa
yaitu G1P0A0 33 minggu, keadaan ibu dan janin baik.
Dilakukan penatalaksanaan yang sesuai yaitu memberikan KIE tentang mengenali tanda persalinan,
persiapan untuk persalinan. Memberitahukan pada ibu konseling tentang anemia. Memberitahu dan
mengnjurkan untuk minum tablet Fe, makan-makanan yang berserat dan mengandung zat besi, istirahat
cukup, dan menjaga personal hygiene.

4.2. SARAN
4.2.1. Bagi Penulis
Di harapkan mahasiswa mampu menerapkan teori Manajemen Kebidanan dalam praktek kebidanan.
4.2.2. Bagi Institusi
Diharapkan dapat menjadi bahan kepustakaan tentang asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan
kehamilan fisiologis.
4.2.3. Bagi Klien
Diharapkan klien dapat mengetahui pentingnya ANC yang harus dilakukan minimal 4 kali selama
kehamilan.
4.2.4. Bagi Lahan Praktek
Diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam melaksanakan asuhan managemen kebidanan menurut
KepMenkes 938 tahun 2007 secara komprehensif.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF, KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, DAN BAYI BARU LAHIR
PADA NY.Y
23 Votes

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut definisi WHO, kematian ibu adalah kematian seorang wanita hamil atau selama 40 hari
sesudah berakhirnya kehamilan oleh sebab apapun terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang
dilakukan untuk mengakhiri kehamilan.
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang.
Di negara miskin, sekitar 25-50% kematian wanita subur disebabkan yang berkaitan dengan kehamilan.
Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak
produktivitasnya.
Angka Kematian Ibu (AKI) adalah jumlah kematian ibu yang diakibatkan oleh proses reproduksi pada
saat hamil, melahirkan dan masa nifas per 100.000 kelahiran hidup. AKI menurut Survey Demografi
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003 adalah 307 per 100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2005
menjadi 290,8 per 100.000 kelahiran hidup dan mengalami penurunan. AKI di propinsi jawa Barat adalah
321,5/100.000 kelahiran hidup (Aziz, 2005). AKI di Jawa Barat disebabkan oleh perdarahan melalui jalan
lahir 49,65%, keracunan kehamilan 22,40%, sepsis 17,30% dan infeksi luka jalan lahir 15,86%.
Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2003 adalah 35/1000 kelahiran hidup dan tahun 2005 adalah
32/1000 kelahiran hidup. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian bayi dalam periode
neonatal terjadi pada bulan-bulan pertama. Salah satu cara yang diharapkan dapat menurunkan angka
kesakitan dan kematian neonatus adalah dengan pengenalan sedini mungkin bayi-bayi dengan resiko
tinggi.
Penyebab kematian ibu terbanyak di Indonesia yaitu, perdarahan, infeksi dan eklamsi (Prawiroharjo,
2002). Penyebab kematian ibu yaitu, perdarahan, infeksi, preeklamsi, dan anastesia. Sedangkan
penyebab terjadinya kematian bayi adalah kasus asfiksia neonaturum, infeksi promaturitas atau BBLR,
trauma persalinan dan cacat bawaan (Widyastuti, 2003).
Kematian ibu dan perinatal terjadi saat pertolongan pertama persalinan. Penyebab lainnya adalah
pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga penyulit kehamilan serta kehamilan
dengan resiko tinggi terlambat untuk diketahui, banyak dijumpai ibu dengan jarak kehamilan yang
terlalu pendek, terlalu banyak anak, terlalu muda dan terlalu tua untuk hamil (Prawiroharjo, 2002).
Salah satu upaya untuk menurunkan AKI dan AKB adalah dengan meningkatkan pelayanan kebidanan
dan kesehatan ibu, remaja, prahamil, KB, serta pencegahan dan penanggulangan penyakit menular
seksual, yang semuanya terangkum dalam program PKRE (Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial),
juga kita telah mempunyai intervensi strategis yaitu empat pilar safe motherhood yang terdri dari
Keluarga berencana, pelayanan antenatal terfokus, persalinan yang bersih dan aman, serta pelayanan
obstetric esensial (Prawiroharjo 2002).
Untuk memperoleh gambaran yang sesuai dan jelas tentang pelayanan yang dilaksanakan, penulis perlu
untuk melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada seorang ibu dimulai segera setelah
ada kemungkinan kehamilan, bersalin hingga masa nifas serta pemberian asuhan pada bayi baru lahir,
sehingga pengalaman nyata dilapangan tentang praktek pelayanan kebidanan komprehensif.
Iklan
Share this:
Reddit

17 responses

ratna
selamat siang mas bisa kirim askeb komprehensif dari anc,inc,nifas,bayi baru lahir dan kb
4 Maret 2017 pukul 8:01 AM
Balas
Ping-balik: Kontrasepsi Dan Kehamilan Remaja - dailynow science site
Ping-balik: Asuhan Keperawatan Anc Pada Ny | Terbaru 2015
Ping-balik: Asuhan Keperawatan Antenatal Care Trimester 2 | Terbaru 2015
Ping-balik: asuhan keperawatan pada bayi baru lahir sehat | Info Askep Terlengkap
Ping-balik: laporan pendahuluan askeb bayi baru lahir normal | Info Askep Terlengkap
Ping-balik: askeb bayi baru lahir dengan serotinus | Info Askep Terlengkap
Ping-balik: askep bayi baru lahir sc | Info Askep Terlengkap
Ping-balik: latar belakang askep bayi baru lahir | Info Askep Terlengkap
Ping-balik: asuhan keperawatan anc pada ny | Info Askep Terlengkap
Ping-balik: asuhan keperawatan maternitas bayi baru lahir | Info Askep Terlengkap

inha purhy (@inhapurhy)


mas tolong donk kirimkan contoh askeb komfrensif kehamilan……..
24 Januari 2014 pukul 8:01 PM
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU L G:I P:0 A:0
TANGGAL 10 OKTOBER 2013 SAMPAI 14 NOVEMBER 2013
DI BPM WARDIAH, A.Md. Keb KECAMATAN JANGKA
KABUPATEN BIREUEN

Disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir pada
Program Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim

Disusun oleh :

AMANDA DWI PUTRI


1107010125

PROGRAM DIPLOMA III KEBIDANAN


UNIVERSITAS ALMUSLIM
BIREUEN - 2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Menteri Kesehatan (Menkes), angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di
Indonesia tinggi dibandingkan dengan Negara tetangga. Hal ini dikarenakan persalinan masih banyak
dilakukan dirumah. Sementara itu, salah satu target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015
dalam menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi menjadi prioritas utama dalam
pembangunan kesehatan di Indonesia (Menkes, 2011).
Selaras dengan MDGs, Departemen Kesehatan (Depkes) menargetkan penurunan AKI di Indonesia pada
tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan penurunan AKB pada tahun 2015
adalah menjadi 22 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Namun hasil Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan bahwa AKI adalah 359 kematian per 100.000 kelahiran
hidup dan AKB sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup(Kemenkes, 2012 ).
Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesda) menunjukan penyebab kematian bayi 0-6 hari adalah
gangguan pernafasan (35,9%), prematuritas (32,4%) dan sepsis (12%). Penyebab kematian bayi 7-28 hari
yaitu sepsis (20,5%), malformasi kongenital (18,1%) dan pneumonia (15,4%). Penyebab kematian bayi 29
hari-11 bulan yaitu Diare (31,4%), penumonia (23,8%) dan meningitis/ensefalitis
(9,3%). Sedangkan penyebab langsung kematian ibu adalah pendarahan 40-60%, preeklamsi dan eklamsi
20-30%, infeksi 20-30%, sedangkan penyebab tidak langsung salah satunya adalah 35% ibu hamil
menderita anemia (WHO, 2010).
Dari profil Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam jumlah AKI dan AKB masih tergolong tinggi, berdasarkan
data terakhir Desember 2011. Jumlah AKI di Aceh berkisar 190 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB
berkisar 30 per 1000 kelahiran hidup. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh terus melakukan upaya
pengurangan sebagai salah satu indicator indeks pembangunan manusia (IPM) bidang kesehatan (Profil
Kesehatan Prov. NAD, 2011).
Data kematian ibu di Kabupaten Bireuen Pada tahun 2012 mencapai 17 jiwa dan jumlah kematian bayi
78 jiwa, namun upaya untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan kematian bayi terus ditingkatkan.
Sehingga pada akhir bulan Juli 2013 didapatkan jumlah kematian ibu ada 7 jiwa dan jumlah kematian
bayi mencapai 63 jiwa (Dinkes Bireuen, 2013).
Pada bulan september Tahun 2013, Penulis mengambil data di BPM WARDIAH yang terletak di
Desa Jangka, terdapat 23 ibu hamil yang melakukan ANC, sedangkan persalinan yang ditolong di Klinik
ini sebanyak 16 orang. Dari sebanyak 16 persalinan itu sekitar 3 orang yang di rujuk kerumah Sakit pada
saat inpartu. Kebanyakan persalinan yang dirujuk di Klinik ini disebabkan karena partus macet.
Persalinan yang dirujuk ini juga disebabkan karena Ibu hamil tidak mau memeriksakan diri ke bidan,
sehingga tidak dapat terdeteksi tanda bahaya serta komplikasi saat Kehamilan, tetapi tidak
ada kematian ibu dan kematian bayidi Klinik ini.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis sebagai mahasiswa Diploma III kebidanan diwajibkan
menerapkan “Asuhan Kebidanan Komperehensif” pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir
di mulai pada tanggal 10 Oktober 2013 sampai dengan 14 November 2013 di BPM WARDIAH di jalan
Jangka Kab. Bireuen.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Mampu meningkatkan pemahaman dan penerapan manajemen asuhan kebidanan secara komprehensif
pada ibu L G:I P:0 A:0 mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir.

2. Tujuan khusus
a. Mampu melakukan pengkajian terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir.
b. Mampu mengidentifikasi diagnose dan masalah terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru
lahir.
c. Mampu menetapkan diagnose masalah dan masalah potensial terhadap ibu hamil, bersalin, nifas
dan bayi baru lahir.
d. Mampu melakukan tindakan segera atau kolaborasi terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru
lahir.
e. Mampu menyusun perencanaan tindakan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir.
f. Mampu melaksanakan tindakan terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir.
g. Mampu mengevaluasi hasil asuhan terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir.
h. Mampu mendokumentasikan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi barulahir.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari laporan komprehensif ini adalah memberikan Manajemen Asuhan Kebidanan
Komprehensif pada Ibu L G:I P:0A:0 dimulai darikehamilan, persalinan, nifas, dan asuhan bayi baru lahir
sejak tanggal 10 Oktober 2013 sampai dengan 14 November 3013.

D. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dari laporan komprehensif ini terdiri dari 5 bab yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi Latar Belakang, Tujuan, Ruang Lingkup, Sistematika Penulisan.
BAB II TINJAUAN TEORI
Berisi teori yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, nifas bayi bari lahir dan tinjauan teori
manajemen asuhan kebidanan menurut Helen Varney 1997.

BAB III TINJAUAN KASUS


Berisi tentang manajemen asuhankebidanan kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir
BAB IV PEMBAHASAN
Berisi pengkajian, identifikasi diagnosa dan masalah, identifikasi diagnosa masalah dan masalah
potensial, tindakan segera atau kolaborasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

BAB V PENUTUP
Berisi kesimpulan dan saran.

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Kehamilan
1. Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah proses pertemuan dan persenyawaan antara spermatozoa (sel mani) dengan sel telur
(ovum) yang menghasilkan zigot dan berakhir sampai permulaan persalinan (Maritalia dkk, 2012).
Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi
atau implantasi yang berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 9 bulan (Sarwono, 2011).

2. Fisiologi Kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan yang terdiri dari ovulasi, migrasi
spermatozoa dan ovum, terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot, terjadi nidasi (implantasi) pada uterus,
pembentukan plasenta, tumbuh kembang hasil konsepsi di aterm di dalam uterus yang berlangsung
selama lebih kurang 40 minggu (Maritalia dkk, 2012).

3. Tanda-Tanda Kehamilan
a. Tanda tidak pasti (Maritalia dkk, 2012).
Tanda-tanda tidak pasti kehamilan diantaranya adalah :
(1) Amenorea (tidak adanya haid)
(2) Nause dan emesis (mual dan muntah) atau mornig sickness
(3) Mengidam (menginginkan makanan dan minuman tertentu)
(4) Pingsan
(5) Mastodonia akibat Pembesaran payudara (mamae)
(6) Anoreksia (tdak ada nafsu makan)
(7) Frekuensi buang air kecil bertambah
(8) Obstipasi dan konstipasi
(9) Pigmentasi kulit
(10) Varises
(11) Peningkatan suhu basal
(12) Perubahan berat badan karena rahim semakin membesar sesuai dengan usia kehamilan
(13) Adanya HCG dalam urin sebagai kehamilan palsu
(14) Pada pemeriksaan ditemukan : tanda hegar, tanda goodell’s, tandachadwick, tanda Mc Donald,
tanda piscaseks, kontraksi braxton hicks, dan terabanya ballottement
b. Tanda Pasti Kehamilan (Maritalia dkk, 2012).
1) Adanya gerakan janin sejak usia kehamilan 16 minggu.
2) Terdengar denyut jantung janin pada kehamilan 12 minggu dengan fetal elektro cardiograph dan
pada kehamilan 18-20 minggu denganstethoscope leannec.
3) Terabanya bagian-bagian janin
4) Terlihat kerangka janin bila dilakukan pemeriksaan Rongent
5) Terlihat kantong janin pada pemeriksaan USG

4. Perubahan anatomi fisiologi dan psikologi kehamilan trimester III


a. Perubahan anatomi fisiologi kehamilan trimester III (Asrinah dkk, 2010)
1) Rahim atau uterus
Uterus yang semula biasanya 30 gram akan mengalami hipertropi dan hyperplasia karena pengaruh
hormone estrogen dan progesterone sehingga pada akhir kehamilan uterus ini menjadi 1000 gram,
dengan panjang 20 cm.
2) Vagina dan vulva
Perubahan hormon estrogen mengakibatkan adanya hypervaskularisasi sehingga vulva dan vagina
tampak lebih merah, agak kebiruan (livide). Tanda ini disebut dengan tanda Chadwick. Pada akhir
kehamilan, cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental.
3) Serviks uteri
Serviks uteri pada kehamilan mengalami perubahan karena hormon estrogen. Akibat kadar estrogen
yang meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks
uteri lebih banyak mengandung jaringan ikat yang terdiri atas kolagen. Selain itu prostaglandin bekerja
pada serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. Serviks menjadi lunak dan lebih
mudah berdilatasi pada waktu persalinan.
4) Mammae atau payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat
laktasi, hormone yang mempengaruhi :
a) Estrogen
(1) Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak semakin
membesar
(2) Tekanan serta syaraf akibat penimbunan lemak dan air serta garam menyebabkan rasa sakit pada
payudara.
b) Somatotropin
(1) Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara
(2) Merangsang pengeluaran colostrum pada payudara
c) Progesterone
Mempersiapkan acinus sehingga dapat berfungsi :
(1) Menambah jumalah sel acinus
(2) Pegeluaran ASI belum berlangsung karena prolactin belum berfungsi
(3) Setelah persalinan, hambatan prolactin tidak ada sehingga membuat ASI dapat keluar dengan
lancer.
Perubahan payudara pada bumil :
(1) Payudara menjadi lebih besar
(2) Hyperpigmentasi pada areola
(3) Putting susu menonjol
5) Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hyperpigmentasi alat-alat tertentu akibat peningkatan MSH
(Melanophore Stimulating Hormon). Hyperpigmentasi dapat terjadi di wajah, leher, alveolar mammae
dan abdomen.
6) Sirkulasi darah
Volume darah semakin meningkat kira-kira 25% dimana jumlah serumdarah lebih besar dari pada
pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodilusi) dengan puncaknya
pada usia 32 minggu, terjadi supine hypotensive syndrome karena penekanan vena kava inverior.
7) Sistem pernafasan
Pada usia kehamilan 33 sampai 36 minggu ibu hamil akan merasa sesak nafas karena tekanan janin yang
berada dibawah diafragma menekan paru-paru ibu.
8) Traktus digestivus
Akibat meningkatnya kadar esterogen tubuh perasaan enek (nausea) pada kehamilan muda. Tonus-
tonus otot traktus digestivus menurun, sehingga motilitas traktus digestivus berkurang. Hal ini untuk
resorbsi tetapi menimbulkan obstipasi. Juga terjadi pengeluaran air liur berlebihan yang disebut salviasi.
9) Abdomen
Munculnya kontraksi Braxton hiks.
b. Perubahan Psikologis Kehamilan trimester III (Asrinah dkk, 2010)
1) Trimeter III sering disebut sebagai periode penantian, yang mana pada trimester ketiga ini wanita
menanti kehadiran bayinya sebagai bagian dari dirinya, dia menjadi tidak sabar untuk segera melihat
bayinya, dan ada perasaan yang tidak menyenangkan ketika bayinya tidak lahir tepat waktu.
2) Trimester III adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orang tua, dan
ini dapat menimbulkan perasaan khawatir.
3) Pada trimester III dapat timbul perasaan kekhawatiran terhadap bayinya, khawatir bayinya
mengalami ketidak normalan (kecacatan). Akan tetapi kesibukan dalam mempersiapkan kelahiran
bayinya dapat mengurangi kekhawatirannya.
4) Hasrat seksual tidak seperti pada trimester kedua hal ini dipengaruhi oleh perubahan bentuk perut
yang semakin membesar dan adanya perasaan khawatir terjadi sesuatu terhadap bayinya.
5) Wanita akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat menjelang akhir
kehamilan. Ia akan merasa canggung, jelek, berantakan, dan memerlukan dukungan dari pasangannya
yang sangat besar.
5. Komplikasi dan Penyulit Kehamilan Trimester III (Marmi dkk, 2011)
a. Kehamilan dengan hipertensi : hipertensi esensial, hipertensi karena kehamilan, pre eklamsia,
eklamsia
b. Perdarahan antepartum : solusio plasenta, plasenta previa, insertio velamentosa, ruptur sinus
marginalis, plasenta sirkumvalata
c. Kelainan dalam lamanya kehamilan : prematur, postmatur atau postdate, intra uterin growth
retardation (IUGR), intra uterin fetal death (IUFD)
d. Kehamilan ganda atau gemilli
e. Kelainan air ketuban : ketuban pecah dini (KPD), polihidramion, oligohidramion
f. Kelainan letak : letak sungsang, letak lintang
g. Kehamilan disertai penyakit : diabetes melitus, jantung, sistem pernafasan, sistem pencernaan,
sistem hematologi, sistem perkemihan,
h. Kehamilan dengan infeksi : rubella, hepatitis
i. kehamilan dengan PMS : SYPHILIS, HIV/AIDS
j. kehamilan dengan penyakit gangguan jiwa : depresi, psikosa, psikosa neurosa

6. Antenatal Care (Kusmiyati dkk, 2009)


a. Pengertian Antenatal Care (Anc)
Antenatal Care (pelayanan antenatal) adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu
selama masa kehamilannya. Tujuan utama asuhan antenatal adalah untuk memfasilitasi hasil yang sehat
dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara membina hubungan saling percaya dengan ibu,
mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa, mempersiapkan kelahiran, dan
memberikan pendidikan.
Tujuan utama dari pelayanan Antenatal Care (ANC) yaitu memantau kemajuan kehamilan untuk
memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan
fisik, mental ibu dan bayi, mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin
terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan,
mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu dan bayinya dengan trauma
semaksimal mungkin, serta mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI
Ekslusif.
b. Kunjungan ANC
Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang biasa mengancam jiwanya. Oleh karena itu,
setiap wanita hamil memerlikan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal :
1) 1 x kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu)
2) 1 x kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28)
3) 2 x kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36).
c. Standar 7 T
Standar 7 T untuk pelayanan antenatal yaitu :
1) Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
2) Ukur tekanan darah,
3) Ukur tinggi fundus uteri

Tabel 2.1 Tinggi Fundus Uteri Berdasarkan Usia Kehamilan


Umur Kehamilan Tinggi Fundus Uteri
12 minggu 1/3 di atas simpisis
16 minggu 1/2 simpisis-pusat
20 minggu 2/3 di atas simpisis
24 minggu Setinggi pusat
28 minggu 1/3 di atas pusat
34 minggu 1/2 pusat-prosessus xifoideus
36 minggu Setinggi prosessus xifoideus
40 minggu 2 jari di bawah prosessus xifoideus

4) Pemberian imunisasi tetanus toksoid (TT) lengkap


Tabel 2.2 Imunisasi TT
Masa
TT Interval % Perlindungan
Perlindungan
TT 1 - 0% -
TT 2 4 minggu setelah TT 1 80% 3 tahun
TT 3 6 bulan setelah TT 2 95% 5 tahun
TT 4 1 tahun setelah TT 3 99% 10 tahun
TT 5 1 tahun setelah TT 4 99% Seumur hidup

5) Pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan,


6) Tes terhadap PMS,
7) Temui wicara dalam rangka persiapan rujukan.
B. Persalinan
1. Pengertian Persalinan
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran janin, plasenta dan ketuban beserta selaputnya dari dalam
uterus ke luar uterus (Maritalia dkk, 2012).
Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan
dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa
disertai adanya penyulit. Persalinan di mulai sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan
pada serviks (membuka dan menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap (Rukiyah
dkk, 2009).

2. Pembagian Persalinan
a. Persalinan Berdasarkan Teknik (Rukiyah dkk, 2009)
1) Persalinan Spontan, adalah persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui
jalan lahir.
2) Persalinan buatan, adalah persalinan dengan tenaga dari luar dengan ekstaksi forceps, ekstrasi
vakum dan sectio sesaria.
3) Persalinan anjuran, adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung
setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin aprostaglandin
b. Persalinan berdasarkan Umur Kehamilan (Maritalia dkk, 2012).
1) Abortus (keguguran) adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable), berat janin ±
500 gram, usia kehamilan dibawah 22 minggu.
2) Partus Immaturus adalah penghentian kehamilan sebelum janin viable atau berat janin antara 500 –
1000 gram dan usia kehamilan antara 22 sampai dengan 28 minggu.
3) Persalinan Prematurus adalah persalinan dari konsepsi pada kehamilan 26 – 36 minggu, janin hidup
tetapi premature, berat janin antara 1000 – 2500 gram.
4) Persalinan Mature atau aterm (cukup bulan) adalah persalinan pada kehamilan 37 – 40 minggu, janin
mature, berat badan diatas 2500 gram.
5) Persalinan postmaturus (serotinus) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu
persalinan yang ditafsirkan.
6) Persalinan Presipitatus adalah persalinan yang berlangsung cepat yang bisa terjadi di kamar mandi,
di atas becak dan sebagainya.
7) Persalinan Percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang
ada atau tidaknya Chepalo Pelvic Disproportion (CPD).

3. Sebab – Sebab Mulainya Persalinan (Maritalia dkk, 2012).


1. Penurunan kadar progesteron
Menurunnya kadar progesteron pada akhir kehamilan memicu timbulnya his dan menyebabkan
membukannya servik uteri. Blood showyang keluar akibat dilatasi cervik ini merupakan tanda kala I
persalinan.
2. Teori oksitosin
Kadar oksitosin bertambah pada akhir kehamilan juga dapat merangsang timbulnya kontaksi uterus.

3. Keregangan otot – otot rahim


Pada akhir kehamilan otot – otot rahim semakin meregang karena diisi oleh janin yang berat dan
ukurannya semakin bertambah. Analog bila kandung kemih dan lambung, bila dindingnya teregang
karena isinya penuh, maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya.
4. Pengaruh janin
Kelenjar suprarenal dan hipofise janin memegang peran terhadap timbulnya persalinan. Pada janin
anencephalus kehamilan sering lebih lama karena janin tidak mempunyai hipofise.
5. Teori prostaglandin
Terjadinya peninngkatan prostaglandin pada akhir kehamilan dan pada saat inpartu. Prostaglandin yang
dihasilkan oleh desidua dapat menimbulkan kontraksi myometrium.
6. Berkurangnya nutrisi pada janin
Pada akhir kehamilan plasenta mulai menjadi tua dan mengalami degenerasi. Hal ini akan menggangu
sirkulasi utero plasenta sehingga janin akan kekurangan suplai nutrisi. Bila nutrisi pada janin berkurang
maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan.
7. Tekanan pada ganglion servikalis
Tekanan pada ganglion servikalis dari pleksus frankenhauser yang terletak dibelakang servik oleh kepala
janin akan memicu timbulnya kontaksi uterus.
Persalinan juga dapat dimulai dengan (induction of labor) cara – cara berikut :
1) Merangsang pleksus frankenhauser dengan memasukkan beberapa gagang laminaria dalam kanalis
servikalis
2) Memecahkan ketuban
3) Menyunntikkan oksitosin (sebaiknya dilakukan secara intravena melalui tetesan infus)
4) Pemakaian prostaglandin
Induksi persalinan sebaiknya dilakukan bila serviks sudah matang (serviks sudah mulai pendek dan
lembek) dan kanalis servikalis sudah terbuka untuk 1 atau 2 jari.

4. Tahapan Persalinan (Maritalia dkk, 2012).


a. Kala I (Kala pembukaan )
Kala I disebut juga kala pembukaan karena pada kala ini terjadi pembukaan serviks dari 1 sampai 10 cm
(pembukaan lengkap). Proses pembukaan serviks dari 0 sampai dengan 10 cm dibagi ke dalam 2 fase
yaitu :
1) Fase Laten : pembukaan terjadi sangat lambat yaitu dari 0 sampai 3 cm dan berlangsung sekitar 8
jam.
2) Fase Aktif : berlangsung sekitar 6 jam, pembukaan serviks dari 4 sampai dengan 10 cm. Fase aktif
dibagi menjadi 3 fase lagi yaitu :
a) Fase akselerasi, dalam waktu 2 jam pembukaan dari 3 cm menjadi 4 cm.
b) Fase dilatasi maksimal, dalam waktu 2 jam pembukaan dari 4 cm menjadi 9 cm.
c) Fase deselerasi, berlangsung selama 2 jam, pembukaan kembali melambat dari 9 cm menjadi 10 cm
atau pembukaan lengkap.
Pengisian partograf dimulai ketika memasuki fase aktif yaitu dari pembukaan 4 cm. Kala I berakhir bila
pembukaan serviks sudah lengkap atau 10 cm.
b. Kala II (Kala pengeluaran)
Kala II dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir sampai dengan lahirnya bayi.
c. Kala III (Kala uri)
Kala III dimulai setelah lahirnya bayi sampai dengan lahirnya plasenta. Pelepasan plasenta biasanya
berlangsung selama 6 sampai dengan 15 menit setelah bayi lahir dan keluar spontan atau dengan
tekanan pada fundus uteri.
d. Kala IV (Kala pengawasan)
Kala IV dimulai dari lahirnya plasenta sampai dengan 2 jam post partum. Kala IV disebut kala
pengawasan karena pada kala ini ibu post partum perlu diawasi tekanan darahnya, suhu tubuh dan
jumlah pendarahan yang keluar melalui vagina.

