Anda di halaman 1dari 9

Emas adalah logam mulia yang memiliki beberapa sifat unik, seperti lunak dan mudah dibentuk,

mampu menghantarkan listrik, memiliki kilau alami, serta mudah dicampur dengan logam lain.
Karena keunggulannya tersebut, maka emas data digunakan dan diaplikasikan ke berbagai
bidang kehidupan. Seperti yang dilansir dari www.sbcgold.com, berikut ini adalah enam kegunaan
umum dari emas.

[caption id="attachment_761" align="alignnone" width="600"]


foto: www.morgangold.com[/caption]
Perhiasan
Karena keindahannya dan ketahanannya, maka saat ini emas lebih umum digunakan untuk
perhiasan. Sekitar 78% persen dari total penggunaan emas setiap tahunnya digunakan untuk
membuat berbagai perhiasan cantik.
Investasi
Nilainya yang tinggi dan cenderung meningkat setiap tahunnya membuat banyak orang tertarik
untuk menjadikan emas sebagai alat investasi. Umumnya mereka akan berinvestasi dalam bentuk
emas batang dan koin emas.
Kedokteran Gigi
Ya, ternyata selain sebagai perhiasan dan investasi emas juga memiliki peran penting di dunia
kesehatan. Emas merupakan logam yang sangat pas untuk dijadikan tambalan, crown gigi, dan
peralatan ortodentik karena tidak dapat menimbulkan reaksi kimia dan alergi. Emas ternyata sudah
digunakan di dunia kedokteran gigi sejak tahun 700 SM dan kemungkinan besar akan terus
digunakan di masa datang untuk memperbaiki gigi yang rusak karena keunggulannya tersebut.
Elektronik dan Komputer
Emas adalah konduktor yang sangat baik dan mampu menghantarkan muatan listrik kecil. Oleh
karena itulah emas digunakan hampir pada setiap peralatan elektronik seperti televise dan
handphone. Emas juga sering digunakan pada komputer untuk menransfer data secara cepat.
Penerbangan
Emas juga memiliki peran penting di bidang penerbangan, lho. Emas digunakan untuk melapisi
bagian dalam kendaraan ruang angkasa serta bagian dalam helm astronot untuk melindungi para
awak kapal dari panas sinar matahari yang berbahaya.
Medali dan Penghargaan
Emas adalah logam yang sangat indah dan begitu berharga. Karena keindahan dan
kemewahannya tersebut, maka emas pun juga dinilai menjadi logam yang paling sesuai untuk
membuat benda-benda penting seperti mahkota dan medali untuk berbagai macam
pernghargaan, mulai dari Academy Awards hingga Olimpiade.
Emas dan perak menjadi logam yang sangat menarik untuk wanita. Emas dan perak banyak dijadikan
perhiasan dengan berbagai bentuk yang sangat indah. Bahkan pada jaman dahulu emas dan perak
menjadi salah satu tolak ukuran harta benda dan nilai kekayaan. Meskipun sekarang emas dan perak
dikembangkan untuk berbagai bidang.

Manfaat emas dan perak dapat memiliki fungsi yang dapat membantu dalam kehidupan-sehari. Tidak
hanya untuk aksesoris guna mempercantik penampilan, namun manfaat emas dan perak juga bisa di
gunakan dalam berbagai beda lainnya.

Fakta Emas dan Perak


Sebelum mengenal emas dan perak, maka ada beberapa fakta tentang emas dan perak dibawah ini
yang perlu di ketahui, yaitu:
 Emas sebenarnya termasuk dalam salah satu unsur logam mulai yang memiliki sifat lunak, kuning,
memiliki berat, berkilau dan mudah dibentuk.
 Emas memiliki sifat alami yang tidak akan mengalami reaksi bila dicampur dengan jenis logam lain.
Hal inilah yang membuat emas menjadi salah satu jenis logam mulia.
 Nomor atom emas adalah 79 dan nilai berat atom 196,97. Nilai ini bisa Anda lihat dalam tabel
periodik.
 Kadar ukuran berat emas biasanya dinyatakan dalam ukuran gram.
 Kandungan kadar emas dalam sebuah logam emas dinyatakan dalam bentuk karat. Karat menjadi
salah satu ukuran untuk menilai jumlah kadar emas yang terkandung. Emas murni memiliki nilai 24
karat.
 Jumlah nilai karat emas yang diakui adalah 24K, 23K, 22K, 21K, 20K, 19K, dan 18K.
 Ada beberapa jenis emas yang bisa kita lihat sesuai dengan warna. Beberapa diantaranya adalah:
– Emas biru (campuran emas dan besi)
– Emas hijau( campuran emas dengan perak dan tembaga)
– Emas Pink (campuran emas, tembaga dan perah)
– Emas Putih (campuran emas dengan nikel, tembaga, seng, timah dan mangan)
– Emas kuning ( campuran emas dengan perak dan tembaga)
 Perak memiliki sifat lunak, berkilau, dan berwarna putih.
 Perak bisa menjadi konduktor listrik yang paling bagus dan paling tinggi.
 Perak termasuk dalam logam mulia karena tidak bereaksi dengan jenis logam lain ketika dicampur.
 Perak bisa mengalami oksidasi yang ditunjukkan dengan perubahan warna perak menjadi kehitaman.

