Anda di halaman 1dari 1

Senin, Februari 21

INFORMASI MITOLOGI

Dalam mitologi pewayangan dikisahkan bahwa begawan Wisrawa memberikan


wejangan pada Dewi Sukaesih dikerajaan Alengkadiraja. Karena SASTRA jendra yang
menjadi wejangan begawan Wisrawa pada sukaesih akan membukakan rahasia alam dan
isinya maka marahlah batara guru (Shiwa). Maka bersama dewi uma, betara Guru turun
ke Arcapada masuk ke badan Wisrawa dan sukaesih untuk menggagalkan wejangan SASTRA
jendra tersebut. Begawan Wisrawa lewat wejangan itu menginginkan negara
Alengkadiraja maju, baik dibidang budaya, tingkatan hidup masyarakat, yang dianggap
oleh para Dewa seperti mau menyaingi kesaktianya.
Alhasil terjadilah perkawinan antara Begawan Wisrawa dan puteri
Sukaesih yang melahirkan 4 orang anak dengan sifat2 yang berbeda.
Rahwana (Dasamuka) seseorang yang mempunyai sifat serakah, ambisi
pemarah dan emosionil. Kumbakarna, seorang yang jujur, punya rasa pahlawan,
tanggung jawab yang besar dan cinta tanah air.
Sarpakonaka, seorang yang mempunyai sifat suka mengambil kesempatan
dalam kesempitan serta appertunistis.
Wibisana, yang menjadi perlambang nafsu2 manusia, seorang yang
menjalankan kebenaran dan keadilan. Meskipun famili salah dinyatakan salah.
Didalam ilmu sastra jendra singkatan dari sastra jendra hayuningrat
pangruwating diyu, nafsu darah seperti tercermin dalam figur mithologi rahwana-
punya sinar merah yang mempunyai sifat emosi,amarah, semangat, sentosa dan kemauan
yang keras
Nafsu nafas (tercermin figur mithologgi Wibisana) adalah suci, belas kasih, sadar
bersinar putih.
Nafsu tulang sumsum-tercermin figur Sarpakanaka-bersinar cahaya hidup warna kuning
adalah bersifat duniawi, kebendaan, percintaan dan keserakahan.
Nafsu daging kulit cerminan okoh kumbakarna-bersinar cahaya hidup warna hitam,
adalah menggambarkan sifat kebutuhan biologis, tidur, makan, dan syahwat. Dan yang
kelima, yang merupakan �pancer� (sumbu) adalah �aku�.