Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

KEPERAWATAN KRITIS
ANALISIS JURNAL
Penatalaksanaan Edema Paru pada Kasus VSD dan Sepsis VAP .
Treatment of Lung Oedema in VSD and VAP Sepsis

DISUSUN OLEH :

1. DWI PURNAWARNI
2. KETUT CHRISSELDA ARISTA P
3. MUHAMMAD SOPIAN
4. MUHAMMAD RAMLI

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN JENJANG S1
MATARAM
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., atas limpahan dan
rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Analisis
Jurnal Persepsi Perawat Neurosurgical Critical Care Unit Terhadap Perawatan
Pasien Menjelang Ajal”. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas Mata
Kuliah Keperawatan Kritis karena makalah ini tidak mungkin dapat diselesaikan
tanpa bantuan dari pihak-pihak tertentu, maka dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada:
1. H. Zulkahfi., S.Kep., Ners., M.Kes., selaku Ketua STIKES YARSI Mataram.
2. Irwan Hadi, S.Kep., Ners., M.Kep., selaku Ka. Prodi S1 Keperawatan STIKES
YARSI Mataram.
3. Bq. Nur’ainun Apriani Idris, S.Kep., Ners., selaku dosen pembimbing
akademik.
4. Fitri Romadonika, S.Kep., Ners., M.Kep., selaku dosen Mata Kuliah
Keperawatan Kritis.
5. Semua pihak yang ikut membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis membuat makalah ini dengan seringkas-ringkasnya dan bahasa
yang jelas agar mudah dipahami, karena penulis menyadari keterbatasan yang
penulis miliki, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, agar
pembuatan makalah penulis yang berikutnya dapat menjadi lebih baik.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Mataram, April 2017

Penulis

ii
ANALISIS JURNAL PENELITIAN
Penatalaksanaan Edema Paru pada Kasus VSD dan Sepsis VAP .
Treatment of Lung Oedema in VSD and VAP Sepsis

Judul jurnal : Penatalaksanaan Edema Paru pada Kasus VSD dan Sepsis
VAP . Treatment of Lung Oedema in VSD and VAP Sepsis

Analisa judul : Judul belum lengkap hanya meliputi apa yang akan
diteliti. Tentang aspek dimana dan untuk siapa penelitian ini
ditujukan belum ada. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimen dimana membedakan edema paru ini sebagai
kardiogenik atau ARDS ( akibat VAP ) dan bagaimana
penatalaksanaannya di ICU yang tidak dilengkapi dengan
pemantauan hemodinamik invasif.
Peneliti : Maria Irawaty

No Analisis Keterangan
PICO+T
1 Population Disebabkan karena jurnal ini merupakan jurnal
kasus maka dalam jurnal ini ,peneliti menggunakan
ilustrasi kasus yang didapatkan di lapangan. Dimana
populasi dari peneltian jurnal ini adalah seorang wanita,
26 tahun paska seksio sesarea yang masuk dengan
edema paru dengan penyakit dasar kelainan jantung
VSD dan selama perawatan mengalami sepsis VAP
yang berada di ICU yang idak dilengkapi dengan
pemantauan hemodinamik invasif.
2 Intervension Melihat kompleksnya kasus ini ( wanita
postpartum dangan fc NYHA III-IV, sepsis VAP) maka
evaluasi hemodinamik ( LVEDP,PAOP, PAP,PVR dll)
waktu demi waktu sangatlah diperlukan. Parameter
tersebut di atas diperlukan dalam penatalaksanaan dan
pemantauan terapi pada kasus CHF terutama di ICU.
Pada kasus ini dengan kondisi ICU yang tidak
memungkinkan melakukan pemantauan hemodinamik
invasif maka dipakai analisa SVcO2 dan kadar pro BNP

1
serial.
Pro BNP merupakan pep! da yang dihasilkan
oleh ventrikel. S! mulus fi siologis utama sekresi BNP
adalah volume dan pressure overload. Menurunnya
kadar BNP dihubungkan dengan perbaikan
hemodinamik, menurunnya preload dan resistensi
perifer (SVR).10 Berdasarkan data tersebut maka
semula dipikirkan untuk menggunakan pro BNP serial
sebagai surrogate marker hemodinamik. Sayangnya,
waktu paruh yang panjang (2 jam) menyebabkan kadar
pro BNP akan bermakna jika diperiksa se! ap 12 jam.
Seharusnya lebih tepat jika memeriksa kadar BNP yang
memiliki waktu paruh lebih pendek (20 menit) sebagai
pemantauan terapi. Lagipula adanya variasi
intraindividu ( jam ke jam atau hari ke hari) membatasi
kemaknaan kadar proBNP dipakai sebagai pemantauan
terapi
Pasien ini mendapatkan terapi standard CHF yaitu :
1. Mencapai oksigenisasi adekwat.
2. Memelihara stabilitas hemodynamik
3. Mengurangi stress miokard dengan menurunkan
4. preload dan a% erload dengan diure! c dan NTG
3 Comparison Peneliti ingin membandingkan perbedaan
penatalaksanaan terapi yang lebih cocok digunakan
pada pasien dengan edema paru pada kasus VSD dan
Sepsis VAP dan didapatkan terapi yang paling
dianjurkan digunakan adalah nitrogliserin memiliki
keunggulan bila dibandingkan dengan pemberian diure!
k sebagai lini pertama terapi edem paru kardiogenik.
Nitrogliserin lebih cepat dan efek dalam mengontrol
edema paru berat tanpa menurunkan CO dengan profil
hemodinamik yang stabil. Sementara diuretic dapat

2
menurunkan GFR, ak! fasi neurohumoral, semakin
bertambahnya vasokonstriksi dan semakin menurunkan
isi ekuncup. Beberapa penelitian mennunjukkan bahwa
dosis tinggi loop diuretic meningkatkan angka rawat
inap dan mortalitas. Disamping itu, yang perlu diingat
adalah bahwa tidak semua edema paru disertai keadaan
overload cairan.
4 Output Hasil penelitian ini menemukan beberapa terapi
yang dapat digunakan dalam penatalaksaan edema paru
dengan VSD dan Sepsis VAP yaitu :
1. Penatalaksanaan edema paru berbeda sesuai
penyakit edema paru kardiogenik atau non
kardiogenik.
2. Pro BNP dapat dipakai untuk membantu
mendiagnosis kemungkinan adanya disfungsi
jantung sebagai etiologi keadaan distress
pernapasan, karena memiliki nilai prediksi
negative yang tinggi tetapi tidak dapat dipakai
sebagai penentu terapi.
3. Kadar pro BNP dikombinasi dengan hasil
temuan klinis lainnya (MAP, SPO2, SVcO2,
PLR dll) dapat dipakai untuk menentukan terapi
pada pengelolaan pasien di ICU dengan sarana
yang terbatas.
4. Nitrogliserin lebih terpilih sebagai terapi edema
paru kardiogenik
5. Jika dibandingkan diuretic karena lebih efektif
dalam mengontrol edema paru tanpa
menurunkan CO dan hemodinamik lebih stabil.
6. Hasil kultur yang nonkuantitatif atau
semikuantitatif memilikI spesifisitas yang
rendah ( 27%) , kita tidak tahu jika

3
mikroorganisme tersebut merupakan penyebab
infeksi atau hanya kolonisasi.
7. Pemberian antibiotika yang tidak tepat dan
sesuai terapi standar merupakan faktor risiko
infeksi oleh bakteri Diffi cult to treat.

5 Time Peneliti tidak mencantumkan waktu penelitian,


jurnal tersebut diterbitkan pada 02 Mei tahun 2010 .

