Anda di halaman 1dari 9

Analisis Peribadatan

3.5.1 Deskripsi Umum


Sarana peribadatan merupakan sarana kehidupan untuk mengisi kebutuhan rohani yang
perlu disediakan di lingkungan perumahan yang direncanakan selain sesuai peraturan yang
ditetapkan, juga sesuai dengan keputusan masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena berbagai
macam agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat penghuni yang bersangkutan,
maka kepastian tentang jenis dan jumlah fasilitas peribadatan yang akan dibangun baru dapat
dipastikan setelah lingkungan perumahan dihuni selama beberapa waktu. Pendekatan
perencanaan yang diatur adalah dengan memperkirakan populasi dan jenis agama serta
kepercayaan dan kemudian merencanakan alokasi tanah dan lokasi bangunan peribadatan
sesuai dengan tuntutan planologis dan religius.
Dasar penyediaan ini juga akan mempertimbangkan pendekatan desain keruangan unit-
unit atau kelompok lingkungan yang ada. Hal ini dapat terkait dengan bentukan grup bangunan /
blok yang nantinya lahir sesuai konteks lingkungannya. Penempatan penyediaan fasilitas ini akan
mempertimbangkan jangkauan radius area layanan terkait dengan kebutuhan dasar sarana yang
harus dipenuhi untuk melayani area tertentu.

3.5.2 Jenis Sarana


Jenis sarana peribadatan sangat tergantung pada kondisi setempat dengan memperhatikan
struktur penduduk menurut agama yang dianut, dan tata cara atau pola masyarakat setempat
dalam menjalankan ibadah agamanya.
Adapun jenis sarana ibadah untuk agama Islam, direncanakan sebagai berikut :
a) kelompok penduduk 250 jiwa, diperlukan musholla/langgar;
b) kelompok penduduk 2.500 jiwa, disediakan masjid;
c) kelompok penduduk 30.000 jiwa, disediakan masjid kelurahan; dan
d) kelompok penduduk 120.000 jiwa, disediakan masjid kecamatan.

Untuk sarana ibadah agama lain, direncanakan sebagai berikut:


a) katolik mengikuti paroki;
b) hindu mengikuti adat; dan
c) budha dan kristen protestan mengikuti sistem kekerabatan atau hirarki lembaga.
Berikut ini hubungan antara sarana peribadatan dan jumlah penduduk pendukungnya.
Tabel
Kebutuhan Sarana Peribadatan dan Jumlah penduduk pendukungnya
No Jenis Sarana Jumlah Penduduk Pendukung
(jiwa)
1 Musholla/Langgar 250
2 Masjid warga 2.500
3 Masjid lingkungan (kelurahan) 30.000
4 Majsid Kecamatan 120.000
5 Sarana Ibadah agama lain Tergantung sistem kekerabatan /
hirarki lembaga
Sumber : SNI Tahun 2004 Tentang

3.5.3 Analisis Sarana Peribadatan (Eksisiting)


Analisa menggunakan tabel kebutuhan yang diperoleh dari SNI seperti tabel x.x . Kecamatan
Pontianak Utara memiliki penduduk sebanyak 123.272 jiwa pada tahun 2016 (tahun exsisting)
Dengan demikian, jumlah penduduk pendukung yang digunakan adalah 120.000 jiwa.

Diketahui jumlah penduduk di Kecamatan Pontianak Utara adalah 123.272 jiwa maka jumlah
fasilitas peribadatan yang harus ada di Kecamatan Pontianak Utara berdasarkan SNI yaitu:

Jumlah Penduduk Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2016


= 𝑈𝑛𝑖𝑡
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔

1. Sarana Peribadatan Surau/ Langgar


Jumlah Penduduk Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2016 123.272
= = 493 𝑢𝑛𝑖𝑡
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 250

2. Sarana Peribadatan Masjid


Jumlah Penduduk Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2016 123.272
= = 1 𝑢𝑛𝑖𝑡
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 120.000

3. Sarana Peribadatan Gereja


Jumlah Penduduk Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2016 123.272
= = 1 𝑢𝑛𝑖𝑡
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 120.000

4. Sarana Peribadatan Vihara


Jumlah Penduduk Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2016 123.272
= = 1 𝑢𝑛𝑖𝑡
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 120.000

5. Sarana Peribadatan Kelenteng


Jumlah Penduduk Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2016 123.272
= = 1 𝑢𝑛𝑖𝑡
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 120.000

6. Sarana Peribadatan Pura


Jumlah Penduduk Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2016 123.272
= = 1 𝑢𝑛𝑖𝑡
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 120.000

