Anda di halaman 1dari 29

BAHAN AJAR

I. PERALATAN GAMBAR
1. Kertas Gambar
a) Jenis Kertas
Berdasarkan jenis kertasnya, kertas gambar yang dapat digunakan untuk menggambar teknik
adalah:
1) Kertas Padalarang
2) Kertas manila
3) Kertas Strimin
4) Kertas roti
5) Kertas Kalki
2. Pensil Gambar
Pensil adalah alat gambar yang paling banyak dipakai untuk latihan mengambar atau
menggambar gambar teknik dasar. Pensil gambar terdiri dari batang pensil dan isi pensil.

a) Pensil Gambar Berdasarkan Bentuk


 Pensil Batang
Pada pensil ini, antara isi dan batangnya menyatu. Untuk menggunakan pensil ini harus
diraut terlebih dahulu. Habisnya isi pensil bersamaan dengan habisnya batang pensil.
Gambar pensil batang dapat dilihat pada Gambar berikut:

Gambar. Pensil Batang

 Pensil mekanik
Pensil mekanik, antara batang dan isi pensil terpisah. Jika isi pensil habis dapat diisi ulang.
Batang pensil tetap tidak bisa habis. Pensil mekanik memiliki ukuran berdasarkan diameter
mata pensil, misalnya 0,3 mm, 0,5 mm, dan 1,0 mm. Gambar pensil mekanik dapat dilihat
pada Gambar berikut:
Gambar. Pensil Mekanik

b) Pensil Gambar Berdasarkan Kekerasan


Berdasarkan kekerasannya pensil gambar dibagi menjadi pensil keras, sedang, dan lunak.
Tabel Pensil Berdasarkan Kekerasannya:

Keras Sedang Lunak


4H 3H 2B
5H 2H 3B
6H H 4B
7H F 5B
8H HB 6B
9H B 7B

Untuk mendapatkan garis dengan ketebalan yang merata dari ujung ke ujung, maka
kedudukan pensil sewaktu menarik garis harus dimiringkan 60° dan selama menarik garis,
pensil sambil diputar dengan telunjuk dan ibu jari (lihat Gambar).

Gambar. Cara Menarik Pensil


3. Rapido

Penggunaan rapido untuk menggambar dengan teknik tinta dianggap lebih praktis dari pada
dengan trekpen. Gambar rapido dapat dilihat pada Gambar berikut:

Gambar. Rapido
4. Penggaris
Penggaris yang sering digunakan untuk menggambar teknik adalah penggaris-T dan penggaris
segitiga

Gambar. Penggaris T dan Sepasang Penggaris Segitiga

a) Penggaris-T
Penggaris T terdiri dari dua bagian, bagian mistar panjang dan bagian kepala berupa
mistar pendek tanpa ukuran yang bertemu membentuk sudut 90°.
b) Penggaris Segitiga
Penggaris segitiga terdiri dari satu penggaris segitiga bersudut 45°, 90°, 45° dan satu
buah penggaris bersudut 30°, 90° dan 60°. Sepasang penggaris segitiga ini digunakan
untuk membuat garis-garis sejajar, sudut-sudut istimewa, dan garis yang saling tegak
lurus.

Gambar. Cara menggunakan penggaris T

Gambar. Cara Menggunakan Penggaris segitiga

5. Jangka
Jangka adalah alat gambar yang digunakan untuk membuat lingkaran dengan cara
menancapkan salah satu ujung batang pada kertas gambar sebagai pusat lingkaran dan yang
lain berfungsi sebagai pensil untuk menggambar garis lingkarannya. Gambar berikut
memperlihatkan beberapa jenis jangka.
6. Penghapus dan Alat Pelindung Penghapus
Ada dua jenis penghapus, yaitu penghapus lunak dan penghapus keras. Penghapus lunak
untuk menghapus gambar dari pensil dan penghapus keras untuk menghapus gambar dari
tinta. Agar gambar yang akan dihapus tepat dan tidak menghilangkan gambar yang lain, maka
digunakan plat pelindung penghapus seperti Gambar berikut:

Alat-Alat Penunjang Lainnya


Beberapa jenis alat penunjang gambar teknik lainnya yang kadang-kadang
diperlukan dalam menggambar didasarkan sebagai berikut.
a) Busur Derajat
Busur derajat digunakan untuk mengukur dan membagi sudut.

