Anda di halaman 1dari 4

Patofisiologi Fimosis

Fimosis biasanya terjadi disebabkan karena keadaan yang kurang higien atau dengan
riwayat balanopostitis kronik yang akhirnya menyebabkan terbentuknya jaringan fibrotik yang
dekat pada preputium distal sehingga menjadi kencang dan kaku.

Balanopostitis
kronik

Terbentuk
jaringan fibrotik

Preputium keras
dan kaku

Preputium tetap
melekat pada glans
penis

Preputium tidak Menutupi Gangguan aliran


bisa retraksi orificium uretra urin
eksterna

Turbulensi uring
Smegma sulit
Saluran Miksi di ruang antara
dibersihkan
terhambat prepuitum dan
dan tertimbun
glans

Korpus Balloning
smegma Sulit (prepusium
Pancaran
urin BAK menggembung
mengecil saat berkemih)
Komplikasi :
 Parafimosis
 Faktor resiko untuk terjadi ISK dan Ca penis

Balanopostitis

Definisi
Peradangan pada preputium dan glans yang disebabkan oleh infeksi pathogen.

Etiologi
- Fungal
- Bakteri
- Virus
- Protozoa
- Alergi

Patofisiologi

Paparan pathogen
pada glans dan
preputium

Aktivasi sistem Pelepasan


imun produk patogen

Timbul
peradangan

Pelepasan
mediator inflamasi

Debris sel yang mati Nyeri pada Kemerahan


yang berkumpul glans dan pada glans dan
preputium preputium

Nanah
ANMAL
Apa hubungan usia, pekerjaan, dan jenis kelamin dengan penyakit ini?
Usia
Fimosis dapat terjadi pada usia berapapun. Fimosis fisiologik secara epidemiologi biasanya
terjadi pada usia 7-16 tahun. Fimosis patologik biasanya terjadi pada masa remaja dan orang
dewasa.
Pekerjaan
Pekerja seksual(PSK)
Jenis Kelamin
Fimosis jarang terjadi pada perempuan. Laki-laki paling sering terjadi fimosis baik fimosis
fisiologik ataupun patologik.

Apakah kepala kemaluan mengembang pada saat BAK? Jelaskan


Hal ini disebut dengan ballooning, yang disebabkan karena terjadi turbulensi urin di ruang antara
glans dan preputium sehingga urin mengumpul di ruang tersebut dan tampak mengembang.
Bagaimana riwayat perjalanan penyakit?
1 tahun yang lalu, Tn Albert mengalami balanopostitis dengan gejala nyeri dan kemerahan pada
kepala kemaluan dan preputiumnya serta mengeluarkan nanah. Lalu, ia pernah berobat ke dokter
sebelumnya. Mungkin infeksinya berkurang ataupun sembuh pada saat itu. Tetapi jika dilihat
dari riwayat ada hubungan seks bebas, maka kemungkinan bisa terjadi infeksi yang recurrent
ataupun kronik. Yang lama-kelamaan menyebabkan ia mengalami fimosis dengan gejala sulit
BAK, pancaran BAK kecil dan juga ballooning.
DAFTAR PUSTAKA

http://emedicine.medscape.com/article/1124734-overview#a5 diakses 23 mei 2017


https://urology.ucsf.edu/patient-care/children/phimosis diakses 23 mei 2017
http://www.urology-textbook.com/phimosis.html diakses 23 mei 2017