Tabel x.x

Jumlah Rumah Ibadah Menurut Kelurahan di Kecamatan Pontianak Utara, 2016

Surau/
No Kelurahan Masjid Gereja Vihara Kelenteng Pura
Langgar

1 Batu Layang 13 14 3 1 2 1

2 Siantan Hilir 13 30 2 2 3 -

3 Siantan Tengah 6 11 3 1 4 2

4 Siantan Hulu 19 30 5 2 4 -

Jumlah 51 85 13 6 13 3

Sumber : KUA Pontianak Utara

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa Kecamatan Pontianak Utara memiliki sarana peribadatan
terbanyak adalah surau/ longgar dengan 85 bangunan. Sedangkan jenis sarana peribadatan paling
sedikit adalah pura dengan 3 bangunan. Dapat diketahui juga bahwa sarana peribadatan di Kecamatan
Pontianak Utara pada tahun 2016 (tahun eksisting) secara umum sudah tersebar pada setiap kelurahan
kecuali pada Siantan Hilir dan Siantan Hulu. Namun, jumlah dan persebaran lokasi sarana peribadatan di
Kecamatan Pontianak Utara belum sesuai dengan SNI 03-1733-2004 tentang Tata cara perencanaan
lingkungan perumahan di perkotaan. Hasil perhitungan di atas dengan menggunakan rumus SNI 03-
1733-2004 bahwa terdapat banyak selisih antara jumlah eksisting dan jumlah standar sarana
peribadatan sesuai SNI dalam skala kecamatan atau dengan jumlah penduduk pendukung 120.000 jiwa.

Untuk membandingkan antara sarana peribadatan yang ada pada tahun terakhir (existing) maka bisa
diuraikan dalam bentuk tabel di bawah ini.
Tabel x.x
Perbandingan Jumlah Sarana Peribadatan Existing dengan sesuai SNI pada Tahun 2016
Jumlah Jumlah
No Sarana Peribadatan Selisih
Existing Sesuai SNI
1 Masjid 51 1 +50
2 Surau/ Langgar 85 493 -408
3 Gereja 13 1 +12
4 Vihara 6 1 +5
5 Kelenteng 13 1 +12
6 Pura 3 1 +2
Sumber : KUA Pontianak Utara dan Hasil Analisis 2017