Apa Saja Manfaat Emas dan Perak?


Emas dan perak adalah logam yang paling sering dibentuk menjadi perhiasan. Sifak emas dan perak
yang lunak dan mudah dibentuk, membuat logam ini bisa dibentuk menjadi berbagai jenis aksesoris
untuk wanita. Tapi, apakah emas dan perak juga bisa memberikan manfaat lain?

Berikut ini adalah manfaat emas dalam kehidupan manusia:

1. Perhiasan
Emas dapat dibentuk menjadi berbagai perhiasan untuk wanita. Wanita memerlukan perhiasan untuk
beberapa hal seperti menjadi aksesoris untuk penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri.
Perhiasan dari emas bisa dibentuk menjadi beberapa benda seperti cincin, kalung, gelang, anting,
jam tangan, bros dan berbagai aksesoris lain. Emas juga menjadi salah satu jenis perhiasan yang
memiliki harga mahal.
2. Kesehatan Gigi
Gigi yang berlubang mungkin akan membuat pemiliknya merasa tidak nyaman. Pada jaman dahulu
pemakaian emas sudah banyak digunakan untuk menambal gigi yang berlubang. Bahkan ada jenis
gigi palsu yang dilapisi dengan emas. Emas tidak bisa memberikan reaksi dengan jenis logam dan
senyawa lain sehingga emas sangat awet. Jadi emas juga penting untuk mendukung kesehatan gigi.
3. Perlengkapan Pesawat Ruang Angkasa
Pesawat ruang angkasa ternyata juga menggunakan bahan emas sebagai bahan lapisan untuk
kendaraan. Emas memiliki sifat yang sangat baik dan tahan terhadap panas matahari. Bahkan
sekarang emas juga dapat dipakai sebagai bahan lapisan untuk pelindung kepala untuk astronot.
Meskipun emas dipakai dalam kadar yang kecil, tapi peran emas sangat besar untuk melindungi
awak pesawat ruang angkasa dari panas.
4. Produksi Perangkat Elektronik
Tahukah Anda bahwa ada beberapa bagian komponen elektronik yang menggunakan emas? Emas
dipakai sebagai lapisan untuk perangkat kecil sebagai penghantar listrik pada beberapa alat
elektronik seperti radio, televisi, komputer dan perangkat lain. Emas memiliki sifat yang tahan
terhadap korosi, penghantar panas yang baik dan mendukung sistem pengiriman data komputer.
Pemakaian emas dalam perangkat ini memang sangat kecil.
5. Bahan Membuat Penghargaan
Salah satu pengakuan dalam berbagai ajang kejuaraan adalah medali emas. Emas digunakan untuk
membuat medali baik berupa koin, piala atau medali murni. Emas menunjukkan dedikasi dan derajat
yang paling tinggi sehingga sangat sesuai untuk posisi juara dalam berbagai ajang penghargaan.
6. Emas untuk Investasi
Pada awalnya emas hanya diolah untuk perhiasan wanita yang bisa disimpan dan dijual lagi. Namun
karena harga emas yang terus bergerak karena kondisi ekonomi dunia, maka sekarang emas
menjadi alat investasi yang sangat menarik. Jenis emas yang dibentuk dalam logam mulia menjadi
alat investasi yang paling banyak disukai. Emas dalam bentuk perhiasan kurang diminati sebagai
sumber investasi karena nilai atau harganya sering terkena potongan.
7. Menjaga Kesehatan
Memakai emas juga bisa menjadi salah satu logam yang penting untuk kesehatan. emas bisa
membuat tubuh menjadi lebih sehat dengan cara meningkatkan sistem peredaran darah. Selain itu
emas juga bisa membuat tubuh menjadi sehat karena mendukung proses sekresi atau pengeluaran
racun dari dalam tubuh.
8. Terapi Kecantikan