A. Judul Dan Abstrak


1. Masalah relevan dengan lingkup stase keperawatan kritis
Jurnal yang berjudul “Penatalaksanaan Edema Paru pada Kasus
VSD dan Sepsis VAP . Treatment of Lung Oedema in VSD and VAP
Sepsis.” merupakan jurnal yang revelan dengan prioritas masalah dalam
keperawatan kritis.
2. Alasan mengambil judul
Alasan kelompok memilih jurnal tersebut karena topik tersebut
dapat bermanfaat bagi perawat dalam upaya memberikan perawatan
edema paru dengan beberapa jenis pilihan terapi yang sudah diteliti dan
diuji coba sesuai dengan isi jurnal tersebut.
3. Abstract
Abstract pada jurnal ini sudah ada:
a. Tujuan penelitian
Dalam abstract jurnal ini tidak dicantumkan secara spesifik
tentang tujuan dari peneltian tersebut.
Analisa:
Tujuan penelitian pada jurnal ini belum dicantumkan secara langsung,
sehingga pembaca masih menerka-nerka tujuan dari penelitian karena
tidak dijelaskan di dalam abstrak tujuan umum maupun khusus dari
penelitian tersebut. Tujuan penelitian menjadi hal yang pokok yang
harus tercantum dalam uraian abstract (Saryono, 2010).

4
b. Desain penelitian
Desain yang digunakan adalah eksperimen, disebabkan penelitian ini
menggunakan ilustrasi kasus pada pasien dengan edema paru pada
kasus VSD dan Sepsis VAP.
Dalam jurnal ini tidak dijelaskan jenis penelitian yang digunakan,
tetapi apabila dilihat dari judul serta isi dari abstrak yang menyatakan
perbandingan penatalaksaan edema paru pada kasus VSD dab Sepsis
VAP maka penelitian ini adalah penelitian eksperimen dimana
diberikan beberapa perlakuan yaitu terapi pada pasien yang diteliti.
c. Tempat penelitian
Tempat penelitian di ruang ICU. Pada penelitian ini tidak dicantumkan
dengan jelas tempat peneliti meneliti kasus tersebut.
Analisa:
Tempat, waktu dan subjek penelitian menjadi komponen yang penting
yang sebaiknya dijelaskan dalam sebuah penelitian (Saryono, 2010).
d. Waktu penelitian
Waktu penelitian tidak dicantumkan, jurnal tersebut diterbitkan pada
tahun 2010.
Analisa:
Tempat, waktu dan subjek penelitian menjadi komponen yang penting
yang sebaiknya dijelaskan dalam sebuah penelitian (Saryono, 2010).
e. Subjek penelitian
Subyek penelitian dalam jurnal ini adalah seorang wanita yang
menderita edema paru pada kasus VSD dan Sepsis VAP yang berumur
26 tahun.
f. Teknik pengambilan data
Pengumpulan data pada jurnal ini yaitu pasien yang berada di ICU
yang menderita Edema Paru .
g. Hasil penelitian
1. Penatalaksanaan edema paru berbeda sesuai penyakit edema paru
kardiogenik atau non kardiogenik.

5
2. Pro BNP dapat dipakai untuk membantu mendiagnosis
kemungkinan adanya disfungsi jantung sebagai etiologi keadaan
distress pernapasan, karena memiliki nilai prediksi negative yang
tinggi tetapi tidak dapat dipakai sebagai penentu terapi.
3. Kadar pro BNP dikombinasi dengan hasil temuan klinis lainnya
(MAP, SPO2, SVcO2, PLR dll) dapat dipakai untuk menentukan
terapi pada pengelolaan pasien di ICU dengan sarana yang terbatas.
4. Nitrogliserin lebih terpilih sebagai terapi edema paru kardiogenik
5. Jika dibandingkan diuretic karena lebih efektif dalam mengontrol
edema paru tanpa menurunkan CO dan hemodinamik lebih stabil.
6. Hasil kultur yang nonkuantitatif atau semikuantitatif memilikI
spesifisitas yang rendah ( 27%) , kita tidak tahu jika
mikroorganisme tersebut merupakan penyebab infeksi atau hanya
kolonisasi.
7. Pemberian antibiotika yang tidak tepat dan sesuai terapi standar
merupakan faktor risiko infeksi oleh bakteri Diffi cult to treat.
Analisa:
Hasil penelitian dicantumkan untuk mengetahui hubungan antara
frekuensi yang diharapkan dan frekuensi yang diobserasi (Sugiyono,
2010). Dalam jurnal ini, hasil penelitiannya berupa beberapa terapi
yang dapat digunakan pada pasien dengan Edema paru Pada kasus
VSD dan Sepsis VAP.
h. Simpulan
Simpulan penelitian tidak dicantumkan di dalam abstract.
Analisa:
Seperti yang dijabarkan oleh Notoadmojo (2010) menyebutkan bahwa
kesimpulan hasil dalam sebuah jurnal hendaknya bisa menjawab
pertanyaan riset atau research question baik hasil yang diharapkan atau
yang tidak diharapkan dalam penelitian tersebut.
i. Jumlah kata
Jumlah kata abstrak jurnal ini kurang lebih sebanyak 92 kata,
Analisa:

