Anda di halaman 1dari 2

1. Jelaskan 2 metode yang dominan digunakan dalam proses size control!

2. Jelaskan pengertian mesh!


3. Jelaskan dan gambarkan mekanisme kerja pengayakan!
4. Sebutkan dan jelaskan factor-faktor yang mempengaruhi proses pengayakan!
5. Sebutkan dan gambarkan 4 jenis ayakan yang sering digunaka

In mineral processing practices we have two methods dominating size control


processes:
Screening using a geometrical pattern for size control.
Classification using particle motion for size control.

Mesh adalah ukuran dari jumlah lubang suatu jaring atau kasa pada luasan 1
inch persegi jaring/kasa yang bisa dilalui oleh material padat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengayakan antara lain :

1. Waktu atau lama pengayakan. Waktu atau lama pengayakan (waktu optimum),
jika pengayakan terlalu lama akan menyebabkan hancurnya serbuk sehingga
serbuk yang seharusnya tidak terayak akan menjadi terayak. Jika waktunya
terlalu lama maka tidak terayak sempurna.
2. Massa sampel. Jika sampel terlalu banyak maka sampel sulit terayak. Jika sampel
sedikit maka akan lebih mudah untuk turun dan terayak.
3. Intensitas getaran. Semakin tinggi intensitas getaran maka akan semakin banyak
terjadi tumbukan antar partikel yang menyebabkan terkikisnya partikel. Dengan
demikian partikel tidak terayak dengan ukuran tertentu.
4. Pengambilan sampel yang mewakili populasi. Sampel yang baik mewakili semua
unsur yang ada dalam populasi, populasi yang dimaksud adalah keanekaragaman
ukuran partikel, mulai yang sangat halus sampai ke yang paling kasar.
Beberapa ayakan yang sering digunakan antara lain :
1. Grizzly, merupakan jenis ayakan dimana material yang diayak mengikuti aliran pada
posisi kemiringan tertentu.
2. Vibrating screen, ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan miring
digerakkan pada frekuensi 1000-7000 hertz. Satuan kapasitas tinggi dengan
efisiensi pemisahan yang baik yang digunakan untuk interval ukuran perikel yang
luas.
3. Oscilating screen, ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah dari vibrating
screen (100-400 hertz) dengan waktu yang lebih lama, lebih linear dan lebih tajam.
4. Reciprocating screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakan
menggoyangkan pukulan yang panjang (20-200 hertz).
5. Shifting screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakkan memutar
dalam bidang permukaan ayakan. Gerakan actual dapat berupa putaran atau
getaran memutar. Digunakan untuk pengayakan material basah atau kering.
6. Revolving screen, ayakan dinamis dengan posisi miring berotasi pada kecepatan
rendah (10-20 rpm). Digunakan untuk pengayakan basah dari material-material
relative kasar.