Terapi kecantikan dengan bahan emas sudah dimulai sejak jaman Cleopatra. Jaman dahulu emas
menjadi simbol kecantikan dan martabat. Sekarang banyak salon kecantikan yang menawarkan
berbagai jenis perawatan dengan emas. Emas memiliki sifat yang bisa mendukung pemulihan sel-sel
kulit yang sudah mati sehingga penampilan kulit menjadi lebih indah.
Beberapa jenis perawatan emas yang memiliki manfaat untuk:

 Menghilangkan semua jenis efek penuaan dini seperti kerutan, garis lekuk pada mata dan bibir, serta
bintik hitam.
 Emas juga memiliki sifat untuk meningkatkan elastisitas kulit dan membuat kulit menjadi lebih lembut.
 Emas menjadi salah satu bahan antioksidan yang sangat kuat sehingga mencegah masalah
peradangan pada kulit.
 Emas membuang racun dari kulit dan meningkatkan sirkulasi peredaran darah.
 Emas bisa menjadi bahan yang aktif untuk mencegah pengurangan kolagen alami pada kulit.
 Emas mampu membuat kulit wajah menjadi lebih bersinar cantik.

Sejarah dan Potensi Emas Aluvial di Indonesia


Sejarah dan Potensi Emas Aluvial di Indonesia ~ Emas sebagai salah satu komoditas tambangsudah
dikenal dan diusahakan di Indonesia sejak lebih dari seribu tahun yang lalu. Pendatang dari Cina telah
menambang cebakan emas aluvial di Kalimantan pada abad keempat. Kegiatan tambang dalam
dan tambang aluvial marak dilakukan oleh emigran Hindu dan masyarakat setempat di Sumatera dan
Sulawesi Utara. Tercatat pada manuskrip Cina berumur lebih dari 1000 tahun, yang telah menggambarkan
kekayaan emas di Kepulauan Indonesia serta tentang adanya beberapa tambang emas (Van Leeuwen,
1994). Cebakan emas aluvial di Daerah Monterado, Kalimantan Barat pernah diusahakan oleh pendatang
dari Cina pada awal abad 18 (Keyser & Sinay, 1993). Prospek di daerah Sungai Gambir, Bungotebo, Jambi,
pada tahun 1992, setelah dilakukan pengupasan lapisan penutup berupa lempung dengan ketebalan sekitar
dua meter, pada lapisan kaya emas di bawahnya dijumpai keramik Cina berupa cawan, sehingga ada
kemungkinan prospek tersebut pernah diusahakan. Demikian juga cebakan emas di Daerah Meulaboh,
NAD, dan Logas, Riau, pernah ditambang pada masa pendudukan Belanda dan Jepang (Van Leeuwen,
1994). Tanah aluvial, dataran aluvial, aluvial adalah, endapan aluvial,pengertian aluvial.
Potensi Emas Aluvial di Indonesia banyak dijumpai di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua. Emas
aluvial dengan sumberdaya kecil dijumpai juga di P. Jawa, yaitu di Banyumas, Jawa Tengah. Cebakan emas
aluvial di Indonesia umumnya pernah diusahakan, sehingga potensipada saat ini merupakan sumberdaya
tersisa dari aktifitas penambangan pada masa lalu.Eksplorasi emas aluvial secara besar besaran pernah
dilakukan pada tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an, terutama di Kalimantan dan Sumatera,
oleh pelaku usaha pertambangan yang sebagian besar bersekala kecil sampai menengah. Eksplorasi
dilakukan pada daerah yang umumnya telah diketahui sebelumnya sebagai sumber keterdapatan emas, yaitu
telah ditambang baik oleh pendatang dari Cina atau Belanda, maupun penduduk setempat. Daerah target
eksplorasi dengan kondisi geologi berupa endapan gravel Resen – Kuarter dari endapan sungai aktif, endapan
sungai purba yang telah tertimbun, serta paleodrainages (Van Leeuwen, 1994).

