Anda di halaman 1dari 12

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penanaman modal (investment) adalah penanaman uang atau modal dalam
suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan dari usaha tersebut. Investasi
sebagai wahana dimana dana ditempatkan dengan harapan untuk dapat memelihara
atau menaikkan nilai atau memberikan hasil yang positif. Adapun faktor-faktor yang
dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya antara lain:
Faktor Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Faktor Stabilitas Politik dan
Perekonomian, Faktor Kebijakan Pemerintah, dan Faktor Kemudahan dalam
Perizinan. Penanaman modal dibagi dua yaitu, Penanaman Modal Dalam Negeri dan
Penanaman ModalAsing.
Hal-hal yang melatarbelakangi didorongnya Penanaman Modal Dalam Negeri
· Untuk Penyelenggaraan pembangunan ekonomi nasional dapat digunakan dalam
mempertinggi kemakmuran rakyat, modal merupakan faktor yang sangat penting dan
menentukan
· Perlu diselenggarakan pemupukan dan pemanfaatan modal dalam negeri
dengan cara rehabilitasi pembaharuan, perluasan , pemnbangunan dalam bidang
produksi barang dan jasa
· Perlu diciptakan iklim yang baik, dan ditetapkan ketentuan-ketentuan yang
mendorong investor dalam negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia
· Dibukanya bidang-bidang usaha yang diperuntukan bagi sektor swasta
· Pembangunan ekonomi selayaknya disandarkan pada kemampuan rakyat
Indonesia sendiri
· Untuk memanfaatkan modal dalam negeri yang dimiliki oleh orang asing.
Dalam empat tahun terakhir ini, Penanaman Modal Dalam Negeri mengalami
peningkatan. Hal itu dapat dilihat dari pencatatan Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) yang mencatat realisasi penanaman modal dalam negeri selama
Januari-September 2010 mencapai Rp38,5 triliun, naik Rp10,3 triliun dibanding

1|Page
periode yang sama tahun 2009. Wakil Kepala BKPM Yus’an di Jakarta, Minggu
(31/10), mengatakan, nilai realisasi investasi dalam negeri selama periode Januari-
September 2010 juga lebih tinggi dibanding total realisasi penanaman modal dalam
negeri selama tahun 2008 dan 2007. Menurut dia, nilai investasi dalam negeri selama
tahun 2008 sekitar Rp20 triliun dan pada 2007 sebanyak Rp34,8 triliun.
Menurut data BKPM, investasi dalam negeri pada sektor tanaman pangan dan
perkebunan merupakan yang paling besar, mencakup 76 proyek dengan nilai total
Rp4,5 triliun, kemudian disusul investasi bidang transportasi, gudang dan
telekomunikasi yang terdiri atas 13 proyek dengan nilai total Rp3,1 triliun. Sementara
investasi dalam negeri pada sektor industri makanan terdiri atas 34 proyek dengan
nilai Rp2,8 triliun; industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi meliputi 20 proyek
bernilai total Rp1,4 triliun; dan investasi pada sektor jasa lain berjumlah 33 proyek
bernilai total Rp1,1 triliun. Lokasi penanaman modal dalam negeri paling banyak
berada di Kalimantan Tengah (Rp2,8 triliun dengan 23 proyek); DKI Jakarta (Rp2,5
triliun, 27 proyek); Jawa Barat (Rp1,9 triliun, 41 proyek); Kalimantan Timur (Rp1,8
triliun, 20 proyek) dan Jawa Timur (Rp1,8 triliun, 30 proyek).

B. Rumusan Masalah
 Apa yang dimaksud dengan Penanaman Modal Dalam Negeri?
 Apa saja syarat dan ketentuan dalam Penanaman Modal Dalam Negeri ?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini untuk mendeskripsikan tentang:
· Mengetahui pengertian Penanaman Modal Dalam Negeri
· Fasilitas-fasilitas Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri
· Kriteria Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri
· Faktor-faktor yang mempengaruhi Penanaman Modal Dalam Negeri
· Syarat-syarat Penanaman Modal Dalam Negeri
· Tata Cara Penanaman Modal Dalam Negeri

