Anda di halaman 1dari 2

PERANAN TINJA DALAM PENYEBARAN PENYAKIT

Pembuangan tinja manusia yang tidak ditangani dengan baik dapat


menimbulkan pencemaran terhadap permukaan tanah serta air tanah
yang berpotensi menjadi penyebab timbulnya penularan berbagai macam
penyakit saluran pencernaan (Soeparman, 2002). Selain dapat
mengakibatkan kontaminasi pada air, tanah, juga dapat menjadi sumber
infeksi, dan akan mendatangkan bahaya bagi kesehatan, karena penyakit
yang tergolong water borne diseases akan mudah terjangkit. Bahaya
terhadap kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah pencemaran tanah,
pencemaran air, kontaminasi makanan, dan perkembangbiakan lalat.
Penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain tifoid, paratifoid,
disentri, diare, kolera, penyakit cacing, hepatitis viral, dan beberapa
penyakit infeksi gastrointestinal lain, serta investasi parasit lain (Chandra,
2007).

Penyebaran penyakit yang bersumber dari


tinja dapat melalui berbagai macam cara dan
metode. Yang harus kita yakinkan adalah,
bahwa tinja sangat berperan besar terhadap
penyebaran penyakit. Penyebaran tersebut
dapat terjadi secara langsung (misalnya
dengan mengkontaminasi makanan,
minuman, sayuran dan sebagainya, maupun
secara tidak langsung (melalui media air,
tanah, serangga (lalat, kecoa, dan sebagainya).
Juga melalui kontaminasi pada bagian-bagian
tubuh. Pola penyebaran tersebut digambarkan
dalam skema berikut ini (Notoatmodjo, 2003).
Article Source :

1. Chandra, B. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran


EGC
2. Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat (Prinsip-prinsip Dasar). Jakarta: PT.
Rineka Cipta
3. Soeparman dan Suparmin. 2002. Pembuangan Tinja & Limbah Cair (Suatu Pengantar).
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC