Anda di halaman 1dari 17

Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya

Kabupaten Penajam Paser Utara

SPESIFIKASI TEKNIS

BAB I. PERSYARATAN TEKNIS UMUM

1.1. LINGKUP PEKERJAAN

1.1.1. Persyaratan Teknis Umum ini merupakan persyaratan dari segi teknis yang
secara umum berlaku untuk pekerjaan Perencanaan Pembangunan Lapangan
Sepak Bola Sebakung Jaya dimana persyaratan ini bisa diterapkan untuk
pelaksanaan proyek di Kab. PPU yang meliputi:
I. Pekerjaan Pendahuluan
1. Pekerjaan Persiapan ( Mobilisasi & Demobilisasi )
2. Pekerjaan Pengukuran / Bouwplank
3. Pekerjaan Pemasangan Rambu Pengaman
II. Pekerjaan Tanah dan Pengecoran (Rigid)
1. Perapian jalan pemerataan tanah Secara Manual
2. Urugan Tanah Dasar 30 cm
3. Urugan Batu Pecah/Latrit t. 0.5 cm
4. Pesangan krikil 3/5 padat gilas
5. Urugan pasir t.0.5 cm
6. Urugan tanah + pupuk t.15 cm
III. Pekerjaan Siring Pasangan Batu Gunung
1. Pembuatan Siring Pasangan Batu Gunung
2. Pasang pipa PVC diam. 1.5”
IV. Pekerjaan Lain – lain.
1. Quantity Control ( uji bahan )
2. Angkut tanah keluar proyek
3. Pembersihan lokasi / proyek
1.1.2. Kecuali disebut secara khusus dalam dokumen-dokumen dimaksud berikut,
termasuk lingkup pekerjaan yang ditugaskan akan tetapi tidak terbatas pada
hal-hal sebagai berikut :
a. Pengadaan tenaga kerja.
b. Pengadaan bahan/ material.
c. Pengadaan peralatan & alat Bantu sesuai dengan kebutuhan lingkup
pekerjaan yang ditugaskan.

```

1
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

d. Koordinasi dengan Pemborong/Pekerja lain yang berhubungan dengan


pekerjaan pada bagaian pekerjaan yang ditugaskan.
e. Pembuatan as build drawing (gambar terlaksana).
1.1.3. Persyaratan Teknis Umum ini menjadi satu kesatuan dengan persyaratan
Teknis Pelaksanaan pekerjaan dan secara bersama-sama merupakan
persyaratan dari segi teknis bagi seluruh pekerjaan sebagaimana dituangkan
dalam satu atau lebih dari dokumen-dokumen berikut ini :
a. Gambar-gambar Pelelangan/ pelaksanaan.
b. Persyaratan teknis umum/Pelaksanaan pekerjaan/ bahan.
c. Rincian volume pekerjaan /rincian penawaran.
d. Dokumen-dokumen pelelangan/pelaksanaan yang lain.

1.1.4. Dalam hal dimana ada bagian dari persyaratan Teknis Umum ini, yang tidak
dapat diterapkan pada bagian pekerjaan sebagaimana diungkapkan ayat 01.3.
di atas. Maka bagian dari persyaratan Teknis Umum tersebut dengan
sendirinya dianggap tidak berlaku.

1.2. REFERENSI
1.2.1. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dengan mengikuti dan memenuhi
persyaratan -persyaratan teknis yang tertera dalam persyaratan Normalisasi
Indonesia (NI), Standart Industri Indoesia (SII) dan peraturan-peraturan
Nasional maupun peraturan – peraturan Nasional maupun peraturan –
peraturan setempat lainnya yang berlaku atau jenis-jenis pekerjaan yang
bersangkutan antara lain :
 NI-2 (1971) PERATURAN BETON BERTULANG INDONESIA
 NI- (1983) PERATURAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA INDONESIA
(SKBI. 1.3.55.1987)
 NI-3 (1970) PERATURAN UMUM UNTUK BAHAN BANGUNAN DI
INDONESIA
 NI-5 PERATURAN KONSTRUKSI KAYU INDONESIA
 NI-8 PERATURAN SEMEN PORTLAND INDONESIA
 NI-10 BATA MERAH SEBAGAI BAHAN BANGUNAN
 STANDART INDUSTRI INDONESIA (SII)
 ASTM, JIS dan lainnya yang dianggap berhubungan dengan bagian-bagian
pekerjaan ini.
Untuk pekerjaan-pekerjaan yang belum termasuk dalam standart-standart
yang disebut diatas,maupun standart-standart Nasional lainnya, maka

```

2
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

diberlakukan standart-standart Internasional yang berlaku atau pekerjaan-


pekerjaan tersebut atau setidak-tidaknya berlaku persyaratan-persyaratan
Teknis dari Negara-negara asal bahan /pekerjaan yang bersangkutan dan dari
produk yang ditentukan pabrik pembuatnya.

