Anda di halaman 1dari 4

TERMINOLOGI

1. Bawah garis merah (BGM)


Hasil timbangan BB balita di bawah garis merah, mengalami gizi buruk, ada di buku KMS
2. WHO-NCHS
Tabel yg berisikan perbandingan untuk menilai status gizi (National Center for Health Statistic)
3. -3 SD
Suatu baris di buku KMS yang merupakan patokan seorang anak terhadap BB atau TB nya
4. Z skor
Digunakan untuk mengambil sampel, menentukan jumlah standar deviasi, tentukan mean nya
5. Wasting
BB anak yg tidak sebanding dengan TB nya
6. Stunting
Kurang nya TB menurut umur nya
7. Beban gizi ganda
Beban ketika ada permasalahan gizi kurang dan gizi lebih atau overnutrisi

RUMUSAN MASALAH

1. Mengapa dapat terjadi BB balita BGM dan apa akibatnya?


- Biasanya untuk balita yg BB nya BGM, kebanyakan pada bayi BBLR, karena kekurangan
asupan nutrisi pada anak tsb, ibu kurang memperhatikan anak tsb
BB BGM bisa disebabkan :
- Konsumsi makanan tidak adekuat baik jumlah atau kualitasnya, akan menyebabkan daya
tahan tubuhn menurun, lebih sering atau mudah diserang penyakit infeksi, menyebabkan
tidak nafsu makan, jadinya BB rendah
- Bisa juga disebabkan karena penyakit infeksi, seperti diare, ISPA dan TB : akan terjadi
peningkatan kehilangan cairan, jadinya BB turun, kemudian ketika sakit kebutuhan
meningkat
- Bisa juga karena penyakit bawaan, seperti hidrochephalus
- Bisa juga karena penyakit lain, seperti intoleransi glukosa

Status gizi banyak faktor yg mempengaruhinya;

- Langsung : karena konsumsi makanan tidak seimbang, tidak memadai, ketersediaan pangan
yg rendah, infeksi penyakit
- Tidak langsung : Pelayanan kesehatan yg kurang memadai
2. Apa hubungan jenis kelamin dan umur dengan keadaan anak tersebut?
Jenis kelamin : tidak berhubungan, karena BB yg BGM bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan
Umur : sering terjadi pada balita, karena sedang growth spurt, butuh gizi yg lebih banyak, karena
BMR nya meningkat, sehingga dia mengalami BB yg BGM
3. Mengapa permasalahan anak laki-laki tsb menimbulkan kegaduhan?
Karena BB nya di BGM, karena status gizi kurang, bisa akibat dari status gizi di masyarakat yg
kurang memadai, kewajiban pemerintah : memperbaiki status gizi masyarakat
4. Mengapa harus dilakukan pemeriksaan TB? Dan apakah ada pemeriksaan lain yg harus
dilakukan?
Untuk menilai apakah TB nya sesuai dengan BB nya, digunakan untuk mengetahui anak tsb
apakah mengalami wasting dan stunting atau tidak, untuk mengetahui apakah status gizi nya
normal atau tidak, apakah sesuai dengan keadaan tubuhnya atau tidak
Pemeriksaan lain : umur 16 bulan, pemeriksaan KPSP, tumbuh kembang anak, pemeriksaan
antropometri anak seperti LILA, BMI atau IMT, Lingkar kepala, lingkar pinggang
5. Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan anak tsb?
Berada pada Z skor kecil -3 SD dari standar WHO-NCHS : menandakan bahwa wasting nya sangat
berat, akan berdampak pada kecerdasannya dan aktivitasnya
Bisa disebabkan karena : kurang konsumsi pangan, rendahnya akses terhadap pelayanan
kesehatan
Anak tsb mengalami gizi buruk
6. Bagaimana standar WHO-NCHS?
BB menurut umur : < - 3 SD : gizi buruk, -3 SD sampai <-2 SD : gizi kurang, -2 SD sampai + 2 SD :
gizi baik, > + 2 SD : gizi lebih

7. Mengapa dapat terjadi wasting dan stunting?


Bisa terjadi pada anak yg dilahirkan oleh ibu yg kurang gizi, jadinya anak BBLR, dipengaruhi oleh
pemberian ASI, jika tidak diberi ASI Eksklusif kemungkinan jadi gizi kurang, faktor lingkungan
seperti ketersediaan air bersih jika tidak ada maka akan timbul resiko terjadi penyakit infeksi,
bisa juga karena kurang akses kesehatan
Penyebab stunting :
- Mekanisme fisiologi : kurang asupan gizi
- Penurunan absorbsi
- Penurunan pemakaian nutrien di tubuh
- Peningkatan kehilangan nutrien
- Peningkatan kebutuhan nutrien : infeksi kronis
- Bencana

