Anda di halaman 1dari 4

UPAYA PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

A. PENGERTIAN
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biological divercity) adalah berbagai macam variasi bentuk,
penampilan, jumlah, dan sifat yang tampak pada berbagai tingkatan persekutuaan mahluk hidup yang
meliputi tingkatan ekoistem, tingkatan jenis (spesies), dan keanekaragaman ekosistem.

Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan
sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan sfesies, maupun tingkatan
ekosistem. Berdasarkan hal tersebut, para pakar membedakan keanekaragaman hayati menjadi tinga
tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.

Berdasarkan pengertiannya, keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
keanekaragaman gen (genetik), keanekaragaman spesies (jenis), dan keanekaragaman ekosistem. Fungsi
keanekaragaman hayati yaitu:

1. Sumber penghidupan dan kelangsungan hidup manusia karena bahan sandang, pangan, papan,
obat-obatan, dan kebutuhan hidup lain berasal dari sana.
2. Sumber ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Pengembangan sosial budaya umat manusia.
4. Membangkitkan nuansa keindahan yang mencerminkan kehebatan sang pencipta.

Menurunnya keanekaragaman hayati yang menyebabkan semakin sedikit pula manfaat yang dapat
diperoleh manusia. Penurunan keanekaragaman hayati dapat dicegah dengan cara melakukan
pelestarian (konservasi) keanekaragaman hayati.

Konservasi keanekaragaman hayati memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut:

1. Menjamin kelestarian fungsi ekosistem sebagai penyangga kehidupan


2. Mencegah terjadinya kepunahan spesies yang disebabkan oleh kerusakan habitat dan
pemanfaatan (termasuk perdagangan) yang tidak terkendali.
3. Menyediakan sumber plasma nutfah untuk mendukung pengembangan dan budidaya kultivar-
kultivar tanaman pangan, obat-obatan, maupun hewan ternak.

B. UPAYA PELESTARIAN
Adapun upaya pelestarian sumber daya alam hayati dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu :

1. Penghijauan
Penghijauan dilakukan dengan cara menanam berbagi henus tanaman di berbagai tempat yang telah
direncanakan, dapat dihalaman sekitar rumah, hutan-hutan yang gundul akibat penebangan liar, dan
tempat lain yang diduga terhindar dari bencana jika ditanami tumbuhan. Kegiatan penghijauan tidak
hanya menanam, tetapi yang lebih penting adalah merawat tanaman yang ditanam.
2. Pembuatan Taman Kota
Pembuatan taman kota akan mendatangkan manfaat, antara lain meningkatkan kandungan oksigen,
menurunkan suhu lingkungan, menurunkan efek pencemaran udara yang berasal dari kendaraan
bermotor, memberi keindahan, dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

3. Pemuliaan
Pemuliaan adalah usaha membuat varietas unggul, tetapi bukan berarti menghilangkan varietas tidak
unggul. Pemuliaan dapat dilakukan dengan perkawinan silang yang akan menghasilkan varian baru. Oleh
karena itu, pemuliaan hewan maupun tumbuhan dapat meningkatkan keanekaragaman gen dan
keanekaragaman jenis.

4. Pembiakan In Situ dan Ex Situ


Adapun upaya pelestarian sumber daya alam hayati dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pelestarian
secara in situ dan pelestarian secara eks situ.

1. Pelesatarian secara in situ


yaitu suatu upaya pelestarian sumber daya alam hayati di habitat atau tempat aslinya. Hal ini
dilakukan dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu sangat membahayakan
kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya. comtoh pelestarian in situ tercantum berikut ini:

1) Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo.


2) Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon Jawa Barat.
3) Pelestarian bunga Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu.
4) Pelestarian terumbu karang di Bunaken.

2. Pelestarian ex situ
yaitu suatu upaya pelestarian yang dilakukan dengan memidahkan ke tempat lain yang lebih cocok bagi
perkembangan kehidupanya. Contoh pelestarian ex situ tercantum berikut ini.

1) Kebun Raya dan Kebun Koleksi untuk menyeleksi berbagai tumbuhan langka dalam rangka
melestarikan plasma nutfah.
2) Penangkaran jalak bali di kebun binatang Wonokromo.

1. Pelestarian secara in situ


Pelestarian secara in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitatnya. Contoh dari pelestarian ini
adalah hutan lindung, taman nasional, perlindungan bunga bangkai di Maluku, dan perlindungan
komodo di pulau komodo.