1.2.2. Dalam hal dimana ada bagian pekerjaan yang persyaratan teknisnya tidak
diatur dalam persyaratan teknis umum/ khususnya maupun salah satu dari
ketentuan yang disebutkan dalam ayat 02.1. diatas, maka atas bagian
pekerjaan tersebut Pemborong harus mengajukan salah satu dari persyaratan
–persyaratan berikut ini guna disepakati oleh Direksi untuk dipakai sebagi
patokan persyaratn teknis :
a. Standart/ normal/ kode/ pedoman yang bisa diterapkan pada bagian
pekerjaan bersangkutan yang diterbitkan oleh Instansi/ Institusi/ Asosiasi
Profesi/Assosiasi Produsen/ Lembaga Pengujian atau badan badan lain
yang berwenang/ berkepentingan atau badan-badan yang bersifat
Internasional ataupun Nasional dari Negara lain,sejauh bahwa atau hal
tersebut diperoleh persetujuan dari Direksi/Pengawas.
b. Brosur teknis dari produsen yang didukung oleh sertifikat dari lembaga
pengujian yang diakui secara Nasional/ Internasional.

1.3. PELAKSANAAN
1.3.1. Rencana Pelaksanaan.
a. Dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak ditanda tanganinya Surat Perintah Kerja
(SPK) oleh kedua belah pihak, Pemborong harus menyerahkan Rencana
Kerja Kepada Direksi/ Pengawas.
b. Sebuah Network Plan mengenai seluruh kegiatan yang perlu dilakukan
untuk melaksanakan pekerjaan ini dalam diagram mana dinyatakan pula
urutan logis serta kaitan/ hubungan antara seluruh kegiatankegiatan
tersebut.
c. Kegiatan-kegiatan pemborong untuk./selama masa pengadaan/ pembelian
serta waktu pengiriman/pengangkutan dari :
1. Bahan, elemen, komponen dari pekerjaan maupun pekerjaan
persiapan/ pembantu.
2. Peralatan dan perlengkapan untuk pekerjaan.
d. kegiatan-kegiatan pemborong untuk/ selama waktu fabrikasi pemasangan
dan pembangunan.
e. Pembuatan-pembuatan gambar-gambar kerja.

```

3
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

f. Permintaan persetujuan atau bahan serta gambar kerja maupun rencana


kerja.
g. Harga borongan dari masing-masing kegiatan tersebut.
h. Jadwal untuk seluruh kegiatan tersebut.
i. Direksi/ Pengawas akan memeriksa rencana kerja pemborong dan
memeberikan tanggapan atau saran itu dalam waktu 2 (dua ) minggu.
j. Pemborong harus memasukkan kembali perbaikan atau rencana kerja
kalau Direksi / Pengawas meminta diadakannya perbaikan/
penyempurnaan atau rencana kerja tadi paling lambat 4 (empat) hari
sebelum dimulainya waktu pelaksanaan.
k. Pemborong tidak dibenarkan memulai suatu pelaksanaan atau pekerjaan
sebelum adanya suatu persetujuan dari Direksi/ Pengawas atau rencana
kerja ini. Kecuali dapat dibuktikan bahwa Direksi/Pengawas telah
melalaikan kewajibannya untuk memeriksa rencana kerja pemborong pada
waktunya, maka kegagalan pemborong untuk memulai pekerjaan
sehubungan dengan belum adanya rencana kerja yang disetujui Direksi,
sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari pemborong yang
bersangkutan.
l. Membuat rambu-rambu lalu lintas sementara untuk pengamanan
pekerjaan.
m. Melakukan Survey, Pengukuran lapangan dan membuat gambar kerja
(shop drawing).
n. Membuat dokumentasi foto pelaksana, rangkap 3 (tiga) mulai dari fisik
pekerjaan 0%,50%,100%.

1.3.2. Ijin Pelaksanaan.


Ijin pelaksanann paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum memulai pekerjaan
tersebut, Pemborong diwajibkan untuk mengajukan ijin pelaksanaan yang
disetujui sebagi pegangan pemborong untuk melaksanakan pada bagian
pekerjaan tersebut.

1.4. PENYELESAIAN DAN PENYERAHAN


1.4.1. Dokumen terlaksana (As Build Documents)
a. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan, Pemborong wajib menyusun
Dokumen terlaksana yang terdiri dari:
1. Gambar-gambar terlaksana.