5. Mekanisme Persalinan Normal (Sarwono, 2011)


Mekanisme persalinan normal terdiri dari:
a. Penurunan Kepala, terjadi selama proses persalinan karena daya dorong dari kontraksi uterus yang
efektif, posisi, serta kekuatan meneran dari pasien.
b. Engagement (penguncian), tahap penurunan pada waktu diameter biparietal dari kepala janin telah
melalui PAP.
c. Fleksi, fleksi menjadi hal terpenting karena diameter kepala janin terkecil dapat bergerak masuk
panggul sampai ke dasar panggul.
d. Putaran paksi dalam, putaran internal dari kepala janin akan membuat diameter anteroposterior
dari kepala janin menyesuaikan diri dengan anteroposterior dari panggul.
e. Lahirnya kepala dengan ekstensi, bagian leher belakang di bawah oksiput akan bergeser kebawah
simphisis pubis dan bekerja sebagai titik poros(hipomoklion). Uterus yang berkontraksi kemudian
memberikan tekanan tambahan di kepala yang menyebabkannya ekstensi lebih lanjut saat lubang vulva.
Vagina membuka lebar
f. Restitusi adalah perputaran kepala sebesar 45° baik ke kanan atau ke kiri, bergantung kepada arah
dimana ia mengikuti perputaran menuju posisi oksiput anterior
g. Putaran paksi luar, putaran ini terjadi bersamaan dg putaran internal dari bahu. Pada saat kepala
janin mencapai dasar panggul, bahu akan mengalami perputaran dalam arah yang sama dg kepala janin.
h. Lahirnya bahu & seluruh anggota badan bayi, bahu posterior akan menggembungkan perineum dan
kemudian dilahirkan dg cara fleksi lateralis. Setelah bahu dilahirkan, seluruh tubuh janin lainnya akan
dilahirkan.

6. Penyulit Dalam Persalinan (Marmi Dkk, 2011)


a. Penyulit Kala I dan Kala II
1) Kelainan Presentasi dan Posisi
a) Presentasi puncak kepala.
b) Presentasi dahi.
c) Presentasi muka
d) Posisi oksipitalis posterior persisten.
2) Kelainan tenaga atau his
a) His hipotonik
b) His hipertonik
c) His yang tidak terkoordinasi
3) Distosia Kelainan alat kandungan
4) Distosia kelainan letak janin
a) Bayi besar, berat badan lebih dari 4000 gr.
b) Hydrocephalus, peningkatan jumlah cairan serbrospinal
c) Anecephalus, tidak adanya tulang tengkorak
d) Kembar siam, anak kembar yang kedua tubuhnya bersatu.
e) Gawat janin atau fetal distress, karena kekurangan oksigen

5) Distosia kelainan jalan lahir


a) Kesempitan pintu atas panggul
b) Kesempitan pintu tengah panggul
c) Kesempitan pintu bawah panggul
b. Penyulit kala II dan IV
1) Atonia uteri, uterus gagal berkontaksi setelah persalinan
2) Retensio plasenta, plasenta tidak lahir 30 menit setelah persalinan
3) Emboli air ketuban
4) Robekan jalan lahir
5) Inversio uteri, bagian atas uterus memasuki cavum uteri
6) Perdarahan kala IV
7) Syok obstetrik

7. Asuhan Persalinan Normal


Untuk menilai dan mengetahui apakah proses persalinan normal serta tidak ada komplikasi pada saat
setelah proses persalinan, penatalaksanaan persalinan harus dilaksanakan seperti APN yang terlampir.

C. Nifas
1. Pengertian Nifas
Masa nifas atau puerperium, berasal dari bahasa Latin, yaitu puer yang artinya bayi dan parous yang
artinya melahirkan atau berarti masa sesudah melahirkan (Saleha, 2009).
Masa nifas atau puerperium adalah masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika
alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama sekitar 6 minggu
setelah persalinan (Sarwono, 2006).

2. Tahapan Masa Nifas (Maritalia, 2012)


Masa nifas terbagi menjadi tiga tahapan yaitu :
a. Puerperium dini, masa pemulihan dimana ibu diperbolehkan untuk berdiri dan berjalan-jalan.
b. Puerperium intermedial, masa pemulihan dari organ-organ reproduksi selama kurang 6 minggu.
c. Remote puerperium, waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat kembali dalam keadaan
sempurna terutama bila ibu selama hamil atau waktu persalinan mengalami komplikasi.

3. Perubahan Fisiologis Pada Masa Nifas


Selama masa nifas, alat-alat innterna maupun eksterna berangsur-angsur kembali seperti keadaan
sebelum hamil yang disebut dengan involusi.Perubahan fisiologi yang terjadi pada masa nifas
diantaranya adalah :
a. Uterus (Saleha, 2009)
Tabel 2.3 tinggi fundus uteri dan berat uterus menurut masa involusi
Involusi TFU Berat Uterus
Bayi lahir Setinggi pusat, 2 jbpst* 1000 gram
1 minggu Pertengahan pusat simfisis 750 gram
2 minggu Tidak teraba di atas simfisis 500 gram
6 minggu Normal 50 gram
8 minggu Normal tapi sebelum hamil 30 gram
*jbpst = jari bawah pusat
b. Lochia (Saleha, 2009).
Lochia adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina selama masa nifas. Jumlah rata-
rata pengeluaran lochia adalah sekitar 240 – 270 ml. Berikut jenis lochia yang terdapat pada wanita
selama masa nifas :
1) Lochia rubra (cruenta) berwarna merah karena berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-
sel desidua, verniks caseosa, lanugo dan mekonium selama 2 hari pasca persalinan.
2) Lochia sanguilenta berwarna merah kuning berisi darah dan lendir yang keluar pada hari ke- 3
sampai ke- 7 pasca persalinan.
3) Lochia serosa berbentuk serum dan berwarna merah jambu kemudian menjadi kuning. Cairan tidak
berdarah lagi pada hari ke- 7 sampai hari ke- 14 pasca persalinan.
4) Lochia alba berbentuk seperti cairan putih berbentuk krem serta terdiri atas leukosit dan sel-sel
desidua.
c. Endometrium, perubahan pada endometrium adalah timbulnya trombosis, degenerasi dan nekrosis
di tempat implantasi plasenta (Saleha, 2009).
d. Serviks terlihat padat, lubang serviks mengecil. Segera setelah janin dilahirkan, tangan pemeriksa
masih dapat dimasukkan 2 – 3 jari, setelah 1 minggu hanya dapat dimasukkan 1 jari ke dalam cavum
uteri (Maritalia, 2012).
e. Vagina, timbulnya rugae pada minggu ketiga. Himen tampak sebagai tonjolan jaringan yang kecil,
dalam proses pembentukan berubah menjadikarunkulae mitiformis yang khas bagi wanita multipara
(Saleha, 2009).
f. Payudara, timbul rasa hangat, bengkak, dan rasa sakit. Sel acini yang menghasilkan ASI mulai
berfungsi (Saleha, 2009).

4. Kunjungan pada Masa Nifas (Saleha, 2009).


a. Kunjungan ke-1 (6-8 jam setelah persalinan), tujuannya untuk:
1) Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
2) Medeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan merujuk apabila perdarahan berlanjut.
3) Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan
masa nifas karena atonia uteri.
4) Pemberian ASI awal.
5) Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.
6) Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia.
Jika bidan menolong persalinan, ia harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama
setelah kelahiran, atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil 2.
b. Kunjungan ke-2 (6 hari setelah persalinan), tujuannya untuk:
1) Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilikus, tidak
ada perdarahan abnormal, tidak ada bau.
2) Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi, atau perdarahan abnormal.
3) Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan, dan istirahat.
4) Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tak memperlihatkan tanda-tanda penyulit.
5) Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat,
dan merawat bayi sehari-hari.
c. Kunjungan ke-3 (2 minggu setelah persalinan), tujuannya untuk:
Sama seperti di atas (6 hari setelah persalinan)
d. Kunjungan ke-4 (6 minggu setelah persalinan), tujuannya untuk:
1) Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ia atau bayi alami.
2) Memberikan konseling untuk KB secara dini.

5. Komplikasi dan kelainan dalam masa nifas (Prawirohardjo, 2008)


a. Perdarahan banyak dari vagina,
b. Pengeluaran cairan dari vagina yang baunya menusuk,
c. Rasa sakit di bagian bawah abdomen atau punggung,
d. Sakit kepala yang terus menerus, nyeri epigastrium atau ada gangguan penglihatan,
e. Pembekakan di wajah atau tangan,
f. Demam, muntah, rasa sakit waktu BAK atau jika merasa tidak enak badan,
g. Payudara berubah menjadi merah, panas dan terasa sakit,
h. Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama,
i. Rasa sakit, merah, lunak atau bengkak pada kaki,
j. Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh bayinya sendiri atau dirinya sendiri,
k. Merasa sangat letih atau nafas terengah-engah.

D. Bayi Baru Lahir


1. Pengertian Bayi Baru Lahir (Muslihatun, 2009)
Bayi baru lahir (BBL) atau neonatus adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu
hidup diluar kandungan dengan berat badan lahir 2500 gram sampai 4000 gram.
Bayi adalah individu baru yang lahir di dunia. Dalam keadaannya yang terbatas, maka individu baru ini
sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain.Janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah
mampu hidup di luar kandungan.

2. Adaptasi bayi baru lahir (Muslihatun, 2009)


Adaptasi bayi baru lahir adalah proses penyesuaian fungsional BBL dari kehidupan di dalam uterus ke
kehidupan da luar uterus.
Tabel 2.4 Adaptasi Bayi Baru Lahir
Sistem Intrauterin Ekstrauterin
Respirasi / Sirkulasi
Pernafasan volunter Belum berfungsi Berfungsi
Alveoli Kolaps Berkembang
Vaskularisasi paru Belum aktif Aktif
Resistensi paru Tinggi Rendah
Intake oksigen Dari plasenta ibu Dari paru bayi sendiri
Pengeluaran CO2 Di plasenta Di paru
Sirkulasi paru Tidak berkembang Berkembang banyak
Sirkulasi sistemik Resistensi perifer Resistensi perifer
Denyut jantung Rendah, lebih cepat Tinggi, lebih lambat

Saluran cerna
Absorbsi nutrien Belum aktif Aktif
Kolonisasi kuman Belum Segera
Feses Mekonium >hari ke- 4, feses biasa
Enzim pencernaan Belum aktif Aktif

3. Tanda-tanda bayi baru lahir normal (Saifuddin, 2008)


a. Kriteria fisik BBL normal :
1) Cukup bulan : Usia kehamilan 37 - 42 minggu.
2) Berat badan lahir : 2500 - 4000 gr (sesuai masa kehamilan)
3) Panjang badan : 44 - 53 cm
4) Lingkar kepala : 31- 36 cm
5) Skort Apgar : 7 – 10 (Format APGAR skor terlampir)
6) Tanpa kelainan kongenital atau trauma persalinan
b. Kriteria neorologik BBL normal :
1) Frog position (fleksi ekstremitas atas dan bawah), 2) Refleks moro / kejutan (+), harus simetris, 3)
Refleks hisap (+) pada sentuhan palatum molle, 4) Refleks menggenggam (+), 5) Refleks roting (+)

4. Tanda-tanda bayi baru lahir tidak normal (Saifuddin, 2008)


a. Usia kehamilan kurang atau lebih dari 36-42 minggu,
b. Berat badan lahir kurang dari 2500-4000 gr,
c. Tidak dapat bernafas teratur dan normal,
d. Organ fisik tidak lengkap dan tidak dapat berfungsi dengan baik.

5. Tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir (Saifuddin, 2008)


a. Pernafasan sulit atau lebih dari 60 kali per menit,
b. Kehangatan tubuh (> 380C atau terlalu dingin < 360C),
c. Warna kulit, kuning (terutama pada 24 jam pertama), biru atau pucat, memar,
d. Pemberian makanan, hisapan lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah,
e. Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk, berdarah,
f. Infeksi, suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan (nanah), bau busuk, pernafasan sulit,
g. Tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, sering, hijau tua,ada lendir atau darah pada tinja
h. Aktivitas menggigil , atau nangis tidak biasa, sangat mudah tersinggung, lemas, terlalu mengantuk,
lunglai, kejang, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus menerus.
6. Penatalaksanaan bayi baru lahir (Saifuddin, 2008)
a. Klem dan potong tali pusat
1) Klemlah tali pusat dengan dua buah klem, pada titik kira-kira 2 dan 3 cm dari pangkal pusat bayi
(tinggalkan kira-kira 1 cm diantara klem tersebut).
2) Potonglah tali pusat diantara kedua klem sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri
anda.
3) Pertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat.ganti sarung tangan anda jika bila ternyata
sudah kotor. Potonglah tali pusatnya dengan pisau atau gunting yang steril atau Disinfeksi Tingkat Tinggi
(DTT).
4) Periksa tali pusat setiap 15 menit. Apabila masih terjadi perdarahan, lakukan pengikatan ulang yang
lebih ketat.
5) Jangan mengoleskan salep apa pun, atau zat lain ke tampuk tali pusat. Hindari pembungkusan tali
pusat. Tampuk tali pusat yang tidak tertutup akan mengering dan puput lebih cepat dengan komplikasi
yang lebih sedikit.
b. Jagalah bayi agar tetap hangat
1) Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
2) Gantilah handuk/kain yang basah, dan bungkus bayi tersebut dengan selimut dan jangan lupa
memastikan bahwa kepala telah terlindung dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh.
3) Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak bayi setiap 15 menit:
a) Apabila telapak bayi terasa dingin, periksalah suhu aksila bayi
b) Apabila suhu bayi kurang dari 36,5°C, segera hangatkan bayi tersebut.
c. Kontak dini dengan ibu
1) Berikan bayi kepada ibunya secepat mungkin. Kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk:
a) Kehangatan – mempertahankan panas yang benar pada bayi baru lahir.
b) Ikatan batin dan pemberian ASI.
2) Doronglah ibu untuk menyusui bayinya apabila bayi telah “siap” (dengan menunjukkan
refleks rooting). Jangan paksakan bayi untuk menyusu.
3) Bila memungkinkan, jangan pisahkan ibu dengan bayi, dan biarkan bayi bersama ibunya paling
sedikit satu jam setelah persalinan.
d. Pernafasan
Sebagian besar bayi akan bernafas secara spontan. Pernapasan bayi sebaiknya diperiksa secara teratur
untuk mengetahui adanya masalah.
1) Periksa pernapasan dan warna kulit bayi setiap 5 menit.
2) Jika bayi tidak segera bernapas, lakukan hal-hal berikut:
a) Keringkan bayi dengan selimut atau handuk yang hangat
b) Gosoklah punggung bayi dengan lembut.
3) Jika bayi masih belum mulai bernapas setelah 60 detik mulai resusitasi.
4) Apabila bayi sianosis (kulit biru) atau sukar bernapas (frekuensi pernapasan kurang dari 30 atau lebih
dari 60 x/menit), berilah oksigen kepada bayi dengan kateter nasal.

e. Perawatan Mata
Obat mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata karena
klamidia (penyakit menular seksual). Obat mata perlu diberikan pada jam pertama setelah persalinan.
Yang lazim dipakai adalah larutan Perak Nitrat atau Neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi
segera setelah lahir. Jangan tinggalkan ibu dan bayi kapan pun.
Dalam waktu 24 jam, bila bayi tidak mengalami masalah apapun, berikanlah asuhan berikut:
1) Lanjutkan pengamatan pernapasan, warna, dan aktivitasnya.
2) Pertahankan suhu tubuh bayi
3) Lakukan pemeriksaan fisik yang lebih lengkap.
4) Berikan Vitamin K untuk mencegah terjadinya perdarahan, suntik (I.M) Vitamin K 0,5bmg
5) Identifikasi Bayi, alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada setiap bayi baru lahir dan harus
tetap di tempatnya sampai waktu bayi dipulangkan.
6) Perawatan lain-lain :
a) Lakukan perawatan tali pusat
b) Dalam waktu 24 jam dan sebelum ibu dan bayi dipulangkan ke rumah, berikan imunisasi BCG, polio
oral, dan hepatitis B.
c) Ajarkan tanda-tanda bahaya bayi pada orang tua dan beritahu pada orang tua agar merujuk bayi
segera untuk perawatan lebih lanjut, jika ditemui tanda-tanda tersebut.
d) Ajarkan pada orang tua cara merawat bayi mereka dan perawatan harian untuk bayi baru lahir:
(1) Beri ASI sesuai dengan kebutuhan setiap 2-3 jam mulai dari hari pertama.
(2) Pertahankan agar bayi selalu bersama ibu.
(3) Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering, dengan mengganti popok dan selimut sesuai
keperluan. Pastikan bayi tidak terlalu panas dan terlalu dingin (dapat menyebabkan iritasi). Apa saja
yang dimasukkan ke dalam mulut bayi harus bersih.
(4) Jaga tali pusat dalam keadaan bersih dan kering.
(5) Peganglah, sayangilah dan nikmati kehidupan bersama bayi.
(6) Awasi masalah dan kesulitan pada bayi dan minta bantuan jika perlu.
(7) Ukur suhu tubuh bayi jika tampak sakit atau menyusui kurang baik

E. Teori Manajemen Asuhan Kebidanan Menurut Helen Varney 1997


Varney 1997 menjelaskan bahwa proses manajemen merupakan proses pemecahan masalah yang di
temukan oleh perawat dan bidan pada awal tahun 1970-an. Proses manajemen terdiri dari 7 (tujuh)
langkah yang berurutan dimana setiap langkah di sempurnakan secara periodik. Proses di mulai dengan
pengumpulan data dasar dan berakhir dengan evaluasi. Ketujuh langkah tersebut membentuk suatu
langkah yang dapat di uraikan menjadi langkah-langkah yang lebih dan biasa berubah sesuai
dengan kebutuhan klien.
Adapun langkah manajemen Varney yaitu :
Langkah Pertama: Pengumpulan Data Dasar
Pada langkah pertama ini di lakukan pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan
untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap, yaitu, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik sesuai
dengan kebutuhannya,meninjau catatan terbaru atau catatan sebelumnya, meninjau data laboratorium
dan membandingkannya dengan hasil studi.
Langkah kedua: Interpretasi Data Dasar
Pada langkah ini di lakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau masalah dan kebutuhan klien
berdasarkan interprestasi yang benar atas data-data yang telah di kumpulkan data dasar yang telah di
kumpulkan di interpretasikan sehingga di temukan diagnosa atau maslah yang spesifik.

Langkah Ketiga: Mengidentifikasi Diagnosa Atau Masalah Potensial.


Pada langkah ini kita mengidentifikasikan diagnosa atau masalah potensial lain berdasarkan rangkaian
masalah dan diagnosa yang sudah di identifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila
memungkinkan di lakukan pencegahan sambil mengamati klien.

Langkah Keempat: Mengidentifikasi Kebutuhan Yang Memerlukan


Penanganan Segera
Mengidentifikasikan perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan/atau untuk di konsultasikan
atau di tangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Langkah
keempat mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan

Langkah Kelima: Merencanakan Asuhan Yang Menyeluruh.


Pada langkah ini di rencanakan asuhan yang menyeluruh di tentukan oleh langkah-langkah sebelumnya.
Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnosa atau masalah yang telah di identifikasi
atau di antisipasi, pada langkah ini informasi/data dasar yang tidak lengkap dapat dilengkapi.
Langkah Keenam : Melaksanakan Perencanaan.
Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah di uraikan pada langkah kelima
di laksanakan secara efesien dan aman. Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau
sebagian di lakukan oleh klien atau tim kesehatan lainnya.

Langkah Ketujuh: Evaluasi


Pada langkah ketujuh ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi
pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan sebagaimana
telah diidentifikasi didalam masalah dan diagnosa.
BAB III

TINJAUAN KASUS

A. Manajemen Asuhan Kebidanan Kehamilan


1. Pengkajian
a. Identitas
Berdasarkan hasil pengkajian diperoleh identitas klien yaitu, ibu L berusia 33tahun, beragama islam,
pendidikan sarjana strata 1, kebangsaan Indonesia. Ibu L adalah seorang ibu rumah tangga. Suaminya
bernama Tn. R berusia 32 tahun, beragama islam, pendidikan SMA, kebangsaan Indonesia,
pekerjaan wiraswasta. Bertempat tinggal di Desa Jangka Keutapang Kecamatan Jangka Kabupaten
Bireuen.
b. Anamnesa
Anamnesa dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2013, pukul 12.00 WIB olehAmanda Dwi Putri mahasiswi
Program D III Kebidanan Universitas Almuslim. Dari hasil anamnesa diperoleh data dengan riwayat
kehamilan G1 P0 A0, Riwayat menstruasi hari pertama haid terakhir pada tanggal 24 Januari 2013
pasti, lamanya 7 hari, siklus 29 hari, banyaknya 2 sampai 3 kali ganti pembalut perhari, konsistensi cair
disertai gumpalan. Tafsiran persalinan tanggal 31 Oktober 2013. Ibu merasakan pergerakan janin
pertama kali pada usia kehamilan 20 minggu dan gerakan janin yang dirasakan dalam 12 jam terakhir
adalah sebanyak 10 kali.
Ibu tidak merasakan keluhan-keluhan yang mengganggu kehamilan dan aktifitasnya sebagai ibu rumah
tangga. Pola makan ibu 3 kali dalam sehari porsi sedang dengan menu bervariasi yaitu nasi, lauk pauk,
sayuran, buah-buahan dan susu, nafsu makan ibu meningkat bila dibandingkan 3 bulan pertama
kehamilan. Pola eliminasi, ibu BAK 6 kali sehari warna kekuningan, baunya khas sedangkan BAB 1 kali
sehari dengan konsistensi lunak, warna kecoklatan dan baunya khas. Selama hamil ibu istirahat 1-2 jam
pada siang hari dan 7 jam pada malam hari. Ibu tetap melakukan hubungan seksual dengan suaminya
selama hamil tetapi frekuensinya berkurang.
Ibu sudah melakukan imunisasi TT1 yaitu tanggal 16 Mei 2013 dan TT2 pada tanggal 16 Juni 2013.
Selama ini ibu belum pernah menggunakan alat kontrasepsi.
c. Pemeriksaan
Pada saat pemeriksaan diperoleh hasil antara lain : keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis
dan keadaan emosional stabil. Tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 x/m, suhu tubuh 36,7°C,
pernafasan 23 x/m, tinggi badan 155cm, berat badan 74 kg dan kenaikan berat badan selama hamil
adalah 12 kg.
Dari hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan, muka tidak ada cloasma, kelopak mata tidak
odema, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak pucat, mulut bersih tidak ada stomatitis, tidak ada caries
pada gigi, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar getah bening, dada simetris, jantung dan
paru-paru normal, payudara simetris, menonjol, tidak ada pengeluaran kolostrum kiri dan kanan, posisi
tulang belakang lordosis gravidarum, ekstrimitas tidak odema dan tidak ada varises dan reflek pattela + /
+.
Pemeriksaan palpasi abdomen didapatkan :
Leopold I : TFU setinggi prosessus xifoideus atau 35 cm (MD), pada perabaan teraba satu
bagian agak bulat,lunak tidak melenting (bokong).
Leopold II : Pada perabaan teraba satu bagian panjang, keras seperti papan (punggung) dan
bagian kanan teraba bagian kecil-kecil dari janin seperti jari-jari dan siku (ekstremitas).
Leopold III : Pada perabaan teraba satu bagian agak bulat, keras, dan melenting (kepala).
Leopold IV : Pada perabaan teraba bagian bawah janin belum masuk PAP (konvergen).
Pemeriksaan auskultasi didapatkan punctum maksimum kuadran kiri bawah pusat, DJJ 129 x/m dan TBJ :
(35-13) x 155 = 3410 gram.
d. Pemeriksaan Penunjang
Dari hasil pemeriksaan lab sederhana yang dilakukan tidak ditemukan kelainan, Hb 11gr %, glukosa urine
negatif (-), protein urine negatif (-).

2. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah


Diagnosa : Ibu L G1 P0 A0 Hamil 37 minggu
janin hidup, tunggal, intrauterine, presentasi kepala.
Masalah : Tidak ada

3. Identifikasi Diagnosa Masalah Dan Masalah Potensial


Untuk sementara tidak ada

4. Tindakan Segera Atau Kolaborasi


Untuk sementara tidak ada

5. Perencanaan Tindakan
a. Informasikan dan jelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
R/ agar ibu bisa mengetahui keadaannya dan ibu bisa merasa tenang
b. Berikan konseling kepada ibu tentang masalah potensial yang dialami,
R/ agar ibu dapat menantisipasi masalah potensial yang dialami
c. Beritahu Ibu tentang perubahan-perubahan Fisiologis kehamilan selama trimester III.
R/ menambah pengetahuan ibu mengenai perubahan yang terjadi selama kehamilan di trimester III
d. Beritahu Ibu tanda-tanda bahaya kehamilan pada trimester III.
R/ agar ibu dapat menghindari yang menjadi bahaya dalam kehamilan
e. Anjurkan Ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi,
R/ karena makanan bergizi berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan otak janin dalam
kandungan
f. Anjurkan Ibu untuk berjalan-jalan dipagi hari.
R/ Latihan fisik teratur dapat memperlancar aliran darah dan berjalan kaki dapat memperkuat otot-otot
yang dibutuhkan untuk persalinan, misalnya otot rongga panggul.
g. Anjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup,
R/ agar janin tidak mengalami stres dalam kandungan
h. Berikan Ibu tablet Fe, Vitamin C, dan Kalsium
R/ agar melengkapi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan ibu dan janin dan vitamin C dapat membantu
penyerapan tablet Fe
i. Anjurkan Ibu untuk kunjungan ulang dan bila ada tanda-tanda bahaya
R/ agar kesejahteraan janin dapat dipantau
j. Dokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
R/ Sebagai bahan pertanggung jawaban bidan terhadap tindakan yang akan dilakukan

6. Pelaksanaan Tindakan
a. Menginformasikan dan menjelaskan kepada Ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan,
seperti pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV) yaitu Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 80 x/m,
pernafasan 23 x/m, suhu tubuh 36,7°C, TBJ 3410 gram, TTP : 31 Oktober 2013 serta memberitahu
bahwa janin dan ibunya dalam keadaan sehat-sehat saja.
b. Memberitahu Ibu konseling masalah potensial yang dialami : sering BAK pada trimester III adalah hal
yang normal, karena bagian terbawah janin yang semakin turun
c. Memberitahu Ibu tentang perubahan-perubahan Fisiologis selama trimester III diantaranya :
1) Sering BAK, hal ini adalah normal seperti yang sudah dijelaskan diatas.
2) Bengkak pada kaki, ini normal karena aliran cairan yang tidak merata, akan tetapi hal ini akan
kembali lagi kebentuk normal dengan meninggikan kaki lebih tinggi dari pada kepala pada saat tidur.
3) Keluar cairan kuning agak bening dari puting susu (Kolostrum) hal ini adalah normal untuk persiapan
keluarnya ASI.
4) Bertambahnya nafsu makan atau menghilangnya nafsu makan hal ini juga normal dimana
bertambahnya nafsu makan karenahilangnya rasa mual dan apabila terjadi berkurangnya nafsu makan
karena rasa cemas yang berlebihan untuk menhadapi kelahiran bayinya atau rasa cemas yang lainnya.
d. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya kehamilan pada trimester III yaitu :
1) Keluar darah dari jalan lahir
2) Ketuban pecah sebelum ada tanda- tanda persalinan
3) Nyeri perut yang berlebihan
4) Adanya infeksi yang ditandai dengan demam lebih dari 3 hari
5) Berhentinya gerakan janin
6) Penglihatan kabur
Apabila ada salah satu tanda-tanda bahaya seperti diatas, maka ibu harus segera datang ke pelayanan
kesehatan terdekat.
e. Menganjurkan Ibu untuk tetap memakan makanan yang mengandung karbohidrat seperti : nasi,
roti, jagung dan protein seperti : ikan, daging, telur, tahu, tempe yang berguna sebagai energi Ibu, serta
serat seperti buah-buahan,sayur dan susu.
f. Menganjurkan Ibu untuk berjalan-jalan diwaktu pagi hari untuk mempelancar aliran darah ibu,
mengurangi rasa pegal-pegal dan mengencangkan otot-otot ibu.
g. Menganjurkan ibu untuk tetap menyempatkan diri istirahat pada siang hari atau duduk-duduk
disela-sela kerjanya dan menganjurkan ibu untuk istirahat pada malam hari selama 7 sampai 8 jam.
h. Memberikan Ibu tablet Fe untuk menambah darah, kalsium untuk pertumbuhan tulang dan vitamin
C untuk membantu penyerapan tablet Fe, dimana Fe diminum 1 kali sehari, 2 jam sesudah makan
dengan air putih, karena dapat mengakibatkan rasa mual, selain itu kotoran bisa berwarna hitam.
i. Menganjurkan Ibu untuk kunjungan ulang berikutnya dan bila ada tanda-tanda bahaya atau ada
keluhan yang dirasakan.
j. Mendokumentasikan Asuhan kebidanan yang telah diberikan.

