Anda di halaman 1dari 8

KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN : KEPERAWATAN- KEBIDANAN

STIKES KARYA HUSADA SEMARANG

RINGKASAN PROTOKOL PENELITIAN KEPERAWATAN/KESEHATAN

1. Peneliti Utama
Lina Titik Budiati

2. Judul Penelitian
Pengaruh Pemberian Perencanaan Pulang (Discharge Planning) Pada Pasien Halusinasi
Terhadap Kejadian Perawatan Kembali (Readmission) Di Rsjd Dr. Amino Gondohutomo
Semarang.

3. Subjek penelitian
Jumlah responden yang diteliti sebesar 52 pasien dengan metode simple random sampling.
Jumlah responden kelompok perlakuan sebanyak 26 orang dan kelompok kontrol sebanyak 26
orang. Nomer ganjil adalah responden yang diberikan discharge planning dan nomer genap
tidak diberikan discharge planning.
Penelitian ini menggunakan kriteria sampel meliputi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.

a. Kriteria inklusi sebagai berikut :

1) Pasien dengan masalah halusinasi yang memiliki riwayat rawat inap sebelumnya.

2) Pasien dengan masalah halusinasi yang berusia 19-45 tahun.

3) Pasien dengan masalah halusinasi yang koheren dan mampu berinteraksi dengan

baik

b. Kriteria eksklusi yang akan diteliti, yaitu :

1) Pasien dengan masalah halusinasi yang mengalami perilaku kekerasan.

2) Pasien dan keluarga yang menolak menjadi responden.


4. Perkiraan waktu penelitian untuk setiap subjek
Waktu penelitian ini selama 2 bulan, yakni September – Oktober

5. Ringkasan proposal penelitian yang mencakup tujuan penelitian, manfaat penelitian dari hasil
penelitian dan alasan/latarbelakang untuk melaukan penelitian
Gangguan jiwa merupakan kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang
berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental.Keabnormalan tersebut dibagi ke dalam dua
golongan yaitu gangguan jiwa (neurosa) dan sakit jiwa (psikosa/psikosis)(2). Salah satu bentuk
gangguan jiwa yang paling banyak dan terus meningkat adalah gangguan jiwa berat yaitu
skizofrenia. Skizofrenia merupakan suatu sindrom klinis atau proses penyakit yang
mempengaruhi kognisi, persepsi emosi, perilaku, dan fungsi sosial, tetapi skizofrenia
mempengaruhi setiap individu dengan cara yang berbeda. Salah satu gejala utama psikosis
skizofrenia ialah adanya halusinasi (persepsi sensori yang salah atau pengalaman persepsi yang
tidak terjadi dalam realitas)(3).Halusinasi merupakan salah satu tanda gejala dari skizofrenia yang
sangat penting untuk menegakkan diagnostik karena sering muncul secara berlebihan dimana
70% pasien skizofrenia mengalami halusinasi(4).
Rumah Sakit Jiwa DR. Aminogondohutomo Semarang merupakan salah satu unit
pelayanan kesehatan jiwa yang memberikan perawatan kepada pasien jiwa secara
komprehensif.. Berdasarkan data Rekam Medis RSJD DR. Amino Gondohutomo, lebih dari
90% pasien yang datang dan dirawat memiliki masalah perilaku amuk. Salah satu penanganan
yang diberikan pada pasien dengan perilaku kekerasanadalah restrain dan seklusi. Kejadian
perawatan kembali pada pasien menjadi sebuah fenomena di RSJD DR. Amino Gondohutomo
Semarang. Pada periode Juli-Desember 2016 tercatat jumlah pasien yang mengalami perawatan
kembali sebanyak 124 pasien dari total 1999 pasien yang dirawat. Perioede Januari-Maret 2017
ada 68 pasien yang mengalami perawatan kembali, atau 8% dari total pasien. Hal tersebut
menjadi indikator yang kurang baik. Setelah waktu perawatan yang cukup lama di rumah sakit,
pasien kembali dirawat sebelum menghabiskan waktu kurang dari sebulan di rumah.
Perencanaan pulang yang efektif dapat mengurangi kemungkinan klien kembali di rawat
ulang di rumah sakit, membantu dalam proses pemulihan, dan memastikan obat yang diresepkan
diberikan dengan benar. Penelitian telah menunjukkan bahwa sebanyak 40% dari 65% klien
mengalami kesalahan pengobatan setelah meninggalkan rumah sakit, dan 18% klien kembali
untuk di rawat di rumah sakit dalam waktu 30 hari. Hal ini tentu tidak baik bagi pasien, tidak
baik bagi rumah sakit, dan tidak baik bagi lembaga-lembaga seperti asuransi ataupun dana klien
sendiri. Hasil penelitian keperawatan lainnya menunjukkan bahwa pelaksanaan perencanaan
pulang dapat mengurangi komplikasi dan kemungkinan pasien dirawat kembali(10).
Berdasarkan uraian fenomena-fenomena tersebut membuat peneliti tertarik untuk dapat
meneliti lebih lanjut tentang adakah bagaimanakah pemberian perencanaan pulang pada pasien
halusinasi terhadap kejadian perawatan kembali pada pasien di RSJD DR. Amino Gondohutomo
Semarang.
Tujuan.
1. Tujuan Umum

