Anda di halaman 1dari 2

Title : Toward a Theory Of Organizational Behavior

Author : Robert V. Presthus

Dalam beberapa waktu ini analisa organisasi sudah berpindah dari pemikiran secara struktur menjadi
penekanan perilaku individu. Analisa yang digunakan menambahkan dimension lain ke arus utama
dengan menarik wawasan dari beberapa ilmu social ke teori umum perilaku organisasi Berhubungan
dengan analisa tersebut formulasi psikologi dibawa ke dua variable yaitu situasi organisasi secara
keseluruhan dan situasi individual. Dalam penelitian ini diusulkan dua referensi focus untuk pembeda
yaitu “local”, orang yang kesetiaannya terikat dengan organisasinya dan cosmopolitan orang yang
memilki referensi sangat luas dan nasional. Dalam theory ini juga penting dimasukan 3 tipe yaitu
ambivalen orang yang menyesuaikan dengan tidak tepat dengan Resign, perlawanan, dan pegunduran
diri.penelitian ini juga dijukan ke “upward-mobile” dan “Indifferent” yaitu mereka yang penawaran
organisasi itu memuaskan atau kurang memuaskan yang menyebabkan pemutusan.

Dua variable utama dari theory ini adalah Organisasi diartikan system dari hubungan antar orang yang
setiap individu berbeda dalam hal otoritas, status, dan peran dengan hasil yang setiap telah distruktur. Dan
sifat adalah hasil dari “system pribadi” yang bekejra melalui akomodasi yang sukses ke harapan dari
otoritas figure penerus seperti orangtua, guru, supervisor dan lain-lain. Kegelisahan diasumsikan sebagai
variable yang sangat kritis dalam perilaku organiasi ketika perilaku diartikan sepbagai proses antar orang
yang terjadi dalam lingkungan terstruktur dengan sangat tinggi. Tetapi untuk tujuan penulis asumsi
diartikan sebagai tekanan tidak mennyenangkan yang menunjukan pengembangan system diri dalam
mengukur hubungan antar personal dan pengaruh utama menentukan suatu hubungan berkembang.
Tekanan ini disebut “kegelisahan adaptive. Beberapa formulasi memberikan asumsi status paten dan
kekuatan dari organisasi menajamkan kegelisahan dan meningkatkan kemungkinan perilaku
mencerminkan tujuan organisasi. Perilaku manusia muncul dalam kerangka kerja normative, diucapkan
dengan sadar, atau diasumsikan diam diam.

Sesuai yang sudah dijelaskan dalam tulisan ini, respon persetujuan memilki dasar dalam pembelajaran
individu dan pengalaman, dalam hubungan otoritas penerus yang dimulai dari masa kecil. Hubungan
Aspek fungsional dari system status termasuk dalam pengakuan dari pencapaian individu dan kesahan
dari otoritas formal. Tanda tanda dari kepatuhan dimulai dari orang tua yang mengenalsir untuk tujuan
jarak dalam stimuli otorias. Kita dapat beramsusi kegelisahan dibentutuk dari otortias menajamkan
persepsi individu terhadap tujuan organisasi. Karena jarak dari potensi repson terbatas maka perilaku
dapat lebih diperdiksi. Dan kita bisa menyimpukan setiap kelompok mengembkan sturktur social yang
berbeda dan cara untuk mengendalikan anggotanya.

Proses menstruktur memberikan grup kecil sebuah kualitas hirakial. Anggota menvari keseimbangan yang
mengantisipasi reaksi yang menjadi dasar interaksi. Jika kelompok berfungsi, strukrtur harus ada. Dalam
grup tidak formal sekali tujuan telah ditentukan maka dia jadi pemimpi. Norma grup yang berbeda telah
ditemukan dengan banyak penelitian .

Formulasi psikologi telah banyak berkontribusi untuk memaham perilaku individu dalam organisasi yang
kompleks, interpersonal theory Sulliban bmeiliki pern yang penting dalam membentuk, menyediakan
rangka kerja untuk teori individu untuk menentukan organisasi sebagai mikrosom sosila. Kegelisahan
adalah inti dari teori ini yang menyediakan mekanisme untuk menentukan reaksi individu ke otoritas
organiasi. Organiasus diartikan sebagai system dari hubngan perorangan terstruktur. Dalam psikoliogi
tugas yang paten ari otoritas, statu dan peran dari oganisasi kompleks memberikan perilaku fungsional
karena perilaku yang tepat ditentukan dari situasi

Ada 3 hipotesis yang diusulkan yaitu :

semakin jelas dan terstruktur stimuli yang diberikan dalam situasi antar personal, semakin dapat
dipredisksi dan konstan responnya,

Perilaku individual akan lebih kontstan dan dapat diprediksi dalam organisasi yang kompleks daripada
asosiasi yang bebas,

Pola penyesuaian individu ke organisasi dipengaruhi dengan sikap terhadap kewenangan dan status
social ekonomi