7. Evaluasi
Ibu telah diberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu dapat mengulangi penjelasan yang
telah diberikan selain itu ibu berjanji akan mengikuti apa yang telah disarankan termasuk kunjungan
ulang bila ada tanda-tanda bahaya.

Catatan Pendokumentasian
Kunjungan hamil ulang ke-2 Tanggal 23 Oktober 2013 Pukul : 20.00 WIB
S : Ibu mengatakan nyeri pada bagian simfisis
O : K/U : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tekanan darah : 120/80 mmHg Denyut nadi : 82x/menit
Pernafasan : 24 x/menit Suhu tubuh : 360c
Pemeriksaan Leopold :
Leopold I : TFU 3 jari di bawah procesus xyphoedeus atau 33 cm diatas sympisis (MD), pada
perabaan teraba satu bagian bulat,lunak tidak melenting (bokong).
Leopold II : Pada perabaan teraba satu bagian panjang, keras seperti papan (punggung) dan bagian
kiri teraba bagian kecil-kecil dari janin seperti jari-jari dan siku (ekstremitas).
Leopold III : Pada perabaan teraba satu bagian bulat, keras dan melenting (kepala).
Leopold IV : Pada perabaan teraba bagian bawah janin sudah masuk PAP 4/5 (divergen)
DJJ : 130 x/ menit
TBJ : (33-13) x 155 = 3100 gram
A : Ibu L G1 P0 A0, hamil 38 minggu 6 hari
Janin hidup, tunggal, intrauterine, presentasi kepala.
P : 1. Informasikan dan jelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
R/ agar ibu bisa mengetahui keadaannya dan ibu bisa merasa tenang
2. Berikan konseling kepada ibu tentang masalah potensial yang dialami,
R/ agar ibu dapat menantisipasi masalah potensial yang dialami
3. Beritahu Ibu tanda-tanda persalinan.
R/ agar ibu dapat mengetahui tanda – tanda persalinan
4. Beritahu ibu posisi- posisi meneran
R/ agar pada saat persalinan ibu sudah mengetahui posisi meneran
5. Beritahu ibu persiapan- persiapan persalinan
R/ agar ibu dan keluarga dapat mempersiapkan kebutuhan persalinan, seperti : uang, kendaraan,
6. Anjurkan Ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi,
R/ karena makanan bergizi berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan otak janin dalam
kandungan
7. Anjurkan Ibu untuk berjalan-jalan dipagi hari.
R/ Latihan fisik teratur dapat memperlancar aliran darah dan berjalan kaki dapat memperkuat otot-otot
yang dibutuhkan untuk persalinan, misalnya otot rongga panggul.
8. Anjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup,
R/ agar janin tidak mengalami stres dalam kandungan
9. Berikan Ibu tablet Fe, Vitamin C, dan Kalsium
R/ agar melengkapi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan ibu dan janin dan vitamin C dapat membantu
penyerapan tablet Fe
10. Anjurkan Ibu untuk kunjungan ulang dan bila ada tanda-tanda bahaya
R/ agar kesejahteraan janin dapat dipantau
11. Dokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
R/ Sebagai bahan pertanggung jawaban bidan terhadap tindakan yang akan dilakukan
I : 1. Menginformasi dan menjelaskan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan antara lain, TD
120/80 mmHg, nadi 82 x/m, pernafasan 24 x/m, suhu tubuh 360C, DJJ 130 x/m, TBJ 3100 gram dan
kondisi ibu dan janin baik.
2. Menganjurkan Ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi
3. Menganjurkan Ibu untuk jalan-jalan di pagi hari karena dapat memperlancar aliran darah,
mengurangi rasa pegal-pegal dan mengencangkan oto- otot ibu.
4. Memberitahu ibu tanda-tanda melahirkan yaitu:
a. Keluar darah bercampur lender dari jalan lahir
b. Vulva vagina membuka
c. Pecahnya air ketuban secara spontan
d. Adanya peningkatan tekanan pada rectum atau vagina
e. Ibu merasa ingin meneran dengan terjadi kontraksi
f. Perineum menonjol
5. Memberitahu ibu posisi saat meneran
a. Posisi berbaring/ litotomi
b. Posisi miring/ lateral
c. Posisi jongkok
d. Posisi setengah duduk
6. Memberitahu ibu persiapan- persiapan persalinan
a. Bagi ibu
1) BH menyusui
2) Celana dalam
3) Gurita/ baju ibu
4) Pembalut
5) Uang
b. Bagi bayi
1) Bedung bayi
2) Baju dan popok bayi
3) Selimut
4) Topi bayi, kaos kaki bayi, kaos tangan bayi
7. Memberikan ibu tablet Fe untuk menambah darah, kalsium untuk pertumbuhan tulang dan vitamin
C untuk membantu penyerapan tablet Fe. Fe diminum 1x sehari, 2 jam sesudah makan dengan air putih,
karena dapat mengakibatkan rasa mual, selain itu kotoran biasa berwarna hitam.
E : Ibu telah di beritahu hasil pemeriksaan dan bisa mengulang apa yang di jalaskan oleh bidan dan
ibu segera kunjungi bidan bila terdapat tanda-tanda persalinan dan ibu berjanji akan mengikuti apa yang
telah disarankan.

B. Manajemen Asuhan Kebidanan Persalinan


1. Pengkajian
a. Anamnesa
Anamnesa dilakukan pada Ibu L tanggal 31 Oktober 2013, pukul 21.50 WIB oleh Amanda Dwi
Putri mahasiswi Program D III Kebidanan Universitas Almuslim. Dari hasil anamnesa ibu mengatakan
sakit pinggang menjalar ke simfisis sejak pukul 18.10 WIB yang lalu dan keluar darah bercampur lendir
dari vagina pada pukul 20.30 WIB.
Riwayat menstruasi hari pertama haid terakhir pada tanggal 24 Januari 2013pasti, lamanya 6-7 hari,
banyaknya 2 sampai 3 kali ganti pembalut perhari, siklus 28 hari, konsistensi cair disertai gumpalan,
tafsiran persalinan tanggal 31 Oktober 2013. Ibu merasakan pergerakan janin pertama kali pada usia
kehamilan 20 minggu dan gerakan janin yang dirasakan dalam 12 jam terakhir adalah sebanyak 13 kali.
Ibu sudah merasakan kontraksi/His yang adekuat sejak pukul 20.30 WIB
Ibu sudah BAK pada pukul 20.40 WIB, warna kuning jernih, berbau khas dan ibu juga sudah BAB pada
pukul 08.00 WIB, warna kuning kecoklatan, baunya khas. Ini merupakan kehamilan pertama bagi ibu.
b. Pemeriksaan
Pada saat pemeriksaan diperoleh hasil antara lain :
keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis dan keadaan emosional stabil. Tekanan darah
110/70 mmHg, denyut nadi 84 x/m, suhu tubuh 37°C, pernafasan 22 x/m, tinggi badan 155 cm dan berat
badan 76 kg.
Dari hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan, muka tidak ada cloasma, kelopak mata tidak
odema, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak pucat, mulut bersih tidak ada stomatitis, tidak ada caries
pada gigi, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar getah bening, dada simetris, jantung dan
paru-paru normal, payudara simetris, menonjol, ada pengeluaran kolostrum kiri dan kanan, posisi tulang
belakang lordosis gravidarum, ekstrimitas tidak odema dan tidak ada varises dan reflek pattela + / + .

Pemeriksaan palpasi abdomen didapatkan :


Leopold I : TFU 3 jari dibawah procesus xyphoedeus atau 32 cm (MD), pada perabaan teraba
satu bagian bulat, lunak tidak melenting (bokong).
Leopold II : Pada perabaan teraba satu bagian panjang, keras seperti papan (punggung) dan
bagian kiri teraba bagian kecil-kecil dari janin seperti jari-jari dan siku (ekstremitas).
Leopold III : Pada perabaan teraba satu bagian bulat, keras dan melenting (kepala).
Leopold IV : Pada perabaan teraba bagian bawah janin sudah masuk PAP (divergen) penurunan
bagian terendah 3/5 bagian kepala.
Pemeriksaan auskultasi didapatkan punctum maksimum kuadran kiri bawah pusat, DJJ 142 x/m, TBJ
: (32-12) x 155 = 3100 gram dan Kontraksi sebanyak 4 kali dalam 10 menit lamanya 30 detik.
Karena pada saat Bidan tiba dirumah pasien, sudah ada tanda-tanda persalinan yaitu adanya lendir
bercampur darah dan kontraksi yang adekuat maka bidan Wardiah langsung melakukan pemeriksaan
dalam. Dari hasil pemeriksaan dalam didapatkan dinding portio sudah menipis dan tidak ditemukan
benjolan, konsistensi lunak, pembukaan 6 cm, ketuban masih utuh, presentasi kepala, penurunan kepala
di Hodge II dan posisinya belum teraba.
2. Identifikasi diagnosa dan masalah
Diagnosa : Ibu L G1 P0 A0 hamil 40 minggu inpartu kala I fase aktif
Janin hidup, tunggal, intra uterine, presentasi kepala.

3. Identifikasi diagnosa masalah dan masalah potensiaL


Tidak ada masalah potensial

4. Tindakan segera
Untuk sementara tidak ada

5. Perencanaan
a. Informasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
R/ agar ibu merasa tentang dengan kondisinya dan mengetahui kondisi janin dan dirinya
b. Pantau kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf
R/ untuk memantau kemajuah persalinan dan mengetahui keadaan janin dan ibu
c. Penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan
R/ mencegah terjadinya dehidrasi dan pemenuhan energi
d. Jelaskan pada ibu dan keluarga tentang kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi
R/ agar ibu dan keluarga mengetahui kemajuan persalinan dan keadaan ibu dan janin
e. Beri support mental pada ibu
R/ agar psikologi ibu dapat mempercepat proses persalinan
f. Anjurkan ibu berbaring dalam posisi miring ke kiri
R/ mempercepat proses penurunan kepala dan mencegah terjadinya asfiksia pada janin
g. Ajarkan ibu bernafas pada saat kontraksi
R/ agar saat kontraksi ibu bisa mengedan dengan kuat
h. Pertahankan kandung kemih tetap kosong
R/ karena apabila kandung kemih penuh uterus tidak dapat berkontraksi dengan baik
i. Persiapkan alat-alat dan obat-obatan
R/ untuk persiapan saat persalinan dan kemungkinan adanya masalah
j. Jaga privasi ibu
R/ menutupi bagian yang menjadi privasi ibu dan menjaga kerahasiaan privasi ibu
k. Hadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu seperti suami atau keluarga untuk mendampingi ibu
saat melahirkan
R/ agar psikologis ibu baik dan dapat mempercepat proses persalinan
l. Dokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
R/ Sebagai bahan pertanggung jawaban bidan terhadap tindakan yang akan dilakukan

6. Pelaksanaan
a. Menginformasikan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan seperti :
Tekanan darah 110/70 mmHg, Denyut nadi 80 x/menit, pernafasan 22 x/menit, suhu tubuh 370C,
pembukaan 6 cm, posisi janin bagus, ketuban utuh
b. Memantau kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf yaitu meliputi : VT/pembukaan,
penurunan bagian terbawah,ketuban dan tekanan darah ibu setiap 4 jam sekali, His, DJJ dan nadi setiap
30 menit, suhu setiap 2 jam.
c. Memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan untuk mencegah dehidrasi dan untuk menambah tenaga
mengedan.
d. Menjelaskan kepada keluarga tentang kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi.
e. Memberi support mental pada ibu
f. Menganjurkan ibu agar berbaring dalam posisi miring ke kiri untuk mempercepat penurunan kepala
bayi
g. Mengajarkan ibu bernafas pada saat kontraksi dan menganjurkan ibu untuk meneran apabila ada
dorongan kuat untuk meneran, serta anjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi.
h. Mempertahankan kandung kemih tetap kosong
i. Mempersiapkan alat-alat dan obat-obatan seperti partus set, alat resusitasi, cairan infus dan obat-
obatan serta perlengkapan ibu dan.
j. Menjaga privasi ibu dalam persalinan yaitu menggunakan penutup atau sampiran
k. Menghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu seperti suami atau keluarga untuk
mendampingi ibu saat persalinan
l. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan

7. Evaluasi
Ibu fase aktif kala l, pembukaan 6 cm, penurunan hodge ll, kontraksi uterus baik, kondisi janin baik, DJJ
normal. Ibu telah diberikan nutrisi. Cara bernafas dan meneran saat ada his dan sudah mengosongkan
kandung kemih.
Pada pukul 11.20 WIB dilakukan VT ulang dengan pembukaan 8 cm, kontraksi uterus semakin kuat,
kondisi janin baik, DJJ 140 x/m dan keluarga diminta untuk mempersiapkan kelengkapan ibu dan bayi
saat persalinan.

Catatan Pendokumentasian
Kala II
Tanggal : 01 November 2013 Pukul : 00.45 WIB
S : Ibu mengatakan nyeri diatas simfisis dan pinggang yang sangat kuat dan keinginan mengedan
sangat kuat
O : 1. TD : 110/70 MmHg
2. Pols : 88x/m
3. Temp : 36°C
4. RR : 22 x/m
5. VT
Vagina : tidak ada benjolan
Portio : sudah menipis
Pembukaan : 10 cm/ lengkap
Ketuban : Jernih
Penurunan : hodge IV
Posisi : UUK
DJJ : 148x/ menit
6. Kontraksi 5x dalam 10 menit selama 45 detik
7. Perineum menonjol
8. Vulva dan spingter ani membuka
A : Ibu L G1 P0 A0 hamil 40 minggu inpartu kala II
Janin hidup, tunggal, intrauterin, presentasi kepala
P : 1. Informasikan hasil pemeriksaan
R/ agar ibu merasa tentang dengan kondisinya dan mengetahui kondisi janin dan dirinya
2. Nilai tanda-tanda kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf
R/ untuk memantau kemajuah persalinan dan mengetahui keadaan janin dan ibu
3. Memberikan suppot mental ke pada ibu
R/ agar ibu kuat dan psikologisnya tenang
4. Pimpin persalinan jika pembukaan sudah lengkap
R/ agar persalinan terkoordinasi dan dapat mencegah terjadinya ruptur pada perinium
5. Laksanakan pertolongan persalinan dengan APN
R/ sesuai dengan panduan saat menolong persalinan harus dilakukan sesuai dengan APN
I : 1. Mengiformasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan antara lain : Tekanan darah
110/70 mmHg, Denyut nadi 88 x/menit, pernafasan 22x/menit, suhu tubuh 37 0C, pembukaan sudah
lengkap (10 cm), DJJ 148 x/m, bayi sudah tampak di vulva.
2. Menilai kemajuan persalinan, kemajuan persalinan ada yaitu kepala maju mundur di vulva dan
akhirnya tampak 5-6 cm di vulva.
3. Memberikan support mental dengan memuji ibu disaat ibu mengedan dengan baik dan kepala
semakin maju
4. Menganjurkan keluarga untuk mendampingi Ibu serta memberikan makan dan minum untuk
pemenuhan cairan dan untuk tenaga mengedan.
5. Menjelaskan posisi yang baik dalam persalinan dan ibu memilih posisi setengah duduk.
6. Melaksanakan pertolongan persalinan dengan APN
a. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
b. Pakai sarung tangan DTT
c. membersihkan perineum ibu
d. memasang alas bokong saat kepala tampak 5 – 6 cm didepan vulva.
e. Bentangkan handuk di atas perut ibu
f. Lakukan manuver tangan yang tepat saat kepala bayi 5-6 cm di vulva
g. Setelah kepala lahir, tunggu putaran paksi luar dan periksa lilitan tali pusat
h. Kemudian kedua tangan memegang biparietal, menarik ke bawah untuk melahirkan bahu depan dan
menarik ke atas untuk melahirkan bahu belakang
i. Lakukan sanggah susur
j. Letakkan bayi di atas perut ibu
E : Pada tanggal 01 November 2013, pukul 01.15 WIB, lahir bayi perempuan, BB: 3700 gram, PB
: 48 cm secara normal. Bayi di keringkan di hangatkan, langsung menangis. APGAR skor 8.

Kala III
Tanggal : 01 November 2013 Pukul : 01:15 WIB
S : Ibu mengatakan perutnya terasa nyeri dan sakit
O : K/U : Baik
Kesadaran : Composmentis
TFU : setinggi pusat
uterus bundar dan keras
Tali pusat memanjang
Adanya semburan darah
A : Ibu L P1 A0 partus kala III
P : 1. Informasikan hasil pemeriksaan
R/ agar ibu merasa tentang dengan kondisinya dan mengetahui kondisi janin dan dirinya
2. Pastikan janin tunggal
R/ untuk memastikan apakah janin tunggal atau gemili
3. Lakukan suntikan oksitosin 10 unit secara IM
R/ untuk membantu uterus berkontraksi setelah proses kala II
4. Jepit potong tali pusat
R/ untuk memisahkan kehidupan bayi dengan rahim ibu
5. Lakukan IMD
R/ mengajarkan bayi untuk menyusui bayinya dan agar adanya skin to skin antara ibu dan bayi
6. Lakukan perengangan tali pusat terkendali (PTT)
R/ untuk mengeluarkan plasenta dari rahim
7. Lahirkan plasenta
R/ agar uterus dapat berkontraksi dengan baik dan involusi uterus
8. Lakukan masase fundus
R/ membantu involusi uterus dan mencek ulang apakah uterus berkontraksi dengan baik
9. Nilai pendarahan
R/ untuk mengetahui apakah terjadi pendarahan yang patofisiologis
10. Lakukan prosedur pasca persalinan
R/ melakukan tindakan sesuai dengan pasca persalinan
I : 1. Menginformasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan antara lain : K/U ibu baik, TFU
setinggi pusat, kontraksi uterus baik.
2. Melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa janin tunggal dan hasilnya : janin tunggal.
3. Melakukan manajemen Aktif Kala III
a. Suntikkan oksitosin 10 unit secara IM pada 1/3 paha kanan bagian luar
b. Menjepit dan memotong tali pusat
c. Lakukan peregangan tali pusat terkendali yaitu :
1) Pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva
2) Letakkan tangan kiri di atas simfisis untuk menahan bagian bawah uterus sementara tangan kanan
memegang tali pusat dengan menggunakan klem dengan jarak 5-10 cm dari vulva
3) Saat uterus berkontraksi, tegangkan tali pusat dengan tangan kanan sementara tangan kiri menekan
uterus dengan hati-hati ke arah dorso kranial.
4. Mengeluarkan plasenta
Saat plasenta bertambah panjang dan terasa adanya pelepasan plasenta minta ibu untuk meneran
sedikit sementara tangan kanan menarik plasenta ke arah bawah kemudian ke atas sesuai dengan kurve
jalan lahir sehingga plasenta tampak pada vulva kemudian mengeluarkan plasenta dengan kedua tangan
dan melakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput
ketuban.
5. Melakukan massase uterus dengan menggosok uterus secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4
jari tangan kiri selama 15 detik hingga kontraksi uterus baik (fundus terasa keras).
E : Ibu post partum kala III, plasenta lahir lengkap jam 01.40 WIB, lama pengeluaran
plasenta 25 menit

Kala IV
Tanggal : 01 November 2013 Pukul : 01.40 WIB
S : Ibu mengatakan lemas dan merasa mules
O : K/U ibu dan bayi : baik
Kontraksi : baik
TFU : 2 jari dibawah pusat
Perdarahan : ± 250 cc
Ruptur : Tidak ada
Tekanan darah : 110/70 MmHg
Denyut nadi : 88 x/menit
Pernafasan : 24x/menit
Suhu tubuh : 370C
Kandung kemih : kosong
A : Ibu L P1 A0 partus kala IV
P : 1. Informasikan hasil pemeriksaan yang telah di lakukan
R/ agar ibu merasa tentang dengan kondisinya dan mengetahui kondisi bayi dan dirinya
2. Pantau kontraksi uterus
R/ untuk memantau apakah kontraksi uterus baik dan tinggi fundus sesuai
3. Ajarkan ibu atau keluarga untuk melakukan massage uterus
R/ untuk membantu kontraksi uterus
4. Ajurkan ibu untuk banyak minum air putih
R/ untuk mencegah terjadi dehidrasi dan pemulihan energi
5. Pastikan kandung kemih tetap kosong
R/ agar uterus dapat berkontraksi dengan baik
I : 1. Menginformasikan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan antara lain :
Tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 88 x/m, pernafasan 24 x/m, suhu tubuh 360C, perdarahan
normal, kontraksi baik.
2. Memantau tekanan darah, nadi, tinggi fundus, kontraksi uterus, kandung kemih dan perdarahan
setiap 15 menit selama satu jam pertama dan setiap 30 menit selama satu jam kedua kala empat serta
pantau temperatur tubuh setiap jam dalam dua jam pertama pasca persalinan.
3. Mengajarkan ibu atau keluarga cara massase uterus jika uterus teraba lembek yaitu dengan
menggosok uterus secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan hingga kontraksi uterus
baik (fundus terasa keras).
4. Memeriksakan laserasi jalan lahir dan tidak ada robekan jalan lahir pada IbuL
5. Memberikan makan dan minum yaitu the manis hangat dan nasi putih dengan sayur dan ikan.
6. Membersihkan dan rapikan ibu.
7. Memberikan tablet Fe dan Vitamin A untuk ibu
8. Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayinya.
9. Menganjurkan pada ibu agar kontak sesering mungkin dengan bayinya.
10. Menjelaskan dan menganjurkan pada ibu tentang mobilisasi dini yaitu ibu sebaiknya tidur
terlentang selama 8 jam pasca persalinan kemudian boleh miring kiri atau kanan untuk mencegah
terjadinya trombosis dan tromboemboli.
11. Menginformasikan tanda-tanda bahaya pada masa nifas yaitu demam, pendarahan aktif, pusing,
keluar banyak bekuan darah, bau busuk dari vagina serta lemas luar biasa.
12. Dokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
E : Ibu L post partum kala IV, perdarahan normal dan bayinya sudah disusukan tidak ada laserasi
pada perineum.

C. Manajemen Asuhan Kebidanan Ibu Nifas


1. Pengkajian
a. Anamnesa
Anamnesa dilakukan pada Ibu L tanggal 01 November 2013, pukul 07.30 WIB oleh Amanda Dwi
Putri mahasiswi Program D III Kebidanan Almuslim. Dari hasil anamnesa ibu mengeluh nyeri perut.
Dari riwayat persalinan diperoleh data bahwa ibu melahirkan pada tanggal 01November 2013 dan pada
pukul 01.15 lahir bayi perempuan secara normal dengan berat badan 3700 gram dan
panjangnya 48 cm. Proses persalinan berlangsung kurang lebih 9 jam 5 menit yaitu kala I berlangsung
selama 6 jam 30 menit, kala II selama 35 menit, kala III selama 25 menit dan kala IV selama 2
jam dimulai dari pukul 18.10 sejak pertama kali mulas. Perdarahan selama persalinan sebanyak 430cc
yaitu 30 cc dalam kala I, 50 cc pada kala II, 100 cc pada kala III dan 250 cc pada kala IV. Selama proses
persalinan tidak ada penyulit ataupun komplikasi yang timbul.
b. Pemeriksaan
Pada saat pemeriksaan diperoleh hasil antara lain : keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis
dan keadaan emosional stabil. Tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 80 x/m, suhu tubuh 36°C,
pernafasan 20 x/m, payudara simetris dan ada pengeluaran kolostrum baik dari payudara kiri maupun
kanan, TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi baik, lochea berwarna merah segar banyaknya 3 sampai 4
kali ganti pembalut berbau khas dengan konsistensi cair disertai gumpalan, kandung kemih kosong dan
reflek patella +/+

2. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah


Diagnosa : Ibu L P1 A0 post partum kurang dari 6 jam

3. Identifikasi Diagnosa Masalah dan Masalah Potensial


Untuk sementara tidak ada

4. Tindakan Segera Atau Kolaborasi


Untuk sementara tidak ada

5. Perencanaan
a. Beritahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
R/ agar ibu merasa tentang dengan kondisinya dan mengetahui kondisi bayi dan dirinya
b. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi.
R/ untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi
c. Ajarkan ibu tentang perawatan payudara.
R/ untuk mencegah infeksi pada payudara dan memperlancar asi
d. Anjurkan ibu untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayinya.
R/ untuk memenuhi kebuhutuhan nutrisi pada bayinya
e. Anjurkan ibu untuk membersihkan areola dan puting susu sebelum dan sesudah menyusui.
R/ agar terhindar dari infeksi pada masa nifas
f. Berikan tablet Fe dan Vitamin A untuk ibu
R/ untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mencegah anemia postpartum
g. Anjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan diri.
R/ agar ibu merasa nyaman dan bersih
h. Ajarkan ibu tentang perawatan tali pusat.
R/ untuk menambah pengetahuan tentang perawatan tali pusat
i. Beritahu ibu tanda-tanda bahaya masa nifas.
R/ untuk menambah pengetahuan dan dapat mewaspadai bahaya masa nifas
j. Anjurkan ibu untuk mobilisasi.
R/ berolahraga kecil untuk kebugaran fisik ibu pasca persalinan
k. Dokumentasikan hasil pemeriksaan
R/ Sebagai bahan pertanggung jawaban bidan terhadap tindakan yang akan dilakukan

6. Pelaksanaan
a. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan seperti tanda-tanda vital yaitu : TD 110/70
mmHg, Nadi 80 x/m, pernapasan 20 x/m, suhu tubuh 360C, TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi baik.
b. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan cukup kalori
c. Mengajarkan ibu tentang perawatan payudara untuk memperlancar pengeluaran ASI yaitu dengan
cara :
1) Licinkan tangan dengan minyak atau dengan baby oil
2) Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dan jari-jari tangan kanan saling dirapatkan kemudian
dengan menggunakan sisi kelingking tangan kanan urut payudara kiri dari pangkal ke arah putting.
3) Lakukan hal yang sama pada payudara kanan
4) Lakukan 30 x selam 5 menit.
d. Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayinya selama 6 bulan tanpa makanan
tambahan
e. Menganjurkan ibu untuk membersihkan areola dan putting susu sebelum dan sesudah menyusui.
f. Memberikan tablet Fe dan Vitamin A untuk ibu
g. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan diri terutama daerah genetalia supaya
mempercepat penyembuhan.
h. Mengajarkan ibu tentang perawatan tali pusat bayi yaitu : jangan membungkus atau mengoleskan
cairan atau bahan apapun pada puntung tali pusat, lipat popok di bawah puntung tali pusat, jika
puntung tali pusat kotor bersihkan dengan hati-hati menggunakan air DTT dan sabun kemudian
keringkan dengan kain bersih dan beritahu ibu untuk segera mencari bantuan jika pusat bayi menjadi
merah, bernanah, berdarah atau berbau
i. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya masa nifas dan anjurkan untuk mencari asuhan segera bila
didapati tanda-tanda bahaya sebagai berikut :
1) Demam
2) Perdarahan aktif
3) Keluar banyak bekuan darah
4) Bau busuk dari vagina
5) Pusing
6) Lemas luar biasa
7) Penyulit dalam menyusui bayi
8) Nyeri panggul atau abdomen yang lebih hebat dari nyeri kontraksi biasa.
j. Menganjurkan untuk mobilisasi yaitu setelah beristirahat total selama 8 jam kemudian ibu boleh
miring kiri atau kanan, pada hari ke-2 ibu diperbolehkan duduk, hari ke-3 jalan-jalan dan selanjutnya ibu
dapat melakukan kegiatan-kegiatan ringan seperti menyapu dll.
k. Dokumentasikan hasil pemeriksaan.