6
Jumlah kata dalam abstract tidak sesuai dengan ketentuan menurut
Sastroasmoro (2001) antara 150-250 kata.
j. Kata kunci
Kata kunci terdiri dari 3 kata, yaitu “Edema, VSD, VAP, sepsis.”
Analisa:
Kata kunci dalam abstract jurnal terdiri dari 3-5 kata.(Sugiyono, 2010).
B. Pendahuluan
1. Komponen Pendahuluan
Komponen pendahuluan di dalam jurnal ini telah menjelaskan keseriusan
masalah (seriousness of the problem), magnitude dan political concern.
Namun komponen community concern (kebijakan publik) belum
dicantumkan dalam pendahuluan.
Analisa:
Di dalam suatu pendahuluan seharusnya diuraikan tentang latar belakang
masalah yaitu beberapa hal yang berkaitan dengan objek yang diteliti serta
situasi, kebijakan dari pemerintah, keseriusan masalah, magnitude,
political and community concern, tujuan penelitian dan seberapa penting
manfaat penelitian bagi masyarakat, tenaga kesehatan maupun untuk
pengembangan ilmu (Notoatmodjo, 2010).
2. Pentingnya Riset Dilakukan
Di dalam jurnal dijelaskan seberapa penting riset yang dilakukan yaitu
terdapat dalam uraian:
Pemantauan hemodinamik merupakan faktor yang sangat penting
di ICU dan merupakan salah satu factor penting yang menentukan
keberhasilan dalam mengelola kasus-kasus kriris di ICU. Seperti
diketahui, tidak semua ICU di Indonesia diperlengkapi dengan
pemantauan hemodinamik invasif. Banyak ICU hanya memiliki CVP
sebagai sarana pemantauannya. Untuk beberapa kasus, CVP dikombinasi
dengan manuver lain (PLR) cukup memadai, tetapi untuk kasus-kasus
tertentu khususnya yang berhubungan dengan jantung (gagal jantung,
edema paru kardiogenik, tamponade, dan lain-lain) maka keterbatasan
tersebut cukup menyulitkan.

