Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIARE PADA ANAK DI RUANG ANYELIR


RSUD dr. R. KOESMA TUBAN

Disusun oleh:

1. Ahmad Ainnur Rohman 17.07.3.149.002


2. Nur Widhiastutik 17.07.3.149.059
3. Nelly Anggraeni 17.07.3.149.057
4. Rizki Veronica 17.07.3.149.068

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI (NERS)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN

2017
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


DIARE PADA ANAK DI RUANG ANYELIR
RSUD dr. R. KOESMA TUBAN

Telah Mendapat Persetujuan dari Pembimbing Akademik dan Klinik


pada Tanggal 14 Desember 2017
Mengetahui,

Pembimbing Akademik, Pembimbing Klinik

(Novia Dwi Astuti, S.Kep., Ns., M.Kep) (Miskatul Alawiyah, S.Kep., Ns.)
NIDN. 0706117802 NIP. 19820421 200801 2 019

Menyetujui,
Kepala Ruangan Anyelir

(Sri Lestari, S.Kep., Ns.)


NIP 19711203 199603 2 004
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIARE PADA ANAK

Bidang Studi : Keperawatan anak


Topik : Gangguan Sistem Pencernaan
Sub topik : Diare
Sasaran : Keluarga pasien di ruang Anyelir
Hari/ tanggal : Senin, 14 Desember 2017
Jam : 09.00 – 09.15
Waktu : 15 Menit
Tempat : Balai Desa Serangan

A. Tujuan Intruksional
1. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan keluarga pasien dapat
memahami dan mengerti tentang Diare.
2. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan keluarga pasien dapat
menjelaskan tentang :
1. Pengertian diare
2. Hal – hal yang bisa menyebabkan diare
3. Akibat dari diare apabila tidak ditangani
4. Cara mencegah diare
5. Pengobatan diare

B. Materi
Terlampir.

C. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
D. Media
1. Materi SAP
2. Leaflet
E. Materi Penyuluhan
Tahap Waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Peserta
Pembukaan 3 menit  Menyampaikan salam  Menjawab salam
 Apersepsi  Menjawab/
 Menerangkan TIK merespon
pertanyaan
penyuluh
inti 10 menit  Menjelaskan pengertian  Memperhatikan
diare
 Menjelaskan etiologi
diare
 Menjelaskan
pencegahan diare
 Menjelaskan
pengobatan diare
Penutup 2 menit  Memberikan  Memberikan
kesempatan bertanya pertanyaan
 Memberikan evaluasi  Menjawab
dan memberikan pertanyaan
pertanyaan  Menjawab salam
 Menutup dengan
menyampaikan salam

G. Evaluasi
1. Apa yang dimaksud dengan diare
2. Hal apa saja yang bisa menyebabkan diare
3. Bagaimana tanda dan gejala diare
4. Bagaimana pencegahan diare?
5. Bagaimana pengobatan diare?
Lampiran Materi
Diare
A. Pengertian Diare
a. Diare adalah buang air besar encer atau cair yang lebih dari tiga kali sehari
(WHO, 1992).
b. Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang
air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki
kandungan air berlebihan.
c. Diare adalah buang air besar dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari
biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau
setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi BAB yang
meningkat.

B. Penyebab Diare
a. Infeksi
1) Infeksi enteral
Adalah infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab diare.
a) Infeksi bakteri: vibrio, E. coli, Salmonella, Sigela, Campylobakteri, Yersenia,
Aerromonas.
b) Infeksi virus : Entro virus, adenovirus, Rotavirus, Astovirus dll.
c) Infeksi parasit : Cacing protozoa dan jamur.
2) Infeksi Parentral
Adalah infeksi diluar alat pencernaan makan seperti otitis media akut (OMA)
tonsillitis/ Tonsiloparingitis, bronkhopnemonia , encepalitis dsb. Keadaan ini
terutama tedapat pada anak kurang dari 2 tahun.
Keterangan :
Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus.
Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar.
Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding
usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat
sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan
tinja berair pada diare.
b. Faktor Malabsorsi
1). Malabsorbsi karbohidrat
2). Malabsorbsi lemak
3). Malabsorbsi Protein
c. Faktor makanan: Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
d. Psikologis : rasa takut dan cemas
Faktor yang meningkatkan penyebaran kuman penyebab diare:
a. Tidak memadainya penyediaan air bersih
b. Air tercemar oleh tinja
c. Pembuangan tinja yang tidak hygienis
d. Kebersihan perorangan dan lingkungan jelek
e. Penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya
f. Penghentian ASI yang terlalu dini

C. Tanda dan Gejala Diare


a) Gejala diare adalah tinja encer
b) Muntah
c) Badan lesu atau lemah
d) Panas
e) Tidak nafsu makan
f) Darah dan lendir dalam kotoran
g) Nyeri pinggang

Sebelum diare terjadi biasanya penderita merasa mual dan muntah. Rasa mual dan
muntah ini disebabkan oleh infeksi virus. Selain menyebabkan mual, muntah dan
diare, virus unu dapat menyebabkan demam, tinja berdarah, penurunan nafsu
makan sehinnga dapat menyebabkan penderita lesu.