7. Evaluasi
Ibu nifas 8 jam, perdarahan normal, ibu telah diberikan konseling dan ibu mengerti dan mengikuti apa
yang telah di sarankan, dan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan cukup kalori.

Catatan Pendokumentasian
Kunjungan Nifas ulang ke-2 Tanggal 7 November 2013
Pukul : 12.00 WIB
S : Ibu mengatakan kondisinya mulai membaik
O : K/U : Baik Kesadaran : Composmentis
Tekanan darah : 110/70 mmHg Denyut nadi : 80 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit Suhu badan : 37 0C
TFU : Pertengahan pusat – simpisis
Lochea : Sanguinolenta
A : Ibu L PI A0 postpartum 7 hari
P : 1. Informasikan keadaan hasil pemeriksaan yang telah di lakukan
R/ agar ibu bisa mengetahui keadaannya dan ibu bisa merasa tenang
2. Pastikan involusi terus berjalan
R/ untuk memantau apakah involusi uterus sesuai
3. Nilai ada tanda demam
R/ untuk menilai apakah ada infeksi pada masa nifas
I : 1. Menginformasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan antara lain : TD 110/70 mmHg,
Nadi 80 x/m, pernapasan 20x/m, suhu tubuh 370C, TFU Pertengahan pusat - simpisis, lochea normal,
K/U ibu dan bayi baik.
2. Memastikan involusi uterus berjalan normal.
3. Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau pendarahan abnormal.
4. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit serta ibu
memberikan ASI secara ekslusif.
5. Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat
dan merawat bayi sehari-hari.
6. Memenuhi kebutuhan energi ibu dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan cukup kalori serta
berprotein tinggi.
7. Menganjurkan ibu untuk segera mencari penolong apabila ada tanda-tanda bahaya.
8. Memberitahu ibu jadwal kunjungan nifas ke-3 tanggal 14 November 2013
9. Dokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
E : Ibu L dengan post partum 6 jam dan kondisi ibu mulai membaik, dan ibu mengerti apa yang
telah disarankan.

Kunjungan Nifas ulang ke-3 Tanggal 14 Agustus Pukul : 12.30 WIB


S : Ibu mengatakan sudah sehat
ibu sudah mulai melakukan pekerjaan yang ringan
O : K/U : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Denyut nadi : 80 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu badan : 37 0C
TFU : tidak teraba lagi
Lochea : serosa
A : Ibu L P1 A0 postpartum 14 hari
P : 1. Informasikan keadaan hasil pemeriksaan yang telah di lakukan
R/ agar ibu bisa mengetahui keadaannya dan ibu bisa merasa tenang
2. Pastikan involusi terus berjalan
R/ untuk memantau apakah involusi uterus sesuai
3. Nilai ada tanda demam
R/ untuk menilai apakah ada infeksi pada masa nifas
I : 1. Menginformasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan antara lain : TD 110/70 mmHg,
Nadi 80 x/m, pernapasan 20 x/m, suhu tubuh 370C, TFU tidak teraba lagi, lochea normal, K/U ibu dan
bayi baik.
2. Memastikan involusi uterus berjalan normal.
3. Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau pendarahan abnormal.
4. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit serta ibu
memberikan ASI secara ekslusif.
5. Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, menjaga bayi tetap hangat dan
merawat bayi sehari-hari.
6. Memenuhi kebutuhan energi ibu dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan cukup kalori serta
berprotein tinggi.
7. Memberikan suntikan B 12 satu ampul secara IM.
8. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
E : Ibu L dengan post partum 14 hari dengan kontraksi uterus baik dan Involusi uterus berjalan
dengan lancar.
D. Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Neonatus
1. Pengkajian
a. Anamnesa
Berdasarkan hasil anamnesa diperoleh data : selama hamil ibu melakukan pemeriksaan ANC rutin setiap
bulan sesuai anjuran dari bidan, selama hamil ibu tidak mengalami penyulit ataupun komplikasi-
komplikasi yang mengganggu kehamilannya, pola makan ibu saat hamil 3 kali sehari porsi sedang
dengan menu nasi, lauk pauk, sayuran, susu dan buah-buahan.
Riwayat persalinan dan nifas : jenis persalinan normal, ditolong oleh bidan, lamanya kurang dari 9 jam 5
menit, ketuban jernih, jumlahnya 430 cc, placenta lahir utuh/lengkap, APGAR skor pada menit pertama
dan kelima adalah 7 dan 8.
b. Pemeriksaan fisik neonates
Setelah dilakukan pemeriksaan fisik secara umum pada neonatus diperoleh hasil antara lain : keadaan
umum bayi baik, kesadaran composmentis, denyut nadi 100 x/m, pernafasan 40 x/m, bayi aktif, reflek
menghisap dan menelan kuat, warna kulit kemerahan, berat badan 3700 gram, panjang
badan 48 cm, BAB 1 kali warna hitam konsistensinya lunak, BAK 2 kali warna kuning pekat dan bayi
diberi ASI dengan frekuensi pemberian 2 sampai 3 jam sekali.
Pemeriksaan sistematis dari kepala sampai ke kaki hasilnya yaitu,
1) Kepala : Tidak ada caput succedanium dan sefalo hematoma
2) Mata : Simetris tidak ada strabismus
3) Kuping : Ada lubang telinga dan simetris
4) Mulut : Tidak ada labio skizis
5) Hidung : Tidak ada kelainan, septum di tengah
6) Leher : Tidak ada pembesaran kelsenjar
7) Dada : Simetris,tidak murmur, tidak wheezing, tidak ronchi
8) Perut : Tidak ada benjolan
9) Tali pusat : Tidak ada kelainan dan tidak ada pendarahan
10) Punggung : Pembengkakan atau cekungan tidak ada
11) Extremitas : Lengkap dan simetris
12) Genetalia : Tidak ada kelainan

2. Identitas Diagnosa Dan Masalah


Diagnosa : Neonatus cukup bulan berumur 6 jam.
Masalah : Tidak ada

3. Identifikasi Diagnosa Masalah dan Masalah Potensil


Untuk sementara tidak ada

4. Tindakan segera
Untuk sementra tidak ada

5. Perencanaan
a. Informasikan hasil pemeriksaan
R/ agar ibu bisa mengetahui keadaan bayinya dan ibu bisa merasa tenang
b. Awasi dan beritahu ibu tanda-tanda bahaya pada bayi
R/ untuk mencegah terjadinya bahaya pada bayi
c. Lakukan perawatan tali pusat bayi
R/ untuk menjaga kebersihan tali pusat bayi
d. Ajarkan ibu tentang perawatan tali pusat
R/ untuk menambah pengetahuan saat melakukan perawatan tali pusat
e. Pertahankan bayi selalu dalam keadaan bersih dan hangat
R/ agar bayi selau bersih dan terhindar dari penyakit yang mungkin terjadi
f. Mandikan bayi setelah 6 jam bayi lahir dengan menggunakan air hangat
R/ agar bayi tidak kehilangan suhu tubuhnya dan agar bersih
g. Anjurkan ibu untuk memberikan ASI pada bayinya
R/ untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi
h. Berikan salap mata pada bayi
R/ untuk mencegah infeksi pada mata
i. Anjurkan ibu untuk imunasasi bayinya
R/ untuk kekebalan tubuh bayi
j. Dokumentasikan hasil pemeriksaan
R/ Sebagai bahan pertanggung jawaban bidan terhadap tindakan yang akan dilakukan

6. Pelaksanaan
a. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan yang dilakukan pada bayinya seperti : BB : 3700 gram, jenis
kelamin perempuan, keadaan bayi baik, PB : 48 cm, tali pusat bagus/tidak ada perdarahan.
b. Mengawasi serta memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada bayinya seperti:
1) Bayi susah bernafas atau sesak.
2) Suhu tubuh bayi terlalu panas atau dingin
3) Warna kulit bayi biru atau pucat.
4) Jika diberi ASI hisapan bayi lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah.
5) Pada tali pusat terlihat bengkak, merah, keluar cairan, bau busuk dan pernafasan bayi sulit.
6) Bayi tidak berkemih dalam waktu 24 jam dan tinja berwarna hijau tua, berlendir, berdarah atau tinja
terlalu encer dan sering.
7) Aktivitas : menggigil , atau nangis tidak biasa, sangat mudah tersinggung, lemas, terlalu mengantuk,
lunglai, kejang, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus menerus.
c. Mengajarkan ibu tentang perawatan tali pusat bayi yaitu, jangan membungkus atau mengoleskan
cairan atau bahan apapun pada puntung tali pusat, lipat popok di bawah puntung tali pusat, jika
puntung tali pusat kotor bersihkan dengan hati-hati menggunakan air DTT dan sabun kemudian
keringkan dengan kain bersih dan beritahu ibu untuk segera mencari bantuan jika pusat bayi
menjadi merah, bernanah, berdarah atau berbau.
d. Melakukan perawatan tali pusat pada bayi yaitu dengan cara membalut tali pusat dengan kasa steril
dan tali pusat harus selalu dalam keadaan kering.
e. Mempertahankan bayi harus selalu dalam keadaan bersih dan hangat dengan cara bayi selalu
diselimuti terutama pada bagian kepala, mengganti kain yang basah dan bungkus bayi dengan kain yang
bersih.
f. Memandikan bayi setelah 6 jam bayi lahir dengan menggunakan air hangat
g. Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI pada bayinya.
h. Memberikan salap mata pada bayi.
i. Menganjurkan Ibu untuk Imunisasi bayinya
j. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.

7. Evaluasi
Pada tanggal 01 November 2013, pukul 01.15 Wib. Lahir bayi perempuan, bayi dikeringkan, dihangatkan
dan spontan menangis. Tali pusat dijepit, dipotong dan diikat. Bayi dibedung hingga kepala untuk
mencegah hipotermi. Keadaan umum bayi baik, tidak ada kelainan, BB : 3700 Gram, PB : 48 cm.

Catatan Pendokumentasian
Kunjungan neonatus ulang ke-2 Tanggal : 7 November 2013
Pukul : 12.00 WIB
S : Bayi aktif
BAB : 3x dalam sehari
BAK : 5x sehari
O : Keadaan Umum : Baik
Tali pusat : Sudah puput
A : Neonatus cukup bulan sesuai dengan usia kehamilan berumur 6 hari
P : 1. Informasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan antara lain keadaan bayi baik.
R/ agar ibu mengetahui hasil pemeriksaan bayinya dan ibu merasa tenang
2. Memastikan bayi menyusu dan mendapatkan ASI secara benar (ASI eksklusif)
R/ agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi
3. Jaga bayi agar tetap hangat dan bersih dengan cara bayi selalu diselimuti terutama pada bagian
kepala, mengganti kain yang basah dan bungkus bayi dengan kain yang bersih.
R/ agar bayi tidak kehilangan suhu tubuhnya atau mengalami hipotermi
4. Tidak membubuhi apapun pada pusat bayi
R/ untuk mencegah infeksi dari tali pusat bayi
5. Beritahu ibu tanda bahaya pada neonatus
R/ untuk menambah pengetahuan tentang bahaya pada neonatus
6. Dokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
R/ Sebagai bahan pertanggung jawaban bidan terhadap tindakan yang akan dilakukan
I : 1. Menginformasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan antara lain keadaan bayi baik.
2. Memastikan bayi menyusu dan mendapatkan ASI secara benar (ASI eksklusif)
3. Menjaga bayi agar tetap hangat dan bersih dengan cara bayi selalu diselimuti terutama pada bagian
kepala, mengganti kain yang basah dan bungkus bayi dengan kain yang bersih.
4. Memberitahukan ibu tanda bahaya pada neonatus antara lain :
a. Bayi susah bernafas atau sesak.
b. Suhu tubuh bayi terlalu panas atau dingin.
c. Warna kulit bayi biru atau pucat.
d. Jika diberi ASI hisapan bayi lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah.
e. Aktivitas : menggigil , atau nangis tidak biasa, sangat mudah tersinggung, lemas, terlalu mengantuk,
lunglai, kejang, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus menerus.
5. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
E : Bayi Ibu L berusia 7 hari, tali pusatnya sudah puput pada hari ke-4, dengan keadaan umumnya
normal dan pusatnya selalu dalam keadaan kering.

Kunjungan bayi ulang ke-3 Tanggal : 14 November 2013

Pukul : 12.30 WIB


S : ibu mengatakan bayinya sehat dan aktif.
BAB : 3x dalam sehari
BAK : 5x sehari
O : K/U : Baik
Bayi Menangis
A : Bayi cukup bulan sesuai dengan masa kehamilan berumur 14 hari
P : 1. Informasikan hasil pemeriksaan
R/ agar ibu mengetahui hasil pemeriksaan bayinya dan merasa tenang
2. Memastikan bayi menyusu dan mendapatkan ASI secara benar
R/ agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi
3. Jaga bayi agar tetap hangat dan bersih
R/ agar bayi tidak mengalami hipotermi dan bersih
4. Tidak membubuhi apapun pada pusat bayi
R/ untuk mencegah infeksi pada pusat bayi
5. Beritahu ibu tanda bahaya pada neonatus
R/ untuk menambah pengetahuan tentang bahaya pada neonatus
6. Informasikan ibu untuk melakukan imunisasi BCG pada bayinya.
R/ untuk menambah kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri baccilus
7. Anjurkan ibu untuk melakukan imunisasi DPT, Hepatitis B, Polio pada bayinya.
R/ untuk menambah kekebalan tubuh bayi terhadap beberapa penyakit
8. Dokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
R/ Sebagai bahan pertanggung jawaban bidan terhadap tindakan yang akan dilakukan
I : 1. Menginformasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan antara lain keadaan bayi baik.
2. Memastikan bayi menyusu dan mendapatkan ASI secara benar (ASI eksklusif)
3. Menjaga bayi agar tetap hangat dan bersih dengan cara bayi selalu diselimuti terutama pada bagian
kepala, mengganti kain yang basah dan bungkus bayi dengan kain yang bersih.
4. Tidak membubuhi apapun pada pusat bayi
5. Memberitahu ibu tanda bahaya pada neonatus antara lain :
a. Bayi susah bernafas atau sesak.
b. Suhu tubuh bayi terlalu panas atau dingin.
c. Warna kulit bayi biru atau pucat.
d. Jika diberi ASI hisapan bayi lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah.
e. Aktivitas : menggigil , atau nangis tidak biasa, sangat mudah tersinggung, lemas, terlalu mengantuk,
lunglai, kejang, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus menerus.
6. Menginformasikan ibu untuk melakukan imunisasi BCG pada bayinya.
7. Menganjurkan ibu untuk melakukan imunisasi DPT, Hepatitis B, Polio pada bayinya.
8. Dokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
E : Bayi Ibu L usia 14 hari, dengan kondisi umumnya baik dan aktif, serta masih menyusu dengan
baik dan benar.
Pada kunjungan tanggal 02 Desember 2013 ibu L mengeluhkan bayinya tidak BAB dalam waktu 24 jam
terakhir dan sebelumnya ibu memberikan MPASI seperti : bubur pisang kepada bayinya.

DAFTAR PUSTAKA

BPS, BKKBN dan


KemenKes. www. bkkbn. go.id/.../ Laporan%20Pendahuluan%20SDKI%202012.pdf. [online]. Diakses 14
oktober 2013

DINKES Aceh, 2009. Profil Kesehatan Provinsi Aceh, [online]. www. dinkes. aceh.go.id,diakses tanggal 24
Agustus 2012.

Kusmiyati, yuni dkk. (2009). Perawatan ibu hamil. Fitramaya. Yogyakarta

Maritalia, dkk. (2012). Biologi reproduksi. Pustaka pelajar. Yogyakarta

Marmi dkk. (2011). Asuhan kebidanan patologi. Pustaka pelajar. Yogyakarta

Muslihatun, Wafi nur. (2009). Asuhan neonatus, bayi dan balita. Fitramaya. Yogyakarta

. (2009). Dokumentasi kebidanan. Fitramaya. Yogyakarta

Prawirohardjo, S dkk. (2006). Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka
sarwono prawirohardjo. Jakarta.

. (2008). Ilmu kebidanan. Yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo. Jakarta

. (2011). Ilmu kebidanan. Yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo. Jakarta


Rukiyah, ai yeyeh dkk. (2009). Asuhan kebidanan persalinan. Trans info media. Jakarta

Saifuddin, abdul bari dkk. (2008). Buku Panduan praktis pelayanan kesehatan maternatal dan
neonatal. Jakarta

Saleha, Sitti. (2009). Asuhan kebidanan pada masa nifas. Salemba medika. Jakarta
APORAN STUDI KASUS

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL Ny”A” G1P0A0H0 DENGAN USIA KEHAMILAN 6-7
MINGGU DI
BPS LUSI MEILIDAYENI S.SiT, AIR SALO PETOK
KABUPATEN PASAMAN TIMUR PADA
TANGGAL 17-19 OKTOBER 2014

NAMA: PUTRI LUTHFIANI


NIM: 12211244

PRODI DIII KEBIDANAN


STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
2014/2015
LEMBARAN PERSETUJUAN

Laporan studi kasus dengan judul “Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Ny”A” G1P0A0H0 Usia
kehamilan 6-7 Minggu di BPS Lusi Meilidayeni S.Si.T Air salo, Petok Kabupaten Pasaman Timur Tanggal
17-19 Oktober 2014” telah disetujui untuk diseminarkan dihadapan tim penguji laporan studi kasus
Prodi DIII KEBIDANAN STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang.
Padang, November 2014
Pembimbing Akademik
Nur Fadjri Nilakesuma,.S.Keb.Bd
Menyetujui
Prodi DIII Kebidanan
Ketua
Devi Syarief, S.Si.T,M.Keb

LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan studi kasus dengan judul “Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Ny”A” G1P0A0H0 Usia
kehamilan 6-7 Minggu di BPS Lusi Meilidayeni S.Si.T Air salo, Petok Kabupaten Pasaman Timur Tanggal
17-19 Oktober 2014” telah diseminarkan dan dipertahankan dihadapan tim penguji laporan studi kasus
Prodi DIII KEBIDANAN STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang.
Padang, November 2014
Penguji I
Nur Fadjri Nilakesuma,.S.Keb.Bd
Penguji II
Sunesni, S.SiT,M.Biomed

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia serta
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan studi kasus dengan judul “Manajemen
Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Ny”A” G1P0A0H0 Usia kehamilan 6-7 Minggu di BPS Lusi Meilidayeni
S.Si.T Air salo, Petok Kabupaten Pasaman Timur Tanggal 17-19 Oktober 2014”
Laporan studi kasus ini penulis susun dalam rangka pencapaian kompetensi PKK II, dan merupakan salah
satu tugas pribadi yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKes
MERCUBAKTIJAYA Padang pada semester V.
Dalam pembuatan laporan studi kasus ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan arahan dari
berbagai pihak, oleh sebab itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
Ibu Nur Fadjri Nilakesuma,.S.Keb.Bd sebagai pembimbing akademik
Ibu Lusi Meilidayeni,S.Si.T sebagai pembimbing klinik
A yang telah bersedia sebagai klien dalam kasus ini
Ibu Devi Syarief,S.Si.T,M.Keb sebagai Ketua Prodi DIII Kebidanan STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
Ibu Hj.Elmiyasna K,Skp.M.M. sebagai Ketua STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
Teristimewa untuk kedua orang tua saya yang telah memberikan dorongan dan dukungan sehingga studi
kasus ini dapat diselesaikan.
Teman-teman mahasiswa yang telah membantu dan memberikan dorongan dan dalam pembuatan studi
kasus ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan studi kasus ini masih belum sempurna, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan kasus ini.
Akhirnya penulis mengharapkan semoga laporan studi kasus ini dapat memenuhi tugas akhir PKK II.
Padang, November 2014
Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………………..i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………..ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang …………………………………………………………1
1.2. Batasan masalah ………………………………………………………1
1.3. Tujuan penulisan………………………………………………………. 3
1.4. Manfaat penulisan………………………………………………………3
BAB II TINJAUAN TEORI
2.1. Pengertian ……………………………………………………………… 4
2.2. Tanda dan gejala ………………………………………………………. 4
2.3. Pertumbuhan dan perkembangan janin……………………………… 8
2.4. Adaptasi anatomi fisiologi……………………………………………… 12
2.4. Ketidak nyamanan pada kehamilan TM 1 …………………….…….. 17
2.6. Kebutuhan ibu hamil TM 1…………………………………………….. 20
2.7. Tanda dan bahaya kehamilan TM 1 …………………………………. 21
2.8. Pemeriksaan diagnostik ……………………………………….……… 22
2.9. Konsep dasar asuhan menurut Varney……………………………….. 23
BAB III TINJAUAN KASUS
3.1. Format ANC……………………………………………………………….29
3.2. Manajemen asuhan kebidanan menurut Varney………………………37
BAB IV PEMBAHASAN
4.1. Pengkajian………………………………………………………………… 45
4.2. Interpretasi………………………………………………………………….45
4.3. Masalah……………………………………………………………………..46
4.4. Tindakan segera……………………………………………………………46
4.5. Intervensi…………………………………………………………………….46
4.6. Implementasi………………………………………………………………..46
4.7. Evaluasi………………………………………………………………………47
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan……………………………………………………..………….. 48
5.2. Saran………………………………………………………………………… 49
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kehamilan merupakan suatu peristiwa yang penting dalam kehidupan seorang wanita pada
umumnya. Kehamilan juga dapat di artikan saat terjadi gangguan dan perubahan identitas serta peran
baru bagi setiap anggota keluarga. Pada awalnya ketika wanita hamil untuk pertama kalinya terdapat
periode syok, menyangkal, kebingungan, serta tidak terima apa yang terjadi. Oleh karena itu berbagai
dukungan dan bantuan sangat penting di butuhkan bagi seorang ibu untuk mendukung selama
kehamilannya (Prawiroharjo, 2009).
Sampai saat ini masalah kesehatan ibu merupakan masalah nasional yang perlu mendapatkan perhatian
yang prioritas, khususnya bagi ibu hamil. Sebenarnya masa kehamilan ini merupakan masalah fisiologis
dan dapat berjalan dengan normal, tetapi masa kehamilan juga merupakan masa yang dapat
membahayakan kesehatan ibu dan janinnya karena terdapat risiko inspeksi yang lebih tinggi selama
proses kehamilan, dan sebaiknya untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dimulai sejak ibu merasa
atau mengetahui dirinya hamil. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dan
berhubungan erat dengan kepatuhan dan ketaatan ibu untuk melakukan kunjungan pemeriksaan
kehamilan diantaranya pengetahuan dan sikap yang baik serta yang mendukung untuk melakukan
kunjungan pemeriksaan kehamilan (prawirohardjo, 2009).
Dan sesuai kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan ibu hamil maka dalam pemeriksaan kehamilan
harus sesuai (14T) menurut taufik, 2011 yaitu Timbang berat badan (T1), Ukur tekanan darah (T2), Ukur
tinggi fundus uteri (T3), Pemberian tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan (T4), Pemberian
imunisasi TT (T5), Pemeriksaan Hb (T6), Pemeriksaan VDRL (T7), Perawatan payudara, senam payudara
dan pijat tekan payudara (T8), Pemeliharaan tingkat kebugaran / senam ibu hamil (T9), Temu wicara
dalam rangka persiapan rujukan (T10), Pemeriksaan protein urine atas indikasi (T11), Pemeriksaan
reduksi urine atas indikasi (T12), Pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok (T13),
Pemberian terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria (T14).
Angka kematian ibu dan bayi sampai saat ini masih terjadi masalah utama di dunia. Menurut data yang
diperoleh WHO pada tahun 2009 AKI dan AKB yaitu Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengupayakan
berbagai kegiatan untuk menurunkan AKI dan AKB namun hasilnya masih belum terlihat nyata. Salah
satu upaya nyata WHO yaitu safe motherhood hanya mampu menurunkan sebagian kecil dari tingginya
AKI dan AKB di dunia (Depkes, 2008).
Sedangkan untuk data di Indonesia cakupan K1 (akses pelayanan ibu hamil yang telah melakukan
kunjungan pertama ke fasilitas kesehatan untuk mendapat pelayanan antenatal) di Indonesia tahun
2007 sebesar 83% di bawah target 100 %, dan cakupan K4 ( gambaran ibu hamil yang telah
mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai standar atau kebijakan pelayanan antenatal) sebesar 65,90%
di bawah 95% ( Depkes RI,2008).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Depkes RI secara Nasional pada tahun 2007 cakupan KI sebesar 84%
dibawah target 100%, dan cakupan K4 sebesar 77,34% dibawah target 95%, begitu di provinsi jawa barat
belum mencapai target yang diinginkan. Kabupaten purwakarta melaporkan bahwa pada tahun 2006
angka kecukupan kumulatif KI sebesar 81%, cakupan K4 baru mencapai 75% (Dinkes Purwakarta 2009).
Dari latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu
hamil pada trimester I pada Ny. A di Bidan Praktek Swasta Lusi Meilidayeni,S.Si.T, Air salo Petok, kec.
Pasaman Timur pada tanggal 17 Oktober- 22 November 2014