```

4
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

2. Persyaratan teknis terlaksana dari pekerjaan, sebagaimana yang telah


dilaksanakan.
b. Dikecualikan dari kewajiban diatas adalah Pemborong untuk pekerjaan :
1. Pekerjaan persiapan.
2. Supply bahan, perlengkapan/peralatan kerja.
c. Dokumen terlaksana bisa disusun dari :
1. Dokumen Pelaksanaan.
2. Gambar-gambar perubahan.
3. Perubahan persyaratan teknis.
4. Brosur teknis yang diberi tanda pengenal khusus berupa cap sesuai
petunjuk Direksi / Pengawas.
d. Dokumen terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh Direksi /
Pengawas.

```

5
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

BAB II. PEKERJAAN PERSIAPAN DAN LAPANGAN

2.1. PEKERJAAN PERSIAPAN


2.1.1. DIREKSI KEET
a. Bangunan sementara.
Sebelum pemborong memulai pelaksanaan pekerjaan ini dapat
menyediakan dan mendirikan Direksi Keet berupa bangunan sementara
yang berukuran minimal 3.00 x 9.00 m2, banguan sementara ini harus
dilengkapi dengan toilet / wc dan kamar mandi yang khusus dimanfaatkan
oleh Direksi / Pengawas selain dilengkapi dengan bak air, closet, maka
harus pula dilengkapi dengan septictank & sumur peresapan.

b. Kelengkapan Direksi Keet.


Sebagai kelengkapan direksi keet guna penyelesaian Administarsi
dilapangan, maka sebelum pelaksanaan pekerjaan ini dimulai Pemborong
diharapkan terlebih dahulu melengkapi peralatan – peralatan antara lain:
 (satu) buah meja rapat (sederhana) ukuran 1,20 x 4,80 m2.
 (dua belas) buah kursi duduk ruang rapat.
 (satu)white board (1,20 x 2,40) dan peralatannya.
 (satu) rak / almari buku (sederhana).
 (satu) set kelengkapan PPPK (P3K).

2.1.2. KANTOR DAN GUDANG KONTRAKTOR


Dalam pelaksanaan pekerjaan ini Kontraktor dapat membuat Kantor
Kontraktor, barak-barak untuk pekerja atau gudang tempat penyimpanan
bahan(Boukkeet), yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari pihak
Direksi/Pengawas berkenaan dengan semua konstruksi atau
penempatannya.semua Boukeet perlengkapan Pemborong dan sebagainya,
pada waktu pekerjaan berakhir (serah terima kedua) harus dibongkar.

2.1.3. MENGADAKAN PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUWPLANK


a. Pengukuran Tapak Kembali
1. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran
kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan
mengenai peil ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-batas tanah
dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya.

```

6
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

2. Ketidakcocokan yang terjadi antara gambar dan keadaan lapangan


yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Direksi/Pengawas
untuk dimintakan keputusannya.
3. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan
alat-alat waterpas/ Theodolite yang ketepatannya dapat dipertanggung
jawabkan.
4. Kontraktor menyediakan Theodolite/ waterpas beserta petugas yang
melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Pengawas/Direksi selama
pelaksanaan proyek.
5. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau barang secara azas segitiga
Phytagoras hanya di-perkenankan untuk bagian-bagian kecil yang
disetujui oleh Direksi.
6. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan
Kontraktor.
b. Pengukuran dan titk Peil (0,00)
Pemborong harus mengadakan pengukuran yang tepat berkenan dengan
letak/kedudukan bangunan terhadap titik patok/pedoman yang telah
ditentukan siku bangunan maupun datar (waterpas) dan tegak lurus
bangunan harus ditentukan dengan memakai alat waterpas instrument/
Theodolite. Hal tersebut dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang lebih
baik dan siku. Untuk mendapatkan titik peil harap disesuaikan dengan
notasi-notasi yang tercantum pada gambar rencana (Lay Out), dan apabila
terjadi penyimpangan atau tidak sesuai antara kondisi lapangan dan
gambar Lay Out, Pemborong harus melapor pada pengawas/Perencana.