Gambar. Busur Derajat

b) Sablon Huruf dan Angka


Sablon huruf dan angka adalah sebuah alat gambar yang digunakan untuk menggambar huruf
dan angka, agar diperoleh tulisan yang rapi dan seragam dan mengikuti standar ISO.
c) Mal Lengkung
Mal lengkung digunakan untuk membuat garis lengkung yang tidak dapat dibuat dengan
jangka. Dalam satu set mal lengkung ada 3 jenis mal, lihat

Gambar. Mal Lengkung

Gambar. Contoh penggunaan Mal Lengkung

d) Mal Bentuk
Untuk membuat gambar geometri dan simbol-simbol tertentu dengan cepat digunakan mal
bentuk

Gambar. Mal Bentuk


e) Meja Gambar
Meja gambar adalah meja yang digunakan sebagai alas menggambar. Meja gambar terdiri dari
rangka meja gambar dan daun meja gambar. Tidak seperti meja biasa, meja gambar dapat
diubah-ubah ketinggian dan kemiringan daun mejanya.
Bahan daun meja ada bermacam-macam, yaitu: daun meja dari papan nonmagnetik, papan
berlapis magnet, dan kaca rayben.
Gambar. Meja Gambar

f) Mesin Gambar
Mesin gambar adalah mesin manual yang digunakan untuk memudahkan menggambar. Mesin
gambar dapat menggantikan beberapa fungsi alat gambar lainnya seperti busur derajat,
sepasang penggaris segitiga, dan mistar-T.
Berdasarkan bentuknya ada dua jenis mesin gambar, yaitu mesin gambar rol dan
mesin gambar lengan
II. STANDAR UKURAN KERTAS GAMBAR
KERTAS GAMBAR
1. Menurut jenisnya:
a. Kertas gambar biasa, putih dan berwarna muda
b. Kertas kalkir, untuk gambar-gambar yang diperbanyak (direprodukasi), dan tahan lama
untuk disimpan (diarsipkan).
c. Kertas transparan (kertas kaca), untuk gambar-gambar yang diperaga-kan memakai
OHP.

2. Format kertas:
A0 . 841 x 1189 C0 . 917 x 1297
B0 . 1000 x 1414 D0 . 771 x 1090
Ukuran Garis tepi
Golongan
kertas Kanan,Atas,
Panjang Lebar Kiri
Bawah
A0 1189 841 20 10
A1 841 594 20 10
A2 594 420 20 10
A3 420 297 20 10
A4 297 210 20 5
A5 210 148 20 5

Posisi kertas menurut penggunaanya :

A4 A4
Mendatar
Tegak
III. MACAM-MACAM GARIS GAMBAR DAN PENGGUNAANYA

Lihat gambar Macam garis Penggunaan

0,6 A1. Garis nyata benda (gambar).


A Tebal kontinyu
0,8 A2. Garis tepi

B1. Garis berpotongan khayal


B2. Garis ukur
B3. Garis proyeksi (Bantu)
B Tipis kontinyu
B4. Garis penunjuk
0,1
B5. Garis arsir
B6. Garis nyata dari penampang yang diputar
0,2
C1. Garis Batas-batas dari potongan sebagian
C Garis tipis (bebas) atau bagian yang dipotong, bila batasnya
bukan garis bergores tipis

0,3
Garis sedang (putus- F1. Garis benda yang terhalang/tidak langsung
F
putus) terlihat.
0,4

G1. Garis sumbu, garis lintasan


0,1
G Garis tipis (strip titik) G2. Garis simetri
0,2

0,2 Garis strip titik, strip H1. Garis untuk memotong penampang
H tebal pada ujung-
0,6 ujungnya

J1. Garis untuk menunjukan permukaan yang


J 0,6 Garis tebal (strip titik) akan mendapatkan tambahan pengerjaan

K1. Garis bagian yang berdampingan


Garis tipis strip titik
K 0,2 K2. Batas kedudukan benda yang bergerak
ganda
K4. Bentuk semula sebelum dipotong
IV. HURUF DAN ANGKA
Penulisan huruf teknik telah dinormalisasikan oleh ISO (International Organization for
Standartdization), untuk semua dokumen-dokumen teknik dianjurkan menggunakan huruf-
huruf ini, sedangkan posisi huruf ini baik yang tegak lurus maupun yang miring ke kanan 15
kedua-duanya boleh digunakan.

Sifat Ukuran

Tinggi huruf besar (h) 3,5 5 7 10 14

Tinggi huruf kecil (c) 2,5 3,5 5 7 10

Jarak antara huruf (a) 0,7 1 1,4 2 2,8

Jarak minimum tiap garis (b) 5 7 10 14 20

Jarak minimum antara suku kata (e) 1,5 2,1 3 4,2 6

Tebal huruf/angka (d) 0,35 0,5 0,7 1 1,4


Perbandingan ukuran penulisan huruf

Standart huruf
Tinggi
Type huruf
huruf
a b c d e

A 2/14 h 22/14 h 10/14 h 1/14 h 6/14 h


h
B 2/10 h 16/10 h 7/10 h 1/10 h 6/10 h

Contoh penulisan huruf dan angka dengan miring 15


V. ETIKET GAMBAR
Setiap gambar kerja yang dibuat selalu ada etiketnya. Etiket dibuat di sisi kanan bawah kertas
gambar. Pada etiket (kepala gambar) ini kita dapat mencantumkan :
 Nama (yang membuat gambar)
 Nama gambar
 Nama instansi, departemen, atau sekolah
 Nomor gambar
 Tanggal menggambar atau selesainya gambar
 Tanggal diperiksa gambar dan nama yang memeriksa
 Ukuran kertas gambar yang dipakai
 Skala gambar
 Proyeksi yang dipakai pad agambar tersebut
Skala Digambar 24- 4- 08
 Satuan ukuran yang digunakan 1: 1


