Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 3

MAKALAH PERLAKUAN PERMUKAAN


ANODIZING

Disusun oleh

ABDUL AZIZ
151331031

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI
AKPRIND
YOGYAKARTA
2017
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Logam merupakan material yang memegang peranan penting bagi


kehidupan manusia. Namun, sebagian jenis logam sangat mudah terkorosi
dan berkarat. Logam yang berkarat bersifat rapuh, mudah larut dan
bercampur dengan logam lain, serta beracun. Pada beberapa penggunaan
khusus, korosi pada logam harus sangat dihindari, contohnya seperti pada
industry makanan dan obat-obatan, penggunaan pada logam pada structural
jembatan dan bangunan, komponen-komponen otomotif dll.

Kerugian yang begitu besar akibat pengkaratan diharuskan adanya upaya


pencegahan. Banyak cara yang dapat digunakan sebagai upaya pencegahan
pada pengkaratan logam, salah satunya adalah dengan melapisi logam dengan
lapisan pelindung. Anodizing dan electroplating merupakan dua buah cara
yang menggunakan prinsip pelapisan logam.

Laporan praktikum ini membahas mengenai teknik pelapisan logam


secara anodizing dan electroplating. Pembuatan laporan ini merupakan syarat
wajib kelulusan pada mata kuliah laboratorium anodizing dan electroplating.

1.2 Tujuan

 Mahasiswa mampu menguasai teori dan praktik proses anodizing


 Pada percobaan anodizing, dapat mempertebal lapisan oksida pada
permukaan logam, memperkeras permukaan logam, dan melakukan
pewarnaan pada logam.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

2.1.1 Definisi Anodizing

Anodizing adalah proses pasif elektrolit digunakan untuk meningkatkan


ketebalan lapisan oksida alami pada permukaan bagian logam.
Proses ini disebut anodizing karena bagian yang akan diuji membentuk
elektroda anoda dari sebuah rangkaian listrik. Anodizing meningkatkan
ketahanan korosi dan ketahanan aus, dan menyediakan adhesi yang lebih
baik untuk cat primer dan perekat daripada logam biasa. Film Anodik juga
dapat digunakan untuk sejumlah efek kosmetik, baik dengan lapisan
berpori tebal yang dapat menyerap zat warna atau dengan lapisan tipis
transparan yang menambahkan efek interferensi cahaya yang
dipantulkan.
Anodizing adalah teknik yang banyak digunakan untuk menghasilkan
lapisan anorganik pelindung dari beberapa bahan rekayasa seperti
aluminium, magnesium, titanium dan beberapa logam paduan lainnya
dengan penerapan potensi anodik yang secara normal akan cukup korosif
jika bukan karena hambatan yang diciptakan oleh proses itu sendiri. Dari
semua logam yang paling sering dilakukan anodizing, paduan aluminium
adalah yang sejauh ini paling luas digunakan untuk menghasilkan sejumlah
banyak variasi pengaplikasian. Ada banyak alasan dan proses untuk
menganodizing sebuah part. Berikut ini adalah beberapa anggapan yang
mungkin dapat membantu memilih tipe dan proses :

 Appearance : Produk terlihat lebih beres, bersih, lebih baik dan


bertahan lebih lama.

 Ease in Cleaning : semua produk anodizing akan lebih bersih
lebih lama dan lebih mudah dibersihkan bila diperlukan.

 Non-galling : sekrup dan komponen bergerak lainnya tidak akan
menangkap, terseret, atau macet ketika keausan pada areaini
berkurang. Gun Sights, instrument, dan ulir sekrup adalah
aplikasi yang khas digunakan.

 Heat absorption : Anodizing dapat menghasilkan sifat menyerap
panas yang seragam ataupu selektif pada aluminium untuk
industry pemrosesan makanan.

 Heat Radiation : Anodizing digunakan sebagai metode untuk
menyelesaikan penghilangan panas elektronik dan radiator.

