Anda di halaman 1dari 27

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP

KELAS IX SEMESTER II PADA KURIKULUM 2013


MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN
INKUIRI PADA MATERI KONSEP PELUANG

Tugas ini disusun untuk memenuhi Ujian mata kuliah


Micro Teaching
Dosen : Ibu Ira Kurniawati,S.Si.,M.Pd.

Disusun Oleh:
Praphastha Jayantara K1313055

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MATEMATIKA SMP

Satuan Pendidikan :
Kelas/Semester : IX/II
Mata Pelajaran : Matematika
Topik : Konsep Peluang
Pertemuan Ke- : I(Pertama)
Alokasi Waktu : 1 x 35 menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar Indikator
1.1 Menghargai dan menghayati ajaran  Merasa bersyukur terhadap
agama yang dianutnya karunia Tuhan atas kesempatan
mempelajari kegunaan matematika
dalam kehidupan sehari-hari
melaluui belajar konsep Peluang

2
 melaksanakan doa pada sebelum
dan sesudah melaksanakan
sesuatu.
2.2 Menunjukkan sikap logis, kritis,  Menunjukkan sikap
analitik dan kreatif, konsisten dan bertanggungjawab ditandai dengan
teliti, bertanggungjawab, responsif, ambil bagian dalam
dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan percobaan
memecahkan masalah sehari-hari,  Menunujukkan sikap ingin tahu
yang merupakan pencerminan sikap ditandai adanya usaha untuk
positif dalam bermatematika mencoba atau bertanya dalam
2.3 Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, proses pembelajaran
dan ketertarikan pada matematika
serta memiliki rasa percaya pada daya
dan kegunaan matematika, yang
terbentuk melalui pengalaman belajar
3.9 Menentukan Peluang suatu kejadian  Mengenal pengertian ruang sampel
sederhana secara empirik dan teoritik dan titik sampel
3.14 Memahami konsep ruang sampel suatu  Mengenal pengertian peluang
percobaan suatu kejadian.
4.6 Mengumpulkan, mengolah  Menentukan ruang sampel suatu
mengintepretasi, dan menampilkan percobaan (menggunakan uang
data hasil pengamatan dalam bentuk logam, kelereng, dan dadu) dengan
tabel dan berbagai grafik serta mendata titik sampelnya.
mengidentifikasi hubungan antar
variabel serta mengambil kesimpulan
4.7 Menerapkan prinsip-prinsip peluang
untuk menyelesaikan masalah

Karakter Siswa yang diharapkan : Tanggungjawab dalam kelompok


Rasa ingin tahu

3
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, siswa diharapkan dapat:
1. Memahami pengertian peluang suatu kejadian.
2. Mengetahui pengertian ruang sampel dan titik sampel serta hal-hal yang bisa
dikaitkan dengan konsep peluang(kemungkinan).
3. Mengklasifikasikan ruang dan titik sampel dari suatu percobaan.
4. Menentukan ruang dan titik sampel serta kejadian yang mungkin dari persoalan.

D. Materi Ajar
1. Konsep Ruang Sampel dan Titik Sampel
2. Konsep Peluang suatu kejadian
Materi dapat dilihat pada Lampiran.

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
2. Model Pembelajaran : STAD (Student Team Achievement Division)
berbasis penemuan (Inquiri)

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan 1. Pengelolaan kelas oleh guru.
2. Guru menyampaikan Kompetensi Dasar yang harus
dimiliki siswa setelah mempelajari Peluang suatu kejadian.

Apersepsi 5
3. Siswa diminta memperhatikan tayangan powerpoint yang menit
disajikan guru. Powerpoint dapat dilihat pada Lampiran.
Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang
mengarah kepada konsep peluang yang akan dipelajari
bersama.

4
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Kegiatan Mengamati
Inti (fase observasi untuk menemukan masalah)
(Membentuk Kelompok)
4. Guru membentuk kelompok secara heterogen berdasarkan
nilai ulangan harian materi sebelumnya. Tiap kelompok
terdiri dari 4-5 anak.
(Guru Menyajikan Pelajaran)
5. Siswa memperhatikan Guru menyampaikan pokok-pokok
materi ruang sampel, titik sampel dan peluang suatu
kejadian. Materi dapat dilihat pada lampiran.
6. Guru memberikan Lembar Kerja Siswa(LKS) pada tiap
kelompok. LKS dapat dilihat pada Lampiran Lembar Kerja
Siswa.