2.2. PEKERJAAN TANAH


2.2.1. LINGKUP PEKERJAAN
Yang dimaksud dengan pekerjaan tanah disini adalah semua kegiatan yang
berkaitan dengan pematangan tanah, pengolahan tanah yang ada kaitannya
dengan struktur bangunan antara lain pembersihan tanah, galian tanah, urugan
tanah/perataan, ataupun pembuangan tanah.

2.2.2. PERSIAPAN PEKERJAAN TANAH


a. Bagian ini meliputi pembersihan perataan lapangan, pengecekan keadaan
countur, pengukuran di daerah-daerah dimana pekerjaan pembangunan
akan dilaksanakan seperti ditunjukkan pada gamba-gambar dan sesuai
dengan yang ditunjukkan oleh pengawas.

```

7
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

b. Pemborong bertanggung jawab untuk :


1. Penelitian yang menyeluruh atas gambar-gambar dan persyaratan–
persyaratan kontrak ini dan kontrak lain yang berhubungan dengan
proyek ini, disertai semua addendumnya.
2. Penelitian atas semua kondisi pekerjaan, memeriksa kondisi lapangan,
serta semua fasilitas yang ada.
3. Melakukan semua pengukuran lapangan sehubungan dengan pekerjaan
ini dan mendapatkan ketentuan atas seluruh lingkup proyek seperti yang
disyaratkan pada gamba-gambar dan persyaratan-persyaratan dan
sebagaimana yang disetuji oleh pengawas.
c. Pemborong bertanggung jawab penuh untuk kesimpulan yang ditariknya dari
informasi yang disampaikan kepadanya dan dari pemeriksaan informasi
tentang pekerjaan tanah yang diperolehnya Pemborong diperbolehkan atas
biaya sendiri melakukan sendiri pemeriksaan tambahan bilamana
dianggapnya perlu untuk menentukan lebih lanjut kondisi dari lapangan guna
pembangunan yang dipersyaratkan di sini.
d. Sebelum memulai suatu pekerjaan galian/urugan, Pemborong harus yakin
bahwa semua permukaan tanah yang ada maupun garis-garis transit yang
tertera dalam gambar rencana adalah benar. Jika pemborong tidak merasa
puas dengan ketelitian permukaan tanah, pemborong harus memberitahukan
secara tertulis kepada pemberi tugas, jika tidak maka tuntutan mengenai
ketidak samaan permukaan tanah tidak akan dipertimbangkan.

2.2.3. PEKERJAAN GALIAN TANAH DAN PEMOTONGAN TANAH


a. Lingkup pekerjaan.
Pekerjaan urugan ini dilaksanakan sebagai urugan bangunan maupun
sebagai urugan lubang-lubang pondasi atau urugan pada sisi luar pasangan
batu pada saluran tepi maupun saluran tengah.
b. Persiapan Pekerjaan Urugan
Pengurugan tidak boleh dilaksanakan sebelum pondasi atau bagian
pekerjaan lainnya yang akan ditutup/diurug atau tersembunyi oleh urugan
baru sirtu diperiksa oleh Direksi/Pengawas.
c. Cara Pengurukan :
1. Khusus untuk urugan peninggian tanah asli sebelum dilaksanakan
pengurugan awal seluruh permukaan tanah asal pada daerah yang
akan diurug harus dibersihkan dari kotoran atau puing-puing serta
tanaman-tanaman yang ada, dan harus dibuang keluar lokasi proyek.

