Anda di halaman 1dari 10

MODUL PERTEMUAN 9

KAMPUS MENTENG

1. Peramalan Kausal Model


2. Kodefikasi Barang

A. Peramalan Model Kausal


Peramalan model kausal termasuk dalam model peramalan kualitatif
sebagaimana yang dipaparkan dan sudah dijelaskan pada modul perkuliahan
sebelumnya. Ada dua model pendekatan pada peramalan saat ini yaitu
pendekatan kuantitatif dan kualitatif atau sering diklasifikasi dengan dua
pendekatan di bawah ini ;

1. Pendekatan time series yaitu model yang tidak memperhatikan


hubungan sebab akibat atau dengan kata lain hasil peramalan hanya
memperhatikan kecenderungan dari data yang di masa lalu yang
tersedia. Menurut makridatis dan steven secara skematis pendekatan
ini dapat diganbarkan sebagai berikut:

system

Input ----------------- generating proses --------------------- output

Random effects
2. Pendekatan yang memperhatikan hubungan sebab akibat (cause-
effects method) atau pendekatan yang menjelaskanterjadinya suatu
keadaan (explanatory method) oleh sebab-sebab tertentu. Dengan
kata lain hubungan sebab akibat yang terjadi bukan hubungan

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 1 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana
deterministic melainkan hubungan stokastic. Secara schematic
pendekatan inidapat digambarkan sebagai berikut

system

Input------------------------------ cause and effects relationship


---------------------------output

Random effects

Untuk memudahkan pemahamannya bisa kita lihat pada gambar di bawah


ini ;

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 2 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana
Gambar 1. Klasifikasi Peramalan

Gambar di atas menjelaskann tentang metode-metode peramalan permintaan


adalah sebagai berikut:
I.Metode Kuanitatif
Metode peramalan permintaan secara kuantitatif berhubungan dengan data-
data angka kuantitatifI.Metode Kualitatif
II.Metode Kualitatif
Metode peramalan permintaan secara kualitatif berhubungan dengan data-
data kualitatif, misalnya tentang selera konsumen terhadap suatu produk, atau

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 3 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana
survey tentang loyalitas konsumen, dan lain-lain. Forecasting kualitatif ini dapat
berupa survey, jejak pendapat, pendapat para ahli dan lain-lain.

B. Pengertian Peramalan Causal Methods atau Sebab Akibat

Merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara


variabel yang diperkirakan dengan variabel alin yang mempengaruhinya tetapi
buakn waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :
1. Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk
jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan
dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.

2. Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan


jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka
panjang.

3. Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka


panjang dan jangka pendek.

C. Penggunaan Model Regeresi Dalam Causal Model


Penggunaan metode ini didasarkan kepada variabel yang ada dan yang
akan mempengaruhi hasil peramalan.
Hal- hal yang perlu diketahu sebelum melakukan peramalan dengan metode
regresi adalah mengetahui terlebih dahulu mengetahui kondisi- kondisi seperti :
a. Adanya informasi masa lalu
b. Informasi yang ada dapat dibuatkan dalam bentuk data
(dikuantifikasikan)
c. Diasumsikan bahwa pola data yang ada dari data masa lalu akan
berkelanjutan dimasa yang akan datang.

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 4 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana
KODEFIKASI BARANG

Kodefikasi merupakan alat manajemen dalam mengidentifikasi suatu


objek yang memenuhi tujuan-tujuan yang diinginkan. Kodefikasi merupakan
penyederhanaan identitas suatu barang, tempat atau apapun yang menunjukan
arti keberadaan tujuan barang tersebut. Misalkan bisa kita contohkan beberapa
aplikasi kodefikasi benda, alamat, produk atau bahkan manusia dalam
aplikasinya berikut ini.