Menanya 25
(Kegiatan Kelompok) menit
(fase merumuskan masalah)
7. Siswa dirangsang oleh guru untuk mengungkapkan
pertanyaan-pertanyaan (masalah) melalui presentasi guru.
8. Guru membantu siswa dalam merumuskan masalah.
Contoh Rumusan Masalah:
a. Apakah ruang sampel adalah himpunan semua kejadian
yang mungkin diperoleh dari suatu percobaan?
b. Apakah titik sampel adalah setiap anggota ruang
sampel?
c. Apakah peluang suatu kejadian A adalah perbandingan
antara banyaknya kejadian yang mungkin (titik sampel)
dari A dengan banyaknya semua kejadian (ruang
sampel) dari A.

5
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
(fase merumuskan hipotesis)
9. Dari rumusan masalah yang dibentuk, guru membimbing
siswa membuat hipotesis.
Contoh Hipotesis:
a. Iya benar bahwa ruang sampel adalah himpunan semua
kejadian yang mungkin diperoleh dari suatu percobaan.
b. Iya benar bahwa titik sampel adalah setiap anggota
ruang sampel.
c. Iya benar bahwa peluang suatu kejadian A adalah
perbandingan antara banyaknya kejadian yang mungkin
(titik sampel) dari A dengan banyaknya semua kejadian
(ruang sampel) dari A.

Mencoba/Mengolah
(Membimbing Menyelidiki secara kelompok)
(fase mengumpulkan data)
10. Guru membimbing siswa agar aktif bekerja sama dalam
melakukan percobaan dan mengerjakan LKS yang telah
dibagikan.
11. Guru berkeliling mengamati kerja setiap kelompok dan
membantu kelompok jika ada yang mengalami kesulitan
dalam percobaan dan pengerjaan LKS.
12. Dari materi yang dipelajari bersama, guru juga
memberikan nasihat kepada siswa agar tidak melakukan
hal-hal yang peluangnya sedikit, apalagi sampai
merugikan.

6
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Menyajikan
(Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Kerja)
(fase menguji hipotesis)
13. Guru membantu siswa menemukan konsep ruang sampel,
titik sampel, dan peluang suatu kejadian berdasarkan
percobaan yang telah dilakukan.
14. Guru melihat hasil pekerjaan siswa untuk melihat
gambaran secara umum hasil percobaan siswa.
15. Kemudian, guru meminta 2 kelompok yang memiliki
jawaban berbeda atau hampir sama tetapi ada sedikit
perbedaan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok
mereka di depan kelas.
16. Guru meminta siswa lain untuk menanggapi dan
memberikan saran kepada kelompok yang presentasi. Serta
juga kelompok yang presentasi untuk menjawab ataupun
menanggapi tanggapan ataupun saran dari teman-teman
yang berada dibelakang.
17. Guru bertanya apakah hipotesis yang mereka buat telah
menjawab rumusan masalah yang mereka buat.

Menyimpulkan
(kesimpulan)
18. Siswa diminta menyimpulkan secara umum mengenai
ruang sampel, titik sampel, dan peluang suatu kejadian.
Serta membuat catatan penting dari kegiatan pembelajaran
ini

7
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
(Kuis)
19. Guru memberikan post test untuk dikerjakan siswa secara
individu, dan membahas bersama soal yang telah
dikerjakan.
20. Guru mengambil hasil pekerjaan post test siswa untuk
dianalisi sebagai tindakan pada pembelajaran berikutnya.
Penutup 21. Guru bersama siswa merefleksi proses pembelajaran yang
telah dilakukan.
22. Guru memberikan tugas(PR) yang telah disiapkan
5
sebelumnya. Tugas dapat dilihat pada Lampiran.
menit
23. Guru menginformasikan materi selanjutnya (Frekuensi
Harapan) yang akan dibahas pada pertemuan yang akan
datang.

G. Alat dan Sumber Belajar


1. Alat dan Bahan
a. Laptop
b. Proyektor LCD
c. Whiteboard
d. Spidol
e. Sabuah uang logam(koin)

f. Tiga kelereng berbeda warna, yaitu putih, biru, dan hijau

8
g. Kantong pembungkus

h. Satu dadu

2. Sumber Belajar
Wagiyo, A, dkk. 2008. Pegangan Belajar Matematika. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional. Hal: 87-94.
Djumanta, Wahyudin, Dwi Susanti. 2008. Belajar Matematika Aktif dan
Menyenangkan. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Hal:
90-97.