2|Page
BAB 2
PEMBAHASAN

A. Pengertian Penanaman Modal Dalam Negeri


Penanaman modal dalam negeri (PMDN) adalah perseorangan warga negara
Indonesia, badan usaha Indonesia, negara Republik Indonesia, atau daerah yang
melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia. Penanaman
modal dalam negeri dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang No.25 Tahun 2005
tentang Penanaman Modal. Bidang usaha yang dapat menjadi garapan penanaman
modal dalam negeri adalah semua bidang usaha yang ada di Indonesia. Namun ada
juga bidang-bidang yang perlu dipelopori oleh pemerintah dan wajib dilaksanakan
oleh pemerintah . misalkan: yang berkaitan dengan rahasia dan pertahanan Negara.
Penanaman modal dalam negeri di luar bidang-bidang tersebut dapat diselenggarakan
oleh swasta nasional. Misalkan seperti: perikanan,perkebunan, pertanian,
telekomunikasi, jasa umum, perdagangan umum. Penanaman modal dalam negeri
dapat merupakan sinergi bisnis antara modal Negara dan modal swasta nasional.
Misalnya seperti: di bidang telekomunikasi,perkebunan.

B. Fasilitas yang didapatkan oleh perusahaan Penanaman Modal Dalam


Negeri:
Ø Pajak penghasilan melalui netto sampai tingkat tertentu terhadap jumlah
penanaman modal yang dilakukan dalam waktu tertentu.
Ø Pembebesan atau penangguhan Pajak Pertambahan Nilai atas impor barang
modal atau mesin atau peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat
diproduksi di dalam negeri selama jangka waktu tertentu.
Ø Pembebasan atau keringanan bea masuk atas impor barang modal, mesin, atau
peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi di dalam
negeri.
Ø Pembebasan atau keringanan bea masuk bahan baku dan bahan penolong untuk
keperluan produksi untuk jangka waktu tertentu dan persyaratan tertentu.

3|Page
C. Kriteria Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri yang mendapatkan
fasilitas antara lain:
· Menyerap banyak tenaga kerja.
· Melakukan alih teknologi.
· Termasuk skala prioritas tertinggi.
· Melakukan industri pionir.
· Menjaga kelestarian lingkungan hidup.
· termasuk pembangunan infrastruktur.
· Berada di daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah perbatasan, atau daerah
lain yang dianggap perlu.
· Melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi.
· Bermitra dengan usaha mikro, kecil, menengah atau koperasi.
· Industri yang menggunakan barang modal atau mesin atau peralatan yang
diproduksi didalam negeri.

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penanaman Modal Dalam Negeri


Ø Potensi dan karakteristik suatu daerah
Ø Budaya masyarakat
Ø Pemanfaatan era otonomi daerah secara proposional
Ø Peta politik daerah dan nasional
Ø Kecermatan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan lokal dan
peraturan daerah yang menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia bisnis dan
investasi

E. Syarat-syarat Penanaman Modal Dalam Negeri


· Permodalan: menggunakan modal yang merupakan kekayaan masyarakat
Indonesia (Ps 1:1 UU No. 6/1968) baik langsung maupun tidak langsung.
· Pelaku Investasi : Negara dan swasta
Pihak swasta dapat terdiri dari orang dan atau badan hukum yang didirikan
berdasarkan hukum di Indonesia.

4|Page
· Bidang usaha : semua bidang yang terbuka bagi swasta, yang dibina, dipelopori
atau dirintis oleh pemerintah.
· Perizinan dan perpajakan : memenuhi perizinan yang ditetapkan oleh
pemerintah daerah. Antara lain : izin usaha, lokasi, pertanahan, perairan, eksplorasi,
hak-hak khusus, dll.
· Batas waktu berusaha : merujuk kepada peraturan dan kebijakan masing-masing
daerah.
· Tenaga kerja: wajib menggunakan tenaga ahli bangsa Indonesia, kecuali apabila
jabatan-jabatan tertentu belum dapat diisi dengan tenaga bangsa Indonesia. Mematuhi
ketentuan UU ketenagakerjaan (merupakan hak dari karyawan).

