Anda di halaman 1dari 2

Komplikasi labioschisis jika tidak ditangani :

Masalah asupan makanan


Masalah asupan makanan merupakan masalah pertama yang terjadi pada bayi penderita celah
bibir. Adanya celah bibir memberikan kesulitan pada bayi untuk melakukan hisapan payudara ibu
atau dot. Keadaan tambahan yang ditemukan adalah refleks hisap dan refleks menelan pada bayi
dengan celah bibir tidak sebaik normal, dan bayi dapat menghisap lebih banyak udara pada saat
menyusu. Bayi yang hanya menderita labioschisis atau dengan celah kecil pada palatum biasanya
dapat menyusui, namun pada bayi dengan labiopalatochisis biasanya membutuhkan penggunaan
dot khusus.

Masalah dental
Anak yang lahir dengan celah bibir mungkin mempunyai masalah tertentu yang berhubungan
dengan kehilangan gigi, malformasi, dan malposisi dari gigi geligi pada area dari celah bibir yang
terbentuk.

Infeksi telinga
Anak dengan labio-palatoschisis lebih mudah untuk menderita infeksi telinga karena terdapatnya
abnormalitas perkembangan dari otot-otot yang mengontrol pembukaan dan penutupan tuba
eustachius.

Infeksi telinga
Anak dengan labio-palatoschisis lebih mudah untuk menderita infeksi telinga karena terdapatnya
abnormalitas perkembangan dari otot-otot yang mengontrol pembukaan dan penutupan tuba
eustachius.

Gangguan berbicara
Pada bayi dengan labio-palatoschisis biasanya juga memiliki abnormalitas pada perkembangan otot-
otot yang mengurus palatum mole. Saat palatum mole tidak dapat menutup ruang/ rongga nasal
pada saat bicara, maka didapatkan suara dengan kualitas nada yang lebih tinggi (hypernasal quality
of 6 speech). Meskipun telah dilakukan reparasi palatum, kemampuan otot-otot tersebut diatas
untuk menutup ruang/ rongga nasal pada saat bicara mungkin tidak dapat kembali sepenuhnya
normal. Penderita celah palatum memiliki kesulitan bicara, sebagian karena palatum lunak
cenderung pendek dan kurang dapat bergerak sehingga selama berbicara udara keluar dari hidung.
Anak mungkin mempunyai kesulitan untuk menproduksi suara/ kata "p, b, d, t, h, k, g, s, sh, dan ch",
dan terapi bicara (speech therapy) biasanya sangat membantu