Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Hari/Tanggal : Selasa, 05 Desember 2017


Waktu : 08.00 WIB, 15 menit
Pokok bahasan : Diabetes Melitus Dengan Komplikasi Kardiovaskular
(Penyakit Jantung Koroner)
Sasaran : Klien dan Keluarga
Tempat : Rumah Klien
Penyuluh : Kelompok 1
1. Leti Srianjani
2. Muhammad Hakim
3. Novitasari Kurnia R
4. Yohana Amelia
5. Yulia

A. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan, masyarakat memahami tentang
Diabetes Melitus Dengan Komplikasi Kardiovaskular.
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan masyarakat diharapkan mampu :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Melitus dengan Komplikasi Penyakit Jantung
Koroner
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Melitus dengan Komplikasi Penyakit Jantung
Koroner
c. Mengetahui tanda dan gejala Diabetes Melitus dengan Komplikasi Penyakit
Jantung Koroner
d. Mengetahui pencegahan Diabetes Melitus dengan Komplikasi Penyakit Jantung
Koroner.

SAP DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI PENYAKIT JANTUNG KORONER


B. Materi Belajar
Adapun materi belajar yang akan disampaikan yaitu :
a) Pengertian Diabetes Melitus dengan Komplikasi Penyakit Jantung Koroner
b) Penyebab Diabetes Melitus dengan Komplikasi Penyakit Jantung Koroner
c) Tanda dan gejala Diabetes Melitus dengan Komplikasi Penyakit Jantung
Koroner
d) Pencegahan Diabetes Melitus dengan Komplikasi Penyakit Jantung Koroner.

C. Metode Belajar
 Metode ceramah
Metode ini digunakan untuk menyampaikan materi di atas.
 Tanya Jawab

D. Alat Bantu/Media
- PPT
E. PROSES KEGIATAN PENYULUHAN

No. KEGIATAN RESPON KELUARGA WAKTU

1. Pendahuluan :
a. Menyampaikan salam, a. Membalas salam,
b. Menjelaskan tujuan, b. Mendengarkan, 2 menit
c. Kontrak waktu. c. Memberikan respon.

2. Penjelasan Materi :
a. Pengertian diabetes
melitus dengan komplikasi
penyakit jantung koroner 10 menit
b. Penyebab diabetes melitus Mendengarkan dan
dengan komplikasi memperhatikan
penyakit jantung koroner penjelasan
c. Tanda dan gejala diabetes
melitus dengan komplikasi
penyakit jantung koroner
d. Pencegahan diabetes
melitus dengan komplikasi
penyakit jantung koroner

SAP DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI PENYAKIT JANTUNG KORONER


3. Penutup
a. Tanya jawab, a. Menanyakan hal-hal
b. Menyimpulkan hasil, yang belum jelas,
c. Memberikan salam. b. Bersama-sama 3 menit
menyimpulkan hasil
pertemuan,
c. Membalas salam.

E. Evaluasi Belajar
Evaluasi belajar akan dilakukan selama proses belajar dan pada akhir proses
pendidikan kesehatan. Evaluasi akan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan lisan.

Materi Penyuluhan
Diabetes Melitus Dengan Komplikasi Penyakit Jantung Koroner

A. PENGERTIAN
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit dengan angka kesakitan dan
kematian tertinggi. Penyebab kematian yang paling sering pada pasein dengan
diabetes melitus adalah akibat penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu
komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes melitus dan sering komplikasi
penyakit jantung koroner ini tidak disadari oleh penderita.
Akibat diabetes melitus dengan Komplikasi Kardiovaskular pada organ jantung
yaitu terjadinya penyumbatan pada dinding arteri koroner yang memicu resiko
terjadinya penyakit jantung koroner. Akibat kelainan fungsi pada jantung akibat
Diabetes Mellitus maka terjadi penurunan kerja jantung untuk memompa darahnya ke
seluruh tubuh sehingga tekanan darah akan naik. Kadar gula darah yang terlalu tinggi
akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Kerusakan yang terjadi pada
pembuluh darah akan meningkatkan penumpukan lemak di pembuluh darah dan hal
tersebut akan semakin memberatkan kerja organ jantung.
Apabila terlalu banyak glukosa dalam darah, akan lebih mudah lemak menyumbat
pembuluh darah. Bila kadar glukosa dalam darah naik terutama bila berlangsung
dalam waktu yang cukup lama, sehingga gula darah tersebut dapat menjadi pekat, dan

SAP DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI PENYAKIT JANTUNG KORONER


ini mendorong terjadinya endapan lemak berwarna kuning dikenal sebagai plak
atherosclerosis pada dinding arteri koroner yaitu arteri yang mensuplai otot jantung
dengan darah yang kaya oksigen sehinnga terjadinya penyempitan pada pembuluh
darah menyebabkan penyakit jantung koroner.

B. PENYEBAB
1) Terbentuknya plak aterosklerosis dini jauh sebelum gejala penyakit diabetes
melitus itu muncul
2) Kontrol terhadap gula darah yang buruk
3) Tekanan darah yang tinggi
4) Kadar gula darah yang sangat tinggi dalam darah
5) Abnormalitas kadar lemak darah
6) Gangguan sistem pembekuan darah akan semakin mempercepat munculnya
komplikasi penyakit jantung koroner
7) Merokok
8) Stress

C. TANDA DAN GEJALA


1. Adanya rasa nyeri dada (angina), dapat berupa rasa berat, rasa teriris-iris,
seperti diremas, rasa tertindih berat, pada dada bagian kiri atau tengah yang
dapat menjalar ke leher, bahu, punggung ataupun lengan kiri.
2. Sesak nafas
3. Mudah capek
4. Sesak saat melakukan aktivitas atau sindroma dyspepsia seperti nyeri ulu hati,
mual ataupun muntah.
5. Keringat dingin, pusing dan lemah
6. Jika sudah berat (menjadi infark miokard) maka rasa nyeri akan muncul tiba-
tiba tanpa dicetuskan oleh aktivitas fisik, dalam rentang waktu yang lebih
lama dan sangat berat yang tidak akan membaik dengan istirahat ataupun obat
pereda nyeri dan bahkan sampai terjadi pingsan, syok, bahkan meninggal
seketika.