7
Edema paru cukup sering terjadi di ICU, baik kardiogenik maupun
non kardiogenik (ARDS). Kedua jenis edema paru ini berbeda secara
patogenesis dan patofi siologi meskipun secara klinis sulit dibedakan.
Bahkan sering kedua jenis edema paru ini terjadi bersamaan. Membedakan
kedua jenis edema paru tersebut membutuhkan pemantauan hemodinamik
invasif, seper! diketahui secara definisi ARDS harus memenuhu syarat
PAOP < 18. Begitu pula dalam penatalaksanaannya sangat diperlukan
pemantauan parameter hemodinamik.
3. Riset sebelumnya
Pada jurnal ini, tidak dicantumkan riset maupun penelitian sebelumnya
yang pernah meneliti tentang Penatalaksaan Edema Paru pada Kasus VSD
dan Sepsis VAP.
Analisa:
Menurut Arikunto (2006) dalam penelitian perlu dijelaskan mengenai teori
pendukung seperti teori tentang penelitian memiliki kesamaan dengan
judul jurnal.
4. Tujuan dari Jurnal
Tujuan penelitian ini tidak dicantumkan dengan jelas tujuan umum
maupun tujuan khusus namun dari abstrak diperoleh penelitian ini adalah
untuk memperoleh terapi yang paling tepat digunakan untuk kasus Edema
Paru dengan VSD dan Sepsis VAP di ruang ICU yang tidak dilengkapi
dengan pemantauan hemodinamik invasif.
Analisa:
Tujuan di dalam jurnal tidak dicantumkan di dalam pendahuluan tetapi
dalam jurnal ini hanya disebutkan tujuan umum saja. Dalam sebuah
penelitian seharusnya terdapat tujuan umum dan tujuan khusus
(Notoatmodjo, 2010).
C. Metodologi Penelitian
1. Populasi dan Sampel Penelitian
Disebabkan penelitian ini merupakan ilustrasi kasus , maka populasi dari
penelitian ini adalah seorang wanita (26 tahun) yang mengaklami edema
paru di ruang ICU

8
Analisa:
Populasi penelitian sebaiknya dijelaskan dalam aspek metodologi
penelitian.
2. Waktu Dan Tempat Penelitian
Tempat penelitian di ruang ICU, namun tidak dicantumkan nama Rumah
Sakit dan deerah penelitian. Waktu penelitian tidak dicantumkan, jurnal
tersebut diterbitkan pada tahun 2010.
Analisis:
Tempat dan waktu penelitian menjadi komponen yang penting yang
sebaiknya dijelaskan dalam sebuah penelitian (Saryono, 2010).
3. Design Penelitian
a. Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam jurnal ini tidak dicantumkan.
b. Jenis Pendekatan
Dalam jurnal ini tidak dicantumkan jenis pendekatan yang dilakukan,
dan penelitian dalam jurnal ini menggunakan ilustrasi kasus.
c. Jenis Analisis Data
Jenis metode analisis data dalam jurnal ini tidak dicantumkan.
Analisa:
Menurut Sugiyono (2010), desain penelitian mutlak harus dicantumkan
dalam sebuah penelitian. Desain penelitian berguna untuk mengetahui
bagaimana rancangan penelitian yang akan dilakukan.
4. Metode Pengambilan Data dan Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan ilustrasi kasus, sehingga pengambilan data
langsung dilakukan pada pasien yang berada di ICU yang menderita
Edema Paru pada kasus VSD dan Sepsis VAP. Dalam jurnal ini, tidak
dicantumkan insrumen penelitian yang digunakan dan hanya menjelaskan
intervensi atau penatalaksaan yang digunakan dalam kasus tersebut.
D. Hasil Dan Pembahasan
1. Hasil Penelitian
Dalam jurnal ini didapatkan beberapa terapi yang dapat digunakan pada
pasien dengan Edema Paru pada kasus VSD dan Sepsis VAP

9
1. Penatalaksanaan edema paru berbeda sesuai penyakit edema paru
kardiogenik atau non kardiogenik.
2. Pro BNP dapat dipakai untuk membantu mendiagnosis
kemungkinan adanya disfungsi jantung sebagai etiologi keadaan
distress pernapasan, karena memiliki nilai prediksi negative yang
tinggi tetapi tidak dapat dipakai sebagai penentu terapi.
3. Kadar pro BNP dikombinasi dengan hasil temuan klinis lainnya
(MAP, SPO2, SVcO2, PLR dll) dapat dipakai untuk menentukan
terapi pada pengelolaan pasien di ICU dengan sarana yang terbatas.
4. Nitrogliserin lebih terpilih sebagai terapi edema paru kardiogenik
5. Jika dibandingkan diuretic karena lebih efektif dalam mengontrol
edema paru tanpa menurunkan CO dan hemodinamik lebih stabil.
6. Hasil kultur yang nonkuantitatif atau semikuantitatif memilikI
spesifisitas yang rendah ( 27%) , kita tidak tahu jika
mikroorganisme tersebut merupakan penyebab infeksi atau hanya
kolonisasi.
7. Pemberian antibiotika yang tidak tepat dan sesuai terapi standar
merupakan faktor risiko infeksi oleh bakteri Diffi cult to treat.
Analisis: hasil penelitian ini sudah baik karena ditampilkan dalam bentuk
penomoran sehingga mudah dibaca, tetapi dalam jurnal ini kurang banyak
dan belum mencantumkan perbandingan dengan hasil penelitian lainnya
(Sugiyono, 2010).
2. Penyajian Data
Dalam jurnal tersebut data disajikan dalam bentuk narasi deskriptif dan
tidak menggunakan table karena penelitian ini merupakan jenis penelitian
eksperimen (tidak dicantumkan dalam jurnal).
Analisa:
Berdasarkan teori yang disampaikan oleh Saryono (2010), dalam sebuah
penelitian penyajian data sebaiknya disampaikan dalam bentuk tabel
dilengkapi dengan narasi untuk memperjelas isi tabel kecuali pada
penelitian kualitatif.