```

8
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

2. Pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis yang tebalnya tidak lebih
dari 15-20 cm dipadatkan dengan mesin pemadat compactor atau
alat baby roller yang diijinkan oleh Direksi Teknik.
3. Seluruh penimbunan harus dibawah pengawasan Direksi Teknik, dan
sebelum melaksanakan urugan, Kontraktor harus minta persetujuan
terlebih dahulu tentang Bahan urugan yang akan dipergunakan serta
tidak diperkenankan melakukan pengurugan tanpa persetujuan Direksi
Teknik maupun Konsultan Pengawas.
d. Bahan –bahan urugan
1. untuk bahan urugan kembali pada lubang pondasi atau pada saluran
dipakai urugan Sirtu / Tasirtu yang didatangkan dari luar lokasi
pekerjaan, dan TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk mengurug menggunakan
tanah bekas galian kecuali sudah dipersyaratkan sebelumnya.
2. Sedang urugan di bawah perkerasan jalan paving stone digunakan
urugan pasir yang dihampar dan dipadatkan sesuai dengan ketebalan
yang diinginkan.
3. Bahan-bahan urugan harus tidak mengandung Lumpur dan bahan
organik, kadar lumpur tidak boleh terlampau tinggi sehingga bahan
urugan tersebut mudah untuk dipadatkan.
e. Pengerasan Kepadatan Tanah Urugan
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kepadatan dari lapisan
urugan yang dipadatkan, Kontraktor harus melaksanakan penelitian /
melakukan pengujian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum
dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Setiap lapisan harus diadakan pengetesan/pengujian satu (1) titik
pengetesan untuk mewakili luasan 100 m2.
2. Sebelum diadakan pengetesan pemadatan Kontraktor diwajibkan
mengajukan permohonan pengetesan paling lambat 24 jam sebelum
pengetesan dilaksanakan kepada Direksi Pengawas.
3. Hasil pengetesan dianggap baik apabila dicapai dengan derajad
kepadatan sesuai dengan ketentuan tersebut di atas yakni 90 %
standart kompaksi per layer yang merupakan kepadatan maksimum
hasil pengujian Laboratorium.
4. Bila terjadi kepadatan tidak memenuhi maka Kontraktor harus
memperbaikinya sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Direksi
/Konsultan Pengawas.

```

9
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

BAB IV. RENCANA KERJA

2.1 PENJELASAN UMUM


2.1.1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan
alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan masing-masing pekerjaan
sehingga mendapatkan hasil yang baik dan sempurna.
2.1.2. Penggunaan masing – masing jenis pasangan dapat dilihat pada gambar
rencana ataupun petunjuk/ perintah direksi/pengawas lapangan
2.1.3. Pengendalian pekerjaan :
Persyaratan – persyaratan standar mengenai pekerjaan ini tertera pada :
 PUBI - 1982
 SNI – 3 - 1970
 SNI – 10 - 1973
 SII – 0021 – 1978

2.2. PEKERJAAN TANAH


2.2.1. Syarat – Syarat Pemakaian
Dalam pekerjaan tanah leveling ini sangat dibutuhkan bantuan alat berat untuk
perapihan dan perataan permukaan tanah yang nantinya dijadikan lokasi
pembangunan lapangan sepak bola.
2.2.2. Pasangan batu galian C ( latrit ).
1. Untuk batu galian C ini dipergunakan untuk pondasi dasar
lapangan sehingga ketahanan kuat dan harus sesuai dengan yang atas
persetujuan / diperintahkan dilapangan oleh direksi teknik.
2. Syarat – Syarat kualitas untuk batu galian C ini diberikan oleh
direksi teknik yang akan menerapkan syarat – syarat sampai seluas yang
diperlukan untuk jenis khusus dan lokasi pekerjaan.
3. Batu galian C yang digunakan harus bersih dan bebas dari benda
organik atau kotoran – kotoran lain yang merusak kualitas dasar pondasi.
2.2.3. Pasangan krikil 3/5
1. Pekerjaan ini terdiri dari pasangan batu untuk memperkuat
dasar tanah yang akan dijadikan lapangan bola.
2. Dimensi dan volume pasangan batu ini harus sesuai dengan
gambar kerja dan dokumen kontrak.

```

10
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

3. Semua material yang dipakai khususnya krikil 3/5 harus


bersih bermutu baik,tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai
dengann syarat yang diperintahkan oleh direksi teknik dan konsultan supervisi.
2.2.4. Pekerjaan Urugan Pasir t.0.5 cm
1. Pekerjaan ini terdiri dari pengadaan pasir urugan dan proses
pengurugan
2. Dimensi dan volume pasangan batu ini harus sesuai dengan gambar kerja dan
dokumen kontrak.
3. Mutu dan kualitas urugan harus mendapat persetujuan dari direksi dan
konsultan supervisi.
2.2.5. Pekerjaan Urugan tanah + Pupuk tebal 15 cm
1. Pekerjaan ini terdiri dari pekerjaan pengadaan tanah urugan, proses proses
pengurugan dan pemadatannya.
2. Pekerjaan diperlukan dalam pekerjaan menimbun exixting agar sesuai dengan
elevasi yang telah direncanakan.
3. Proses pengurugan harus menggunakan metode perlapis ( perlayer ) agar
kepadata dapat mencapai speck maksimum dan mengunakan alat betar tandem
roller ( compact )
4. Mutu atau kualitas urugan harus sesuai spesifikasi dan mendapat persetujuan
direksi teknik dan konsultan supervisi.