F. Tata Cara Penanaman Modal Dalam Negeri


Ø Keppres No. 29/2004 tentang penyelenggaraan penanam modal dalam rangka
Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri melalui system
pelayanan satu atap.
Ø Meningkatkan efektivitas dalam menarik investor, maka perlu
menyederhanakan system pelayanan penyelenggaraan penanaman modal dengan
metode pelayanan satu atap.
Ø Diundangkan peraturan perundang-undnagan yang berkaitan dengan otonomi
daerah, maka perlu ada kejelasan prosedur pelayanan Penanaman Modal Asing dan
Penanaman Modal Dalam Negeri
Ø BKPM. Instansi pemerintah yang menangani kegiatan penanaman modal dalam
rangka Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri.
Ø Pelayanan persetujuan, perizinan, fasilitas penanaman modal dalam rangka
Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri dilaksanakan oleh
BKPM berdasarkan pelimpahan kewenagan dari Menteri/Kepala Lembaga
Pemerintah Non Dept yang membina bidang-bidang usaha investasi ybs melalui
pelayanan satu atap

5|Page
Ø Gubernur/bupati/walikota sesuai kewenangannya dapat melimpahkan
kewenangan pelayanan persetujuan, perizinan dan fasilitas penanaman modal kepada
BKPM melalui system pelayanan satu atap;
Ø Kepala BKPM dalam melaksanakan system pelayanan satu atap berkoordinasi
dengan instansi yang membina bidang usaha penanaman modal
Ø Segala penerimaan yang timbul dari pemberian pelayanan persetujuan,
perizinan dan fasilitas penanaman modal oleh BKPM diserahkan kepada isntansi
yang membidangi usaha penanaman modal

6|Page
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Penanaman Modal Dalam Negeri adalah kegiatan menanam modal untuk
melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh
penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri.Penanam
modal Dalam Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan WNI, badan usaha Negeri,
dan/atau pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal di wilayah negara
Republik Indonesia. Kegiatan usaha usaha atau jenis usaha terbuka bagi kegiatan
penanaman modal, kecuali bidang usaha atau jenis usaha yang dinyatakan tertutup
dan terbuka dengan persyaratan dan batasan kepemilikan modal Negeri atas bidang
usaha perusahaan diatur didalam Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2010 Tentang
Perubahan Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka
dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

B. SARAN
1. Indonesia harus bisa membenahi terlebih dahulu sistem politik dan hukum
agar para investor akan lebih banyak yang tertarik untuk menginvestasi di
Indonesia.
2. Tidak mempersulit para investor dengan peraturan – peraturan yang
menyebabkan mereka tidak mau berinvestasi.
3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya dengan memberikan
pelatihan – pelatihan tentang industrilialisasi.
4. Jangan selalu menjadi pekerjanya saja tapi cobalah untuk menjadi seseorang
yang mengendalikan para pekerja dari luar.
5. Memperbaiki infrastruktur yang dapat dimanfaatkan bagi para investor
maupun para pekerjanya.
6. Perusahaan memberikan asuransi jiwa pada para pekerjanya. Sehingga mereka
terlindungi dalam pekerjaannya.

7|Page
BAB V
DAFTAR PUSTAKA

http://yolanda123.wordpress.com/2011/03/14/tugas-kelompok-makalah-investasi-
atau-penanaman-modal/

http://desynatalie.blogspot.com/2012/03/makalah-penanaman-modal-dalam-
negeri.html

8|Page
Sumber:
- http://kuliahade.wordpress.com/2010/11/16/hukum-penanaman-modal-
penanaman-modal-dalam-negeri/
- http://galihpangestu14.wordpress.com/2011/05/08/penanaman-modal-dalam-
negeri/

9|Page
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat rahmat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Penanaman Modal Dalam Negeri” ini dengan baik.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan
tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk
itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis
harapkan untuk demi perbaikan.

Penyusun

10 | P a g e i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab 1. Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Tujuan

BAB 2. PEMBAHASAN
A. Pengertian Penanaman Modal Dalam Negeri
B. Fasilitas Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri
C. Kriteria Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri
D. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penanaman Modal Dalam Negeri
E. Syarat-syarat Penanaman Modal Dalam Negeri
F. Tata Cara Penanaman Modal Dalam Negeri

Sumber

11 | P a g e ii
12 | P a g e