Contoh pelestarian insitu antara lain :

1. Taman Nasional Ujung Kulon


Taman nasional ujung kulon ini merupakan tempat populasi yang baik bagi badak jawa (Rhinoceros)
taman nasional ini banyak memiliki hal yang menarik sebab letusan karakatau yang pernah terjadi
membentuk alam yang indah dan unik.
2. Taman Nasional Tanjung Putting
Taman nasioanal tanjung puting di kenal karena pusat rehabilitasi orang utan ( pongo pigmeus). Tipe
vegetasi yang dominan di kawasan ini adalah palem- paleman, pandan- pandanan, dan berbagi jenis
epifit.

3. Taman Nasional Gunung Gede- Pangrango ( Jawa Barat)


Taman nasioanal gunug gede pangrango sangat kaya akan flaura dan fauna. Edelweiss jawa tumbuh
subur di kawasan ini. Di taman nasional ini terdapat leopard (panther pardus), monyet jawa, dan gibon.

4. Taman Nasioanal Kerinci


Taman nansional kerinci seblat merupakan tamann nasional terbesar di Indonesia dengan luas areal
sekitar 15.000km. Taman nasional ini menjadi tempat perlindungan berbagai hewan dan tumbuhan khas
yang di miliki Sumatra.

5. Taman Nasional Komodo


Taman nasional komodo di dominasi vegetasi savanna. Tumbuahn lontar dan bebebrapa jenis anggrek
tumbuh dengan abik di kawasa ini. Sesuai namanya , kawasn ini menjadi tempat hidup hewan komodo.

6. Taman Nasional Gunung Lauser


Taman nasional ini merupakan taman ansional yang penting di kawasan Asia Tenggara. Luasnya sekiatar
9.500 km. kawasan ini menjadi tempat perlindunagn bagi 1.000 spesies tumbuhan dan 4000 speises
hewan yang dikelompokkan sebagi hewan- hewan western malesia.

2. Pelestarian secara eks situ

Pelestarian secara eks situ adalah pelestarian yang dilakukan diluar habitatnya dan dipelihara di tempat
lain. Contoh pelestarian eks situ adalah kebun koleksi yang mengoleksi berbagai jenis hewan atau
tumbuhan yang asalnya berbeda dikumpulkan dalam satu tempat, seperti burung jalak bali yang di
tangkarkan di kebun binatang Surabaya.

1. Kebun Botani
Pernahkah kamu mendengar kebun raya bogor di Jawa Barat, kebun raya bedugal di bali atau kebun
raya jantho ? kebun raya tersebut merupakan upaya pelestarian sumber daya alam secara ex situ.

2. Kebun Plasma Nutfah


Kebun plsma nutfah adalah kebun koleksi untuk mengembangkan plasma nutfah yang unggul. Di
Indonesia kebun seperti ini masih sangat jarang dan baru di rintis oleh lembaga ilmu pengetahuan.

3. Kebun Koleksi
Kebun koleksi yaitu kebun yang berisikan berbagai jensi nutfah tanaman yang selanjuntnya akan di
pertahankan dan dikembangkan dalam keadaan hidup.

C. RINGKASAN
 Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biological divercity) adalah berbagai macam variasi
bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang tampak pada berbagai tingkatan persekutuaan mahluk hidup
yang meliputi tingkatan ekoistem, tingkatan jenis (spesies), dan keanekaragaman ekosistem.
 Adapun upaya pelestarian sumber daya alam hayati dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu :

1. Penghijauan
2. Pembuatan Taman Kota
3. Pemuliaan
4. Pembiakan In Situ dan Ex Situ
1. Pelesatarian secara in situ

yaitu suatu upaya pelestarian sumber daya alam hayati di habitat atau tempat aslinya. Hal ini dilakukan
dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu sangat membahayakan
kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya. comtoh pelestarian in situ tercantum berikut ini:

1. Pelestarian terumbu karang di Bunaken.


2. Pelestarian bunga Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu.
3. Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon Jawa Barat.
4. Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo.

2. Pelestarian ex situ
yaitu suatu upaya pelestarian yang dilakukan dengan memidahkan ke tempat lain yang lebih cocok bagi
perkembangan kehidupanya. Contoh pelestarian ex situ tercantum berikut ini.

1. Kebun Raya dan Kebun Koleksi untuk menyeleksi berbagai tumbuhan langka dalam
rangka plasma nutfah.
2. Penangkaran jalak bali di kebun binatang Wonokromo.