2.3. PEKERJAAN SIRING PASANGAN BATU GUNUNG


1) Persiapan Pondasi

a) Pondasi untuk struktur pasangan batu harus disiapkan sesuai dengan syarat
untuk Seksi 3.1, Galian.

b) Terkecuali disyaratkan lain atau ditunjukkan pada Gambar, dasar pondasi


untuk struktur dinding penahan harus tegak lurus, atau bertangga yang
juga tegak lurus terhadap muka dari dinding. Untuk struktur lain, dasar
pondasi harus mendatar atau bertangga yang juga horisontal.

c) Lapis landasan yang rembes air (permeable) dan kantung penyaring harus
disediakan bilamana disyaratkan sesuai dengan ketentuan dalam Seksi 2.4,
Drainase Porous.

d) Bilamana ditunjukkan dalam Gambar, atau yang diminta lain oleh Direksi
Pekerjaan, suatu pondasi beton mungkin diperlukan. Beton yang digunakan
harus memenuhi ketentuan dari Seksi 7.1 dari Spesifikasi ini.

2) Pemasangan Batu

a) Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya harus dipasang


pada pondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing

```

11
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

batu pada lapisan pertama. Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapis
dasar dan pada sudut-sudut. Perhatian harus diberikan untuk
menghindarkan pengelompokkan batu yang berukuran sama.

b) Batu harus dipasang dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka
yang tampak harus dipasang sejajar dengan muka dinding dari batu yang
terpasang.

c) Batu harus ditangani sedemikian hingga tidak menggeser atau


memindahkan batu yang telah terpasang. Peralatan yang cocok harus
disediakan untuk mema-sang batu yang lebih besar dari ukuran yang dapat
ditangani oleh dua orang. Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada
pekejaan yang baru dipasang tidak diperkenankan.

3) Penempatan Adukan

a) Sebelum pemasangan, batu harus dibersihkan dan dibasahi sampai merata


dan dalam waktu yang cukup untuk memungkinkan penyerapan air
mendekati titik jenuh. Landasan yang akan menerima setiap batu juga
harus dibasahi dan selanjutnya landasan dari adukan harus disebar pada
sisi batu yang bersebelahan dengan batu yang akan dipasang.

b) Tebal dari landasan adukan harus pada rentang antara 2 cm sampai 5 cm


dan merupakan kebutuhan minimum untuk menjamin bahwa seluruh
rongga antara batu yang dipasang terisi penuh.

c) Banyaknya adukan untuk landasan yang ditempatkan pada suatu waktu


haruslah dibatasi sehingga batu hanya dipasang pada adukan baru yang
belum mengeras. Bilamana batu menjadi longgar atau lepas setelah
adukan mencapai pengerasan awal, maka batu tersebut harus dibongkar,
dan adukannya dibersihkan dan batu tersebut dipasang lagi dengan adukan
yang baru.

4) Ketentuan Lubang Sulingan dan Delatasi

a) Dinding dari pasangan batu harus dilengkapi dengan lubang sulingan.


Kecuali ditunjukkan lain pada Gambar atau diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan, lubang sulingan harus ditempatkan dengan jarak antara tidak
lebih dari 2 m dari sumbu satu ke sumbu lainnya dan harus berdiameter 50
mm.

b) Pada struktur panjang yang menerus seperti dinding penahan tanah, maka
delatasi harus dibentuk untuk panjang struktur tidak lebih dari 20 m.
Delatasi harus 30 mm lebarnya dan harus diteruskan sampai seluruh tinggi
dinding. Batu yang digunakan untuk pembentukan sambungan harus dipilih
sedemikian rupa sehingga membentuk sambungan tegak yang bersih
dengan dimensi yang disyaratkan di atas.

c) Timbunan di belakang delatasi haruslah dari bahan Drainase Porous berbutir


kasar dengan gradasi menerus yang dipilih sedemikian hingga tanah yang
ditahan tidak dapat hanyut jika melewatinya, juga bahan Drainase Porous
tidak hanyut melewati sambungan.