Sumberdaya dan cadangan emas pada beberapa daerah prospek (Tabel 2) telah ditambang oleh pemilik usaha
pertambangan, akan tetapi secara keseluruhan hanya berlangsung beberapa tahun dan berakhir dengan
masih menyisakan sebagian besar sumberdaya nya. Beberapa faktor penyebab terutama adalah estimasi
cadangan terlalu spekulatif, peralatan tidak sesuai, dan pembengkakan biaya operasional, sehingga
mempengaruhi nilai ekonomi pengusahaan pertambangannya (Van Leeuwen, 1994). Meskipun cebakan
emas letakan/aluvial umumnya pernah diusahakan, namun potensi bahan galian tertinggal berupa cebakan
emas insitu dan komoditas bahan galian yang terkandung pada tailing masih berpeluang untuk diusahakan.

Sumberdaya emas aluvial di beberapa daerah prospek (Van Leeuwen, 1994 & Sujono, 2004)
Indonesia merupakan satu dari sekian banyak negara di dunia yang dikaruniai banyak sekali sumber daya alam.

Tidak terbatas pada sumber daya terbarukan seperti hutan, satwa, dan hasil laut, tapi juga sumber daya alam

yang sifatnya tidak terbarukan, seperti hasil tambang.

Indonesia sendiri memiliki hasil tambang yang begitu beragam. Hampir semua jenis logam bisa dengan mudah

ditemukan di Nusantara, di antaranya adalah emas, perak, bauksit, timah, bijih besi, aluminium, kuningan,

bahkan beragam jenis batu bernilai tinggi seperti permata, berlian, rubi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah, sekarang kita fokus pada emas dulu. Logam mulia bernilai tinggi ini banyak sekali diminati sebagai barang

investasi karena harganya yang kian hari kian meroket. Masyarakat biasanya memanfaatkan emas sebagai

investasi dalam bentuk emas batangan, perhiasan, koin dinar, dan lain sebagainya.

Indonesia adalah negara yang mampu menghasilkan emas dalam jumlah yang cukup besar. Saat ini, tambang

emas banyak dikuasai oleh perusahaan asing, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau bahkan penambang liar.

Di negeri ini, ada banyak pertambangan emas yang tersebar di seluruh Nusantara, seperti di:

1. Tambang Emas Desa Pujon, Kapuas, Kalimantan Tengah

Pujon adalah sebuah desa terpencil yang letaknya di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi

Kalimantan Tengah. Meski letaknya cukup jauh dari perkotaan, ada banyak pilihan transportasi untuk menuju

desa ini.

Selain menjadi tempat transit bagi para penambang batubara dan petani kelapa sawit, Desa Pujon merupakan

desa yang terkenal akan hasil tambang emasnya yang sangat banyak.

Tak heran hampir sebagian besar warga di sini berprofesi sebagai penambang emas. Pun karena saking

banyaknya bijih emas yang ditemukan di dalam hutan, desa ini sampai dijuluki Desa Emas.

Jika menyempatkan diri berkunjung ke desa ini, kita akan melihat hamparan luas berwarna putih terang seperti

padang pasir, area ini adalah lokasi pembuangan limbah pasir dari aktivitas penambangan emas yag rutin

dikerjakan warga hampir setiap harinya.

2. Tambang Emas Gosowong, Halmahera

Lokasi penambangan emas di Indonesia yang kedua terletak di Gosowong, Halmahera. Kegiatan penambangan

di Gosowong sendiri dikelola oleh BUMN di bawah naungan PT Aneka Tambang yang bekerjasama dengan

Newcrest.
Selain emas, di sini juga terdapat pertambangan perak. Dalam rentang waktu hampir 20 tahun sejak

pertambangan pertama kali dibuka, diperkirakan sudah ada sekitar 20 juta ons bijih emas yang diangkat dari

perut bumi.

3. Tambang Emas Cikotok, Jawa Barat

Cikotok merupakan sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Selatan, atau

kurang lebih 130 km di Selatan Rangkasbitung, Provinsi Banten.

Meski ukurannya tidak terlalu luas, sesungguhnya desa ini memliliki potensi tambang yang sangat luar biasa.

Adalah logam mulia berjenis emas yang bisa dengan mudah ditambang di sini.

Baca juga: Mengenal Seluk-beluk Perak: Industri dan Lokasi Tambang Perak di Indonesia

Tambang emas Cikotok sendiri bermula dari ditemukannya endapan emas dan batubara di kawasan Bayah,

Cimandiri, Cikotok, dan sekitarnya oleh ahli geologi asal Belanda pada tahun 1839 sebelum akhirnya diadakan

eksplorasi besar-besaran dan diadakan penambangan di wilayah Pasir Gombong dan Cikotok.