8. Apa hubungan dari BBLR, tidak mendapat ASI ekslusif, faktor anak ke-6 dengan keadaan si anak?
Masalah gizi dimulai dengan BBLR, biasanya pada bulan 1 kehidupan beresiko meninggal 3-4 x
dari yg normal, memiliki resiko tinggi terhadap stunting, memiliki kapasitas belajar yg rendah,
akan mengalami KEP akan mengganggu tumbuh kembang
ASI Eksklusif : faktor tidak langsung, karena pola asuh ibu yg salah
Faktor anak ke 6: terhadap statusnya, si ibu fokus kepada keadaan ekonominya, anak yg lebih
kecil kemungkinan besar akan di abaikan, termasuk keluarga yg cukup besar, sehingga distribusi
makanan tidak seimbang, mungkin di banyakkan pad kakaknya,
Jika wanita telah melahirkan >4 kali akan meningkatkan resiko BBLR
9. Apakah ada hubungan keadaan anak tsb dengan ibu yg tidak melakukan ANC yg cukup?
Ada hubungannya, ANC dilakukan minimal 4 kali, karena akan dijelaskan nutrisi yg dibutuhkan
ibu hamil, jika tidak cukup dilakukan maka keadaan dari si ibu tidak dapat dikendalikan, dokter
dan ibu tidak bisa mengatasi anak tersebut BBLR karena tidak diketahui dengan cepat
ANC : untuk diagnosis dan skrining dini, untuk melihat keadaan anaknya, asupan nutrien untuk
ibu dan anaknya, jika tidak dilakukan dengan cukup, ibu tidak tahu apakah nutriennya cukup
atau tidak untuk bayinya
10. Mengapa pada umurnya yg sekarang anak tsb sering jatuh terantuk senja hari?
Bisa jadi karena anak tsb mengalami rabun senja, karena asupan vitamin A yg kurang, anak tidak
dapat ASI eksklusif, vitamin A sumbernya dari ASI, anak harus diberikan ASI untuk mencegah
terjadinya rabun senja
Umur anak 16 bulan, seharusnya anak sudah mengkonsumsi makanan seperti dewasa, vitamin A
lebih banyak terdapat pada hewani, karena ekonomi kurang, tidak dapat membeli daging,
asupan vit A kurang,
Dapat bertahan tanpa pemberian vit A selama 5-10 bulan
11. Apakah ada hubungan obesitas yg diderita ibu dengan anak BBLR?
Ibu obesitas, makan banyak saat hamil, asupan makanan bertambah
Plasenta diputus ketika lahir, asupan makanan tidak sebanyak saat dikandungan, asupan saat
lahir berkurang, menyebabkan anak nya BBLR
Banyak makan, banyak insulin dihasilkan, bayi juga banyak insulin, jika makan banyak disimpan
jadinya BB rendah
12. Bagaimana fenomena beban gizi ganda pada era transisi gizi di Indonesia?
Indonesia negara berkembang, umumnya permasalahan yg terjadi : penyakit tidak menular, pola
hidup masyarakat sekarang senang dengan makanan cepat saji, dapat menyebabkan beban gizi
ganda, ada yg gizinya kurang ada yg berlebih
Gizi kurang : asupan kurang, meningkatkan resiko anemia, gondok
Gizi lebih : menyebabkan BB meningkat, obesitas : meningkatkan resiko penyakit degeneratif
dan penyakit kardivaskukar
Transisi gizi : Penyakit di desa umumnya juga dialami di kota karena pola hidup hampir sama,
urbanisasi, perkembangan teknologi
13. Apa tujuan diberikan PMT pemulihan anak tsb dan bagaimana prosedurnya? Apa kandungan
makanan yg diberikan?
Untuk mengatasi kurang gizi yg terjadi pada usia balita, pada usia 6 bulan sampai 5 tahun
Pmt adalah makanan tambahan, makanan utama tetap diberikan
Biasanya diberikan makanan lokal khas daerah masing-masing, menunya disesuaikan dengan
kondisi
Prinsip : diberikan dalam bentuk makanan lokal, hanya sebagai makanan tambahan bukan
pengganti makanan utama, untuk memenuhi gizi balita, sebagai sarana komunikasi dasar antara
ibu dengan anaknya, biasanya dibiayai oleh BOP dan dibantu partisipasi masyarakat
Prosedur PMT : persiapan di puskemas, dipantau, hasil dicatat dan dilaporkan untuk tindak
selanjutnya
14. Kapan anak tsb perlu dikirim ke pusat pemulihan gizi?
Dari kondisi anak tsb, balita yang mengalami gizi buruk, baru dikirim ke pusat pemulihan gizi

15. Apa fasilitas dan program di pusat pemulihan gizi?


Indonesia ikut MDG, yg udah diganti jadi SDG, yg memusatkan gizi di daerah yg kurang gizi atau
terbelakang/ terpencil, ada juga untuk membangun daerah yg tertinggal, kartu menuju
kesehatan, BPJS untuk menanggulangi masalah gizi
16. Apa program pemerintah untuk kasus tsb?
Membangun daerah tertinggal, kartu menuju sehat, BPJS

LEARNING OBJECTIVE

1. Permasalahan gizi di Indonesia (Epidemiologi, etiologi, diagnosis, pemeriksaan, tata laksana)


2. Program pemerintah untuk mengatasi masalah gizi