2.2 Proses Anodizing

Proses anodizing terdiri dari beberapa langkah yang dilewati pada


sebuah part yang dicelupkan pada bak dan dilakukan secara berurutan
untuk beberapa tujuan berikut:

 Pretreatment : Pembersihan dilakukan pada sebuah non etsa,

detergen alkalin dipanaskan hingga kurang lebih 800C. proses ini

menghilangkan kontaminasi dan minyak.


 Rinsing : Beberapa kali bilasan, beberapa menggunakan air
deionisasi secara ketat, ikuti setiap langkah proses.

 Etching (Chemical milling) : etsa dalam sodium hidroksida
larutan untuk menyiapkan aluminium untuk anodizing dengan
menghilangkan lapisan tipis aluminium secara kimiawi. Bak
alkalin ini memberikan permukaan aluminium sebuah
permukaan matte (kusam, pudar).

 Desmutting : Pembilasan dalam sebuah larutan asam, larutan
untuk menghilangkan unsur partikel paduan yang tidak
diinginkan dengan proses etsa.

 Anodizing : aluminium dimasukkan kedalam tank berisikan
larutan asam elektrolit yang mana arus elektrik langsung
melewati sel elektrolit antara part aluminium yang berperan
sebagai anoda dan tank terpolarisasi sebagai katoda.

 Colouring : film anodic sangat cocok untuk berbagai variasi
metode pewarnaan termasuk pencelupan absorptive, baik zat
pewarna organic dan anorganik, dan pewarnaan elektrolitik.

Sealing : dalam semua proses anodizing, sealing yang sesuai pada
lapisan oksida berpori adalah benar-benar penting untuk performa
yang memuaskan pada lapisan. Pori-pori harus diberikan
nonabsorbent untuk menghasilkan resistansi maksimum pada
korosi dan noda.

Beberapa larutan pengasaman dapat digunakan untuk menganodisasi


aluminium, tetapi larutan asam sulfur adalah yang paling biasa digunakan.
Asam Chromic, oxalic, dan phosphoric adalah juga relative digunakan
untuk aplikasi yang spesifik. Bak anodizing asam sulfur “Standar” (Type
II)menghasilkan oksida terbaik untuk pewarnaan. Larutan tersebut terdiri
dari kurang lebih 15% asam sulfur dan bak anodizing dipertahankan

pada suhu 200C. Semakin temperature anodizing bertambah, oksida

menjadi semakin berpori dan meningkatkan kemampuannya dalam


menyerap warna; bagaimanapun, itu juga akan mengakibatkan hilangnya
kekerasan dan kilaunya, dikarenakan aksi dislarutan dari asam pada
permukaan oksida.
Hardcoating (Type III) merujuk pada sebuah proses yang biasanya
menggunakan konsentrasi asam sulfur yang lebih tinggi, temperature lebih

rendah (antara -1 dan 40C), dan voltase lebih tinggi, dan kepadatan arus.

Hardcoating memberikan oksida sangat keras, padat, dan tahan abrasi pada
permukaan aluminium. Oksida padat terbentuk karena efek pendinginan
dari elektrolit dingin. Pada temperature ini, asam sulfur tidak menyerang
oksida secepat pada tenperatur naik. Karena temperature lebih rendah,
voltase butuh untuk mempertahankan kepadatan arus lebih tinggi juga
membentu entuk lebih kecil, pori lebih padat, demikian akunting untuk
kekerasan dan ketahanan abrasi yang baik.

Anodizing Asam Chromic (Type I) digunakan untuk aplikasi pada


lingkungan kelautan, pada pesawat udara sebagai perlakuan sebelum
pengecatan, dan pada beberapa kasus apabila pengakhiran assembly
dimana zat asam mungkin terperangkap. Meskipun lapisan yang
dihasilkan teramat sangat tipis, tetapi memiliki ketahanan korosi yang
istimewa dan dapat diwarnai bila dinginkan. Sebuah bak yang tipikal
dapat mengandung asam chromic dari 5 hingga 10 %, dan berlangsung

sekitar 35 hingga 400C. Ada dua proses utama, satu menggunakan 40 V

dan proses yang lebih baru menggunakan 20 V.