Sayangnya produksi dihentikan ketika Jepang menduduki Indonesia. Nah, sejak 5 Juli 1968, bersama dengan

perusahaan pertambangan lain, PN Tambang Emas Tjikotok kemudian menjadi bagian dari PN Aneka Tambang

dengan nama Unit Pertambangan Emas Cikotok.

4. Tambang Emas Batu Hijau, Sumbawa

Daerah Indonesia Timur memang mahsyur akan hasil tambangnya yang melimpah. Salah satunya adalah

tambang emas yang berlokasi di Batu Hijau, Pulau Sumbawa.

Tambang ini sendiri sudah dibuka sejak tahun 2000 lalu. Pada tahun 2005, pemerintah mencatat sebanyak 2.77

juta ton tembaga yang memiliki rata-rata 0,69g/ton emas terkumpul dari tambang ini. Sayangnya, Tambang

Emas Batu Hijau masih dikelola pihak asing.

Kabarnya Indonesia baru akan memiliki hak penuh atas tambang ini tahun 2025 menjelang. Masih lama juga ya.

5. Tambang Emas Martabe, Tapanuli Selatan

Masih berlokasi di wilayah Indonesia Timur, tambang emas yang satu ini terletak di daerah Martabe, Tapanuli

Selatan.
Menurut data yang dikumpulkan pihak pengelola tambang, kegiatan penambangan di Martabe sudah

menghasilkan sebanyak 3 juta ons emas dan 32 juta ons perak sejak mulai dibuka pada tahun 2013.

Bahkan tambang ini dipercaya masih mengandung 7.86 juta ons emas serta 73,48 juta ons perak. Luar biasa ya.

6. Tambang Emas Kencana, Maluku Utara

Berbeda dengan tambang emas di Gosowong yang cukup terbuka, penambangan emas di daerah Kencana,

Maluku Utara, dilakukan di bawah tanah.

Kabarnya, kegiatan pertambangan di Kencana sudah mengahsilkan sebanyak 4.63 juta ons emas murni lho.

7. Tambang Grashberg, Puncak Jaya

Dari sekian banyak lokasi penambangan emas di Tanah air, barangkali daerah tambang yang satu ini adalah

yang paling terkenal karena akhir-akhir ini banyak diberitakan di berbagai media.

Ya, apalagi kalau bukan karena kasus Freeport yang sempat membuat geger seluruh negeri. Tambang ini sendiri

memang dikelola oleh PT Freeport McMoran.

Kabarnya, Tambang Emas Grashberg ini sudah menambang 58,474,392 gr emas dan 174,458,971 gr perak.

Masih kurang kaya apa lagi Indonesia?

Indonesia memang negeri yang amat kaya, hal ini dibuktikan dengan ditemukannya begitu banyak lokasi

tambang emas di berbagai pelosok Nusantara. Sayang sekali, masih banyak penambangan yang dikelola oleh

tangan asing dan bukan oleh BUMN sendiri.

Mineralogi Emas

Pengetahuan tentang mineralogi emas sangat diperlukan dalam memahami teknologi pengolahan
emas. Mineralogi dari batuan (bijih) emas perlu diketahui sebelum menentukan teknologi pengolahan
yang akan diterapkan. Sehingga resiko kegagalan akibat salah memilih suatu teknologi pengolahan
yang tidak sesuai dengan kondisi mineralogi bijih emas yang sedang dikerjakan dapat dihindari.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perolehan emas dalam pengolahan emas adalah :

1. Mineral-mineral pembawa emas


2. Mineral-mineral induk
3. Asosiasi mineral pembawa emas dengan mineral induk
4. Ukuran butiran mineral emas

1. Mineral Pembawa Emas

Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral
ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam.
Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral
pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas
dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium.

Emas native merupakan mineral emas yang paling umum ditemukan di alam. Sedangkan elektrum,
keberadaannya di alam menempati urutan kedua. Mineral-mineral pembawa emas lainnya jarang atau
bahkan langka.

Emas native mengandung perak antara 8 - 10%, tetapi biasanya kandungan tersebut lebih tinggi, dan
kadang-kadang mengandung sedikit tembaga atau besi. Oleh karenanya, warna emas native bervariasi
dari kuning emas, kuning muda, sampai keperak-perakan, bahkan berwarna merah oranye. Berat jenis
emas native bervariasi antara 19,3 (emas murni) sampai 15,6 tergantung pada kandungan peraknya.
Bila berat jenisnya 17,6 maka kandungan peraknya sebesar 6%, dan bila berat jenisnya 16,9
kandungan peraknya sebesar 13,2%.