ETIKET 1
Sebagai data yang diperlukan untuk kelengkapan gambar.
Diperiksa
Diset ujui
Dilihat
Fandi Eka

Lihat contoh
SMKN etiket
2 pada gambarM
PAYAKU berikut
BUHini.
17 15 18

Skala Digambar 24- 4- 08


1: 1

ETIKET 1 Diperiksa Fandi Eka

4x6,5
Diset ujui
40

Dilihat

SMKN 2 PAYAKUMBUH
14

65

185

Gambar etiket 1

Gambar Etiket .2
LATIHAN
Contoh Huruf dan Angka dalam posisi miring 15 untuk 5 mm
Buat gambar ini pada kertas A4 dengan skala 2 : 1

Bab

II
VI. KONSTRUKSI GEOMETRIS

KONSTRUKSI DASAR PENGGUNAAN PENGGARIS


Segitiga berupa satu pasang dan mempunyai sudut 90o, 45o-45o dan yang lain bersudut 90o-
60o-30o.

Sepasang penggaris segitiga

Membuat garis tegak lurus.

Membuat garis sejajar


Membuat segitiga sama sisi

Membuat sudut 75o dan 15o

Membagi sudut 90o menjadi tiga bagian yang sama.


Membuat Segi enam Dalam Lingkaran

Membuat Segi enam di luar lingkaran


KONSTRUKSI DASAR PENGGUNAAN JANGKA
Jangka digunakan untuk membuat lingkaran secara tepat. Jangka mempunyai 2 kaki, ujung
yang satu dari logam yang runcing, sedangkan ujung yang lain dapat dilengkapi dengan
 ujung pensil
 logam runcing, dan
 pen untuk tinta.

Cara memegang jangka

Menghubungkan 2 garis berpotongan pada sudut dengan sebuah busur Lingkaran

Menghubungkan dua Menghubungkan dua Menghubungkan dua


garis tegak lurus. garis bersudut kurang garis bersudut lebih dari
dari 90 90
Menghubungkan 2 garis parallel dengan busur-busur lingkaran.

Jarak antara 2 garis a2R a2R


a = 2R

Melukis Segi Lima di dalam Lingkaran


Urutan melukis :
1. Bagi garis B 0 menjadi 2 bagian yang
sama, dapat titik C.

2. Buat R2 = C D dan memotong A 0 di


titik E.

3. Buat R3 = D E dan memotong


lingkaran di F. DF adalah panjang sisi
segi lima beraturan.

Melukis Segi Lima, Panjang dan Sisi Ditentukan


Urutan Melukis:
1. Buat garis pada AB di titik A dan C;
titik C di tengah AB.
2. Buat A sebagai pusat busur
lingkaran dengan jari-jari AC dan
memotong garis h di D. Tarik garis
BD.
3. Buat lingkaran pusat di D dan jari-jari
AD, memotong garis BD di E.
4. Titik A dan B sebagai pusat dua
busur lingkaran dan jari-jari BE
berpotongan di F, yang merupakan
titik puncak segi 5.
5. Buat dua busur lingkaran A dan B
sebagai pusat, jari-jari AB memotong
busur lingkkaran di G dan H.
6. Hubungkan A ke G ke F ke H dan ke
B (segi lima terlukis).

Melukis segi sembilan beraturan

Urutan Melukis:
1. Bagilah diameter AF dengan n
bagian sama panjang.
2. Garis tengah AF dan BG
diperpanjang keluar
d
lingkaran sepanjang
n
3. Hubungkan panjang AF di C
dan BG di D,sehingga dapat
titik E.
4. Panjang sisi-sisi segi banyak
beraturan dari titik E ke titik 3
(selalu ke titik 3).
LATIHAN

Buatlah segi 7 dan 8 pada garis sumbu dibwah ini:

Lukis segi 7 beraturan Lukis segi 8 beraturan.


VII.PROYEKSI

Tujuan Kegiatan Pemelajaran


1) Mengetahui perbedaan antara perspektif isometri, dimetri dan kavalir/paralel.
2) Memahami cara menggambar perspektif isometri, dimetri dan kavalir/paralel.
3) Mampu menggambar perspektif isometri, dimetri dan kavalir/paralel.
4) Mengetahui perbedaan proyeksi metode A dan metode E.
5) Memahami cara menggambar proyeksi metode A dan metode E.
6) Mampu menggambar proyeksi metode A dan metode E.
7) Mampu menyajikan gambar proyeksi sesuai standar.