9
H. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1. Prosedur Penilaian
Teknik
No Aspek yang dinilai Waktu Penilaian
Penilaian
Kegiatan pendahuluan
nomor 2 dan 3
Kegiatan inti nomor 5
1. Rasa ingin tahu Pengamatan
dan 11
Kegiatan penutup nomor
21
Tanggungjawab dalam Kegiatan inti nomor 8, 9,
kelompok: membantu 10, dan 11
2. Pengamatan
memberi pengertian kepada
teman sekelompok
Kegiatan inti nomor 15
Presentasi
dan 18
Pengetahuan dan
3. Kuis Kegiatan inti nomor 19
keterampilan matematika
Kegiatan penutup nomor
Tugas
22

2. Instrumen
Instrumen penilaian yang digunakan berupa Kuis selama 5 menit. Soal Kuis
dapat dilihat pada lampiran.

10
3. Kunci dan Pedoman Penskoran
a. Aspek Pengetahuan
No Kunci Jawaban Rubrik Penilaian Skor Skor
Max.
Soal Kanan
1 1 2 3 4 5 6 12 kolom benar 10 10
A 1,A 2,A 3,A 4,A 5,A 6,A 7-11 kolom benar 7
G 1,G 2,G 3,G 4,G 5,G 6,G 3-6 kolom benar 5
1-2 kolom benar 2
Tidak dijawab 0
2a P= Rumus benar 2 4

𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑢𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑜𝑔𝑎𝑚 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑑𝑢 3


𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛
1 Jawaban benar 4
=
12

2b P= Rumus benar 3 6
banyak kejadian Angka pada uang logam dan mata dadu genap
Banyak seluruh kejadian yang mungkin
3 1 Jawaban benar 6
= 12 = 4
Soal Kiri
1 1 2 3 4 5 6 36 kolom benar 10 10
1 1,1 2,1 3,1 4,1 5,1 6,1 30-35 kolom 8
2 1,2 2,2 3,2 4,2 5,2 6,2 benar
3 1,3 2,3 3,3 4,3 5,3 6,3 23- 30 kolom 6
benar
4 1,4 2,4 3,4 4,4 5,4 6,4 16-22 kolom 4
5 1,5 2,5 3,5 4,5 5,5 6,5 benar
8-15 kolom benar 2
6 1,6 2,6 3,6 4,6 5,6 6,6
1-7 kolom benar 1
Tidak dijawan 0
2a P= Rumus benar 2 4
𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑑𝑢 𝑘𝑒−𝐼 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒−𝐼𝐼 𝑠𝑎𝑚𝑎
𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛
6 1 Jawaban benar 4
= 36 = 6
2b P= Rumus benar 3 6

11
𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑑𝑢 𝑘𝑒−𝐼 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒−𝐼𝐼 𝑠𝑎𝑚𝑎−𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑔𝑒𝑛𝑎𝑝
𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛
3 1 Jawaban benar 6
= 36 = 12
Skor Maksimal Soal Kanan Maupun Kiri 20
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Nilai =
2

b. Aspek Sikap
Penilaian pengamatan penilaian aspek spiritual dan perkembangan
sikap siswa dapat dilihat pada lampiran.

4. Tugas
Tugas diberikan guru pada saat penutup sebagai penguatan materi agar
dipelari lebih lanjut dirumah. Soal tugas dapat dilihat pada lampiran.

12
I. Lampiran
Lembar Kerja Siswa

Kelompok :
Anggota kelompok : 1. 3.
2. 4.
Kelas :

A. Materi
1. Konsep Ruang sampel, titik sampel, dan peluang suatu kejadian.
2. Rumus peluang suatu kejadian

B. Alat dan Bahan.


1. Satu uang logam (koin)
2. Tiga kelereng (warna putih, biru, dan hijau)
3. Kantong pembungkus
4. Satu dadu

C. Prosedur Percobaan.
1. Siapkan uang logam, kelereng, kantong pembungkus, dan dadu!
2. Masukkan ketiga kelereng kedalam kantong pembungkus!
3. Lakukan percobaan berikut ini:
a. Melemparkan satu koin sebanyak 10 kali.
b. Ambil satu kelereng dari dalam kantong dengan mata tertutup sebanyak 10
kali, kemudian kembalikan kelereng yang telah diambil kedalam kantong
lagi.
c. Lemparkan dadu sebanyak 10 kali.
4. Amati hasil yang didapatkan dalam setiap percobaan
a. Catat banyak angka dan banyak gambar yang muncul!
b. Catat banyak kelereng berwarna putih, biru, dan hijau yang muncul!
c. Catat banyak angka 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 yang muncul!

