Anda di halaman 1dari 21

SEMESTER II

MODUL IPA TERPADU KELAS VII

2018

Materi :Sistem Organisasi


Kehidupan Makhluk Hidup

Lisna Puspita Marliany, S.Pd


SMP IT Insantama
SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP
A. Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil mahkluk hidup. Sebagai unit struktural
berarti setiap mahlulk hidup tersusun dari sel atau sel-sel. Sebagai unit fungsional berarti
semua fungsi-fungsi kehidupan berlangsung di dalam sel. Ukuran sel penyusun tubuh
makhluk hidup bervariasi. Ukuran sel mencerminkan fungsi yang dilakukan oleh sel
tersebut, misalnya sel syaraf menjulur, panjang dan halus, berfungsi mengirimkan impuls
syaraf dari permukaan tubuh kita ke otak. Sel darah putih dapat bergerak dengan cepat
dan berubah bentuk karena berfungsi membunuh kuman penyakit yang masuk ke dalam
tubuh.

Beberapa sel batang tumbuhan, berbentuk panjang dan memiliki saluran atau lubang di
tengahnya, yang berfungsi mengangkut air dan zat makanan di dalam tubuh tumbuhan
seperti sel xilem dan sel floem. Berbagai teori tentang sel yang dikemukan oleh para
ilmuwan membuat kita menyadari bahwa kehidupan kita merupakan kerjasama antar sel
yang sangat teratur. Teori tentang sel, ilmuan yang mempelajari sel, dan struktur sel akan
dijelaskan berkut ini:

Teori Tentang Sel


Istilah sel berasal dari kata “cellula” dari bahasa Latin yang berarti ruang kosong. Susunan
atau bentuk sel pertama kali dilihat oleh Robert Hooke (1635 - 1703) dengan menggunakan
mikroskop sederhana. Pengertian sel berkembang sejalan dengan diketemukannya
mikroskop oleh Antonio van Leuwenhoek (1632 - 1723). Beberapa ilmuwan yang
mengemukakan teori sel yaitu:

 Felix Durjadin (1825) yang semula menyebut sel hewan sebagai sarcode,
mengemukakan bahwa bagian sel yang terpenting adalah cairan di dalam sel, yang
kemudian disebut protoplasma.
 Johannes Purkinye (1787 - 1869) menyebutkan bahwa cairan di dalam sel hidup yang
merupakan bahan embrional di dalam telur disebut protoplasma.
 Robert Brown (1831) menemukan inti sel (nukleus) sebagai struktur penting dari sel
hidup.
 Mathias Jacob Schleiden (ahli botani) dan Schwan (ahli zoologi) dari Jerman pada tahun
1939 menyatakan bahwa semua organisme tersusun dari bagian penting yang disebut
sel.
 Rudolf Virchow (1855) menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan
makhluk hidup. Semua sel berasal dari sel juga (omne cellulae e cellulae).
 Max Schultze (1825-1874) mengatakan bahwa sel adalah massa protoplasma yang
mengandung nukleus, sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan.

Struktur Sel
Struktur sel penyusun tubuh organisme dibedakan menjadi sel prokariotik dan sel
eukariotik. Perbedaan antara sel prokariotik dan sel eukariotik terletak pada ada atau
tidaknya membran inti. Membran inti adalah membran yang menyelimuti inti sel.

Sebagian besar DNA pada sel eukariotik berada di dalam inti sel yang diselubungi
membran, sedangkan sel prokariotik tidak memiliki membran inti sehingga bahan inti selnya
berada di dalam sitoplasma.
1. Sel Prokariotik
Sel prokariotik berasal dari bahasa Yunani (prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyon
berarti inti). Sel prokariotik tidak diselubungi membran inti sehingga bahan inti berada di
dalam protoplasma. Contoh sel prokariotik adalah bakteri (bacteria) dan ganggang hijau
biru (cyanobacteria). Bagian-bagian penyusun sel prokariotik antara lain:

 Membran Plasma (plasma membrane) adalah lapisan di luar sitoplasma yang berfungsi
sebagai pelindung dan mengatur transportasi sel. Pengaturan transportasi sel untuk
mengatur keluar masuknya substansi ke dalam dan ke luar sel. Membran plasma juga
berperan dalam penerima rangsang yang datang dari luar sel. membran plasma pada
sel prokariotik mengalami pelekukan ke arah dalam membentuk struktur yang disebut
mesosom (mesosome). Mesosom berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel
sehingga dihasilkan energi yang akan digunakan untuk aktifitas di dalam sel.
 Sitoplasma (cytoplasm) adalah bagian sel yang berisi cairan tempat berlangsungnya
metabolisme sel. Kandungan terbesar dalam sitoplasma adalah air (80-90%).
 Nukleus (nucleoid) atau inti sel berfungsi sebagai pengendali dan pengatur seluruh
kegiatan sel. Nukleus juga berfungsi sebagai pembawa informasi genetik yaitu
kromosom, yang akan diturunkan ke generasi selanjutnya. Kromosom adalah struktur
yang tersusun oleh molekul DNA dan protein (histon).
 Ribosom (ribosome) merupakan struktur berupa butiran yang berfungsi untuk
pembentukan protein.
 Dinding sel (cell wall) adalah struktur pelindung kedua setelah membran plasma.
 Kapsul (capsule) adalah struktur pelindung sel ketiga setelah membran plasma dan
dinding sel.
 Bulu Rambut (filli) berfungsi sebagai alat pelekatan sel bakteri pada suatu permukaan
substrat atau benda.
 Flagel (flagella) berfungsi dalam pergerakan sel, baik flagel maupun vili disusun oleh
mikrotubulus.