1.2 Batasan Masalah


Dalam penulisan laporan ini, penulis membatasi dalam hal penerapan manajemen kebidanan pada
Ny “A” di BPS Lusi Meilidayeni,S.Si.T, Petok tanggal 17 Oktober- 22 November 2014
1.3. Tujuan penulis
1.3.1 Tujuan umum:
Mampu mendeteksi sedini mungkin masalah atau komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu hamil
trimester 1
1.3.2 Tujuan Khusus
Mampu melaksanakan pengkajian data pada ibu hamil TM 1
Mampu merumuskan diagnosa kebidanan pada ibu hamil TM 1
Mampu mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin terjadi pada ibu hamil TM 1
Mampu mengidentifikasi perlunya tindakan segera secara mandiri, kolaborasi, dan rujukan pada ibu
hamil TM 1
Mampu merencanakan asuhan yang efektif berdasarkan kebutuhan pada ibu hamil TM 1
Mampu melaksanakn asuhan secara efisien dan aman pada ibu hamil TM 1
Mampu mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan pada ibu hamil TM 1
1.4. Manfaat Penulisan
1.4.1 Bagi institusi pelayanan
Dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam proses manajemen asuhan pada ibu
hamil trimester 1 sesuai dengan standar profesi.
1.4.2 Bagi institusi pendidikan
Laporan ini dapat dijadikan bahan masukan dalam peningkatan dan pengembangan kurikulum
pendidikan Akademi Kebidanan STIKes MERCUBAKTIJAYA, khususnya Kebidanan dan Pendokumentasian
Asuhan Kebidanan.
1.4.3 Bagi Mahasiswa
Dapat mengembangkan kemampuan berfikir dalam menemukan masalah dan mencari
pemecahan masalah tersebut, serta memberikan pelayanan bermutu dan sesuai dengan standar
kebidanan pada ibu hamil trimester 1.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi
dan berakhir sampai permulaan persalinan. Kehamilan matur berlangsung ± 40 minggu dan tidak boleh
lebih dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai
fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.
Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu
40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam
tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu
(minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40)
Kehamilan trimester pertama adalah usia kehamilan dari minngu pertama sampai minggu ke
12, yang ditandai oleh beberapa hal seperti, mual muntah yang terjadi karena perubahan dalam tubuh
yang terjadi selama hamil, nyeri pada payudara biasanya disebabkan oleh membesarnya payudara ibu
karena berkembangnya kelenjar susu dn pasokan darah meningkat, flek yang terlihat seperti menstruasi
karena darah yang dilepas saat telur dibuahi melekatkan diri ke dinding rahim.
2.2. Tanda Gejala Kehamilan
Untuk memastikan kehamilan ditetapkan dengan melakukan penilaian terhadap beberapa tanda
dan gejala hamil, antara lain :
Kemungkinan
Tanda-tanda yang memungkinkan seseorang hamil adalah :
Rahim membesar : sesuai dengan tuanya kehamilan
Pada pemeriksaan dijumpai :
1) Tanda Hegar
Konsistensi rahim yang menjadi lunak, terutama daerah isthmus uteri sedemikian lunaknya, sehingga
jika kita letakkan 2 jari dalam forniks posterior dan tangan satunya pada dinding perut atas symphyse,
maka isthmus ini tidak teraba seolah-olah corpus uteri sama sekali terpisah dari cerviks
2) Tanda Piscaseck
Uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran tersebut.
3) Tanda Chadwicks
Warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu atau merah muda
4) Kontraksi Braxton hicks
Pada saat palpasi atau waktu toucher rahim yang lunak tiba-tiba menjadi keras karena
berkontraksi.
5) Teraba Ballottement
Mendekati pertengahan kehamilan, Volume janin masih kecil dibandingkan dengan volume cairan
amnionnya. Akibatnya, tekanan mendadak yang dikenakan pada uterus dapat menyebabkan janinnya
tenggelam dalam cairan amnion dan kemudian kembali keposisi semula.
Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif.
Sebagian kemungkinan positif palsu.
Tidak Pasti
Amenore (tidak adanya menstruasi)
Amenorea ini disebabkan karena konsepsi dan nidasi, yang menyebabkan tidak terjadi
pembentukan folikel degraff dan ovulasi. Oleh karena itu sangat penting juga untuk mengetahui tanggal
hari pertama haid terakhir, agar kita dapat menentukan tuanya kehamilan dan bila persalinan
diperkirakan akan terjadi (Wiknjosastro, 2008)
Mual (Nause) dan Muntah (Emesis)
Mual dan muntah ini dapat terjadi oleh karena pengaruh estrogen dan progesteron
menyebabkan pengeluaran asam lambung yang berlebihan, sehingga menimbulkan mual dan muntah
terutama pagi hari yang sering disebut juga “morning sickness”. Umumya terjadi pada bulan-bulan
pertama kehamilan. Dalam batas-batas tertentu keadaan ini masih fisiologik. Bila terlampau sering,
dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan disebut “hiperemesis gravidarum” (Wiknjosastro, 2008).
Mengidam
Menginginkan makanan atau minuman tertentu , sering terjadi pada bulan- bulan pertama akan
tetapi menghilang dengan makin tuanya kehamilan (Wiknjosastro, 2008).
Sering BAK
Terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang
mulai membesar. Pada triwulan kedua umumnya keluhan ini hilang oleh karena uterus yang membesar
keluar dari rongga panggul. Pada akhir triwulan gejala bisa timbul karena janin mulai masuk ke ruang
panggul dan menekan kembali kandung kencing (Wiknjosastro, 2008).
Pingsan
Terjadi akibat gangguan sirkulasi ke darah kepala (sentral) yang menyebabkan iskemia susunan
saraf pusat yang menimbulkan sinkope atau pingsan. Sinkope atau pingsan sering terjadi pada awal
kehamilan dan sering dijumpai bila berada pada tempat-tempat ramai. Biasanya akan hilang setelah
kehamilan 16 minggu (Wiknjosastro, 2008).
Mammae menjadi tegang dan membesar
Mamae menjadi tegang dan membesar, keadaan ini disebabkan pengaruh estrogen dan
progesterone yang merangsang duktli dan alveoli di mamae. Glandula montgomeri tampak lebih jelas (
Wiknjosastro, 2008 ).
Anoreksia (tidak nafsu makan)
Pada bulan- bulan pertama, kadang terjadi anoreksia. Tetapi setelah itu nafsu makan timbul
kembali. Hendaknya dijaga jangan sampai salah pengertian makan untuk dua orang, sehingga kenaikan
tidak sesuai dengan usia kehamilan (Wiknjosastro, 2008 ).
Konstipasi dan Obstipasi
Pengaruh hormon progesteron sehingga dapat menghambat pengaruh peristaltik usus yang
menyebabkan kesulitan buang air besar (Wiknjosastro, 2008).
Pigmentasi
Pigmentasi kulit terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas. Pada pipi, hidung dan dahi kadang-
kadang tampak deposit pigmen yang berlebihan, yang dikenal sebagai kloasma gravidarum. Areola
mamae juga menjadi lebih hitam karena didapatkan deposit pigmen yang berlebih. Daerah leher
menjadi lebih hitam. Demikian pula line alba di garis tengah abdomen menjadi lebih hitam (linea grisea).
Pigmentasi ini terjadi karena pengaruh dari hormone kortikosteroid plasenta yang merangsang
melanofor dan kulit (Wiknjosastro, 2008 ).
Epulis
Suatu hypertrofi papilla ginggivae yang sering terjadi pada trimester satu (Wiknjosastro, 2008 ).
Varises
Karena pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron mengakibatkan terjadinya penampakan
pembuluh darah vena. Varises sering terjadi pada trimester terakhir dan kadang-kadang merupakan
gejala pertama kehamilan muda, pada multigravida di dapat pada daerah genitalia eksterna Fossa
poplitea, kaki dan betis. Penampakan pembuluh darah ini dapat menghilang setelah persalinan
(Wiknjosastro, 2008 ).
Pasti
Terlihatnya embrio atau kantung kehamilan melalui USG pada 4-6 minggu sesudah pembuahan
Denyut jantung janin ketika usia kehamilan 10-20 minggu. Didengar dengan stetoskop leanec, alat
kardiotokografi, alat dopler, atau dilihat dengan USG
Terasa gerak janin dalam rahim. pada primigravida bisa dirasakan ketika kehamilan berusia 18 minggu,
sedangkan pada multigravida di usia 16 minggu. Terlihat atau teraba gerakan janin dan bagian-bagian
janin.
Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin.
2.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin pada Trimester Pertama
Awal kehamilan anda ditandai berdasarkan menstruasi terakhir anda. Banyak perubahan fisik
yang akan anda alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga
merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi bayi anda.
2.3.1 Konsepsi
Suatu proses kehamilan akan terjadi bila empat aspek penting terpenuhi, yaitu ovum, sperma, konsepsi
dan nidasi.
Fertilisasi
Peristiwa bertemunya sperma dan ovum umumnya terjadi di ampula tuba (tuba falopii). Pada
hari 11-14 dalam siklus menstruasi, perempuan mengalami ovulasi, yaitu peristiwa matangnya sel telur
sehingga siap dibuahi. Pada saat fertilisasi terjadi, spermatozoa dapat melintasi zona pelusida dan
masuk ke vitelus. Ovum, yang tidak memiliki kekuatan daya penggerak, digerakkan oleh silia dan
peristatik kontraksi otot tuba. Pada saat ini serviks, dipengaruhi oleh estrogen mensekresi aliran mukus
asam yang menarik spermatozoa. Saat berhubungan, sekitar 300 juta sperma tersimpan pada forniks
vagina. sperma mencapai mukus serviks akan bertahan hidup lalu mendorong diri sendiri maju ke tuba
uterin, sementara sisanya dihancurkan oleh media asam vagina. lebih banyak yang mati dalam
perjalanan di sepanjang uterus dan hanya seribu yang mampu mencapai tuba dan bertemu dengan
ovum.
Hanya pada perjalanan inilah sperma akhirnya matang dan mampu melepaskan enzim
hialuronidase yang memungkinkan terjadinya penetrasi terhadap zona pelusida serta membran sel
disekitar ovum. Banyak sperma dibutuhkan pada masa ini, namun hanya satu yang bisa memasuki
ovum. Setelahnya membran ditutup untuk mencegah masuknya sperma yang lain dan inti dari dua sel
ini bersatu. Sperma dan ovum masing-masing menyumbangkan setengah dari kromosom untuk
membuatnya berjumlah 46. Sperma dan ovum yang dibuahi disebut zigot. Baik sperma maupun ovum
tidak dapat bertahan lebih dari 2 sampai 3 hari dan pembuahan terjadi bila hubungan seksual dilakukan
48 jam sebelum atau 24 jam setelah masa ovulasi. Selanjutnya konsepsi akan berlangsung selama 14
hari sebelum menstruasi berikutnya.
Implantasi
Setelah pertemuan kedua inti ovum dan spermatozoa, terbentuk zigot yang dalam beberapa
jam telah mampu membelah dirinya menjadi dua dan seterusnya.
2.3.2 Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio
Minggu ke – 1
Pertumbuhan dan perkembangan janin pada minggu I, dimulai oleh adanya konsepsi atau fertilisasi.
Perkembangan selanjutnya, zigot atau hasil konsepsi mengalami pembelahan dan akhirnya bernidasi di
endometrium yang telah disiapkan.
Minggu ke – 2
Setelah implantasi, terjadi perubahan pada bintik benih yang merupakan bagian blastokist, terlihat
adanya ruangan amnion dan yolk sac. Ruangan ini kelak menjadi besar dan meliputi seluruh embrio, di
dalam ruangan inilah embrio akan tumbuh. Sel-sel yang membatasi ruangan ini dinamakan ectoderm.
Pada waktu yang sama, timbul sebuah rongga lain dibawah ruangan amnion, yaitu ruangan kuning telur.
Sel-sel disekitar kuning telur dinamakan endoderm. selanjutnya timbul lapisan lain
diantara ectoderm dan endoderm yaitu mesoderm. Endoderm menjadi lebih tebal
membentuk procordal plate.
Minggu ke – 3
Selama minggu ketiga, hasil konsepsi tumbuh pesat yaitu berlangsung mulai hari ke 15 sampai
dengan 21. Pada masa ini terjadi diferensiasi sel-sel menjadi organ-organ tubuh sederhana, yaitu :
Ektoderm
Ektoderm membentuk jaringan tubuh paling luar seperti rambut, kuku, kulit dan sistem saraf seperti
otak, sumsum tulang belakang dan saraf motorik. Sel-sel saraf pada saat lahir berjumlah kurang lebih
100 juta. Selama kehamilan manusia, sel-sel baru tidak bertambah tetapi membesar sesuai
pertumbuhan tubuh.
Mesoderm
Sel-sel mesoderm akan membentuk otot, tulang, jaringan ikat, otot jantung, pembuluh darah dan
corpus, limpa ginjal dan genetalia.
Endoderm
Endoderm membentuk organ-organ tubuh bagian dalam seperti intertinum, paratiroid, tiroid, timus,
liver, pankreas, traktus respiratorius, saluran paringotimpani dan telinga tengah, kandung kencing,
uretra, genetalia laki-laki dan perempuan, kelenjar prostat, kelenjar vestibulum dan garis uterus.
pembentukan genetalia dan sistem urinarius dimulai dari penonjolan dan penebalan mesoderm yang
disebut urogenital ridge, dilanjutkan dengan migrasi sel-sel germinativum promodial dari dinding yolk
sac, dekat ventrikulum allantois.
Minggu ke – 4
Selama empat minggu, embrio tumbuh dan bertambah panjang 3,5 cm dan berat kira-kira 5 mg.
Perpanjangan embrio kearah atas menjadi kepala, ke arah bawah menjadi ekor dan ke arah samping
menjadi tubula. Penutupan saluran pernapasan mulai terjadi di daerah atas bawah oksiput. Pericardial
jantung membesar karena mengangkatnya kepala, pertumbuhan laringotracheal dan paru-paru menjadi
sistem pernapasan. Mandibula dan maxilla menjadi rahang yang terpisah, rudimeter mata, telinga dan
hidung menjadi terpisah. Sistem peredaran darah sederahana mulai ternbentuk dan jantung mulai
berdetak, lambung, liver dan pankreas, tiroid dan kelenjar timus mulai berkembang, plasenta tumbuh
sempurna.
Minggu ke – 5
Pada pertengahan kehamilan, janin diukur dengan ukuran kepala bokong (CRL). Sebelum
pertengahan kehamilan janin diukur dengan ukuran bokong tumit (CHL). Panjang CRL dari 4 mm menjadi
8 mm dan beratnya dari 5 mg menjadi 50 mg. Pertumbuhan kepala lebih cepat dari pertumbuhan
badan, sehingga embrio melengkung dan membentuk huruf C. Permulaan bentuk kaki dan tangan
berupa benjolan.
Minggu ke – 6
Kepala terlihatlebih besar dari leher dan melengkung melampaui jantung. Posisi mata, hidung
dan mulut jelas. Kaki atas dan bawah mulai dapat diidentifikasi dan telapak tangan berkembang menjadi
jari-jari. Pertumbuhan berupa alat kelamin testis mulai terjadi, sedangkang ovarium terjadi lebih lambat
dibanding testis. Hemisfer serebral terlihat lebih cepat membesar seperti kepala. Posisi mata pindah,
dari lateral ke arah frontal sesuai dengan perpanjangan muka. Tonjolan berupa jantung dan liver ke arah
dinding ventral lebih dahulu, karena memiliki fungsi vital bagi embrio, tali pusat mengecil. Bentuk lengan
atas dan bawah, tungkai atas dan bawah menjadi jelas. Jari-jari terus berkembang pada hari ke 40-50.
Minggu ke – 7
Jantung sudah terbentuk lengkap. Saraf dan otot bekerja bersamaan untuk pertama kalinya. Bayi
mempunyai refleks dan bergerak spontan. Bayi mulai menendang dan berenang di dalam rahim, walau
ibu belum mampu merasakannya. Pada akhir minggu ini, otak akan terbentuk lengkap. Dalam minggu
ketujuh, rangka mulai tersebar keseluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuk yang kita kenal.
Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling
bentukan tulang.
Minggu ke – 8
Selama akhir periode ini embrio telah menunjukkan bentuk dan ciri-ciri manusia, hemisfer serebral
tumbuh pesat, dimana besarnya mencapai 50% dari massa embrio. Letak wajah setengah bagian bawah
dari kepala dan mata terus berpindah ke arah frontal. Alis mata mulai berkembang. jari-jari memanjang
dan dapat dibedakan pada akhir minggu kedelapan. Perbedaan jenis kelamin bagian luar bisa dilihat
oleh mata yang sudah terlatih, mulai pemeriksaan anatomic dan histology kelenjar kelamin, namun
masih membingungkan. Pertumbuhan alat kelamin dipengaruhi oleh hormon-hormon yang dikeluarkan
oelh kelenjar kelamin, obat-oabatan, radiasi dan gizi ibu hamil. Alat kelamin perempuan dibentuk
dari duktus Mulleri, sedangkan alat kelamin laki-laki dibentuk dari sistem duktus Wolfii.
Minggu ke 9 – 12
Pada usia 9 minggu, kepala terlihat lebih besar, wajah tampak secara garis besar, perbandingan
ukuran tungkai atas sudah mencapai proporsi normal. Tungkai bawah berkembang labih panjang.
Genetalia eksterna perempuan dan laki-laki terlihat sama pada minggu ke-9, tetapi mencapai maturitas,
sempurna dan dapat dibedakan pada minggu ke-12. Sel-sel darah merah mulai diproduksi oleh liver
selama minggu awal dan fungsinya diambil alih oleh splenn selama minggu ke-12. Panjang janin sekitar
7-9 cm.
2.4. Adaptasi Anatomi dan Fisiologi
2.4.1. Sistem Reproduksi
Uterus
Pada minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah avokad.
Seiring dengan perkembangan kehamilan, daerah fundus dan korpus akan membulat dan akan menjadi
bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu.
Serviks Uteri
Pada trimester pertama kehamilan, berkas kolagen menjadi kurang kuat terbungkus. Hal ini
terjadi akibat penurunan konsentrasi kolagen secara keseluruhan. Dengan sel-sel otot polos dan jaringan
elatis, serabut kolagaen bersatu dengan arah pararel terhadap sesamanya sehingga serviks menjadi
lunak pada dinding kondisi tidak hamil, tetapi tetap mampu mempertahankan kehamilan.
Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luterum graviditatum, korpus luteum
graviditatis berdiameter kira-kira 3 cm, kemudian korpus luteum mengecil setelah plasenta terbentuk.
Korpus luteum ini mengeluarkan hormon estrogen dan prostegeron. Proses ovulasi selama kehamilan
akan terhenti dan kematangan volikel baru ditunda, hanya satu korpus luteum yang dpat ditemukan
oleh ovarium. Volikel ini akan befuksi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan
berepran sebagai penghasil progesteron dalam jumlah yang relatif minimal dengan korpus luteum
gravidarum akan meneruskan funsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16
minggu.
Payudara
Payudara akan membesar dang tegang akibat hormon somatomamotropin,estrogen dan
progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan asi. Estrogen menimbulkan hipertropik sistem saluran,
sedangkan prgesteron menambah sel-sel asinus pada payudara.
Somamotropin mempengaruhi [ertumbuhan sel-sel asinus dan menimbulkan perubahan dalam sel-sel
sehingga terjadi pembuatan kasien. Dengan demikian payudara di persiapakan untuk laktasi. Disamping
itu perubahan progesteron dan somatomatropin terbentuk lemak di sekitar alveolua-alveolus, sehingga
payudara menjadi besar. Papilia mamae akan membesar, lebih tegang dan tambah lebih hitam, seperti
seluruh areole mamae karena hiperpigmentasi. Lemak yang muncul di aerola primer disebut
lemak tuberkel montgomery. Grandula montgomery tampak lebih jelas menonjol di permukaan aerola
mamae.
2.4.2. Sistem Endokrin
Hormon Plasenta
Sekresi hormon plasenta dan HCG dari plasenta janin mengubah organ endokrin secara langsung.
Peningkatan kadar estrogen menyebabkan produksi globulin meningkat dan menekan produksi tiroksin,
kortikosteroid dan steroid, dan akibatnya plasma yang mengandung hormon-hormon ini akan
meningkat jumlahnya. Tetapi kadar hormon bebas tidak mengalami peningkatan yang besar.
Kelenjar Hipofisis
Berat kelenjar hipofise anterior meningkat antara 30%-50%, yang menyebabkan perempuan hamil
menderita pusing. Sekresi prolaktin, hormon adrenokortikotropik, hormon tirotropik dan melanocyt
stimulating hormon meningkat.
Kelenjar Tiroid
Dalam masa kehamilan, normalnya ukuran kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran kira-kira
13% akibat adanya hiperplasi dari jaringan glandula dan peningkatan vaskularitas. Secara fisiologis akan
terjadi peningkatan ambilan iodine sebagai kompensasi kebutuhan ginjal terhadap iodine yang
meningkatkan laju filtrasi glomerolus.
Kelenjar Adrenal
Karena dirangsang oleh hormon estrogen, kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak kortisol
plasma bebas dan juga kortikosteroid, termasuk ACTH, dan ini terjadi sejak usia 12 minggu hingga masa
aterm. Karena kortisol bebas menekan produksi ACTH, disimpulkan adanya gangguan mekanisme feed-
back. Diperkirakan kortisol bebas yang meningkat mempunyai efek yang berlawanan terhadap insulin.
Dengan meningkatkan kadar glukosa dalam darah, adanya asam lemak dan produksi glikogen serta
menurunnya tingkat penyebaran glukosa oleh otot dan lemak, dapat membuat kebutuhan fetus akan
glukosa terpenuhi.

2.4.3. Sistem Kekebalan


HCG mampu menurunkan respon imun pada perempuan hamil. Selain itu, kadar Ig G, Ig A dan Ig M
serum menurun mulai dari minggu ke-10 kehamilan hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke-
30 dan tetap berada pada kadar ini, hingga aterm.

2.4.4 Sistem Perkemihan


Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan
progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%. Dinding saluran
kemih dapat tertekan oleh perbesaran uterus, menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis
sementara. Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap
normal.