Asam oxalic kadang digunakan sebagai elektrolit anodizing


menggunakan peralatan yang mirip. Bak ini akan menghasilkan film setebal
50 m tanpa menggunakan tenperatur sangat rendah dan biasanya
memberikan warna emas atau emas perunggu pada kebanyakan logam
paduan. Konsentrasi khasnya adalah dari 3 hingga 10 % asam oxalic pada

sekitar 27 hingga 320, menggunakan sebuah voltase DC sekitar 50 V.

Bak asam phorphoric digunakan pada industry pesawat terbang


sebagai pretreatment untuk ikatan adhesive. Itu juga merupakan
perlakuan sangat baik sebelum plating menjadi aluminium. Sebuah bak
tipikal dapat mengandung 3 hingga 20 % asam phosphoric pada sekitar

320C, dengan voltase setinggi 60 V. (Sumber : Corrosion Engineering

“Principles and Practice”, Pierre R. Roberge. Mc Graw Hill)


 

2.3 Aplikasi Anodize nameplate aluminium

Tahapan pembuatan nameplates dengan tehnik anodize secara umum sbb:

1. Racking
2. Cleaning (pembersihan material alumunium)
3. Etching (Proses pengikisan bidang pada alumunium)
4. Desmutting
5. Anodizing (Proses anodisasi)
6. Coloring (proses pewarnaan)
7. Sealing
8. Unracking
9. Packing
10. Inspection

Proses anodize tersebut memanfaatkan larutan asam lemah dan arus


listrik. Reaksi oksidasi pada permukaan aluminium akan menghasilkan dua
hal yang berharga. Pertama membuat permukaan alumunium jadi berpori
yang siap menerima pewarna dan yang juga adalah untuk lebih tahan karat.
Kedua, pengendapan transisi aluminium oksida aluminium mentah menjadi
hidrat aluminium yaitu membuat alumunium menjadi lebih keras dan lebih
tahan lama.
2.3.1 Bahan-bahan

1.Asam sulfat

2.aluminium

3.charger 12-volt

4.Sarung tangan latex

5.Natrium hidroksida dan Pewarna

2.3.2 Langkah – langkah proses anodizing

Langkah 1

material atau bahan alumunium dibersihkan dengan cara di rendam dalam


air panas dari sodium hidroksida. Hal ini untuk menghilangkan kotoran dari
permukaan aluminium.

Langkah 2

Air Panas dan asam sulfat dalam kondisi 68-70 derajat F. dengan cara
menempatkan ujung pengisi 12-volt ke dalam larutan. Menenggelamkan
aluminium dalam bak asam sekitar dua jam.

Langkah 3

Bilas aluminium anodized dalam air mendidih untuk menghentikan proses


oksidasi. Jika Anda ingin menambah warna. Tenggelamkan aluminium
yang sudah dianodize kedalam larutan pewarna dengan suhu sekitar 90
derajat F. larutan zat warna dapat dibuat dengan mencampur satu bagian
pewarna kain dengan dua bagian air. Secara bertahap menaikkan suhu
antara 130 dan 140 derajat dan membiarkannya selama 30 sampai 40 menit.

Langkah 4

Ambil aluminium yang dicelup lalu bilas dengan air mendidih. Kemudian
diamkan selama 30 menit



DAFTAR PUSTAKA
Kanani, Nasser. 2004. Electroplating – Basic Principles, Processes and Practice.
Great Britain : Elsevier Ltd.
Roberge, Pierre R. 2008. Corrosion Engineering – Principles and Practice. USA :
The McGraw – Hill Companies, Inc.
Wikipedia. (2014). Anodizing. http://en.wikipedia.org/wiki/Anodizing, 22
Desember 2014.
Wikipedia. (2014). Electroplating. http://en.wikipedia.org/wiki/Electroplating, 22
Desember 2014.