2. Sel Eukariotik
Sel Eukariotik (berasal dari bahasa Yunani, eu berarti sejati/sebenarnya dan karyon artinya
inti sel) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran
inti. Contohnya protista, jamur, tumbuhan, dan hewan. Bagian-bagian sel eukariotk akan
dijelaskan pada bagian selanjutnya.
C. Bagian-Bagian Sel dan Fungsinya
Sel eukariotik mempunyai struktur yang terdiri dari dinding sel, membran plasma,
sitoplasma, dan organel-organel sel yang memiliki struktur dan fungsi berbeda-beda.
Bagian-bagian sel tersebut mempunyai struktur dan menjalankan fungsinya masing-masing
namun saling berkaitan dan melakukan proses bersama untuk kehidupan sel itu sendiri.
Struktur sel makhluk hidup itu terdiri dari: Dinding Sel, Membran plasma, Sitoplasma, dan
Organel

1. Dinding Sel
Dinding sel hanya ditemui pada sel tumbuhan. Dinding sel disusun oleh selulosa saat sel
masih muda. Sejalan dengan proses pertumbuhan dan perkembangannya sel akan
mengalami penambahan zat lignin (lignifikasi) sehingga dinding sel menjadi kuat dan liat.
Oleh sebab itu dinding sel digunakan untuk melindungi dan memberi bentuk sel.

Antar dinding sel yang berdekatan ditembus oleh pori kecil yang disebut noktah. Di dalam
noktah ini terdapat pemanjangan sitoplasma yang menembus antar sel dan disebut
plasmodesmata, yang berfungsi sebagai penghantar rangsang antar sel tumbuhan.

2. Membran Plasma
Membran plasma merupakan bagian terluar dari sel, fungsinya antara lain sebagai berikut:

 Sebagai pelindung sel agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel.
 Mengontrol zat-zat yang akan masuk maupun yang akan keluar meninggalkan
sitoplasma. Mengendalikan pertukaran zat antara sitoplasma dengan lingkungannya
 Menjadi tempat beberapa reaksi, misalnya reaksi terhadap cahaya matahari dan reaksi
oksida dalam respirasi
 Sebagai reseptor atau penerima rangsang dari luar, seperti hormon dan bahan kimia
lainnya, baik zat tersebut berasal dari lingkungan luar sel ataupun bagian lain dari dalam
sel itu sendiri.
 Membran plasma tersusun atas lipid, protein, dan karbohidrat. Lipidnya terutama berupa
fospolipid yang merupakan molekul-molekul amfifilik artinya setiap molekul mengandung
"kepala" hidrofilik dan "ekor" hidrofobik. membran plasma mempunyai lapisan ganda
fosfolipid dimana kepala hidrofilik menghadap ke arah air pada setiap sisi, sedangkan
ekor hidrofobik terlindung dari sentuhan air.

Membran memiliki dua jenis protein, yaitu protein integral dan periferal. Protein integral
yang menembus di antara lapisan fosfolipid, berfungsi sebagai transpor yang membawa
zat-zat terlarut yang dibutuhkan sel. Sementara, protein periferal menempel di lapisan
fosfolipid. Pada bagian sel yang menghadap keluar sel, terdapat karbohidrat yang melekat
pada protein atau bagian kepala fosfolipid. Karbohidrat yang berikatan dengan protein
disebut glikoprotein, sedangkan yang berikatan dengan fosfolipid disebut glikolipid.
Membran plasma secara aktif menentukan zat-zat mana yang dapat dilaluinya dan
sekaligus menahan zat mana yang tidak dapat dilaluinya. Sifat ini disebut diferensial
semipermeabel atau selektif permeable. Dengan cara inilah membran plasma berusaha
mempertahankan bentuk dan reaksi-reaksi kimia dalam sel sehingga proses metabolisme
dapat berjalan terus.

3. Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membran plasma. Sitoplasma terdiri dari
air, protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat
penyimpanan bahan kimia sel yang penting bagi metabolisme sel, seperti enzim-enzim,
ion-ion, gula, lemak dan protein. Pada sel eukariota, sitoplasma adalah bagian non-nukleus
dari protoplasma. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli,
serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya. Sitosol
mengisi ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula dan menjadi tempat banyak
reaksi biokimiawi (glikolisis atau pemecahan glukosa, sintesis protein, dan sintesis asam
lemak) serta perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel.

Sitoplasma sangat dinamis dan senantiasa bergerak. Sitoplasma mengandung senyawa


organik untuk kehidupan, ion-ion, gas, molekul-molekul kecil seperti garam, asam lemak,
asam amino, gula nukleotida, vitamin, serta protein dan RNA sehingga berbentuk larutan.
Larutan tersebut mengakibatkan sitoplasma senantiasa bergerak secara acak, yang dikenal
dengan Gerak Brown. Gerak acak ini dipengaruhi oleh muatan listrik ion-ion
(elektroforesis).