13
5. Agar catatan kalian rapi gunakan tabel seperti berikut.
Tabel Percobaan Koin
Kejadian Turus Banyak kali Rasio f terhadap
muncul(f) 𝑓
n(P) atau (𝑛(𝑃))

Sisi Angka (A)


Sisi Gambar (G)
Total percobaan (n(P))

Tabel Percobaan Kelereng


Kejadian Turus Banyak kali Rasio f terhadap
muncul(f) 𝑓
n(P) atau (𝑛(𝑃))

Kelereng Putih (P)


Kelereng Biru (B)
Kelereng Hijau (H)
Total percobaan (n(P))

Tabel Percobaan Dadu


Kejadian Turus Banyak kali Rasio f terhadap
muncul(f) 𝑓
n(P) atau (𝑛(𝑃))

Mata dadu “1” (1)


Mata dadu “2” (2)
Mata dadu “3” (3)
Mata dadu “4” (4)
Mata dadu “5” (5)
Mata dadu “6” (6)
Total percobaan (n(P))

14
D. Pertanyaan:
1. Dari percobaan yang telah dilakukan, apa yang dapat kalian simpulkan mengenai
frekuensi relatif?
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
_________________________________________________________________

2. Sebutkan ruang sampel dan titik sampel dari masing-masing percobaan!


a. Percobaan pelemparan mata uang
1) Ruang Sampel : ____________________________________________
2) Titik Sampel : ____________________________________________
b. Percobaan pengambilan sebuah kelereng
1) Ruang Sampel : ____________________________________________
2) Titik Sampel : ____________________________________________
c. Percobaan pelemparan sebuah dadu
1) Ruang Sampel : ____________________________________________
2) Titik Sampel : ____________________________________________

3. Apa yang dapat kalian simpulkan mengenai ruang sampel dan titik sampel?
Ruang sampel adalah ……………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………
Titik sampel adalah ………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………

4. Dari percobaan pelemparan satu mata uang, isilah titik-titik dibawah ini:
banyaknya muncul gambar ……..
a. Peluang muncul gambar = =
banyaknya…….………………….. 2
banyaknya muncul……………. ……..
b. Peluang muncul angka = =
banyaknya………………………….. ……...

15
5. Dari percobaan pengambilan sebuah kelereng, isilah titik-titik dibawah ini:
……………………………….…... ……..
a. Peluang muncul kelereng berwarna Putih = =
…………………...……………… ……...
……………………………….…... ……..
b. Peluang muncul kelereng berwarna Biru = =
…………………...……………… ……...
……………………………….…... ……..
c. Peluang muncul kelereng berwarna Hijau = =
…………………...……………… ……...
6. Dari percobaan pelemparan sebuah dadu, isilah titik-titik dibawah ini:
………………………………...……………. ……..
a. Peluang muncul mata dadu 1 = =
…………………...………………………….. ……...
………………………………...……………. ……..
b. Peluang muncul mata dadu 2 = =
…………………...………………………….. ……...
………………………………...……………. ……..
c. Peluang muncul mata dadu 3 = =
…………………...………………………….. ……...
………………………………...……………. ……..
d. Peluang muncul mata dadu 4 = =
…………………...………………………….. ……...
………………………………...……………. ……..
e. Peluang muncul mata dadu 5 = =
…………………...………………………….. ……...
………………………………...……………. ……..
f. Peluang muncul mata dadu 6 = =
…………………...………………………….. ……...

7. Dari percobaan dan pertanyaan yang telah kalian jawab dapat disimpulkan bahwa:
………………………………...…………….
Peluang suatu kejadian =
…………………...…………………………..

8. Jika banyaknya suatu kejadian(titik sampel) dilambangkan dengan n(A) dan


banyak ruang sampel dilambangkan dengan n(s), maka peluang suatu kejadian A
{P(A)}:
……..
P(A) =
……...

16
POST TEST
Materi: Konsep Peluang
Nama :
No. :
Kelas :

Waktu : 10 menit
Petunjuk :
1. Bacalah soal dengan seksama, kemudian jawablah dengan menguraikan jawaban
selengkap mungkin!
2. Soal kanan untuk siswa yang bertempat duduk disebelah kanan. Dan soal kiri untuk
siswa yang bertempat duduk disebelah kiri.
3. Kerjakan Soal secara individu.