2.4.5. Sistem Pencernaan


Estrogen dan HCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu terjadi juga
perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi, lebih sering lapar / perasaan ingin
makan terus (mengidam), juga akibat peningkatan asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu
dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).
2.4.6. Sistem Musculoskeletal
Estrogen dan relaksasi memberi efek maksimal pada relaksasi otot dan ligamen pelvic pada akhir
kehamilan. Relaksasi ini digunakan oleh pelvis untuk meningkatkan kemampuannya dalam menguatkan
posisi janin di akhir kehamilan dan saat kelahiran.
2.4.7 Sistem Kardiovaskuler
Meningkatnya beban kerja jantung menyebabkan otot jantung mengalami hipertrofi, terutama
ventrikel kiri sebagai pengatur pembesaran jantung. pembesaran uterus menekan jantung ke atas dan
kiri. Pembuluh jantung yang kuat membantu jantung mengalirkan darah keluar jantung ke bagian atas
tubuh, juga menghasilkan elektrokardiografi dan radiografi yang perubahannya sama dengan iskemik
oada kelainan jantung. Perlu diperhatikan juga jantung pada perempuan hamil normal. Suara sistolik
jantung dan murmur yang berubah adalah normal.
2.4.8 Sistem Integumen
Peningkatan aktifitas melanophore stimulating hormon menyebabkan perubahan berupa
hiperpigmentasi pada wajah (kloasma gravidarum), payudara, linea alba (-> linea grisea), striae lividae
pada perut, dsb.
2.4.9 Metabolisme
Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat
meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari
untuk menunjang pertumbuhan janin. Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml.
Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium, cuprum meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg,
untuk pembentukan hemoglobin tambahan. (baca juga kuliah diabetes mellitus) Khusus untuk
metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah
secara bermakna karena :
ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
produksi glukosa dari hati menurun
produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun
aktifitas ekskresi ginjal meningkat
efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta lainnya, hormon2
ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).
Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam amino. Terjadi juga peningkatan aktifitas
enzim-enzim metabolisme pada umumnya.
2.4.10 . Berat Badan dan Indeks Masa Tubuh (IMT)
Peningkatan berat badan ibu selama kehamilan menandakan adanya adaptasi ibu terhadap
pertumbuhan janin. Analisis dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa berat badan yang bertambah
berhubungan dengan perubahan fisiologis yang terjadi pada masa kehamilan dan lebih dirasakan pada
ibu primigravida untuk menambah berat badan pada masa kehamilan.
Banyaknya faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan : adanya edema, proses
metabolisme, pola makan, muntah atau diare, dan merokok.
2.4.11. Sistem Pernafasan
Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, selain itu diafragma juga terdorong ke kranial -> terjadi
hiperventilasi dangkal (20-24x/menit) akibat kompliansi dada (chest compliance) menurun. Volume tidal
meningkat. Volume residu paru (functional residual capacity) menurun. Kapasitas vital menurun.
2.4.12. Sistem Persyarafan
Pada ibu hamil akan ditemukan rasa sering kesemutan atau acroestresia pada ekstremitas disebabkan
postur tubuh ibu membungkuk. Pada bayi, sistem saraf (otak dan struktur-struktur lain seperti tulang
belakang) muncul pada minggu ke-4, sewaktu saraf mulai berkembang. Pada minggu ke-6 kehamilan,
divisi utama dari sistem saraf pusat mulai terbentuk. Divisi ini terdiri atas otak depan, otak tengah, otak
belakang dan saraf tulang belakang. Pada minggu ke-7 otak depan terbagi menjadi dua hemisfer yang
akan menjadi hemisfer otak, disebut hemisfer serebra.
2.5. Ketidaknyamanan pada Kehamilan Trimester I dan Adaptasi Psikososial
2.5.1. Ketidaknyamanan pada Kehamilan Trimester I
Morning Sickness, mual dan muntah
Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual dimulai sejak awal kehamilan. Mual
muntah diusia muda disebut morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah ini dapat terjadi setiap
saat. Mual ini biasanya akan berakhir pada 14 mingggu kehamilan. Pada beberapa kasus dapat berlanjut
sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga.
Sering buang air kecil
Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini dikarenakan rahim yang membesar dan
menekan kandung kencing. Keadaan ini akan menghilang pada trimester II dan akan muncul kembali
pada akhir kehamilan, karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin.
Konstipasi atau Sembelit
Keluhan ini juga sering dialami selama awal kehamilan, karena peningkatan hormon progesteron
yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus bekerja kurang efisien. Adapun keuntungan dari
keadaan ini adalah memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.
Sakit Kepala/Pusing
Sakit kepala atau pusing sering dialami oleh pada ibu hamil pada awal kehamilan karena adanya
peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga ketika akan mengubah posisi dari duduk / tidur ke posisi
yang lain (berdiri) tiba-tiba, sistem sirkulasi darah merasa sulit beradaptasi. Sakit kepala / pusing yang
lebih sering daripada biasanya dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun emosional. Pola makan yang
berubah, perasaan tegang dan depresi juga dapat menyebabkan sakit kepala.
Kram Perut
Kram perut saat trimester awal kehamilan seperti kram saat menstruasi di bagian perut bawah atau
rasa sakit seperti ditusuk yang timbul hanya beberapa menit dan tidak menetap adalah normal. Hal ini
sering terjadi karena adanya perubahan hormonal dan juga karena adanya pertumbuhan dan
pembesaran dari rahim dimana otot dan ligamen merenggang untuk menyokong rahim.
Meludah
Keinginan meludah yang terjadi pada ibu hamil yang terus menerus dianggap normal sebab hal ini
termasuk gejala morning sickness.
2.5.2. Perubahan Psikologis selama Trimester Pertama Kehamilan
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ibu akan mengalami perubahan psikologis dan pada
saat ini pula wanita akan mencoba untuk beradaptasi terhadap peran barunya melalui tahapan sebagai
berikut :
Tahap Antisipasi
Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi perannya dengan merubah peran sosialnya
melalui latihan formal (misalnya kelas-kelas khusus kehamilan) dan informal melalui model peran (role
model). Meningkatnya frekuensi interaksi dengan wanita hamil dan ibu muda lainnya akan
mempercepat proses adaptasi untuk mencapai penerimaan peran barunya sebagai seorang ibu.
Tahap Honeymoon (menerima peran, mencoba menyesuaikan diri)
Pada tahap ini wanita sudah mulai menerima peran barunya dengan cara mencoba menyesuaikan
diri. Secara internal wanita akan mengubah posisinya sebagai penerima kasih sayang dari ibunya
menjadi pemberi kasih sayang terhadap bayinya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, wanita
akan menuntut dari pasangannya. Ia akan mencoba menggambarkan figur ibunya dimasa kecilnya dan
membuat suatu daftar hal-hal yang positif dari ibunya untuk kemudian ia daptasi dan terapkan kepada
bayinya nanti. Aspek lain yang berpengaruh dalam tahap ini adalah seiring dengan sudah mapannya
beberapa persiapan yang berhubungan dengan kelahiran bayi, termasuk dukungan semangat dari
orang-orang terdekatnya.
Tahap Stabil (bagaimana mereka dapat melihat penampilan dalam peran)
Tahap sebelumnya mengalami peningkatan sampai ia mengalami suatu titik stabil dalam
penerimaan peran barunya. Ia akan melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat positif dan berfokus
untuk kehamilannya, seperti mencari tahu tentang informasi seputar persiapan kelahiran, cara mendidik
dan merawat anak, serta hal yang berguna untuk menjaga kondisi kesehatan keluarga.
Tahap Akhir (perjanjian)
Meskipun ia sudah cukup stabil dalam menerima perannya, namun ia tetap mengadakan
“perjanjian” dengan dirinya sendiri untuk sedapat mungkin “menepati janji” mengenai kesepakatan-
kesepakatan internal yang telah ia buat berkaitan dengan apa yang akan ia perankan sejak saat ini
sampai bayinya lahir kelak.
Perubahan psikologi yang terjadi pada kehamilan trimester pertama:
Ibu merasa tidak sehat dan kadang merasa benci dengan kehamilannya.
Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan. Bahkan kadaang ibu berharap agar
dirinya tidak hamil saja.
Ibu akan selalu mencaari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini dilakukan sekedar untuk
meyakinkan dirinya.
Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan seksama.
Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin akan
diberitahukannya kepada orang lain atau malah mungkin dirahasiakannya.
Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita, tetapi kebanyakan akan
mengalami penurunan.
2.5.3. Gambaran Kondisi Psikologi Selama Kehamilan
Selama kehamilan banyak wanita yang mengalami perasaan – perasaan : marah, tertekan, bersalah,
bingung, was – was, kesal, pilu dan khawatir. Hal ini biasanya ditandai dengan gejala – gejala :
Kehabisan tenaga atau kebanyakan gerak.
Tidak bisa tidur walaupun mempunyai kesempatan.
Menangis tidak tertahan dan mata terasa berlinang.
Menyadari bahwa perasaan amat cepat berubah.
Sangat judes atau peka terhadap bunyi dan sentuhan.
Senantiasa berfikiran negatif.
Tanpa berwujud merasa tidak mampu.
Tiba-tiba takut atau gugup.
Tidak bisa memusatkan perhatian.
Lebih sering lupa.
Rasa bingung dan bersalah.
Makan amat sedikit atau amat banyak.
Asik dengan fikiran yang menghantui dan mengerikan.
Kehilangan kepercayaan dan harga diri.
Apabila kondisi – kondisi ini terjadi secara beruntun sedikitnya selama 2 minggu maka akan
menimbulkan kondisi psikologis yang bermasalah yang sifatnya memerlukan adanya pengobatan.
2.6. Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Trimester I
Oksigen
Meningkatnya jumlah progesteron selama kehamilan memengaruhi pusat pernafaasan,
CO2 menurun dan O2 meningkat akan bermanaat bagi janin. Kehamilan menyebabkan hiperventilasi,
dimana keadaan CO2 menurun.
Nutrisi
Kalori 200 gr/dL, Protein 30 gr/hari untuk pertumbuhan dan perkembangan bulan kehamilan
serta kenaikan protein plasma dan HB ibu hamil. Kenaikan berat badan antara 6-19 kg dan sebelum 20
minggu adaln 2 kg/bulan
Personal Hygiene
Harus selalu dijaga selama kehamilan, mandi untuk perawata kulit, karena funsi ekskresi
meningkat (Keringat). Kebersiahan payudara harus dijaga menggunakan minyak telon kemudian dibilas
denga air bersih
Eliminasi
Pada trimester 1 ibu cenderung BAK karena rahim membesar dan menekan kandung kemih
sehingga sering BAK. Pengaruh progesterone, gerakan peristaltik usus menurun sehingga terjadi
konstipasi.
Seksual
Libido menurun karena sering mual dan muntah
Periksa kehamilan
Pada trimester 1 dijadwalkan untuk kunjungan ulang denga interval 4 minggu.
Istirahat/tidur
Ibu hamil dianjurkan menentuka pola istirahat dengan baik guna menunjang kesehatan ibu dan
janin.
Imunisasi
Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang bisa
menyebabkan kematian ibu dan janin.
2.7. Tanda dan Bahaya Kehamilan Trimester I
Perdarahan Pervaginam
Penanganan : Lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan ibu termasuk tanda-tanda vital
(tekana darah, nadi, pernafasan, temperature)
Hiperemesis Gravidarum
Penanganan : Hindari makan yang sulit dicerna dan berlemak.
Komplikasi : Jika muntuah terus menerus biasa terjadi kerusakan hati, komplikasi lain
perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika muntah.
Mola
Penanganan : jika diagnosis kehamilan mola ditegakkan, lakukan evaluasi uterus, dan
lakukan evakuasi jaringan mola dan berikan infuse.
Sakit kepala hebat
Penanganan : jika ibu tidak sadar/kejang segera mobilisasi tenaga yang ada dan siapkan
fasilitas tindakan gawat darurat
Penglihatan kabur
Penanganan : : jika ibu tidak sadar/kejang segera mobilisasi tenaga yang ada dan siapkan
fasilitas tindakan gawat darurat
Odema pada wajah, kaki, dan tangan
Penanganan : istirahat yang cukup dan tingkatkan makanan yang mengandung protein dan
kurangi makanan yang mengandung karbohidrat serta lemak
Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh memburuknya keadaan dan terjdi gejala-gejala sakit kepala, mual,
dan nyeri uluh hati
Demam
Ibu hamil dengan suhu lebih dari 38 0C merupakan masalah gejala infeksi dalam kehamilan.
Penanganan : Istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak, dan kompres untuk
menurunkan suhu.
2.8 Pemeriksaan Diagnostik
Tes urine kehamilan (Tes HCG)
Dilaksanakan Seawal mungkin begitu diketahui ada amenore (satu minggu setelah koitus)
Upayakan urine yang digunakan adalah urine pagi hari
Palpasi abdomen
Menggunakan cara Leopold
Pemeriksaan USG
Pemeriksaan sebagai salah satu diagnosis pasti kehamilan
Gambaran yang terlihat, yaitu adanya rangka janin dan kantong kehamilan
Pemeriksaan Rontgen
Merupakan salah satu alat untuk melakukan penegakan diagnosis pasti kehamila
Terlihat gambaran kerangka janin, yaitu tengkorak dan tulang belakang
Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Menurut Varney
Proses manajemen kebidanan merupakan proses pemecahan masalah. Proses ini merupakan sebuah
metode dengan pengorganisasian pemikiran dan tindakan-tindakan dengan urutan yang logis dan
menguntungkan baik bagi klien maupun bagi tenaga kesehatan. Proses ini menguraikan bagaimana
prilaku yang diharapkan dari pemberi asuhan. Proses manajemen ini bukan hanya terdiri dari pemikiran
dan tindakan saja melainkan juga prilaku pada setiap langkah agar pelayanan yang komprehensif dan
aman dapat di capai. Dengan demikian proses manajemen harus mengikuti urutan yang logis dan
memberikan pengertian yang menyatukan pengetahuan, hasil temuan, dan penilaian yang terpisah-
pisah menjadi satu kesatuan yang berfokus pada manajemen klien. (Varney,1997)
Proses manajemen menurut Varney (1997) terdiri dari 7 langkah yang berurutan dimana setiap langkah
di sempurnakan secara periodik. Proses di mulai dengan mengumpulkan data dasar & berakhir dengan
evaluasi. Ketujuh langkah tersebut membentuk suatu kerangka lengkap yang dapat diaplikasikan dalam
situasi apapun.
Langkah-langkah penerapan manajemen kebidanan di lakukan secara berkesinambungan, yaitu:
Pengumpulan data
Pengkajian adalah pendekatan secara sistematis untuk mengumpulkan data, menganalisis data sehingga
dapat diketahui masalah dan keadaan pasien. Pada langkah ini bidan mengumpulkan semua informasi
yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi pasien. Data – data yang
dikumpulkan meliputi :
Data subjektif
Biodata dan identitas pasiendan suami
Yang perlu dikaji : Nama ibu dan suami, umur, suku/bangsa, pendidikan pekerjaan, alamat.
Tujuan dilakukan anamnesa ini untuk mengidentifikasi (mengenal) pasien lebih dekat.
Keluhan utama
Merupakan alasan utama pasien untuk datang ke BPS dan mengetahui keluhan pasien.
Riwayat penyakit kehamilan (perdarahan, pre-eklamsia, eklamsia, penyakit kelamin, anemia, dll ).
Kebiasaan waktu hamil (Makan, Obat-obatan/ jamu, Merokok dll)
Riwayat persalinan sekarang (Jenis persalinan, ditolong, lama persalinan, ketuban, panjang tali pusat,
plasenta, komplikasi persalinan pada ibu dab bayi, keadaan BBL). Ini bertujuan untuk mengetahui
keadaan dan riwayat penyakit atau kelainann yang diderita ibu.
Data objektif
Data objektif merupakan data yang dikumpulkan dari pemeriksaan umum dan khusus.
Pemeriksaan umum
Secara teori kemungkinan ditemukan gambaran keadaan umum pasien baik yang mencakup
kesadaran, tekanan darah,nadi, pernafasan, suhu, tinggi badan, berat badan dan keadaan umum pasien.
Keadaan normal yaitu apabila kesadaran CMC, TD 110/70 mmHg, nadi 82x/I, pernafasan 22x/i, BB
sebelum hamil 48 Kg, BB saat hamil 52 Kg, TB 155 cm, LILA 23,7 cm.
Pemeriksaan khusus
Inspeksi secaha head to toe dalam batas normal
Leopold, I, II dan II : Ballotemen (+)
Pemeriksaan Mc. Donal, TBBJ dan DJJ belum bias di dengar dan di ukur
Pemeriksaan refleks pada ibu hamil yaitu reflek patella Kiri (+) kanan (+).
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Hb 9,8 gram %, protein urine (-), glukosa urine (-), USG dan CTG belum dilakukan.
Interpretasi data
Diagnosa Ibu G1P0A0 usia kehamilan 6-7 minggu, janin hidup tunggal intra uterin, ballotemen (+), jalan
lahir normal, KU ibu dan janin baik.
Dasar :
Ibu mengatakan senang dengan kelahiran bayinya
Bayi baru lahir spontan pukul 13.50wib pada tanggal 30-10-2012
Pemeriksaan umum
Pemeriksaan fisik
Refleks
Masalah : tidak ada
Kebutuhan :
Informasikan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan
jaga kehangatan bayi
Bedung bayi lalu posisikan bayi miring
Berikan bayi pada ibu untuk disusukan,setelah ibu selesai dibersihkan
Diagnosa potensial
Pada langkah ini mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial berdasarkan masalah atau
diagnosa yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan
pencegahan. Bidan di tuntut untuk mampu mengantisipasi masalah potensial tidak hanya merumuskan
masalah potensial yang terjadi tetapi juga merumuskan tindakan antisipasi agar masalah atau diagnosa
potensial tidak terjadi.
Tindakan segera
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau
ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi pasien. Langkah ini
mencerminkan kesenambungan dari proses penatalaksanaan kebidanan. Selama masalah masih bisa
diatasi belum dibutuhkan tindakan segera.
Intervensi
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh yang ditentukan oleh langkah-langkah
sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan penatalaksanaan terhadap masalah atau diagnisa yang
telah teridentifikasi atau diantisipasi. Pada langkah ini informasi data yang tidak lengkap dapat
dilengkapi. Rencan asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa-apa yang sudah teridentifikasi
dari kondisi pasien atau dari masalah yang berkaitan tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi
terhadap pasien tersebut seperti apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan
penyuluhan atau konseling dan apakah perlu merujuk pasien bila ada masalah-masalah yang berkaitan
dengan sosial ekonomi kulturasi atau masalah psikologis.
Intervensi pasien yang mungkin dilakukan seperti, jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan,
informasikan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan, jaga kehangatan bayi, bedung bayi
lalu posisikan bayi miring, berikan bayi pada ibu untuk disusukan setelah ibu selesai dibersihkan,
mandikan bayi, lakukan perawatan tali pusat, anjurkan ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin,
jelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya pada bayi, datang ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi.
Implementasi
Pada langkah ini rencana menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke lima
dilaksanakan secara aman dan efisien. Perencanaan ini dibuat dan dilaksanakan seluruhnya oleh bidan
atau sebagian lagi oleh pasien atau anggota tim kesehatan lainnya. Walaupun bidan tidak melakukannya
sendiri, bidan tetap bertanggung jawab untuk mengarahkan penatalaksanaannya.
Dalam kondisi dimana bidan berkolaborasi dengan dokter untuk menangani pasien yang mengalami
komplikasi, maka keterlibatan bidan dalam penatalaksanaan asuhan bagi pasien adalah bertanggung
jawab terhadap terlaksananya rencana asuhan bersama yang menyeluruh tersebut. Pelaksanaan yang
efesien akan menyangkut waktu dan biaya serta meningkatkan mutu dan asuhan pasien.
Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi
pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan
sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Rencana tersebut dapat dianggap
efektif jika memang benar-benar efektif dalam pelaksanaannya.
Langkah-langkah proses pelaksanaan umumnya merupakan pengkajian yang memperjelaskan
proses pemikiran yang mempengaruhi tindakan serta berorientasi pada proses klinis, karena proses
penatalaksanaan tersebut berlangsung di dalam situasi klinik dan dua langkah terakir tergantung pada
pasien dan situasi klinik.
Kemungkinan hasil evaluasi yang ditemukan adalah :
Tercapainya seluruh perencanaan tindakan
Tercapainya sebagian dari perencanaan tindakan sehingga dibutuhkan revisi.
Hasil evaluasi dari penanganan yang telah dilakukan terhadap kasus ini berupa : ibu dan keluarga paham
dengan penjelasan yang diberikan dan mampu untuk mengulangi asuhan yang telah diberikan.

BAB III
TINJAUAN KASUS
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL Ny”A” G1P0A0H0 DENGAN USIA KEHAMILAN 6-7
MINGGU DI
BPS LUSI MEILIDAYENI S.SiT, AIR SALO PETOK
KAB. PASAMAN TIMUR TANGGAL
17-20 OKTOBER 2014
Tanggal Masuk : 17-10-2014
No. Register :…

Pengumpulan data
Biodata
Nama Ibu :Ny. A Nama Suami : Tn. H
Umur :20 tahun Umur : 24 tahun
Suku/bangsa :Minang /Indonesia Suku/bangsa : Minang /Indonesia
Agama :Islam Agama : Islam
Pendidikan :SMA Pendidikan : SMP
Pekerjaan :IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat :Petok Alamat : Petok
ANAMNESA
Tanggal : 17 oktober 2014 Pukul : 19.15 WIB
Keluhan Utama : Tidak Ada
Alasan Kunjungan saat ini
 Kunjungan Pertama
 Kunjungan Ulang
 Keluhan
Riwayat Menstruasi
Menarche : Umur 12 tahun Lamanya :7
Siklus : 28 hari Disminorrhoe : ada
Banyaknya : 2x ganti pembalut
Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Kontrasepsi yang pernah digunakan : Tidak ada
Riwayat kehamilan sekarang
Hari pertama haid terakhir : 29 Agustus 2014
Keluhan-keluhan pada :
Trimester 1 : Mual muntah
Trimester II :–
Trimester III :–
Kapan pergerakan janin pertama kali dirasakan ibu : Belum dirasakan ibu
Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir : Belum dirasakan ibu
Keluhan-keluhan yang dirasakan ibu,
Rasa mual : Tidak ada
Mual dan muntah yang lama : Tidak ada
Nyeri perut : Tidak ada
Panas, menggigil : Tidak ada
Sakit kepala berat/terus menerus : Tidak ada
Penglihatan kabur : Tidak ada
Rasa nyeri/panas pada waktu BAK : Tidak ada
Pengeluaran cairan pervaginam : Tidak ada
Rasa gatal pada vulva, vagina, dan sekitarnya : Tidak ada
Nyeri, kemerahan, tegang pada tungkai : Tidak ada
Oedema : Tidak ada
Obat/suplemen termasuk jamu-jamuan yang : Tidak ada
di konsumsi
Imunisasi
TT1 TT2 TT3 TT4 TT5
ü
Riwayat kesehatan
Riwayat penyakit yang pernah / sedang diderita :
Penyakit jantung : Tidak ada Liver : Tidak ada
Hipertensi : Tidak ada PMS/HIV/AIDS : Tidak ada
Diabetes Melitus : Tidak ada Malaria : Tidak ada
Anemia berat : Tidak ada Tuberculosis : Tidak ada
Riwayat alergi
Jenis makanan : Buah markisa
Jenis obat-obatan : Tidak ada
Riwayat trasnfusi darah : Tidak pernah
Riwayat operasi dinding rahim : Tidak ada
Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa : Tidak pernah
Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat penyakit keturunan
Jantung : Tidak ada DM : Tidak ada Epilepsi : Tidak ada
Hipertensi : Tidak ada Asma : Tidak ada
Riwayat keturunan kembar : Tidak ada
Riwayat psikososial
Kehamilan ini : Direncanakan
Respon ibu terhadap kehamilan ini : Baik
Respon suami dan keluarga terhadap : Baik
kehamilan ibu
Hubungan dengan suami/keluarga : Baik
Hubungan dengan tetangga dan masyarakat : Baik
Kekhawatiran-kekhawatiran khusus : Takut anak lahir cacat
Riwayat perkawinan
Kawin umur : 20 tahun
Setelah kawin berapa lama baru hamil : 2 minggu
Keadaan ekonomi
Penghasilan perbulan : Rp 1.500.000
Jumlah anggota keluarga yang ditanggung : 2 Orang
Penghasilan perkapita : Rp 750.000
Kebiasaan hidup sehari-hari
personal Hygiene
Mandi : 2x sehari
Sikat gigi : 3x sehari
Keramas : 3x seminggu
Ganti pakaian dalam : 5-6x sehari
Pola makan dan minum
Sebelum hamil : Saat kehamilan sekarang :
Pagi : nasi + lauk+ sayur Pagi : nasi +lauk+ sayur+ susu+buah
Siang : nasi + lauk+ sayur Siang : nasi +lauk+ sayur+kreakers+buah
Malam : nasi + lauk+ sayur Malam : nasi +lauk+ sayur+ susu
Masalah gangguan pencernaan : Tidak ada
Perubahan pola makan yang dialami pada kehamilan ( termasuk ngidam, nafsu makan, dan lain-lain) :
Tidak ada
Pola eliminasi
BAK BAB
Frek : 5-6x sehari Frek : 1x sehari
Warna : Kuning jernih Warna : kuning kecoklatan
Keluhan : Tidak ada Konsitensi : Lembek
Keluhan : Tidak ada
Pola istirahat
Istirahat siang : 1 jam
Istirahat malam : 9 jam
Aktifitas sehari-hari
Beban kerja : Tidak ada
Olah raga : Jalan pagi
Kegiatan spiritual : Sholat
Hubungan seksual : Tidak ada keluhan
Kebiasaan yyang merugikan kesehatan
Kebiasaan merokok, minuman keras, : Tidak ada
konsumsi obat-obatan terlarang
Budaya yang merugikan kesehatan : Tidak ada
Persiapan untuk kegawatdaruratan
Pengambil keputusan yang berhubungan : Suami
dengan kesehatan ibu
Tempat persalinan yang diinginkan : BPS
Petugas kesehatan yang diinginkan : Bidan
oleh ibu untuk menolong persalinan
Persiapan donor darah : Tidak ada
Persiapan biaya persalinan : Ada
Persiapan transportasi : Ada
Golongan darah :Tidak tau
Pemeriksaan Fisik (Data Objektif)
Pemeriksaan Umum
Kesadaran : CMC Pernafasan : 22x/i
TD : 110/70 mmHg BB sebelum hamil : 48 Kg
Nadi : 82x/i BB setelah hamil : 52 Kg
Suhu : 36 ᵒC TB : 155 Cm
LILA : 23,7 Cm
Pemeriksaan khusus
Inspeksi
Kepala : Bersih
Rambut : Bersih
Mata : Konjungtiva merah muda, sclera tidak ikhterik
Muka : tidak pucat dan tidak eodema
Mulut : Bersih
Gigi : Tidak ada karies
Leher : Tidak ada kelainan atau pembengkakan
Payudara : simetris : kiri-kanan
Aerola mamae : hyperpigmentasi
Papilla mamae : menonjol
Kolostrum/cairan lain : belum keluar
Abdomen : Bekas luka operasi : Tidak ada
Pembesaran perut : sesuai dedngan usia
kehamilan : Striae : Ada
Linea alba : Ada
Genetalia : Kemerahan : Tidak ada
Pembengkakan : Tidak ada
Varices : Tidak ada
Eodema : Tidak ada
Eksremitas
Atas Bawah
Eodema : Tidak ada Eodema : Tidak ada
Sianosis : Tidak ada Sianosis : Tidak ada
Pergerakan : (+) Pergerakan : (+)
Palpasi
Leopold
Leopold 1 : Ballotemen (+)
Leopold II : Ballotemen (+)
Leopold III : Ballotemen (+)
Leopold IV : Belum dilakukan
Mc. Donald : Belum dapat diukur
TBBJ : belum dapat di hitung
Auskultasi
BJJ : Belum dapat di dengar
Frekuensi/irama : Belum dapat dihitung
Intensitas : Belum dapat di dengar
Perkusi
Reflek patella kanan : (+)
Reflek patella kiri : (+)
Pemeriksaan panggul luar
Distansia spinarum : Tidak dilakukan
Distansia cristarum : Tidak dilakukan
Conjugate eksterna : Tidak dilakukan
Lingkar panggul : Tidak dilakukan
Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
Hb : 9.2 gram%
Protein urine :(–)
Glukosa urine :(–)
USG : Belum dilakukan
CTG : Tidak dilakukan

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL Ny”A” G1P0A0H0 DENGAN


USIA KEHAMILAN 6-7 MINGGU DI BPS LUSI MEILIDAYENI S.SiT,
AIR SALO PETOK KABUPATEN PASAMAN TIMUR
PADA TANGGAL 17-20 OKTOBER 2014
Pengumpulan Data Interpretasi Data Diagnosa Tindakan Inter
/masalah segera
potensial
Tanggal: 17 -10-2014 Ibu G1P0A0H0 usia Emesis Menurangi 1. L
Pukul : 19.03 wib kehamilan 6-7 minggu janin Tidak makan yang Infor
DS : hidup tunggal intra uterine ada berminyak dan
1.Ibu mengatakan ini kehamilan anak ballotemen(+) keadaan jalan Tidak dan ber kepa
pertama dan Tidak pernah keguguran lahir normal, Ku ibu dan ada aroma 2.Be
2.Ibu mengatakan kadang ia mual dan janin baik. tajam/anyir. pem
muntah apabila mencium bau anyir atau Dasar : Tidak ada kepa
busuk 1. Ibu mengatakan ini Tidak ada kelua
3.Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat kehamilannya yang pertama 3. B
penyakit kronik dan menular beserta 2. Ibu mengatakan sudah nutri
keluarga tidak datang haid hampir 2 4. B
4.Ibu mengatakan tidak ada alergi bulan yang lalu untu
terhadap obat maupun makanan apapun 3. Ibu mengatakan, mak
5.HPHT : 16-11-2010 perutnya tidak nyeri saat di berm
DO : palpasi dan
Keadaan umum ibu dan janin baik, 4. TTV dalam batas normal mua
TP : 05-06-2015 TD : 110/70mmHg 5. A
TTV : Nadi : 82 untu
TD : 110/70mmHg x/m RR : cuku
Nadi : 82 22x/menit 6. B
x/m Pernafasan : 22x/menit Suhu : 36 o C tenta
Suhu : 36o C Kebutuhan ibu: baha
Palpasi 1. Istirahat keha
TFU : Belum bisa diraba 2. Mengkonsumsi makanan 7. b
Leopold I : ballotemen bergizi vitam
(+) : 3 jari diatas 3. Mengurangi kerja berat kebu
prosesus xipuedeus (MD = 4. Menjaga personal 8. B
29cm) Leopold hygiene kunj
1 : menentukan 5. KIE 1. M
letak bokong Masalah : Mual muntah hasil
Leopold II : ballotemen (+) Ibu G1P0A0H0 usia kepa
Leopold II : ballotemen (+) kehamilan 6-7 minggu janin kelua
Leopold IV: belum hidup tunggal intra uterine 2. B
dilakukan – TBBJ : 2790 ballotemen(+) keadaan jalan untu
gram lahir normal, Ku ibu dan cape
Tanggal : 18-10-2014 janin baik.
Jam : 14.45 wib Dasar : 3. B
DS: 1. Ibu mengatakan senang untu
1.Ibu mengatakan sudah mengurangi dengan kehamilannya. men
memakan makanan yang berminyak 2. Ibu mengatakan sudah mak
2.Ibu mengatakan mual dan muntahnya mulai beradaptasi dengan 4. B
sudah berkurang kondisinya saat ini. untu
DO : 3. TTV : men
Keadaan umum ibu dan janin baik, TD : 120/70mmHg susu
TP : 05-06-2015 Nadi : 80 1. B
TTV : x/m Pernafasan : tenta
TD : 120/70mmHg 20x/menit saat
Nadi : 80 Suhu : 36,7 o C 2. In
x/m Pernafasan : 20x/menit Kebutuhan ibu : untu
Suhu : 36,7 o C 1. Istirahat men
Palpasi 2. Hidrasi dan nutrisi table
TFU : Belum bisa diraba 3. Menjaga personal 3. In
Leopold I : ballotemen hygiene untu
(+) : 3 jari diatas Masalah : Tidak ada mem
prosesus xipuedeus (MD = Ibu G1P0A0H0 usia pers
29cm) Leopold kehamilan 6-7 minggu janin seka
1 : menentukan hidup tunggal intra uterine 4. In
letak bokong ballotemen(+) keadaan jalan untu
Leopold II : ballotemen (+) lahir normal, Ku ibu dan ulan
Leopold II : ballotemen (+) janin baik. atau
Leopold IV: belum Masalah : tidak ada keluh
dilakukan – TBBJ : 2790 gr
Tanggal : 19-10-2014
Jam : 13.35 wib
1. ibu mengatakan mual muntahnya sudah
hilang
2. ibu mengatakan sudah terbiasa dengan
keadaan dan perubahan yang dialaminya.
3.ibu mengatakan senang dengan
kehamilannya
DO :
Keadaan umum ibu dan janin baik,
TP : 05-06-2015
TTV :
TD : 110/70mmHg
Nadi : 79 x/m RR :
19x/menit
Suhu : 36o C
Palpasi
TFU : Belum bisa diraba
Leopold I : ballotemen
(+) : 3 jari diatas
prosesus xipuedeus (MD =
29cm) Leopold
1 : menentukan
letak bokong
Leopold II : ballotemen (+)
Leopold II : ballotemen (+)
Leopold IV: belum dilakukan
BAB IV
PEMBAHASAN
Setelah melakukan asuhan kebidanan pada Ny”A” dengan tahap-tahap manajemen asuhan
kebidanan terdiri dari pengkajian, interpretasi data, diagnosa/ masalah potensial, tindakan segera,
intervensi, implementasi, dan evaluasi, maka pembahasannya adalah :
Pengkajian
Ibu G1P0A0 usia kehamilan 6-7 minggu, janin hidup intra uterine ballotemen (+) jalan lahir
normal, KU ibu dan janin baik. Keadaan normal yaitu kesadaran CMC, TD 110/70 mmHg, nadi 82x/I,
pernafasan 22x/i, BB sebelum hamil 48 Kg, BB saat hamil 52 Kg, TB 155 cm, LILA 23,7 cm. Inspeksi secaha
head to toe dalam batas normal, Leopold, I, II dan II : Ballotemen (+), pemeriksaan Mc. Donal, TBBJ dan
DJJ belum bisa di dengar dan di ukur, reflek patella ki-ka (+), Hb 9,8 gram %, protein urine (-), glukosa
urine (-), USG dan CTG belum dilakukan.
Interpretasi
Diagnosa : Ibu G1P0A0 usia kehamilan 6-7 minggu, janin hidup intra uterine ballotemen (+)
jalan lahir normal, KU ibu dan janin baik
Masalah : Saat ini tidak ada
Kebutuhan,
Informasi hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga
Anjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi kerja yang berat
Anjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhannnya dengan makanan yang bergizi
Ingatkan ibu untuk tetap menjaga personal hygiene nya
Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi susu ibu hamil
Beritahu ibu agar tidak terlalu banyak makan makanan yang berminyak banyak.
Beritahu ibu tanda tanda bahaya pada kehamilan trimester 1.
Anjurkan ibu untuk mengontrol kehamilannya sekali sebulan ke tenaga kesehatan.
Masalah/ diagnosa potensial
Masalah potensial yang mungkin terjadi adalah emesis atau hyperemesis pada ibu hamil trimester 1.
Tindakan Segera
Tindakan segera yang dilakukan adalah dengan mengurangi makan yang berminyak banyak seperti gulai
gulaian, karena dapat merangsang mual pada ibu hamil tersebut.
Intervensi
Menganjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi kerja yang berat
Anjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhannnya dengan makanan yang bergizi
Ingatkan ibu untuk tetap menjaga personal hygiene nya
Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi susu ibu hamil
Beritahu ibu agar tidak terlalu banyak makan makanan yang berminyak banyak.
Beritahu ibu tanda tanda bahaya pada kehamilan trimester 1.
Anjurkan ibu untuk mengontrol kehamilannya sekali sebulan ke tenaga kesehatan.
Implementasi
Pada tahap pelaksanaan semua rencana tindakan yang telah disusun sudah terlaksana dengan baik.
Dan tidak ada hambatan dalam memberikan asuhan pada ibu hamil trimester 1 tersebut.
Evaluasi
Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan, dan ibu sudah melakukan semua saran tersebut
dengan sangat baik.