4. Organel
Organel berfungsi menjalankan fungsi sel. Struktur sel seperti sebuah pabrik yang terdiri
dari unit-unit kerja dengan fungsinya masing-masing. Unit-unit kerja di dalam sel disebut
organel. Organel tersebut di antaranya:

 Nukleus
 Retikulum Endoplasma (RE)
 Ribosom
 Sentriol
 Badan Golgi
 Lisosom
 Mitokondria
 Plastida
 Badan Mikro (Peroksisom dan Glioksisom)
 Vakuola

a. Nukleus
Nukleus merupakan organel sel terbesar yang mengandung informasi genetik berupa DNA,
dan berbentuk bulat hingga oval bergantung jenis selnya. Nukleus biasanya terletak di
tengah sel. Nukles adalah organel yang amat vital bagi kehidupan, yaitu mengendalikan
seluruh kegiatan sel. Beberapa bagian penting dari nukleus, yaitu:
 Membran inti, terdiri atas dua lapis yang berfungsi sebagai pembungkus sekaligus
sebagai pelindung inti. Membran luarnya mempunyai hubungan langsung dengan
Retikulum Endoplasma. Pada membran inti terdapat pori-pori yang memungkinkan
terjadinya pertukaran zat antara membran inti dengan sitoplasma. Pada organisme
eukariotik, kecuali sel darah merah mamalia dewasa dan sel floem, nukleusnya
terlindung oleh membran inti.
 Nukleoplasma, merupakan cairan inti berbentuk gel yang kaya akan ion-ion, protein,
enzim, nukleotida, dan benang-benang kromatin. Benang-benang kromatin yang
memendek, menebal, dan mudah menyerap zat warna disebut kromosom. Di dalam
kromosom tersimpan untaian DNA yang terikat pada protein dasar yang dikenal dengan
histon.
 Nukleolus, bagian ini tersusun atas kumpulan gen-gen yang memberikan kode RNA
ribosom. Sebagai pemberi kode RNA ribosom, struktur ini berfungsi untuk merangkai
subunit-subunit penyusun ribosom. Nukleolus (anak inti) terbentuk pada saat terjadi
prosess sintesis transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus.

b. Retikulum Endoplasma (RE)


Retikulum berasal dari kata reticular yang berart anyaman benang/jala, karena terdapat
memusat pada bagian sitoplasma (endoplasma), maka disebut retikulum endoplasma (RE).
Retikulum endoplasma merupakan sistem membran kompleks yang tersusun tidak
beraturan membentuk jaring-jaring kerja (retikulum), yang terdapat dalam sitoplasma sel
eukariotik. Organel ini berfungsi sebagai saluran di dalam sitoplasma yang
menghubungkan nukleus dengan membran plasma.

Retikulum endoplasma dibedakan menjadi dua, yakni RE kasar dan RE halus. RE kasar
memiliki ribosom pada permukaannya sehingga tampak berbintil-bintil dan berfungsi
sebagai tempat sintesis protein. Sedangkan RE halus berfungsi sebagai tempat
pembentukan lemak. Selain itu, keduanya juga berperan dalam transportasi senyawa kimia
yang diperlukan untuk metabolisme sel. Juga berperan dalam menetralkan racun
(detoksifikasi) misalnya RE yang terdapat di dalam sel-sel hati.

c. Ribosom
Ribosom merupakan organel kecil di dalam sel dengan diameter ±20nm. Ribosom terdapat
bebas di dalam sitoplasma maupun melekat pada membran RE ketika proses sintesis
protein sedang berlangsung. Jika proses sintesis protein tidak sedang berlangsung ribosom
dalam bentuk sub unit kecil dan sub unit besar.
d. Sentriol
Sentriol hanya di jumpai pada sel hewan dan dapat dilihat ketika sel mengadakan
pembelahan. Organel ini terdiri atas sepasang badan berbentuk tabung (silinder) dan
merupakan suatu kesatuan yang disebut sentrosom. Sentriol mengandung mikrotubulus
yang terdiri atas sembilan triplet, terletak di dekat nukleus. Sentriol ini berperan dalam
proses pembelahan sel dengan membentuk benang spindel.

e. Badan Golgi
Organel ini membentuk struktur seperti jala yang kompleks. Badan Golgi berfungsi untuk:

 Mengangkat dan mengubah secara kimia materi-materi yang terdapat di dalamnya


 Menghasilkan lendir, lilin pada tanaman perca, dan sekresi yang bersifat lengket
karenanya pada sel kelenjar jumlah badan golgi lebih banyak
 Kadang-kadang berperan dalam transpor lemak
 Sekresi protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak
 Membentuk Lisosom
 Membentuk enzim-enzim pencernaan yang belum aktif

Di dalam badan golgi, protein dari retikulum endoplasma berikatan dengan karbohidrat
rantai pendek membentuk glikoprotein. Struktur badan golgi bervariasi, mulai dari yang
bentuknya tidak jelas hingga berbentuk jaring-jaring atau jala. Pada sel tumbuhan, badan
golgi sering disebut diktiosom. Organel ini terletak di antara RE dan membran plasma.

f. Lisosom
Lisosom (lyso = pencernaan, som = tubuh) adalah organel sel berbentuk kantong kecil
agak bulat dan dibatasi oleh sistem membran tunggal. Organel ini terdapat pada hampir
semua sel eukariotik, terutama pada sel-sel hewan yang fagositik (bergerak bebas).
Lisosom mengandung banyak enzim pencerna hidrolitik, seperti protease, nuklease, lipase,
dan fosfatase yang dibentuk oleh retikulum endoplasma kasar. Enzim-enzim tersebut akan
dikirim ke dalam badan golgi.
Lisosom berfungsi untuk:

 Mencerna materi yang diambil secara endositosis


 Autofagi, yaitu menghancurkan zat atau materi yang tidak dibutuhkan di dalam sel
 Eksositosis, yaitu pembebasan enzim ke luar sel, misalnya ini terjadi pada penggantian
tulang rawan pada perkembangan tulang keras.
 Autolisis, yaitu penghancuran diri sel dengan cara membebaskan semua isi lisosom
dalam sel, misalnya pada peristiwa metamorfosis berudu yang menginjak dewasa
dengan menyerap kembali ekornya.
g. Mitokondria
Mitokondria merupakan organel sel yang bentuknya beraneka ragam yaitu oval,bulat,
silindris, seperti gada dan ada yang tidak beraturan. Strukturnya sangat kompleks. Organel
ini merupakan tempat berlangsungnya respirasi aerobik dalam sel. Mitokondria terlindung
oleh membran ganda dan di dalamnya terdapat cairan yang disebut matriks. Membran
dalamnya berlekuk-lekuk disebut krista, struktur yang berlekuk-lekuk seperti ini berfungsi
untuk memperluas permukaan sehingga proses respirasi lebih banyak.

h. Plastida
Plastida merupakan organel yang hanya terdapat di dalam sel tumbuhan. Organel ini berisi
pigmen atau pemberi warna. Plastida yang berisi pigmen klorofil disebut kloroplas,
berfungsi sebagai organel utama penyelenggara proses fotosintesis. Kromoplas adalah
plastida yang berisi pigmen selain klorofil, misalkan karoten, xantofil, fikoerithrin, atau
fikosantin, dan memberikan warna pada mahkota bunga atau warna pada alga. Plastida
yang tidak berwarna disebut leukoplas, termodifikasi sedemikian rupa sehingga berisi
bahan organik. Ada beberapa macam leukoplas berdasar bahan yang dikandungnya:
amiloplas berisi amilum, elaioplas (lipoplas) berisi lemak, dan proteoplas berisi protein.
Kloroplas mengandung pigmen hijau, kuning, atau merah. Fungsinya sebagai tempat
berlangsungnya proses fotosintesis. Di dalam kloroplas terdapat pigmen-pigmen
fotosintetik yang terletak pada sistem membran dan bertebaran pada seluruh bahan dasar
yang disebut stroma. Kloroplas memiliki membran rangkap yaitu membran dalam yang
melipat kebagian dalam dan membentuk lembaran-lembaran yang disebut tilakoid. Pada
tempat-tempat tertentu, tilakoid bertumpuk-tumpuk, membentuk badan seperti tumpukan
uang logam yang disebut grana Pada umumnya sebuah kloroplas mengandung 40-60
grana. Peran pigmen fotosintetik pada tumbuhan tinggi adalah untuk menyerap energi
cahaya dan kemudian mengubahnya menjadi energi kimia berupa glukosa atau karbohidrat
yang akan digunakan sebagai bahan makanan.

i. Badan Mikro (Peroksisom dan Glioksisom)


Badan mikro memiliki ukuran yang hanya bergaris tengah 0,3-1,5 µm. Badan mikro
diselubungi oleh membran tunggal yang berisi enzim katalase dan oksidase. Organel ini
berukuran sebesar lisosom dan memiliki dua tipe, yaitu peroksisom dan glioksisom.

Peroksisom senantiasa berhubungan dengan organel lain serta banyak mengandung


enzim katalase dan oksidase. Pada hewan, peroksisom berada di dalam sel-sel hati dan
ginjal. Sementara pada tumbuhan terdapat dalam berbagai tipe sel. Peroksisom berperan
dalam oksidasi substrat, metabolisme lemak menjadi karbohidrat, dan perubahan purin
dalam sel.

Glioksisom terdapat pada sel tumbuhan terutama pada jaringan yang mengandung lemak
seperti biji-bijian berlemak. Glioksisom menghasilkan enzim katalase dan oksidase.
Fungsinya adalah untuk mengoksidasi asam lemak menjadi gula yang berguna untuk
pertumbuhan tanaman.

j. Vakuola
Vakuola merupakan rongga yang terbentuk di dalam sel, dan dibatasi membran yang
disebut tonoplas. Pada tumbuhan vakuola berukuran besar seperti pada sel-sel parenkim
dan kolenkim. Umumnya berisi alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penimbunan sisa
metabolisme, ataupun tempat penyimpanan zat makanan.
Pada sel hewan vakuolanya kecil atau tidak ada, kecuali hewan bersel satu. Pada hewan
bersel satu terdapat dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan yang berfungsi dalam
pencernaan intrasel dan vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai osmoregulator

D. Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan


Sel hewan dengan sel tumbuhan memiliki kedudukan dan fungsi yang sama sebagai unit
struktural dan fungsional terkecil kehidupan. Namun, jika dilihat dari strukturnya, sel hewan
dan sel tumbuhan memiliki sedikit perbedaan. Tidak semua organel sel hewan terdapat di
dalam sel tumbuhan. Begitu juga sebaliknya, tidak semua organel yang terdapat di dalam
sel tumbuhan dimiliki oleh sel hewan. Misalnya plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan.
Sel tumbuhan juga memiliki dinding sel dan vakuola yang berukuran besar. Sedangkan
organel yang hanya dimiliki oleh sel hewan adalah dua sentriol di dalam sentrosom, yang
berperan dalam pembelahan sel. Perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan diantaranya:

SEL HEWAN

 Tidak memiliki dinding sel


 Bentuknya tidak tetap karena hanya memiliki membran plasma
 Tidak memiliki plastida
 Mitokondrianya banyak
 Vakuolanya banyak dengan ukuran yang kecil
 Sentrosom dan sentriol tampak jelas

SEL TUMBUHAN

 Memiliki dinding sel yang mengandung selulosa


 Bentuk tetap karena memiliki dinding sel
 Memiliki plastida
 Mitokondria sedikit karena fungsinya dibantu oleh plastida
 Vakuola sedikit tapi ukurannya besar
 Sentrosom dan sentriolnya tidak jelas
Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan juga dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No Bagian Sel Sel Hewan Sel Tumbuhan
1 Dinding sel Tidak ada Ada
2 Membran plasma Ada Ada
3 Sitoplasma Ada Ada
4 Organel sel
Nukleus Ada/Bagian Terbesar Ada
Letak nukleus Biasanya di tengah Biasanya ditepi sel
Ribosom Ada Ada
Sentriol Ada Tidak Ada
Badan golgi Ada Ada
Lisosom Ada Ada
Mitokondria Ada Ada
Plastida Tidak Ada Ada salah satunya adalah
kloroplas
Peroksisom Ada Tidak ada
Glikosisom Ada Ada
Vakuola Kecil/Tidak Ada Ada dan ukurannya besar

B. Jaringan-Jaringan pada Hewan dan Tumbuhan


Setiap sel suatu organisme memiliki ukuran yang bervariasi. Pada organisme bersel
banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung kepada sel yang
lain. Kerja sama dan interaksi di antara sel ini menyebabkan organisme dapat
mempertahankan hidupnya. Selsel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama akan
berkelompok. Kelompok sel disebut jaringan.

Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Sel-sel
hati akan membentuk jaringan hati, sel-sel jantung akan membentuk jaringan jantung, sel-
sel kulit akan membentuk jaringan kulit dan seterusnya. Setiap jaringan akan
menyelenggarakan fungsi yang berbeda pula.

A. Macam-macam Jaringan pada tubuh Makhluk hidup


1. Jaringan pada tubuh manusia dan hewan
Hewan maupun manusia mempunyai bermacam-macam jaringan juga. Jaringan pada
hewan hampir sama dengan jaringan yang ada pada manusia. .Ada empat kelompok
jaringan dasar yang membentuk tubuh semua semua termasuk manusia dan organisme
multiseluler yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan penyokong, dan jaringan saraf.

a. Jaringan epitel
Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit
Jaringan ini berfungsi untuk melindungi bagian dalam dari organ yang dilapisinya. Fungsi
jaringan epitel yakni untuk absorpsi, sekresi, ekskresi , transportasi , proteksi, dan untuk
untuk penerima rangsang, Macam - macam jaringan epitel misalnya:

 Epitel selapis pipih terdapat pada dinding pembuluh darah dan alveolus.
 Epitel selapis kubus terdapat pada ovarium dan kelenjar tiroid
 Epitel selapis silindris terdapat pada lambung dan usus
 Epitel batang bersilia terdapat pada dinding rongga hidung
 Epitel selapis semu terdapat pada trakea
 Epitel berlapis kubus terdapat pada saluran keluar kelenjar
Jaringan ini meliputi epitel sederhana dan epitel berlapis. Jaringan epitel sederhana hanya
terdiri dari satu lapis sel. Jaringan epitel ada yang bersilia, misalnya pada saluran
pernafasan. Silia tersebut berguna untuk menerima rangsangan dari luar, misalnya jika ada
debu kita akan bersin. Epitel yang berada di luar tubuh biasanya disebut epidermis (epi =
tepi, dan derm = kulit) misalnya pada kulit. Sebaiknya, epitel yang menutupi bagian dalam
organ tubuh disebut endodermis.

b. Jaringan pengikat.
Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan organ tubuh.
Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.

Fungsi jaringan ikat antara lain sebagai berikut :

 Mengisi rongga di antar organ.


 Mengangkut zat oksigen dan makanan kejaringan lain.
 Mengangkut sisa-sisa metabolisme kealat pengeluaran.
 Menghasilkan kekebalan.

c. Jaringan otot.
Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot polos yang dapat ditemukan
di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan otot
jantung yang dapat ditemukan di jantung.

Jaringan otot rangka terdiri atas sel-sel otot yang apabila diamati dengan mikroskop
memiliki garis gelap dan terang berselang-seling. Karena itu sel otot rangka dikenal pula
sebagai sel otot lurik atau sel otot bergaris melintang. Sel otot lurik bekerja karena
pengaruh kehendak kita. Sel otot polos terdapat pad organ dalam, misalnya di usus dan
pembuluh darah. Serabut kontraktil otot polos tidak memiliki garis gelap dan terang. Sel
otot polos berbentuk gelondong dan berinti satu. Kerja otot polos tidak dipengaruhi
kehendak kita. Otot jantung terdiri dari sel-sel yang memiliki garis gelap dan terang seperti
otot lurik, tapi bekerja di luar kehendak kita.

d. Jaringan saraf.
Jaringan saraf adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ
serta menerima dan meneruskan rangsangan.

Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf (neuron) dan serabut saraf. Jaringan saraf hanya
dimiliki hewan dan manusia.

e. Jaringan penyokong
Jaringan penyokong adalah jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan
tulang yang berfungsi untuk memberi bentuk tubuh,melindungi tubuh,dan menguatkan
bentuk tubuh

2. Jaringan Pada Tumbuhan


Jaringan yang terdapat pada tumbuhan, tentu saja berbeda dengan jaringan yang terdapat
pada hewan. Jaringan pada tumbuhan terdiri dari jaringan meristemetik dan jaringan
permanen . Jaringan meristematik adalah jaringan yang yang aktif memperbanyak diri,
sedangkan jaringan yang telah terbentuk tetap sesuai fungsinya disebut jaringan
tetap/permanen.

a. Jaringan meristematik
Jaringan meristematik terdiri dari sel-se meristem . Sel-sel meristem selalu aktif membelah
. Jaringan ini dapat ditemukan pada titik-titik tumbuh di ujung batang dan akar akar yang
disebut meristem pucuk. Jaringan meristem juga terdapat di bawah kulit kayu sebagai
kambium gabus maupun kambium pembuluh yang disebut meristem tepi atau lateral,
sedangkan jaringan meristem yang terdapat di tepi ruas atau buku , serta pada pangkal
tangkai daun disebut meristem interkalar.
b. Jaringan Permanen
Jaringan permanen dikategorikan menjadi tiga kelompok utama yaitu epidermis atau
jaringan pelindung , jaringan pelngangkut menyusun xilem dan floem, dan jaringan dasar
yang mencakup parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.

Epidermis melindungi bagian dalam organ sehingga tidak bersentuhan langsung dengan
pengaruh keadaan di luar organ. Epidermis dapat dilindungi oleh lapisan tipis di bagian luar
yang dikenal sebagai kutikula. Jaringan pengangkut dimiliki oleh tumbuhan berpembuluh .
Gymnospermae atau tumbuhan biji terbuka memiliki jaringan , serabut trakeida, dan
parenkim kayu sebagai penyusun xilem. Angiospermae atau tumbuhan biji tertutup memiliki
tambahan jaringan trakea selain jaringan yang dimiliki Gymnospermae. Floem atau
pembuluh tapis tersusun dari jaringan buluh tapis dan sel-sel pengiring.

C. Organ-organ pada Hewan dan Tumbuhan


Kita sebagai manusia patut bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan. Tak ada satu pun
yang Tuhan ciptakan secara sia-sia. Semua ciptaan Tuhan memiliki manfaat dan fungsi
tertentu bagi kehidupan. Organ-organ yang Tuhan ciptakan sangat sempurna. Tuhan
meletakkan organ-organ tubuh manusia sesuai tempatnya, sehingga tampak indah dan
sempurna. Semua organ tubuh manusia terjalin dalam satu kesatuan tubuh. Semua organ
berfungsi, bergerak, dan bekerja sama sesuai dengan peranannya masing-masing.

Organ adalah kumpulan beberapa jaringan yang bekerjasama untuk melakukan tugas
tertentu.
Struktur organ berbeda pada tiap makhluk hidup, makin tinggi tingkatannya maka makin
kompleks pula organ yang menyusunnya. Berikut ini penjelasan mengenai organ pada
hewan dan tumbuhan.
A. Organ Pada Manusia dan Hewan
Organ tubuh pada manusia dan hewan tingkat tinggi jumlahnya cukup banyak dan masing-
masing organ tersebut memiliki fungsi tertentu. Contoh organ pada hewan:

 Mata berfungsi untuk melihat. Organ ini antara lain terbentuk dari jaringan otot dan
jaringan saraf.
 Paru-paru berfungsi sebagai alat pernafasan. Organ ini antara lain terbentuk dari
jaringan otot dan jaringan saraf.
 Jantung memiliki fungsi untuk memompa darah supaya beredar ke seluruh tubuh. Organ
ini antara lain terbentuk dari jaringan otot jantung., jaringan pengikat, dan jaringan saraf.
 Hati berfungsi sebagai tempat menawarkan racun yang terbentuk dalam tubuh. Organ
ini antara lain terbentuk dari jaringan otot, jaringan pengikat, dan jaringan saraf.
 Lambung merupakan organ yang berfungsi sebagai salah satu alat pencernaan. Organ
ini antara lain terbentuk dari jaringan otot polos, dan jaringan pengikat.
 Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan tubuh. Organ ini
terbentuk antara lain oleh jaringan otot, jaringan epitel, dan jaringan saraf.
 Kulit berfungsi sebagai pelindung tubuh dan pengaturan suhu. Organ ini terbentuk
antara lain oleh jaringan otot, jaringan epitel, dan jaringan saraf.

B. Organ Pada Tumbuhan


Organ pokok pada tumbuhan tinggi, antara lain: akar, batang dan daun. Masing-masing
organ tersebut mempunyai fungsi tersendiri.

1. Akar
Akar adalah bagian tumbuhan berbiji yang berada di dalam tanah, berwarna putih, dan
bentuknya meruncing sehinga lebih mudah menembus tanah. Akar berasal dari akar
lembaga (radix) yang terdapat di biji tumbuhan. Akar berkembang dari meristem apikal
ujung akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Fungsi tudung akar adalah untuk
melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah.

Pembelahan sel meristem apikal membentuk daerah pemanjangan yang disebut


daerah/zona pemanjangan sel. Dibelakangnya terdapat zona diferensiasi sel atau zona
pendewasaan sel, di sini sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen seperti
xylem, floem, parenkim, dan sklerenkim.

Fungsi akar bermacam-macam, antara lain:

 Mengikat tubuh tumbuhan pada tanah.


 Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk umbi.
 Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.
 Sebagai alat pernapasan.
Berikut adalah bagian-bagian anatomi akar secara garis besar:
 Epidermis, terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat dengan dinding sel yang tipis
supaya mudah ditembus air. Pada zona diferensiasi, epidermis membentuk bulu/rambut
akar yang berfungsi untuk memperluas permukaan penyerapan
 Korteks, tersusun atas berlapis-lapis sel dengan dinding yang tipis dan memiliki ruang
antarsel yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas.
 Endodermis, berupa satu lapis sel yang rapat dengan penebalan gabus pada dinding
sel. Endodermis adalah pemisah antara korteks dan stele.
 Stele/silinder pusat, di dalamnya terdapat berkas pengangkut (xilem dan floem).
2. Batang
Batang adalah salah satu organ tumbuhan berpembuluh yang berfungsi sebagai
penyangga. Batang disusun oleh beberapa macam jaringan yang berbeda sehingga terdiri
dari beberapa tipe seperti batang berkayu, batang lembut dan lunak (herbaseus), dan
batang tipe rumput (kalmus). Fungsi batang adalah sebagai berikut:

 Menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun dan zat makanan dari daun ke
seluruh bagian tubuh.
 Mengarahkan tumbuhan agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup.
 Tempat penimbunan cadangan makanan.
 Tempat melekatnya daun, bunga, dan buah.

Struktur batang secara umum adalah sebagai berikut:

 Epidermis, tersusun rapat oleh selapis sel. Dinding luar terdapat kutikula. Fungsi
epidermis adalah untuk melindungi jaringan di bawahnya.
 Korteks, tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang berdinding tipis dan terdapat
banyak ruang antarsel. Disebut juga dengan istilah “kulit pertama”.
 Stele (silinder pusat), stele adalah lapisan terdalam dari batang. Di dalamnya terdapat
sel parenkim dan berkas pengangkut. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau
perikambium.

3. Daun
Daun berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Daun adalah organ tumbuhan
yang memiliki fungsi utama untuk membuat makanan melalui proses fotosintesis. Selain itu,
fungsi daun adalah sebagai tempat pengeluaran air dengan cara penguapan dan respirasi.

Berikut adalah struktur yang melapisi daun dimulai dari atas:

 Epidermis atas, terkadang dilapisi oleh kutikula.


 Jaringan palisade parenkim/jaringan tiang/jaringan pagar, mengandung banyak klorofil.
 Berkas pembuluh. Terdapat xilem dan floem yang berfungsi sebagai alat transportasi
dan penguat daun dalam bentuk tulang daun.
 Jaringan spons parenkim/bunga karang, mengandung sedikit klorofil.
 Epidermis bawah, terdapat stomata.
Secara morfologi daun terdiri dari helaian daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan
pelepah daun (folius). Daun tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan
tulang daun menyirip dan menjari. Sedangkan daun tumbuhan monokotil umumnya
memiliki susunan tulang daun sejajar atau melengkung.

Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan
untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ. Sistem organ merupakan bentuk kerja
sama antarorgan untuk melakukan fungsi tertentu.

D. Sistem Organ dan Organisme


Unit terkecil penyusun tubuh setiap makhluk hidup disebut sel. Kumpulan sel-sel tersebut
akan membentuk jaringan, jaringan-jaringan akan membentuk organ, organ-organ akan
membentuk sistem organ dan akhirnya terbentuk organisme. Organisme adalah makhluk
hidup terdiri dari banyak komponen yang saling terkait dan bekerja sama untuk mencapai
tujuan bersama. Organisme hadir dalam berbagai ukuran, bentuk dan gaya hidup, tetapi
mereka semua berbagi beberapa ciri yang sama. Berdasarkan jumlah sel penyusunnya,
makhluk hidup dibedakan atas uniseluler dan multiseluler.

Sistem organ adalah organ-organ yang bekerja bersama-sama membentuk sistem tertentu.
Suatu organ di dalam tubuh tidak akan mampu melaksanakan fungsi hidup dengan baik
tanpa bekerjasama dengan organ lain. Pada manusia terdapat banyak sistem organ,
diantaranya adalah sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan, sistem
saraf, sistem indera, sistem hormon, sistem pengeluaran, sistem rangka dan sistem gerak.

Pada tumbuhan, sistem organnya lebih sederhana karena organ pokoknya hanya ada tiga,
yaitu akar, batang dan daun. Namun diantara ketiganya, terjadi hubungan yang erat antara
berbagai jaringan penyusun tubuhnya. Oleh karena itu, tumbuhan memiliki sistem organ
yang tidak sekompleks seperti yang ada pada hewan.

Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsinya. Dalam
melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri- sendiri, melainkan organ-
organ saling bergantung dan saling mempengaruhi satu sama lain. Tanpa ada saling
mempengaruhi satu sama lain. Tanpa ada kerja sama dengan organ lain proses tubuh
tidak akan terjadi. Berikut ini beberapa contoh sistemorgan pada makhluk hidup.
No Sistem
. Organ Gambar Organ Fungsi
1. Sistem  Mulut (lidah, Mencerna
pencernaa gigi), makanan,
n  faring, mengabsorbsi
 esofagus, molekul-molekul
 lambung, makanan yang
 usus halus, sudah
 usus besar, disederhanakan
 hati,
 rektum,
 pankreas,
 anus

2. Sistem  Hidung, Pertukaran gas


pernapasa  faring, oksigen dan
n  epiglottis, korbondioksida
 laring,
 trakea,
 bronkus,
 paru-paru,
 diafragma
3. Sistem Tulang Menyokong dan
gerak melindungi organ
(rangka) dalam

4. Otot Otot Menggerakan


tulang
5. Sistem Jantung, arteri, Mengangkut
transportas vena, kapiler, oksigen dan sari
i/ sirkulasi/ dan sel-sel makanan ke
peredaran darah. seluruh sel tubuh,
darah dan mengangkut
zat hasil
metabolisme yang
tidak berguna
keluar dari sel
tubuh, serta
melindungi tubuh
dari
mikroorganisme
penyebab
penyakit.