Sementara itu elektrum adalah jenis lain dari emas native yang mengandung perak di atas 18%.
Dengan kandungan perak yang lebih tinggi, warna elektrum bervariasi antara kuning pucat sampai
warna perak kekuning-kuningan. Berat jenisnyapun bervariasi antara 15,5 - 12,5. Bila kandungan
emas dan perak berbanding 1 : 1 berarti kandungan peraknya 36%, dan bila perbandingannya 2,5 : 1
berarti kandungan peraknya 18%.

2. Mineral Induk

Emas berasosiasi dengan kebanyakan mineral-mineral yang biasanya membentuk batuan. Emas
biasanya berasosiasi dengan sulfida (mineral yang mengandung sulfur/belerang). Pyrite merupakan
mineral induk yang paling umum. Emas ditemukan dalam pyrite sebagai emas nativ dan elektrum
dalam berbagai bentuk dan ukuran, yang tergantung pada kadar emas dalam bijih dan karakteristik
lainnya. Urutan selanjutnya Arsenopyrite, Chalcopyrite mineral sulfida lainnya berpotensi sebagai
mineral induk terhadap emas. Bila mineral sulfida tidak terdapat dalam batuan, maka emas berasosiasi
dengan oksida besi ( magnetit dan oksida besi sekunder), silica dan karbonat, material berkarbon serta
pasir dan kerikil (endapan plaser).
Terkadang sulit mengidentifikasi emas dengan mineral yang menyerupainya, seperti pyrite,
chalcopyrite, pyrrhotite, pentlandite dan mika berwarna emas. Pyrite berwarna kuning dengan bau
khas logam dengan bentuk kristal kubus. Chalcopyrite juga kuning-kuningan dengan dengan bau khas
logam tetapi bentuknya kristal bersegi empat. Sebuah uji kimia dengan menggunakan acid nitric
mungkin diperlukan untuk membedakan pyrite dan chalcopyrite.

Pyrrhotite mudah diidentifikasi menggunakan batang magnet karena bersifat magnetis. Arsenopyrite
adalah perak putih ke-abu-abu baja dengan kilau logam dan biasanya kristal berbentuk
prisma. Arsenopyrite bila dipukul dengan palu sering tercium aroma bawang putih. Emas berbentuk
butiran sedangkan bentuk mika adalah kepingan.

3. Asosiasi Mineral Pembawa Emas

Ditinjau dari kajian metallurgi/pengolahan, ada tiga variasi distribusi emas dalam bijih :

1. Emas didistribusikan dalam retakan-retakan atau di batas di antara butiran-butiran yang sama
(misalnya : retakan dalam butiran mineral pyrite atau di batas antara dua butiran pyrite)
2. Emas didistribusikan sepanjang batas di antara butiran-butiran dua mineral yang berbeda
(misalnya : di batas antara butiran pyrite dan arsenopyrite atau di batas antara butiran
chalcopyrite dan butiran silica.)
3. Emas yang terselubung dalam mineral induk (misalnya : emas terbungkus ketat dalam
mineral pyrite)

4. Ukuran Butiran
Ukuran butiran mineral-mineral pembawa emas (misalnya emas native atau elektrum) mulai dari
berupa partikel-partikel berukuran fraksi (bagian) dari satu mikron (1 mikron = 0,001 mm),
hingga butiran berukuran beberapa mm yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Ukuran butiran
biasanya sebanding dengan kadar bijih, kadar emas yang rendah dalam batuan (bijih) menunjukkan
ukuran butiran yang halus.
Berdasarkan ukuran butirannya, emas dibagi dalam enam kategori :

1. Emas native dengan butiran sebesar > 2mm ukuran yang dikenal sebagai nuggets.

2. Potongan emas dan gangue (kuarsa, ironstone dll) yang dikenal sebagai spesimen.
3. Emas native dengan butiran kasar sebesar 2 mm hingga sehalus 150 microns yang terlihat
dengan mata telanjang.
4. Emas Microcrystalline ukuran 150-0,8 microns yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop.
5. Partikel emas submicroscopic yang terdapat di sisi kristal mineral sulfida tertentu, terutama
pyrite, chalcopyrite, arsenopyrite dan pyrrhotite.
6. Dalam compounds dengan tellurium.