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Pengkajian data pada ibu hamil Ny”A” usia kehamilan 6-7 minggu dengan menggunakan format
pengumpulan data berupa data subjektif dan data objektif yang didapatkan dari anamnesa dan hasil
pemeriksaan pada ibu hamil tersebut
Diagnosa kebidanan pada ibu hamil Ny”A” usia kehamilan 6-7 minggu didapatkan dari interpretasi yang
benar atas data-data yang telah dikumpulkan pada ibu tersebut.
Identifikasi adanya masalah potensial yang terjadi pada ibu hamil Ny”A” usia kehamilan 6-7 minggu
didapatkan berdasarkan diagnosis/masalah yang sudah diidentifikasi dan mengantisipasi agar masalah
atau diagnosis tersebut tidak terjadi.
Identifikasi diperlukannya tindakan segera secara mandiri,yaitu untuk mencegah hyperemesis pada ibu
hamil Ny”A”
Rencanakan asuhan yang diberikan sudah efektif berdasarkan kebutuhan pada ibu hamil Ny”A” usia
kehamilan 6-7 minggu
Pelaksanakan asuhan diberikan secara efisien dan aman pada ibu hamil Ny”A” usia kehamilan 6-7
minggu sesuai dengan rencana asuhan.
Evaluasi hasil asuhan yang telah diberikan pada ibu hamil Ny”A” usia kehamilan 6-7 minggu sudah
dilakukan, rencana asuhan yang sudah diberikan sudah dilaksanakan dengan baik.
Pendokumentasi hasil asuhan yang telah dilaksanakan pada ibu hamil Ny”A” usia kehamilan 6-7 minggu
dengan manajmeen varney tujuh langkah.
5.2. Saran
Berdasarkan pembinaan dan penerapan manajemen asuhan kebidanan yang telah dilaksanakan, maka
penulis memberikan saran kepada :
Institusi pendidikan
Diharapkan untuk menambah sumber referensi buku di perpustakaan STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
sehingga memudahkan mahasiswa dalam membuat tugas, makalah, dan lain sebagainya.
Bidan
Diharapkan kepada bidan agar dapat memberikan asuhan kebidanan yang sesuai dengan Asuhan
Persalinan Normal sehingga tercapainya pelayanan kesehatan yang bermutu dan komprehensif. Seperti :
Dapat mengetahui atau mendeteksi komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu hamil trimester 1
Dapat mensupor dan meyakinkan ibu bahwa kehamilannya itu adalah suatu anugrah yang diberikan
tuhan
Meyakinkan ibu agar dia mau berkunjung rutin, minimal 4 kali, yaitu 1x pada trimester 1, 1x pada
trimester 2, dan 2x pada trimester 3.
Mahasiswa
Diharapkan kepada mahasiswa agar dapat memberikan pelayanan kebidanan yang komprehensif dan
sesuai dengan protap yang tepat sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan
keadaannya. Dan mahasiswapun dapat mengaplikasikan ilmunya sesuai dengan standar dan etika
profesi.

DAFTAR PUSTAKA
Anonymus. 2012. Trimester Pertama yang Penuh Keajaiban. diakses tanggal 21 September 2012 pukul
23 : 04
Asrinah, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan : Masa Kehamilan. Yogyakarta : Graha Ilmu
Hadi, Ria A. 2009. Kupas Tuntas Kehamilan dan Melahirkan. Ungaran: Vivo Publisher
Helda. 2012. Askep Perubahan Selama Hamil. diakses tanggal 21 September 2012 pukul 20 : 00
Salmah. Rusmiati. Maryanah. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC
Syahputra, Adi. 2012. Perubahan Anatomi dan Adaptasi. diakses tanggal 23 September 2012 pukul 17 :
58
Wibowo, Fuadi. 2009. Asuhan Keperawatan Trimester Pertama. diakses tanggal 21 September 2012
pukul 22 : 30
Iklan
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS TRIMESTER II DI PUSKESMAS S. PARMAN
BANJARMASIN 2009
18 April 2016
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS TRIMESTER II
DI PUSKESMAS S. PARMAN BANJARMASIN
2009

PENGKAJIAN
Hari / Tanggal : Selasa / 2 April 2009
Jam : 11.00 WITA
No. Reg : 000452

DATA SUBJEKTIF
Identitas
Istri
Nama : Ny. Y
Umur : 27 tahun
Suku/Bangsa : Banjar/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jl. Sulawesi no. 53 RT. 12 Pasar Lama

Suami
Nama : Tn. A.Y
Umur : 28 tahun
Suku/Bangsa : Banjar/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Jl. Sulawesi no. 53 RT. 12 Pasar Lama

Alasan Datang Ke Puskesmas


Ibu mengatakan hamil 23 minggu, ingin memeriksakan kehamilannya. Ibu mengatakan tidak ada
keluhan.

Status Perkawinan
Kawin : 1 kali
Usia pada saat kawin : 17 tahun
Lamanya perkawinan : 10 tahun

Riwayat Obstetri dan Ginekologi


Riwayat Obstetri
Haid
Menarche : 12 tahun
Siklus : 30 hari
Lamanya : 6-7 hari
Banyaknya : 2-3 kali ganti pembalut / hari
Dismenorhoe : tidak pernah
HPHT : 23 – 09 – 2008
TP : 30 – 06 – 2009

Riwayat Ginekologi
Ibu tidak pernah menderita penyakit kista, kenker rahim dan ibu tidak pernah menjalani operasi bedah
sesar.

Riwayat Kesehatan
Kesehatan Ibu
Ibu tidak pernah menderita penyakit asma, jantung, hipertensi.

Kesehatan Keluarga
Di keluarga Ibu maupun suami tidak ada riwayat penyakit asama, jantung, hipertensi.

Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas

Kehamilan Persalinan

Anak

N Tah Penyu Temp Car Penolo J


o un UK lit at a ng K BB Ket Nifas

200 Ater Ruma Spt 320 Hid Norm


1. 1 m – h BK Bidan L 0 up al

200 Ater Ruma Spt 300 Hid Norm


2. 6 m – h BK Bidan L 0 up al

200 Abort
3. 8 us
4. ini

Riwayat Kehamilan Sekarang


G4P2A1
Trimester I
Ibu melakukan ANC sebanyak 4 kali di Puskesmas S. Parman
Keluhan : mual dan pusing
Nasehat yang diberikan :
Periksa kehamilan minimal 1 bulan sekali dan segera datang bila terjadi komplikasi.
Makan dengan porsi kecil tapi sering, hindari makanan yang berbau menyengat sehingga menambah
mual.
Apabila bangun tidur jangan langsung bangun tapi duduk sebentar.
Terapi yang didapatkan :
Antasid 3 x 1 tab
Vit B6 3 x 1 tab
Vit Bcomp 3 x 1 tab
Terapi obat oral masing-masing diberikan selama 3 hari.

Trimester II
Ibu melakukan ANC sebanyak 5 kali di Puskesmas S. Parman.
Keluhan : ibu tidak memiliki keluhan dan hanya ingin memeriksakan kehamilannya.
Nasehat yang diberikan :
Terus memeriksakan kehamilan dsengan rutin.
Mengkonsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup.
Menganjurkan ibu untuk meminum obat secara teratur.
Terapi yang didapatkan :
TT1
SF 1 x 1 tab
Kalk 3 x 1 tab
Terapi obat oral masing-masing diberikan selama 3 hari.

Riwayat Keluarga Berencana


Ibu mengatakan sebelum kehamilannya sekarang, terakhir kali ibu menggunakan KB jenis suntikan 3
bulan selama + 6 bulan kemudian berhenti saat ibu ingin hamil.

Data Biologis
Nutrisi

a. Pola makan : Nafsu makan baik

Nasi, sayur, ikan, buah-buahan dan susu


b. Jenis makanan : hamil

c. Porsi makan : ± 1-2 piring

d. Frekuensi : 3 x sehari

e. Pantangan : tidak ada

f. Masalah : tidak ada

Personal Hygiene

a. Mandi : 2 x sehari

b. Gosok gigi : 2-3 x sehari


c. Frekuensi ganti pakaian : 2 x sehari / jika kotor

Ibu menjaga kebersihan vulva setiap


d. Kebersihan vulva : mandi, habis BAK, dan BAB

e. Masalah : tidak ada

Eliminasi
BAB
Frekuensi : teratur, 1 x sehari
Konsistensi : lembek
Warna : kuning
Masalah : tidak ada

BAK
Frekuensi : 6-7 kali sehari
Warna : kuning jernih
Bau : pesing
Masalah : tidak ada

Aktivitas
Selama hamil ibu dapat mengerjakan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, mencuci serta
memasak.

Istirahat dan Tidur


Siang hari : 1-2 jam
Malam hari : 6-8 jam

Data Psikologis
Ibu mengharapkan kehamilan dan persalinannya berjalan dengan lancer dan tanpa masalah.

Data Psikososial
Suami dan keluarga sangat mendukung dan bahagia atas kehamilannya.
Sosial Budaya
Ibu tidak mempunyai pantangan terhadap jenis makanan maupun kebiasaan yang mempengaruhi
kehamilannya.

Spiritual
Selama hamil ibu senantiasa shalat 5 waktu dan memperbanyak doa kepada Allah SWT terutama doa
agar kehamilan dam persalinannya berjalannya berjalan lancar dan anaknya menjadi anak yang soleh.

DATA SUBJEKTIF
Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Berat Badan : Sebelum hamil : 47 kg
Sesudah hamil : 50 kg
Tinggi Badan : 158 cm
LILA : 26 cm
Tanda-Tanda Vital :
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Respirasi : 28 x/menit
Suhu : 36,5º C

Pemeriksaan Khusus
Inspeksi

Rambut ibu tampak bersih, tidak rontok dan tidak ada


a. Rambut : ketombe.
Tidak tampak adanya cloasma gravidarum, tidak
b. Muka : tampak oedem dan tidak pucat.

c. Mata : Konjungtiva tidak anemis dan sclera tidak ikterik

d. Telinga : Telinga ibu tampak simetris dan bersih

Bibir tidak tampak pucat, tidak tampak adanya


sariawan, lidah tampak bersih, gigi tampak bersih, tidak
e. Mulut : ada caries dan lubang pada gigi dan gusi tidak berdarah

f. Leher : Tidak tampak pembengkakan kelenjar tyroid

Tampak hiperpigmentasi pada areola mammae, putting


g. Dada : susu ibu tampak menonjol

Tampak linea nigra, tidak tampak streae gravidarum,


h. Abdomen : tidak ada bekas luka operasi.

Atas : Tidak tampak oedem dan kuku tidak


pucat.
i. Tungkai : Bawah : Tidak tampak oedem dan tidak varises

Palpasi

a. Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid

b. Payudara : Tidak teraba benjolan pada payudara

c. Abdomen

Meraba bagian fundus uteri teraba bagian bundar,


lunak, dan tidak melenting (bokong). Fundus uteri terba
2 jari di atas pusat, TFU = 20 cm, TUK : 27 minggu, (6-7
1) Leopold I : bulan), TBJ : 1.240 gram.

Meraba bagian kanan perut ibu teraba memanjang,


datar dan keras. Sedangkan bagian kiri ibu teraba
2) Leopold II : bagian-bagian kecil janin (punggung kanan)

Meraba bagian terbawah perut ibu teraba bundar,


3) Leopold III : keras dan melenting (presentasi kepala)

Meraba bagian bawah perut ibu di atas simpisis pubis


dengan menyatukan kedua ujung jari, jari-jari tangan
masih dapat disatukan (konvergen).
4) Leopold IV : Kepala janin belum masuk PAP U (5/5).

Auskultasi
DJJ terdengar jelas pada bagian bawah perut ibu sebelah kanan, teratur (10-11-10) dengan frekuensi
124x/menit.

Perkusi
Refleks patella : kanan dan kiri (+/+)
Refleks ginjal : kanan dan kiri (-/-)

Pemeriksaan Penunjang
Hb (Oktober 2008) : 11 gr %

ASSESMENT
G4P2A1, hamil 27 minggu, janin tunggal hidup intra uterin, punggung kanan, presentasi kepala, kepala
belum masuk PAP (5/5) U

PLANNING
Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu yang meliputi:
Keadaan umum ibu baik, tekanan darah ibu normal (110/80 mmHg), nadi 84 kali/menit, respirasi 28
kali/menit dan suhu tubuh ibu 36,5 o
Umur kehamilan ibu memasuki bulan ke 6-7 (27 minggu), tanggal taksiran persalinan pada tanggal 30
Juni 2009, dengan taksiran berat janin 1.240 gram.
Kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik.
Menjelaskan kepada ibu tentang pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang dan
manfaatnya untuk perkembangan janin serta untuk membantu produksi ASI.
Menjelaskan kepada ibu untuk beristirahat cukup dan menghindari aktivitas yang berlebihan untuk
menjaga dan mempertahankan kesehatan ibu yang akan berpengaruh pada kesehatan janin.
Menjelaskan kepada ibu pentingnya menjaga personal hygiene terutama kebersihan payudara dan alat
kelamin.
Menjelaskan kepada ibu mengenai tanda bahaya seperti jika janin dirasa kurang aktif bergerak
disbanding hari biasa atau tidak ada lagi gerakan janin.
Menganjurkan kepada ibu untuk kontrol ulang satu minggu lagi. Tetapi apabila ada keluhan seperti di
atas, ibu dianjurkan untuk segera memeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan.

LEMBAR KONSUL

Paraf Paraf
No Hari/Tanggal Judul Saran Pembimbing Mahasiswa

1. Asuhan Kebidanan
pada Ibu Hamil
Selasa/ Trimester II di Perbaikan
21 April 2009 Puskesmas S. sesuai saran
Parman Banjarmasin

Asuhan Kebidanan
pada Ibu Hamil
Jum’at/ Trimester II di Perbaikan
24 April 2009 Puskesmas S. sesuai saran
2. Parman Banjarmasin

Asuhan Kebidanan
pada Ibu Hamil
Jum’at/ Trimester II di ACC untuk
24 April 2009 Puskesmas S. diketik
3. Parman Banjarmasin

Iklan
BAGIKAN INI:
Twitter
Facebook
Google

TERKAIT
ASUHAN KEBIDANAN Vdalam "Tanpa kategori"
askeb vdalam "Tanpa kategori"
Masa Ibu Nifas-Perawatan Dan Tantangandalam "Tanpa kategori"
Permalink.
NAVIGASI POS
Plasenta Previa
kontrasepsi vasektomi
TINGGALKAN BALASAN
Top of Form

Bottom of Form
Top of Form
Cari untuk:
Bottom of Form
TULISAN TERAKHIR
pelaporan praktek
KEGAWATDARURATAN
(tanpa judul)
PRINSIP DASAR KEGAWATDARURATAN
ASKEB V
KOMENTAR TERBARU
ARSIP
September 2016
Juli 2016
Juni 2016
Mei 2016
April 2016
Maret 2016
KATEGORI
Tanpa kategori
Top of Form
Cari untuk:
Bottom of Form
TULISAN TERAKHIR
pelaporan praktek
KEGAWATDARURATAN
(tanpa judul)
PRINSIP DASAR KEGAWATDARURATAN
ASKEB V
KOMENTAR TERBARU
ARSIP
September 2016
Juli 2016
Juni 2016
Mei 2016
April 2016
Maret 2016
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DI PUSKESMAS S.PARMAN BANJARMASIN
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU HAMIL TRIMESTER II
DI PUSKESMAS S.PARMAN BANJARMASIN

PENGKAJIAN
Hari/Tanggal : selasa, 15 Nopember 2011
Jam : 10.00 Wita
No registrasi : 900 942

A. DATA SUBJEKTIF
1. Identitas
Keterangan Istri Suami
Nama Ny. M Tn. M
Umur 26 Tahun 40 Tahun
Pekerjaan IRT Swasta
Agama Islam Islam
Suku/Bangsa Banjar/Indonesia Banjar/Indonesia
Alamat Jl. AKT Rt 7, Banjarmasin Jl. AKT Rt 7, Banjarmasin

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan Hamil 4 bulan dengan keluhan mual dan muntah 2-3 kali sehari, yaitu pada pagi hari
dan malam hari.

3. Status Perkawinan
Kawin : Ya
Usia Kawin : 21 Tahun
Lama Perkawinan : 5 Tahun
Istri Ke : Pertama

4. Riwayat Obstetri dan Ginekologi


a) Obstetri
1) Haid
Menarche : 12 tahun
Siklus : 28 hari
Lamanya : 7 hari
Banyaknya : 2-3 kali ganti pembalut
Warna : merah tua
Dismenorhoe : tidak pernah
HPHT : 21-7-2011
TP : 28-4-2012
2) Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Kehamilan Persalinan
No. Nifas ASI
Tahun Umur kehamilan Cara Penolong Tempat JK
1. 2007 Cukup bulan Normal Bidan BPS ♀ Normal Lancar
2. 2011/ini
3) Riwayat kehamilan sekarang
a. Trimester I
Ibu ANC 2 kali di Puskesmas
Ibu Mengeluh pusing, mual dan muntah
Terapi :
- Vitamin B1 X 1 x 1 hari
- Vitamin B6 X 1 x 1 hari
- Antacid X 2 x 1 hari
Penyuluhan :
- Menganjurkan ibu memenuhi nutrisinya dengan porsi kecil tapisering dan tidak mengkonsumsi
makanan yang merangsang mual dan muntahnya.
- Menganjurkan ibu untuk makan makanan yang bergizi seperti ikan,daging, tahu tempe, dan tinggi
karbohidrat seperti nasi, roti, dan buah-buahan.
- Anjurrkan ibu untuk bangun dari tempat tidur secara bertahap, seperti miring kana miring kiri,
duduk di tempat tidur dengan kaki bergantung kemudian bangun dari tempat tidur.
- Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup.
b. Trimester II
Ibu ANC 2 kali di Puskesmas
Ibu mengeluhh mual dan muntah
Terapi :
- Vitamin B1 X 1 x 1 hari
- Vitamin B6 X 1 x 1 hari
- Antacid X 2 x 1 hari
Penyuluhan :
- Menganjurkan ibu memenuhi nutrisinya dengan porsi kecil tapisering dan tidak mengkonsumsi
makanan yang merangsang mual dan muntahnya.
- Menganjurkan ibu untuk makan makanan yang bergizi seperti ikan,daging, tahu tempe, dan tinggi
karbohidrat seperti nasi, roti, dan buah-buahan.
- Anjurrkan ibu untuk bangun dari tempat tidur secara bertahap, seperti miring kana miring kiri,
duduk di tempat tidur dengan kaki bergantung kemudian bangun dari tempat tidur.
- Anjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya setiap 4 minggu sekali atau jika ada keluhan
untuk mengetahui keadaan kesehatan ibu dan bayi.
- Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup.

b) Riwayat ginekologi
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit yang berhubungan dengan kandungannya, seperti
de\ngan gejala perdarahan di luar haid dan keputihan yang berlebihan. Ibu juga tidak pernah mengalami
operasi yang berhubungan dengan alat kandungannya.
5. Riwayat KB
Setelah melahirkan anak pertama ibu menggunakan KB pil selama 3 tahun (dari tahun 2007 sampai
tahun 2010) dan berhenti karena ingin mempunyai anak.

6. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan ibu
Ibu tidak pernah menderita penyakit menular, seperti TBC, asma, maupun hepatitis dan ibu juga tidak
menderita penyakit kronis, seperti diabetes mellitus, jantung dan hipertensi.
b. Riwayat kesehatan keluarga
Kelurga tidak pernah menderita penyakit menular, seperti TBC, asma, maupun hepatitisdan ibu juga
tidak menderita penyakit kronis, seperti diabetes mellitus, jantung dan hipertensi serta tidak ada
terdapat riwayat kehamilan kembar.
7. Data Biologis
a. Nutrisi
- Kebiasaan makan : 3 kali sehari
- Jenis makanan : Nasi dengan sepotong ikan atau lebih di tambah
dengan sayur-sayuran, minum susu hamil 2 x sehari
- Selera makan : Baik
b. Personal Hygiene
- Pola mandi : 2 x sehari
- Kebersihan ibu : ibu tampak bersih
c. Eliminiasi
- BAB : lancar dan teratur tiap pagi hari
- BAK : 4- 5 kali sehari

d. Aktivitas
- Di rumah : ibu melakukan aktivitas sehari-hari di rumah
dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga
- Di luar rumah : ibu mengikuti pengajian
e. Istirahat dan tidur
- Siang hari : ± 2 jam
- Malam hari : ± 8 jam
f. Data psikologis
Ibu dan suami sangat bahagia atas kehamilannya, karena ini merupakan kehamilan yang sangat
diharapkan mereka.
g. Data psikososial
Ibu dan suami menjalin hubungan baik dengan keluarga maupun dengan kerabat dekatnya.
h. Data social budaya
Ibu tidak mempunyai pantangan terhadap jenis makanan apapun
i. Data spiritual
Ibu tidak mempunyai keluhan atau masalah dengan ibadahnya.

B. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
- Keadaan umum : baik
- Kesadaran : composmentis
- Cara berjalan : baik
- Berat badan : sebelum hamil : 50 Kg
: sesudah hamil : 53 Kg
- Tinggi badan : 151 cm
- Lila : 25 cm
2. Pemeriksaan Khusus Kebidanan
a. Inspeksi
- Rambut : tampak bersih dan tidak ada rontok
- Muka : tidak tampak odema dan tidak tampak cloasma gravidarum
- Mata : conjungtiva tidak tampak anemis dan sclera tidak ikterik
- Hidung : tidak tampak polip dan tidak ada pernapasan cuping hidung
- Mulut : bibir tidak tampak pucat, tidak bersih dan tidak tampak stomatitis
- Gigi : tidak tampak caries dan gusi tidak tampak pucat
- Leher : tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid dan tidak
tampak pembesaran vena jugularis
- Mamae : tampak simetris, areola mamae tampak hiperpigmentasi,
dan putting susu tampak menonjol
- Abdomen : tidak tampak striae gravidarum dan tidak tampak bekas luka
operasi
- Ekstremitas : kaki dan tangan tidak tampak odema
b. Palpasi
- Leher : tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis
- Mamae : tidak teraba benjolan abnormal
- Abdomen :
Leopold I : 3 jari di atas simpisis ( ada baltman)
- Ekstremitas : kaki dan tangan tidak teraba odema
c. Auskultsi
Denyut jantung janin : belum terdengar
d. Perkusi
Reflek patella kiri/kanan : (positif/positif)
Cek ginjal : (negatif/negatif)

C. ASSESMENT
G2 P1 A0, Usia kehamilan 16 minggu fisiologis.

D. PLANNING
1. Memberitahukann hasil pemeriksaan kepada ibu, yaitu ibu hamil 16 minggu, keadaaan
kehamilannya normal dan posisi janin dalam kandungannya normal, keadaan baik dan sehat.
2. Untuk mengurangi mual dan muntah, ibu dianjurkan untuk:
a. Makan makanan dengan porsi kecil tapi sering.
b. Makan makanan kecil seperti biscuit dan jangan makan makanan yang dapat merangsang mual dan
muntahnya.
c. Menganjurkan ibu untuk bangun tidur secara bertahap, seperti miring kanan atau miring kiri,
kemudian duduk di atas tempat tidur dengan kaki bergantung kemudian baru berdiri.
3. Menganjurkan ibu untuk memenuhi nutrisinya dengan makan makanan yang bergizi, seperti nasi,
lauk pauk dan sayur-sayuran.
4. Menganjurkan ibu untuk menggunakan pakaian yang longgar dan terbuat dari katun sehingga
menyerap keringat
5. Memberitahukan dan menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya kehamilan, yaitu:
a. Muntah terus menerus atau lebih dari 10 kali dalam sehari, dan tidak dapat melakukan aktifitas,
b. Nafsu makan menurun,
c. Nyeri ulu hati,
d. Berat badan menurun,
e. Lidah mongering, dan
f. Mata terlihat cekung.
Menganjurkan kepada ibu untuk memberitahukan kepada bidan atau tenaga kesehatan lainnya apabila
ibu merasakan 1 atau lebih tanda-tanda tersebut.
6. Memberikan terapi:
- Vitamin B1 X 1 x 1 hari
- Vitamin B6 X 1 x 1 hari\
- Antacid X 2 x 1 hari
7. Menganjurkan ibu untuk meminum obat anti mual jika ibu merasakan mual.
8. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang secara rutin 1 bulan pada usia kehamilan 4-6
bulan dan 2 minggu sekali pada usia kehamilan 7-9 bulan atau jika ibu mendapati keluhan.