```

12
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

5) Pekerjaan Akhir Pasangan Batu

a) Sambungan antar batu pada permukaan harus dikerjakan hampir rata


dengan permukaan pekerjaan, tetapi tidak sampai menutup batu,
sebagaimana pekerjaan dilaksanakan.

b) Terkecuali disyaratkan lain, permukaan horisontal dari seluruh pasangan


batu harus dikerjakan dengan tambahan adukan tahan cuaca setebal 2 cm,
dan dikerjakan sampai permukaan tersebut rata, mempunyai lereng
melintang yang dapat menjamin pengaliran air hujan, dan sudut yang
dibulatkan. Lapisan tahan cuaca tersebut harus dimasukkan ke dalam
dimensi struktur yang disyaratkan.

c) Segera setelah batu ditempatkan, dan sewaktu adukan masih baru, seluruh
permukaan batu harus dibersihkan dari bekas adukan.

d) Permukaan yang telah selesai harus dirawat seperti yang disyaratkan untuk
Pekerjaan Beton dalam Pasal 7.1.5.(4) dari Spesifikasi ini.

e) Bilamana pekerjaan pasangan batu yang dihasilkan cukup kuat, dan dalam
waktu yang tidak lebih dini dari 14 hari setelah pekerjaan pasangan selesai
dikerjakan, penimbunan kembali harus dilaksanakan seperti disyaratkan,
atau seperti diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, sesuai dengan ketentuan
yang berkaitan dengan Seksi 3.2, Timbunan, atau Seksi 2.4, Drainase
Porous.

f) Lereng yang bersebelahan dengan bahu jalan harus dipangkas dan untuk
memperoleh bidang antar muka rapat dan halus dengan pasangan batu
sehingga akan memberikan drainase yang lancar dan mencegah gerusan
pada tepi pekerjaan pasangan batu.

2. 4 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

1) Pengukuran untuk Pembayaran

a) Pasangan batu harus diukur untuk pembayaran dalam meter kubik sebagai
volume pekerjaan yang diselesaikan dan diterima, dihitung sebagai volume
teoritis yang ditentukan oleh garis dan penampang yang disyaratkan dan
disetujui.

b) Setiap bahan yang dipasang sampai melebihi volume teoritis yang disetujui
harus tidak diukur atau dibayar.

c) Landasan rembes air (permeable bedding), penimbunan kembali dengan


bahan porous atau kantung penyaring harus diukur dan dibayar sebagai
Drainase Porous, seperti yang disebutkan dalam Pasal 2.4.4 dari Spesifikasi

```

13
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

ini. Tidak ada pengukuran atau pembayaran terpisah yang harus dilakukan
untuk penyediaan atau pemasangan lubang sulingan atau pipa, juga tidak
untuk acuan lainnya atau untuk galian dan penimbunan kembali yang
diperlukan.

2) Dasar Pembayaran

Kuantitas, ditentukan sebagaimana diuraikan di atas, harus dibayar dengan Harga


Kontrak per satuan dari pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di
bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan
pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan dan
pemasangan semua bahan, untuk galian yang diperlukan dan penyiapan seluruh
formasi atau pondasi, untuk pembuatan lubang sulingan dan sambungan
konstruksi, untuk pemompaan air, untuk penimbunan kembali sampai elevasi
tanah asli dan pekerjaan akhir dan untuk semua pekerjaan lainnya atau biaya lain
yang diperlukan atau lazim untuk penyelesaian yang sebagaimana mestinya dari
pekerjaan yang diuraikan dalam Pasal ini.

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran

7.9 Pasangan Batu Meter Kubik

2.5 PIPA CUCURAN

1) Uraian

a) Yang dimaksud dengan pipa cucuran adalah suatu pipa yang ada pada sepanjang lantai untuk
membuang air dari lantai tanpa mengenai elemen lain.

b) Pekerjaan yang diatur dalam seksi ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan pipa cucuran
untuk jembatan yang terbuat dari pipa besi dan pekerjaan lainnya seperti galvanisasi, pengecatan,
angkur dudukan, sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar atau diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan dan memenuhi spesifikasi ini.

```

14
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

2) Pekerjaan Seksi Lain yang Bekaitan dengan Seksi Ini

a) Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Seksi 1.19


b) Beton :Seksi 7.1

c) Baja Struktur :Seksi 7.4


d) Adukan Semen :Seksi 7.8

3) Standar Rujukan

a) Standar Nasional Indonesia (SNI):


b) SNI 07-0722-1989 : Baja canai panas untuk konstruksi umum.

AASHTO :
AASHTO M111-04 :Zinc (Hot-Dip Galvanized)Coatings on Iron and Steel Products.

ASTM :
ASTM A252 :Steel Pipe.

4) Pengajuan Kesiapan Kerja


a) Penyedia Jasa harus menyerahkan gambar kerja untuk disetujui Direksi Pekerjaan untuk setiap jenis
pipa baja yang akan dipasang. tidak boleh dimulai sebelum gambar kerja disetujui.
b) Penyedia Jasa harus menyerahkan sertifikat pabrik pembuat pipa baja yang menunjukkan mutu baja,
pengelasan, dan sebagainya.

