Anda di halaman 1dari 6

i

Tinjauan Mata Kuliah

ata kuliah filsafat administrasi merupakan sebuah pelajaran yang


M masih sangat baru di Indonesia. Sepanjang pengetahuan kami belum
ada perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah tersebut, begitu juga
belum ada pengarang Indonesia yang telah menulis buku yang isinya benar-
benar membicarakan filsafat administrasi.
Amerika Serikat sendiri sepanjang pengetahuan kami belum ada sesuatu
kamus filsafat dan ensiklopedi pengetahuan yang dalamnya memuat suatu
tajuk filsafat administrasi (philosophy of administration).
Dengan demikian, bagi kami sendiri untuk menulis sebuah Buku Materi
Pokok mata kuliah filsafat administrasi guna dipakai oleh para mahasiswa
Universitas Terbuka merupakan suatu kesulitan yang sangat besar karena
tidak adanya bahan bacaan yang dapat dijadikan sumber rujukan.
Filsafat administrasi merupakan penggabungan dari 2 fenomena penting
dalam kehidupan manusia, yaitu pengertian filsafat dan pengertian
administrasi. Dalam menyusun Buku Materi Pokok ini kami menggunakan
sepenuhnya pendapat kami sendiri mengenai kedua fenomena itu. Dalam
pembahasan selanjutnya, mengenai filsafat administrasi, kami mengemuka-
kan pendapat sendiri yang tidak terdapat dalam kepustakaan bahasa Inggris.
Pendapat ini baru pertama kami tulis.
Menurut pendapat kami filsafat adalah rangkaian aktivitas pemikiran
reflektif yang dilakukan oleh budi manusia untuk memperoleh jawaban
terhadap 6 jenis persoalan dalam kehidupan manusia, yaitu berikut ini.
1. Persoalan metafisis.
2. Persoalan epistemologis.
3. Persoalan metodologis.
4. Persoalan logis.
5. Persoalan etis.
6. Persoalan estetis.

Dari rangkaian aktivitas pemikiran reflektif terjadilah bidang


pengetahuan filsafat yang secara sistematis dapat dibagi menjadi 6 cabang
yang berikut, yaitu berikut ini.
1. Metafisika.
2. Epistemologi.
ii

z. Metodologi.
4. Logika.
5. Etika.
6. Estetika.

Dalam perkembangan selanjutnya, telah tumbuh pula sejumlah cabang


filsafat khusus, di antaranya berikut ini.
1. Filsafat agama.
2. Filsafat bahasa.
3. Filsafat hukum.
4. Filsafat ilmu.
5. Filsafat kebudayaan.
6. Filsafat pendidikan.
7. Filsafat politik.
8. Filsafat sejarah.
9. Filsafat seni.

Segenap aktivitas penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama yang


dilakukan oleh sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu
dinamakan administrasi. Jadi, administrasi terjadi kalau terdapat hal, yaitu
berikut ini.
1. Sekelompok manusia.
2. Kerja sama.
3. Tujuan tertentu.

Segenap aktivitas penyelenggaraan yang disebut administrasi itu jika


diperinci lebih lanjut dapat dibedakan menjadi 3 unsur utama dan 5 unsur
pelengkap, yaitu berikut ini.
1. Unsur utama:
a. Organisasi
b. Manajemen
c. Komunikasi

2. Unsur pelengkap
d. Kepegawaian
e. Keuangan
f. Perbekalan
iii

g. Perkantoran
h. Humas

Dengan menggabungkan pengertian filsafat dan pengertian administrasi


tersebut di atas terjadilah suatu cabang filsafat khusus yang dinamakan
filsafat administrasi. Filsafat administrasi sebagai rangkaian aktivitas
pemikiran reflektif berusaha menentukan segi-segi metafisik, epistemologis,
metodologis, logis, etis, dan estetis dari pengertian administrasi.
Aktivitas penyelenggaraan yang dinamakan administrasi dengan
8 unsurnya perlu dilaksanakan dengan berpegang pada asas-asas tertentu
yang baik. Asas adalah suatu dalil umum yang dinyatakan dengan istilah-
istilah umum dengan tanpa menyarankan cara-cara khusus mengenai
pelaksanaannya yang dapat diterapkan pada suatu rangkaian perbuatan untuk
menjadi petunjuk yang tepat bagi perbuatan-perbuatan itu.
Sebuah asas utama yang harus dilaksanakan dalam setiap administrasi
ialah efisiensi. Efisiensi adalah perbandingan terbaik antara suatu kegiatan
dengan hasilnya. Perbandingan terbaik itu dapat dilihat dari 2 unsur berikut
ini.
1. Unsur kegiatan : Suatu kegiatan dianggap mewujudkan efisiensi jika
suatu hasil tertentu tercapai dengan kegiatan yang
terkecil.
2. Unsur hasil : Suatu kegiatan dianggap mewujudkan efisiensi jika
dengan suatu kegiatan tertentu mencapai hasil yang
terbesar.

