Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN LABORATORIUM SISTEM TRANSMISI

NO PERCOBAAN :8
JUDUL PERCOBAAN : PERBANDINGAN TEGANGAN SALURAN
KOAKSIAL DENGAN UJUNG BUKA

KELAS / KELOMPOK : TT 5D / 06
NAMA PRAKTIKAN : Faris Azhari Abdulfattah
NAMA REKAN KERJA : 1. Ainunnisha Meilyndha P
2. Aqil Ahfa
3. Kurniawan Finsa A
4. Lello Nella Rosa
TANGGAL PERCOBAAN : Senin, 11 Desember 2017
TANGGAL PENYERAHAN LAP. : Kamis, 28 Desember 2017
NILAI :
DOSEN : Yenniwarti Rafsyam, S.ST., M.T.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2017
PERCOBAAN 8
PERBANDINGAN TEGANGAN SALURAN KOAKSIAL DENGAN UJUNG
TERBUKA

1. TUJUAN
 Mengukur distribusi tegangan pada titik pengukuran 0 m, 25m, 75m, 100m
dengan frekuensi berbeda serta mengevaluasi hasil-hasil pengkuran.
 Memahami pengaruh impedansi instrument pada hasil yang didapatkan
 Membuat pengukuran bebas pentanahan dan mengenal distribusi tegangan
pada transfer

2. DIAGRAM RANGKAIAN
Gambar 2.1 Rangkaian saluran koaksial dengan ujung terbuka

1. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN

2. DASAR TEORI
Suatu kabel koaksial 100 meter terbagi masing-masing pada panjang 25
meter dan dilengkapi dengan soket sehingga dapat dipasang dalam hubungan
seri. Dalam percobaan, kapasitansi saluran terlihat bahwa kabel tersebut
mempunyai kapasitansi.
Dapat dipahami bahwa soket-soket dalam pengukuran saluran
mempengaruhi kapasitansi saluran tersebut. Pemantulan terjadi pada soket dan
dapat dilihat di MP6 pada saluran. Oleh karena itu, hanya 5 titik pengukuran
dilakukan sepanjang saluran yang memberikan cukup informasi pada distribusi
tegangan sepanjang saluran.
Kapasitansi 1pF/cm juga menunjukkan pembebanan yang diperbolehkan
oleh impedansi atau kopling pentanahan dari instrument. Seperti yang terlihat
pada percobaan resistansi saluran, konduktor luar mampunyai resistansi 35 Ω
dan induktansi tidak dapat diabaikan. Dari sini terdapat perbedaan tegangan
yang dihasilkan antara ujung akhir konduktor luar dan konduktor di awal
saluran, yang mana makin tinggi dengan kenaikkan frekuensi.
Perbedaan tegangan ini ditampilkan dalam osiloskop, tetapi tidak dapat
dikurangkan begitu saja, karena fasa dari kedua tegangan tidak sama lagi pada
frekuensi yang lebih tinggi. Bila frekueni dinaikkan, tegangan pada pengukuran
2 sampai 5 juga naik. Jika kenaikkan ini mengikuti fungsi sinus pada frekuensi
tertentu, kemudian distribusi λ/4 tercapai yakni ¼ panjang gelombang terbentuk
sepanjang saluran kabel dengan minimum pada awal saluran maksimum pada
ujung akhir saluran kabel.
Kondisi ini didapatkan ketika tegangan masukkan saluran dipertahankan
tetap dan tegangan pada ujung akhir saluran diatur ke maksimum dengan
mengatur nilai frekuensi saja. Pembebanan hasil dari impedansi meter harus
diingat. Hasil yang lebih baik akan didapatkan dengan instrument bebas
pentanahan (earth-free) yang dihubungkan ke titik pengukuran dan titik
konduktor luar (screen) yang menyertainya.
Perlu diingat bahwa instrument seperti itu harus tidak dihubungkan
dengan sumber tegangan utama dan kapasitansinya harus sekecil mungkin
dibandingkan dengan kapasitansi saluran, apabila tidak terpenuhi kapasitansi
parallel tambahan dikopelkan pada tegangan jatuh saluran.
Untuk mendapatkan instrument bebas pentanahan, multimeter (Ri=10 MΩ)
digunakan dengan diode adapter. Dengan beberapa pengukuran, pembebanan
pada generator oleh kapasitansi kabel dan pemindahan resistansi begitu besar,
sehingga level keluaran 0 dB tidak dapat dipertahankan. Level -10dB=244,9

mVrms =0.69Vpp digunakan dalam pengukuran.

3. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
Percobaan 5.1
 Rangkai perangkas seperti dalam diagram rangkaian, ujung saluran dibuka.
 Atur generator U1=2 Vpp dan frekuensi diberikan dalam tabel.
 Ground osiloskop dan geneator dihubungkan ke MP10
 Isi tabel yang telah disediakan
 Pertahankan U1=2Vpp untuk setiap kenaikan frekuensi.

Percobaan 5.2

 Y1 ke MP1 sebesar 2Vpp


 Y2 ke MP5
 Atur frekuensi agar MP5 mencapai maksimum. Catat frekuensinya.
 Distribusi gelombang apa yang terjadi?

Percobaan 5.3

 Y2 ke MP5 dan atur hingga maksimum, dengan Y1 selidiki pengukuran 2


sampai 4 dan amati MP5 pada waktu yang bersamaan. Hasilnya?

Percobaan 5.4

 Bila kedua hasil pengukuran dibandingkan, metoda mana yang lebih baik?

Percobaan 5.5

 Pengukuran dengan insrumen bebas pentanahan. Atur U1=-10dB.


 Lakukan pengukuran pada MP1 ke MP5 dengan ground dihubungkan ke titik
menyertainya, yakni 1 dan 10, 2 dan 9, dan seterusnya.

Percobaan 5.6

 Bagaimana tanggapan tegangan pada saluran ujung buka?


 Kapan tegangan maksimum tejadi?
 Pada frekuensi berapa transfer 1:1 diharapkan teradi?
 Catat nilai untuk f=470kHz dan f=680kHz.
 Mengapa frekuensi turun ke 680kHz?