10
3. Kesimpulan Hasil
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Penatalaksanaan edema
paru berbeda sesuai penyakit edema paru kardiogenik atau non
kardiogenik.
Analisis:
Pentingngya kesimpulan pada penelitian adalah untuk memperjelas hasil
penelitian dalam penelitian (Saryono, 2010).
4. Saran
Dalam penelitian ini tidak terdapat saran untuk rumah sakit ataupun
perawat tetapi dalam kesimpulan terdapat kata yang menyarankan peneliti
selanjutnya agar Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data awal
untuk penelitian tentang penatalaksaan Edema paru pada kasus VSD dan
Sepsis VAP.
Analisis:
Dalam sebuah penelitian sebaiknya dicantumkan simpulan dan saran yang
bertujuan untuk menjawab sebuah hipotesis dan memberikan saran yang
dapat diaplikasikan secara nyata (Arikunto, 2006).
E. DAFTAR PUSTAKA
1. Analisa Daftar Pustaka Jurnal
a. Terdapat referensi yang mendukung penelitian dalam jurnal
b. Referensi dari berbagai buku dan media internasional.
Daftar Pustaka yang digunakan kelompok untuk menganalisa jurnal :
a. Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. PT
Rineka Cipta ; Jakarta.
b. Notoadmodjo, S.(2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka
Cipta ; Jakarta
c. Sugiyono. (2010). Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta ; Bandung.

F. Aplikasi Di Tempat Praktik


Dari hasil penelitian jurnal ini dapat menjadi masukan untuk rumah sakit atau
perawat dalam melakukan perawatan paliatif pada pasien mejelang ajal.

11
G. Kelebihan
1. Jurnal ini merupakan jurnal terbaru yang terbit pada tahun 2014.
2. Mengambil topik sesuai dengan permasalahan yang ada.
3. Dapat dijadikan sebagai bahan kajian dalam melakukan perawatan paliatif
pada pasien kritis.
H. Kekurangan
1. Tidak mencantumkan tujuan khusus.
2. Tidak menyertakan saran untuk berbagai pihak.
3. Waktu penelitian tidak dicantumkan.
4. Tidak mencantumkan jumlah populasi dan sampel secara jelas.
5. Tidak mencantumkan jenis penelitian yang digunakan
6. Tidak mencantumkan teknik penelitian serta instrument penelitian yang
digunakan.
I. Manfaat Penelitian
1. Penelitian ini dapat menjadikan landasan teori rumah sakit dan perawat
dalam melakukan perawatan Edema Paru pada Kasus VSD dan Sepsis
VAP
2. Bagi perawat dapat menambah wawasan agar mampu memperbaiki
kualitas asuhan keperawatannya dalam memberikan terapi pada pasien
dengan Edema paru pada Kasus VSD dan Sepsis VAP.
3. Memberikan sumber referensi bagi para peneliti berikutnya dalam
melakukan penelitian dalam hal yang sama dan dikembangkan.

12