Masih ada 3 asas pelengkap yang perlu juga dilaksanakan dalam setiap
administrasi, yaitu kejujuran, ketelitian, dan penghematan.
Filsafat administrasi ternyata berkaitan erat dengan filsafat ilmu. Filsafat
administrasi dan filsafat ilmu kedua-duanya merupakan cabang filsafat
khusus dari bidang pengetahuan filsafat. Filsafat ilmu adalah segenap
aktivitas pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala
hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala
segi dari kehidupan manusia.
Menurut filsafat ilmu, setiap ilmu sebagai rangkaian aktivitas pemikiran
manusia bersifat rasional, kognitif, dan teleologi, ilmu sebagai metode ilmiah
mempunyai pola prosedural, tata langkah, berbagai teknik, dan aneka alat,
iv

serta ilmu sebagai pengetahuan sistematis mencakup berbagai struktur, di


antaranya suatu penggolongan ilmu yang teratur.
Sebuah penggolongan dari pengetahuan ilmiah yang teratur terdiri dari 7
jenis ilmu berikut ini.
1. Ilmu-ilmu matematis.
2. Ilmu-ilmu fisis.
3. Ilmu-ilmu biologis.
4. Ilmu-ilmu psikologis.
5. Ilmu-ilmu sosial.
6. Ilmu-ilmu linguistis.
7. Ilmu-ilmu interdisipliner.

Masing-masing jenis ilmu itu terdiri dari ragam ilmu teoretis dan ragam
ilmu praktis. Dengan demikian, terdapatlah jenis/ragam ilmu-ilmu sosial
teoretis dan ilmu-ilmu sosial praktis.
Pengertian ilmu, menurut filsafat ilmu sebagai aktivitas pemikiran,
metode ilmiah, dan pengetahuan sistematis, selanjutnya dapat ditinjau hal
ihwal ilmu administrasi. Peninjauan itu ternyata menunjukkan berikut ini.
1. Ilmu administrasi adalah aktivitas pemikiran yang rasional, kognitif, dan
teleologis.
2. Ilmu administrasi adalah metode ilmiah, antara lain mempunyai
prosedur, seperti pengamatan dan penggolongan.
3. Ilmu administrasi adalah pengetahuan sistematis yang mencakup
berbagai proposisi, seperti prinsip ilmiah, kaidah ilmiah, dan teori ilmiah.
4. Ilmu administrasi termasuk sebagai jenis/ragam ilmu sosial praktis.

Selanjutnya, perlu pula ditinjau rincian ilmu administrasi menurut 8


unsur administrasi dan lingkungan suasananya. Dari sini diketahui bahwa:
1. Ilmu administrasi terinci dalam 8 kelompok pengetahuan berikut ini.
a. Ilmu organisasi.
b. Ilmu manajemen.
c. Ilmu komunikasi administratif.
d. Ilmu administrasi kepegawaian.
e. Ilmu administrasi keuangan.
f. Ilmu administrasi perbekalan.
g. Ilmu administrasi perkantoran.
h. Ilmu administrasi humas.
v

2. Ilmu administrasi mempunyai 3 rumpun berikut ini.


a. Ilmu administrasi publik.
b. Ilmu administrasi bisnis.
c. Ilmu administrasi sosial.

Demikianlah sesuai dengan semua hal tersebut di muka, Buku Materi


Pokok Filsafat Administrasi ini tersusun menjadi 6 modul yang masing-
masing mencakup 3 kegiatan belajar. Susunannya adalah sebagai berikut.
Modul 1 : Pengertian dan Pembagian Filsafat
1. Pengertian filsafat.
2. Rincian cabang filsafat sistematis (yaitu metafisika,
epistemologi, metodologi, logika, etika, dan estetika)
3. Rincian cabang filsafat khusus (di antaranya filsafat ilmu
dan filsafat administrasi).
Modul 2 : Pengertian dan Unsur Administrasi
1. Pengertian administrasi.
2. Unsur utama dan pelengkap administrasi.
3. Hubungan unsur-unsur dalam administrasi.
Modul 3 : Asas-asas Administrasi
1. Arti penting asas dalam administrasi.
2. Asas utama dalam administrasi.
3. Asas pelengkap dalam administrasi.
Modul 4 : Konsepsi Ilmu dalam Filsafat Ilmu
1. Cakupan ilmu semuanya.
2. Pengertian ilmu selengkapnya.
3. Pembagian ilmu seluruhnya.
Modul 5 : Ilmu Administrasi dan Kelompok-kelompoknya
1. Tumbuhnya ilmu administrasi.
2. Kelompok unsur utama dalam ilmu administrasi.
3. Kelompok unsur pelengkap dalam ilmu administrasi.
Modul 6 : Pembagian Ilmu Administrasi menurut Lingkungan Suasana
1. Ilmu administrasi publik.
2. Ilmu administrasi bisnis.
3. Ilmu administrasi sosial.

Demikianlah susunan yang baru mengenai pengetahuan filsafat


administrasi.
vi

Peta Kompetensi
Filsafat Administrasi/ADPU4531

Kembali Ke Daftar isi