1. Contoh Kodefikasi Alamat


Untuk menyebutkan alamat suatu tempat, maka sangatlah riskan jika
sekelompok jutaan data alamt disebutkan secara lengkap. Maka dibuatlah
kode alamat untuk memudahkan identifikasinya melalui kode-kode angka atau
huruf yang mewakili :
a. Kode Negara
b. Kode Propinsi (regional/prefectiue)
c. Kode Kabupaten (district)
d. Kode Kecamatan (major)
e. Kode Desa (Local)
f. Kode RW
g. Kode RT, dan lain-lain
2. Contoh Kodefikasi produk
Untuk memudahkan penelusuran suatu produk, maka sangatlah berguna jika
dalam suatu saat tertentu atau beberapa tahun kemudian terjadi masalah pada
produk tersebut, maka dibuatlah kode atau no seri produk untuk memudahkan
identifikasi dan traceability ya melalui kode-kode angka atau huruf yang
mewakili :
a. Kode Tahun dibuat

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 5 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana
b. Kode Bulan dibuat
c. Kode Tanggal dibuat
d. Kode No. Mesin
e. Kode Shift atau jam
f. Kode orang atau kelompok kerja
g. Kode urutan seri pembuatan, dan lain-lain

Ada banyak lagi model identifikasi dan kodefikasi barang. Dalam kaitannya
dalam manajemen persedian, berikut adalah contoh aplikasi dalam kodefikasi

1. Kodefikasi Lokasi Barang

Tujuannya adalah untuk memberikan nomor lokasi yang unik untuk sebuah
barang dalam system gudang, persis sama seperti seseorang memiliki alamat
rumah unik yang dapat diberikan kepada siapa saja yang memudahkan
metodologi dalam menemukan rumah seseorang.

1. Lokasi
Gudang adalah media penyimpanan selalu dibagi menjadi bagian-bagian
terpisah berupa rak- rak,yang bertingkat-tingkat dan berbaris-baris yang
digunakan untuk menyimpan atau mengambil barang. Berikut adalah contoh
kodefikasi lokasi suatu barang must cater for expansion, reconfiguration and does
not

06 22 D 1
}

Aisle (gang) Location / bay Level Position

AISLE (NOMOR GANG PADA BARIS RAK):

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 6 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana
Nomor Aisel adalh nomor untuk menunjukan “gang” atau jalan kecil di mana

01 02 03

lokasi rak berada. Jika kapasitas gudang mampu menyimpan ribuan meter
kubik barang yang disimpan dalam rak, maka langkah pertama harus
dikelompokan jalan-jalan (Aisle) yang menuju akses di mana rak itu berada.

BAY:

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 7 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana
Bay adalah kode nomor yang menunjukan posisi rak dalam kelompok rak yang

ODD bay Even bay


numbering numbering
eg, Eg, bay
17 18
15 16
13 14
11 12

berdampingan. Adalah sangat penting untuk membedakan posisi-posisi rak


yang biasanya dibagi dalam sel-sel kelompok rak.

Start the numbering at these ends


01 02 03

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 8 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana
LEVEL / TINGKATAN DALAM RAK:
Biasanya rak terdiri dari beberapa tingkat. Misalkan ada 4 tingkat, maka
biasnya diberi kode huruf atau angka. Contoh untuk rak di bawah tingkat 1
diberikode A, tingkat 2 diberi kode B, dan seterusnya.

Two pallet Bay Position

LEVEL
Level 2
“E”
Direction of travel

LEVEL ‘1’ ‘2’


Level 1
”A”
POSITION

Bin A Bin B Bin C Bin D

POSISI
Dalam rak biasnya cukup beberapa lokasi yang terdiri diri posisi kir, tengah
dan kanan. Posisi-posisi ini tentu saja harus diberikan kode huruf atau angka
yang menunjukan posisi barang pada rak itu.

2. Kodefikasi Pelengkap Pada Persediaan Barang

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 9 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana
Perlu digaris bawahi bahwa identifikasi pada barang persediaan, yang
paling melekat pada kodefikasi dan identifikasi persediaan tersebut adalah ;
a. Kode kapan barang itu masuk
b. Kode kapan barang itu “expired”
c. Kode Klasifikasi dan katagori barang
d. Kode kapan barang itu digunakan
e. Kode kelompok lot
f. Kode penanganan dan tingkat kekhususab

dan hal-hal lain yang menunjukan tujuan kodefikasi itu dibuta. Tentu saja semua
keterangan barang itu terwakili dalam kode, tetapi hanya sesuai kebutuhan dan
tujuan kodefikasi.

Identifikasi dan kodefikasi pada barang bisa saja melekat pada barang
tersebut berupa label atau “stock card” atau bahkan hanya tertera dalam dalam
database komputer. Hal ini tergantung dalam system persediaan yang
digunakan.

Manajemen Inventori dan Logistik Pusat Bahan Ajar dan Elearning


‘12 10 Hasbullah, ST. MT. Universitas Mercu Buana