Soal :
SOAL KANAN
Sebuah uang logam dan dadu dilempar secara bersama-sama.
1. Carilah ruang sampelnya dengan tabel!
2. Dengan menggunakan tabel, carilah peluang munculnya pasangan:
a. Gambar pada uang logam dan mata dadu 3!
b. Angka pada uang logam dan mata dadu genap!

SOAL KIRI
Dua buah dadu dilempar secara bersama-sama.
1. Carilah ruang sampelnya dengan tabel!
2. Dengan menggunakan tabel, carilah peluang munculnya:
a. Mata dadu ke-I dan ke-II sama!
b. Mata dadu ke-I dan ke-II sama-sama genap!

$$$ Selamat Mengerjakan $$$

17
TUGAS
Dikumpulkan Hari Kamis, 26 Mei 2016
Kerjakan soal-soal di bawah ini!
1. Tentukan ruang sampel peristiwa berikut:
a. Mengambil bola dari kotak yang berisi 3 bola merah, 2 bola putih, dan 1 bola
hitam.
b. Mengambil kartu As dari satu set kartu bridge.
c. Memilih bilangan genap dari 20 bilangan bulat positif pertama.
2. Sebuah dadu dilemparkan. Hitunglah peluang munculnya muka dadu bernomor:
a. 2
b. Kurang dari 4
c. 1, 2, 3, 4, 5, atau 6
3. Sebuah kotak berisi 4 bola berwarna merah dan 6 bola berwarna putih. Sebuah bola
diambil dari kotak itu secara acak, kemudian dikembalikan lagi. Berapa peluang
terambilnya bola berwarna:
a. Merah
b. Putih
4. Sebuah dadu dan sebuah uang logam dilempar secara bersama-sama.
a. Buatlah ruang sampel dengan menggunakan tabel
b. Tentukan peluang munculnya:
i. Nomor genap pada dadu dan gambar pada uang logam
ii. Nomor ganjil pada dadu dan angka pada uang logam
5. Suatu kantong berisi 4 kelereng merah, 6 kelereng putih, dan 8 kelereng hijau. Sebuah
kelereng diambil secara acak dari dalam kantong itu.
a. Berapa peluang terambilnya kelereng berwarna bukan putih?
b. Jika pada pengambilan pertama yang terambil adalah kelereng hijau dan tidak
dikembalikan, berapa peluang terambilnya kelereng hijau pada pengambilan
kedua?

$$$ Selamat Mengerjakan $$$

MATERI AJAR

18
MATERI AJAR 1: Apersepsi dari Tayangan Powerpoint
 Guru memberikan pertanyaan kepada siswa melalui tayangan powerpoint.
 Setelah pelemparan sebuah dadu, mata dadu berapa yang muncul?
 Setelah pelemparan uang logam, gambar/angka yang muncul?

 Setelah itu, guru memberikan beberapa ungkapan yang sering didengar

19
 Kemudian guru bertanya apa itu peluang suatu kejadian?

20
MATERI AJAR II: Materi yang diikuti oleh kegiatan siswa melakukan percobaan
1. Ruang sampel dan titik sampel percobaan
Pada pelemparan sebuah uang logam, terdapat dua kemungkinan permukaan yang
akan nampak (muncul), yaitu muncul permukaan angka (A) atau gambar (G). Tayangan
powerpoint yang diberikan adalah:

 Contoh lain pada pengambilan sebuah kelereng dari dalam kotak

21
 Satu contoh lagi yaitu pelemparan sebuah dadu. Dan muncul pertanyaan, “Apa
yang dimaksud ruang sampel dan titik sampel?”

Misal pada pelemparan uang logam. Himpunan semua kejadian yang mungkin
terjadi, yaitu {A,G}, disebut ruang sampel yang biasanya dinyatakan dengan S. Jadi
ruang sampel pada pengetosan sebuah uang logam adalah S={A,G}, dan setiap anggota
dari ruang sampel tersebut yaitu A dan G disebut titik sampel.
Dengan dengan demikian, pada pengetosan sebuah dadu, karena seluruh hasil
yang mungkin muncul adalah mata 1, 2, 3, 4, 5, 6, maka ruang sampelnya adalah S =
{1, 2, 3, 4, 5, 6}.
Jadi yang dimaksud dengan Ruang Sampel dari suatu percobaan adalah himpunan
semua hasil yang mungkin terjadi. Dan Anggota setiap anggota dari ruang sampel
disebut titik sampel.
Dari pengertian itu, muncul pertanyaan tentang kemungkinan. Kemungkinan
dalam matematika dihubungkan dengan nilai kemungkinan suatu kejadian. Nilai
kemungkinan suatu kejadian contohnya dalam suatu kotak terdapat tiga kelereng, yaitu
kelereng berwarna putih, biru dan hijau. Nilai kemungkinan terambilnya kelereng
berwarna putih adalah? Jawabnnya adalah 1/3, karena ada 1 kelereng putih dari 3
kelereng di dalam kotak. Dengan kata lain, nilai kemungkinan adalah perbandingan
antara banyaknya suatu kejadian dengan banyaknya seluruh kejadian yang mungkin
terjadi.