Komplikasi
Akibat diare, kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak dapat terjadi
berbagai komplikasi sebagai berikut:
a. Dehidrasi
Cara menilai dehidrasi menurut WHO (1992)
Tanda dan Gejala Tidak Dehidrasi Dehidrasi berat
dehidrasi ringan
Keadaan umum Baik Rewel. Apatis, tidak
Gelisah, lemah sadar
Mata Tidak cekung Cekung dan Sangat cekung
kering
Air mata Jika menangis Jika menangis Jika menangis
masih ada tidak terdapat tidak ada air
air mata mata
Bibir Tidak kering kering Sangat kering
Rasa haus Tidak merasa Haus sekali, Tidak bisa
haus jika diberi minum
minum rakus
Cubitan kulit Jika dicubit Jika dicubit, Jika dicubit,
cepat kembali kembali lambat kembali sangat
lambat.

b. Renjatan hipovolemik
c. Hipoglikemi
d. Intoleransi sekunder akibat kerusakan filimukosa usus dan defisiensi enzim
laktase
e. Hipokalemia
f. Kejang terjadi akibat dehidrasi hipertonik
g. Malnutrisi energi protein

D. Pencegahan Diare
Diare dapat dicegah dengan cara:
a. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting:
1) Sebelum makan,
2) setelah buang air besar,
3) sebelum memegang bayi,
4) setelah menceboki anak dan
5) sebelum menyiapkan makanan;
b. Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara
merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi;
c. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat,
kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain).
d. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan
jamban dengan tangki septik.

E. Pengobatan Diare
Prinsip penatalaksanaan diare
a. Mencegah terjadinya dehidrasi
b. Mengobati dehidrasi
c. Memberi makan
d. Mencegah masalah lain

Tips atau cara menanggulangi diare


a. Minum Air Putih yang Banyak
Penderita diare harus minum air putih yang banyak karena dengan sering
buang air besar maka tubuh akan kehilangan banyak cairan yang harus selalu
digantikan dengan cairan yang baru. Setiap setelah BAB minumlah satu atau
dua gelas air putih atau air mineral yang bersih dan sudah dimasak. Minumlah
oralit yang merupakan larutan gula garam untuk membantu pembentukan
energi dan menahan diare / berak setelah habis BAB. Hindari minum kopi, teh
dan lain sebagainya yang mampu merangsang asam lambung.
b. Makan Makanan Khusus
Menghindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan buah
karena makanan berserat hanya akan memperpanjang masa diare. Makanan
berserat hanya baik untuk penderita susah buang air besar.
Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus seperti
bubur nasi atau nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan menjadi
gula untuk memberikan energi, sedangkan telur asin akan memberikan protein
dan garam untuk menahan mencret dan sebagai zat pembangun tubuh. Hindari
makan makanan di luar sembarangan serta makanan yang pedas mengandung
cabai dan lada.
c. Istirahat yang Cukup
Seseorang yang mengalami diare akan merasa lemah, lemas, lesu, kurang
bergairah, dan sebagainya. Istirahat sangata dibutuhkan oleh orang yang
menderita diare. Tidur sebanyak-banyaknya namun tidak melupakan waktu
makan makanan dan obat harus teratur, banyak minum, beribadah dan berdoa
dan lain-lain.
d. Minum Obat Dengan Dosis yang Tepat
Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda dalam pengobatan diare.
Penderita diare harus memeriksakan sakinya ke pelayanan kesehatan agar
mendapat obat yang sesuai. Apabila sudah mendapatkan obat, maka obat harus
diminum sesuai ketentuan. Biasanya dokter akan memberikan obat mules, obat
diare, vitamin dan antibiotik. Untuk obat mules dan diare sebaiknya diminum
jika perut mulas dan diare saja dan hentikan jika sudah berhenti mules dan
diare. Sedangkan untuk antibiotik wajib dihabiskan agar kuman dan bibit
penyakit lainnya mati total dan tidak membentuk resistensi. Apabila diare
sudah sembuh dan vitamin masih, maka vitamin boleh diminim ataupun
dihentikan. Vitamin diminum dalam jumlah yang cukup jangan sampai
berlebihan.
Daftar Pustaka

Setyohadi, bambang. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: IPD FK UI.
Suryono. 1998. Diare akut. Jakarta: EGC
http://id.wikipedia.org/wiki/Diare.
http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=11
DOKUMENTASI