Diposting 17th May 2012 oleh febrianda mahsa phoan al-mira

0
Tambahkan komentar
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER IIII
Posted by imoed at 04:36

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III


NY. “V” UMUR 25 TAHUN G1 P0 A0 USIA KEHAMILAN 37+1 MINGGU
DI BPS VITRI TROPIKA, Amd.Keb
MUNDU SAREN,SLEMAN,YOGYAKARTA
No. Register : 333/12/2012
Tanggal/Jam Masuk : 05-01-2012/ 15.00 WIB
Tempat : Ruang Periksa

A. PENGKAJIAN DATA Tanggal:05-01-2012 Jam15.00WIB Oleh:VitriTropika


B. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas
Ibu Suami
Nama : Ny. “V” Tn. “L”
Umur : 25 tahun 27 tahun
Agama : Islam Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA S1
Pekerjaan : IRT Karyawan Swasta
Alamat : Mundu Saren,Sleman Mundu Saren,Sleman
No. Telp : 085233377712 085277733312
2. Alasan Kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.
3. Keluhan Utama
Ibu mengatakan kadang-kadang dadanya terasa sesak, tetapi tidak sakit.
4. Riwayat Menstruasi
Menarche : 14 tahun Siklus : 28 hari
Lama : 5-6 hari Teratur : Teratur
Sifat Darah : Cair (khas menstruasi) Keluhan : Tidak ada
5. Riwayat Perkawinan
Status pernikahan : Menikah Menikah ke : Pertama
Lama : 2 tahun Usia menikah pertama kali : 23 tahun
6. Riwayat Obstetrik : G1 P0 A0
Hamil Persalinan Nifas
Umur Jenis BB
Ke Tanggal kehamilan Persalinan Penolong Komplikasi JK Lahir Laktasi Komplikasi
Hamil
1 ini

7. Riwayat kontrasepsi yang digunakan


No Jenis Pasang Lepas
Kontrasepsi Tgl Oleh Tempat Keluhan Tgl Oleh Tempat Keluhan
Ibu
mengatakan
belum pernah
menggunakan
alat
kontrasepsi

8. Riwayat Kehamilan sekarang

a. HPHT : 20-04-2011 HPL : 27-01-2012


b. ANC pertama umur kehamilan : 6 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I : Frekuensi :3x
Tempat : BPS
Oleh : Bidan
Keluhan : Mual
Terapi : B6, Calk
Trimester II : Frekuensi :5x
Tempat : BPS
Oleh : Bidan
Keluhan : Tidak ada
Terapi : Fe, Calk

Trimester III : Frekuensi :3x


Tempat : BPS
Oleh : Bidan
Keluhan : Tidak ada
Terapi : Fe, kalk, vit C
d. Imunisasi TT
TT 1 : Usia kehamilan 16 minggu
TT 2 : Usia kehamilan 21 minggu
e. Pergerakan Janin dalam 12 jam (dalam sehari)
Lebih dari 10 kali
9. Riwayat Kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun, dan menahun)
£ Ada, yaitu Menular : £ HIV  £ PMS  £ TBC
Menurun : £ DM  £ Asma £ Hipertensi
Menahun : £ Ginjal£ Jantung£ Paru-paru
R Tidak ada
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular,menurun, dan menahun)
£ Ada, yaitu :Menular : £ HIV  £ PMS  £ TBC
Menurun : £ DM  £ Asma £ Hipertensi
Menahun : £ Ginjal£ Jantung£ Paru-paru
R Tidak ada
c. Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak mempunyai keturunan kembar baik dari pihak ibu maupun suami
d. Riwayat Operasi
Ibu mengatakan tidak pernah operasi apapun
e. Riwayat Alergi Obat
Ibu mengatakan tidak mempunyai alergi obat apapun

10. Pola Pemenuhan Kebutuhan sehari-hari


Sebelum Hamil Setelah Hamil
a. Pola Nutrisi
- Makan
Frekuensi : 3 x/hari 4-5 x/hari
Porsi : 1 piring 1 piring
Jenis : Nasi, sayur, lauk Nasi, sayur, lauk
Pantangan : Tidak ada Tidak ada
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
- Minum
Frekuensi : 5 - 7 x/hari 8 - 9 x/hari
Porsi : 1 gelas 1 gelas
Jenis : Air putih, teh Air putih, susu
Pantangan : Tidak ada Tidak ada
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
b. Pola Eliminasi
- BAB
Frekuensi : 1 x/hari 1 x/hari
Konsistensi : Lunak Lunak
Warna : Kuning Kuning
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
- BAK
Frekuensi : 6 -7 x/hari 7 - 8 x/hari
Konsistensi : Cair Cair
Warna : Kuning jernih Kuning jernih
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
c. Pola Istirahat
- Tidur siang
Lama : 1 jam/hari 1 jam/hari
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
- Tidur malam
Lama : 6-7 jam/hari 7-8 jam/hari
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
d. Personal hygiene
Mandi : 2 x/hari 2 x/hari
Ganti pakaian : 2 x/hari 2 x/hari
Gosok gigi : 2 x/hari 2 x/hari
Keramas : 3 x/minggu 3 x/minggu
e. Pola seksualitas
Frekuensi : 3 x/minggu 1 x/minggu
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
f. Pola aktifitas ( terkait kegiatan fisik, olah raga )
Ibu mengatakan tidak beraktifitas di luar rumah, kecuali mengikuti arisan dan mengerjakan pekerjaan
rumah tangganya
11. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan seperti
merokok,minum jamu,minuman beralkohol.
12. Psikososiospiritual (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan sosial,
perencanaan persalinan, pemberian ASI, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, dan persiapan
keuangan ibu dan keluarga)
Ibu, suami, dan keluarga sangat senang dengan kehamilannya.
Ibu berhubungan baik dengan lingkungan sekitar.
Ibu beragama islam dan rajin beribadah
Ibu berencana melahirkan di BPS, ditolong oleh bidan.
Ibu berencana merawat bayinya sendiri dan akan memberikan ASI eksklusif.
Ibu dan suami sudah mempersiapkan dana untuk persiapan persalinan.
13. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, dan laktasi)
Ibu mengatakan belum terlalu mengetahui tentang kehamilan, persalinan, dan laktasi karena baru
pertama kali hamil.
14. Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan lingkungan di sekitar ruah bersih,dan ibu tidak mempunyai hewan peliharaan apapun.
Hewan peliharaan :
£ Ada R Tidak ada

C. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Status Emosional : Stabil
Vital Sign
Tekanan Darah : 110/70 mmHg Nadi :81x/menit
Pernafasan : 21 x/menit Suhu : 37,2 °C
Berat badan : 53 kg Tinggi badan : 158 cm
2. Pemeriksaan Fisik
1). Kepala
a. Bentuk : Mesocephal,tidak ada Massa/benjolan,tidak ada nyeri
tekan
b. Warna kulit : Putih bersih
2). Rambut
a. Bentuk : Lurus
b. Bau rambut :Tidak berbau
c. Warna rambut : Hitam
3). Muka
a. Bentuk : Oval
b. Oedem : Tidak ada
c. Cloasma gravidarum: Tidak ada
4). Mata
a. Kesimetrisan : Simetris
b. Konjungtiva : Tidak anemis
c. Sklera : tidak ikterik,bersih,tidak ada sekret
5). Hidung
a. Polip : Tidak ada
b. Infeksi : Tidak ada
c. Serumen : Tidak ada
6). Mulut
a. Keadaan bibir : Lembab
b. Keadaan gigi : Tidak ada caries
c. Keadaan gusi : Tidak ada perdarahan
Tidak ada pembengkakan
d. Keadaan lidah : Bersih
7). Telinga
Tidak ada tanda-tanda infeksi,tidak ada penyumbatan serumen,pendengaran aktif,
a. Tidak ada Pembesaran kelenjar tiroid
b. Tidak ada Pembesaran kelenjar limfe
c. Tidak ada Pembesaran kelenjar parotis
d. Tidak ada Pembesaran vena jugularis
8). Dada
a. Mengi : Tidak ada
b. Retraksi dinding dada : Tidak ada
9). Payudara
a. Simetris : Ya
b. Hiperpigmentasi : Ya
c. Massa : Tidak ada
d. Pembesaran : Ada
e. Puting susu : Menonjol
10). Abdomen
a. Bekas luka : Tidak ada
b. Linea nigra : Tidak ada
c. Striae gravidarum : Ada

a.. Palpasi Leopold


- Leopold I
TFU 3 jari bawah px, pada fundus teraba satu bagian bulat, lunak, tidak melenting (bokong)
- Leopold II
Bagian kanan ibu teraba memanjang seperti papan, ada tahanan dan keras(punggung)
Bagian kiri ibu teraba kecil-kecil, banyak, (ekstremitas)
- Leopold III
Bagian terendah janin teraba satu bagian bulat, keras, melenting (kepala)
- Leopold IV
Kedua tangan bertemu (divergen)
e. Osborn test : Tidak dilakukan
f. TFU menurut Mc. Donald : 29 cm, TBJ : 2635 gram
g. Auskultasi DJJ : 148 x/menit, irama teratur kuat
11). Ekstremitas atas
Simetris,tidak ada polidaktily,gerakan aktif,tidak sianosis,tidak odema.
Ekstremitas bawah
Simetris,tidak ada polidaktily,gerakan aktif,tidak sianosis,tidak odema.
12). Genetalia
Tidak ada odema,tidak ada pembesaran kelenjar bartolini
13). Anus : Tidak ada haemorroid
14). Pemeriksaan panggul (bila perlu) : Tidak dilakukan
3. Pemeriksaan Penunjang Tanggal : , Jam :
£ Ada, yaitu : £ PP test hasil ..........
£ Hb hasil ..........
£ Protein urin hasil ..........
R Tidak ada
1. Data Penunjang
Golongan darah : £ A £ B £ AB R O

I. INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa Kebidanan
Seorang ibu Ny.”V” umur 25 tahun G1 P0 A0 uk 37+5 minggu janin tunggal, hidup, intra uteri dengan
kehamilan normal
DS : Ibu mengatakan berusia 25 tahun
Ibu mengatakan ini kehamilan pertama
Ibu mengatakan HPHT tanggal 20-04-2011
DO : KU : baik
Kesadaran : composmentis
Vital sign :TD : 110/70 mmHg N : 81 x/menit
S : 37,2 °C RR : 21 x/menit
Px. Leopold : Leopold I : TFU 3 jari bawah px, teraba bokong
Leopold II : PUKA
Leopold III : Kepala
Leopold IV : Divergen
DJJ : 148X/menit, irama teratur, kuat
TFU mc Donald: 29cm TBJ : 2790 gram
B. Masalah
Rasa sesak yang dirasakan ibu
Data dasar : ibu mengatakan terkadang ia merasakan sesak di dadanya saat bernafas
II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Tidak ada

III. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA


Tidak ada

IV. PERENCANAAN
1. Beritahu ibu kondisi ibu dan janinnya berdasarkan hasil pemeriksaan.
2. Beritahu ibu tentang ketidaknyamanan pada trimester III
3. Beritahu ibu tentang tanda-tanda persalinan.
4. Berikan ibu tablet Fe dan kalsium
5. Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika ada keluhan.
6. Dokumentasikan hasil tindakan yang dilakukan

V. PELAKSANAAN Tanggal : 05-01-2012 Jam:15.30WIB Oleh:Vitritropika

1. Memberitahu ibu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan kondisi ibu dan janinnya saat ini
baik
2. Memberitahu ibu tentang ketidaknyamanan trimester III, yaitu salah satunya sesak nafas. Bahwa
rasa sesak yang ia rasakan adalah normal. Rasa sesak tersebut disebabkan karena perut ibu yang
semakin membesar sehingga menekan diafragma. Tetapi rasa sesak tersebut dapat dikurangi dengan
jika tidur, ibu tidur dengan posisi miring ke kiri.
3. Memberitahu ibu tentang tanda2 persalinan, yaitu :
- Kenceng-kenceng teratur pada perut semakin lama semakin sakit.
- Keluarnya lender darah dari jalan lahir.
- Keluarnya air ketuban.
Memberitahu ibu jika terdapat tanda-tanda persalinan seperti yang disebutkan, meminta ibu segera
datang ke BPS atau petugas kesehatan terdekat.
4. Memberikan ibu tablet Fe dan kalsium seperti biasanya. Tablet Fe (zat besi) sebanyak 10
tablet diminum 1 x 1 pada malam hari dan kalsium sebanyak 10 tablet diminum 1x1 pada pagi hari.
5. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika ibu ada keluhan.
6. Mendokumentasikan hasil tindakan yang dilakukan

VI. EVALUASI Tanggal : 05-01-2012, Jam:15.45 WIB, Oleh:VitriTropika


1. Ibu senang karena keadaannya dan janinnya sehat.
2. Ibu sudah mengerti bahwa rasa sesak yang dialaminya adalah normal dan ibu sudah tahu cara
mengatasinya.
3. Ibu sudah tahu dan mengerti tentang tanda-tanda persalinan
4. Ibu sudah diberikan tablet Fe dan kalsium dan diminum seperti biasanya.
5. Ibu bersedia datang kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika terdapat keluhan pada kehamilannya.
6. Hasil tindakan sudah di dokumentasikan.

Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook


4 COMMENTS:

fransiskus romian said...


gooddddd
28 January 2014 at 00:32

Ganieganie said...
Makasi imoed
23 December 2014 at 04:49

SUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER IIII


Posted by imoed at 04:36

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III


NY. “V” UMUR 25 TAHUN G1 P0 A0 USIA KEHAMILAN 37+1 MINGGU
DI BPS VITRI TROPIKA, Amd.Keb
MUNDU SAREN,SLEMAN,YOGYAKARTA
No. Register : 333/12/2012
Tanggal/Jam Masuk : 05-01-2012/ 15.00 WIB
Tempat : Ruang Periksa

A. PENGKAJIAN DATA Tanggal:05-01-2012 Jam15.00WIB Oleh:VitriTropika


B. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas
Ibu Suami
Nama : Ny. “V” Tn. “L”
Umur : 25 tahun 27 tahun
Agama : Islam Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA S1
Pekerjaan : IRT Karyawan Swasta
Alamat : Mundu Saren,Sleman Mundu Saren,Sleman
No. Telp : 085233377712 085277733312
2. Alasan Kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.
3. Keluhan Utama
Ibu mengatakan kadang-kadang dadanya terasa sesak, tetapi tidak sakit.
4. Riwayat Menstruasi
Menarche : 14 tahun Siklus : 28 hari
Lama : 5-6 hari Teratur : Teratur
Sifat Darah : Cair (khas menstruasi) Keluhan : Tidak ada
5. Riwayat Perkawinan
Status pernikahan : Menikah Menikah ke : Pertama
Lama : 2 tahun Usia menikah pertama kali : 23 tahun
6. Riwayat Obstetrik : G1 P0 A0
Hamil Persalinan Nifas
Umur Jenis BB
Ke Tanggal kehamilan Persalinan Penolong Komplikasi JK Lahir Laktasi Komplikasi
Hamil
1 ini

7. Riwayat kontrasepsi yang digunakan


No Jenis Pasang Lepas
Kontrasepsi Tgl Oleh Tempat Keluhan Tgl Oleh Tempat Keluhan
Ibu
mengatakan
belum pernah
menggunakan
alat
kontrasepsi

8. Riwayat Kehamilan sekarang

a. HPHT : 20-04-2011 HPL : 27-01-2012


b. ANC pertama umur kehamilan : 6 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I : Frekuensi :3x
Tempat : BPS
Oleh : Bidan
Keluhan : Mual
Terapi : B6, Calk
Trimester II : Frekuensi :5x
Tempat : BPS
Oleh : Bidan
Keluhan : Tidak ada
Terapi : Fe, Calk

Trimester III : Frekuensi :3x


Tempat : BPS
Oleh : Bidan
Keluhan : Tidak ada
Terapi : Fe, kalk, vit C
d. Imunisasi TT
TT 1 : Usia kehamilan 16 minggu
TT 2 : Usia kehamilan 21 minggu
e. Pergerakan Janin dalam 12 jam (dalam sehari)
Lebih dari 10 kali
9. Riwayat Kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun, dan menahun)
£ Ada, yaitu Menular : £ HIV  £ PMS  £ TBC
Menurun : £ DM  £ Asma £ Hipertensi
Menahun : £ Ginjal£ Jantung£ Paru-paru
R Tidak ada
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular,menurun, dan menahun)
£ Ada, yaitu :Menular : £ HIV  £ PMS  £ TBC
Menurun : £ DM  £ Asma £ Hipertensi
Menahun : £ Ginjal£ Jantung£ Paru-paru
R Tidak ada
c. Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak mempunyai keturunan kembar baik dari pihak ibu maupun suami
d. Riwayat Operasi
Ibu mengatakan tidak pernah operasi apapun
e. Riwayat Alergi Obat
Ibu mengatakan tidak mempunyai alergi obat apapun

10. Pola Pemenuhan Kebutuhan sehari-hari


Sebelum Hamil Setelah Hamil
a. Pola Nutrisi
- Makan
Frekuensi : 3 x/hari 4-5 x/hari
Porsi : 1 piring 1 piring
Jenis : Nasi, sayur, lauk Nasi, sayur, lauk
Pantangan : Tidak ada Tidak ada
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
- Minum
Frekuensi : 5 - 7 x/hari 8 - 9 x/hari
Porsi : 1 gelas 1 gelas
Jenis : Air putih, teh Air putih, susu
Pantangan : Tidak ada Tidak ada
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
b. Pola Eliminasi
- BAB
Frekuensi : 1 x/hari 1 x/hari
Konsistensi : Lunak Lunak
Warna : Kuning Kuning
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
- BAK
Frekuensi : 6 -7 x/hari 7 - 8 x/hari
Konsistensi : Cair Cair
Warna : Kuning jernih Kuning jernih
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
c. Pola Istirahat
- Tidur siang
Lama : 1 jam/hari 1 jam/hari
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
- Tidur malam
Lama : 6-7 jam/hari 7-8 jam/hari
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
d. Personal hygiene
Mandi : 2 x/hari 2 x/hari
Ganti pakaian : 2 x/hari 2 x/hari
Gosok gigi : 2 x/hari 2 x/hari
Keramas : 3 x/minggu 3 x/minggu
e. Pola seksualitas
Frekuensi : 3 x/minggu 1 x/minggu
Keluhan : Tidak ada Tidak ada
f. Pola aktifitas ( terkait kegiatan fisik, olah raga )
Ibu mengatakan tidak beraktifitas di luar rumah, kecuali mengikuti arisan dan mengerjakan pekerjaan
rumah tangganya
11. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan seperti
merokok,minum jamu,minuman beralkohol.
12. Psikososiospiritual (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan sosial,
perencanaan persalinan, pemberian ASI, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, dan persiapan
keuangan ibu dan keluarga)
Ibu, suami, dan keluarga sangat senang dengan kehamilannya.
Ibu berhubungan baik dengan lingkungan sekitar.
Ibu beragama islam dan rajin beribadah
Ibu berencana melahirkan di BPS, ditolong oleh bidan.
Ibu berencana merawat bayinya sendiri dan akan memberikan ASI eksklusif.
Ibu dan suami sudah mempersiapkan dana untuk persiapan persalinan.
13. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, dan laktasi)
Ibu mengatakan belum terlalu mengetahui tentang kehamilan, persalinan, dan laktasi karena baru
pertama kali hamil.
14. Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan lingkungan di sekitar ruah bersih,dan ibu tidak mempunyai hewan peliharaan apapun.
Hewan peliharaan :
£ Ada R Tidak ada

C. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Status Emosional : Stabil
Vital Sign
Tekanan Darah : 110/70 mmHg Nadi :81x/menit
Pernafasan : 21 x/menit Suhu : 37,2 °C
Berat badan : 53 kg Tinggi badan : 158 cm
2. Pemeriksaan Fisik
1). Kepala
a. Bentuk : Mesocephal,tidak ada Massa/benjolan,tidak ada nyeri
tekan
b. Warna kulit : Putih bersih
2). Rambut
a. Bentuk : Lurus
b. Bau rambut :Tidak berbau
c. Warna rambut : Hitam
3). Muka
a. Bentuk : Oval
b. Oedem : Tidak ada
c. Cloasma gravidarum: Tidak ada
4). Mata
a. Kesimetrisan : Simetris
b. Konjungtiva : Tidak anemis
c. Sklera : tidak ikterik,bersih,tidak ada sekret
5). Hidung
a. Polip : Tidak ada
b. Infeksi : Tidak ada
c. Serumen : Tidak ada
6). Mulut
a. Keadaan bibir : Lembab
b. Keadaan gigi : Tidak ada caries
c. Keadaan gusi : Tidak ada perdarahan
Tidak ada pembengkakan
d. Keadaan lidah : Bersih
7). Telinga
Tidak ada tanda-tanda infeksi,tidak ada penyumbatan serumen,pendengaran aktif,
a. Tidak ada Pembesaran kelenjar tiroid
b. Tidak ada Pembesaran kelenjar limfe
c. Tidak ada Pembesaran kelenjar parotis
d. Tidak ada Pembesaran vena jugularis
8). Dada
a. Mengi : Tidak ada
b. Retraksi dinding dada : Tidak ada
9). Payudara
a. Simetris : Ya
b. Hiperpigmentasi : Ya
c. Massa : Tidak ada
d. Pembesaran : Ada
e. Puting susu : Menonjol
10). Abdomen
a. Bekas luka : Tidak ada
b. Linea nigra : Tidak ada
c. Striae gravidarum : Ada

a.. Palpasi Leopold


- Leopold I
TFU 3 jari bawah px, pada fundus teraba satu bagian bulat, lunak, tidak melenting (bokong)
- Leopold II
Bagian kanan ibu teraba memanjang seperti papan, ada tahanan dan keras(punggung)
Bagian kiri ibu teraba kecil-kecil, banyak, (ekstremitas)
- Leopold III
Bagian terendah janin teraba satu bagian bulat, keras, melenting (kepala)
- Leopold IV
Kedua tangan bertemu (divergen)
e. Osborn test : Tidak dilakukan
f. TFU menurut Mc. Donald : 29 cm, TBJ : 2635 gram
g. Auskultasi DJJ : 148 x/menit, irama teratur kuat
11). Ekstremitas atas
Simetris,tidak ada polidaktily,gerakan aktif,tidak sianosis,tidak odema.
Ekstremitas bawah
Simetris,tidak ada polidaktily,gerakan aktif,tidak sianosis,tidak odema.
12). Genetalia
Tidak ada odema,tidak ada pembesaran kelenjar bartolini
13). Anus : Tidak ada haemorroid
14). Pemeriksaan panggul (bila perlu) : Tidak dilakukan
3. Pemeriksaan Penunjang Tanggal : , Jam :
£ Ada, yaitu : £ PP test hasil ..........
£ Hb hasil ..........
£ Protein urin hasil ..........
R Tidak ada
1. Data Penunjang
Golongan darah : £ A £ B £ AB R O

I. INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa Kebidanan
Seorang ibu Ny.”V” umur 25 tahun G1 P0 A0 uk 37+5 minggu janin tunggal, hidup, intra uteri dengan
kehamilan normal
DS : Ibu mengatakan berusia 25 tahun
Ibu mengatakan ini kehamilan pertama
Ibu mengatakan HPHT tanggal 20-04-2011
DO : KU : baik
Kesadaran : composmentis
Vital sign :TD : 110/70 mmHg N : 81 x/menit
S : 37,2 °C RR : 21 x/menit
Px. Leopold : Leopold I : TFU 3 jari bawah px, teraba bokong
Leopold II : PUKA
Leopold III : Kepala
Leopold IV : Divergen
DJJ : 148X/menit, irama teratur, kuat
TFU mc Donald: 29cm TBJ : 2790 gram
B. Masalah
Rasa sesak yang dirasakan ibu
Data dasar : ibu mengatakan terkadang ia merasakan sesak di dadanya saat bernafas
II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Tidak ada

III. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA


Tidak ada

IV. PERENCANAAN
1. Beritahu ibu kondisi ibu dan janinnya berdasarkan hasil pemeriksaan.
2. Beritahu ibu tentang ketidaknyamanan pada trimester III
3. Beritahu ibu tentang tanda-tanda persalinan.
4. Berikan ibu tablet Fe dan kalsium
5. Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika ada keluhan.
6. Dokumentasikan hasil tindakan yang dilakukan

V. PELAKSANAAN Tanggal : 05-01-2012 Jam:15.30WIB Oleh:Vitritropika

1. Memberitahu ibu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan kondisi ibu dan janinnya saat ini
baik
2. Memberitahu ibu tentang ketidaknyamanan trimester III, yaitu salah satunya sesak nafas. Bahwa
rasa sesak yang ia rasakan adalah normal. Rasa sesak tersebut disebabkan karena perut ibu yang
semakin membesar sehingga menekan diafragma. Tetapi rasa sesak tersebut dapat dikurangi dengan
jika tidur, ibu tidur dengan posisi miring ke kiri.
3. Memberitahu ibu tentang tanda2 persalinan, yaitu :
- Kenceng-kenceng teratur pada perut semakin lama semakin sakit.
- Keluarnya lender darah dari jalan lahir.
- Keluarnya air ketuban.
Memberitahu ibu jika terdapat tanda-tanda persalinan seperti yang disebutkan, meminta ibu segera
datang ke BPS atau petugas kesehatan terdekat.
4. Memberikan ibu tablet Fe dan kalsium seperti biasanya. Tablet Fe (zat besi) sebanyak 10
tablet diminum 1 x 1 pada malam hari dan kalsium sebanyak 10 tablet diminum 1x1 pada pagi hari.
5. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika ibu ada keluhan.
6. Mendokumentasikan hasil tindakan yang dilakukan

VI. EVALUASI Tanggal : 05-01-2012, Jam:15.45 WIB, Oleh:VitriTropika


1. Ibu senang karena keadaannya dan janinnya sehat.
2. Ibu sudah mengerti bahwa rasa sesak yang dialaminya adalah normal dan ibu sudah tahu cara
mengatasinya.
3. Ibu sudah tahu dan mengerti tentang tanda-tanda persalinan
4. Ibu sudah diberikan tablet Fe dan kalsium dan diminum seperti biasanya.
5. Ibu bersedia datang kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika terdapat keluhan pada kehamilannya.
6. Hasil tindakan sudah di dokumentasikan.
terimakasih infonya
http://yvc-i-gc012.blogspot.co.id/
8 March 2016 at 21:57

Cho ayu said...


Makasi imoed
9 August 2016 at 20:22

Varney, H (1997) Varney’s Midwefery Text Book, edisi 3, Jones and Bartlett Publisher, Boston

WHO, Maternal deaths worldwide drop by third, Media Center News Release,
[online],http://www.who.int, Diakses pada 18 Agustus 2012.

, Progress towards achieving the fifth Millennium Development Goal,


[online],http://www.who.int, Diakses pada 14 Agustus 2012.