6. Sistem Badan Sel Sistem koordinasi


saraf (Perikarion), atau pengatur
Dendrit, Akson, seluruh aktifitas
Nodus Ranvier tubuh
:

7. Sistem Wanita Perkembangbiaka


reproduksi ;ovarium, tuba n
falopi, rahim,
dan vagina
Laki-laki :
testis,
vasdeveren
dan penis
8. Sistem Paru-paru, Mengeluarkan
ekskresi ginjal, kulit, dan sisa metabolisme
hati yang tidak
terpakai dari
dalam tubuh dan
menjaga
keseimbangan sel
dengan
lingkungannya
LATIHAN SOAL

Soal Nomor 1 Soal Nomor 8


Urutan organisasi kehidupan dari terkecil ke Jaringan yang berfungsi sebagai penguat
terbesar yang benar adalah …. pada tumbuhan adalah ….
A. sel – jaringan -sistem organ -organ – A. kolenkim dan parenkim
organisme B. xilem dan floem
B. sel – organ – jaringan – sistem organ – C. kolenkim dan sklerenkim
organisme D. epidermis dan korteks
C. sel – jaringan – organ – sistem organ –
organisme Soal Nomor 9
D. sel – sistem organ – jaringan – organ - Jaringan meristem apikal pada tumbuhan
organisme terdapat pada ….
A. ujung akar
Soal Nomor 2 B. ruas-ruas batang
Bagian terkecil dari makhluk hidup adalah C. pembesaran batang
…. D. pucuk daun
A. sel
B. jaringan Soal Nomor 10
C. organ Jaringan yang menyusun organ mata pada
D. sistem organ manusia adalah ….
A. jaringan syaraf, jaringan ikat, dan
Soal Nomor 3 jaringan otot
Organisme yang hanya memiliki satu sel B. jaringan epitel, jaringan otot, jaringan
dinamakan organisme …. ikat
A. multiseluler C. jaringan embrional, jaringan ikat,
B. heteroseluler jaringan syaraf
C. heterotrof D. jaringan embrional, jaringa otot, jaringan
D. uniseluler syaraf

Soal Nomor 4 Soal Nomor 11


Berikut ini bagian dari sel yang dimiliki oleh Jaringan pada hewan yang berfungsi
hewan maupun tumbuhan adalah …. sebagai alat gerak pasif adalah jaringan ….
A. membran sel A. epitel
B. kloroplas B. ikat
C. plastida C. otot
D. dinding sel D. syaraf

Soal Nomor 5 Soal Nomor 12


Organel sel yang berfungsi sebagai tempat Jaringan untuk menyimpan lemak pada
respirasi adalah …. makanan adalah ….
A. badan golgi A. lemak
B. mitokondria B. ikat
C. libosom C. otot
D. ribosom D. syaraf

Soal Nomor 6 Soal Nomor 13


Badan golgi merupakan bagian dari sel Organ yang bertugas memompa darah ke
yang memiliki fungsi … seluruh tubuh adalah ….
A. respirasi A. hati
B. . ekskresi B. jantung
C. sintesa proten C. pankreas
D. pembelahan sel D. paru-paru

Soal Nomor 7 Soal Nomor 14


Jaringan yang berfungsi melindungi jaringan Fungsi dari organ ginjal adalah ….
di dalamnya adalah jaringan …. A menetralkan racun
A. meristem B. mengeluarkan uap air
B. parenkim C. memproduksi urine
C. sklerenkim D. menghasilkan empedu
D. epidermis
Soal Nomor 15
Berikut ini yang bukan organ dari
pernapasan adalah ….
A. hidung
B. kerongkongan
C. paru-paru
D. tenggorokan

Soal Nomor 16
Di bawah ini kelompok organ pencernaan
yang benar adalah ….
A. mulut, kerongkongan, hati, lambung,
usus
B. mulut, tenggorokan, lambung, usus
C. mulut, kerongkongan, lambung, usus
D. mulut, tenggorokan. paru-paru, lambung

Soal Nomor 17
Organ pada manusia yang berfungsi untuk
menetralkan racun adalah ….
A. jantung
B. hati
C. ginjal
D. pankreas

Soal Nomor 18
Organ pada tumbuhan sebagai tempat
terjadinya fotosintesis adalah ….
A. daun
B. akar
C. batang
D. bunga

Soal Nomor 19
Gangguan yang terjadi pada ginjal akan
dapat mempengaruhi sistem ….
A. respirasi
B. ekskresi
C. koordinasi
D. pencernaan

Soal Nomor 20
Sistem syaraf memiliki fungsi sebagai
berikut, kecuali …
A. pengendali kerja organ tubuh
B. alat komunikasi dengan dunia luar
C. pusat pengendali tanggapan
D. mengedarkan sel darah merah