Pengertian Dasar
Proyeksi adalah bayangan/khayalan dari benda yang dipandang dan ditentukan oleh garis-
garis pandang pengamat yang disebut garis proyeksi.
Karena gambar bayangan terletak pada bidang datar, maka untuk mendapatkan gambar
proyeksi yang dapat dimengerti, dalam menggambar diperlukan batas-batasan tertentu.

Untuk mengetahui arti proyeksi, ingat saja kata proyektor yaitu alat untuk memproyeksikan
gambar pada suatu layar. Arti proyeksi ialah memindahkan suatu bentuk dari suatu sudut
pandang tertentu pada suatu ruang gambar.
Berdasarkan paparan di atas, dalam gambar teknik gambar proyeksi terdiri atas gambar tiga
dimensi (piktorial/perspektif) dan gambar dua dimensi (proyeksi ortogonal).

Gambar tiga dimensi (piktorial/perspektif)


Pada gambar tiga dimensi, bentuk benda dapat diketahui dengan cepat karena ketiga sisi dari
benda digambarkan. Sehingga gambar ini digunakan antara lain pada brosur, katalog.

Berikut disampaikan gambar tiga dimensi yang sering digunakan, yaitu :


a. Isometri, sisi kiri dan sisi kanan mempunyai sudut kemiringan 300, skala sisi kiri, sisi
kanan dan pada arah tegak 1 : 1. Sehingga jika kita menggambar kubus maka akan
tergambar kubus .
b. Dimetri, sisi kiri mempunyai sudut kemiringan 70 sedangkan sudut kemiringan sisi kanan
420, skala sisi kiri dan pada arah tegak 1 : 1, skala pada sisi kanan 1 : 2. Sehingga jika
kita menggambar sebuah kubus akan tergambar menjadi sebuah balok.
c. Oblik/Paralel (Kavalir), sisi kiri merupakan garis mendatar dan sisi kanan mempunyai
sudut kemiringan 450, skala sisi kiri dan pada arah tegak 1 : 1, skala pada sisi kanan 1 : 2.
Sehingga jika kita menggambar sebuah kubus akan tergambar menjadi sebuah balok.

Perspektif yang sering digunakan


Gambar dua dimensi (proyeksi ortogonal)
Bentuk yang rumit ternyata sulit untuk diinformasikan dengan gambar tiga dimensi, misalkan
bagian-bagian yang terhalang atau gambar sebuah ulir. Dengan alasan tersebut maka gambar
kerja pada umumnya digambar menggunakan proyeksi ortogonal (gambar dua dimensi).
Prinsip proyeksi ortogonal adalah dengan membayangkan bahwa benda tiga dimensi
diproyeksikan pada bidang-bidang yang saling tegak lurus (ortogonal), sehingga dihasilkan
gambar dua dimensi yang disebut pandangan (tampak). Setelah itu bidang-bidang yang saling
tegak lurus tersebut dibentangkan menjadi bidang datar, bidang datar itulah yang menjadi
bidang gambar.
Menurut ISO, gambar dua dimensi yang standar ialah metode proyeksi sudut pertama (first
angle projection/proyeksi Eropa/metode E) dan metode proyeksi sudut ketiga (third angle
projection/proyeksi Amerika/metode A), penggunaan kedua cara ini tergantung dari kebiasaan
masing-masing perusahaan, misalkan perusahaan A menggunakan metode E sedangkan
perusahaan B menggunakan metode A.
Untuk memudahkan cara membuat gambar dua dimensi maka pada paparan berikutnya
disampaikan cara praktis untuk memahami gambar dua dimensi dengan cepat.

Untuk memberikan informasi lengkap suatu benda tiga dimensi dengan gambar proyeksi
ortogonal, biasanya memerlukan lebih dari satu bidang proyeksi.
a. Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di depan benda disebut pandangan depan.
b. Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di atas benda disebut pandangan atas.
c. Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di sebelah kanan benda disebut pandangan
samping kanan.
Proyeksi ortogonal dibagi menjadi 2 macam:
a. Proyeksi sistem Amerika (kwadran )

Simbol

b. Proyeksi sistem Eropa (kwadran )

Simbol
a. Proyeksi Sistem Amerika (kwadran )

b. Proyeksi Sistem Eropa (kwadran )


LATIHAN
Gambarkan benda-benda ini dalam bentuk : Skala = 3 : 1
a. Perspektip b. Isometrik

c. Dimetrik d. Trimetrik

e. Kavalir
f. Kabinet
Buatlah gambar dibawah ini dalam 3 pandangan utama dengan proyeksi system eropa. Skala 1 : 1