Menganalisis pengaruh pemberian perencanaan pulang pada pasien halusinasi

terhadap kejadian perawatan kembali di RSJD DR. Amino Gondohutomo Semarang.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui gambaran pemberian perencanaan pulang pada pasien halusinasi

kelompok intervensi di RSJD DR. Amino Gondohutomo Semarang.

b. Mengetahui gambaran pemberian perencanaan pulang pada pasien halusinasi

kelompok kontrol di RSJD DR. Amino Gondohutomo Semarang.

c. Mengetahui gambaran kejadian perawatan kembali pada pasien halusinasi

kelompok intervensi di RSJD DR. Amino Gondohutomo Semarang.

d. Mengetahui gambaran kejadian perawatan kembali pada pasien halusinasi

kelompok kontrol di RSJD DR. Amino Gondohutomo Semarang

e. Menganalisis pengaruh pemberian perencanaan pulang terhadap kejadian

perawatan kembali pada pasien dengan halusinasi di RSJD DR. Amino

Gondohutomo Semarang.
Manfaat.
1. Bagi Rumah Sakit

Sebagai bahan pertimbangan dan masukan untuk RSJD DR. Amino

GondohutomoSemarang untuk dapat mengetahui pentingnya pemberian

perencanaan pulang oleh perawat dalam mengantisipasi perawatan kembali pada

pasien demi tercapainya pelayanan keperawatan yang optimal.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai salah satu referensi khususnya dalam upaya meningkatkan pemberian

perencanaan pulang oleh perawat dalam mengantisipasi perawatan kembali pada

pasien dengan halusinasi.

3. Bagi Perawat

Sebagai salah satu alat meningkatkan kesadaran perawat dalam pentingnya

pemberian perencanaan pulang demi tercapainya pelayanan keperawatan pada

pasien halusinasi secara optimal.

4. Bagi Penelitian Selanjutnya

Sebagai pendukung teori dan bahan masukan bagi penelitian selanjutnya

tentang pentingnya pemberian perencanaan pulang terhadap kejadian perawatan

kembali pada pasien dengan halusinasi.

Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain post test with control group,
yaitu membandingkan hasil observasi pada dua kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.
Jumlah responden yang diteliti sebesar 52 pasien dengan metode simple random sampling.
Jumlah responden kelompok perlakuan sebanyak 26 orang dan kelompok kontrol sebanyak 26
orang. Nomer ganjil adalah responden yang diberikan discharge planning dan nomer genap
tidak diberikan discharge planning.
6. Masalah etik (pendapat anda tentang masalah etik yang akan dihadapi
Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment post test with control group design
untuk mengevaluasi efektivitas pemberian discharge planning terhadap pasien halusinasi dengan
kejadian perawatan kembali pada pasien tersebut. Pelaksanaan pemberian discharge planning
merupakan aktifitas supporting terapy yang dilakukan di Rumah Sakit, sehingga klien berhak
menolak untuk menjadi subyek penelitian. Untuk itu klien yang setuju harus menandatangan
iinformed consent.

7. Alasan penelitian ini bila subyeknya adalah manusia


Subjek dalam penelitian ini adalah manusia dan pemberian discharge planning diharapkan
dapat mudah dipahami dan dapat diaplikasikan karena discharge planning yang diberikan
bersifat informasi tentang halusinasi dan perawatan pada pasien halusinasi.