Pada tabel x.x terdapat selisih antara jumlah eksisting dan jumlah sesuai SNI pada tahun yang sama.
Dalam skala kecamatan dengan penduduk pendukung 120.000 jiwa maka kebutuhan masjid hanya 1
bangunan, gereja hanya 1 bangunan, vihara hanya 1 bangunan, kelenteng dengan 1 bangunan, dan pura
dengan 1 bangunan. Masing-masing jenis sarana peribadatan tersebut dengan skala melayani penduduk
satu Kecamatan Pontianak Utara. Sedangkan untuk surau/langgar pada tahun 2016 masih mengalami
kekurangan sarana karena surau/langgar memilki jumlah penduduk pendukung sebanyak 250 jiwa atau
setiap surau melayani 250 jiwa saja. Sehingga kebutuhan akan surau/langgar perlu 408 bangunan lagi
karena hanya 85 bangunan yang terbangun dari 493 yang dibutuhkan sesuai SNI.
3.5.4 Analisis Sarana Peribadatan (Proyeksi)
Setelah menganalisis sarana peribadatan pada tahun eksisting yaitu tahun 2016, selanjutnya dilakukan proyeksi jumlah sarana
peribadatan berdasarkan jumlah penduduk pada tahun proyeksi 10 tahun yang akan datang yaitu tahun 2027. Hasil proyeksi
jumlah penduduk didasarkan pada jumlah penduduk yang ada pada tahun terakhir yaitu tahun 2016 dengan metode eksponensial.
Perhitungan jumlah setiap sarana peribadatan yang dibutuhkan adalah perbandingan antara jumlah penduduk proyeksi pada
tahun 2027 dengan jumlah penduduk pendukungnya. Hasil perhitungan proyeksi jumlah penduduk diuraikan pada tabel berikut.
Tabel
Hasil Perhitungan Proyeksi Kebutuhan Sarana Peribadatan Berdasarkan Data Tahun Exsisting
Jumlah Penduduk Sarana Peribadatan
Masjid Surau Gereja Vihara Kelenteng Pura
No Kelurahan Eksisting Proyeksi 120.000 250 120.000 120.000 120.000 120.000
jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa
2016 2027 2016 2027 2016 2027 2016 2027 2016 2027 2016 2027 2016 2027
Batu
1 20.743 25.947 13 0 14 104 3 0 1 0 2 0 1 0
Layang
Siantan
2 29.443 26.846 13 0 30 107 2 0 2 0 3 0 - 0
Hilir
Siantan
3 32.680 17.362 6 0 11 69 3 0 1 0 4 0 2 0
Tengah
Siantan
4 40.406 47.055 19 0 30 188 5 0 2 0 4 0 - 0
Hulu
Jumlah 123.272 117.210 51 1 85 469 13 1 6 1 13 1 3 1
Sumber : Hasil Analisis
Dari hasil perhitungan di atas terdapat selisih antara tahun eksisting dan proyeksi sehingga selisih tersebut dapat dijelaskan pada
tabel di bawah ini.
Tabel
Perbandingan Sarana Peribadatan di Kecamatan Pontianak Utara pada Tahun 2016 (Eksisting) dan Tahun 2027 (Proyeksi)
Sarana Peribadatan
No Kelurahan Tahun Jumlah Penduduk Surau/
Masjid Gereja Vihara Kelenteng Pura
Langgar
2016 (Eksisting) 20.743 13 14 3 1 2 1
1 Batu Layang 2027 (Proyeksi) 25.947 0 104 0 0 0 0
Selisih 5.204 -12 90 -2 0 -1 0
2016 (Eksisting) 29.443 13 30 2 2 3 -
2 Siantan Hilir 2027 (Proyeksi) 26.846 0 107 0 0 0 0
Selisih -2.597 -12 77 -1 -1 -2 1
2016 (Eksisting) 32.680 6 11 3 1 4 2
3 Siantan Tengah 2027 (Proyeksi) 17.362 0 69 0 0 0 0
Selisih -15.318 -5 58 -2 0 -3 -1
2016 (Eksisting) 40.406 19 30 5 2 4 -
4 Siantan Hulu 2027 (Proyeksi) 47.055 0 188 0 0 0 0
Selisih 6.649 -17 158 -3 0 -2 2
2016 (Eksisting) 123.272 51 85 13 6 13 3
Jumlah 2017 (Proyeksi) 117.210 1 469 1 1 1 1
Selisih -6.062 -50 348 -12 -5 -12 -2
Sumber : Hasil Analisis
Berdasarkan tabel hasil Proyeksi Kebutuhan Fasilitas Peribadatan di Kecamatan Pontianak Utara
tahun 2016-2027, kebutuhan fasilitas peribadatan di Kecamatan Pontianak Utara rata-rata
berkurang. Hal ini dikarenakan poyeksi jumlah penduduk di Kecamatan Pontianak Utara juga
berkurang yang mempunyai penurunan sebanyak 6.062 jiwa. Hanya saja, jenis sarana
peribadatan surau/Langgar harus ada pertambahan hal ini dikarenakan jumlah penduduk
pendukungnya adalah 350 jiwa. Pada tahun exisisting, sebenarnya surau/langgar belum
memenuhi kebutuhan untuk penduduknya sesuai Standar Nasional Indonesia. Oleh karena itu,
perlu adanya penambahan pada setiap tahunnya, sehingga pada tahun proyeksi diperlukan
sebanyak 348 surau sebagai penambahan jenis sarana peribadatan di Kecamatan Pontianak
Utara. Sementara, jenis sarana peribadatan lainnya seperti masjid, gereja, vihara, kelenteng, dan
pura minimal disediakan masing-masing 1 sarana pada Kecamatan Pontianak Utara. Masjid yang
di analisis pada laporan menggunakan jumlah penduduk pendukung sebanyak 120.000 jiwa.
Jadi, masjid yang dimaksud adalah masjid untuk skala pelayanan satu kecamatan. Demikian juga
untuk sarana peribadatan gereja, kelenteng, vihara, dan pura menggunakan jumlah penduduk
pendukung sebanyak 120.000 jiwa sehingga masing-masing sarana tersebut diperlukan dan
melayani untuk penduduk suatu kecamatan yaitu Kecamatan Pontianak Utara.
Jumlah sarana peribadatan eksisting adalah 51 masjid, 85 surau, 13 gereja, 6 kelenteng, 13
vihara, dan 3 pura. Sedangkan jumlah sarana peribadatan pada tahun proyeksi adalah 1 masjid,
469 surau, 1 gereja, 1 kelenteng, 1 vihara, dan 1 pura.