5) Penerimaan Bahan

Bahan yang diterima harus diperiksa oleh pengawas penerimaan bahan dengan mengecek/
memeriksa bukti tertulis yang menunjukkan bahwa bahan-bahan yang telah diterima harus sesuai
dengan ketentuan persyaratan bahan pada Butir 7.16.2.

6) Penyimpanan dan Penanganan Bahan

Bagian-bagian baja harus ditangani dan disimpan dengan hati-hati dalam tempat tertentu, rak atau
landasan, dan tidak boleh bersentuhan langsung dengan permukaan tanah serta harus dilindungi dari
korosi.

7) Perbaikan Terhadap Pekerjaan yang Tidak Memenuhi Ketentuan.

a) Selama pengangkutan, penyimpanan, penanganan atau pemasangan, setiap pipa cucuran yang
mengalami kerusakan berat seperti melengkung atau penyok, harus diganti. Pipa cucuran yang
mengalami kerusakan pada pengelasan harus dikembalikan ke bengkel untuk diperbaiki
pengelasannya dan digalvanisasi ulang.

```

15
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

b) Pipa cucuran yang mengalami kerusakan pada galvanisasi atau pengecatan harus dikembalikan ke
bengkel dan diperbaiki sampai baik. Kerusakan kecil pada pekerjaan cat mungkin dapat diperbaiki di
lapangan, sesuai dengan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.

8) Pemeliharaan Pekerjaan yang Telah Diterima


Tanpa mengurangi kewajiban Penyedia Jasa untuk melaksanakan perbaikan terhadap pekerjaan yang
tidak memenuhi ketentuan atau gagal sebagaimana disyaratkan dalam Butir 7.16.1.7) di atas,
Penyedia Jasa juga harus bertanggung jawab atas pemeliharaan rutin dari semua pipa cucuran
jembatan yang telah selesai dan diterima selama periode pelaksanaan. Pekerjaan pemeliharaan rutin
tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan Seksi 10.1 dari spesifikasi ini dan harus dibayar terpisah
menurut Pasal 10.1.5.

2. BAHAN

Baja
Bahan untuk pipa cucuran jembatan harus baja dengan diameter minimal 3 inci atau 75 mm dan
terbenam di dalam struktur lantai jembatan. Pipa cucuran dengan tegangan leleh 280 MPa dan harus
memenuhi standar SNI 07-0722-1989 dan ASTM 252, atau standar lain yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan. Atas perintah Direksi Pekerjaan, Penyedia Jasa harus menguji baja di instansi pengujian
yang disetujui apabila tidak terdapat sertifikat pabrik pembuatnya.

Semua bagian baja harus digalvanisasi sesuai dengan AASHTO M111-04, kecuali jika galvanisasi ini
telah mempunyai tebal minimum 80 mikron.

3. PELAKSANAAN

Pemasangan harus sesuai dengan garis dan ketinggian yang ditunjukkan dalam
gambar. Pipa cucuran panjangnya harus melebih 200 mm dari bagian elevasi
terbawah dari struktur utama bangunan atas.

4. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

1) Pengukuran untuk Pembayaran


Pipa cucuran harus diukur untuk pembayaran dalam jumlah meter panjang pipa cucuran dari jenis
yang ditunjukkan dalam gambar, selesai di tempat dan diterima. Pengukuran harus dilaksanakan
sepanjang pipa cucuran yang sudah terpasang dengan sesuai gambar sesuai dengan spesifikasi yang
telah ditentukan.

```

16
Perencanaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola Sebakung Jaya
Kabupaten Penajam Paser Utara

2) Dasar Pembayaran

Kuantitas pipa cucuran diukur seperti yang disyaratkan di atas akan dibayar dengan harga kontrak
per satuan pengukuran untuk mata pembayaran yang tercantum di bawah dan ditunjukkan dalam
daftar kuantitas dan harga. Harga dan pembayaran yang demikian harus dipandang sebagai
kompensasi penuh untuk penyediaan pipa cucuran, ditambah pengiriman, pemasangan, penanganan
permukaan dan penyediaan semua pekerja, peralatan, perkakas dan lain-lain yang diperlukan untuk
penyelesaian yang sebagaimana mestinya dari pekerjaan yang diuraikan dalam seksi ini.

Nomor Mata Satuan


Uraian
Pembayaran Pengukuran

7.16 Pipa Cucuran Baja Meter


Panjang

2.6 Pekerjaan Pembersihan Lokasi / Proyek.

```

17