8. Prosedur eksperimen
Tahap-tahap pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:

a. Setelah memperoleh surat ijin untuk melakukan penelitian dari Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Karya Husada Semarang, peneliti mendatangi lokasi penelitian yaitu di
RSJD DR Amino Gondohutomo Semarang.
b. Peneliti datang ke RSJD DR Amino Gondohutomo Semarang untuk melakukan
penelitian dengan menggunakan teknik simple random sampling.
c. Selanjutnya peneliti menyebarkan kuesioner kepada responden dimana dalam hal ini
peneliti akan dibantu oleh 2 enumerator. Peneliti terlebih dahulu akan menjelaskan
kepada enumerator untuk menyamakan persepsi penelitian ini.
d. Peneliti akan memberikan informasi tentang tujuan penelitian dan keikutsertaan
dalam penelitian ini kepada sampel penelitian, bagi yang setuju berpartisipasi dalam
penelitian ini diminta untuk menandatangani lembar persetujuan penelitian (informed
consent).
e. Peneliti akan membagikan lembar persetujuan penelitian (informed consent) kepada
responden penelitian yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian untuk
ditandatangani.
f. Peneliti akan memberikan discharge planning tentang halusinasi pada kelompok
eksperimen kemudian mengamati kejadian rawat kembali setelah satu bulan
pemberian perlakuan.
g. Peneliti akan membandingkan kejadian rawat kembali pada pasien halusinasi yang
diberikan discharge planning tentang halusinasi dan yang diberikan discharge
planning secara umum.

9. Bahaya langsung maupun tidak langsung yang akan terjadi dan cara untuk mengatasinya
Bahaya yang dapat terjadi pada saat wawancara, anamnesis dan pemberian
discharge planning adalah : kelelahan. Pencegahannya :Dilakukan anamnesis apakah
klien cukup mampu untuk dilakukan tindakan, jika tidak maka ditunda untuk hari
selanjutnya.

a. Apabila saat proses penelitian terjadi kelelahan, maka wawancara segera dihentikan
dan disupervisi dokter.
b. Selama proses penelitian dan pertolongan pertama akan dilakukan oleh perawat.
c. Apabila terjadi kelelahan dan perlu penanganan lebih lajut, maka subjek tidak
diikutsertakan menjadi sampel penelitian.

10. Pengalaman yang terdahulu


Peneliti telah terbiasa memberikan discharge planning pada pasien dan keluarga
saat masuk pertama kali di ruang rawat akut. Pemberian discharge planning merupakan
prosedur yang harus diberikan.
11. Bagaimana cara memilih subyek
Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling

yaitu pengambilan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling memungkinkan

setiap unit sampling sebagai unsur populasi memperoleh peluang yang sama untuk

menjadi sampel(24). Besar sampel pada penelitian ini sebanyak 52 responden. Jumlah

responden kelompok perlakuan sebanyak 26 orang dan kelompok kontrol sebanyak 26

orang. Nomer ganjil adalah responden yang diberikan discharge planning tentang

halusinasi dan nomer genap diberikan discharge planning secara umum.

Penelitian ini menggunakan kriteria sampel meliputi kriteria inklusi dan kriteria

eksklusi.

c. Kriteria inklusi adalah karakteristik umum yaitu subjek penelitian dari populasi yang

terjangkau yang akan diteliti. Kriteria inklusi sebagai berikut :

1) Pasien dengan masalah halusinasi yang memiliki riwayat rawat inap sebelumnya.

2) Pasien dengan masalah halusinasi yang berusia 19-45 tahun.

3) Pasien dengan masalah halusinasi yang koheren dan mampu berinteraksi dengan

baik

d. Kriteria eksklusi adalah karakteristik umum yaitu subyek penelitian bukan dari

populasi yang terjangkau akan diteliti, yaitu :

1) Pasien dengan masalah halusinasi yang mengalami perilaku kekerasan.

2) Pasien dan keluarga yang menolak menjadi responden.


12. Jelaskan cara pencatatan dan penyimpanan data setelah penelitian
Data yang dilakukan selama penilitian dicatat dalam ceklist data pemberian setelah data
dientri kedalam program komputer untuk dilakukan analisis hasil penelitian. Setelah
penelitian selesai data akan dimusnahkan dengan cara dibakar, hal ini dilakukan untuk
menjaga kerahasian data pasien.

13. Bila penelitian ini menggunakan subyek manusia, bagaimana cara melakukan PSP
(penjelasan sebelum penelitian)
Jelaskan bagaimana cara menjelaskan dan mengajak berpartisipasi :

a. Diberikan informasi tentang tujuan dan manfaat penelitian


b. Informed Concent oleh calon subyek dan atau keluarganya.

14. Bila penelitian ini menggunakan subyek manusia, apakah subyek mendapat ganti rugi bila
ada efek samping? Berapa besarnya penggantian tersebut?
Berapa banyak efek samping yang mungkin dan cara mengatasinya :

Dari pengalaman penelitian sebelumnya tidak didapatkan efek samping dari tes-
tes yang dilakukan.

15. Nama dan alamat tim peneliti dan sponsor


a. Lina Titik Budiati
Mahasiswa S1 Keperawatan STIKES Karya Husada Semarang.
b. Ns. Achmad Syaifudin, M.Kep
Dosen STIKES Karya Husada Semarang.
c. Sawitry, S.Si.T., MH
Dosen STIKES Karya Husada Semarang.