22
2. Peluang Suatu Kejadian
Sebelum membahas tentang peluang suatu kejadian, kita akan mempelajari
terlebih dahulu tentang konsep kejadian sederhana. Untuk lebih memahami, siswa
diajak melakukan percobaan sesuai dengan lembar kerja yang ada.
Kejadian sederhana adalah kejadian yang hanya mempunyai satu titik sampel.
Contohnya: Kejadian sederhana dari pelemparan sebuah uang logam adalah munculnya
angka dan munculnya gambar.
Peluang suatu kejadian sama halnya dengan nilai kemungkinan yang terjadi.
Artinya nilai kemungkinan sama dengan nilai peluang/probabilitas suatu kejadian.
Jadi, peluang suatu kejadian adalah perbandingan antara banyaknya suatu
kejadian dengan banyaknya seluruh kejadian yang mungkin terjadi.
Jika banyaknya suatu kejadian(titik sampel) dilambangkan dengan n(A) dan
banyak ruang sampel dilambangkan dengan n(s), maka peluang suatu kejadian A
{P(A)}:
𝑛(𝐴)
P(A) =
𝑛(𝑠)
Dengan menggunakan rumus diatas, kita dapat mengerjakan soal-soal peluang
dengan lebih sederhana dan singkat.

Kesimpulan Pembelajaran Hari ini adalah :


 Ruang sampel adalah himpunan semua kejadian yang mungkin diperoleh dari suatu
percobaan
 Titik sampel adalah setiap anggota ruang sampelyang sedang diamati
 Peluang suatu kejadian A adalah perbandingan antara banyaknya kejadian yang
mungkin (titik sampel) dari A dengan banyaknya semua kejadian (ruang sampel) dari A.
 Jika banyaknya suatu kejadian(titik sampel) dilambangkan dengan n(A) dan banyak
ruang sampel dilambangkan dengan n(S), maka peluang suatu kejadian A {P(A)}:
𝑛(𝐴)
P(A) =
𝑛(𝑠)

23
LEMBAR PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : IX…/II
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan : ………………………………..
Kompetensi Dasar : Point 1

Sikap spiritual yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya berupa melaksanakan doa pada sebelum dan
sesudah melaksanakan sesuatu

Aspek Pengamatan:
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
2. Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu
3. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi
4. Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat
melihat kebesaran Tuhan

Kriteria
4 = selalu
3 = sering
2 = kadang-kadang
1 = tidak pernah

Peringkat
A Sangat Baik Jumlah Skor = 13-16
B Baik Jumlah Skor = 9-12
C Cukup Jumlah Skor = 5-8
D Kurang Jumlah Skor < 4

24
Bubuhkan tanda cek(√) pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Kriteria Pengamatan Jumlah Peringkat
1 2 3 4 Skor
1.
2.


32.

25
LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN SIKAP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : IX…/II
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan : ………………………………..
Kompetensi Dasar : Point 2

Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah sikap bertanggung jawab, rasa
ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.

Indikator perkembangan sikap RASA INGIN TAHU


1. Kurang baik, jika sama sekali tidak berusaha untuk mencoba atau bertanya atau acuh
tak acuh (tidak mau tahu) dalam proses pembelajaran.
2. Baik, jika menunjukkan sudah ada usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses
pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik, jika menunjukkan adanya usaha untuk mencoba atau bertanya dalam
proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator perkembangan sikap TANGGUNGJAWAB (dalam kelompok)


1. Kurang baik, jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam melaksanakan
percobaan.
2. Baik, jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam melaksanakan percobaan
tetapi belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan percobaan
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

26
Bubuhkan tanda cek(√) pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
Rasa ingin tahu Tanggung Jawab
NO Nama
SB B KB SB B KB
1
2
3

...
32
SB = sangat baik B = baik KB = kurang baik

Surakarta, …………………… 2015

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

(________________________________) (________________________________)
NIP. NIP.

27