3.8 Analisis Utilitas (Air Bersih)


Secara umum, setiap rumah harus dapat dilayani air bersih yang memenuhi persyaratan untuk
keperluan rumah tangga. Untuk itu, lingkungan perumahan harus dilengkapi jaringan air limbah
sesuai ketentuan dan persyaratan teknis yang diatur dalam peraturan/perundangan yang telah
berlaku, terutama mengenai tata cara perencanaan umum jaringan air bersih lingkungan
perumahan di perkotaan. Berdasarkan Pedoman Standar Pelayanan Minimal Pedoman
Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, Perumahan Dan Permukiman
Dan Pekerjaan Umum (Keputusan Menteri Permukiman Dan Prasarana Wilayah No.
534/Kpts/M/2001) standar pelayanan untuk air bersih adalah 55 – 75% penduduk terlayani 60-
220 lt/org/hari untuk permukiman di kawasan perkotaan dan 30-50 lt/org/hari untuk lingkungan
perumahan dan harus memenuhi standar air bersih. Pada analisis menggunakan tingkat
pelayanan sebesar 70% dan kebutuhan dengan 60 liter/orang/hari.
Dengan data penduduk eksisting yaitu pada tahun 2016 dapat diketahui kebutuhan air bersih
jumlah penduduk per kelurahan adalah setiap jumlah penduduknya dikalikan dengan
kebutuhan yaitu 60 liter sehingga hasil dari perhitungan adalah jumlah kebutuhan air bersih
setiap penduduk per kelurahannya. Begitu juga dengan kebutuhan air bersih pada tahun
proyeksi yang didasarkan pada jumlah penduduk tahun proyeksi dikalikan dengan kebutuhan air
minimal di perkotaan yaitu 60 liter/orang/hari. Dengan perhitungan tersebut, hasilnya dapat
diketahui pada tabel berikut.
Tabel
Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Pontianak Utara
Tahun 2016 (Eksisting) dan Tahun 2027 (Proyeksi)

Kebutuhan
Jumlah Penduduk
60 liter/orang/hari
No Kelurahan
Eksisiting Proyeksi Eksisting Proyeksi
Tahun Tahun Tahun Tahun
2016 2027 2016 2027
1 Batu Layang 24.624 25.947 1.477.440 1.556.820
2 Siantan Hilir 34.857 26.846 2.091.420 1.610.760
3 Siantan Tengah 36.337 17.362 2.180.220 1.041.720
4 Siantan Hulu 46.204 47.055 2.772.240 2.823.300
Jumlah 142.022 117.210 8.521.320 7.032.600
Sumber : Hasil analisis

Pada hasil analisis dapat diketahui bahwa jumlah terbanyak untuk kebutuhan air bersih adalah
Kelurahan Siantan Hulu. Hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk pada Kelurahan Siantan Hulu
adalah paling banyak diantara jumlah penduduk pada kelurahan Kecamatan Pontianak Utara
lainnya. Namun, pada tahun proyeksi telah mengalami penurunan akan air bersih pada dua
kelurahannya selain Kelurahan Batu Layang dan Siantan Hulu dikarenakan pada tahun proyeksi
hasil perhitungan proyeksi jumlah penduduk di 2 kelurahan Kecamatan Pontianak Utara yaitu
Siantan Hilir dan Siantan Tengah mengalami penurunan pada setiap tahunnya.
Selain menganalisis secara keseluruhan kebutuhan air bersih jumlah penduduk per kelurahan, didapatkan pula perhitungan
dengan menurut kriteria perencanaan Ditjen Cipta Karya Dinas PU maka Konsumsi sambungan rumah tangga adalah 70
liter/orang/hari sedangkan tingkat pelayanan didasarkan dari jumlah penduduk per kelurahan yaitu sebesar 70%. Sedangkan
jumlah penduduk minimal yang harus terlayani adalah 70% dari jumlah penduduk per kelurahan sesuai tahun. Hasil jumlah
pemakaian adalah konsumsi air rata-rata dengan jumlah jiwa yang terlayani sedangkan jumlah kebutuhan air adalah jumlah
pemakaian per jam/menit/detik (24x60x60)
Tabel
Kebutuhan Air untuk Sambungan Rumah Tangga ( SR )

Jumlah
Jumlah Jumlah Pemakaian
Jumlah Penduduk Tingkat Konsumsi Air Kebutuhan Air
Terlayani (Jiwa) (Lt/Hari)
No Kelurahan Pelayanan Rata-Rata (Lt/Detik)
Tahun Tahun Minimal Tahun Tahun (Lt/Jiwa/Hari) Tahun Tahun Tahun Tahun
2016 2027 2016 2027 2016 2027 2016 2027
1 Batu Layang 20.743 25.947 70 % 14.520 18.163 70 1.016.407 1.271.403 11,764 14,715
2 Siantan Hilir 29.443 26.846 70 % 20.610 18.792 70 1.442.707 1.315.454 16,698 15,225
3 Siantan Tengah 32.680 17.362 70 % 22.876 12.153 70 1.601.320 850.738 18,534 9,847
4 Siantan Hulu 40.406 47.055 70 % 28.284 32.939 70 1.979.894 2.305.695 22,915 26,686
Sumber : Hasil Analisis