SAP DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI PENYAKIT JANTUNG KORONER


D. PENCEGAHAN
1) Pengaturan makanan yang sehat
Makanan adalah salah satu hal yang wajib mulai anda atur. Mulai
mengurangi makanan berlemak adalah awal yang baik untuk mencegah
komplikasi kardiovaskular diabetes melitus dan menjaga pola makan terutama
menjaga konsumsi makanan yang mengandung banyak glukosa. Pilih makanan
yang bergizi tinggi dengan konsumsi buah-buahan yang mengandung antioksidan
tinggi seperti buah berry (strawberry, blueberry, dll), pomegranate, kiwi.
Konsumsi ikan laut dengan kandungan omega-3 yang tinggi dan sayur-sayuran
hijau juga berpotensi untuk tetap menjaga kesehatan Anda. Hindari juga lemak
jenuh (saturated fats dan asam lemak trans). Makanan dengan komposisi yang
seimbang dalam hal karbohidrat, lemak, dan protein. Komposisinya yaitu
karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, lemak 20-25%. Jumlah kalori disesuaikan
dengan pertumbuhan status gizi, umur, stres, dan kegiatan fisik, yang pada
dasarnya ditujukan untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal.
2) Kegiatan jasmani yang aktif (olahraga)
Berolahraga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar gula
darah tetap normal. Prinsipnya tidak perlu olah raga berat, olah raga ringan asal
dilakukan secara teratur akan sangat bagus pengaruhnya bagi kesehatan. Beberapa
contoh olah raga yang disarankan yaitu jalan atau lari pagi, menari, bersepeda,
berenang, berjalan kaki atau hanya berjalan di tempat akan membantu anda
menurunkan risiko komplikasi diabetes . Olahraga aerobik ini paling tidak
dilakukan selama total 30-40 menit per hari didahului dengan pemanasan 5-10
menit dan diakhiri pendinginan antar 5-10 menit. Olah raga akan memperbanyak
jumlah dan meningkatkan aktivitas reseptor insulin dalam tubuh dan juga
meningkatkan penggunaan glukosa.Olahraga dapat membantu Anda menurunkan
risiko kardiovaskular, kolesterol, dan tingkat tekanan darah, serta menjaga berat
badan tetap terjaga. Olahraga juga mengurangi stres dan dapat membantu
mengurangi obat diabetes.

SAP DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI PENYAKIT JANTUNG KORONER


3) Menghindari merokok
Penderita diabetes yang merokok memiliki peluang dua kali lebih
mungkin untuk meninggal dibandingkan mereka yang tidak merokok. Berhenti
merokok membantu jantung dan paru-paru. Hal Ini juga menurunkan tekanan
darah dan risiko stroke, serangan jantung, kerusakan saraf, dan penyakit ginjal.
4) Mengendalikan stres
Bila memiliki diabetes, maka stres dapat menyebabkan kadar glukosa
darah meningkat. Karena itu singkirkan sebisa mungkin tekanan fisik atau mental.
Pelajari cara baik untuk berurusan dengan orang lain. Teknik relaksasi seperti
latihan pernapasan, yoga, dan meditasi mungkin sangat efektif untuk mencegah
stress.
5) Istirahat dan tidur yang cukup
Tidur yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat meningkatkan nafsu
makan dan keinginan untuk makan makanan tinggi karbohidrat. Hal tersebut
dapat menyebabkan penambahan berat badan, meningkatkan risiko komplikasi
seperti penyakit jantung. Jadi tidurlah yang cukup selama tujuh atau delapan jam
tidur setiap malam. Jika anda memiliki kesulitan untuk tidur, cobalah atasi dan
konsultasi dengan ahlinya. Memperbaiki pola tidur anda dapat menurunkan kadar
gula darah anda.
6) Kontrol kesehatan secara rutin.
Kontrol kesehatan secara rutin dengan melakukan cek kadar gula darah
secara rutin dan kontrol tekanan darah. Mengontrol tekanan darah ini bukan hanya
perlu dilakukan oleh penderita penyakit DM yang juga menderita penyakit
hipertensi. Kontrol gula darah rata-rata selama 2 sampai 3 bulan terakhir. Anda
mungkin perlu diperiksa dua kali atau lebih dalam setahun. Tekanan darah di
bawah 130/80 mm Hg. Kolesterol LDL di bawah 100 mg/dl dan HDL di atas 40
mg/dl, dan trigliserida di bawah 150 mg/dl. Skriining awal dapat dilakukan
dengan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan laboratorium
(darah rutin, kolesterol, kadar gula darah, enzim jantung), elektrocardiografi,
treadmill, foto dada, echocardiografi atau bahkan kateterisasi (angiografi).

SAP DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI PENYAKIT JANTUNG KORONER


DAFTAR PUSTAKA

Soegondo, Sidartawan dkk.2009.Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Jakarta:


FKUI

Manaf,Asman.2015.Komplikasi Diabetes Melitus .Dikutip dari


http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29265/4/Chapter%20II.pdf.

SAP DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI PENYAKIT JANTUNG KORONER